Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

“PENDEKATAN DAN PENALARAN MODEL DALAM PEMBELAJARAN PPKN SD/MI”

KELOMPOK IV C18A

NUR AZIZAH ( 1847140004)

ZAINAL RIADI (184714

MEILA AULIA (184714

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

KAMPUS V UNM PAREPARE

2018
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur sudah sepantasnya kita panjatkan ke hadirat Allah SWT

yang atas berkat dan rahmat-Nya sehingga saat ini kita semua menikmati segala karunia-

Nya, dan hanya dengan qudrat dan iradat-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan makalah

yang berjudul “ Pendekatan dan Penalaran Model dalam Pembelajaran PPKN SD/MI ”.

Tak lupa pula salawat serta salam kepada teladan kita Nabi Muhammad SAW.

Adapun makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah PPKN I. Semoga

dengan penyusunan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman diri

penyusun tentang mata kuliah ini. Demi kesempurnaannya, penyusun selalu

mengharapkan adanya saran dan masukan dari berbagai pihak.

Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah PPKN

I dan kepada semua pihak yang telah mendukung hingga terselesaikannya makalah ini.

Harapan penyusun semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya

bagi penyusun sendiri dan umumnya bagi siapa saja yang membacanya.

Parepare, 23 Agustus 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

SAMPUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulis
D. Manfaat Penulis

BAB II PEMBAHASAN

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya


untuk kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan Negara.
Kegiatan belajar mengajar pada lembaga pendidikan formal merupakan kegiatan
paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan, sehingga dalam lembaga pendidikan
formal kegiatan belajar mengajar saling terkait dalam pencapaian tujuan pendidikan. Hal
ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan tergantung pada
bagaimana proses belajar mengajar yang dialami oleh siswa dimana guru sebagai
pemegang peran utama dan bagaimana seorang guru mampu meningkatkan motivasi
belajar siswa.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan (approach) diartikan sebagai cara menangani masalah, atau prosedur


khusus untuk membuka suatu organ atau satu bagian. Juga bisa diartikan sebagai cara
menangani konflik-konflik pribadi. Atau bisa diartikan sebagai langkah awal atau
langkah pendahuluan.

Istilah pendekatan dapat digunakan dalam berbagai aspek :

1. Pendekatan behavioristik adalah metode untuk mempelajari individu-individu melalui


observasi atas apa yang mereka kerjakan.

2. Pendekatan dialog yaitu didasarkan pada pandangan bahwa manusia memiliki dua
hubungan fundamental yang berbeda. Misalnya hubungan dengan Pencipta dan
hubungan dengan sesama ciptaan.

3. Pendekatan holistik adalah pendekatan menyeluruh terhadap manusia guna


memperoleh segala macam pengertian tentang manusia itu sendiri.

4. Pendekatan normatif adalah pendekatan yang menggunakan norma-norma tertentu


sebagai patokan dan standar.

5. Pendekatan objektif adalah pendekatan yang bersifat sosial dengan tujuan memperkuat
atau menyanggah pengamatan itu sendiri.

6. Pendekatan sistem adalah kecenderungan metodologis yang meyakini metode riset


sebagai jalan terbaik untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Menurut Sanjaya pendekatan memiliki kemiripan dengan strategi. Sebenarnya


pendekatan berbeda, baik dengan strategi dan metode. Pendekatan dapat diartikan sebagai
titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Menurut Roy Killen
mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada
guru (teacher centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (teacher
centred approaches).

B. Pendekatan Dalam Pembelajaran PPKN SD/MI

Pendekatan Pembelajaran Pkn merupakan dasar-dasar dalam pelaksanaan proses


belajar mengajar mata pelajran Pkn di SD/MI. Pendekatan dalam pembelajaran PKn pada
prinsipnya lebih mengarah kepada pengembangan kurikulum atau pengorganisasian isi
materi pelajaran. Pendekatan ini akan membahas dengan mengacu pada pembelajaran
Pkn sebagai pendidikan nilai-moral. Ada delapan pendekatan yang dipandang bisa
mencapai tujuan Pembelajaran PKn antara lain :

1. Evokasi

Pendekatan ini menekankan pada inisiatif peserta didik untuk mengekspresikan


dirinya secara spontan yang didasarkan pada kebebasan dan kesempatan. Dalam
mengimplikasikan pendekatan ini peran guru amat diperlukan dalam apa yang disebut
dengan “breaking the ice”, agar setiap anak merasakan adanya suasana terbuka,
bersahabat dan kondusif untuk dapat “menyatakan dirinya, menyatakan apa yang menjadi
pemikirannya dan mengungkapkan perasaannya.

Demikian juga dengan peranan keluarga dan masyarakat amat penting, agar
peserta didik bisa memadukan pendidikan formal disekolah dan pengalaman diluar
sekolah, khususnya berkaitan dengan nilai moral yang dibahas dalam kelas harus sejalan
dengan apa yang dialaminya daam kehidupan keluarga dan dalam masyarakat. Jika tidak
ada kesesuaian antara tiga unsur tersebut, maka akan terjadi konflik dalam diri anak, yang
dalam istilah pendidikan kewarganegaraan “intra personal complict”. Komplik dalam diri
anak bisa berlanjut komplik antar pribadi yang disebut “inter personal complict” karena
melihat tidak adanya keajekan antara nilai yang dipelajari dan diyakininya dengan apa
yang terjadi disekolah dan didalam masyarakat secara keseluruhan.

2. Inkulkasi (Menanamkan)

Pendekatan ini didasarkan pada sejumlah pertanyaan nilai yang telah disusun
dahulu oleh guru. Tujuannya adalah agar pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut
masalah nilai tersebut dapat digunakan untuk mempengaruhi dan sekaligus mengarahkan
siswa kedalam suatu kesimpulan nilai yang sudah direncanakan. Dalam aplikasinya
teknik mengajar nilai yang tepat adalah teknk inkuiri nilai (value inquiry) dimana target
nilai yang diharapkan dapat dicapai dengan memanipulasikan kedalam sejumlah
pertanyaan.

3. Kesadaran

Dalam hal ini, yang menjadi sasaran adalah bagaimana mengungkap dan
membina kesadaran peserta didik tentang nilai-nilai tertentu yang ada pada dirinya atau
pada orang lain. Tentu saja kesadaran itu akan tumbuh menjadi sesuatu yang
menumbuhkan kesadaranya tentang nilai atau seperangkat nilai tertentu. Hanya dengan
kesadarannya tertentu itu melalui kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh guru, anak
dapat mengungkapkan nilai-nilai dirinya atau nilai-nilai orang lain.

4. Penalaran Moral
Salah satu pendekatan dalam pendidikan moral adalah penalaran moral. Anak
dilibatkan dalam suatu dilema moral, sehingga kepatusan yang diambil terhadap dilema
moral harus diberikan alasan-alasan moralnya yang masuk akal. Dilema moral adalah
salah satu bentuk teknik mengajar nilai dan moral yang dianggap tepat terutama bagi
kelas-kelas yang tinggi misalnya kelas IV, V dan VI. Patut disadari bahwa pendidikan
nilai dan moral berbagai cara dapat digunakan sebagai stimulus dalam melibatkan nalar
dan afeksi siswa & siswi, dengan melalui pertanyaan, pernyataan, gambar, cerita dan
gambaran keadaan yang bersifat dinamis.

Dalam pendekatan dilematis sebagai salah satu bentuk dalam pembelajaraan PKn
akan lebih afektif jika guru melibatkan secara intens nalar dan perasaan untuk memberi
alasan-alasan moral tersebut. Peranan stimulus yang didasar pada hal yang bersifat
dilematis tersebut. Yang menjadi fokus dalam pendekatan ini adalah nalarnya atau yang
berkaitan dengan kognitifnya dan kematangan perkembangan moral.

5. Analisis Nilai

Melalui pendekatan ini peserta didik diajak untuk mengkaji atau menganalisis
nilai yang ada dalam suatu media atau stimulus yang memang di siapkan oleh guru dalam
mengajarkan pendidikan nilai dan moral. Tentu saja sudah dibekali dengan kemampuan
analisisnya. Dalam melakukan analisis nilai, tentu saja peserta didik akan sampai pada
tahapan menilai apakah suatu nilai dianggap baik atau dianggap buruk. Analisis nilai
dapat dimulai dari sekedar melaporkan apa yang dilihat dan dihadapi sampai pada
memilih dan mengemukakan hasil pengkajian yang lebih teliti dan lebih tepat.

6. Pengungkapan Nilai

Pendekatan ini lebih pada upaya meningkatkan kesadaraan diri (self-awareness)


dan memperhatikan diri (self caring) dan bukannya pemecahan masalah. Pendekatan ini
juga lebih membuat peserta didik menemukan dan memeriksa nilai mereka untuk
menentukan keberartian dan rasa aman diri.

Oleh sebab itu pertimbangan adalah faktor kunci, namun pertimbangan yang
dimaksud adalah pertimbangan tentang yang disenangi dan yang tidak disenangi, bukan
sesuatu yang diyakini seseorang sebagai hal yang benar atau salah. Melalui pendekatan
ini peserta didik dibina kesadaran emosionalya tentang nilai yang ada dalam dirinya
melalui cara-cara kritis dan rational, dan akhirya menguji kebenaran, kebaikan, dan
ketepatan.

7. Komitmen

Pendekatan komitmen dalam pendidikan nilai dan moral mengarahkan dan


menekankan pada seperangkat nilai akan mendasari pola pikir setiap guru yang
bertanggung jawab terhadap pendidikan nilai moral. Dalam pembelajaran PKn sudah
barang tentu yang menjadi komitmen bangsa dan Negara Indonesia untuk terus
dilestarikan sebagai nilai-nilai luhur.

Tujuan utama pendekatan ini, adalah untuk melatih disiplin siswa dan siswi dalam
pola pikir dan tindakannya agar senantiasa sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi
komitmen tersebut adalah nilai-nilai bersama, maka pendekatan trsebut diharpakan dapat
membina integrasi sosial para siswa.

8. Memadukan (Union Approch)

Pendekata ini berusaha menyatukan diri peserta didik dengan pengalaman riil
yang dirancang oleh guru dalam proses belajar mengajar. Hal ini dimaksudkan agar
peserta didik benar-benar mengalami secara langsung pengalaman-pengalaman yang
direncanakan guru melalui berbagai metode. Diantaranya partisipatori, simulasi, sosio
drama dan studi lapangan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa ide dan kreasi saat berkarya itu

berasal dari kepribadian seorang anak. Ide dan kreasi anak dapat berkembang dengan

memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya tanpa

membatasi anak.

B. Saran

Dengan adanya makalah ini saya berharap dapat membantu pembaca untuk

menambah wawasan mengenai secara umum. Namun saya sadar bahwa dalam makalah ini

masih terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu saya mengharapkan bantuan

pembaca untuk membantu saya dalam pembuatan makalah selanjutnya dengan memberikan

saran. Terima kasih atas perhatiannya.


DAFTAR PUSTAKA

https://brainly.co.id/tugas/17472916 diakses pada tanggal 3 mei 2019

https://www.infodanpengertian.com/2015/04/pengertian-kemampuan-ability-menurut.html?m=1

diakses pada tanggal 3 mei 2019

https://estetika-indonesia.blogspot.com/2015/12/ciri-cirisifat-proses-kreasi-seni.html?m=1

diakses pada 8 mei 2019