Anda di halaman 1dari 2

Nama : Putri Wahyu illahi Mata Kuliah : Agama 1

Nim : I1B118009 Fakultas : Ilmu Budaya

Prodi : Sastra Indonesia Jenis Kecakapan: Jus Review

1. QS. Al BAQARAH AYAT 216

َ ‫س ٰى أَ ْن ت ُ ِحبُّوا‬
ۗ ‫ش ْيئ ًا َو ُه َو ش ٌَّر َل ُك ْم‬ َ ‫ًاو ُه َو َخ ْي ٌر لَ ُك ْم ۖ َو‬
َ ‫ع‬ َ ‫س ٰى أ َ ْن تَك َْر ُهوا‬
َ ‫ش ْيئ‬ َ ‫ع‬
َ ‫َو‬
َ ‫َواللَّ ُهيَ ْعلَ ُم َوأ َ ْنت ُ ْم ََل ت َ ْع َل ُم‬
‫ون‬

“… dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu
menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak
mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

DEFINISI:

Masalah yang datang bisa jadi merupakan sebuah anugrah dari Allah SWT, namun karena
manusia pada dasarnya sulit bersyukur, anugrah tersebut terlihat sebagai sebuah keburukan.

Misalnya ketika apa yang kita cita-citakan tidak terwujud, atau bahkan yang kita dapatkan
sangat berbeda jauh dengan yang kita inginkan. Tentu kita akan kecewa dan sedih, namun
bukan berarti Allah SWT memberikan itu semata-mata untuk menyakiti kita karena hal
tersebut justru menjadi wujud dari kasih sayang Allah SWT terhadap kita, hambanya. Allah
SWT memberi apa yang hambanya butuhkan bukan apa yang hambanya inginkan.

Potongan surat AL-BAQARAH ayat 216 tersebut mendorong kita untuk terus
berpikiran positif atas apa saja yang menimpa kehidupan kita. Begitu pun saat masalah
datang, lihatlah ada hikmah luar biasa yang bisa kita dapatkan. Ingat, Allah SWT selalu
bersama prasangka hamba-Nya.

Jika kamu membenci sesuatu yang ternyata baik bagimu, hanya karena tidak sesuai
dengan apa yang kamu inginkan. Kenapa tidak coba untuk menyukai hal itu? Cobalah sukai
apa yang kamu kerjakan, apa yang kamu dapatkan. Karena tidak semua yang kamu
kehendaki bersifat baik untukmu. Allah SWT maha mengetahui mana yang terbaik untuk
umatnya. Dan kita? Kita tidak tau apa-apa. Karena itu jalanilah apa yang di rencanakan Allah
SWT. Karena rencana Allah SWT adalah maha yang terbaik dari segala rencana.
2. QS. AL FATIR AYAT 5

ۖ ‫ فَ ََل تَغُ َّرنَّ ُك ُم ا ْل َحيَاةُ ال ُّد ْنيَا‬...


“... Maka jangan sekali-kali membiarkan kehidupan dunia ini memperdayakan kamu.... –
(Q.S Fatir: 5)

DEFINISI:

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kehidupan dunia ini penuh dengan tipuan
, kebohongan dan kepalsuan. Apa yang terlihat indah belum tentu indah dijalani demikian
pula apa yang terlihat buruk belum tentu buruk ketika dijalani.

Hiduplah didunia secara sederhana jangan berlebih lebihan dalam kemewahan.


Karena kemewahan dan kesenangan yang dinikmati itu bisa mematikan hati dan jiwa.
Perbanyaklah ibadah dan dzikir pada Allah SWT, kumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat
sebanyak banyaknya dengan mengerjakan amal soleh dan pekerjaan yang diridhoi Allah
SWT.

Sekarang banyak yang terlalu mementingkan kehidupan duniawi di bandingkan


akhirat, bekerja siang dan malam namun lupa mengerjakan sholat, membiarkan kehidupan
dunia memperdaya dirinya.

Jauhkanlah diri dari perbuatan dosa dan hal yang dimurkai Allah SWT, perbanyak
istighfar mohon ampun atas berbagai dosa dan kesalahan. Ingat kehidupan akhirat lebih
utama daripada kehidupan dunia. Dunia ini penuh kepalsuan dan kebohongan. Kehidupan
dunia hanya kebidupan sementara dalam waktu yang terbatas sedangkan kehidupan akhirat
adalah kehidupan abadi yang tidak ada batas akhirnya.

Bentengi diri dari tipu daya kehidupan dunia dengan berusaha memahami ajaran
Islam secara benar. Perbaiki mutu shalat dengan berusaha untuk mengerti dan paham setiap
ayat dan kalimat yang dibaca dalam shalat. Baca Al Qur’an secara rutin setiap hari dengan
berusaha memahami kandunga n ayat ayat tersebut. Perbanyak amal ibadah dzikir dan tasbih
untuk mendekatkan diri pada Allah SWT , agar Allah SWT memberikan pandangan batin
yang luas dan dalam sehingga mampu membedakan antara yang haq dan bathil secara tepat.