Anda di halaman 1dari 4

TUGAS INDIVIDU

FILSAFAT ILMU

PERBEDAAN PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN


BERDASARKAN UU NO. 41 TAHUN 1999

OLEH :

RADHIATUNNISA S. SAMAD

M012171005

KELAS A

SEKOLAH PROGRAM PASCASARJANA

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2017
A. Pemanfaatan Kawasan Hutan

Pemanfaatan hutan adalah kegiatan untuk memanfaatkan kawasan hutan,


memanfaatkan jasa lingkungan, memanfaatkan hasil hutan kayu dan hasil hutan non-
kayu serta memungut hasil hutan kayu dan bukan kayu secara optimal dan adil untuk
kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestariannya. Pemanfaatan hutan
memiliki tujuan mengoptimalkan kesejahteraan seluruh masyarakat secara
berkeadilan dengan tetap menjaga kelestariannya. Pemanfaatan kawasan hutan dapat
dilakukan pada semua kawasan hutan kecuali pada hutan cagar alam serta zona inti
dan zona rimba pada taman nasional. Pemanfaatan kawasan hutan pelestarian alam
dan kawasan hutan suaka alam serta taman buru diatur sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Hutan lindung memanfaatkan hutannya berupa pemanfaatan kawasan,
pemanfaatan jasa lingkungan, dan pemungutan hasil hutan bukan kayu. Pemanfaatan
hutan lindung dilaksanakan melalui pemberian izin usaha pemanfaatan kawasan, izin
usaha pemanfaatan jasa lingkungan, dan izin pemungutan hasil hutan bukan kayu.

Adapun pemberian izin mengelola hutan lindung ialah sebagai berikut :

1. Perizinan usaha pemanfaatan kawasan pada hutan lindung diberikan kepada


perorangan dan koperasi.
2. Izin usaha pemanfaatan jasa lingkungan diberikan kepada; perorangan,
koperasi, badan usaha milik swasta Indonesia dan badan usaha milik negara
atau badan usaha milik daerah.
3. Izin pemungutan hasil hutan bukan kayu diberikan kepada ; koperasi dan
perorangan.

Pemanfaatan huatan produksi dapat berupa pemanfaatan kawasan,


pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu, serta
pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu. Pemanfaatan hutan produksi
dilaksanakan melalui pemberian izin usaha pemanfaatan kawasan, izin usaha
pemanfaatan jasa lingkungan, izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu, izin usaha
pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, izin pemungutan hasil hutan kayu, dan izin
pemungutan hasil hutan bukan kayu.
Adapun pemberian izin mengelola hutan produksi ialah sebagai berikut :

1. Izin usaha pemanfaatan kawasan diberikan kepada: perorangan dan koperasi.


2. Izin usaha pemanfaatan jasa lingkungan dapat diberikan kepada: perorangan,
koperasi, badan usaha milik swasta Indonesia dan badan usaha milik negara
atau badan usaha milik daerah.
3. Izin usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dapat diberikan kepada:
perorangan, koperasi, badan usaha milik swasta Indonesia dan badan usaha
milik negara atau badan usaha milik daerah.
4. Izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dapat diberikan kepada: perorangan,
koperasi, badan usaha milik swasta Indonesia, dan badan usaha milik negara
atau badan usaha milik daerah.
5. Izin pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu dapat diberikan kepada:
perorangan, dan koperasi.
Pemanfaatan hutan adat dilakukan oleh masyarakat hukum adat yang
bersangkutan, sesuai dengan fungsinya. Pemanfaatan hutan hak yang berfungsi
lindung dan konservasi dapat dilakukan
sepanjang tidak mengganggu fungsinya. Sedangkan pemanfaatan hutan adat
dilakukan oleh masyarakat hukum adat yang bersangkutan, sesuai dengan fungsinya,
serta pemanfaatan hutan adat yang berfungsi lindung dan konservasi dapat dilakukan
sepanjang tidak mengganggu fungsinya.
Untuk menjamin asas keadilan, pemerataan, dan lestari, maka izin usaha
pemanfaatan hutan dibatasi dengan mempertimbangkan aspek kelestarian hutan dan
aspek kepastian usaha. Pemegang izin berkewajiban untuk menjaga, memelihara, dan
melestarikan hutan tempat usahanya. Usaha pemanfaatan hasil hutan meliputi
kegiatan penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengolahan, dan pemasaran hasil
hutan.

B. Penggunaan Kawasan Hutan


Penggunaan kawasan hutan adalah penggunaan atas sebagian kawasan hutan
untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan tanpa mengubah fungsi
dan peruntukan kawasan hutan tersebut, kegiatan pembangunan dimaksud adalah
untuk kegiatan pertambangan. Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan
pembangunan di luar kegiatan kehutanan hanya dapat dilakukan di dalam kawasan
hutan produksi dan kawasan hutan lindung yaitu mengubah fungsi pokok kawasan
hutan. Selain itu, penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pertambangan
dilakukan melalui pemberian izin pinjam pakai oleh Menteri dengan
mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian
lingkungan. Hal itu akan berdampak pada penting dan cakupan yang luas serta
bernilai strategis dilakukan oleh Menteri atas persetujuan Dewan perwakilan Rakyat.