Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Himpunan Mahasiswa Kundur (HIMK) adalah Organisasi Mahasiswa Kedaerahan yang


didirikan di Tanjungpinang pada tanggal 23 september 2012. Organisasi HIMK berdiri
karena adanya kesadaran dari Mahasiswa Kundur yang kuliah di tanjungpinang mengenai
peran penting Organisasi Mahasiswa Kedaerahan yang dapat menjadi wadah untuk
mengembangkan diri khususnya Mahasiswa Kundur. Himpunan Mahasiswa Kundur (HIMK)
menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa yang bisa memberikan kontribusi antara
Mahasiswa dan juga masyarakat luas di lingkungan kampus maupun di Tanjungbatu Kundur
dan daerah tempat HIMK di dirikan khususnya.

Mahasiswa sebagai kaum akademisi memiliki peran penting dan strategis dalam
masyarakat, namun kebanyakan mahasiswa masih belum menyadari akan tanggungjawabnya
kepada masyarakat dalam hal transformasi pola pikir kepada daerahnya yang akan
melahirkan mahasiswa yang peduli dengan masyarakat, khususnya mahasiswa kundur yang
menjalani pendidikan di Kota Tanjungpinang.

Selain itu pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu dari tiga unsur Tri Dharma
Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Kegiatan ini merupakan
bentuk perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut , yang dapat menjadi wahana
mengamalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki, yang telah didapat dalam pendidikan di
kampus dan juga diskusi. Sehingga keberadaan mahasiswa ditengah masyarakat dapat
memberikan manfaat, khususnya masyarakat yang menjadi tempat pengabdiannya.

1.2 Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan manfaat dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah:

1. Sebagai proses pembelajaran, untuk memupuk jiwa-jiwa sosial didalam tubuh kader
HIMK,
2. Membekali kemampuan pendekatan serta menjalin kerjasama kader HIMK kepada
masyarakat,

1
3. Mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada
masyarakat sehingga mampu mencari permasalahan dalam masyarakat serta membantu
mencari solusinya.
4. Dan memberi pengalaman belajar kader HIMK dalam kehidupan masyarakat dan
mendewasakan kepribadian dan memperluas wawasan mahasiswa.
1.3 Waktu Pelaksanaan

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 4 hari, yang dimulai pada hari
Jumat tanggal 31 Januari 2015 – 02 Februari 2015.

1.4 Tempat Pelaksanaan


Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Kedencer Desa Sungaibuluh
Kecamatan Ungar.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gambaran Lokasi Pengabdian


A. Letak

Dusun Kedencer termasuk di dalam wilayah Desa Sungaibuluh kecamatan Ungar, dimana
Desa Sungaibuluh ini hanya terdiri dari dua dusun termasuklah Dusun Kedencer ini. Dusun
Kedencer ini merupakan dusun yang memiliki wilayah yang kecil dibandingkan dusun lain
yang ada di Kecamatan Ungar ini. Dusun Kedencer ini juga berbatasan lansung dengan Desa
Batu Limau. Yang memiliki jumlah penduduk hanya berkisar ±60 kepala keluarga yang
seluruh penduduknya merupakan orang melayu. Masyarakat di dusun ini sebagian besar
pekerjaannya adalah nelayan dan sebagian kecil adalah petani, PNS, buruh, dan bekerja di
negeri jiran (Malaysia).

B. Sarana dan Prasarana yang Tersedia


1. Jalan

Dusun Kedencer merupakan daerah pada lintasan antar Kelurahan Alai dengan Desa
Batu Limau. Sehingga jalur transportasi menuju Dusun kedencer ini merupakan jalan yang
mudah di lalui karena kondisi jalan yang baik, karena jalan ini memang merupakan jalan
utama yang ada di Desa ini. Sementara jalan menuju kerumah-rumah warga masih dalam
kondisi yang kurang baik karena masih belum dilakukan semenisasi, namun kondisi tersebut
sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah karena sudah ada sebagian jalan yang sudah
dilkukan pengeraan untuk dilakukan semenisasi.

2. Sekolah

Di Dusun ini fasilitas pendidikan cukup memadai baik di tinjau dari sarana dan
prasgarana maupun tenaga pengajar di semua tingkatan seperti TK, SD, SMP dan SMA. Di
Dusun ini berdiri sebuah sekolah SMP yang memang merupakan sekolah SMP satu-satunya
yang ada di Kecamatan Ungar ini. Hanya saja peningkatan kualitas yang perlu ditingkatkan.
Terutama pada minat anak- anak untuk melanjutkan sekolahnya yang masih terasa kurang.

3
3. Masjid

Masjid sebagai sarana ibadah bagi masyarakat kedencer dan sekitarnya adalah
bangunan yang sudah permanen lengkap dengan sarana pendukung seperti tempat berwudhu,
MCK dan fasilitas pendukung lainya, yang Sekarang sedang dilakukan renovasi.

4. Posyandu

Salah satu sarana penting bagi masyarakat adalah adanya Posyandu untuk pelayanan
kesehatan bagi masyarakat terutama untuk bayi, anak-anak, dan manula yang ada dikampung
ini. Di dusun ini sudah terdapat sebuah posyandu yang melayani masarakat.

5. Dan sarana lainnya

Selain dari fasilitas-fasilitas diatas masih terdapat fasilitas lain yang sudah tersedia di
dusun kedencer ini,diantaranya adalah fasilitas air bersih dan juga listrik. Dimana fasilitas ini
merupakan fasilitas pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Namun fasilitas ini
masih dirasakan kurang maksimal oleh masyarakat. Terutama listrik, karena listrik yang ada
di Kecamatan ini, hanya bisa digunakan pada saat malam hari saja sementara pada siang
harinya tidak bisa digunakan. Meskipun begitu masyarakat sudah merasa beruntung dengan
adanya ketersediaan listrik ini, karena pada awalnya listrik di Kecamatan ini belum tersedia
dan juga keberadaan listrik di Kecamatan ini juga termasuk baru. Sehingga masyarakat
berharap ketersedian listrik di dusun ini dan juga Kacamatan Ungar dapat ditingkatkan
seiring berjalannya waktu. Sementara untuk fasilitas air bersih di dusun ini juga dinilai mash
kurang oleh masyarakat. Karena, air bersih ini sulit dijangkau oleh masyarakat yang
rumahnya jauh dari bak penampungan yang letaknya berada di tepi jalan besar. Dan juga
pada musim kemarau air yang tersedia juga habis.

2.2 Permasalahan yang Ada di Masyarakat

Secara umum permasalahan yang ada di Dusun Kedencer ini adalah kenakalan remaja
SMP maupun SMA yang dianggap mengganggu ketenangan masyarakat. Hal ini dikarenakan
para remaja tersebut sering merokok pada saat jam sekolah, balapan motor dimalam hari, dan
juga terkadang mereka mencuri barang milik masyarakat sekitar misalnya ayam yang
uangnya digunakan untuk membeli rokok dan membeli minyak motor.

4
Selain itu juga permasalahan yang ada di Dusun ini yaitu mengenai kepemimpinan RT
ataupun RW yang dinilai masyarakat masih kurang dalam melayani masyarakat. Misalnya
saat pembuatan KTP yang seharusnya siap dalam beberapa hari namun bisa sampai berbulan-
bulan, dan juga sebagian masyarakat menilai bahwa apabila ada bantuan yang di berikan
pemerintah pembagiannya ke masyarakat masih dirasa kurang adil dan masyarakat
menganggap mereka lebih mementingkan keluarganya sendiri daripada yang membutuhkan
sehingga menimbulkan kecemburuan di masyarakat.

2.3 Kegiatan yang Dilakukan

Selama melakukan pengabdian di dusun Kedencer ini, adapun kegiatan yang kami lakukan
adalah sebagai berikut:

 Melakukan perkenalan dengan tokoh- tokoh masyarakat

Kegiatan berkenalan dengan tokoh-tokoh masyarkat ini kami lakukan pada awal
kedatangan kami di dusun ini. Yang bertujuan untuk memberitahukan maksud dan tujuan
kedatangan kami serta meminta izin untuk tinggal selama beberapa hari di desa tersebut.

 Sharing dengan kepala dusun tentang keadaan masyarakat

Setelah melakukan perkenalan dengan tokoh-tokoh masyarakat, kami diajak oleh kepala
dusun kedencer untuk tinggal di rumahnya selama melakukan kegiatan ini. Dari sini
kemudian kami melakukan sharing dengan kepala dusun tentang keadaan masyarakat di
Dusun kedencer ini.sehingga dari diskusi ini kami mengetahui beberapa permasalahan yang
ada di dusun ini.

 Membantu masyarakat membuat astaka untuk MTQ

Kami juga membantu masyarakat untuk membuat astaka MTQ tingkat desa Sungaibuluh
yang kebetulan dilaksanakan di Dusun ini. Dari kegiatan ini secara tidak langsung juga kami
melakukan pendekatan kepada masyarakat khususnya kepada pemuda yang juga ikut
membantu pembuatan astaka ini.

 Melakukan sharing dengan beberapa nelayan

Sebagian besar masyarakat yang ada di Dusun Kedencer ini berprofesi sebaga nelayan
yang masih menggunakan alat penangkapan tradisional. Sehingga hasil tangkapan yang
mereka hasilkan pun masih tergantung dengan alam( tidak menentu) padahal mereka

5
menggantungkan kebutuhan hidupnya dari hasil tangkapan tersebut. Adapun komoditas
tangkapan nelayan di Kecamatan Ungar ini adalah udang duri, ikan biang, ikan lomek, ikan
gulamah dan ikan tawar.

Nelayan di dusun ini juga telah memiliki kelompok-kelompok nelayan yang setiap
kelompoknya terdiri dari 10-30 orang nelayan. Pemerintah daerah juga sering memberikan
bantuan kepada setiap kelompok-kelompok nelayan tersebut berupa batuan modal, sampan
dan alat tangkap namun kebanyakan bantuan tersebut tidak digunakan dengan baik. Menurut
salah seorang anggota kelompok nelayan yang kami temui mengatakan kebanyakan nelayan
yang diberikan bantuan dari pemerintah yang berupa bantuan modal (uang) menggunakan
bantuan tersebut tidak sesuai dengan yang di harapkan sehingga bantuan pemerintahh
tersebut hanya habis begitu saja sementara kehidupan nelayan tidak pernah meningkat.

 Melakukan gotong royong

Gotong royong yang kami lakukan ini adalah unuk meningkatkan kerjasama antar
masyarakat yang ada di Desa ini dan membersihkan masjid dan lingkungan di sekitaran
masjid tersebut. Gotong royong ini dilakukan sebelum diadakannya pembukaan acara MTQ.
Agar lingkungan area tempat diadakannya MTQ terlihat bersih yang kebetulan tempatnya
bersebelahan dengan masjid tersebut.

Kerjasama antar masyarakat sama saja sejak dulu, tidak ada perubahan. Hal ini dilihat dari
kehadiran semua anggota masyarakat pada saat kerja bakti/gotong royong. Gotong royong
yang dilakukan dalam tahun terakhir:

 Melakukan pengisian kuisioner

Pengisian kuisioner ini kami lakukan pada hari terakhir pengabdian kami sekaligus
berpamitan dengan masyarakat di daerah ini. Tujuan dari pengisian kuisioner ini adalah untuk
mengetahui bagaimana penilaian masyarakat terhadap kinerja dan pelayanan perangkat-
perangkat desa, serta penilaian masyarakat terhadap fasilitas-fasilitas yang telah tersedia di
Desa ini khususnya Dusun Kedencer ini.

6
BAB III
PENUTUP

3.1 Pembahasan

Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa


Kundur,dapat dilihat contoh-contoh penerapan 5 prinsip anti korupsi,sebagai berikut :

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksananya kegiatan pengabdian


masyarakat sesuai dengan aturan dan rancangan yang telah ditentukan oleh Himpunan
Mahasiswa Kundur yang telah diatur dan sesuai dengan tanggal yang telah mereka tentukan.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini Himpunan Mahasiswa Kundur melampirkan


semua kegiatan yang mereka lakukan bersama masyarakat ke dalam laporan dan juga
melaporkan hasil dari kegiatan yang mereka lakukan sesuai dengan apa yang mereka
lakukan.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki kebijakan-kebijakan atau aturan-


aturan yang harus dilakukan atau dipatuhi bagi seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan
ini maupun masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Melakukan kontrol terhadap kebijakan dengan ikut serta dalam penyusunan dan
pelaksanaannya,mengontrol dengan menawarkan alternative kebijakan baru yang lebih layak.

3.2 Simpulan

Selama kami melakukan pengabdian di Dusun Kedencer ini kami melihat secara umum
Dusun Kedencer ini merupakan dusun yang dalam keadaan baik karena fasilitas-fasilitas
yang dibutuhkan oleh masyarakat hampir semuanya sudah tersedia di Dusun ini, mulai dari
listrik, air bersih, jalan dan lain-lain. Dan juga di Dusun ini sering mendapatkan bantuan dari
pemerintah dari APBD provinsi untuk pembangunan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan
masyarakat.

7
Namun Dusun ini juga masih perlu dilakukan pembangunan-pembangunan yang dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar adalah nelayan. Dan juga kami
melihat bahwa yang masyarakat di Dusun ini memiliki rasa kebersamaan yang masih kuat.
Hal ini terlihat saat melakukan gotong royong dan pembuatan astaka MTQ masyarakat
berbondong-bondong untuk membantu kegiatan tersebut.

3.3 Saran

Kepada pemerintahan desa dan seluruh aparatur Desa Sungaibuluh diharapkan untuk
terus–menerus mengembangkan desanya agar lebih maju dalam segala bidang serta menjalin
komunikasi dengan masyarakat agar apa yang diharapkan masyarakat dapat tercapai.

Kepada Pemda Kabupaten Karimun hendaknya memperhatikan pembangunan


masyarakat selain hal – hal fisik yang berpengaruh kepada perkembangan dan kemajuan
masyarakat Desa Sungaibuluh khususnya Dusun Kedencer ini.

8
LAMPIRAN

(Membantu masyarakat membuat astaka untuk MTQ)

(Sharing dengan nelayan)

9
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/11256628/makalah_pengabdian_kepada_masyarakat

10