Anda di halaman 1dari 19

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) /


TERM OF REFERENCE (TOR)

PEKERJAAN :
PENGAWASAN TEKNIK PENANGANAN JALAN SUMBER DANA ALOKASI
KHUSUS (DAK) PENUGASAN DAN AFIRMASI LINGKUP BIDANG BINA
MARGA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN
MANGGARAI TAHUN ANGGARAN 2019

1. LATAR BELAKANG
Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan pemerintah yang dikerjakan oleh
kontraktor pelaksana, harus mendapat pengawasan secara teknis di lapangan, agar
rencana pelaksnaannya sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknik yang telah
ditetapkan, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lancar, tepat mutu, tepat waktu,
tepat biaya dan tepat administrasi.
Untuk itu, sesuai peran yang tertuang dalam Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai sebagai pengelola kegiatan
pembagunan Jalan dan Jembatan di wilayah Kabupaten Manggarai, maka pada Tahun
Anggaran 2019 melalui Peraturan Bupati Manggarai berupa Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2019 Nomor : 914/B.KEU/1.03.1/I/2019, tanggal
3 Januari 2019, tentang Pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran
Perangkat Daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Manggarai Tahun Anggaran 2019, melalui Dana Alokasi Umum (DAU) telah
dialokasikan anggaran untuk program/kegiatan Pengawasan Teknik Penanganan Jalan
Bidang Bina Marga yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang
lokasinya tersebar di kabupaten Manggarai. Dari program / kegiatan ini, yang
diharapkan adalah tersediannya infrastruktur jalan serta pelengkapnya, dalam
kuantitas dan kualitas yang sesuai kebutuhan dan perkembangan kebutuhan
masyarakat di kabupaten Manggarai.
Kegiatan Pengawasan Teknik Penanganan Jalan ini merupakan bagian dari proses
managemen pengelolaan proyek yang memberikan konstribusi cukup besar dalam

1|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

menentukan keberhasilan kegiatan Penanganan jalan, khususnya pada tahap


pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan. Dengan adanya kegiatan Pengawasan Teknik
Penanganan Jalan ini, diharapkan pelaksanaan fisik kegiatan di lapangan dapat
berjalan lancar dan terkendali sehingga hasil Penanganan dapat optimal dan sesuai
dengan spesifikasi teknik yang dipersyaratkan.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


Kerangka Acuan Kerja ini dimaksudkan untuk :
1. Mengadakan supervisi/pengawasan program/kegiatan Penanganan Jalan Sumber
Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Dan Afirmasi lingkup Bidang Bina
Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai
Tahun Anggaran 2019
2. Pelaksana / Konsultan yang diserahi pekerjaan supervisi ini wajib menyediakan
jasa-jasanya semaksimal mungkin, untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan
Penanganan jalan yang dikerjakan oleh rekanan pemenang tender sesuai dengan
Kerangka Acuan Kerja serta berpedoman pada spesifikasi teknik yang berlaku,
sehingga diperoleh hasil pekerjaan berupa dokumen kegiatan yang terdiri dari
laporan bulanan dan laporan akhir sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
dan dapat dipertanggungjawabkan guna pelaksanaan pekerjaan dimaksud.
3. Oleh karena keterbatasan tenaga pada satuan Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Manggarai baik dari segi jumlah maupun
kualifikasinya, maka penyedia jasa konsultansi (konsultan pengawas) berperan
membantu pemerintah Kabupaten Manggarai dalam hal ini melalui Bidang Bina
Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai
dalam melakukan pengendalian pengawasan teknis terhadap program/kegiatan
Penanganan jalan di lapangan yang dilaksanakan oleh penyedia pekerjaan
konstruksi (kontraktor pelaksana).
4. Mengendalikan semua kegiatan dan meminimalkan kendala-kendala teknis yang
sering dihadapi oleh Penyedia Jasa Konstruksi (Kontraktor Pelaksana) di
lapangan dalam menerapkan design yang memenuhi persyaratan spesifikasinya.

2|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

5. Memberikan kepastian dan jaminan kepada Pengguna Barang/Jasa bahwa


pengendalian pengawasan terhadap pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh
Penyedia Jasa Konstruksi (Kontraktor Pelaksana) sesuai dengan spesifikasi dan
persyaratan teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak fisik.
6. Pengendalian pelaksanaan pekerjaan di lapangan untuk menghasilkan pekerjaan
konstruksi yang memenuhi persyaratan yang tercantum di dalam spesifikasi
(tepat mutu), dan dilaksanakan tepat waktu, tepat biaya sesuai dengan investasi
yang dikeluarkan.

3. SASARAN KEGIATAN
Sasaran dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan pekerjaan supervisi/pengawasan pada program/kegiatan
Penanganan Jalan Sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan dan
Afirmasi Lingkup Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2019 sedemikian rupa sehingga
tercapai kesesuaian dengan rencana / detail engineering design yang sudah
ditetapkan dalam kontrak.
2. Kabupaten Manggarai melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Manggarai melimpahkan sebagian tugasnya dalam
hal pengendalian teknis di lapangan dan dalam administrasi teknik pada
umumnya, terkait proyek sebagaimana yang dimaksudkan dalam KAK ini.

3. LOKASI KEGIATAN
Lokasi pekerjaan Penanganan jalan yang direncanakan ini tersebar di wilayah
kabupaten Manggarai seperti yang tercantum dalam daftar terlampir.

4. SUMBER PENDANAAN
Biaya yang dialokasikan untuk membiayai pekerjaan supervisi/pengawasan Teknik
Penanganan Jalan ini diambil dari Anggaran Penanganan dan Belanja Daerah
Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan

3|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

Sumber Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2019, dengan pagu Rp.
300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)

6. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


Nama : Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Pengawasan
Pembangunan Jalan TA. 2019 (DAK/DAU)
Tahun : Anggaran 2019.
Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Manggarai
Nama Kegiatan : Pengawasan Penanganan Jalan Sumber Dana Alokasi Khusus
/ DAK Paket 2 (DAU)
Tahun Anggaran : 2019
Sumber Dana : APBD Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2019.

7. DATA DASAR
Sebelum memulai kegiatan pekerjaan supervisi/pengawasan ini, Penyedia Jasa
(Konsultan) terlebih dahulu harus mengadakan konsultasi dengan Pengguna Jasa
(Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Pengawasan
Bidang Bina Marga, Pejabat Pembuat Komitmen fisik Penanganan jalan terkait,
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) yang bertujuan untuk mendapatkan informasi
mengenai konstruksi jalan yang akan ditangani beserta utilitasnya. Adapun data-data
yang diperlukan sebelum melaksanakan pekerjaan adalah sebagai berikut :
1. Data-data dokumen kontrak sesuai dengan Penyedia Barang/Jasa (Kontraktor
Pelaksana) yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan pada setiap paket
pekerjaan.
2. Data lokasi untuk membantu proses selanjutnya.
3. Data mengenai material/bahan maupun peralatan yang digunakan sehingga dapat
menentukan jenis konstruksi yang akan ditangani.
4. Usulan-usulan teknis lain dari sumber-sumber terpercaya.
5. Studi-studi terdahulu maupun data – data sekunder lainnya yang diperlukan dan
dianggap penting.

4|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

8. STANDAR TEKNIS
Dalam kegiatan supervisi/pengawasan sebagaimana yang dimaksudkan dalam KAK
ini, Penyedia Jasa/Konsultan Pengawas harus memperhatikan persyaratan-persyaratan
serta ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Persyaratan Umum Pekerjaan
Setaiap bagian dari kegiatan supervisi/pengawasan harus dilaksanakan secara
benar dan tuntas serta memberikan hasil yang telah ditetapkan dan diterima
dengan baik oleh Pengguna Jasa (Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat
Komitmen) sebagai pengendali kegiatan.
2. Persyaratan Obyektif
Pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan yang obyektif untuk
kelancaran pelaksanaan baik yang menyakut macam, kualitas, dan kuantitas dari
setiap bagian pekerjaan.
3. Persyaratan Fungsional
Kegiatan pelaksanaan supervisi/pengawasan baik yang menyangkut waktu, mutu,
dan biaya pekerjaan harus dilaksanakan dengan profesionalisme dan
tanggungjawab yang tinggi sebagai Konsultan Pengawas.
4. Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administrasi sehubungan dengan pelaksanaan tugas/pekerjaan di
lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan peraturan-
peraturan yang berlaku.
5. Kriteria lain-lain
Selain kriteria umum diatas, untuk kegiatan pengawasan berlaku pula ketentuan-
ketentuan seperti standar, pedoman,dan peraturan yang berlaku antara lain
ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan kegiatan yang bersangkutan, yakni
Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan (Kontrak), dan ketentuan-ketentuan lain
sebagai dasar penjanjian.
Adapun standar teknis dalam melaksanakan kegiatan sebagai dasar dan refensi teknis
dalam perencanaan teknik Penanganan jalan ini adalah :
1. Spesifikasi teknis jalan dan jembatan

5|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

2. Petunjuk / tata cara standar lainnya yang berhubungan.

9. LINGKUP KEGIATAN
Penyedia Jasa / Konsultan Pengawas harus berusaha untuk mendapatkan informasi
umum mengenai kondisi existing jalan yang akan dibangun maupun pendestriannya,
melalui gambar rencana maupun dokumen perencanaan lainnya.
Konsultan terdiri dari tim supervisi lapangan yang bertanggungjawab untuk
melaksanakan pengawasan pekerjaan fisik selama waktu pelaksanaan yang telah
ditentukan dengan menggunakan data lapangan yang diperoleh dari Penyedia Jasa dan
menggunakan standar design serta cara yang telah ditentukan oleh Bidang Bina
Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai.

10. KELUARAN
Tugas supervisi/pengawasan secara umum adalah mengawasi kelancaran pekerjaan
Penanganan yang dikerjakan oleh Rekanan / Kontraktor Pelaksana yang menyangkut
kuantitas, kualitas, biaya dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan, sehingga hasil
akhir Penanganan jalan dan kelengkapannya yang sesuai dengan Dokumen Kontrak
Pelaksanaan/Pemborongan, dan telah diterima dengan baik oleh Pengguna Jasa
(Pengguna Anggaran, Pejabat pembuat Komitmen, Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan, Panitia Penerima Hasil Pekerjaan) dan juga kelancaran penyelesaian
administrasi yang berhubungan dengan pekerjaan di lapangan, serta penyelesaian
kelengkapan dokumen lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan di lapangan.
Konsultan Supervisi / Konsultan Pengawas diminta menghasilkan keluaran yang
lengkap sesuai dengan kebutuhan kegiatan. Kelancaran pelaksanaan kegiatan yang
berhubungan dengan Kegiatan Supervisi/Pengawasan menjadi tanggungjawab
Konsultan Supervisi/Pengawas.
Keluaran yang diminta dari Konsultan Supervisi/Pengawas berdasarkan KAK ini
antara lain :
1. Program kerja, alokasi tenaga, dan konsepsi pekerjaan supervisi/pengawasan.

6|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

2. Buku harian yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang penting dari
Konsultan Supervisi/Pengawas dan Direksi Lapangan yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan menimbulkan konsekwensi keuangan,
keterlambatan penyelesaian pekerjaan dan tidak tercapainya/terpenuhinya syarat
teknis yang ditetapkan.
3. Meneliti laporan harian yang dikerjakan bersama kontraktor pelaksana yang berisi
keterangan tentang :
a. Tenaga kerja
b. Bahan-bahan yang datang, diterima/tidak
c. Alat-alat yang akan digunakan
d. Pekerjaan yang dilaksanakan
e. Waktu pekerjaan
f. Laporan Mingguan sebagai resume laporan harian.
4. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan, untuk pembayaran angsuran pekerjaan
5. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan berita Acara Pemeriksaan
Tambah/Kurang Pekerjaan, yang dilengkapi dengan Justifikasi Teknisnya.
6. Berita Acara Penyerahan I Pekerjaan
7. Berita Acara Pernyataan Selesainya Pekerjaan
8. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (As built drawing) yang dibuat oleh
Kontraktor Pelaksana dan diteliti oleh Konsultan Supervisi.
9. Laporan Rapat di lapangan (site meeting), setiap minimal 1 x sebulan.
10. Menyerahkan Laporan Progres fisik bulanan kepada Pejabat Pembuat Komitmen
fisik dan Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Pengawasan.
11. Gambar Perincian (shop drawing) dan kurva S dari kontraktor Pelaksana.

11. PERALATAN, PERSONIL DAN FASILITAS DARI PEJABAT PEMBUAT


KOMITMEN
Pejabat Pembuat Komitmen akan menugaskan juga personil pengawasan dari Bidang
Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai

7|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

untuk melengkapi pekerjaan dari konsultan supervisi/pengawas. Untuk fasilitas dari


PPK hanya menyediakan ruang untuk rapat-rapat rutin beserta perlengkapannya.

12. PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA KONSULTANSI


Penyedia Jasa diwajibkan untuk menyediakan segala perlengkapan dan peralatan
yang berkaitan dengan tugas pengawasan.

13. LINGKUP KEWENGAN DAN TANGGUNJAWAB PENYEDIA JASA


1. LINGKUP KEWENANGAN
Lingkup kewenangan bagi Konsultan Supervisi/Pengawas adalah pelaksanaan
supervisi / pengawasan Penanganan jalan , yang meliputi :
a. Pekerjaan supervisi / pengawasan baik mengenai kuantitas, kualitas,
maupun ketepatan waktu pekerjaan.
b. Pengamanan untuk kelancaran pelaksanaan, baik dalam hal mutu
pekerjaan, ketertiban pekerjaan, menghindari penyimpangan pelaksanaan
pekerjaan, maupun penyelesaian perselisihan yang mungkin timbul.
c. Pengaturan penggunaan bahan untuk pekerjaan, baik mengenai asal bahan,
penilaian / penelitian kualitas bahan, dan larangan/penggunaan bahan yang
tidak memenuhi persyaratan.
d. Penyelesaian administrasi di lapangan mengenai penyerahan pekerjaan,
penyimpangan dari rencana, perhitungan pekerjaan tambah/kurang yang
dilengkapi dengan justifikasi teknik.

2. TANGGUNGJAWAB SUPERVISI/PENGAWASAN
Konsultan supervisi / pengawas bertanggungjawab secara professional atas jasa
supervisi / pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi
yang berlaku. Dalam hal ini pekerjaan yang dilaksanakan harus bisa
dipertanggungjawabkan secara teknis dan administtratif, sehingga konsultan
supervisi / pengawas dalam melaksanakan tugasnya harus mengacu pada

8|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

ketentuan – ketentuan yang berlaku secara professional. Secara umum


tanggungjawab Konsultan Supervisi / Pengawas antara lain:
a. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan Dokumen Kontrak
Pelaksanaan/Pemborongan yang dijadikan pedoman , serta peraturan , standar
dan pedoman teknis yang berlaku , diantaranya :
a) Dokumen Pelaksanaan dari pekerjaan, yakni :
- Gambar-gambar pelaksanaan
- Rencana kerja dan syarat-syarat
- Berita acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan pemborong.
- Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan
- Pengarahan penugasan Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan
supervisi/pengawasan.
b) Kinerja supervisi / pengawasan yang harus memenuhi standar hasil
kerja supervisi / pengawasan yang berlaku dan disyaratkan.
c) Hasil evaluasi supervisi / pengawasan dan dampak yang ditimbulkan
d) Ketepatan waktu pelaksanaan.
b. Penanggunajawab supervisi / pengawasan adalah tidak hanya konsultan
sebagai suatu perusahan tetapi juga bagi para tenaga ahli professional
supervisi yang terlibat.

14. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN KEGIATAN


Kegiatan supervisi / pengawasan dilaksanakan sejak pelaksanaan konstruksi fisik
dimulai sampai dengan diserahkannya pekerjaan tersebut kepada pengguna jasa
(Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Direksi Lapangan Pekerjaan).
Dalam hal ini waktu yang disediakan untuk melaksanakan tugas supervisi /
pengawasan yang diberikan kepada Konsultan Supervisi / Pengawas adalah selama
150 (seratus lima puluh) hari kalender dan pemeliharaan selama 360 (tiga ratus enam
puluh) hari kalender. Dalam hal terjadi terjadi penambahan waktu pelaksanaan
pekerjaan konstruksi, waktu penugasan konsultan pengawas wajib mengikuti
perpanjangan waktu pelaksanaan konstruksi tanpa penambahan biaya.

9|Page
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

15. PERSONIL
Keterlibatan tenaga-tenaga ahli yang professional dan berpengalaman dalam supervisi
/ pengawasan sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilaksanakan merupakan faktor
utama optimalnya pelaksanaan kegiatan supervisi / pengawasan. Untuk itu dalam
melaksanakan tugasnya, Konsultan supervisi / pengawas harus menyediakan tenaga-
tenaga yang memenuhi kebutuhan kegiatan, baik ditinjau dari lingkup atau besaran
kegiatan maupun tingkat kerumitan pekerjaan. Untuk melaksanakan tugasnya
Konsultan Supervisi / Pengawas harus menyediakan tenaga ahli yang memenuhi
kebutuhan kegiatan, yaitu minimal terdiri dari :
1. Site Engineer
2. Quality Control
3. Chief Inspector
4. Tenaga teknis atau tenaga pendukung/penunjang lainnya sesuai kebutuhan dan
kompleksitas pekerjaan. Kualifikasi masing-masing tenaga pendukung tersebut
disesuaikan dengan lingkup penugasan dan keahlian yang dibutuhkan untuk
masing-masing jabatan, sehingga diharapkan personil tersebut benar-benar dapat
melaksanakan tugas masing-masing dengan optimal.

16. TUGAS DAN KUALIFIKASI PERSONIL TENAGA AHLI


Personil-personil yang tercantum di bawah ini harus bekerja secara penuh untuk
pekerjaan ini, yaitu terdiri dari :
A. TENAGA AHLI
1. Site Engineer
Adalah seorang Sarjana S1 Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 (tiga)
tahun dalam bidang pengawasan konstruksi jalan dan jembatan, dan
mengetahui dengan baik proses pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan jalan,
utilitas dan permasalahannya.
Tugas dan tanggungjawabnya meliputi :
 Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan ini
sehingga bisa menghasilkan pekerjaan seperti yang ditentukan.

10 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

 Memahami isi dokumen kontrak dari Kontraktor Pelaksana Pekerjaan.


 Memahami strategi pelaksanaan pekerjaan dari Kontraktor Pelaksana
berdasarkan PCM yang diajukan.
 Memberi saran dan masukan kepada Pemborong / Kontraktor Pelaksana
pekerjaan mengenai pelaksanaan Penanganan jalan.
 Mengarahkan Pemborong / Kontraktor Pelaksana terhadap pelaksanaan
pekerjaan di lapangan.

 Menyusun laporan pengamatan periodic yang berisi :


a. Hasil konsolidasi laporan / catan-catan pengawas
b. Catatan-catatan apabila ada penyimpangan disertai bukti-bukti yang
memadai (foto hasil sampling / copy hasil test material dari
laboratorium)
c. Rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan untuk perbaikan
pelaksanaan pekerjaan dimasa mendatang.
 Memonitor secara seksama kemajuan dari semua pekerjaan dan
melaporkannya segera / tepat waktu bila kemajuan pekerjaan terlambat
sebagai mana tercantum pada spesifikasi umum dan hal itu benar-benar
berpengaruh terhadap jadwal penyelesaian yang direncanakan. Dalam hal
demikian maka Site Engineer / Quality Control / Chief Inspector juga
membuat rekomendasi secara tertulis bagaimana caranya untuk mengejar
keterlambatan tersebut.
 Memeriksa dengan teliti semua kualitas pekerjaan dan kuantitas hasil
pengukuran setiap pekerjaan yang telah selesai yang disampaikan oleh
Inspector.
 Memberikan rekomendasi kepada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai menyangkut mutu dan
jumlah pekerjaan yang telah selesai dan memriksa kebenaran dari setiap
sertifikasi pembayaran bulanan kontraktor pelaksana.

11 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

 Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa yang benar pada setiap perubahan


design pekerjaan yang mempengaruhi kuantitas pekerjaan dan dilengkapi
dengan justifikasi teknik terkait perubahan dimaksud.
 Mengawasi dan memeriksa pembuatan gambar terlaksana (As built
drawing), dan mengupayakan agar semua gambar tersebut dapat
diselesaiakan sebelum penyerahan pertama pekerjaan(Provisional Hand
Over / PHO)
 Memeriksa dengan teliti / seksama setiap Gambar-gambar Kerja (Shop
drawing) dan analisa / perhitungan – perhitungan konstruksi dan
kuantitasnya, yang dibuat oleh kontraktor pelaksana sebelum pelaksanaan
pekerjaan.
 Menyusun dan menyerahkan Laporan Bulanan pada setiap tanggal 20 pada
tiap bulan dan Laporan Akhir.

2. Quality Control.
Adalah seorang Sarjana S1 Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 (tiga)
tahun atau D3 Teknik Sipil dengan pengalaman 5 Tahun dalam bidang
pengawasan konstruksi jalan dan jembatan, dan mengetahui dengan baik
proses pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan jalan, utilitas dan
permasalahannya.
Tugas dan tanggungjawabnya meliputi :
 Menyetujui proses dan hasil opname pekerjaan apabila kontraktor
pelaksana melakukan penagihan.
 Memberi saran dan masukan kepada Pemborong / Kontraktor Pelaksana
pekerjaan mengenai pelaksanaan Penanganan jalan.
 Menjamin bahwa sebelum kontraktor diijinkan untuk melaksanakan
pekerjaan berikutnya, maka pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang akan
tertutup atau menjadi tidak tampak harus sudah diperiksa / diuji dan sudah
memenuhi persyaratan dalam dokumen kontrak.
 Menyusun laporan pengamatan periodic yang berisi :

12 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

d. Hasil konsolidasi laporan / catan-catan pengawas


e. Catatan-catatan apabila ada penyimpangan disertai bukti-bukti yang
memadai (foto hasil sampling / copy hasil test material dari
laboratorium)
f. Rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan untuk perbaikan
pelaksanaan pekerjaan dimasa mendatang.

3. Chief Inspector
Adalah seorang Sarjana S1 Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 (tiga)
tahun atau D3 teknik Sipil dengan Pengalaman 5 tahun dalam bidang
pengawasan konstruksi jalan dan jembatan, dan mengetahui dengan baik
proses pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan jalan, utilitas dan
permasalahannya.
Tugas dan tanggungjawabnya meliputi :
 Memahami strategi pelaksanaan fisik.
 Memberi saran dan masukan kepada Pemborong / Kontraktor Pelaksana
pekerjaan mengenai pelaksanaan Penanganan jalan.
 Mengarahkan Pemborong / Kontraktor Pelaksana terhadap pelaksanaan
pekerjaan di lapangan.
 Menyusun laporan pengamatan periodic yang berisi :
g. Hasil konsolidasi laporan / catan-catan pengawas
h. Catatan-catatan apabila ada penyimpangan disertai bukti-bukti yang
memadai (foto hasil sampling / copy hasil test material dari
laboratorium)
i. Rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan untuk perbaikan
pelaksanaan pekerjaan dimasa mendatang.
 Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa yang benar pada setiap perubahan
design pekerjaan yang mempengaruhi kuantitas pekerjaan dan dilengkapi
dengan justifikasi teknik terkait perubahan dimaksud.

13 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

 Mengawasi dan memeriksa pembuatan gambar terlaksana (As built


drawing), dan mengupayakan agar semua gambar tersebut dapat
diselesaiakan sebelum penyerahan pertama pekerjaan(Provisional Hand
Over / PHO)
 Memeriksa dengan teliti / seksama setiap Gambar-gambar Kerja (Shop
drawing) dan analisa / perhitungan – perhitungan konstruksi dan
kuantitasnya, yang dibuat oleh kontraktor pelaksana sebelum pelaksanaan
pekerjaan.
 Menyusun / memelihara arsip korespondensi proyek, laporan harian,
laporan mingguan, bagan kemajuan pekerjaan yang dilengkapi dengan
kuva “S”, pengukuran, gambar-gambar dan lainnya.

B. TENAGA PENUNJANG DAN PENDUKUNG


Dalam pelaksanaan pekerjaan tenaga ahli dibantu dengan tenaga pendukung
sebagai berikut :
 Inspector
 Juru gambar / drafter
 Administrator
 Operator komputer
Tenaga Pendukung Inspector adalah minimal seorang lulusan D3 Teknik Sipil
dengan pengalaman 3 (tiga) tahun atau lulusan STM Bangunan dengan
pengalaman 5 (lima) tahun. Tenaga Juru gambar / Drafter adalah Seorang Lulusan
Minimal D3 teknik Arsitektur/Sipil dengan pengalaman minial 3 tahun.
Sedangkan Tenaga Administrator dan operator komputer adalah seorang lulusan
minimal SLTA dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun atau D1 teknik / D1
Administrasi minimal pengalaman 1 (satu) tahun.

17. JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN


Pekerjaan supervisi / pengawasan ini dapat dibagi dalam beberapa tahapan proses,
yaitu :

14 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

1. Tahap persiapan
2. Tahap pelaksanaan supervisi / pengawasan
3. Tahap penyerahan laporan, yakni :
o Laporan Bulanan.
o Laporan Akhir.
Konsultan supervisi / pengawas harus merinci sendiri kegiatannya dan dalam
menjalankan tugasnya akan mendapatkan pula arahan dari Pengelola Kegiatan agar
fungsi dan tanggungjawab Konsultan Supervisi / Pengawas dapat terlaksana dengan
baik, dan menghasilkan keluaran (produk) sebagaimana yang diharapkan. Secara garis
besar uraian tugas Konsultan Supervisi / Pengawas secara bertahap di lapangan antara
lain adalah sebagai berikut :
a. Pekerjaan Persiapan
1) Menyusun program kerja, aloksi tenaga dan konsepsi / metodologi
pelaksanaan pekerjaan supervisi / pengawasan.
2) Memeriksa Time Schedule, Kurva “S”, Struktur Organisasi Kerja (Net Work
Planning) yang diajukan oleh rekanan / Kontraktor Pelaksana untuk
selanjutnya diteruskan kepada Pengelola kegiatan untuk mendapatkan
persetujuan.
b. Pekerjaan Teknis Supervisi / Pengawasan
1) Melaksanakan kegiatan supervisi / pengawasan secara umum, supervisi /
pengawasan lapangan, koordinas dan inspeksi kegiatan-kegiatan Penanganan
agar pelaksanaan teknis maupun administarsi teknis yang dilakukan secara
terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk terakhir kalinya.
2) Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas, dan kuantitas bahan atau komponen
bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di
lapangan atau di tempat kerja lainnya.
3) Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan
cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang
ditetapkan. jadwal harus jelas, mengingat waktu pelaksanaan fisik sangat
terbatas.

15 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

4) Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan


pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan,
serta berpengaruh terhadap ketentuan kontrak, untuk mendapatkan persetujuan
dari Pengguna Jasa (Pengguna Anggaran / Pejabat pembuat komitmen /
Direksi Lapangan), dan selanjutnya dilengkapi dengan justifikasi teknik.
c. Konsultasi
1) Melakukan konsolidasi dengan Pengguna Jasa (Pengguna Anggaran , Pejabat
Pembuat Komitmen, Direksi Lapangan) untuk membahas segala masalah dan
persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan pekerjaan.
2) Mengadakan rapat lapangan (site Meeting) dengan Pengguna Jasa (Pengguna
Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen / Direksi Lapangan), Rekanan /
Kontraktor Pelaksana dan tim teknis Konsultan, yang bertujuan untuk
membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan, untuk
kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang
bersangkutan, serta dipastikan sudah diterima oleh masing-masing pihak 1
(satu) minggu kemudian.
3) Mengadakan rapat di luar jadwal rutin apabila dianggap perlu dan karena ada
masalah mendesak yang perlu dipecahkan.
d. Pelaporan
1) Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis
kepada Pengguna Jasa (Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen /
Direksi Lapangan) mengenai volume, prosentasi dan nilai bobot bagian –
bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan Rekanan / Kontraktor Pelaksana.
2) Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata mengenai volume, prosentasi, dan
nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Rekanan /
Kontraktor Pelaksana dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui
3) Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja dan
alat-alat yang digunakan.
4) Memeriksa gambar-gamabar kerja tambahan yang dibuat oleh Rekanan /
Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan bertambah atau

16 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

berkurangnya pekerjaan, dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang


dibuat oleh Rekanan / Kontraktor Pelaksana (Shop Drawing), dan apabila ada
perubahan yang disetujui, harus dilengkapi dengan justifikasi teknik.
5) Melaporkan semua kegiatan pengawasan dalam Laporan Bulanan yang
diserahkan pada tanggal 20 setiap bulan, serta Laporan Akhir pekerjaan.
e. Penyiapan / Pemeriksaan Dokumen Pekerjaan
1) Menerima dan menyiapkan berita acara sehubungan dengan penyelesaian
pekerjaan di lapangan, serta untuk keperluan pembayaran angsuran.
2) Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan, serta
penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dilengkapi dengan justifikasi
teknik guna keperluan pembayaran.
3) Mempersiapkan formulir laporan mingguan dan bulanan, berita acara
kemajuan pekerjaan, berita acara penyerahan pertama dan kedua, serta
formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen
Penanganan.
18. LAPORAN
Semua laporan ditulis dalam bahasa Indonesia, kecuali ditentukan lain oleh pemberi
tugas, dengan ukuran kertas format A4 atau folio dan diserahkan kepada Pengguna
Jasa. Laporan yang dimaksud meliputi :
1. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan memuat dan dengan susunan yang berisi :
1) Pengantar
2) Progress Report Summary berisi ringkasan prestasi kemajuan fisik dan
prestasi keuangan dan permasalahan-permasalahan yang timbul pada saat
periode tersebut.
3) Jadwal Pelaksanaan
4) Laporan mengenai personil Konsultan
5) Data foto lapangan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya tanggal 20 (dua puluh) bulan
berjalan, diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku setiap bulannya.

17 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

2. Laporan Akhir.
Laporan Akhir (Final Report) dibuat dengan isi uraian pelaksanaan pekerjaan dari
awal hingga selesai.
Laporan Akhir juga memuat informasi lain mengenai pelaksanaan pekerjaan
tersebut.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya pada hari berakhirnya pekerjaan,
diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku dan menyerahkan pula dalam bentuk soft file.

19. PRODUKSI DALAM NEGERI


Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini, harus dilakukan di dalam
wilayah negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.

20. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN


Penyedia Jasa diwajibkan melaksanakan pengumpulan data lapangan sesuai
persyaratan dan kaidah teknis maupun regulasi yang berlaku di bidang/layanan
pekerjaan pengawasan.

21. ALIH PENGETAHUAN


Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan
pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil proyek
satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen.

18 | P a g e
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pengawasan Teknik Penanganan Jalan Bidang Bina Marga

22. PENUTUP
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan garis besar dari tugas Pengawasan
Teknis Penanganan Jalan yang harus dipahami dan menjadi dasar pelaksanaan
kegiatan Pengawasan Teknik Jalan selanjutnya. Setelah pengarahan penugasan ini
diterima konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan
mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.
Ruteng, Pebruarai 2019
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Perencanaan dan Pengawasan Bidang Bina Marga
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2019,

19 | P a g e