Anda di halaman 1dari 4

Tugas Akhir Kemometri

Nama : Antonius Dionovta Riloanka P. Molo

NIM : 170332800281

Instrument Lokasi Kandungan Cr (mg/100 ssampel)


Sampling Variasi Konsentrasi DIGESTOR HNO3
2M 4M 6M 8M
AAS 1 2.1 2.6 2.8 2.3
2 3.9 4.2 4.4 4.0
3 3.2 3.4 3.6 3.3
4 4.3 4.4 4.6 4.2
5 4.4 4.4 4.5 4.3
6 2.1 2.2 2.5 2.2
7 3.3 3.4 3.6 3.2
8 3.8 4.0 4.3 3.9
ICP-ES 1 2.1 2.7 3.0 2.3
2 3.9 4.3 4.7 4.1
3 3.2 3.5 3.8 3.4
4 4.3 4.5 4.9 4.3
5 4.4 4.5 4.8 4.4
6 2.1 2.3 2.7 2.2
7 3.3 3.5 3.8 3.3
8 3.8 4.1 4.6 4.0

1. Apakah data dari mahasiswa tersebut memenuhi syarat Uji ANOVA dua jalan ?
Jawab:
Data dari mahasiswa di atas memenuhi syarat uji ANOVA dua jalan karena data
tersebut terdapat beberapa variabel yang berpengaruh terhadap kandungan Cr dalam
sampel yang pertama yaitu faktor lokasi sampling, instrument yang digunakan dan
variasi konsentrasi DIGESTOR HNO3 yang terdiri dari 4 macam konsentrasi.

2. Apakah dari data analisis menggunakan instrument AAS bahwa besar kandungan Cr
dalam sampel ikan sapu-sapu dipengaruhi konsentrasi digestor ?
Jawab:
Pengaruh konsentrasi digestor dapat diketahui dengan Uji F Uji ANOVA dua
jalan, sehingga diperlukan penarikkan hipotesis terlebih dahulu,
H0 = tidak ada pengaruh konsentrasi DIGESTOR terhadap konsentrasi Cr dalam ikan
sapu-sapu.
Ha = terdapat pengaruh konsentrasi DIGESTOR terhadap konsentrasi Cr dalam ikan
sapu-sapu.

Hasil perhitungan ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Kandungan Cr (mg/100 ssampel)


Lokasi
Instrument Variasi Konsentrasi DIGESTOR HNO3
Sampling
2M 4M 6M 8M
1 2.1 2.6 2.8 2.3
2 3.9 4.2 4.4 4
3 3.2 3.4 3.6 3.3
4 4.3 4.4 4.6 4.2
AAS
5 4.4 4.4 4.5 4.3
6 2.1 2.2 2.5 2.2
7 3.3 3.4 3.6 3.2
8 3.8 4 4.3 3.9
Jumlah 27.1 28.6 30.3 27.4
Rata-rata 3.3875 3.575 3.7875 3.425
∑ X2 97.45 107.08 119.27 98.6
S 0.898312 0.831092 0.802563 0.824188
S2 0.806964 0.690714 0.644107 0.679286
∑ X total 113.4 ∑ X2total 422.4

dK JK MK Fhit F tabel Keputusan

total 32-1 20.53875 Fhit>Ftab


Ant 4 -1 = 3 0.79125 0.26375 0.373971 5%= 2.71 Jadi, H0 diterima
32-
dal 4=28 19.7475 0.705268

Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh


konsentrasi DIGESTOR HNO3 dalam konsentrasi Cr pada ikan sapu-sapu.

3. Buktikan bahwa data hasil analisis ICPES tidak terdapat pencilan !


Jawab:
Untuk mengetahui ada tidaknya pencilan maka dilakukan analisis pencilan pada
tiap konsentrasi dengan nilai terduga sebagai pencilan adalah nilai maksimum dan
minimalnya, kemudian dihitung nilai Ghitungnya, apabila Ghit<Gtable maka tidak ada
pencilan. Hasil perhitungan dapat ditunjukkan pada tabel dibawah ini.
Instrument Lokasi 2M 4M 6M 8M
1 2.1 2.7 3 2.3
2 3.9 4.3 4.7 4.1
3 3.2 3.5 3.8 3.4
4 4.3 4.5 4.9 4.3
ICP-ES
5 4.4 4.5 4.8 4.4
6 2.1 2.3 2.7 2.2
7 3.3 3.5 3.8 3.3
8 3.8 4.1 4.6 4
X 3.3875 3.675 4.0375 3.5
S 0.898312 0.831092 0.850105 0.8652
Outlier pada nilai minimum 1.43324 1.65445 1.22044 1.38696
Outlier
Pada nilai maksimum 1.127114 0.752022 1.014581 1.040222
G (P=0.05) 2.216

Hasil perhitungan pada tabel menunjukkan nilai Ghit<Gtable sehingga dapat disimpulkan
bahwa pada data ICP-ES tidak terdapat pencilan.

4. Hasil digestasi pada konsentrasi 6M apakah berbeda hasil pengukuran oleh 2 instrument
menggunakan uji t berpasangan.

Jawab:

Selisih AAS ICP-ES Data Perhitungan Excel


0.2 2.8 3 Jumlah sampel 8
0.3 4.4 4.7 DF 7
0.2 3.6 3.8 0.05
0.3 4.6 4.9 T table 2.364624
0.3 4.5 4.8 Rata AAS 3.7875
0.2 2.5 2.7 Rata ICP 4.0375
0.2 3.6 3.8 Selisih 0.25
0.3 4.3 4.6 STDEV se 0.053452
2 t hitung 13.22876
0.25 Terdapat perbedaan

Berdasarkan hasil perhitungan dapat dilihat bahwa Thit>Ttabel sehingga Ha diterima


yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil pengukuran instrument AAS dan
ICP-ES.
5. Pada pengukuran sampel dengan AAS diperlukan pembuatan standar. Apabila mahasiswa
tersebut membuat larutan standar Cr 10 ppm; 20 ppm; 25 ppm dan 30 ppm, diperoleh
garis regresi y=0.21x + 2.22
a. Buatlah grafik hasil standarisasi
b. Bila diperoleh hasil pengukuran absorbansi 10 apa yang seharusnya dilakukan oleh
mahasiswa tersebut.

Jawab:

a.

Konsentrasi VS Absorbansi
9
8.52
8
7.47
7
6.42
6
5.37
5
4.32 Konsentrasi VS
4 Absorbansi
3
2
1
0 0
0 10 20 30 40

b. Apabila signal absorbansi yang diperoleh adalah 10, maka yang seharusnya dilakukan
mahasiswa tersebut adalah pengenceran terhadap sampel yang diukur sehingga dapat
masuk atau sessuai dengan kurva standar, kemudian untuk menghitung nilai yang
sebenarnya hasil akhirnya dapat dikalikan dengan faktor pengenceran.