Anda di halaman 1dari 4

KOMPOSISI DAN SEBARAN JENIS POHON PENYUSUN EKOSISTEM HUTAN ALAM GIRIMANIK DI

WONOGIRI
PRADITA NUR INDAHSAR
Universitas Gadjah Mada, 2014 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia meliliki keanekaragaman flora dan fauna baik di Indonesia

bagian barat, tengah, dan timur akibat pengaruh keadaan alam, rintangan alam,

dan pergerakan hewan di alam bebas.Ketiga wilayah di Indonesia memiliki

keunikan dan ciri khas keragaman binatang dan tanaman yang ada di alam

bebas.Flora merupakan segala tumbuh-tumbuhan yang terdapat di suatu daerah

atau pada suatu masa sedangkan fauna merupakan segala binatang yang terdapat

pada suatu daerah atau sesuatu masa. Flora atau dunia tumbuh-tumbuhan dan

fauna atau dunia hewan yang merupakan sumber kekayaan alam yang berharga

sekali bagi manusia, flora dan fauna bisa dijadikan bahan makanan, pakaian,

bangunan dll.Oleh karena itu flora dan fauna perlu dijaga kelestariannya. Menurut

Michael M (1992) di Indonesia ada 4000 jenis pohon-pohonan, 1500 pakis, dan

5000 jenis anggrek. Tumbuh-tumbuhan yang berbunga kurang lebih 25 macam

dan yang tidak berbunga 1750 macam.Selain itu, flora di Indonesia hidupnya

sangat subur karena tanahnya sangat subur, curah hujan yang tinggi dan bervariasi

sepanjang tahun, serta temperatur yang tinggi sepanjang tahun.

Keadaan alam tumbuhan (vegetasi) di Indonesia secara alami tidak

seluruhnya sama, baik dalam jenis maupun kepadatan. Hal ini tergantung pada

berbagai faktor antara lain : Iklim, keadaan tanah, relief dan kegiatan manusia.

Faktor iklim sangat mempengaruhi kepadatan dan jenis tumbuh- tumbuhan alami

1
KOMPOSISI DAN SEBARAN JENIS POHON PENYUSUN EKOSISTEM HUTAN ALAM GIRIMANIK DI
WONOGIRI
PRADITA NUR INDAHSAR 2
Universitas Gadjah Mada, 2014 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

(hutan heterogen) ada daerah yang hutannya jarang, tumbuh-tumbuhannya sejenis

(hutan homogen).Makin kurang curah hujan, vegetasinya makin jarang dan makin

sedikit jenisnya.Selain faktor iklim, juga faktor letak tempat turut berpengaruh

terhadap kepadatan vegetasi.

Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan biasanya terdiri dari

beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Analisa vegetasi

adalah cara mempelajari susunan (komponen jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi

atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Hutan merupakan komponen habitat

terpenting bagi kehidupan oleh karenanya kondisi masyarakat tumbuhan di dalam

hutan baik komposisi jenis tumbuhan, dominansi spesies, kerapatan maupun

keadaan penutupan tajuknya perlu diukur. Selain itu dalam suatu ekologi hutan

satuan yang akan diselidiki adalah suatu tegakan, yang merupakan asosiasi konkrit

(Riyanti, 2010). Kehadiran vegetasi pada suatu landscapeakan memberikan

dampak positif bagi keseimbangan ekosistem dalam skala yang lebih luas. Secara

umum peranan vegetasi dalam suatu ekosistem terkait dengan pengaturan

keseimbangan karbon dioksida dan oksigen dalam udara, perbaikan sifat fisik,

kimia dan biologis tanah, pengaturan tata air tanah dan lain-lain.Meskipun secara

umum kehadiran vegetasi pada suatu area memberikan dampak positif, tetapi

pengaruhnya bervariasi tergantung pada struktur dan komposisi vegetasi yang

tumbuh pada daerah itu. Sebagai contoh vegetasi secara umum akan mengurangi

laju erosi tanah, tetapi besarnya tergantung struktur dan komposisi tumbuhan yang

menyusun formasi vegetasi daerah tersebut.


KOMPOSISI DAN SEBARAN JENIS POHON PENYUSUN EKOSISTEM HUTAN ALAM GIRIMANIK DI
WONOGIRI
PRADITA NUR INDAHSAR 3
Universitas Gadjah Mada, 2014 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

Menurut Soegianto (1994) pengetahuan mengenai penyebaran sangat

penting untuk mengetahui tingkat pengelompokan dari individu yang dapat

memberikan dampak terhadap populasi dari rata-rata per unit areadan menjelaskan

faktor-faktor yang bertanggung jawab (berperan) dalam suatu kasus. Alasan lain

untuk mengetahui pola-pola tersebut ialah dapat membantu dalam mengambil

keputusan tentang metode yang akan digunakan untuk mengestimasi kepadatan

atau kelimpahan suatu populasi (Krebs, 1989).

Girimanik merupakan hutan alam pegunungan yang menjadi salah satu

sumber penghasil devisa domestik yang berada di Desa Setren. Daerah ini bisa

dikatakan menyerupai daerah Tawangmangu, Karanganyar, hanya daerah Setren

belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Namun jika dilihat dari kondisi alam,

keindahan dan kesejukannya sama dengan wilayah Tawangmangu yang dingin.

Oleh karena itu, sejak tahun 2000, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri

mencoba mengembangkan wisata alam pegunungan air terjun Girimanik.Air

Terjun Girimanik terdiri dari tiga buah air terjun, yaitu Air Terjun Manik Moyo,

Tejo Moyo, dan Condromoyo.Air Terjun Manik Moyo mempunyai ketinggian 70

meter sedangkan Air Terjun Tejo Moyo mempunyai ketinggian 30 meter. Ketiga

air terjun ini berada di kawasan wisata Girimanik, yang terletak di Desa Setren,

Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah.Peta dan

Koordinat GPS: 7°43'54"S 111°10'28"E.

Dalam kawasan hutan alam pengunungan Girimanik sampai saat ini tidak

terdapat informasi mengenai komposisi jenis penyusun pada tingkat tiang dan

pohon serta pola persebaran jenis penyusun pada tingkat tiang dan pohon yang
KOMPOSISI DAN SEBARAN JENIS POHON PENYUSUN EKOSISTEM HUTAN ALAM GIRIMANIK DI
WONOGIRI
PRADITA NUR INDAHSAR 4
Universitas Gadjah Mada, 2014 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

tumbuh di hutan alam pegunungan Girimanik. Berdasarkan kenyataan di atas

penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian dalam aspek tersebut.

1.2. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui komposisi jenis pohon penyusun ekosistem hutan alam

Girimanik

2. Mengetahui pola persebaran jenis pohon penyusun ekosistem yang

tumbuh di daerah tersebut

1.3. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jenis pohon

penyusun ekosistem serta pola persebarannya di hutan alam Girimanik. Manfaat

yang lain yaitu untuk membantu pengelolaan hutan di masa yang akan datang.