Anda di halaman 1dari 5

MODUL TEKS PUISI

BAHASA INDONESIA
KELAS 8 TAHUN 2019 – 2020
Kompetensi Dasar
3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun teks puisi yang diperdengarkan atau di baca.
4.7 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun dan makna teks puisi yang diperdengarkan atau di baca
3.8. Menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi ( perjuangan, lingkungan hidup, kondisi sosia, dan lain-
lain) yang diperdengarkan atau di baca.
4.8 Menyajikan gagasan, perasaan, dan pendapat dalam bentuk teks puisi secara tulis/lisan dengan
memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi.

Tujuan Pembelajaran:
A. Bagi penyair puisi bisa dijadikan media untuk mengkritik dan merubahnya.
B. Memberrikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu hal yang disampaikan penyair.
C. .Memberikan motivasi kepada pembaca agar mampu mengapresiasi karya sastra

1. Pengertian

la
Puisi adalah karya sastra yang berbentuk bait dan memiliki makna dan pesan.

2. Unsur- unsur pembangun keindahan puisi

rsu
A. Struktur Batin
Struktur batin puisi disebut juga sebagai hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal, seperti;
1. Tema/ Makna (sense)
Ini adalah unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh
seorang penyair dimana medianya berupa bahasa.
2. Rasa (feeling)
U
Ini adalah sikap sang penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya,
ungkapan rasa ini sangat berkaitan dengan latar belakang sang penyair, misalnya agama, pendidikan,
ta
kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dan lain-lain.
3. Nada (tone)
Nada merupakan sikap seorang penyair terhadap audiensnya serta sangat berkaitan dengan makna dan
rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat menyampaikan suatu pusi dengan nada mendikte,
an

menggurui, memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap audiens.


4. Tujuan (intention)
Tujuan/ maksud/ amanat adalah suatu pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada
PS

audiensnya.
B. Struktur Fisik
Struktur fisik suatu puisi disebut juga dengan metode penyampaian hakikat suatu puisi, yang terdiri
dari beberapa hal berikut ini;
SM

1. Perwajahan Puisi (tipografi)


Tipografi adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang
tidak dipenuhi kata-kata. Perwajahan puisi ini sangat berpengaruh pada pemaknaan isi puisi itu
sendiri.
2. Diksi
Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya
sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat
berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair.

3. Imaji
Imaji adalah susunan kata dalam puisi yang bisa mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair
(pendengaran, penglihatan, dan perasaan) sehingga dapat mempengaruhi audiens seolah-olah
merasakan yang dialami sang penyair.
4. Kata Konkret
Kata konkret adalah bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan
imaji. Kata-kata yang digunakan umumnya berbentuk kiasan (imajinatif), misalnya penggunaan
kata “salju” untuk menjelaskan kebekuan jiwa.
5. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan efek dan konotasi tertentu dengan
bahasa figuratif sehingga mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini disebut juga dengan majas
(metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan lain-lain).
6. Rima/ Irama
Irama/ rima adalah adanya persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di awal, tengah,
maupun di akhir puisi. Beberapa bentuk rima yaitu;
 Onomatope, yaitu /ono·ma·to·pe/ /onomatopé/ n kata tiruan bunyi, misalnya "kokok" merupakan
tiruan bunyi ayam, "cicit" merupakan tiruan bunyi tikus

 Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak
berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.

la
 Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu bunyi.
Jenis Rima:

rsu
- Rangkai a-a-a-a
- Kembar a-a-b-b
- Silang a-b-a-b
- Peluk a-b-b-a
- Patah a-a-a-b/a-a-b-a
U
7. Jenis-jenis
A. Puisi naratif yaitu mengungkap cerita
Contoh :
ta
Balada adalah puisi yang menceritakan orang-orang perkasa
Contoh : Dia
Dia yang Membuatku seperti ini
an

Dia yang menghancurkan hidupku


Dia yang porak-porandakan keluargaku
Karena dia kami miskin
Karen dia kami melarat
PS

Romansa adalah puisi yang menceritakan yang menggunakan bahasa romantis


B. Romansa
Cerita yang menggunakan bahasa romantis
Contoh: Arti Cinta
Cinta akan terasa bahagia
SM

Bila kita selalu bersama


Cinta tak kan indah
Bila kita jauh terpisah

B. Puisi lirik
Elegi
Artinya puisi yang mengungkapkan rasa duka
Contoh :
Sia-sia
Semilir angin pada senja
Bawa surat dari seberang sana
Dibaca olesi penerima
Penerima diam tanpa kata
Hanya air mata
Mengalir jatuh kepipinya
C. Puisi Deskriptif memberikan kesan terhadap benda, suasana)
Satire yaitu berisi ketidakpuasan terhadap keadaan
Contoh:
Gigit jari
Lihatlah pada kami
Wakil rakyat yang dihormati
Disini kami berdiri
Menuntut janji
Kemakmuran yang kau janji kan
Jika dapat kursi dewan

Kritik sosial yaitu berisi ketidaksenangaan terhadap orang atau keadaan


Contoh:
Lupa diri…
lupa daratan
lupa akan sumpah

la
tengok kanan kiri dikunyah
depan belakang di kunyah

rsu
itulah pejabat-pejabat bedebah
masa bodoh rakyat
makin susah dan melarat
Impresiontik yaitu berisi mengungkapkan pesan
Contoh:
U
Sumber-sumber murni menetap terpendam
Senantiasa diselaputi bumi keabuan
Serta senjata dan tangan menahan napas lepas bebas
ta
O, kota kekasih setelah senja
Kota kediamanku, kota kerinduanku
an

PUISI BERDASARKAN JUMLAH BARIS


• Distikon (terdiri dari 2 baris)
• Terzina (terdiri dari 3 baris)
• Kuartrain (terdiri dari 4 baris)
PS

• Kuin (terdiri dari 5 baris)


• Sektet (terdiri dari 6 baris)
• Septina (terdiri dari 7 baris)
• Oktaf/ stanza (terdiri dari 8 baris)
SM

• Soneta (terdiri dari 14 baris)


• Bebas (tidak ditentukan
PERBEDAAN

 PUISI BARU
• Bentuknya bebas
Jumlah suku kata bebas
• Rumus sajak bebas
Semua baris terdiri dari isi
• Bersifat individual
Dipengaruhi sastra barat

 PUISI LAMA
• Terikat oleh bentuk
• Terikat jumlah suku kata
• Terikat rumus sajak
• Mengandung sampiran dan isi
• Bersifat anonim
• Dipengaruhi adat Hindu dan Islam

8. Majas/ Gaya Bahasa


Majas adalah suatu kata kiasan yang dapat digunakan untuk menyampaikan makna dengan
menggunakan kata – kata pembanding, penegasan, dan lain –lain.
1. Metafora, mengungkapkan makna yang tersirat dengan membandingkannya dengan suatu
perumpaan kiasan atau benda.
Contoh: Aku karya Chairil Anwar
“Aku ini binatang jalang dari kumpulan yang terbuang”

2. Antiklimaks, kebalikan dari klimaks. Menyajikan kata-kata mulai dari yang kompleks ke yang
paling sederhana.
Contoh:

Pengggalan puisi Senja di Pelabuhan Kecil Buat Sri Ayati karya Chairil Anwar
“ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta
temali”.

la
3. Paralelisme, merupakan majas yang mengulangi kata atau frase pada awal baris atau bait.
Contoh: Cinta yang agung karya Kahlil Gibran

rsu
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
Dan masih peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu
Dan kamu masih menunggunya dengan setia
U
4. Antitesis, mengungkapkan gagasan dengan menyatakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh: Kepada Kawan karya Chairil Anwar
Isi gelas sepenuhnya lantas kosong
ta
5. Tautologi, mengulangi suatu kata dalam kalimat yang telah diterangkan.
Contoh: penggalan puisi Chairil Anwar – AKU
an

“Kalau sampai waktuku, ku mau tak seorang ‘kan merayu, tak juga kau.”

6. Simploke, merupakan pengulangan kata atau frasa di awal dan diakhir kalimat atau baris.
PS

Contoh: arti hidup karya M.Rukmana

Bukan tentang bagaimana memulai, namun tentang bagaimana mengakhiri


Bukan tentang bagaimana hasilnya, namun tentang bagaimana prosesnya
SM

Bukan tentang bagaimana kematian, namun tentang bagaimana kehidupan


Bukan tentang banyaknya memiliki, namun tentang banyaknya memberi

7. Erotesis, majas dalam bentuk pertanyaan.


Contoh:
Nyanyian Sukma – Kahlil Gibran
Siapa berani memecah sunyi dan lantang menuturkan bisikan sanubari yang hanya terungkap
oleh hati? Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?

8. Oksimoron, menyatakan dua keadaan yang berbeda untuk menegaskan.


Contoh:
Kahlil Gibran – Aku Bicara Perihal Cinta
“Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira”

9. Simile, mengumpamakan makna dengan suatu pembanding lain.


Contoh: bunga-bunga di halaman karya Sapardi Djoko
Mengapakah perempuan suka menangis bagai kelopak mawar”
10. Alegori, membandingkan kehidupan manusia dengan alam.
Contoh: aku bicara perihal cinta – Kahlil Gibran
Namun pabila dalam ketakutanmu, kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta
maka lebih baik bagimu kalau kau tutupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah
cinta.

11. Personifikasi, mengatakan makna dengan menyebutkan benda mati yang seolah-olah hidup.
Contoh:
Penggalan puisi percakapan malam hujan karya Sapardi Djoko Damono
“ Hujan yang mengenakan mantel, Sepatu panjang, dan payung, berdiri di samping tiang listrik.

12. Sinisme, mengungkapkan sindiran dengan terang-terangan.


Contoh:
Sebotol bir karya Ws. Rendra
Kita telah dikuasai satu mimpi untuk menjadi orang lain
Kita telah menjadi asing ditanah leluhur sendiri

la
13. Simbolik, membandingkan dengan benda-benda yang mewakili suatu makna.
Contoh:
Dalam penggalan puisi hatiku selebar daun karya Sapardi Djoko Damono

rsu
“ Hatiku Selebar daun melayang jauh di rumput”.

14. Anafora, terjadi pengulangan kata di awal kalimat.


Contoh:
Dalam penggalan puisi karya Chairil Anwar berjudul AKU BERKACA
U
<Segala menebal, segala mengental, segala tak kukenal>
15. Alusio, mengaitkan dengan suatu peristiwa, tokoh, atau ungkapan.
Contoh:
ta
Tak sepadan – Chairil Anwar
Dunia adalah setitik cerca dari semesta yang penuh sengketa dan sementara
an

DAFTAR PUSTAKA
1. Kosasih, E. Kurniawan, Endang. 2018. Jenis-jenis Teks. Bandung: Yrama Widya.
PS

2. Depdikbud. 2008, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
3. W.S, Hasanuddin dan M. Abdullah. 2014. Buku Guru Bahasa Indonesia. Jakarta : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
4. W.S, Hasanuddin dan M. Abdullah. 2014. Buku Siswa Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian
SM

Pendidikan dan Kebudayaan.


5. Gorys, Diksi dan Gaya Bahasa, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
6. http://www.mishba7.com/2015/04/pengertian-puisi-baru-ciri-jenis.html
7. http://situspuisi.blogspot.co.id/2014/10/puisi-baru-beserta-contohnya.html
8. http://materipuisi.blogspot.co.id/2011/11/puisi-kontemporer.html
9. http://afifakarya.blogspot.co.id/2013/07/puisi-modern_17.html
10. http://www.kajianpustaka.com/2014/06/ciri-dan-jenis-puisi-baru.html
11. http://21eper.multiply.com/journal/item/40/unsur-ekstrensik-dalam-puisi
12. http://bagawanabiyasa.wordpress.com/2010/10/24/majas-atau-gaya-bahasa/