Anda di halaman 1dari 5

POIN BAHASAN KONSEP

ENTRANCE Area entrance akan dibuat dengan desain terbuka untuk menimbulkan kesan Loveble karena area dalam
site akan terlihat menarik dari luar site. Dengan begitu kesan welcome juga akan terasa di area entrance.
Selain itu, area entrance akan ditanami beberapa jenis vegetasi untuk memberika kesan liveble,
sehingga dengan adanya beberapa macam vegetasi di area entrance, area tersebut akan terasa lebih
sejuk.

PEDESTRIAN Untuk menghasilkan area yang liveble, maka dibuatlah jalur pedestrian untuk memisahkan jalur
sirkulasi antara kendaraan dan manusia. Sementara untuk kesan Loveble nya, pedestrian akan didesain
dengan beberapa macam model yang menggunakan material berbeda, seperti menggunakan material
batu alam, dan material batu kerikil yang dicampur dengan adukan semen, dengan begini kesan loveble
yang nyaman dan loveble yang tidak membosankan akan semakin terasa.

VEGETASI Vegetasi yang berhadapan langusng dengan jalan raya akan menggunakan pohon mangga dan pohon
teh-tehan untuk mengurangi tingkat kebisingan dan polusi yang dihasilkan oleh kendaraan yang
melintas, dengan berkurangnya tingkat kebisingan dan polusi, tentunya area site akan semakin livable
bagi penghuni. Agar tidak jenuh dan membosankan, area taman akan diberikan pohon-pohon hias yang
berwarna untuk memberikan kesan loveble pada area tersebut, seperti penggunaan pohon lantana,
mawar, teh-tehan, flamboyan, bougenvil dan palem putri. Sedangkan untuk area parkir yang biasanya
terbilang cukup terasa panas, akan ditanami pohon-pohon trembesi di samping-sampingnya agar lebih
livable, karena area tersebut akan lebih terasa sejuk saat siang hari. Dan untuk memperkuat kesan
livable dan loveble, akan digunakan pohon-pohon pengarah pada area jalur sirkulasi, yaitu
menggunakan pohon teh-tehan dan pohon cemara.

KEBISINGAN Kebisingan menjadi masalah utama disini. Maka dari itu, untuk mengurangi tingkat kebisingan dan
meningkatkan kesan livable pada area site, akan dapat diatasi dengan menggunakan vegetasi sebagai
buffer di area depan site, sehingga kebisingan akan dapat diminimalisir. Sedangkan untuk bangunanya
itu sendiri, untuk lebih mengurangi tingkat kebisingan dan meningkatkan kesan livable, maka bisa
menggunakan secondary skin sebagai buffer sehingga kebisingan dapat diminimalisir. Dengan
banyaknya vegetasi di area site, biasanya burung-burungpun akan lebih banyak hinggap di area site,
sehingga kicauan burung dapat menutupi kebisingan yang dihasilkan oleh kendaraan. Selain itu,
kicauan burung juga dapat menigkatkan kesan loveble pada area site dan bangunan karena dapat
memberikan efek kesan yang alami dan menyatu pada alam.
POLUSI Tingkat polusi di area site ini cukup tinggi, sehingga untuk memberikan kesan livable yang tinggi, maka
tingkat polusi ini haruslah diminimalisir, hal ini dapat diatasi dengan penggunaan vegetasi dengan daun
yang rindang dan diletakkan di area depan site, sehingga polusi yang dihasilkan kendaraan akan
berkurang dan tingkat kenyamanan /livable akan lebih terasa. Penggunaan tanaman lee kwan yuu
sebagai secondary skin juga selain meberikan efek estetika yang menarik dan menimbulkan kesan
loveble, manfaat lainnya adalah tanaman ini juga dapat menyaring polusi yang akan masuk ke dalam
bangunan dan merubahnya menjadi oksigen, sehingga ruang-ruang di dalam akan lebih livable lagi.

PARKIR Area parkir sendiri biasanya terasa panas dan sangat tidak nyaman, sehingga untuk mengatasi ini, akan
ditanamai pohon rindah seperti trembesi yang dahan-dahan pohonnya yang lebar sedikit banyak dapat
mengurangi tingkat panas dan radiasi dari matahari. Dengan begini, maka area site akan semakin livable
karena panas dari matahari dapat dikurangi.

SEKUEN Pada area entrance yang terbuka, pengunjung akan merasakan kesan loveble yang dihasilkan dari desain
gerbang entrance yang terbuka, namun akan tetap terasa livable dan aman karena dengan adanya pos
satpam dan vegetasi di area entrance, maka pengunjung akan merasakan area yang sejuk. Untuk
meningkatkan kesan livable dan loveble pada area site, pengunjung akan melewati taman-taman atau
area terbuka yang berfungsi sebagai area berkumpul yang nyaman. Dengan adanya berbagai macam
tanaman berwarna-warni, taman ini akan terasa nyaman, livable dan juga loveble. Sedangkan untuk
memberikan kesan livable dan loveble pada bangunan, maka digunakan secondary skin yang memiliki
pola tertentu, seperti square dan grid vertikal, sehingga bayangan yang dihasilkan akan memberikan
efek gelap terang di area-area terntentu.
Orientasi Site ini memiliki orientasi yang menghadap timur dan barat, sehingga matahari akan sangat terasa panas
radiasinya pada siang hari, untuk menghindarinya dan untuk memberikan kesan livable yang baik, maka
orientasi bangunan di site ini diusahakan menghindari bagian terpanjang yang menghadap ke timur atau
barat. Sehingga dengan begitu, tingkat radiasipun akan dapat dikurangi dan meningkatkan tingkat
kenyamanan pada bangunan. Untuk solusi lainnya adalah juga menggunakan secondary skin yang
selain memberikan efek sejuk pada bangunan sehingga timbul kesan livable, secondary skin juga dapat
menahan cahaya matahari dan menguranginya, lalu menyalurkannya ke dalam ruangan dengan
kombinasi antara cahaya dan bayangan, sehingga hal ini menjadi loveble dan juga menarik.

AKSESIBILITAS Akses menuju site ini terbilang sangat mudah karena berada di area perkotaan yang tentunya banyak
kendaraan transportasinya. Namun untuk mepermudah agar terkesan livable dan loveble, maka di area
entrance akan dibuat plang yang menandakan lokasi ini. Sehingga dengan identitas dan alamat yang
jelas, maka kesan livable pun akan muncul.

MATERIAL Untuk lebih memunculkan kesan livable dan loveble, maka material yang digunakanpun harus tetap
ramah lingkungan dan tetap memiliki estetika. Seperti penggunaan grass block pada area parkir yang
dapat mengurangi radiasi matahari, sehingga site lebih nyaman dan livable, kemudia penggunaan batu
alam pada pedestrian agar memberikan kesan menyatu dengan alam. Sementara untuk secondary skin
dapat menggunakan wooden/kayu, tanaman lee kwan yu dan dinding kerawang. Sementara untuk lantai
akan menggunakan material lantai berwarna putih agar terasa sejuk dan nyaman, sehingga akan timbul
kesan livable dan loveble pada tiap area di site ini.

SIRKULASI Pada area jalur sirkulasi akan diberikan tanaman pengarah sehingga selain sirkulasi yang lebih terarah,
kesan livable juga akan terasa karena area sirkulasi di luar bangunan akan terasa sejuk dengan adanya
vegetasi tersebut. Sedangkan untuk sirkulasi di dalam bangunan, untuk memberikan kesan livable dan
loveble, maka koridor-koridor akan dibuat sedikit lebih lebar agar alur sirklasi tidak terganggu.

ZONING Pembagian zona di asrama sangat penting karena akan mempengaruhi tingkat kenyamanan penghuni,
untuk memberikan kesan livable seperti aman dan nyaman, maka kamar-kamar penghuni akan
diletakkan di lantai 2 dan seterusnya, selain itu, letak kamar yang berada di atas, membuat mereka bisa
mendapatkan view pemandangan yang bagus yang dapat menimbulkan kesan loveble.

DRAINASE Selain tingkat keamanan dan kenyamanan, tingkat kesehatan juga sangat penting bagi penghuni, maka
dari itu untuk meningkatkan tingkat kesehatan, maka di area-area sekitar asrama dan klinik akan dibuat
selokan-selokan kecil yang dapat mengalirkan air hujan sehingga tak akan ada air yang tergenang yang
dapat menjadi sarang bagi nyamuk. Dengan begini, tentu kesan livable akan lebih terasa, dan untuk
memberika kesan loveble, dapat juga memanfaatkan selokan-selokan td sebagai area untuk ikan-ikan
hias, namun selokan tersebut akan dibuat sedikit lebih lebar, sehingga kesan loveble akan muncul dan
area asrama dan klinik mempunyai spot view yang tak membosankan.
UTILITAS Untuk sistem pencahayaan pada asrama dan klinik akan menyesuaikan dengan kampus unikom itu
sendiri, yaitu dengan menggunakan lampu-lampu spot untuk penerangan interior yang akan
memberikan kesan estetis dan modern, sehingga kesan loveble akan terasa disini. Sementara untuk area
eksterior, akan menggunakan lampu-lampu taman dan jalan. Untuk memberikan kesan liveble dan
loveble, setiap kamar akan disediakan tempay-tempat sampah dan juga di ruang-ruang lainnya. Begitu
juga di klinik, setiap ruangan akan disediakan satu tempat sampah dan juga di depan pintu masuk atau
entrance. Sehingga bangunan akan lebih bersih dan terkesan livable. Sementara untuk area eksterior
juga akan disediakan tempat sampah di area-area publik sepetri entrance, taman, lapangan olahraga,
pedestrian dan area lainnya.

PENGHAWAAN Untuk memunculkan kesan livable dan loveble pada bangunan, maka akan diberikan banyak bukaan
agar udara segar dapat dengan mudah masuk ke dalam bangunan, sehingga sirkulasi udara menjadi
lancar. Selain itu, dapat pula dibantu dengan menggunakan void pada asrama. Sementara untuk klinik
akan menggunakan jendela nako agar udara yang masuk dapat terkontrol sesuai kebutuhan.

HIRARKI Hirarki tertinggi berada pada area kamar-kamar penghuni, sehingga pada area tersebut, akan terlihat
dari tampak bangunan, yaitu dengan menggunakan secondary skin. Sehingga dapat dibedakan antara
area lantai 1 yang merupaka area pengelola, sehingga tidak memerlukan secondary skin, sedangkan
hirarki tertinggi ditandai dengan secondary skin. Sehingga kesan loveble pada hirarki tertinggi akan
terasa karena berbeda dengan area lainnya.

HUBUNGAN ANTAR Untuk memberikan kesan livable dan loveble pada area dalam, maka hubungan antara kamar-kamar
RUANG DALAM akan dibuat berhadapan, sehingga akan tercipta komunikasi yang baik antar mahasiswa atau penghuni.

HUBUNGAN RUANG Membuat area transisi seperti plaza agar dapat digunakan untuk berinteraksi antar penghuni. Selain itu,
LUAR DAN DALAM kamar-kamar akan diberikan view dengan menghdapa taman, sehingga akan tercipta kesan livable,
nyaman, loveble dan relax pada tiap kamar penghuni karena memiliki pemandangan yang baik.
Fasade Fasade bangunan akan menggunakan secondary skin yang bermaterialkan wooden/kayu, tanaman lee
kwan yu dan juga menggunakan dinding kerawang. Selain berfungsi untuk menahan panas, kebisingan
dan polusi yang memberikan kesan livable pada bangunan, penggunaan secondary skin ini juga akan
memberikan kesan loveble karena akan memberikan efek berbeda pada bangunan, seperti gabungan
cahaya dan bayangan yang memberikan sekuen glap terang yang menarik.

SOSIAL BUDAYA Mahasiswa unikom memiliki kebiasaan berkumpul bersama atau nongkrong bersama, namun di unikom
itu sendiri sangat minim area-area yang layak untuk digunakan sebagai area berkumpul, berbincang dan
lainnya. Maka dari itu, disni akan disediakan area-area terbuka hijau seperti taman, area baca buku, dan
area untuk berkumpul lainnya yang layak untuk mahasiswa. Sehingga area tersebut dapat digunakan
untuk berkumpul, membaca buku ataupun mengerjakan tugas bersama. Dengan begini maka kesan
livable dan loveble juga akan semakin terasa.