Anda di halaman 1dari 16

Jurnal Sainstek Vol. VI No.

1: 1-16, Juni 2014 ISSN: 2085-8019

PENGARUH EKSTRAK BIJI KAPAS (Gossypium hirsutum L.)


TERHADAP REPRODUKSI MENCIT BETINA
(Mus musculus L., Swiss Webster)

Ernie Novriyanti, Ramadhan Sumarmin, Nofri Zayani,


Siska Adelya Ramadhani
Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang
Jln. Prof. Dr. Hamka Kampus Air Tawar Padang 25131
Email: nofri_zayani@ymail.com

ABSTRACT
The aim of this experimental study is to know the effect of cottonseed extracts toward the
reproduction of mice (Mus musculus L., Swiss Webster). This experiment used completely
randomized design with 4 treatment and 6 replied. Treatment given was cottonseed extract with
several dose, namely control (0 gram/mice), 0,03 gram/mice, 0,05 gram/mice and 0,07 gram/mice.
This research was conducted on Desember 2013-January 2014 in animal house Zoology Laboratory
Majors Biology FMIPA UNP. The parameters are vaginal smear, corpus luteum number,
implantation, life fetus, died fetus, abnormal fetus, resorpsion fetus and average of weight fetus.
Data is analyzed by ANOVA and DNMRT significant p (0,05). The result shows that cottonseed
extract indicated that there are extension proestrous, metestrous, and diestrous. It can conclude that
cottonseed extract influenced mice cycle reproduction. The cottonseed extracts indicated there are
decreasing corpus luteum number, implantation number, life fetus number and average of fetus
weight were compared by control. This research concludes that cottonseed extract (Gossypium
hirsutum L.) influenced the performance reproduction of mice (Mus musculus L., Swiss Webster).

Key words: gossypol, fetus, cycle and performance reproduction

PENDAHULUAN sebut yaitu mengatur angka kelahiran dengan


menggunakan kontrasepsi. Abdullah, dkk
Reproduksi merupakan proses memper-
(2013) mengemukakan kontrasepsi pada wanita
banyak keturunan untuk melestarikan dan mem-
bekerja dengan cara menghambat ovulasi dan
pertahankan kehidupan makhluk hidup. Setiap menghambat implantasi. Pemakaian kontrasepsi
makhluk hidup memiliki kemampuan repro- yang beredar dalam masyarakat umum cukup
duksi yang berbeda, ada yang menghasilkan
banyak misalnya spiral, kondom, pil KB, sun-
satu anak dalam satu kali bereproduksi dan un-
tikan depeprovera, susuk KB, diafragma dan
tuk mendapatkannya harus menunggu dalam ja- spon vagina.
rak waktu yang lama. Namun ada juga makhluk Kontrasepsi yang beredar dalam masya-
hidup yang mampu bereproduksi dengan meng-
rakat kebanyakan merupakan kontrasepsi sin-
hasilkan banyak anak dalam jarak waktu relatif
tetis yang memiliki resiko terhadap kesehatan
dekat sehingga meningkatkan jumlah populasi pemakainya. Menurut Ilyas (2004) kontrasepsi
makhluk hidup dalam suatu daerah khususnya sintetis akan memiliki efek samping kege-
manusia.
mukan, alergi, menstruasi yang tidak teratur,
Pertambahan jumlah manusia dalam
dan pendarahan diluar siklus menstruasi. Pur-
waktu yang cepat merupakan suatu masalah ya- namasari (2009) juga mengatakan bahwa kon-
ng berkaitan dengan bidang lainnya seperti pa- trasepsi sintetis dapat menyebabkan kegemukan
ngan, sandang, papan dan juga kesehatan. Cara
karena mempermudah metabolisme karbohidrat
yang digunakan untuk mengatasi masalah ter-
menjadi lemak. Menurut Widodo (2001) dan

1
Ernie Novriyanti dkk. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap Reproduksi Mencit Betina

Azis (1997) efek samping yang paling ber- dosis yang rendah masih dapat didetoksifikasi
bahaya dari kontrasepsi sintetis yaitu mening- oleh tubuh sehingga tidak memimbulkan efek
katkan resiko kanker serviks. yang membahayakan tubuh. Oleh karena itu
Alternatif lain yang digunakan sebagai diperlukan dosis yang tepat sehingga Gosipol
kontrasepsi dengan efek samping tidak ber- dapat digunakan sebagai kontrasepsi herbal de-
bahaya yaitu memanfaatkan senyawa metabolit ngan menyebabkan antifertilitas pada pema-
sekunder dari tanaman. Pemanfaatan bahan ala- kainya.
miah untuk kontrasepsi yang berasal dari tana- Meles (1992) mengemukakan pada beti-
man disebut juga dengan kontrasepsi herbal. na bahan antifertilitas menyebabkan tergang-
Tanaman tersebut mengandung senyawa yang gunya siklus reproduksi, penurunan jumlah ke-
bersifat antifertilitas, antiestrogenik dan anti- buntingan, penurunan jumlah anak yang dikan-
implantasi baik terhadap pria maupun wanita. dung pada saat kebuntingan, dan penurunan
Robinson (1995) mengemukakan kandungan ta- jumlah korpus luteum. Hal ini berarti Gosipol
naman untuk kontrasepsi herbal secara umum sebagai salah satu bahan antifertilitas diduga
yaitu Alkaloid, Flanoid, Steroid, Tanin, minyak akan mempengaruhi reproduksi yaitu siklus re-
Atsiri dan Gosipol. produksi, penurunan jumlah kebuntingan, fetus
Kontrasepsi herbal salah satunya adalah yang dikandung dan korpus luteum. Oleh kare-
biji kapas yang memiliki kandungan senyawa na itu, perlu dilakukan penelitian terkait peng-
Gosipol cukup tinggi. Gosipol (C30H30O8) aruh Gosipol terhadap reproduksi wanita de-
merupakan senyawa fenolik yang terdapat ngan hewan percobaannya mencit betina (Mus
dalam kelenjar pigmen pada biji kapas. Widodo musculus Swiss Webster).
(2001) mengemukakan pada tanaman kapas, Pengaruh Gosipol terhadap reproduksi
Gosipol berfungsi sebagai pertahanan alamiah mencit betina dengan dosis yang tepat dapat di-
terhadap predator seperti serangga dengan me- gunakan sebagai kontrasepsi herbal tanpa me-
nyebabkan infertilitas pada serangga tersebut. nyebabkan keracunan. Dalam penelitian ini, pe-
Jika digunakan manusia, Gosipol akan menye- neliti menggunakan mencit betina (Mus mus-
babkan antifertilitas sementara yaitu pada pria culus L. Swiss Webster) karena proses fisiologi
menurunkan jumlah sperma dan menurunkan tubuhnya hampir sama dengan fisiologi manu-
libido. sia dan lebih sensitif terhadap zat asing yang
Masyarakat di negara China telah meng- masuk. Selain itu, masa reproduksi dan siklus
gunakan biji kapas sebagai kontrasepsi herbal reproduksi mencit betina tergolong singkat se-
khususnya pada pria. Hasil penelitian Taylor et hingga mudah untuk mengamati efek Gosipol
al., (1991) menunjukan Gosipol mampu menu- terhadap penampilan reproduksi mencit. Hal ini
runan jumlah sperma karena epitel germinal se- menjadi dasar peneliti untuk melakukan pene-
dikit memproduksi sperma dan spermatosit litian tentang pengaruh ekstrak biji kapas
apoptosis selama proses pembelahan meiosis (Gossypium hirsutum L.) terhadap penampilan
selama spermatogenesis. Dari berbagai hasil pe- reproduksi mencit betina (Mus musculus L.
nelitian Gosipol berhasil digunakan sebagai Swiss Webster).
kontrasepsi pada pria, sedangkan pada wanita Penelitian ini bertujuan yaitu untuk me-
belum ada dilakukan penelitian tentang pe- ngetahui pengaruh ekstrak biji kapas (Gossy-
ngaruh Gosipol sebagai kontrasepsi pada wa- pium hirsutum L.) terhadap reproduksi mencit
nita. betina (Mus musculus L. Swiss Webster).
Penggunaan biji kapas yang mengandung
Gosipol sebagai kontrasepsi herbal masih ter-
batas karena belum diketahuinya dosis yang te- METODE PENELITIAN
pat untuk reproduksi. Gosipol dalam dosis yang Jenis Penelitian ini eksperimen yaitu
tinggi akan memiliki efek samping berbahaya memberikan perlakuan melalui oral terhadap
bagi tubuh yaitu menyebabkan infertilitas atau mencit (Mus musculus L. Swiss Webster) de-
gangguan reproduksi. Selain itu, menurut ngan memberikan ekstrak biji kapas (Gossy-
Alexander (2008) Gosipol dengan dosis yang pium hirsutum L.) Penelitian telah dilaksanakan
tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada dari November 2013-Januari 2014 di rumah
membran eritrosit dan kenaikan konsentrasi Divisi Hewan Laboratorium Zoologi Fakultas
plasma. Menurut Randel (1992) Gosipol dalam Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Uni-

2
Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 1-16, Juni 2014 ISSN: 2085-8019

versitas Negeri Padang. Rancangan penelitian Pelaksanaan


yang digunakan adalah Rancangan Acak Leng- Menimbang mencit untuk mengetahui
kap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. bahwa mencit tersebut telah mencapai dewasa
Alat yang digunakan dalam penelitian seksual yaitu berat badannya 20-30 gram. Pem-
adalah batang pengaduk, gelas beker, botol mi- berian ekstrak pada mencit dilakukan secara
num, corong, desikator, disetting set, Erlen- oral dengan menggunakan jarum gavage selama
meyer, gelas ukur, inkubator, jarum gavage, 25 hari dan dilakukan pengambilan apusan va-
kaca arloji, kaca objek, kandang mencit, kamera gina. Pada akhir perlakuan, mencit betina dika-
dokumentasi, kawat, lumpang dan alu, mikro- winkan dengan mencit jantan. Penempatan
skop stereo, neraca Ohause, neraca analitik, pi- mencit jantan dan betina dilakukan pada pukul
pet tetes, shaker, tapisan, dan water bath. Se- 16.00 WIB. Keesokan paginya, diamati sumbat
dangkan bahan yang digunakan yaitu mencit vaginanya sebagai tanda telah kawin. Jika tidak
betina (Mus musculus L. Swiss Webster) yang ditemukan sumbat vagina maka dilakukan pe-
berumur 8-10 minggu dengan berat badan se- ngambilan apusan vagina untuk melihat kebe-
kitar 20-30 gram sebanyak 24 ekor, mencit jan- radaan sperma. Sperma yang terdapat pada apu-
tan (Mus musculus L. Swiss Webster) berumur san vagina menandakan mencit telah kawin.
11-12 minggu dengan berat badan 30-35 gram Kemudian, mencit yang telah kawin dipisahkan
sebanyak 8 ekor, air minum, aquabidest, ma- dan dipelihara sampai berumur 18 hari kebun-
kanan mencit, sekam, tisu, aluminium foil, tingan.
kertas saring, masker, biji kapas, cotton bud, Pengamatan
larutan eosyn, methanol 1 L, dan larutan CMC Pengamatan dilakukan terhadap apusan
2% (Carboxy Methyl Cellulose). Prosedur Pe- vagina, jumlah fetus hidup, fetus mati, fetus
nelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu. yang diresorpsi, fetus yang mengalami kelai-
Persiapan nan, jumlah implantasi, jumlah korpus luteum
Bahan yang digunakan adalah mencit da- dan berat rata-rata fetus hidup. Fetus yang hi-
ri STIFI Padang dan biji kapas yang didapatkan dup apabila diberi rangsangan akan bergerak
dari daerah Lubuk Alung yaitu di nagari Pung- dan secara morfologi dicirikan dengan telah ter-
gung Kasiak. Biji kapas dikeringkan lebih lan- bentuknya kepala, badan dan ekor. Sedangkan
jut dalam inkubator selama 4 hari. Biji kapas fetus mati apabila diberi rangsangan tidak akan
kering yang masih utuh ditimbang sebanyak bergerak dan secara morfologi juga sama se-
500 gram, dicuci hingga bersih kemudian dige- perti fetus hidup dan fetus resorpsi dicirikan de-
rus dengan lumpang dan alu serta ditapis untuk ngan adanya bintik implantasi pada uterus. Pe-
diambil simplisianya. Simplisia direndam da- ngamatan terhadap jumlah korpus luteum di-
lam pelarut methanol absolute sebanyak 1000 amati dibawah mikroskop. Pengamatan ter-
ml dan dishaker selama 48 jam. Selanjutnya di- hadap fetus harus dibersihkan dari cairan amion
filtrasi dengan menggunakan kertas saring un- yang membungkusnya. Kemudian dicuci de-
tuk memisahkan ekstrak biji kapas dengan mi- ngan larutan fisiologis sampai bersih. Setelah
nyak biji kapas. Ekstrak biji kapas kemudian di- itu dilakukan penimbangan fetus untuk men-
pekatkan dengan menggunakan uap panas wa- dapatkan berat fetus rata-rata.
ter bath. Kemudian dimasukkan ke dalam inku- Teknik pengambilan data
bator untuk dikeringkan. Ekstrak biji kapas ya- Data yang diambil adalah data primer
ng didapat berupa lempengan padat berwarna yaitu, data berupa apusan vagina, jumlah fetus
coklat, lalu dimasukkan dalam desikator. Lem- hidup, jumlah fetus mati, jumlah fetus yang di-
pengan padat ini diserbukkan dengan ditumbuk resorpsi, jumlah embrio yang mengalami ke-
dalam lumpang dan ditimbang sesuai dengan lainan, jumlah implantasi, jumlah korpus lu-
dosis perlakuan. Pemberian ekstrak di-lakukan teum dan berat rata-rata fetus yang diperoleh
dengan mencampurkan serbuk ekstrak biji langsung dari pengamatan. Data dianalisis
kapas dengan CMC 2%. Dosis yang di-gunakan menggunakan Analisis Varian (ANAVA). Jika
adalah 0 gram/ekor mencit untuk kon-trol; ada beda maka akan dilakukan uji lanjut meng-
0,030 gram/ekor mencit untuk P1; 0,050 gunakan uji Duncan Multiple New Range Test
gram/ekor mencit untuk P2 dan 0,070 (DMNRT).
gram/ekor mencit untuk P3.

3
Ernie Novriyanti dkk. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap Reproduksi Mencit Betina

HASIL DAN PEMBAHASAN selama 25 hari terhadap siklus estrus mencit da-
pat terlihat pada Tabel 1.
Hasil penelitian mengenai pengaruh eks-
Hasil pengolahan statistik ANAVA di-
trak biji kapas (Gossypium hirsutum L.) ter-
peroleh hasil bahwa Fhitung>Ftabel 5% (9,37 >
hadap reproduksi mencit betina (Mus musculus 3,09). Berdasarkan hasil tersebut dapat diar-
L. Swiss Webster) selama 25 hari secara oral tikan bahwa terdapat beda sangat nyata. Ber-
dapat terlihat pada Gambar 1 dan Gambar 2.
dasarkan uji lanjut yang telah dilakukan ter-
dapat beda nyata antara kontrol dengan kelom-
Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap
pok perlakuan 1 (diberi ekstrak biji kapas dosis
Panjang Siklus Reproduksi Mencit Betina
0,03 gram/ekor mencit), perlakuan 2 (diberi
Berdasarkan pengamatan terhadap siklus ekstrak biji kapas dosis 0,05 gram/ekor mencit)
reproduksi didapatkan bahwa ekstrak biji kapas dan perlakuan 3 (diberi ekstrak biji kapas dosis
berefek negatif yaitu menyebabkan terjadinya 0,07 gram/ekor mencit). Berdasarkan Tabel 1
perpanjangan siklus estrus pada mencit (Mus dapat terlihat bahwa perpanjangan siklus estrus
musculus L. Swiss Webster). Perpanjangan sik- sangat mencolok pada perlakuan, sehingga da-
lus estrus yang terjadi sampai 12 hari. Pengaruh pat disimpulkan bahwa semakin tinggi dosis ya-
ekstrak biji kapas yang diberikan secara oral ng diberikan maka semakin panjang rata-rata
hari dari siklus estrus mencit.

a b

c d

Gambar 1 Fase-Fase pada Siklus Estrus pada (Mus musculus L. Swiss


Webster) setelah diberi ekstrak biji kapas (Gossypium hirsutum L.)
selama 25 hari secara oral. (a) Fase Estrus; (b) Fase Metestrus; (c) Fase
Diestrus dan (d) Fase Proestrus

4
Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 1-16, Juni 2014 ISSN: 2085-8019

Tabel 1 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Panjang Siklus Estrus Mencit (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Panjang Siklus Estrus Mencit (Hari) (𝑥̅ )


K (0 gram/mencit) 4,54 (a)
P1 (0,03 gram/mencit) 7,3 (b)
P2 (0,05 gram/mencit) 8,03 (b)
P3 (0,07 gram/mencit) 8,41 (b)
Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama
menunjukkan berbeda tidak nyata pada uji DUNCAN taraf 5%

Hasil pengamatan pengaruh ekstrak biji perpanjangan fase proestrus mencit. Hasil
kapas terhadap siklus reproduksi dapat terlihat pengolahan statistik ANAVA diperoleh hasil
dari fase-fase yang terjadi selama siklus estrus bahwa Fhitung<Ftabel 5%, (0,81 < 3,09). Ber-
berikut ini. dasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa
Fase Proestrus tidak terdapat beda nyata.
Hasil pengamatan pada fase estrus
Fase Estrus
dituliskan di Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2 da-
Hasil pengamatan pada fase estrus ditu-
pat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak biji
liskan di Tabel 3.
kapas tidak berpengaruh signifikan terhadap

Tabel 2 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Panjang Fase Proestrus Mencit (Mus musculus L. Swiss Webster)
Perlakuan Panjang Fase Prestrus Mencit (Hari) (𝑥̅ )
K (0 gram/mencit) 6.7
P1 (0,03 gram/mencit) 5.5
P2 (0,05 gram/mencit) 7
P3 (0,07 gram/mencit) 7
Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama menunjukkan
berbeda tidak nyata pada uji Duncan taraf 5%

Tabel 3. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Panjang Fase Estrus Mencit (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Panjang Fase Estrus Mencit (Hari) (𝑥̅ )


K (0 gram/mencit) 5.3 (a)
P1 (0,03 gram/mencit) 3.7 (b)
P2 (0,05 gram/mencit) 3.2 (b)
P3 (0,07 gram/mencit) 3.2 (b)
Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama menunjukkan
berbeda tidak nyata pada uji DUNCAN taraf 5%

Berdasarkan Tabel 3 dapat disimpulkan 3,09). Berdasarkan hasil tersebut dapat diar-
bahwa semakin tinggi dosis pemberian ekstrak tikan bahwa terdapat beda sangat nyata. Ber-
biji kapas maka semakin pendek siklus estrus dasarkan uji lanjut yang telah dilakukan ter-
mencit. Hasil pengolahan statistik ANAVA di- dapat beda nyata antara kontrol dengan ke-
peroleh hasil bahwa Fhitung>Ftabel 5% (15,07 > lompok perlakuan 1 (diberi ekstrak biji kapas

5
Ernie Novriyanti dkk. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap Reproduksi Mencit Betina

dosis 0,03 gram/ekor mencit), perlakuan 2 (di- Fase Metestrus


beri ekstrak biji kapas dosis 0,05 gram/ekor Hasil pengamatan pada fase estrus di-
mencit) dan perlakuan 3 (diberi ekstrak biji tuliskan di Tabel 4.
kapas dosis 0,07 gram/ekor mencit).

Tabel 4 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Panjang Fase Metestrus Mencit (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Panjang Fase Metestrus Mencit (Hari) (𝑥̅ )


K (0 gram/mencit) 7.5 (a)
P1 (0,03 gram/mencit) 12.3 (c)
P2 (0,05 gram/mencit) 10 (b)
P3 (0,07 gram/mencit) 10.7 (b)
Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama menunjukkan
berbeda tidak nyata pada uji Duncan taraf 5%

Berdasarkan Tabel 4 dapat disimpulkan kelompok perlakuan 1 (diberi ekstrak biji kapas
bahwa semakin tinggi dosis pemberian ekstrak dosis 0,03 gram/ekor mencit) dengan kelompok
biji kapas maka semakin panjang siklus estrus per-lakuan 2 (diberi ekstrak biji kapas dosis
mencit. Hasil pengolahan statistik ANAVA di- 0,05 gram/ekor mencit) dan perlakuan 3 (diberi
peroleh hasil bahwa Fhitung >Ftabel 5% (20 > ekstrak biji kapas dosis 0,07 gram/ekor mencit).
3,09). Berdasarkan hasil tersebut dapat diar- Namun antara kelompok perlakuan 2 dan per-
tikan bahwa terdapat beda sangat nyata. Ber- lakuan 3 tidak berbeda nyata.
dasarkan uji lanjut yang telah dilakukan ter-
Fase Diestrus
dapat beda nyata antara kontrol dengan kelom-
Hasil pengamatan pada fase estrus di-
pok perlakuan 1 (diberi ekstrak biji kapas dosis
tuliskan di Tabel 5.
0,03 gram/ekor mencit); beda nyata antara

Tabel 5 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Panjang Fase Diestrus Mencit (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Panjang Fase Diestrus Mencit (Hari) (𝑥̅ )


K (0 gram/mencit) 4.5
P1 (0,03 gram/mencit) 2.5
P2 (0,05 gram mencit) 3.8
P3 (0,07 gram/mencit) 3.2

Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama
Menunjukkan berbeda tidak nyata pada uji DUNCAN taraf 5%

Berdasarkan Tabel 5 dapat disimpulkan 3,09). Berdasarkan hasil tersebut dapat diar-
bahwa pemberian ekstrak biji kapas sedikit ber- tikan bahwa tidak terdapat beda nyata.
pengaruh terhadap rata-rata hari pada fase di- Berdasarkan pengamatan yang telah dila-
estrus mencit. Ekstrak biji kapas menyebabkan kukan terdapat pengaruh ekstrak biji kapas ter-
terjadi pemendekan dari rata-rata hari fase di- hadap beberapa fase dari siklus estrus mencit
estrus. Hasil pengolahan statistik ANAVA di- yaitu memperpanjang fase proestrus dan met-
peroleh hasil bahwa Fhitung<Ftabel 5%, (0,81 < estrus. Perpanjangan fase ini menyebabkan per-
panjangan siklus estrus. Perpanjangan siklus re-

6
Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 1-16, Juni 2014 ISSN: 2085-8019

produksi mencit seiring dengan meningkatnya Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap
dosis yang diberikan. Uji Duncan membuktikan Penampilan Reproduksi Mencit Betina
dosis pada perlakuan 0,03 gram/ekor mencit,
Pengaruh ekstrak biji kapas terhadap pe-
0,05 gram/ekor mencit dan 0,07 gram/ekor
nampilan reproduksi yang diamati merupakan
mencit memiliki pengaruh terhadap siklus re-
penampilan reproduksi yang tampak secara
produksi.
morfologinya yaitu jumlah korpus luteum, jum-
lah implantasi, jumlah fetus hidup, jumlah fetus
mati, jumlah fetus yang mengalami resorpsi,
jumlah fetus yang mengalami kelainan dan
berat rata-rata fetus. Penampilan reproduksi
dapat terlihat seperti pada Gambar 2.

a b

c d

Gambar 2 Penampilan Reproduksi Mencit setelah Diberi Ekstrak Biji Kapas


(Gossypium hirsutum L.). (a) kontrol (b), perlakuan 1 (c), perlakuan 2
(d) dan perlakuan 3.

Tabel 6 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap Jumlah
Korpus Luteum Mencit Betina (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Korpus Luteum(𝑥̅ )


K (0 gram/mencit) 9,33 (c)
P1 (0,03 gram/mencit) 7,5 (bc)
P2 (0,05 gram mencit) 3,33 (a)
P3 (0,07 gram/mencit) 0,00 (a)
Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama
menunjukkan berbeda tidak nyata pada uji Duncan taraf 5%

7
Ernie Novriyanti dkk. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap Reproduksi Mencit Betina

Berdasarkan Gambar 2 terlihat ekstrak 5% didapatkan Fhitung (5,87)>Ftabel (3,10), berarti


biji kapas dapat menyebabkan penurunan jum- setiap perlakuan yang diberikan berbeda nyata.
lah fetus yang terimplantasi yaitu pada perla- Uji lanjut yang dilakukan dengan uji
kuan 1 berjumlah 8 ekor, perlakuan 2 berjumlah Duncan taraf 5%, didapatkan hasil antara per-
6 ekor, dan perlakuan 3 tidak terdapat fetus atau lakuan 3 (P3) dan perlakuan 2 (P2) tidak ber-
mencit tidak mengalami kebuntingan diban- beda nyata, sedangkan antara perlakuan 3 (P3)
dingkan dengan kontrol yang fetusnya ber- dan kontrol berbeda nyata. Hal ini mem-bukti-
jumlah 9 ekor. kan semakin tinggi dosis ekstrak biji kapas
Pengaruh ekstrak biji kapas terhadap pe- yang diberikan maka semakin sedikit jumlah
nampilan reproduksi mencit betina setelah di- korpus luteum mencit.
analisis secara statistik yaitu dengan Analisis
Varians (ANAVA) dan Duncan Multiple New Jumlah Implantasi
Range Test (DMNRT) pada taraf signifikansi Hasil rata-rata jumlah implantasi pada
5%. mencit dapat terlihat pada Tabel 7. Jumlah im-
plantasi pada Tabel 7 menurun dari dosis 0,03
Jumlah Korpus Luteum
gram/ekor mencit sekitar 6,33, dosis 0,05
Rata-rata jumlah korpus luteum mencit
gram/ekor mencit sekitar 2,16 dan dosis 0,07
antara kontrol dan setelah pemberian ekstrak
gram/ekor mencit tidak ada ter-implantasi
biji kapas selama 25 hari dapat terlihat pada Ta-
(0,00) dibandingkan dengan kontrol (9,00).
bel 6. Pada Tabel 6 dapat terlihat bahwa jum-
Berdasarkan uji ANAVA didapatkan bahwa
lah rata-rata korpus luteum yang diberi per-
jumlah implantasi pada taraf signifikansi 5%
lakuan ekstrak biji kapas dari dosis 0,03
berbeda sangat nyata karena Fhitung (11,47)>Ftabel
gram/ekor mencit sekitar 7,5, dosis 0,05
(3,10). Uji dilanjutkan dengan uji Duncan taraf
gram/ekor mencit sekitar 3,33 dan dosis 0,07
5%, didapatkan hasil antara perlakuan 3 (P3)
gram/ekor mencit sekitar 2,16 menurun jika di-
dan perlakuan 2 (P2) tidak ber-beda nyata, se-
bandingkan dengan kontrol sekitar 9,33. Ber-
dangkan antara perlakuan 3 (P3) dan kontrol
dasarkan uji ANAVA pada taraf signifikansi
berbeda nyata.

Tabel 7 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Jumlah Implantasi Mencit Betina (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Implantasi (𝑥̅ )


K (0 gram/mencit) 9,00 (c)
P1 (0,03 gram/mencit) 6,33 (bc)
P2 (0,05 gram mencit) 2,67 (a)
P3 (0,07 gram/mencit) 0,00 (a)
Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama
menunjukkan Berbeda tidak nyata pada uji Duncan taraf 5%.

Tabel 8 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Jumlah Fetus Hidup Mencit Betina (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Fetus Hidup (𝑥̅ )


K (0 gram/mencit) 9 (d)
P1 (0,03 gram/mencit) 5,3 (c)
P2 (0,05 gram mencit) 1,8 (b)
P3 (0,07 gram/mencit) 0,0 (a)
Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama
Menunjukkan berbeda tidak nyata pada uji Duncan taraf 5%

8
Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 1-16, Juni 2014 ISSN: 2085-8019

Jumlah Fetus Hidup hidup berbeda sangat nyata karena Fhitung


Rata-rata fetus hidup mencit setelah pem- (14,8)>Ftabel (3,10).
berian ekstrak biji kapas selama 25 hari dapat Berdasarkan uji Duncan, rata-rata mencit
terlihat pada Tabel 8. Pada Tabel 8 dapat ter- yang hidup pada setiap perlakuan berbeda nyata
lihat bahwa rata-rata fetus hidup mengalami pe- antara yang diberikan perlakuan ekstrak biji ka-
nurunan dari dosis 0,03 gram/ekor mencit se- pas dengan kontrol. Semakin tinggi dosis eks-
kitar 5,3, dosis 0,05 gram/ekor mencit sekitar trak biji kapas yang diberikan ke mencit, maka
1,8 dan dosis 0,07 gram/ekor mencit (0,00) di- semakin sedikit jumlah fetus yang dapat hidup
bandingkan dengan kontrol. Pada perlakuan 4 dan semakin kecil ukuran fetusnya. Perban-
(0,07 gram/ekor mencit) tidak terdapat embrio dingan ukuran fetus antara kontrol dengan per-
implantasi. Setelah uji ANAVA didapatkan lakuan dapat terlihat pada Gambar 3.
bahwa pada taraf signifikansi 5%, jumlah fetus

a b

Gambar 3 Perbandingan Ukuran Fetus pada Perlakuan


Kontrol (a) dengan Perlakuan 2 (b)

Berdasarkan Gambar 3. Terlihat bahwa nyata antara perlakuan dengan control ehingga
antara kontrol dan perlakuan memiliki ukuran tidak dilakukan uji lanjut Duncan. Jadi, pem-
yang berbeda. Ukuran fetus yang kontrol lebih berian ekstrak biji kapas tidak berpengaruh ter-
besar dibandingkan dengan fetus yang dibe- hadap kematian fetus mencit.
rikan perlakuan. Fetus yang hidup memiliki u- Jumlah Fetus Resorpsi
kuran tubuh yang besar dan normal. Rata-rata fetus mencit yang diresorpsi
Jumlah Fetus Mati karena ekstrak biji kapas dapat terlihat pada
Rata-rata fetus mati mencit setelah pem- Tabel 10. Pada Tabel 10 terlihat bahwa fetus
berian ekstrak biji kapas selama 25 hari dapat yang resorpsi terjadi pada perlakuan dosis 0,05
terlihat pada Tabel 9. Berdasarkan Tabel 9 dida- gram/ekor mencit (0,33). Berdasarkan uji
patkan bahwa pengaruh ekstrak biji kapas pada ANAVA pada taraf signifikansi 5% didapatkan
dosis 0,03 gram/ekor mencit sekitar 1, dosis bahwa ternyata Fhitung (2,43)< Ftabel (3,10) seperti
0,05 gram/ekor mencit sekitar 0,5 menyebabkan terlihat pada Lampiran 2, berarti tidak berbeda
kematian fetus dan perlakuan dosis 0,07 nyata. Jadi setiap perlakuan yang diberikan me-
gram/ekor mencit tidak ada yang mati. Berda- miliki pengaruh yang sama terhadap jumlah fe-
sarkan uji ANAVA pada taraf signifikansi 5% tus yang diresorpsi sehingga tidak dilakukan uji
Fhitung (1,41)<Ftabel (3,10), berarti tidak ada beda lanjut Duncan.

9
Ernie Novriyanti dkk. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap Reproduksi Mencit Betina

Tabel 9 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Jumlah Fetus Mati Mencit Betina (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Fetus Mati (𝑥̅ )


K (0 gram/mencit) 0
P1 (0,03 gram/mencit) 1
P2 (0,05 gram mencit) 0,5
P3 (0,07 gram/mencit) 0
Keterangan: semakin tinggi dosis ekstrak biji kapas yang diberikan
semakin besar pengaruhnya terhadap jumlah fetus mati

Tabel 10 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Jumlah Fetus Resorpsi Mencit Betina (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Fetus Resorpsi (𝑥̅ )


A (0 gram/mencit) 0,00
B (0,03 gram/mencit) 0,00
C(0,05 gram mencit) 0,33
D (0,07 gram/mencit) 0,00
Keterangan: semakin tinggi dosis ekstrak biji kapas yang diberikan
semakin besar pengaruhnya terhadap jumlah fetus mati.

Tabel 11 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Jumlah Fetus Kelainan Mencit Betina (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Fetus Resorpsi (𝑥̅ )


A (0 gram/mencit) 0,00
B (0,03 gram/mencit) 0,00
C(0,05 gram mencit) 0,00
D (0,07 gram/mencit) 0,00
Keterangan: ektrak biji kapas tidak berpengaruh terhadap jumlah
fetus kelainan pada mencit

Jumlah Fetus Kelainan Penurunan berat rata-rata fetus terjadi


Berdasarkan Tabel 11 berikut ini dapat dari dosis 0,03 gram/ekor mencit sekitar 0,62,
terlihat bahwa mencit yang diberi ekstrak biji dosis 0,05 gram mencit sekitar 0,16, dan dosis
kapas dan kontrol tidak terjadi kelainan. Berda- 0,07 gram/ekor mencit fetus tidak ada (0,00)
sarkan Tabel 11 karena tidak ada pengaruh dibandingkan dengan kontrol (0,90). Berdasar-
ekstrak biji kapas terhadap jumlah fetus yang kan uji ANAVA pada taraf signifikansi 5%
mengalami kelainan, maka tidak dilakukan uji didapatkan Fhitung (36,93)> Ftabel (3,10), berarti
secara statistika. Jadi tidak digunakan uji setiap perlakuan berbeda sangat nyata.
ANAVA dan Duncan untuk jumlah fetus ke- Berdasarkan uji lanjut Duncan, berat
lainan. rata-rata fetus yang diberi perlakuan berbeda
nyata dengan kontrol. Hal ini menunjukkan
Berat Rata-Rata Fetus
bahwa semakin tinggi dosis yang diberikan
Berdasarkan Tabel 12 berikut ini dapat
maka semakin menurun berat rata-rata fetus
terlihat bahwa berat rata-rata fetus mencit yang
diberi ekstrak biji kapas mengalami penurunan.

10
Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 1-16, Juni 2014 ISSN: 2085-8019

Tabel 12 Pengaruh Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum L.) terhadap


Berat Rata-Rata Fetus Mencit Betina (Mus musculus L. Swiss Webster)

Perlakuan Berat Rata-Rata Fetus (𝑥̅ )


A (0 gram/mencit) 0,90 (d)
B (0,03 gram/mencit) 0,62 (c)
C(0,05 gram mencit) 0,16 (b)
D (0,07 gram/mencit) 0,00 (a)

Keterangan: nilai data yang diikuti oleh notasi huruf yang sama
menunjukkan berbeda tidak nyata pada uji Duncan taraf 5%

a b b

Gambar 4 Perbandingan Fetus. (a) Kontrol, (b) Perlakuan 1


dan Perlakuan 2

Siklus Reproduksi Banyaknya senyawa yang mimik ini meng-


Pemberian ekstrak biji kapas (Gossypium akibatkan pada ovarium Gosipol lebih dahulu
hirsutum L.) berpengaruh terhadap siklus berikatan dengan sel target dari pada hormon.
reproduksi mencit (Mus musculus L. Swiss Oleh karena itu terbentuknya progesteron pada
Webster). Siklus reproduksi terjadi pada hewan sel target menjadi terganggu sehingga siklus es-
betina yang tidak hamil yaitu siklus estrus. trus pun terganggu. Hal ini terekspresi pada sel
Siklus estrus merupakan salah satu aspek repro- epitel vagina mencit. Siklus estrus normal men-
duksi yang menggambarkan perubahan kan- cit seharusnya terjadi dalam waktu 4-5 hari.
dungan hormon reproduksi yang disebabkan Akibat terganggunya pengontrolan hormon oleh
oleh aktivitas ovarium di bawah pengaruh hor- Gosipol maka terjadi pemanjangan siklus es-
mon gonadotrophin yang dihasilkan oleh hipo- trus.
talamus dan hipofisis. Siklus estrus pada mencit terdiri atas em-
Ekstrak biji kapas mengandung senyawa pat fase yaitu proestrus, estrus, metestrus dan
bioaktif Gosipol sebagai antifertilitas. Gosipol diestrus. Fase-fase ini terjadi secara berulang
memiliki struktur yang mirip dengan estrogen dan membentuk suatu siklus. Siklus ini dapat
dan steroid. Terikatnya bahan bioaktif Gosipol dengan mudah diamati dengan melihat
pada jalur biosintesa hormon estrogen akan perubahan-perubahan pada sel lapisan epitel pe-
menghasilkan senyawa yang strukturnya mirip nyusun vagina dengan metode apus vagina. Ha-
dengan hormon estrogen (senyawa mimik). sil apus vagina berupa sel epitel berinti, sel
Selanjutnya senyawa mimik ikut disekresikan epitel menanduk (kornifikasi), serta leukosit.
bersama hormon ke sel target yaitu ovarium. Berdasarkan hasil apus vagina maka terdapat

11
Ernie Novriyanti dkk. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap Reproduksi Mencit Betina

tanda-tanda dari masing-masing fase yang se- Siklus estrus dikendalikan oleh Luthei-
dang dialami oleh mencit betina. nizing Hormone (LH), Folicle Stimulating Hor-
Setiap fase dalam siklus estrus ditandai mone (FSH), estrogen dan progesteron. Gosipol
dengan ciri masing-masing, terkhusus pada sel mempengaruhi FSH dan LH. Pada siklus estrus
epitel vagina. Proestrus ditandai dengan mulai seharusnya produksi FSH dan LH saling be-
muncul sel menanduk. Estrus ditandai dengan kerja sama dalam mengendalikan siklus estrus
seluruh sel epitel mengalami kornifikasi (me- yaitu produksi FSH ditekan dan LH meningkat
nanduk) dan tidak dijumpai leukosit. Met-estrus sehingga terjadi ovulasi. Namun Gosipol mem-
ditandai dengan mulai hilang sel yang me- pengaruhi sekresi FSH dengan meningkatkan
nanduk dan menjadi sel berinti serta terdapat sekresi FSH dan menekan LH. Hal ini me-
leukosit. Diestrus ditandai dengan seluruh sel nyebabkan siklus estrus terganggu.
epitel berinti (normal) dan terdapat leukosit. Pengaruh ekstrak biji kapas terhadap sik-
Fase estrus merupakan yang terpenting lus estrus terjadi pada fase yang terdapat pada
karena pada fase ini mencit mau menerima pe- siklus estrus. Pengaruh ekstrak biji kapas pada
jantan untuk kopulasi. Tanda-tanda estrus dapat masing-masing fase dari siklus estrus mencit
terlihat pada tingkah laku mencit betina yang adalah sebagai berikut ini.
agresif, nafsu makan berkurang, menghampiri
Fase Proestrus
pejantan dan tidak lari bila pejantan menung-
Ekstrak biji kapas mempengaruhi hipo-
ganginya.
talamus dengan menekan LH. Penekanan LH
Ekstrak biji kapas memberikan efek anti-
mengakibatkan waktu untuk mencapai ovulasi
fertilitas pada mencit (Mus musculus L. Swiss
lebih lama karena LH merupakan salah satu
Webster) betina. Senyawa ini dapat mencegah
hormon yang menginduksi terjadinya ovulasi.
terjadi kebuntingan atau menjarangkan ter-
Perpanjangan waktu untuk mencapai ovulasi ini
jadinya suatu kebuntingan. Ekstrak biji kapas
yang menyebabkan fase proestrus diperpanjang.
menyebabkan perpanjangan periode siklus es-
trus. Menurut Sari (2013) perpanjangan siklus Fase Estrus
estrus mencit menyebabkan peluang terjadinya Ekstrak biji kapas tidak mempengaruhi
suatu kehamilan berkurang. Berdasarkan pene- fase estrus. Fase estrus berhubungan dengan
litian yang dilakukan perpanjangan jumlah hari ovulasi. Jadi ekstrak biji kapas tidak mem-
pada siklus estrus terjadi hingga 12 hari. Ber- pengaruhi ovulasi. Ekstrak biji kapas mem-
dasarkan uji statistik terdapat kecenderungan pengaruhi hormon sehingga fase lain terganggu.
memperpanjang fase estrus. Berdasarkan uji Hal ini hanya menyebabkan pencapaian fase
statistik tidak terdapat beda nyata pada fase pro- estrus lebih lama.
estrus dan diestrus dan pada fase estrus dan Fase Metestrus
metestrus berbeda sangat nyata, namun ber- Pada fase metestrus, penekanan LH dapat
dasarkan data yang didapat selama penelitian mempertahankan bentuk Corpus Luteum (CL).
terdapat perpanjangan fase proestrus, metestrus CL menghasilkan hormon progesteron. Hormon
dan diestrus yang dilihat dalam satu siklus. progesteron mulai dihasilkan tapi lambat
Hasil perpanjangan fase dalam satu siklus ini mencapai maksimal. CL yang dipertahankan
sesuai dengan penelitian Meles (1992) bahwa menyebabkan banyak terbentuk progesteron se-
Gosipol sebagai senyawa antifertilitas dapat hingga akan lebih lama untuk memasuki fase
menyebabkan terjadinya perpanjangan fase pro- selanjutnya yaitu diestrus. Hal ini menyebabkan
estrus dan diestrus dan mempersingkat fase es- fase metestrus juga diperpanjang yang sesuai
trus. dengan pernyataan Tagama (1995) saat pro-
Perpanjangan siklus estrus menyebabkan gesteron dominan dalam tubuh maka fase estrus
tertundanya waktu untuk mencapai fase estrus. akan tertunda. Misalnya pada perlakuan 3 ter-
Hal ini menyebabkan mencit tertunda untuk jadi fase metestrus selama 5 hari.
kopulasi relatif lama. Pada pengamatan siklus
estrus mencit diperpanjang hingga 12 hari. Hal Fase Diestrus
ini berarti fase estrus terjadi hanya 1 kali dalam Progesteron yang maksimal yang dicapai
12 hari, padahal secara normal fase estrus ter- pada fase metestrus akan lama terjadi penu-
jadi 1 kali dalam 4-5 hari. runan. Hal ini disebabkan jumlah jumlahnya

12
Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 1-16, Juni 2014 ISSN: 2085-8019

yang cukup banyak. Jadi ini yang menyebabkan sperma setiap harinya. Hal ini sesuai dengan
perpanjangan fase diestrus. pendapat Meles (1992) bahwa suatu senyawa
Ketepatan dosis mempengaruhi hasil pe- antifertilitas dapat menyebabkan terjadinya
nelitian. Dosis pada perlakuan diberikan dengan perpanjangan periode proestrus dan diestrus,
menggunakan teknik oral gavage. Teknik oral dan mempersingkat fase estrus. Fase estrus me-
gavage bertujuan agar bahan uji tepat masuk ke rupakan saat mencit birahi dan siap untuk ka-
dalam lambung mencit. Menurut Schwiebert win.
(2007) teknik oral gavage merupakan teknik Pada penelitian yang dilakukan, Gosipol
yang paling umum digunakan untuk uji obat menyebabkan fase estrusnya singkat sehingga
dan toksikologi dari suatu material. Pada teknik waktu untuk kawin mencitpun menjadi singkat.
ini menggunakan jarum gavage yang ujungnya Fase proestrus daan diestrusnya panjang me-
berbentuk lonjong yang digunakan untuk nyebabkan mencit tidak bersedia meneriama
menghantarkan suatu material langsung ke da- pejantan, menolak untuk kawin dan menunggu
lam perut. untuk datangnya fase estrus berikutnya agar
Penggunaan ekstrak biji kapas sebagai siap untuk kawin. Akibatnya terjadi penundaan
antifertilitas memiliki dosis yang tepat karena waktu kawin mencit.
jika melampaui batas maka dapat merugikan
individu yang mengkonsumsinya. Menurut Penampilan Reproduksi
Alexander et al., (2008) dosis ekstrak biji kapas Jumlah Korpus Luteum dan Implantasi
yang tinggi dapat menyebabkan kerapuhan os- Berdasarkan pengamatan terhadap jum-
motik dari membran eritrosit dan kenaikan kon- lah korpus luteum, penurunan jumlah korpus lu-
sentrasi plasma. Goenarso (2004) menyatakan teum terjadi seiring dengan meningkatnya dosis
dosis ekstrak biji kapas yang tinggi dapat ekstrak yang diberikan pada mencit yang be-
menghambat gerak peristaltik usus, peradangan kerja secara hormonal. Korpus luteum akan
pada usus halus, lambung dan hati. Selain itu, terbentuk jika telah terjadi ovulasi. Proses ovu-
penggunaan ekstrak biji kapas pada awal masa lasi terjadi karena dikendalikan oleh beberapa
kehamilan beresiko menyebabkan keguguran hormon reproduksi yaitu FSH (Folicle Sti-
(Sari, 2006). mulating Hormone), LH (Lutheinizing Hor-
Berdasarkan hasil penelitian pemberian mone), dan estrogen. FSH merangsang pem-
dosis memiliki pengaruh yang relatif sama an- bentukan sel folikel di ovarium dan LH me-
tara 0,03; 0,05 dan 0,07 gram/ekor mencit. rangsang ovulasi dan terbentuknya korpus
Berdasarkan uji lanjut DNMRT dosis yang pa- luteum. Keberadaan Gosipol dalam tubuh men-
ling baik adalah 0,03 gram/ekor mencit. Hal ini cit mengacaukan pengaturan hormonal pada
disebabkan tidak terdapat beda nyata antara saat ovulasi. Menurut Alexander, et al (2008)
ketiga dosis tersebut. Jadi, pada saat pemberian Gosipol dapat meningkatkan FSH dan menekan
ekstrak biji kapas dosis 0,03 gram/ekor mencit sekresi LH. Seharusnya jumlah LH yang di-
akan hampir sama hasilnya dengan pemberian sekresikan meningkat karena LH berguna untuk
ekstrak biji kapas dosis 0,05 gram/ekor mencit merangsang ovulasi dan meningkatkan jumlah
ataupun 0,07 Diduga bahwa rentang dosis yang korpus luteum. LH yang ditekan menyebabkan
diberikan memiliki jarak yang sedikit. terhambatnya ovulasi atau tidak terjadinya
Pemberian ekstrak biji kapas (Gossypium ovulasi sehingga korpus luteum tidak dihasilkan
hirsutum L.) yang mengandung Gosipol me- ataupun dihasilkan jumlahnya berkurang. Jum-
nyebabkan efek antifertilitas pada mencit. Lama lah korpus luteum yang berkurang menye-
waktu pengawinan mencit yang dipasangkan 1 babkan pensekresian hormon progesteron ter-
ekor jantan untuk 4 ekor betina seharusnya 4-5 hambat. Hal ini sesuai dengan pendapat
hari karena satu siklus estrus normal mencit ter- Vranova et al (1999) bahwa Gosipol dapat
diri dari 4-5 hari. Namun keberadaan Gosipol menghambat sekresi progesteron.
menyebabkan perpanjangan siklus estrus pada Pensekresian hormon progesteron oleh
mencit sehingga 4 ekor mencit betina tersebut korpus luteum mempengaruhi embrio saat im-
kawin dalam waktu 8 hari. Bukti mencit ber- plantasi. Hal ini disebabkan karena progesteron
hasil kawin dilihat dari sumbat vagina atau pada saat kebuntingan berfungsi untuk me-
apusan vagina untuk mengamati keberadaan nyiapkan lingkungan uterus untuk implantasi

13
Ernie Novriyanti dkk. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap Reproduksi Mencit Betina

dan memelihara kebuntingan dengan mening- terjadi pada saat fetus dalam kandungan belum
katkan sekresi glandula endometrium dan selesai mengalami perkembangan lanjut. Hal ini
menghambat gerakkan miometrium (Sad- terbukti dari ukuran fetus yang mati lebih kecil
soeitoeboen, 2005). Keberadaan Gosipol yang dibandingkan dengan fetus yang hidup. Oleh
menghambat sekresi progesteron menyebabkan karena itu, perlakuan yang diberi ekstrak biji
uterus tidak siap untuk menerima embrio se- kapas menunjukkan adanya fetus yang mati di-
hingga menyebabkan embrio tidak jadi ter- bandingkan dengan kontrol. Kematian fetus
tanam pada uterus. Hal ini terbukti dari di- meningkat seiring dengan peningkatan dosis
temukannya tanduk uterus yang tidak ada fetus yang diberikan.
didalamnya. Jadi, Gosipol mampu me-
Fetus Resorpsi dan Kelainan
nyebabkan gagalnya implantasi (anti im-
Berdasarkan hasil penelitian terkait pe-
plantasi) sehingga mengurangi jumlah fetus
ngaruh Gosipol terhadap fetus resorpsi dan ke-
yang mampu terimplantasi.
lainan, Gosipol tidak menyebabkan resorpsi dan
Jumlah Fetus Hidup kelainan. Gosipol juga bisa mempengaruhi jum-
Ekstrak biji kapas yang mengandung Go- lah fetus resorpsi karena efek sitotoksik meng-
sipol mempengaruhi jumlah fetus hidup mencit hambat perkembangan embrio. Menurut Ho-
dengan menyebabkan efek sitotoksis. Toksin henheim and Paracelsus (2007) Gosipol dapat
dari senyawa Gosipol dapat mengganggu akti- menurunkan indeks mitosis, menghambat pe-
fitas sel seperti proses oksidasi sel, enzimatis rakitan mikrotubul dan berikatan dengan mi-
sel, perkembangan dan pertumbuhan sel. Gosi- tokondria sehingga menyebabkan fosforilasi
pol yang berikatan dengan enzim dapat meng- oksidatif terganggu. Apabila perakitan mikro-
akibatkan terhambatnya sejumlah reaksi enzi- tubul terganggu, maka proses pembelahan em-
matis sel sehingga terjadi kerusakan pada sel- brio akan terganggu pula. Semakin tinggi ting-
sel dalam tubuh mencit serta mengganggu per- kat dosis Gosipol yang diberikan kepada men-
kembangan fetus bahkan efek paling berbahaya cit, semakin tinggi pula efek sitotoksik terhadap
dapat menyebabkan kematian. Menurut Hohen- embrio terbukti pada dosis agak tinggi me-
heim dan Paracelsus (2007) tingkat toksisitas nyebakan fetus resorpsi. Efek Gosipol me-
Gosipol mempengaruhi organ, tergantung nyebabkan embrio gagal membelah dan ber-
jumlah dosis. kembang sehingga embrio yang dihasilkan
Berdasarkan pengamatan terhadap jum- mengalami resorpsi.
lah fetus hidup, menunjukkan semakin tinggi
Berat Rata-Rata Fetus
dosis ekstrak biji kapas yang diberikan me-
Ekstrak biji kapas yang mengandung Go-
nyebabkan semakin tinggi pula jumlah fetus
sipol juga mempengaruhi berat rata-rata fetus.
yang mati karena reaksi enzimatisnya semakin
Penurunan berat rata-rata fetus berhubungan de-
terganggu. Fetus yang hidup menandakan fetus
ngan berat induk selama kebuntingan. Menurut
tersebut mampu memperbaiki sel-sel yang
Alexander, et al (2008) Gosipol dapat me-
rusak atau mati dengan sel yang baru.
ngurangi berat induk selama kebuntingan ber-
Jumlah Fetus Mati kaitan dengan pengurangan jumlah hormon pro-
Ekstrak biji kapas yang diberikan secara gesteron. Pengurangan hormon progesteron ka-
oral kepada mencit sedikit mempengaruhi jum- rena Gosipol menyebabkan luteolitik dan
lah fetus yang mati dengan menyebabkan efek mengganggu pertumbuhan fetus pada tahap
sitotoksik. Menurut Alexander, et al (2008) pasca implantasi. Gangguan akan meningkat
efek sitotoksik Gosipol dapat meningkatkan seiring dengan pemberian ekstrak biji kapas de-
rata rata kematian fetus. Toksin Gosipol me- ngan dosis dan tingkat toksik yang meningkat
ningkatkan jumlah kematian sel dan me- pula. Penurunan berat rata-rata fetus menan-
nurunkan pertumbuhan pembentukan organ-or- dakan adanya suatu zat bioaktif yang teratogen
gan sehingga akan berdampak terhadap jumlah terhadap tubuh mencit.
kematian. Toksin Gosipol meracuni tubuh fetus Penurunan berat rata-rata fetus me-
ketika berikatannya gugus aldehid dan kar- rupakan efek paling ringan dari suatu zat te-
bosilnya dengan sel darah merah sehingga se- ratogen. Penurunan berat rata-rata fetus juga
nyawa racun ini diedarkan oleh darah keseluruh menandakan bahwa pertumbuhan fetus mencit
tubuh dan meracuni fetus. Fetus mati ini dapat juga terhambat. Wilson dalam Siburian dan

14
Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 1-16, Juni 2014 ISSN: 2085-8019

Marlinza (2009) mengemukakan bahwa ham- Goenarso D dan Suripto, Z. 2004. Efek Go-
batan pertumbuhan dan perkembangan embrio sipol terhadap Kontraksi Usus Halus
terjadi karena adanya suatu agen yang dapat Mencit (Mus musculus L. Swiss Webster)
mempengaruhi proliferasi sel, interaksi antar sel Jantan Secara In Vitro. Jurnal Mate-
atau mengurangi laju pembentukan asam matika dan Sains FMIPA ITB Bandung.
nukleat atau protein selama embriogenesis. Gu et al. 2000. Asian Journal of Andrology
2000. 2 (4).
Ilyas S. 2004. Prospek Luffa aegyptiaca seba-
KESIMPULAN DAN SARAN gai Bahan Antifertilitas. Medan: Univer-
sitas Sumatera Utara Press.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa
Indira L. 2009. Faktor-faktor yang Mempe-
ekstrak biji kapas (Gossypium hirsutum L.) ber-
ngaruhi Pemilihan Jenis Kontrasepsi
pengaruh terhadap reproduksi mencit (Mus
yang digunakan pada Keluarga Miskin.
musculus L. Swiss Webster). Ekstrak biji kapas
Karya Tulis Ilmiah. Universitas Dipo-
yang diberikan secara oral pada mencit dapat
negoro. Semarang.
memperpanjang siklus estrus dengan dosis per-
Kuzaimi F. 2006. Performa Sifat-sifat Repro-
lakuan 0,03 gram/ekor mencit, 0,05 gram/ekor
duksi Mencit (Mus musculus) Betina
mencit dan 0,07 gram/ekor mencit.
yang Mendapatkan Pakan Tambahan Ke-
Ekstrak biji kapas (Gossypium hirsutum
mangi (Ocimum basilicum) Segar.
L.) juga dapat mempengaruhi penampilan re-
Skripsi. Program Studi Teknologi Pro-
produksi mencit betina. Pengaruh ekstrak biji
duksi Ternak. Fakultas Peternakan IPB.
kapas terhadap penampilan reproduksi yaitu
Meles DK. 1992. Efek Antifertilitas Daun Ma-
menurunkan jumlah korpus luteum, implantasi,
nggis (Garcinia mangostana Linn.) Pada
fetus hidup, fetus mati, dan berat rata-rata fetus
Mus musculus Betina. Surabaya: Uni-
tetapi tidak menyebabkan fetus resorpsi dan
versitas Airlangga.
kelainan. Berdasarkan penelitian, dosis yang
Meles DK dan Sastrowardoyo W. 2001. Efek
bagus mempengaruhi reproduksi yaitu 0,07
Infusa Impaties Balsamina Linn Pada
gram/ekor mencit karena berat induk tetap nor-
Stadium Pembelahan Sel (cleavage)
mal setelah diberi perlakuan tersebut.
dalam Upaya Pencarian Obat Anti-
fertilitas. Surabaya: Lemlit Uni-versitas
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Airlangga.
Abdullah S, Bawotong J dan Hamel R. 2013. Murdiyanti D dan Putri IM. 2013. Perbedaan
Hubungan Pemakaian Kontrasepsi Hor- Siklus Menstruasi antara Ibu yang Meng-
monal dan Non Hormonal Dengan Keja- gunakan Alat Kontrasepsi IUD dengan
dian Kanker Serviks di Ruang D Atas Kontrasepsi Suntik di Dusun Geneng
Blu, Prof, Dr, R. D. Kandou. Jurnal Ke- Sentul Sidoagung Godean Sleman Yog-
perawatan. Manado: Universitas Sam yakarta. Jurnal Kesehatan Surya Medika.
Ratulangi. 1(1). Yogyakarta.
Alexander J et al. 2008. Gossypol as Undesi- Musahilah T. 2010. Efek Pemberian Ekstrak
rable Substance in Animal Feed. The Daun Maja (Aegle marmelos Corr.)
EFSA Journal. 908. terhadap fertilitas tikus betina. Tesis.
Amini A dan Kamkar F. 2005. The Effect of Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian
Gossypol on Spermatogenesis in NMRI Bogor. Bogor.
Mice. Iranian Journal of Science & Panuntun S, Wilopo SA dan Kurniawati L.
Technology, Trans A. 29 (A1). 123-133. 2009. Hubungan Antara Akses KB de-
Azis Sriana. 1997. Manajemen Keluarga Beren- ngan Pemilihan Kontrasepsi Hormonal di
cana. Jurnal Media Litbangkes. Jakarta. 3 Kabupaten Purworejo. Berita Kedokteran
(7). Masyarakat. 25 (2). 89.
Blasi et al. 2002. Cottonseed Feed Products for Purnamasari D. 2009. Hubungan Lama Pema-
Beef Cattle, Composition and Feeding kaian KB Suntik Depo Medroksi Pro-
Value. Kansas State University. No. 02- gesteron Asetat (DMPA) dengan Peru-
426-E. bahan Berat Badan Di BPS (Bidan

15
Ernie Novriyanti dkk. Pengaruh Ekstrak Biji Kapas terhadap Reproduksi Mencit Betina

Praktek Swasta) “Yossi Trihana” Jogo- Prakopulasi Terhadap Fertilitas Mencit


nalan Klaten. Karya Ilmiah. Surakarta: (Mus Musculus L.) Betina. Jurnal Bio-
Universitas Sebelas Maret. spesies. Jambi: Universitas Jambi. 2(2).
Putri GM. 2012. Alat Kontrasepsi Alami untuk Singla N dan Meenu M. 2011. Reproductive
Pria. Inhibition with Gossypol in the Lesser
Randel RD, Chase CC and Wyse SJ. 1992. Bandicoot Rat, Bandicota bengalensis.
Efect of Gossypol and Cottonseed Pro- Jurnal Julius-Kuhn-Archiv. 432. 122-
duct on Reproduction of Mammal. Jurnal 124.
Animal Science. 70: 1628-1638. Tagama TR. 1995. Pengaruh Hormon Estrogen,
Robinson T. 1995. Kandungan Organik Tum- Progesteron dan Prostaglandin F2 Alfa
buhan Tinggi. Bandung: Institut Tekno- terhadap Aktivitas Birahi Sapi PO Dara.
logi Bandung. Jurnal Ilmiah Penelitian Ternak Grati. 4
Rusmiati. 2010. Pengaruh Ekstrak Metanol (1)
Kulit Kayu Durian (Durio zibethinus Taylor GT, Griffin MG and Bargett M. 1991.
Murr) pada Struktur Mikroanatomi Ova- Search for a Male Contraceptive, the Ef-
rium dan Uterus Mencit (Mus musculus fect of Gossypol on Sexual Motivation
L) Betina. Jurnal. FMIPA UNLAM and Epididymal Sperm. Journal of Me-
Banjarbaru. dicine. Amerika. 22(29).
Sari DN. 2013. Pengaruh Ekstrak Sambiloto Turner CD dan Bagnara JT. 1998. Endo-
(Andrographis paniculata Ness) Terha- krinologi Umum. Surabaya: Air Langga
dap Siklus Reproduksi mencit (Mus University Press.
musculus L.) Swiss Webster. Skripsi. Ju- Vranora J, Scukova J and Kolena. 1999. Inhi-
rusan Biologi. Padang: Universitas Ne- bitor Effect of Gossypol on Basal dan
geri Padang. Luteinization Factor-Stimulated Proges-
Sari LORK. 2006. Pemanfaatan Obat Tra- terone Syntetic in Porcine Granulose
disional dengan Pertimbangan Manfaat Cells. Physiological Research. 48. 119.
dan Keamanannya. Majalah Ilmu Kefar- Waller DP, Bunyapraphatsara N, Martin A,
masian. 3(1). Vornazos CJ, Ahmed MS and Soejarto
Sadsoeitoeboen PD. 2005. Manfaat Ekstrak DD. 2007. Effect Gossypol on Fertility in
Rumput Kebar (Biophytum petersianum Male Hamster. Journal Farmacognosy
Klotzsch) terhadap Penampilan Repro- and Pharmacology. Carbondale: South-
duksi Mencit Putih Betina. Thesis. Bo- ern Illinois University. 4(4).
gor: Institut Pertanian Bogor. Widodo FY. 2001. Efek Pemakaian Pil
Santoso B. 1993. Pedoman Pengujian dan Pe- Kontrasepsi Kombinasi Terhadap Kadar
ngembangan Fitofarmaka; Penapisan Glukosa Darah. Jurnal Kesehatan. Sura-
Farmakologi Pengujian Fitokimia dan baya: Universitas Wijaya Kusuma. 2(6).
Pengujian Klinik Yayasan Pengem- Widodo FY. 2001. Metode Kontrasepsi Pria.
bangan Obat Bahan Alam. Jakarta: Phyto Jurnal Kesehatan. Surabaya: Universitas
Medika. Wijaya Kusuma. 4 (6).
Schwiebert R. 2007. The Laboratory Mouse. Yanti NH, Revida E dan Asfriyati. 2013.
Singapore: National University of Singa- Pengaruh Budaya Akseptor KB Terhadap
pore. Penggunaan Kontrasepsi IUD di Keca-
Siburian J dan Marlinza R. 2009. Efek Pem- matan Pantai Labu Kabupaten Deli Ser-
berian Ekstrak Akar Pasak Bumi dang. Jurnal Darma Agung.
(Eurycoma Longifolia Jack) pada Tahap

16