Anda di halaman 1dari 6

Sebenarnya apakah yang menjadi penyebab dari kurangnya minat baca di Indonesia?

Berikut, 5
penyebab yang mungkin bisa kita renungkan dari rendahnya minat baca di Indonesia saat ini.

1. Lingkungan hidup di sekitar kita merupakan faktor penting dalam kehidupan, karena secara
tidak langsung lingkungan sekitarlah yang membentuk kebiasaan kita. Lingkungan keluarga
misalnya, lingkungan ini adalah yang paling dekat dengan kita. Jika lingkungan di keluarga kita
saja sudah tidak membudayakan kebiasaan membaca, atau bahkan membeli bukupun tidak
diperbolehkan jika begitu dari mana benih-benih minat membaca dapat tumbuh. Ditambah lagi
jika lingkungan pertemanan kita juga tidak gemar membaca. Setelah keluar rumah ternyata
teman sepergaulan kita adalah teman yang suka pergi hang out ke mall ketimbang membaca.
Sudah pasti kita akan cenderung lebih mengikuti teman kita hangout dibanding pergi sendiri ke
perpustakaan untuk membaca bukan?
2. Generasi serba instan
Dari generasi baby boomers hingga generasi Z sekarang ini, kita dapat melihat perbedaan yang
mendasar dari generasi dulu hingga sekarang. Semakin lama generasi kita ini menginginkan
segala sesuatunya serba cepat atau instant dan mulai tidak menghargai proses.Padahal
membaca sebuah buku baik dari yang tipis sampai yang tebal, semuanya pasti membutuhkan
proses membaca. Tiap halaman per halaman dan bab per bab harus kita lalui dan nikmati.
Namun bagian membaca inilah yang sulit untuk dilalui dan dinikmati para generasi Z jaman
sekarang ini. Mereka malas melakukan proses membaca untuk mengetahui suatu cerita dalam
suatu buku. Sehingga akibatnya, mereka lebih cenderung hanya melihat sinopsis, review singkat
di blog ataupun social media, lalu selebihnya mereka hanya akan menerka-nerka cerita tersebut.
Singkatnya jika mereka tidak membaca buku secara mendalam dan berproses, maka hasil yang
akan mereka pahami juga pasti hanya akan asal tahu saja.
3. Gadget
Kembali lagi membicarakan generasi milenial, Sekarang ini anak bayi saja sudah mengenal
gadget. Perilaku manusia dari anak bayi sampai orang dewasa jika sedang makan telah berubah
karena tidak bisa terlepas dari gadget, contohnya anak bayi yang tidak bisa makan kalau
tayangan kartun kesukaannya tidak diputar dihadapannya dengan gadget, dan sebenarnya tidak
hanya anak bayi, anak remaja dan dewasapun banyak juga yang melakukan kegiatan makan
sambil main gadget sekarang ini. Gadget jaman sekarang ini memang multifungsi, bisa untuk
menonton televisi, bisa untuk foto-foto, dan yang pastinya bisa untuk bermain games sebagai
sarana hiburan. Hanya dengan satu gadget kita bisa melakukan banyak hal, sekaligus melupakan
banyak hal.
4. Game Online dan social media
Game online ataupun aplikasi di dalam gadget sekarang ini seperti Instagram, facebook, atau
aplikasi hiburan seperti dubsmash, musically, hingga tiktok, sekarang ini memang sedang marak
di dunia maya. Baik anak kecil sampai orang dewasa bermain game dan menggunakan aplikasi
tersebut hampir disetiap waktu luang yang mereka miliki, dan lebih parahnya banyak dari
mereka menjadi kecanduan. Kalau sudah di tahap kecanduan yang tidak baik, kedua tangan
mereka setiap harinya sibuk untuk bermain, jadi jangankan untuk menyentuh buku untuk
membaca, untuk makan ataupun bersosialisasi dengan sesamanyapun terkadang mereka
hampir lupa. Memang game online dan aplikasi hiburan tersebut dapat berfungsi sebagai media
untuk melepaskan penat dan stress setelah beraktivitas kita biasanya. Tetapi, terkadang kita
lupa bahwa buku juga dapat menjadi media lain yang bisa membantu meredakan stress tanpa
harus takut akan radiasi yang dikeluarkan gadget anda.
5. Diri sendiri
Selain lingkungan dan teknologi canggih yang semakin menjauhkan kebiasaan kita dari
membaca. Ada faktor lain yang sebenarnya paling kuat dan menentukan tindakan kita yaitu, niat
dalam diri kita sendiri.
Diri kita sendiri adalah faktor terpenting dalam melakukan sesuatu hal. Jika di dalam diri sendiri
saja kita tidak memiliki ketertarikan dalam membaca maka jangankan membaca buku,
menyentuh atau mendengar judul buku saja mungkin rasanya sudah malas dan mengantuk.
Maka dari itu, bibit-bibit minat baca sudah seharusnya ditanamkan sedari kita kecil. Seringkali di
sekolah kita seperti dipaksa untuk membaca buku-buku text book demi mendapatkan nilai yang
baik. Padahal, kalau kita sudah menanamkan dalam diri kita bahwa membaca adalah kegiatan
yang menarik dan menyenangkan, pasti kita akan lebih mudah membaca buku-buku. baik itu
buku novel ataupun buku pelajaran. Karena sesungguhnya semuanya akan kembali lagi kepada
diri sendiri, apakah kita memiliki niat untuk membaca atau tidak. Karena jika sudah tidak
memiliki niat, pasti juga sudah tidak berminat.

Meningkatkan minat baca mau tak mau kini sudah sangat diperlukan.
Keadaan dunia yang semakin mengglobal secara tidak langsung telah
memaksa kita untuk mempertajam pengamatan kita terhadap informasi-
informasi yang beredar. Selain itu, keadaan ini juga telah menuntut kita
untuk memperbaiki kualitas diri. Salah satu kunci untuk mencapai beberapa
poin tersebut adalah dengan membaca.

Sering kita bertanya dalam hati, mengapa negara kita susah bersaing
dengan negara-negara lain, apa ada yang salah dalam system
perikehidupan rakyat kita. Seberapakah strata pendidikan, kemampuan dan
penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki, inovasi dan rekayasa teknologi
yang sudah kita buat, apa yang telah dihasilkan karya-karya monumental
putra-putri Bangsa Indonesia saat ini, semua itu menggelitik di sanubari
para kaum cerdik pandai yang merumuskan dari titik mana kita mau mulai
membenahi bangsa kita. Ternyata para penggiat pendidikan sepakat bahwa
pintu gerbang penguasaan ilmu pengetahuan adalah dengan banyak
MEMBACA. Sebab dengan membaca dapat membuka jendela dunia. Ketika
jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat melihat
keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir
masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju
kehidupan yang sejahtera.

Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas


bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa
mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi
di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan
bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang
telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu kita kaji apa yang
menjadikan mereka lebih maju. Ternyata meraka lebih unggul di sumber
daya manusianya. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan
sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari harinya. Untuk
mengikuti jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini perlu
kita tiru dan kita terapakan pada masyarakat kita, terutama pada tunas-
tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini.

Perdaban suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya,


sedangkan kecerdasan dan pengetahuan di hasilkan oleh seberapa ilmu
pengetahuan yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan di dapat dari
informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak
penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi
peradabannya.

Budaya suatu bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi,


faktor kebudayaan dan peradaban dipengaruhi oleh membaca yang
dihasilkan dari temuan-temuan para kaum cerdik pandai yang terekam
dalam tulisan yang menjadikan warisan literasi informasi yang sangat
berguna bagi proses kehidupan social yang dinamis.

Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas


bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa
mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi
di dunia, di mana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan
bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang
telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuh kan minat
baca sejak dini.

Bila sebelumnya membaca identik dengan buku atau media cetak saja,
maka di zaman sekarang yang sudah serba digital, membaca tidak lagi
terpaku pada membaca kertas karna segala informasi terkini teleh tersedia
di dunia maya/ internet dan media elektronik lainnya.

Dengan semakin mudahnya media untuk mendapatkan informasi bacaan


maka sudah seharusnya kita tingkatkan minat baca kita. Di bawah ini
langkah awal untuk meningkatkan minat baca kita :

1. Bangunlah Motivasi Minat Membaca


Meningkatkan minat baca harus dimulai dengan motivasi diri dalam
membaca. Bagi saya pribadi pandangan selintas di atas sudah cukup untuk
memicu akan pentingnya membaca bagi masyarakat, sebab itu adalah
sebuah keharusan bila kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca,
pandangan kita menjadi terbuka terhadap hal-hal baru yang tidak kita
ketahui sebelumnya.

2. Mulailah Membaca Sesuatu yang Kita sukai.


Salah satu kesalahan terbesar dari seseorang yang ingin mulai
membiasakan diri untuk membaca adalah image buku dan bacaan yang
sebenarnya ia buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal banyak sekali
jenis buku dengan karakteristik yang beragam. Saya dulu memulainya
dengan membaca cerita fiksi seperti cerpen dan novel, berlanjut ke buku-
buku praktis (yang pake kata kunci: cara, langkah, tips, kiat, dll), lalu
berlanjut lagi ke buku motivasi dan pengembangan diri, hingga sekarang
saya sudah mulai baca buku-buku politik dan sejarah. Satu hal yang pasti:
sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk membaca tidak hanya
berasal dari pikiran, tetapi juga dari hati.
3. Menyisihkan waktu yang tepat dan nyaman untuk Membaca.
Bila anggapan penting membaca itu sudah melekat, maka tidak semuanya
yang baca berhasil memindahkan semua informasi yang didapat dari
bacaannya itu pada memori otaknya, disebabkan momentum waktunya
yang kurang tepat. Atau seringkali malas baca disebabkan waktunya
kurang tepat. Beragam orang yang punya momentum baca yang tepat: ada
yang suka membaca saat jam pelajaran kosong saat sekolah, atau lagi
istirahat di sekolah, ada juga yang nyaman membacanya membaca saat
perjalanan, beberapa saat sebelum tidur, dan saat di perpustakaan.
Pakailah waktu-waktu yang biasa kita habiskan untuk bengong dan
menunggu dengan membaca!

4. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu


Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa ingin tahu.
Kita harus membuat pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita dan
carilah jawabannya di buku. Atau bisa juga melihat-lihat buku di toko atau
perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa
ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk
melakukan sesuatu.

5. Minta Seseorang Merekomendasikan Buku


Ini juga salah satu cari yang efektif nih untuk lebih ‘memaksa’ diri ini untuk
segera mulai membaca. Karena buku yang direkomendasikan biasanya
punya nilai lebih yang akan membuat kita lebih semangat membacanya.
Tanyakanlah pada teman, “Eh, punya buku bagus gak? Minjem dong?”

6. Membacalah Seperlunya Saja


Selagi masih belajar membacalah seperlunya saja. Tak usah berlebihan.
Keperluan orang itu tergantung dari hasratnya masing-masing untuk
memperoleh informasi. Makin perlu anda terhadap informasi, maka sudah
pasti kuantitas dan kualitas membaca anda pun pasti akan makin banyak
dan baik.
Inilah langkah awal cara dan tips meningkatkan motivasi minat baca,
mudah-mudahan dapat memicu kita untuk terus dan terus membaca.

Dengan sering membaca, dengan tidak kita sadari akan mengalir


pengetahuan walaupun sedikit lama kelamaan akan menjadi bukit,
dampaknya akan kita rasakan menuntun kita menguasai dunia dengan ilmu
pengetahuan yang berguna.