Anda di halaman 1dari 3

PPKN

1. hakikat hak dan kewajiban warga Negara:


 makna: Hak adalah segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang yang telah
ada sejak lahir. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.
 Contoh umum:
Kewajiban terhadap Masyarakat dan Negara
1. Mematuhi peraturan adat istiadat yang berlaku.
2. Menjaga keamanan dan ketertiban dalam hidup.
3. Menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Ikut membela negara jika diancam musuh.
5. Wajib membayar pajak.
Hak Masyarakat terhadap Negara:
1.Hak memperoleh keadilan.
2.Hak untuk hidup.
3.Hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan.
4.Hak untuk mengembangkan diri.
5.Hak kebebasan pribadi.
6.Hak atas rasa aman.
7.Hak atas kesejahteraan.
8.Hak turut serta dalam pemerintahan.
9.Hak Wanita.
10. Hak Anak.
2. Hak dan kewajiban warga Negara menurut uud:
 Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 27 ayat 2).
 Hak untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara (pasal 27 ayat 3).
 Hak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya (pasal 28A).
 Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah
(pasal 28B ayat 1).
 Hak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan
dari kekerasan dan diskriminasi (pasal 28B ayat 2).

Pasal 28C
 Hak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya (pasal 28C ayat 1).
 Hak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan
teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya (pasal 28C ayat 1).
 Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif (pasal 28C
ayat 2).
 Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di hadapan hukum (pasal 28D ayat 1).
 Hak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam
hubungan kerja (pasal 28D ayat 2).
 Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (pasal 28D ayat 3).
 Hak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya (pasal 28E ayat 1).
 Hak memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan,
memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali
(pasal 28E ayat 1).

Kewajiban:
 Wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dengan asas persamaan kedudukan
dengan tidak ada kecualinya (pasal 27 ayat 1).
 Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara (pasal 27 ayat 3).
 Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (pasal 28J ayat 1).
 Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan
maksud menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain
(pasal 28J ayat2).
 Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (pasal 30 ayat 1).
 Wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (pasal 31 ayat
2).
3. Penyebab pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban
 Sikap Egois
Sikap egois dapat memicu terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga
negara.
 Rendahnya Kesadaran terhadap Peraturan
Rendahnya kesadaran warga terhadap peraturan dapat memicu pelanggaran hak sekaligus
pengingkaran kewajiban.
 Sikap Tidak Toleran
Sikap tidak toleran adalah sebuah sikap tidak menghargai kebiasaan, kelakuan, atau
kepercayaan yang berbeda dengan diri sendiri.
 Penyalahgunaan Kekuasaan
Penyalahgunaan kekuasaan dapat dilakukan pemerintah selaku pemegang otoritas kekuasaan.
4. Ga nemu
5. Upaya pencegahan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban:
 Supremasi hukum dan demokrasi harus ditegakkan. Pendekatan hukum dan pendekatan
dialogis harus dikemukakan dalam rangka melibatkan partisipasi masyarakat dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pejabat penegak hukum harus memenuhi
kewajiban dengan memberikan pelayanan yang baik dan adil kepada masyarakat,
memberikan perlindungan kepada setiap orang dari perbuatan melawan hukum, dan
menghindari tindakan kekerasan yang melawan hukum dalam rangka menegakkan
hukum.
 Mengoptimalkan peran lembaga-lembaga selain lembaga tinggi negara yang berwenang
dalam penegakan hak dan kewajiban warga negara seperti Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Lembaga Ombudsman Republik Indonesia, Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia (Komnas HAM), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi
Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).
 Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk
pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara oleh pemerintah.
 Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembaga-lembaga politik terhadap
setiap upaya penegakan hak dan kewajiban warga negara.
 Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip kesadaran bernegara kepada masyarakat
melalui lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi) maupun non-formal
(kegiatankegiatan keagamaan dan kursuskursus).
 Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara.
 Meningkatkan kerja sama yang harmonis antarkelompok atau golongan dalam
masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat
masingmasing