Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

PADA NY. S DENGAN DIABETES MELLITUS


DI IGD RS PKU MUHAMMADIYAH SRUWENG KEBUMEN

Di Susun Oleh :

Yunita Pangesti

P1337420216095

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
2019
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
PADA NY. S DENGAN DIABETES MELLITUS
DI IGD RS PKU MUHAMMADIYAH SRUWENG KEBUMEN

Nama Mahasiswa : Yunita Pangesti

NIM : P1337420216095

Tanggal Pengkajian : Selasa, 8 Januari 2019

Tanda Tangan Mahasiswa :

A. Pengkajian

1. Identitas Pasien

a. Nama Pasien : Ny. S

b. Umur : 60 Tahun

c. Jenis Kelamin : Perempuan

d. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

e. Alamat : Desa Menganti RT 5/V

Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen

2. Identitas Penanggung Jawab


a. Nama : Nn. A

b. Umur : 28 Tahun

c. Hub. dengan pasien : Anak

3. Pengkajian Primer
a. Airway : Tidak ada sumbatan
b. Breathing : RR = 20x/menit

Irama pernapasan teratur

Bunyi napas vesikuler

Tidak menggunakan alat bantu napas

c. Circulation : TD = 70/50 mmHg, N : 70x/menit, Akral hangat

4. Keluhan Utama
Pasien mengatakan lemas dan terlihat harus dibantu untuk berjalan.

5. Keluhan Tambahan
Pasien mengatakan pusing seperti berputar-putar serta pasien terlihat memegangi
kepala.

6. Riwayat Kesehatan Sekarang


Pasien datang ke IGD RS PKU Muhammadiyah Sruweng pada Selasa, 8 Januari 2019
jam 16.00 WIB dengan keluhan pasien lemas serta pusing seperti berputar-putar. Pasien
mempunyai riwayat DM.

7. Riwayat Alergi Obat


Tidak memiliki alergi obat

8. Pemeriksaan Penunjang/Laboratorium
GDS : 287 mg/dL

B. Analisa Data
No. Data Etiologi Problem
1. DS : Pasien mengatakan lemas, sulit Kegagalan Kekurangan volume
untuk berjalan sendiri. mekanisme regulasi cairan
DO : Pasien dibantu dalam berjalan,
pasien pucat.
TD : 70/50 mmHg
N : 70x/menit
S : 36,9ºC
2. DS : Pasien mengatakan pusing. Agen cidera biologis Nyeri akut
P = gula darah tingi
Q = seperti di putar-putar, pening
R = di kepala
S = skala 6
T = terus menerus
DO : Pasien terlihat memegang
kepala terus serta meringis
kesakitan.
GDS : 287 mg/dL

C. Diagnosa Keperawatan

1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kegagalan mekanisme regulasi ditandai


dengan lemas.
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis ditandai dengan pusing.

D. Intervensi Keperawatan
No. Diagnosa Rencana Perawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
1. Kekurangan Setelah dilakukan tindakan Manajemen hipovolemi
volume cairan keperawatan selama 1x3 jam (4180)
- Monitor status
b.d kegagalan diharapkan kebutuhan cairan
hemodinamik, meliputi
mekanisme terpenuhi dengan kriteria hasil :
Keseimbangan cairan (0601) nadi, tekanan darah.
regulasi
- Monitor adanya tanda-
Indikator Awal Tujuan
Tekanan darah 1 3 tanda dehidrasi
Denyut nadi 1 3 - Jaga kepatenan akses IV
- Berikan cairan IV isotonik
radial
2 4 yang diresepkan
Turgor kulit
2 4 - Bantu pasien dengan
Kelembaban
membran ambulasi pada kasus
mukosa hipotensi postural
Keterangan : - Monitor rongga mulut dari
1 : sangat terganggu kekeringan dan/atau
2 : banyak terganggu
3 : cukup tergangggu membrane mukosa yang
4 : sedikit terganggu pecah
5 : tidak terganggu
2. Nyeri akut b.d Setelah dilakukan tindakan Manajemen nyeri (1400)
- Lakukan pengkajian nyeri
agen cidera keperawatan selama 1x3 jam
yang komperhensif
biologis diharapkan nyeri pada pasien
meliputi lokasi,
berkurang/hilang dengan kriteria
karakteristik, frekuensi,
hasil :
kualitas, insensitas atau
beratnya nyeri dan faktor
Kontrol nyeri (1605) pencetus.
Terapi relaksasi (6040)
Indikator Awal Tujuan - gambarkan rasionalisasi
Mengenali 4 2
dan manfaat relaksasi serta
kapan nyeri
jenis relaksasi yang
terjadi. 4 2
Menggunakan tersedia (misalnya musik,
tindakan distraksi, nafas dalam, dll)
- ajarkan pasien teknik
pengurangan
relaksasi nafas dalam
nyeri tanpa - dorong pengulangan teknik
4 2
analgesik. praktik-praktik tertentu
Menggunakan
secara berkala.
analgesik yang Manajemen Lingkungan :
direkomendasi Kenyamanan (6482)
- Posisikan pasien untuk
kan.
Keterangan : memfasilitasi kenyamanan
1 : tidak pernah menunjukkan Pemberian Analgesik (2210)
2 : jarang menunjukkan - Cek perintah pengobatan
3 : kadang-kadang menunjukkan meliputi obat, dosis, dan
4 : sering menunjukkan
5 : secara konsisten menunjukkan. frekuensi obat analgesik
yang diresepkan

E. Implementasi

Hari/ No.
Implementasi Respon Paraf
Tanggal Dx

1,2 - Mengkaji TTV DS : Pasien mengatakan lemasnya sedikit


1 - Memberikan berkurang karena pemberian cairan infus.
cairan IV yang DO : Pasien terlihat tidak lemas lagi sudah
diresepkan NaCl
bisa berpindah sendiri namun masih
20 tpm
2 - Mengkaji skala dipantau untuk ambulasi.
nyeri, frekuensi, Pasien terpasang infus NaCl ditangan kiri
TD : 90/60 mmHg
dan reaksi yang
N : 80 x/menit
Selasa, 2 dialami pasien. S : 37ºC
8/1/19 - Jelaskan manfaat RR : 24 x/menit
tekhnik relaksasi Keseimbangan Cairan (0601) :
15.00
WIB dan ajarkan Indikator Awal Tujuan Akhir
Tekanan 1 3 2
tekhnik relaksasi 1 3
darah 2
2 nafas dalam Denyut nadi
- Anjurkan pasien 2 4
radial 2 4
untuk mengulang 2
Turgor kulit
tekhnik relaksasi Kelembaban 2
yang sudah membran
diajarkan apabila mukosa
timbul nyeri Keterangan :
1 : sangat terganggu
kembali.
2 : banyak terganggu
- Atur pasien
3 : cukup tergangggu
1,2 senyaman 4 : sedikit terganggu
5 : tidak terganggu
mungkin sesuai
keinginan pasien DS : - pasien mengatakan pusing sedikit
(bantu ambulasi). berkurang setelah dilakukan teknik
- Jaga kepatenan
relaksasi nafas dalam dan diberikan
1 akses IV.
analgesik
- Cek nama obat,
- P : gula darah tinggi
dosis, dan
- Q : seperti diputar-putar, pening
frekuensi sesuai
- R : kepala
perintah sebelum
- S : skala 6
diberikan kepada
- T : terus menerus
klien. (Ketorolax)

DO :
TTV = TD : 70/50 mmHg
S : 37 ºC
N : 80 x/m
R : 24 x/m
Kontrol Nyeri (1605) :
Indikator Awal Tujuan Akhir

Mengenali kapan 4 2 3
nyeri terjadi.
Menggunakan
tindakan 4 2 3
pengurangan nyeri
tanpa analgesik.
Menggunakan
analgesik yang
direkomendasikan.
4 2 3

Keterangan :
1 : tidak pernah menunjukkan
2 : Jarang menunjukkan
3 : Kadang-kadang menunjukkan
4 : sering menunjukkan
5 : secara konsisten menunjukkan.

F. Evaluasi

Hari/Tanggal Dx Catatan Perkembangan


Selasa, 8 Januari 1 DS : Pasien mengatakan lemasnya sedikit berkurang karena
2019 pemberian cairan infus.
DO : Pasien terlihat tidak lemas lagi sudah bisa berpindah sendiri
17.00 WIB
namun masih dipantau untuk ambulasi.
Pasien terpasang infus NaCl ditangan kiri
TD : 90/60 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºC
RR : 24 x/menit
Keseimbangan Cairan (0601) :
Indikator Awal Tujuan Akhir
Tekanan 1 3 2
1 3
darah 2
Denyut nadi
2 4
radial 2 4
2
Turgor kulit
Kelembaban 2
membran
mukosa
Keterangan :
1 : sangat terganggu
2 : banyak terganggu
2 3 : cukup tergangggu
4 : sedikit terganggu
5 : tidak terganggu

DS : - pasien mengatakan pusing sedikit berkurang setelah


dilakukan teknik relaksasi nafas dalam dan diberikan
analgesik
- P : gula darah tinggi
- Q : seperti diputar-putar, pening
- R : kepala
- S : skala 6
- T : terus menerus

DO :
TTV = TD : 70/50 mmHg
S : 37 ºC
N : 80 x/m
R : 24 x/m
Kontrol Nyeri (1605) :
Indikator Awal Tujuan Akhir

Mengenali kapan 4 2 3
nyeri terjadi.
Menggunakan
tindakan 4 2 3
pengurangan nyeri
tanpa analgesik.
Menggunakan
analgesik yang
direkomendasikan.
4 2 3

Keterangan :
1 : tidak pernah menunjukkan
2 : Jarang menunjukkan
3 : Kadang-kadang menunjukkan
4 : sering menunjukkan
5 : secara konsisten menunjukkan.