Anda di halaman 1dari 123

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL


PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN 7

OPTIMALISASI SKRINING TRIPLE ELIMINASI


(HIV, HEPATITIS B DAN SIFILIS) PADA
IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS GALANG

Disusun Oleh :
dr. TITI NUR INDRAWATI
NIP 19901119 201903 2 001

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
BALAI PELATIHAN KESEHATAN BATAM
2019

1
LEMBAR PERSETUJUAN
PENETAPAN ISU RANCANGAN AKTUALISASI
LATIHAN DASAR CPNS KEMENTERIAN KESEHATAN
DI BALAI PELATIHAN KESEHATAN BATAM
TAHUN 2019

Nama : dr. Titi Nur Indrawati


NIP : 19901119 201903 2 001
Pangkat/Golongan : III/b
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Instansi : Puskesmas Galang
Mentor : dr. Tanty Surya Ningsih S.Si
Coach : Ns. Syamrina, S.Kep, M.Kes

DISAMPAIKAN PADA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI

Hari/tanggal : hari, Agustus 2019


Tempat : Balai Pelatihan Kesehatan Batam

Menyetujui,

Coach Mentor

Ns. Syamrina, S.Kep, M.Kes dr. Tanty Surya Ningsih, S.si


NIP 19720324 199203 2 001 NIP 19760710 201001 2 006
Tanggal, Agustus 2019 Tanggal, Agustus 2019

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................. 1


LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................ 2
DAFTAR ISI ........................................................................................ 3
DAFTAR TABEL ....................................................................................... 5
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. 6
KATA PENGANTAR ................................................................................ 7

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 9


A. LATAR BELAKANG .........................................................................
B. ANALISIS ISU...................................................................................... 19
a. Enviromental Scanning ..................................................................... 19
b. Alat Bantu Analisis ............................................................................ 21
1. AKPL (Aktual, Problematika, Kekhayalakan, Kelayakan)
2. USG (Urgency, Seriousnes, Growth)
c. Rumusan Isu........................................................................................ 25
d. Identifikasi Sumber Isu ..................................................................... 25
e. Analisis Dampak ................................................................................ 29
f. Ruang Lingkup .................................................................................... 29
g. Lembar Konfirmasi Isu............................................................
h. Judul Aktualisasi......................................................................

BAB II PELAKSANAAN AKTUALISASI


A. RANCANGAN AKTUALISASI ................................................. 30
a. Unit Kerja
b. Identifikasi Isu
c. Isu yang diangkat
d. Gagasan Pemecahan Isu
e. Rancangan Kegiatan
B. JADWAL KEGIATAN

3
BAB III PENUTUP ............................................................................ 63
1 Kesimpulan .............................................................................. 65
2 Saran ........................................................................................ 70

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................... 76


LAMPIRAN

4
DAFTAR TABEL

Tabel 1. .......................................................................................
Tabel 2. .......................................................................................
Tabel 3.
Tabel 4.
Tabel 5.
Tabel 6.

5
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.

6
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT,karena atas rahmat, hidayah, dan


inayah-Nya serta ditambah dengan semangat dan kerja keras sehingga
rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN (Aparatur Sipil Negara) ini
dapat tersusun dengan baik. Penulis menyadari bahwa proses penyusunan
laporan rancangan aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
sebab itu kritik dan saran yang sifatnya membangun penulis harapkan dari
berbagai pihak demi kesempurnaan substansi laporan ini. Semoga dengan
laporan rancangan aktualisasi ini penulis dapat terus meningkatkan kinerja
penulis sebagai Aparatur Sipil Negara.

Dalam proses pembuatan laporan rancangan aktualisasi ini penulis


banyak mendapat bantuan dan perhatian yang tidak terhingga dari
berbagai pihak.Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan
terima kasih kepada:

1. Bapak Asep Zaenal Mustofa, SKM, M.Epid selaku Kepala


Bapelkes Batam yang telah memberikan kesempatan dan motivasi
kepada kami agar terus dapat berkarya dan mengabdikan diri
sepenuh hati demi Indonesia tercinta.
2. Ibu Ns. Syamrina, S.Kep, M.Kes selaku coach atas bimbingan dan
arahannya selama penyusunan laporan aktualisasi ini.
3. Ibu dr. Tanty Surya Ningsih S.Si selaku mentor atas masukan,
bimbingan dan arahannya.
4. Orang tua penulis yang selalu memberikan kasih sayang, doa,
motivasi dan semangat serta dukungan kepada penulis.
5. Rekan sejawat di lingkup Puskesmas Galang atas kerjasama dan
bimbingannya kepada penulis.
6. Peserta pelatihan dasar CPNS Kota Batam Golongan III Tahun
2019 yang telah bersama-sama memotivasi untuk sama-sama
berjuang menyelesaikan tugas ini.

7
Demikian laporan ini dibuat, semoga bermanfaat bagi sesama demi
kemajuan generasi ASN sebagai motor of change untuk memajukan
bangsa dan negara.

Batam, Agustus 2019

Penulis

8
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas Galang terletak di Jalan Batin Limat No 15, Kelurahan
Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam. Luas wilayah kerja
Puskesmas Galang adalah 296,288 km2 dengan jumlah pulau 120 buah
yang terdiri dari 36 pulau dihuni dan 84 pulau tidak dihuni. Berjarak + 12
Km dari jalan raya lintas barelang dan + 65 Km dari Kota Batam . Dengan
jumlah penduduk di Kecamatan Galang sebanyak 173.479 orang yang
terdiri dari 1.476 laki-laki dan 2.008 perempuan(tahun 2018),. Karena
jarak tempuh yang lumayan jauh, di setiap kelurahan tersedia pelayanan
kesehatan berupa Puskesmas Pembantu dan Polindes yang siap melayani
masyarakat selama 24 jam, dimana Puskesmas Galang membawahi 18
Pustu/Polindes. Dari 8 Kelurahan yang ada di Kecamatan Galang,
Puskesmas Galang membawahi 5 Kelurahan (Kelurahan Sembulang,
Kelurahan Karas, Kelurahan Sijantung, Kelurahan Galang Baru,
Kelurahan Puau Abang), Sumber listrik dari PLN. Akses jalan menuju
puskesmas adalah aspal. Hari kerja Puskesmas Galang adalah selama 7
hari. Puskesmas Galang adalah Puskesmas dengan pelayanan rawat jalan
dan rawat inap. Jumlah Kunjungan pasien rawat jalan dari bulan Feb s/d
Juni 2019 sebanyak 274 orang (data laporan kunjungan sakit)

9
(Sumber gambar dokumen pribadi)

Gambar 1. Gedung Puskesmas Siantan Selatan

Visi,Misi, dan Moto Puskesmas Galang

Visi Puskesmas galang

“MENJADI PUSKESMAS DENGAN PELAYANAN PRIMA


MENUJU MASYARAKAT KECAMATAN GALANG YANG
SEHAT”

1.1.b.2 Misi

Misi Puskesmas Galang

1. Meningkatkan kinerja dan kompetensi seluruh pegawai puskesmas galang


2. Meningkatkan sarana dan prasarana demi pelayanan kesehatan yang
bermutu

10
3. Mempromosikan pola hidup bersih dan sehat pada seluruh lapisan
masyarakat
4. Memelihara dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral, lintas program
dan masyarakat dalam upaya melaksanakan program kesehatan

1.1.b.3 Moto
A. Moto Puskesmas Galang
“ BEKERJA SEPENUH HATI DAN TIDAK SESUKA HATI “
B. TATA NILAI
Tata Nilai Puskesmas Galang adalah “ GALANG “

G Gigih

A Aman

L Loyal

A Asri

N Nyaman

G Gotong
Royong

11
12
1.1.cStruktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS SIANTAN SELATAN

KEPALA PUSKESMAS

DIDI NURHADI,SKM
NIP. 19820110 201101 1 001

KEPALA TATA USAHA

GORDON H
ARITONANG,S.Kep.Ners,M.Kes
NIP. 19830920 201101 1 002

DOKTER PEMBINA PERAWAT AHLI PERTAMA BIDAN PELAKSANA


LANJUTAN
dr.WINARNA GORDON H TIANHI,AM.Keb PEMBANTU BENDAHARA KEBERSIHAN LUAR
ARITONANG,S.Kep.Ners,M.Kes PENGURUS BARANG KEPEGAWAIAN
NIP.19700905 200012 1 NIP.19820723 201001 2 003 PENGELUARAN GEDUNG :
003 NIP. 19830920 201101 1 002 KHUSNUL GORDON H
DAYANG FAULINA EKA ARIANTO,AM.Kep IDRUS
RANDI NOPRION,S.Kep.Ners KHOTIMAH,AM.Keb ARITONANG,S.Kep.Ners,M.Kes
OS,AM.Keb NIP.19840426 201101 1 NIP.19851101 201101 2 004 NIPTT.19680815 1937
NIP. 19881110 201404 1 001 NIP.19861022 200803 2 002 003 NIP. 19830920 201101 1 002 YON HENDRI
PENYIMPAN BARANG
PERAWAT PELAKSANA WINARNI,AM.Keb BENDAHARA BOK SP2TP NIPTT.19840910 3418
JUYANTI
EKA ARIANTO,AM.Kep NIP.19830304 201001 2 018 DEWI SIHOMBING,Amd.Keb GORDON H KEBERSIHAN
NIP.19840426 201101 1 003 KHUSNUL FATMAWATI,Amd.Keb NIP.19850802 201101 2 003 ARITONANG,S.Kep.Ners,M.Kes DALAM GEDUNG :
NUTRISIONIST KHOTIMAH,AM.Keb NIP.19881223 201101 2 KARTATI
PEMERIKSA BARANG NIP. 19830920 201101 1 002
CHRIST NATALIN SITORUS, S.Tr.Gz YURNALIS,AM.Kep 003 NIPTT. 19850916
NIP.19851101 201101 2 004 TIANHI,AM.Keb UMUM
NIP. 19941224 201902 2 NIP.19861003 201101 1 003 BENDAHARA KAPITASI 2153
DEWI NIP.19820723 201001 2 003
006 WINARNI,AM.Keb SRI WIDARI,SKM
FATMAWATI,Amd.Keb NILAWATI
NIP.19830304 201001 2 018 KLAIM JAMPERSAL NIPTT.19880830 2342
NIP.19881223 201101 2 003 NIPTT.19850511 3130
BENDAHARA NON JUYANTI NILAWATI
THESALONIKI S,AM.Keb SIHOMBING,Amd.Keb BAGIAN MESIN
KAPITASI NIPTT.19850511 3130
NIP.19850327 201001 2 017 NIP.19850802 201101 2 003
BIDAN PELAKSANA DAYANG FAULINA YON HENDRI
JUYANTI OS,AM.Keb NIPTT.19840910 3418
SIHOMBING,Amd.Keb NIP.19861022 200803 2
NIP.19850802 201101 2 003 002
WILDAWATI,Amd.Keb
NIP.19870505 201101 2 007

13
JARINGAN PUSKESMAS

KOORDINATOR POKJA UKM KOORDINATOR POKJA UKM JARINGAN PENANGGUNG JAWAB KOORDINATOR POKJA UKP
ESENSIAL DAN PERKESMAS RUANG TINDAKAN /IGD
ESENSIAL DAN PERKESMAS PUSKESMAS
RANDI NOPRION,S.Kep.Ners RANDI NOPRION,S.Kep.Ners dr. SUCI ERIA
dr. SUCI ERIA
NIP. 19881110 201404 1 001 NIP. 19881110 201404 1 001 NIP. 19921119 201902 2 004 NIP. 19921119 201902 2 004
PUSTU TIANGAU PENANGGUNG JAWAB
THESALONIKI S,AM.Keb RUANG PEMERIKSAAN
Pj. PROG KESEHATAN IBU & NIP.19850327 201001 2 017 UMUM
PJ. PROG UKS,PENJARINGAN MARDIANA, Amd.Kep dr.WINARNA
KB PESERTA DIDIK
JUYANTI NIPTT. 19890223 1526 NIP. 19700905 200012 1 003
SIHOMBING,Amd.Keb PUSTU LINGAI
RANDI NOPRION,S.Kep.Ners PENANGGUNG JAWAB
NIP. 19850802 201101 2 003 NIP. 19881110 201404 1 001 WILDAWATI,Amd.Keb RUANG GIGI DAN MULUT
PJ PROG KESEHATAN ANAK NIP.19870505 201101 2 007 PENANGGUNG JAWAB
PJ. PROG KESEHATAN JIWA dr.WINARNA RUANG PENDAFTARAN
DAYANG FAULINA OS,AM.Keb PUSTU TELAGA NIP. 19700905 200012 1 003
NIP.19861022 200803 2 002 MARDIANA AMK KARTATI
YURNALIS,AM.Kep
NIPTT. 198902231526 PENANGGUNG JAWAB NIPTT. 19850916 2153
PJ. PROG GIZI NIP.19861003 201101 1 003
PJ. PROG KESEHATAN RAUDAH, Amd.Keb RUANG PENANGGUNG JAWAB
TETY SYAFITRI,AMG KEBIDANAN,KB,IMUNISASI RUANG DAPUR
LANSIA NIPTT. 19920909 1556
NIP.19881027 201404 2 001
MASNI, Amd.Kep PUSTU TELAGA KECIL JUYANTI SIHOMBING,Amd.Keb NILAWATI
PJ. PROG PROMKES NIP. 19910520 201902 2 001 NIP. 19850802 201101 2 003 NIPTT.19850511 3130
NOVIA FANTA PAMELA,
AZHAR AMK PJ. PROG PTM Amd.Keb PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB
NIP.19880821 201902 1 002 NIPTT. 19901112 1435 RUANG KONSELING
HENDRIKUS PON RUANG STERILISASI
PJ. PROG DESA SIAGA & NIP. 19930908 201902 1 000 YENI MALASARI, Amd.Kep
RINDI ANGGIASARI,Amd.Keb KARTATI
PHBS PJ. PROG KESEHATAN NIPTT. 19950810 3537
NIP. 19911201 201404 2 001 NIPTT. 19850916 2153
RUSNIAH,Amd.Keb REMAJA PUSTU MENGKAIT
PENANGGUNG JAWAB
NIPTT. 19921014 2487 RUSNIAH,Amd.Keb HENDRIKUS PON, Amd.Kep RUANG APOTIK
NIP. 19930908 201902 1 00
PJ. PROG P2M NIPTT. 19921014 2487 RINI MULYSARI, S.Farm, Apt
PUSTU KIABU NIP. 19891122 201902 2 004
HENDRIKUS PON PJ. PROG POSBINDU
NIP 19930908 2019 1 00 TUTI, S.Kep.Ners
MULYA SEPTIARI, Amd.Kep NIPTT. 19921128 2033 PENANGGUNG JAWAB
PJ. PROG IMUNISASI NIPTT. 19920909 1556 ENI SARTIKA, Amd.Kep GUDANG FARMASI Posisi Penulis
RENTY MARVIONITA P,AM.Kep PJ. PROG KESEHATAN NIPTT. 19950810 3537 ELI LAILA AZIZAH,Amd.Farm Penanggung Jawab Ruang
NIPTT.19940301 2486 JASMANI DAN OLAH RAGA NRP.120306690994000129639 Tindakan /IGD dan
PJ. PROG TBC DAN HIV SUKMA YALINA ,SKM PENANGGUNG JAWAB
NRP. 110802711290000229658 Koordinator Pokja UKP
PRADELLA OCTAVIANI,AM.Kep POJOK ASI
NIPTT.19911023 2096 TETY SYAFITRI,AMG
NIP.19881027 201404 2 001
PJ. PROG KESLING
PENANGGUNG JAWAB
SUKMA YALINA ,SKM LABORATORIUM
NRP. 110802711290000229658 DARNAWATI,AMK
NIPTT. 33.7.1102901
PERKESMAS PENANGGUNG JAWAB
DIAGNOSA ( LB1,LB4)
MULYA SEPTIARI, Amd.Kep PUJI LESTARI,Amd.Keb
NIPTT. 19920909 1556 NIPTT. 199207251560
PENANGGUNG JAWAB
RAWAT JALAN BPJS DAN
PROLANIS
WINARNI,AM.Keb
NIP.19830304 201001 2 018
14
B. ANALISIS ISU
a. Environmental Scanning
Isu adalah sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap
diambil keputusannya. Isu merepresentasikan suatu kesenjangan antara
praktik organisasi dengan harapan-harapan para stakeholder. Berdasarkan
definisi tersebut, isu merupakan suatu hal yang terjadi baik di dalam
maupun di luar organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik akan
memberikan efek negatif terhadap organisasi bahkan dapat berlanjut pada
tahap krisis. Berkaitan dengan rancangan aktualisasi ini, sumber isu yang
diangkat berasal dari hasil observasi dan pengalaman penulis selama masa
percobaan (CPNS), tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) penulis sebagai
dokter, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), kegiatan yang diinisiatif oleh
penulis melalui persetujuan coach dan mentor, serta penugasan dari atasan.

Selama 4 bulan bertugas di Puskesmas Galang, penulis mengamati


beberapa masalah yang sering terjadi dalam pelayanan sehari-hari yang
perlu dicarikan segera solusinya. Dikaitkan dengan Manajemen ASN,
Pelayanan Publik dan Whole of Government, penulis menemukan
beberapa isu sebagai berikut:
1. Belum optimalnya skrining Triple Eliminasi (HIV, Hepatitis B dan
Sifilis) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Galang, dimana
kegiatan ini merupakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang
kesehatan yang seharusnya diperoleh ibu hamil karena termasuk orang
yang berisiko terinfeksi HIV, Hepatitis B dan Sifilis. Kurangnya
pemahaman petugas kesehatan khususnya bidan mengenai kegiatan ini
menyebabkan kurangnya peran aktif bidan untuk menginisiasi atau
meminta pasien ibu hamil untuk melakukan skrining Tripel Eliminasi
(HIV, Hepatitis B dan Sifilis). Selain itu, belum adanya SOP yang baik
mengenai skrining Tripel Eliminasi (HIV, Hepatitis B dan Sifilis) serta
tidak adanya media promosi kesehatan tertulis untuk masyarakat
seperti leaflet maupun poster tentang HIV, Hepatitis B dan Sifilis. Dan

15
pemeriksaannya juga turut berkonstribusi dalam isu ini (Terkait
pelayanan publik).
2. Belum optimalnya standar pelayanan minimal kelengkapan pengisian
rekam medis di Puskesmas Galang. Menurut Permenkes RI No
269/Menkes/PER/III/2008, rekam medis adalah berkas yang berisikan
catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan,
pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada
pasien. Untuk itu terdapat standar pelayanan minimal tentang
kelengkapan pengisian rekam medis tersebut. Ketidaklengkapan
pengisian rekam medis di puskesmas Galang menyebabkan kurangnya
data yang didapat sehingga informasi penting tentang pasien tidak
didapatkan (Terkait Manajemen ASN dan Whole of Government).
3. Belum optimalnya pencegahan primer penyakit hipertensi di
Puskesmas Galang. Tingginya pasien dengan hipertensi di Puskesmas
Galang. (Terkait Pelayanan Publik).
4. Belum optimalnya pelaksanaan senam peregangan di Puskesmas
Galang (Terkait manajemen ASN).
5. Tidak aktifnya alur rujukan dari Pustu (Puskesmas Pembantu) ke
Puskesmas untuk proses kelahiran (Terkait pelayanan Publik).

b. Alat Bantu Analisis


Berdasarkan identifikasi isu yang telah dipaparkan, akan dilakukan
penetuan prioritas isu yang akan dicarikan solusi oleh penulis. Proses
penentuan prioritas isu dilakukan dengan menggunakan metode AKPK
(Aktual, Kekhalayakan, Problematik dan Kelayakan) untuk memilih 3 dari
5 isu yang telah ditemukan. Kemudian dari 3 isu tersebut dipilih 1 prioritas
isu dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness dan
Growth). Rentang penilaian pada kedua metode ini adalah 1-5.

Melalui tahapan tersebut maka di temukan 5 buah isu yang telah


diidentifikasi yaitu :

16
1. Belum optimalnya skrining Triple Eliminasi (HIV, Hepatitis B dan Sifilis)
pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Galang. (Terkait Pelayanan
Publik)
2. Belum optimalnya standar pelayanan minimal kelengkapan pengisian
rekam medis di Puskesmas Galang. (Terkait Manajemen ASN dan Whole
of Government).
3. Belum optimalnya pencegahan primer penyakit hipertensi di Puskesmas
Galang. (Terkait Pelayanan Publik).
4. Belum optimalnya pelaksanaan senam peregangan di puskesmas Galang.
(terkait Manajemen ASN).
5. Tidak aktifnya alur rujukan dari Pustu (Puskesmas Pembantu) ke
Puskesmas untuk proses kelahiran. (Terkait Pelayanan Publik)

Metode penentuan prioritas isu pertama yang dipakai adalah AKPK


(Aktual, Kekhalayakan, Problematik dan Kelayakan). Aktual artinya benar-benar
terjadi dan sedang hangat di bicarakan dalam masyarakat. Kekhalayakan artinya
isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Problematik artinya isu yang
memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu segera dicarikan
solusinya. Kelayakan artinya isu yang masuk akal dan realistis dan relevan untuk
di munculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Tabel 1 Bobot penilaian AKPK

Bobot Keterangan
1 Sangat Kurang Pengaruhnya
2 Kurang Pengaruhnya
3 Sedang Pengaruhnya
4 Kuat Pengaruhnya
5 Sangat Kuat Pengaruhnya

Secara lengkap analisis penilaian kualitas isu dengan metode AKPK


tersebut dapat dilihat pada tabel 2di bawah ini:

17
Tabel2 Analisis Penilaian Isu dengan AKPK

No Identifikasi Isu Kriteria AKPK Tota Nila


A K P K l i

1 Belum optimalnya skrining 4 5 5 4 18 I


Triple Eliminasi (HIV, Hepatitis
B dan Sifilis) pada ibu hamil di
wilayah kerja Puskesmas Galang
2 Belum optimalnya standar
pelayanan minimal kelengkapan
pengisian rekam medis di
Puskesmas Galang
3 Belum optimalnya pencegahan
primer penyakit hipertensi di
Puskesmas Galang
4 Belum optimalnya pelaksanaan
senam peregangan di puskesmas
Galang.
5 Tidak aktifnya alur rujukan dari
Pustu (Puskesmas Pembantu) ke
Puskesmas untuk proses kelahiran

Keterangan: Skala likert 1-5 (5=Sangat besar, 4=besar, 3=sedang, 2=kecil,


1=sangat kecil) A:Aktual, K:Kekhalayakan, P:Problematik, K:Kelayakan
(AKPK).

Setelah didapatkan peringkat tiga besar berdasarkan metode AKPK, isu


yang ada dianalisis lagi dengan metode USG untuk memilih isu yang akan di
carikan solusinya. Urgency adalah seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas,
dianalisa dan ditindak lanjuti. Seriousness adalah seberapa serius isu tersebut
harus dibahas, dianalisa dan ditindak lanjuti. Sedangkan, Growth adalah seberapa
besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.

18
Secara lengkap analisis penilaian kualitas isu dengan metode USG dapat
dilihat pada tabel 3 di bawah ini :

Tabel 3 Analisis Penilaian Isu dengan USG

N Isu U S G Total Perin


o gkat
1 Belum optimalnya skrining Triple 5 5 5 15 1
Eliminasi (HIV, Hepatitis B dan Sifilis)
pada ibu hamil di wilayah kerja
Puskesmas Galang
2

C. RUMUSAN ISU

Berdasarkan hasil analisis prioritas masalah yang telah dilakukan


sebelumnya, maka didapat core isu yang akan dianalisis lebih lanjut dan di
rancang kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikannya yaitu “Belum Optimalnya
Skrining Triple eliminasi (HIV, Hepatitis B dan Sifilis) pada Ibu Hamil di
wilayah kerja Puskesmas Galang.” Isu ini terkait dengan materi Pelayanan
Publik.

D. IDENTIFIKASI SUMBER ISU

Di Indonesia, persentase kumulatif HIV paling banyak ditemukan


kasus pada kelompok umur 25-49 tahun (69,6%), diikuti kelompok umur 20-24
tahun (17,6%) dan kelompok umur >49 tahun (6,7%). Berdasarkan data tersebut,
terlihat bahwa kelompok umur yang paling berisikoterinfeksi HIV adalah

19
kelompok umur produktif yaitu rentang umur 20-39 tahun.Saat ini, ibu rumah
tangga merupakan kelompok yang sangat rentan HIV-AIDS. Secara global, di
dunia setiap harinya sekitar 2000 anak usia usia 15 tahun ke bawah terinfeksi HIV
akibat penularan dari ibu ke bayinya. Sementara itu, sekitar 1.400 anak-anak usia
15 tahun meninggal akibat AIDS.

Rapid test HIV adalah metode pemeriksaan HIV yang sering


digunakan untuk skrining atau deteksi dini dengan alat tes sesuai standar nasional
yang telah ditetapkan mampu menyediakan hasil dalam 20-30 menit setelah
contoh darah diambil.SkriningHIV merupakan standar pelayanan minimal yang
berhak diperoleh orang berisiko terinfeksi HIV termasuk di dalamnya ibu hamil
menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun2016
tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Berdasarkan pengamatan penulis selama bertugas di Puskesmas


Siantan Selatan dari bulan Februari – Juni 2019 ditemukan bahwa skriningHIV
ibu hamil di Puskesmas Siantan Selatan belum optimal. Hal ini disebabkan oleh
beberapa faktor diantaranya:

1. Kurangnya pemahaman petugas kesehatan khususnya bidan bahwa


skrining HIV merupakan kegiatan yang wajib diperoleh ibu hamil karena
merupakan standar pelayanan minimalsehingga menyebabkan kurangnya
peran aktif bidan untuk menginisiasi atau meminta pasien ibu hamil untuk
melakukan skrining HIV.
2. Belum adanya SOP yang baik mengenai skrining HIV.
3. Tidak adanya media promosi kesehatan tertulis untuk masyarakat seperti
leaflet maupun poster tentang HIV dan pemeriksaannya.
Isu ini dianggap penting oleh penulis dengan mempertimbangkan
dampak yang akan terjadi jika isu “belum optimalnya skrining HIV pada ibu
hamil” tidak segera dicarikan solusinyaantara lain:
1. Meningkatnya risiko penularan HIV dari ibu ke bayi.
2. Ancaman terhadap safety (keselamatan) petugas kesehatan khususnya
dokter dan bidan dalam menolong persalinan.

20
3. Meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi baru
lahir.
4. Menurunnya usia harapan hidup.
5. Terciptanya generasi yang tidak sehat dan tidak berkualitas.
6. Buruknya citra pemerintah dan Puskesmas Siantan Selatan karena tidak
mampu menyediakan standar pelayan minimal yang seharusnya diperoleh
masyarakat di FKTP.
7. Meningkatnya cost yang digunakan dalam perawatan orang dengan HIV
AIDS.

Dihubungkan dengan konsep kedudukan dan peran ASN dalam NKRI,


optimalisasiskrining HIV pada ibu hamil di Puskesmas Siantan Selatan ini
berkaitan erat dengan Pelayanan Publik. Kegiatan ini memenuhi 3 unsur penting
dalam pelayanan publik, yaitu:
a. Organisasi penyelenggara pelayanan publik;
b. Penerima layanan (pelanggan), yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang
berkepentingan;
c. Kepuasan yang diberikan dan/atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan).

Dalam berbagai literatur administrasi publik menyebutkan bahwa


prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah :
1. Partisipatif. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah perlu
melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi
hasilnya.
2. Transparan. Pemerintah harus menyediakan akses bagi warga negara untuk
mengetahui segala hal terkait pelayanan publik yang diselenggarakan .Masyarakat
juga harus diberi akses untuk mempertanyakan dan menyampaikan pengaduan
apabila merasa tidak puas terhadap pelayanan publik pemerintah.
3. Responsif. Pemerintah wajib hadir mendengar dan memenuhi tuntutan
kebutuhan warga negara terkait dengan mekanisme penyelenggaraan layanan, jam
pelayanan, prosedur dan biaya penyelenggaraan pelayanan.
4. Tidak diskriminatif. Pemerintah tidak boleh membedakan antara satu warga
negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga

21
negara, seperti: status sosial, pandangan politik, entitas agama, profesi, jenis
kelamin atau orientasi seksual, difabel dan sejenisnya.
5. Mudah dan murah. Mudah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan
tersebut masuk akal dan mudah untuk dipahami.Murah artinya biaya yang
diperlukan dapat dijangkau oleh seluruh warga negara.
6. Efektif dan Efisien. Cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan
prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit dan biaya yang murah.
7. Aksesibel. Pelayanan public harus dapat dijangkau oleh warga negara yang
membutuhkan dalam arti fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan publik, mudah
ditemukan, dan lain-lain) dan dapat dijangkau dalam arti non- fisik yang terkait
dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi.
8. Akuntabel. Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat melalui media publik
baik secara cetak maupun elektronik.
9. Berkeadilan. Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai
alat pelindung kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi
kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok kuat.
(Sumber modul, Jakarta – LAN - 2017)

E. ANALISIS DAMPAK
F. RUANG LINGKUP

Rancangan aktualisasi ini memaparkan tentang pelaksanaan tugas


profesi di lingkungan Puskesmas Siantan Selatan yang berasal dari tugas
kreatif, SKP, yang disetujui oleh coach dan mentor, selama latsar 51 hari
kerja atau 511 jam pelatihan (JP) terhitung dari tanggal 19Juni s/d24
Agustus 2019dengan rincian 21 hari pembelajaran klasikal, dan 30 hari
kerja (minimal) untuk pembelajaran non klasikal atau aktualisasi di tempat
kerja (off campus) yang terdiri dari 3 tahapan :

1. Tanggal 19 Juni s/d 11 Juli 2019 on campus di Balai Pelatihan


Kesehatan (BAPELKES)Batam

22
2. Tanggal 12 Juli s/d 19 Agustus 2019 off campus untuk melaksanakan
kegiatan aktualisasi di unit kerja masing masing dalam hal ini dilakukan
oleh penulis di Puskesmas Siantan Selatan
3. Tanggal 20 s/ 24 Agustus 2019 evaluasi aktualisasi di Balai Pelatihan
Kesehatan (BAPELKES) Batam.

Selama proses kegiatan aktualisasi ini, penulis diharapkan mampu


melaksanakan SkriningHIV pada Ibu Hamil yang memeriksakan diri ke
Puskesmas Siantan Selatan Kabupaten Kepulauan Anambas.Semua
kegiatan yang dilakukan dalam laporan aktualisasi yaitu penerapan nilai-
nilai dasar ASN (ANEKA), serta mempertimbangkan aspek pelayanan
publik berdasarkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan tugas kreativitas.
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) adalah tugas yang bersumber dari tugas
pokok profesi dokter (Dokter Ahli Pertama).Tugas kreativitas adalah
tugas yang merupakan tugas barudi dalam organisasi sebagai hasil
inovasi sehingga dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.

G. LEMBAR KONFIRMASI ISU

PENGESAHAN COACH DAN MENTOR

Coach Mentor

Ns. Syamrina, S.Kep, M.Kes dr. Tanty Surya Ningsih, S.si


NIP 19720324 199203 2 001 NIP 19760710 201001 2 006
Tanggal, 8 Juli 2019 Tanggal, 8 Juli 2019

H. JUDUL AKTUALISASI

Berdasarkan analisis, rumusan dan identifikasi isu penulis membuat judul


yaitu “Optimalisasi Skrining Triple Eliminasi (HIV, Hepatitis B dan Sifilis)
pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Galang”.

23
BAB II
PELAKSANAAN AKTUALISASI

Dalam bab III ini, penulis akan merencakan program selama off kampus
selama 30 hari di unit kerja Puskesmas Siantan Selatan Kabupaten Kepulauan
Anambas untuk menerapkan nilai-nilai ASN dalam organisasi dalam mewujudkan
pelayan yang bermutu.

A. RANCANGAN AKTUALISASI
a. Unit Kerja
PUSKESMAS GALANG, KELURAHAN SEMBULANG,
KECAMATAN GALANG, KOTA BATAM

b. Identifikasi Isu
Skrining HIV merupakan standar pelayanan minimal di bidang
kesehatan yang berhak diterima oleh ibu hamil karena termasuk
orang yang beresiko terinfeksi HIV. Kegiatan ini bertujuan
untuk menekan angka transmisi penularan HIV dari ibu ke
bayi. Kurangnya pemahaman petugas kesehatan khususnya
bidan, belum adanya SOP yang baik serta tidak adanya media
promosi kesehatan tertulis kepada masyarakat seperti leaflet
tentang HIV dan pemeriksaannya menyebabkan kurang
optimalnya kegiatan skrining HIV pada ibu hamil di Puskesmas
Siantan Selatan.Isu ini terkait dengan Pelayanan Publik.
c. Isu yang diangkat
“Belum Optimalnya Skrining Triple Eliminasi (HIV, Hepatitis
B dan sifiis) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas
Galang”

d. Gagasan Pemecahan Isu


Gagasan penyelesaiaan yang akan dikerjakan selama 30 hari
off kampus. Gagasan Pemecahan Isu, menggunakan tabel
sebagai berikut:

24
Tabel 2.1 Jenis dan Sumber Kegiatan
NO JENIS KEGIATAN SUMBER KEGIATAN
SKP / Tugas Pimpinan /
Kreativitas

e. Rancangan Kegiatan

Dalam pencapaian Optimalisasi Skrining HIV pada Ibu Hamil di


Puskesmas Siantan Selatan, penulis akan melakukan kegiatan aktualisasi
yang bersumber sebagai berikut :

Tabel 4 Jenis, Jumlah dan Sumber Kegiatan

Sumber
No Kegiatan
Kegiatan

1 Melaporkan program aktualisasi kepada pimpinan SKP

2 Membuat draft SOPskriningHIV pada ibu hamil Tugas tambahan

3 Membuat leafletskrining HIV pada ibu hamil Kreativitas

Mensosialisasikan draft SOP dan leaflet skrining HIV pada ibu


4 Tugas tambahan
hamil pada rekan kerja

5 Pelaksanaan/ implementasiskrining HIV pada ibu hamil SKP

6 Evaluasi kegiatan SKP

Rancangan kegiatan menggunakan tabel sebagai berikut:

25
Contoh:
Tabel 2.2 Rancangan Kegiatan
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/ KETERKAITAN KONTRIBUSI PENG
HASIL SUBSTANSI TERHADAP VISI NI
MATA DAN MISI ORGA
PELATIHAN ORGANISASI
1 2 3 4 5 6

1 Pemantauan Jadwal diklat Mencetak kalender diklat Kalender diklat Kaitkan dengan Kaitkan dengan Visi Kaitkan d
setiap sepekan sekali dalam ukuran besar pada tercetak nilai-nilaiANEKA Misi Organisasi organisasi
papan tulis
Membuat ceklist Ceklist Kaitkan dengan
pemantauan kalender Kalender nilai-nilai
diklat setiap pekan Diklat tersedia ANEKA

Membuat forum WA antar Forum WA Kaitkan dengan


PIC unit sebagai sarana PIC Unit nilai-nilai
saling mengingatkan tersedia ANEKA

2 Xxxxxxxxxx

26
27
1.2. Tujuan dan Manfaat

1.2.aTujuan

Tujuan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN sesuai indikator


yang terkandung yaitu:

a. Mampu menerapkan nilai-nilai akuntabilitas sehingga memiliki


tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan;
b. Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehinggabekerja atasdasar
semangat nilai-nilai Pancasila;
c. Mampu menerapkan nilai-nilai etika publik sehingga
menciptakan lingkungan puskesmas dan masyarakat Siantan Selatan
yang harmonis;
d. Mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu
sehinggamewujudkan pelayanan yang prima terhadap pasien
maupunmasyarakat;
e. Mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi sehingga dapat
mewujudkan sikap disiplin maupun menjaga kedisiplinan.

1.2.bManfaat

Manfaat Bagi Peserta

Mengaktualisasikan kelima nilai dasar tersebut dalam


melaksanakan tugas profesi tenaga dokter di lingkungan Puskesmas

28
Siantan Selatan, serta mengaktualisasi pemahaman mengenai pelayanan
publik manajemen ASN dan Whole of Government.Dengan
mengaktualisasikan kelima nilai dasar tersebut, diharapkan ASN mampu
menjalankan tugas dan peranannya secara professional, dan mampu
meningkatkan kemampuan dan kualitas pribadinya.

Manfaat Bagi Organisasi

 Sebagai motor pengggerak perubahan (Motor Of Change) yang dapat


berkonstribusi pada visi dan misi organisasi serta penerapan tata nilai
dengan menginfluense nilai-nilai dasar ASN di Puskesmas Siantan
Selatan.
 Sebagai referensi untuk mengaktualisasikan kemampuan profesi yang
berkontribusi langsung maupun tidak langsung terhadap operasional
Puskesmas Siantan Selatan.
 Sebagai bahan kajian untuk penetapan kebijakan bagi pelayanan publik
yang ada di Puskesmas Siantan Selatan.
 Memberikan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu sesuai standar.
 Menciptakan etos kerja yang baik dalam semangat membangun sistem
organisasi yang sehat dan taat aturan.

1.3.

1.4.Data Diri Peserta

29
Doc Pribadi

Nama :dr.Suci Eria


NIP :19921119 201902 2 004
Tempat/ tgl lahir : Tarempa, 19 November 1992
Jenis kelamin :Perempuan
Pangkat/Gol : III/b
Jabatan : Dokter
Unit kerja :Puskesmas Siantan Selatan
Instansi : Pemerintah Kabupaten.Kepulauan Anambas
Alamat :Jl Genting, Desa Air Bini, RT 002 RW 004
Kecamatan Siantan Selatan
No telp : 082138043545
Alamat email : ms.sucieria@yahoo.co.id
Asal pendidikan :Universitas Muhmmadiyah Yogyakarta

Data Diri Mentor


Nama : Ns. Gordon H. Aritonang, S.Kep, M. Kes
Tanggal Lahir : 20 September 1983
NIP : 198309202011011002
Jabatan : Kasubbag TU Puskesmas Siantan Selatan
Pangkat/Golongan : Penata/IIIc
Agama : Kristen
Jenis Kelamin : Laki-laki

30
Data Diri Coach
Nama : dr. Desy Ariani Gultom, M. Biomed
Tanggal Lahir : Riau, 18 September 1986
NIP : 198609182010122007
Pangkat/Golongan : Penata/IIId
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Email : dokterdez1@gmail.com

Penulis adalah peserta pelatihan dasar (Latsar) CPNS Golongan


IIIAngkatan I di Kabupaten Kepulauan Anambas yang mengikuti program
pelatihan dasar pada bulan Juni-Agustus 2019, bertugas di Puskesmas Siantan
Selatan sebagai dokter. Tugas jabatan dan target yang harus dicapai oleh seorang
Dokter Ahli Pertama dimuat dalam sasaran kinerja pegawai (SKP).

1.5.b

1.5.

31
1.5.d

BAB II
NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN SERTA

32
PERAN PNS

2.1 Konsep Nilai-Nilai Dasar PNS


Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu memiliki pemahaman
(internalisasi) dan mampu mengaktualisasikan nilai nilai dasar ASNyaitu
Akuntabilitas,Nasionalisme,EtikaPublik,Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang
diakronimkan menjadi ANEKA, maka perlu dipahami indikator-indikator dari
kelima nilai tersebut :

2.1.1 Akuntabilitas
a. Pengertian
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi
amanahnya.Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-
nilai publik.
Nilai-nilai publik tersebut antara lain adalah:
1) Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor,
kelompok dan pribadi;
2) Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan
mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;
3) Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik;
4) Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintahan.

b. Akuntabilitas memiliki beberapa aspek diantaranya adalah


1) Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a
relationship)
Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara
individu/kelompok/institusi dengan negara dan masyarakat. Pemberi
kewenangan bertanggung jawab memberikan arahan yang

33
memadai, bimbingan, dan mengalokasikan sumber daya sesuai
dengan tugas dan fungsinya. Dilain sisi, individu/kelompok/institusi
bertanggung jawab untuk memenuhi semua kewajibannya. Oleh sebab
itu, dalam akuntabilitas, hubungan yang terjadi adalah hubungan yang
bertanggung jawab antara kedua belah pihak.
2) Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results
oriented)
Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku
aparat pemerintah yang bertanggungjawab,adildan
inovatif.Dalam konteks ini, setiapindividu/kelompok/ institusi
dituntut untuk bertanggungjawabdalam
menjalankantugasdankewajibannya,serta selalu
bertindakdanberupayauntukmemberikankontribusi
untuk mencapai hasil yang maksimal.
3) Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requires
reporting)
Laporankinerjaadalahperwujudandariakuntabilitas.
Denganmemberikanlaporankinerjaberartimampu
menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang telah dicapai
oleh individu/kelompok/institusi, serta mampu memberikan
bukti nyata dari hasil dan proses yang telah dilakukan.
4) Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountabilityis meaningless
without consequences)
Akuntabilitas adalah kewajiban. Kewajiban menunjukkan tanggung
jawabdantanggungjawab menghasilkankonsekuensi. Konsekuensi
tersebut dapat berupa penghargaan atau sanksi.
5) Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountabilityimproves
performance)
Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki
kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Dalam pendekatan akuntabilitas yang bersifat
proaktif (proactive accountability), akuntabilitas dimaknai

34
sebagai sebuah hubungan dan proses yang direncanakan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal,
penempatan sumber daya yang tepat, dan evaluasi kinerja.
Dalam hal ini proses setiap individu/kelompok/institusi
akan diminta pertanggungjawaban secara aktif yang terlibat
dalam proses evaluasi dan berfokus peningkatan kinerja.

c. Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens2007), yaitu:


1) Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokratis); dengan
dengan membangunsuatu sistem yang melibatkan stakeholders dan
users yang lebih luas (termasuk masyarakat, pihak swasta, legislatif,
yudikatif dan di lingkungan pemerintah itu sendiri baik di tingkat
kementerian, lembaga maupun daerah);
2) Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran
konstitusional);
3) Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).
Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam, yaitu; akuntabilitas
vertical (vertical accountability)dan akuntabilitas horizontal (horizontal
accountability).Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas
pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya
pertanggungjawaban unit-unit kerja (dinas) kepada pemerintah daerah,
kemudian pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah
pusat kepada DPR.Akuntabilitas vertikal membutuhkanpejabat
pemerintah untuk melaporkan “ke bawah” kepada publik.
Misalnya, pelaksanaan pemilu, referendum dan berbagai
mekanisme akuntabilitas publik yang melibatkan tekanan dari
warga.Akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban
kepada masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan
pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke samping” kepada
para pejabat lainnya dan lembaga negara. Contohnya
adalah lembaga pemilihan umum yang independen, komisi
pemberantasan korupsi, dan komisi investigasi legislatif.

35
Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu
akuntabilitas personal, akuntabilitas individu, akuntabilitas kelompok,
akuntabilitas organisasi dan akuntabilitas stakeholder.
1) Akuntabilitas Personal (Personal Accountability)
Akuntabilitas personal mengacu pada nilai-nilai yang ada pada diri
seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika.
2) Akuntabilitas Individu
Akuntabilitas individu mengacu pada hubungan antara individu dan
lingkungan kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai
pemberi kewenangan.
3) Akuntabilitas Kelompok
Kinerja sebuah institusi biasanya dilakukan atas kerjasama
kelompok.Dalam hal ini, dalam kaitannya dengan akuntabilitas
kelompok, maka pembagian kewenangan dan semangat kerjasama
yang tinggi antar berbagai kelompok yang ada dalam sebuah institusi
memainkan peranan yang penting dalam tercapainya kinerja organisasi
yang diharapkan.
4) Akuntabilitas Organisasi
Akuntabilitas organisasi mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang
telah dicapai, baik pelaporan yang dilakukan oleh individu terhadap
organisasi/institusi maupun kinerja organisasi kepada
stakeholderslainnya.
5) Akuntabilitas Stakeholder
Stakeholder yang dimaksud adalah masyarakat umum, pengguna
layanan dan pembayar pajak yang memberikan
masukan, saran dan kritik terhadap kinerjanya.Jadi, akuntabilitas
stakeholderadalah tanggung jawab organisasi
pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja yang
adil, responsif dan bermartabat.
Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang
Akuntabel, maka mekanisme Akuntabilitas harus mengandung
dimensi:

36
1) Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for probity and
legality).
Akuntabilitas hukum terkait dengan kepatuhan terhadap hukum dan
peraturan yang diterapkan
2) Akuntabilitas proses (process accountability)
Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan
dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan
sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, dan prosedur
administrasi. Akuntabilitas ini diterjemahkan melalui pemberian
pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah. Pengawasan dan
pemeriksaan akuntabilitas proses dilakukan untuk menghindari
terjadinya kolusi, korupsi dan nepotisme.
3) Akuntabilitas program (program accountability)
Akuntabilitas ini dapat memberikan pertimbangan apakah tujuan yang
ditetapkan dapat tercapai, dan apakah ada alternatif program lain yang
memberikan hasil maksimal dengan biaya minimal.
4) Akuntabilitas kebijakan (policy accountability)
Akuntabilitas ini terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah
atas kebijakan yang diambil terhadap DPR/ DPRD dan masyarakat
luas.
Untuk menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel diperlukan
beberapa aspek diantaranya adalah;
1) Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana
pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan
lingkungannya. Pimpinan mempromosikan lingkungan yang
akuntabel dapat dilakukan dengan memberikan contoh pada orang
lain (lead by example), adanya komitmen yang tinggi dalam
melakukan pekerjaan sehingga memberikan efek positif bagi pihak lain
untuk berkomitmen pula, terhindarnya dari aspek-aspek yang dapat
menggagalkan kinerja yang baik yaitu hambatan politis maupun

37
keterbatasan sumber daya, sehingga dengan adanya saran dan
penilaian yang adil dan bijaksana dapat dijadikan sebagai solusi.
2) Transparansi
Tujuan dari adanya transparansi adalah
a) Mendorong komunikasi yang lebih besar dan kerjasama antara
kelompok internal dan eksternal;
b) Memberikan perlindungan terhadap pengaruh yang tidak
seharusnya dan korupsi dalam pengambilan keputusan;
c) Meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-keputusan;
d) Meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada
pimpinan secara keseluruhan.
3) Integritas
Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk
menjunjung tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku,
Undang-undang, kontrak, kebijakan, dan peraturan yang
berlaku.Dengan adanya integritas institusi, dapat memberikan
kepercayaan dan keyakinan kepada publik dan/atau stakeholders.
4) Tanggung Jawab (Responsibilitas)
Responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan
memberikan kewajiban bagi setiap individu dan lembaga, bahwa ada
suatu konsekuensi dari setiap tindakan yang telah dilakukan, karena
adanya tuntutan untuk bertanggungjawab atas keputusan yang telah
dibuat.Responsibilitas terbagi dalam responsibilitas perorangan dan
responsibilitas institusi.
5) Keadilan
Keadilan adalah landasan utama dari akuntabilitas. Keadilan harus
dipelihara dan dipromosikan oleh pimpinan pada lingkungan
organisasinya. Oleh sebab itu, ketidakadilan harus dihindari karena
dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang
mengakibatkan kinerja akan menjadi tidak optimal.
6) Kepercayaan

38
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas. Dengan kata
lain, lingkungan akuntabilitas tidak akan lahir dari hal-hal yang tidak
dapat dipercaya.
7) Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka
diperlukan adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan
kewenangan, serta harapan dan kapasitas. Setiap individu yang ada di
lingkungan kerja harus dapat menggunakan kewenangannya untuk
meningkatkan kinerja. Adanya peningkatan kerja juga memerlukan
adanya perubahan kewenangan sesuai kebutuhan yang
dibutuhkan.Selain itu, adanya harapan dalam mewujudkan kinerja
yang baik juga harus disertai dengan keseimbangan kapasitas sumber
daya dan keahlian (skill) yang dimiliki.
8) Kejelasan
Kejelasan juga merupakan salah satu elemen untuk
menciptakan dan mempertahankan akuntabilitas. Agar individu atau
kelompok dalam melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya,
mereka harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi
tujuan dan hasil yang diharapkan. Dengan demikian, fokus utama
untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan, peran dan
tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi,
dan sistem pelaporan kinerja baik individu maupun organisasi.
9) Konsistensi
Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang tidak konsisten
dari sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya akan memiliki
konsekuensi terhadap tercapainya lingkungan kerja yang tidak
akuntabel, akibat melemahnya komitmen dan kredibilitas anggota
organisasi.
Di dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (ASN) disebutkan bahwa penyelenggaraan kebijakan
dan Manajemen ASN berdasarkan pada asas:

39
1. Kepastian hukum;
2. Profesionalitas;
3. Proporsionalitas;
4. Keterpaduan;
5. Delegasi;
6. Netralitas;
7. Akuntabilitas;
8. Efektif dan efisien;
9. Keterbukaan;
10. Nondiskriminatif;
11. Persatuan dan kesatuan;
12. Keadilan dan kesetaraan dan;
13. Kesejahteraan.
ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip sebagai berikut:
1. Nilai dasar
2. Kode etik dan kode perilaku;
3. Komitmen, integritas moral dan tanggung jawab pada
pelayanan publik;
4. Kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
5. Kualifikasi akademik;

2.2.2 Nasionalisme
Kebanggaan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita
merasa lebih unggul dari pada bangsa lain. Nasionalsme dalam arti sempit adalah
suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai
bangsa lain sebagaimana mestinya. Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme
merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara,
dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia
Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang berdasarkan pada nilai-nilai
Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai – nilai Pancasila
yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa menempatkan persatauan dan

40
kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan
pribadi atau kepentingan golongan menunjukkan sikap relaberkorban demi
kepentingan bangsa dan negara, bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air
Indonesia serta tidak merasa rendah diri, mengakui persamaan derajat, persamaan
hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa, menumbuhkan
sikap saling mencintai sesama manusia,mengenbangkan sikap tenggang rasa.
Sudah sejak jaman dahulu kala agama membawa pengaruh terbesar
terhadap kehidupan bangsa Indonesia, dimulai dari sistem kepercayaan hingga
masuknya beberapa jenis agama seperti Islam, Hindu, Budha, dan Kristen. Dalam
perumusan Pancasilapun dimasukkan nilai ketuhanan menjadi landasan utama
dalam penyelenggaraan sebuah negara. Dalam mengimplementasikan nilai-nilai
ketuhanan, kita perlu mendudukan Pancasila sebagai porporsional. Dalam hal ini
Pancasila bermaksud menjadikan nilai – nilai moral ketuhanan sebagai landasan
pengelolaan kehidupan dalam konteks masyarakat yang majemuk,tanpa
menjadikan salah satu agama tertentu mendikte negara.
Berdasarkan sejarahnya, bangsa Indonesia tidak bisa melepaskan diri dari
komitmen kemanusiaan. Ini karena bangsa Indonesia sudah sejak lama
dipengaruhi dan mempengaruhi kehidupan global. Dengan melandaskan pada
prinsip kemanusiaan ini, berbagai tindakan dan perilaku yang bertentangan
dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak sepatutnya mewarnai kebijakan dan perilaku
aparatur negara.Sehinga aparatur negara dan seluruh komponen bangsa perlu bahu
membahu menghapuskan masalah tersebut dari kehidupan berbangsa.
Upaya melaksanakan sila ketiga Pancasila dalam masyarakat plural seperti
Indonesia bukan suatu hal yang mudah. Sejak awal berdirinya Indonesia,agenda
membangun bangsa (nation building) merupakan suatu yang harus terus menerus
dibina, dilakukan dan ditumbuhkembangkan. Selain hidup bersama, keberadaan
bangsa Indonesia juga didukung oleh semangat gotong royong. Dengan semangat
gotong royong itulah, negara Indonesia harus mampu melindungi segenap tumpah
darah Indonesia.
Tradisi musyawarah yang dilandasi semngat kekeluargaan telah lama ada
dalam masyarakat nusantara. Berdasarkan karakter sosiologis dan pengalaman
hidup masyarakat ini lah muncul keinginan membangun kehidupan demokrasi

41
yang sesuai dengan karakter dan cita–cita bangsa, yakni demokrasi yang dilandasi
oleh kekeluargaan atau kolektivisme. Demokrasi permusyawaratan dijalankan
tidak hanya dalam bidang politik dan juga pemerintahan saja. Demokrasi
permusyawaratan juga dijalankan dalam bebagai pilar kehidupan bernegara.
Dalam rangka mewujudkan keadilan sosial, para pendiri bangsa
menyatakan bahwa negara merupakan organisasi masyarakat yang bertujuan
menyelenggarkan keadilan. Untuk itu diperlukan dua syarat yaitu adanya
emansipasi dan pertisipasi politik, yang sejalan dengan emansipasi dan pertisipasi
bidang ekonomi. Peran negara dalam mewujudkan keadilan sosial, setidaknya ada
empat kerangka antaralain :
I. Perwujudan realisasi yang adil disemua tingkat sistem kemasyarakatan,
II. Pengembangan stuktur yang menyediakan kesetaraan kesempatan,
III. Proses fasilitasi akses atas informasi publik, layanan dan sumber daya
yang diperukan,
IV. Dukungan atas pertisipasi bermakna atas pengambilan keputusan bagi
semua orang.
Berdasarkan pasal 10 Undang – Undang no.5 tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara, salah satu fungsi ASN adalah sebagai pelaksana kebijakan publik.
Secara teoritis, kebijakan publik dipahami sebagai apapun yang dipilih pemerintah
untuk dilakukan atau tidak dilakukan. Bertolak dengan pengertian diatas, ASN
sebagai bagian dari pemerintahan atau sebagai AparaturSipil Negara memiliki
kewajiban melaksanakan kebijakan publik. Dengan kata lain, ASN adalah aparat
pelaksana (eksekutor) yang melaksanakan segala peratutan perundang – undangan
yang menjadi landasan kebijakan publik diberbagai bidang dan sektor
pemerintahan.
Sifat – sifat kebijakan publik tersebut harus dimengerti oleh ASN sebagai
pelaksana kebijakan publik untuk mencapai tujuan – tujuan yang telah ditetapkan.
Oleh kerena itu, ASN harus mempertimbangkan aspek penting dalam upaya
pencapaian tujuan dimaksud. ASN juga dituntut sebagai pelaksana kebijakan
publik untuk memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan publik.
Ciri–ciri pelayanan publik yang mementingkan kepentingan publik adalah lebih
mengutamakan apa yang diinginkan masyarakat dan pada hal tertentu pemerintah

42
juga berperan untuk memperoleh masukan dari masyarakat atas pelayanan yang
dilaksanakan.
Dengan demikian, yang menjadi ukuran keberhasilan layanan pubik
adalah terpenuhinya kepentingan masyarakat umum atau segala sesuatu yang
berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Hal ini dapat dipenuhi jika ASN juga
bepegang pada dua belas kode etik dan kode perilaku yang telah diatur dalam UU
ASN, terutama upaya mendorong agar ASN berintegritas tinggi. Tujuan dari
semua itu adalah untuk dapat mengaktualisasikan wawasan kebangsaan dan jiwa
nasionalisme dalam menjalankan profesinya sebagai pelayan publik yang
berintegritas.

2.1.3 Etika Publik


Etika publik suatu refleksi kritis yang mengarahkan bagaimana nilai-nilai
kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraandan lain-lain di praktikkan dalam wujud
keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Etika publik
merupkan refleksi tentang standar atau norma yang menentukan baik atau buruk,
benar atau salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan
publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik
Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik, yaitu :
1. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
2. Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan dalam
menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi.
3. Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan faktual.
Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi etika publik :
1. Dimensi Kualitas Pelayan Publik
Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma, serta prinsip moral,
sehingga etika publik membentuk integritas pelayan publik. Etika publik
mengarahkan pada analisa politik sosial budaya dalam perspektif
pencarian sistematik bentuk pelayanan publik dengan memperhitungkan
interaksi antara nilai-nilai masyarakat dan nilai-nilai yang dijunjung tingi
oleh lembaga-lembaga publik.
2. Dimensi Modalitas

43
Cara bertindak baik atau berperilaku sesuai dengan standar etika, dimana
etika bisa berfungsi dan bekerja sesuai dengan struktur yang mampu
mengorganisir tindakan agar sesuai dengan etika serta didukung dengan
infrastruktur yang memadai. Unsur-unsur modalitas dalam etika publik
yakni akuntabilitas, transparansi dan netralitas.
3. Dimensi Tindakan Integritas Publik
Tindakan sesuai dengan nilai,tujuan dan kewajibannya untuk memecahkan
dilema moral yang tercermin dalam kesederhanaan hidup. Pembentukan
moral , niat baik oleh lingkungan dan pengalaman yang menyediakan
infrastruktur etika berupa sarana yang mendorong dan memberi sanksi
bagi yang melanggar norma-norma dalam pelayanan publik.
Adapun sumber –sumber kode etik bagi Aparatur Sipil Negara , yaitu :
1. Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 1959 tentang sumpah Jabatan
Pegawai Negeri Sipil dan Anggota Angkatan Perang.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji
Pegawai Negeri Sipil.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin
Pegawai Negeri Sipil.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa
Korps dan Etika Pegawai Negeri Sipil.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun2010 tentang Disiplin Pegawai
Negeri Sipil.
6. Undang – undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Paratur Sipil Negara
(ASN).
Nilai- nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang
Aaparatur Sipil Negara (ASN), yakni :
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Kesatuan Republik
Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.

44
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan program
pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, hasil guna dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.

2.1.4 Komitmen Mutu


Komitmen mutu adalah kinerja aparatur dalam memberikan layanan
publik yang bermutu dengan berlandaskan prinsip efektivitas,efisiensi dan
inovasi.
1. Konsep Efektivitas, Efisiensi,Inovasi dan Mutu
a) Konsep efektifitas dan efisiensi
Efektifitas organisasi yaitu sejauh mana organisasi dapat
mencapai tujuan yang ditetapkan atau berhasil mencapai tujuan
yang di tetapkan (Richard L. Daft dalam Tita Maria kanita
2010:8)Efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang
digunakan untuk mencapai tujuan organisasional ( Zulian Yamit
2010:75).

b) Konsep inovasi
Inovasi barang adalah dan jasa adalah cara utama dimana
suatu organisasi beradaptasi terhadap perubahan-perubahan di
pasar, teknologi dan persaingan.
c) Konsep dasar pengertian mutu

45
Menurut Goetsch dan Davis, mutu merupakan suatu
kondisi dinamis berkaitan dengan produk ,jasa, manusia,prosesdan
lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen
atau pengguna.

2. Nilai-Nilai Dasar Orientasi Mutu


a. Manajemen mutu
Manajemen mutu terpadu/ total quality managemen (TMQ)
terdiri atas kegiatan perbaikan berkelanjutan yang melibatkan setiap
orang dalam organisasi melalui usaha yang terintegrasi secara total
untuk meningkatkan kinerja pada setiap level organisasi.
Lima pilar dalam managemen mutu terpadu (Bill creech dalam
Alexander Sindoro)
 Produk
 Proses
 Organisasi
 Pemimpin
 Komitmen
b. Beberapa teknik/metode perbaikan mutu
 Metode Plan atau Perencanaan
 Do (Melaksanakan)
 Check(pemeriksaan)
 Act (tindakan yang perlu di ambil sebagai tindak lanjut dari
tahap check)
 Adapt (Melakukan adaptasi)

3. Nilai-Nilai Dasar KomitmenMutu


Zeithmalh,dkk(1990:23) terdapat sepuluh ukuran dalam menilai
mutu pelayanan
 Tangibel (nyata/berwujud)
 Reability (kehandalan)

46
 Responsiveness(cepat tanggap)
 Competence (kompetensi)
 Acces (kemudahan)
 Courtesy(keramahan)
 Communication (komunikasi)
 Credibility(kepercayaan)
 Security (keamanan)
 Understanding the customer(pemahaman pelanggan)
BerdasarkanUURI nomor 5 tahun 2014 tentang ASN pasal 4,Nilai-
nilai dasar ASN sebagai profesi ditetapkan sebagai berikut;
 Memegang teguh ideologi pancasila
 Setiadan mempertahankan UUD Negara RI Tahun 1945
serta pemerintahan yang sah;
 Mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia
 Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
 Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
 Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif
 Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur
 Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerja kepada
publik
 Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah
 Memberikanlayanan kepada publik secara
jujur,tanggap,cepat,tepat,akurat, berdayaguna,berhasil
guna,dan santun
 Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tiggi
 Menghargai komunikasi,konsultasi dan kerja sama
 Mengutamakan pencapaian hasil danmendorong kinerja
pegawai
 Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
 Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sisstem karier.

47
3.Implementasi Mutu Dalam Layanan Publik
Peran pegawai ASN sebagai mana ditetapkan pada pasal 12
UU No. 5/2014 tentang ASNyaitu sebagai perencana, pelaksana,dan
pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintah dan pembangunan
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang
profesional,bebas dari intervensi politik,serta bersih dari praktik
korupsi,kolusidan nepotisme.

4. Pendekatan Inovatif Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan


Pendekatan inovatif dalam penyelenggaraan pemerintahanMenurut
Joe Tido John Bessanand Keith Pavit(2005:10) ada empat kategori
yang menjadi fokus inovasi yaitu:
 Product innovation
 Procces innovation
 Position innovation
 Paradigma innovation
 Peningkatan produktivitas aparatur
Produktivitas ditentukan oleh motivasi dan kemampuan.Adadua jeis
motivasi yang akan mendorong individu untuk melakukan
pekerjaannyayaitu internal yang muncul dari dalam diri pegawai yang
bersumber dari kesadaran diri akan tanggung jawab, sifat pekerjaan
yang menantang,pengalamandan kebutuhan.Motivasi eksternal
muncul karena pengaruh lingkungan.

5. Membangun Komitmen Mutu Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan


I. Landasan komitmen mutu
Target utama kinerja aparatur yang berbasis komitmen mutu adalah
mewujudkan kepuasan masyarakat yang menerima layanan.apalagi
dikaitkan dengan tiga fungsi utama pegawai ASN (pasal 10) yaitu

48
sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik,perekat dan
pemersatu bangsa.
Peningkatan mutu pelayan publik ditentukan oleh tujuh aspek penting,
yaitu mencakup; reputasi budaya,sumberdaya yang dimiliki dan
kewenangan untuk menggunakannya,kejelasan mandat dari organisasi
tersebut,organisasi itu sendiri,insentif yang mereka peroleh dalam
meningkatkan mutu pelayanan publik,kualitas dari pimpinan dan
pegawai organisasi tersebut,fleksibilitas yang mereka punyai terkait
hubungan organisasional.
II. Komitmen mutu dalam pelayanan di tempat kerja
Agar dapat mewujudkan aparatur yang profesional dalam
memberikan layanan prima kepada publik,Asmawi Rewansyah
(2010:132) mengemukakan bahwa nilai budaya kerja aparatur harus
mencerminkan sekurang-kurangnya perilaku sebagai berikut:
komitmen dan konsistensi visi, misi dan tujuan organisasi,wewenang
dan tanggung jawab, keikhlasan dan kejujuran, integritas dan
profesionalisme,kreativitas dan kepekaan,kepemimpinan dan
keteladanan,kebersamaan dan dinamika kelompok,ketepatan dan
kecepatan,rasionalitas dan kecerdasan emosional,keteguhan dan
ketegasan,disiplin dan keteraturan kerja,keberanian dan
kearfian,dedikasi dan loyalitas,semangat dan motivasi,ketekunan dan
kesabaran,keadilan dan keterbukaan,ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagaimana di tuangkan dalam UU Nomor 5/2014 pasal 12
bahwa pegawai ASN bertugas untuk
 Melaksanakan kebijakan public yang dibuat oleh pejabat
pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang undangan;
 Memberikan pelayanan publik yang professional dan
berkualitas
 Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan RI.

6. Berfikir Kreatif

49
 Kreativitas dalam pelayanan
Kreativitas dalam pelayanan merupakan aktualisasi hasil berfikir kreatif.
Semangat untuk memberikan layanan yang kreatif akan menjadi salah satu
pendorong timbulnya kepuasan bagi masyarakat yang di layani.
Kreativitas adalah proses mengembangkan dan mengekspresikan gagasan
yang diperkirakan bermanfaat (Leonard dan Swap dalam ahmad fuad afdal
(2003:281)).
 Teknik berpikir kreatif
Kreativitas berfikir adalah proses menghasilkan ide,gagasan,imajinasi dan
khalayan-khalayan(dreams)(suryana(2013:70)).

7. Membangun Komitmen Mutu Melalui Inovasi


 Best practicesinovasi dalam pelayanan
Beberapa kriteria terhadap layanan publik yang dikategorikan
sebagai best practices
 Pelayanan publik itu telah memberikan nilai tambahkepada
masyarakat maupun pemangku lainnya baik dalam hal ketepatan
dan kecepatan layanan dan bersifat inklusif baik dari aspek harga
maupun target groupnye.
 Best practices itu dapat memberikan inspirasi terhadap kegiatan
serupa yang sedang di lakukan di suatu tempat baik dalam hal
proses maupun hasil inovasi yang di lakukan.
Beberapa kategori dari best practices yaitu:
 Hasilnya telah di buktikan dan di praktikan dan berdampak pada
peningkatan kualitas hidup masyarakat.
 Hasil dari kemitraan yang efektif dari publik
 Bersifat berkelanjutan baik dari aspek sosial,ekonomi dan
lingkungan.
 Peran PNS dalam membangun inovasi pelayanan
Beberapa sifat yang harus di miliki oleh aparatur yang mampu
menciptakan inovasi adalah:

50
 Senantiasa merasa butuh untuk terus mengembangkan
kemampuan
 Bersifat dinamis dan berfikir kritis terhadap situasi yang
berkembang
 selalu menjadi keterbatasan sebagai sarana untuk melakukan
kreativitas dan inovasi
 Aktualisasi nilai-nilai dasar komitmen mutu untuk keunggulan bersaing
Untuk menampilkan kinerja aparatur dengan komitmen kuat terhadap
mutu akan melalui proses revolusi inovasi layanan,karena akan terjadi
perubahan besar terkait budaya kerjanya.
Tujuan utama pelayana berbasis nilai-nilai dasar komitmen mutu
 Mengutamakan kepentingan sebagai pelanggan
 Menumbuhkan kepercayaan terhadap institusi pemerintah
 Meningkatkan kesetiaan dan kepuasan sebagai pelanggan
 Menjalankan tugas,peran,dan fungsi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan secara akuntable,profesional,dan
inovatif.

2.1.5Anti Korupsi
1. Pengertian
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya,
korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya
adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik
dalam ruang lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang
lebih luas.

2. Nilai Dasar Anti Korupsi


KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-
nilai dasar anti korupsi, dan dihasilkan sebanyak 9 nilai anti korupsi
sebagai berikut :
a. jujur,

51
b. peduli,
c. mandiri,
d. disiplin,
e. tanggung jawab,
f. kerja keras,
g. sederhana,
h. berani,
i. adil

3. Jenis Korupsi
a. Korupsi Transaktif
b. Korupsi Ekstroaktif
c. Korupsi Investif
d. Korupsi Nepotistic
e. Korupsi Autogenic
f. Korupsi Suportif
g. Korupsi Defensiif

4. Tindak Pidana Korupsi


Setiap negara mempunyai undang-undang yang berbeda terkait dengan
TINDAK PIDANA KORUPSI . Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU
20/2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri dari :
a. Kerugian keuangan negara,
b. Suap-menyuap,
c. Pemerasan,
d. Perbuatan Curang,
e. Penggelapan dalam Jabatan,
f. Benturan Kepentingan dalam Pengadaan,
g. Gratifikasi.
Kesadaran anti korupsiyang telah mencapai puncak tertinggi akan
menyentuh spiritual accountability, apalagi ketika menyadari bahwa
dampak korupsi itu tidak sekedar kerugian keuangan negara, namun ada

52
kaitannya dengan kerusakan kehidupan. Sebagai bagian dari warga negara
Indonesia dengan keyakinan akan Ketuhanan Yang Maha Esa, maka
kehidupan akan disadari sebagai 3 episode utama, sebelum kehidupan
dunia, kehidupan dunia sendiri dan kehidupan paska dunia. Penyimpangan
secara sosial terjadi ketika manusia menyimpang atau lupa pada perjanjian
mereka dengan Tuhannya, pada saat di alam Roh (Primordial Covenant).
Mereka yang memiliki kemampuan spiritual accountability akan
selalu ingat pada perjanjian dengan Tuhannya tersebut, yang pada
dasarnya ialah merupakan tujuan hidup, kesadaranbahwa hidup
mereka harus dipertanggungjawabkan .
Spiritual Accountability yang baik akan menghasilkan niat baik,
yang akan menghasilkan visi dan misi yang baik, selanjutnya akan
diterjemahkan dalam usaha yang terbaik untuk mendapatkan hasil terbaik.
Hubungan konsekuensi tersebut idealnya dapat menjamin bahwa pemilik
spiritualaccountability yang baik akan mendorong public accountability
yang baik pula, dan tentunya tidak akan tergerak dan mempunyai niat
sedikit pun untuk membuat kerusakan di muka bumi termasuk didalamnya
adalah melakukan korupsi, sebaliknya justru akan mempunyai niat yang
sangat kuat untuk menghindari korupsi.

2.2 Konsep Kedudukan dan Peran ASNDalam NKRI


2.2.1 Manajemen ASN
ManejemenASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang profesional, memilikinilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan
nepotisme.Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi
pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang
unggul selaras dengan perkembangan jaman.

1. Kedudukan ASN
Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem birokrasi selama
ini dianggapbelumsempurna untuk menciptakan birokrasi yang

53
professional.Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka
konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas. Berikut
beberapa konsep yang ada dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN
a) Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). PNS
merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan, memiliki nomor
induk pegawai secara nasional. Sedangkan PPPK adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan
kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu dalam
rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
b) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi
pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua
golongan dan partai politik. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota
dan/atau pengurus partai politik. Selain itu untuk menjauhkan birokrasi
dari pengaruh partai politik, hai ini dimaksudkan untuk menjamin
keutuhan, kekompakan dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan
segala perhatian, pikiran dan tenaga pada tugasyang dibebankan
kepadanya. Oleh karena itu dalam pembinaan karir pegawai ASN,
khususnya di daerah dilakukan oleh pejabat berwenang yaitu pejabat
karir tertinggi.
c) Kedudukan ASN berada di pusat, daerah dan luar negeri. Namun
demikian pegawai ASN merupakan kesatuan. Kesatuan bagi pegawai
ASN sangat penting, mengingat dengan adanya desentralisasi dan
otonomi daerah, sering terjadinya isu putra daerah yang hampir terjadi
dimana-mana sehingga perkembangan birokrasi menjadi stagnan di
daerah-daerah. Kondisi tersebut merupakan ancaman bagi kesatuan
bangsa.

54
2. Peran ASN
Untuk menjalankan kedudukan pegawai ASN, maka pegawai ASN
berfungsi dan bertugas sebagai berikut
a. Pelaksana kebijakan publik
b. Pelayanan publik
c. Perekat dan pemersatu bangsa

3. Hak dan Kewajiban ASN


Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh
hukum, suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik pribadi
maupun umum.Dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau
layak diterima.Agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan
baik, dapat meningkatkan produktifitas, menjamin kesejahteraan ASN dan
akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak.Hak ASN dan PPPK yang
diatur dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN.
PNS berhak memperoleh:
a. Gaji, tunjangan dan fasilitas;
b. Cuti;
c. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua;
d. Perlindungan; dan
e. Pengembangan kompetensi.
PPPK berhak memperoleh:
a. Gaji dan tunjangan;
b. Cuti;
c. Perlindungan; dan
d. Pengembangan kompetensi.
Selain hak sebagaimana disebutkan di atas, berdasarkan pasal 70
UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa setiap pegawai
ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi.
Berdasarkan Pasal 92 pemerintah juga wajib memberikan perlindungan
berupa:
a. Jaminan kesehatan;

55
b. Jaminan kecelakaan kerja;
c. Jaminan kematian;
d. Bantuan hukum.
Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan yang
bersifat kontraktual. Dengan kata lain, kewajiban adalah suatu yang
sepatutnya diberikan Pegawai ASN berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014
tentang ASN wajib:
a. Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia, dan pemerintah yang sah;
b. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
c. Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat
pemerintah yang berwenang;
d. Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab;
f. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap,
perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di
dalam maupun di luar kedinasan;
g. Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat
mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan
h. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

4. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN


Dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa ASN
sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku.Kode etik
dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan
ASN.Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar pegawai
ASN.

56
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab,
dan berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau
pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam
melaksanakan tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan
kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait
kepentingan kedinasan;
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas,
status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau
mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau
untuk orang lain;
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga
reputasi dan integritas ASN;
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan
mengenai disiplin pegawai ASN.
2.2.2 Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah pemberian layanan atau melayani
keperluan orang atau masyarakat dan/atau organisasi lain yang mempunyai
kepentingan pada organisasi itu, sesuai dengan aturan pokok dan tata cara
yang ditentukan dan ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada
penerima pelayanan.

57
Terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu:
a. Organisasi penyelenggara pelayanan publik;
b. Penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau
organisasi yang berkepentingan;
c. Kepuasan yang diberikan dan/atau diterima oleh penerima
layanan (pelanggan).
Prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan
prima adalah :
1. Partisipatif
Pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
2. Transparan
Pemerintah harus menyediakan akses bagi warga negara
untuk mengetahui segala hal terkait pelayanan publik yang
diselenggarakan .Masyarakat juga harus diberi akses untuk
mempertanyakan dan menyampaikan pengaduan apabila
merasa tidak puas terhadap pelayanan publik pemerintah.
3. Responsif
Pemerintah wajib hadir mendengar dan memenuhi tuntutan
kebutuhan warga negara.Birokrasi wajib hadir
mendengarkan aspirasi dan keinginan masyarakat yang
menduduki posisi sebagai agen pelayanan publik.
4. Tidak Diskriminatif
Tidak ada perbedaan pemberian pelayanan kepada
masyarakat atas dasar perbedaan identitas warga negara.
5. Mudah dan murah
Mudah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan
tersebut masuk akal dan mudah untuk dipahami.Murah
artinya biaya yang diperlukan dapat dijangkau oleh seluruh
warga negara.
6. Efektif dan Efisien

58
Efektif :mampu mewujudkan tujuan yang hendak dicapai
(untuk melaksanakan mandat konstitusi dan mencapai
tujuan strategis negara dalam jangka panjang).
Efisien: cara mewujudkan tujuan dilakukan dengan
prosedur sederhana, tenaga kerja yang sedikit dan baiaya
yang murah.
7. Aksesibel
Pelayanan publik yang harus dapat dijangkau oleh warga
negara yang membutuhkan dalam arti fisik (dekat,
terjangkau dengan kendaraan publik, mudah ditemukan,
dan lain-lain) dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang
terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi.
8. Akuntabel
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat
melalui media publik baik secara cetak maupun elektronik.
9. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan
sebagai alat pelindung kelompok rentan dan mampu
menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika
berhadapan dengan kelompok kuat.
Prinsip- prinsip pelayanan prima antara lain:
a. Responsif terhadap pelanggan/ memahami pelanggan.
b. Membangun visi dan misi pelayanan.
c. Menetapkan standar pelayanan dan ukuran kinerja
pelayanan, sebagai dasar pelayanan.
d. Pemberian pelatihan dan pengembangan pegawai terkait
bagaimana memberikan pelayanan yang baik.
e. Memberikan apresiasi kepada pegawai yang telah
melaksanakan tugas pelayanannya dengan baik.
Selanjutnya dalam pemberian pelayanan hal yang perlu
diperhatikan adalah tentang etiket (sopan santun) pemberi pelayanan.

59
Etiket pelayanan yang harus diperhatikan oleh pegawai ASN terhadap
pengguna jasa pada umumnya adalah sebagai berikut:
1. Sikap/perilaku
2. Ekpresi wajah
3. Penampilan
4. Cara berpakaian
5. Cara berbicara
6. Cara mendengarkan
7. Cara bertanya
Dalam pemberian layanan kepada pengguna jasa ada beberapa
dasar etiket yang seharusnya dilakukan ASN yaitu:
a. Politeness yaitu sikap sopan yang harus diperlihatkan
kepada pihak lain dalam suatu komunikasi.
b. Respectful yaitu sikap menghormati dan menghargai pihak
lain secara baik dan wajar.
c. Attentive yaitu sikap penuh perhatian yang diperlihatkan
kepada pihak lain secara baik dan wajar.
d. Cooperative yaitu sikap suka menolong pihak lain yang
memang membutuhkan pertolongan.
e. Tolerance yaitu sikap tenggang rasa terhadap orang lain
agar dapat diterima, disukai dimana saja kita berada.
f. Informality yaitu sikap ramah yang kita perlihatkan kepada
orang lain, bukan sikap formal atau resmi, melainkan
familiar, akrab dan bersahabat.
g. Self control adalah sikap menguasai diri dan
mengendalikan emosi dalam setiap situasi.
2.2.3 Whole of Government (WOG)
1. Pengertian WOG
WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahanyang
menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan
sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan

60
pelayanan publik. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan
interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan
yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.
Pendekatan WoG ini sudah dikenal dan lama berkembang terutama di
negara-negara Anglo-Saxon seperti Inggris, Australia dan Selandia Baru.
Di Inggris, misalnya, ide WoG dalam mengintegrasikan sektor-sektor ke
dalam satu cara pandang dan sistem sudah dimulai sejak pemerintahan
Partai Buruhnya Tony Blair pada tahun 1990-an dengan gerakan
modernisasi program pemerintahan, dikenal dengan istilah “joined-up
government‟ (Bissessar, 2009; Christensen & L\a egreid, 2006). Di
Australia, WoG dimotori oleh Australian Public Service (APS) dalam
laporannya berjudul Connecting Government: Whole of Government
Responses to Australia's Priority Challenges pada tahun 2015.
Pada dasarnya pendekatan WoG mencoba menjawab pertanyaan klasik
mengenai koordinasi yang sulit terjadi di antara sektor atau kelembagaan
sebagai akibat dari adanya fragmentasi sektor maupun eskalasi regulasi di
tingkat sektor.Sehingga WoG sering kali dipandang sebagai perspektif
baru dalam menerapkan dan memahami koordinasi antar sektor.
Karakteristik pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-
prinsip kolaborasi, kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama, dan mencakup
keseluruhan aktor dari seluruh sektor dalam pemerintahan.

2. Pentingnya WoG
Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mengapa WoG menjadi
dan tumbuh sebagai pendekatan yang mendapatkan perhatian dari
pemerintah.
6. Faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam
mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan
pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang
lebih baik. Selain itu perkembangan teknologi informasi,
situasi dan dinamika kebijakan yang lebih kompleks juga
mendorong pentingnya WoG dalam menyatukan institusi

61
pemerintah sebagai penyelenggara kebijakan dan layanan
publik.
7. Faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan
kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi
antar sektor dalam pembangunan.
8. Khususnya dalam konteks Indonesia, keberagaman latar
belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar
belakang lainnya mendorong adanya potensi disintegrasi
bangsa. Pemerintah sebagai institusi formal berkewajiban
untuk mendorong tumbuhnya nilai-nilai perekat kebangsaan
yang akan menjamin bersatunya elemen-elemen kebangsaan ini
dalam satu frame NKRI.
Dalamhal ini WoG menjadi penting, karena diperlukan sebuah upaya
untuk memahami pentingnya kebersamaan dari seluruh sektor guna
mencapai tujuan bersama. Sikap, perilakudan nilai yang berorientasi sektor
harus dicairkan dan dibangun dalam fondasi kebangsaaan yang lebih
mendasar, yang mendorong adanya semangat persatuan dan kesatuan.

3. Praktek WoG
Terdapat beberapa cara pendekatan WoG yang dapat dilakukan, baik
dari sisi penataan institusi formal maupun informal. Cara-cara ini pernah
dipraktekkan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia dalam level-level
tertentu.

1. Penguatan koordinasi antar lembaga


Penguatan koordinasi dapat dilakukan jika jumlah lembaga-
lembaga yang dikoordinasikan masih terjangkau dan
manageable. Dalam prakteknya, span of control atau rentang
kendali yang rasional akan sangat terbatas. Salah satu
alternatifnya adalah mengurangi jumlah lembaga yang ada
sampai mendekati jumlah yang ideal untuk sebuah koordinasi.

62
2. Membentuk lembaga koordinasi khusus
Pembentukan lembaga terpisah dan permanen yang bertugas
dalam mengkoordinasikan sektor atau kementerian adalah salah
satu cara melakukan WoG. Lembaga koordinasi ini biasanya
diberikan status kelembagaan setingkat lebih tinggi, atau
setidaknya setara dengan kelembagaan yang
dikoordinasikannya.
3. Membentuk gugus tugas
Gugus tugas merupakan bentuk pelembagaan koordinasi yang
dilakukan di luar struktur formal, yang sifatnya tidak
permanen. Pembentukan gugus tugas biasanya menjadi salah
satu cara agar sumber daya yang terlibat dalam koordinasi
tersebut dicabut sementara dari lingkungan formalnya untuk
berkonsentrasi dalam proses koordinasi tadi.
4. Koalisi sosial
Koalisi sosial ini merupakan bentuk informal dari penyatuan
koordinasi antar sektor atau lembaga, tanpa perlu membentuk
pelembagaan khusus dalam

4. Praktek WoG dalam Pelayanan Publik


Praktek WoG dalam pelayanan publik dlakukan dengan menyatukan
seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan publik. Jenis pelayanan
publik yang dikenal yang dapat didekati oleh pendekatan WoG adalah:
1. Pelayanan yang Bersifat Adminisitratif
Pelayanan publik yang menghasilkan berbagai produk
dokumen resmi yang dibutuhkan warga masyarakat. Dokumen
yang dihasilkan bisa meliputi KTP, status kewarganegaraan,
status usaha, surat kepemilikan, atau penguasaan atas barang,
termasuk dokumen-dokumen resmi seperti SIUP, ijin trayek,
ijin usaha, akta, kartu tanda penduduk, sertifikat tanah, dan lain
sebagainya.
2. Pelayanan Jasa

63
Pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk jasa yang
dibutuhkan warga masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan,
ketenagakerjaan, perhubungan, dan lainnya.
3. Pelayanan Barang
Pelayanan yang menghasilkan jenis barang yang dibutuhkan
warga massyarakat, seperti misalnya jalan, perumahan,
jaringan telepon, listrik, air bersih, dan seterusnya.
4. Pelayanan Regulatif
Pelayanan melalui penegakan hukuman dan peraturan
perundang-undangan, maupun kebijakan publik yang mengatur
sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Adapun berdasarkan polanya, pelayanan publik dapat dibedakan
juga dalam 5 (lima) macam pola pelayanan yang masing-masing
diuaraikan sebagaimana berikut ini.
1. Pola Pelayanan Teknis Fungsional
Suatu pola pelayanan publik yang diberikan oleh suatu tugas,
fungsi dan kewenangannya. Pada pola pertama ini pelayanan
yang dilakukan adalah pelayanan sektoral, yang bisa jadi
sifatnya hanya relevan dengan sektor itu, atau menyangkut
pelayanan di sektor lain. WoG dapat dilakukan manakala pola
pelayanan publik ini mempunyai karakter yang sama atau
memiliki keterkaitan antar satu sektor dengan yang lainnya.

2. Pola Pelayanan Satu Atap


Pola pelayanan yang dilakukan secara terpadu pada satu instansi
pemerintah yang bersangkutan sesuai kewenangan masing-
masing. Pola ini memudahkan masyarakat penguna izin untuk
mengurus permohonan izinnya, walaupun belum mengurangi
jumlah rantai birokrasi izinnya.
3. Pola Pelayanan Satu Pintu

64
Merupakan pola pelayanan masyarakat yang diberikan secara
tunggal oleh suatu unit kerja pemerintah berdasarkan
pelimpahan wewenang dari unit kerja pemerintah terkait lainnya
yang bersangkutan. Ini adalah salah satu bentuk kelembagaan
WoG yang lebih utuh, di mana pelayanan publik disatukan
dalam satu unit pelayanan saja, dan rantai izin sudah dipangkas
menjadi 1 (satu) saja.
4. Pola Pelayanan Terpusat
Pelayanan masyarakat yang dilakukan oleh suatu instansi
pemerintah yang bertindak selaku koordinator terhadap
pelayanan instansi pemerintah lainnya yang terkait dengan
bidang pelayanan masyarakat yang bersangkutan. Pola ini mirip
dengan pelayanan satu atap dan pelayanan satu pintu.
Perbedaannya tergantung pada sejauh mana kewenangan
koordinasi yang diberikan kepada koordinator.
5. Pola Pelayanan Elektronik
Pola pelayanan yang paling maju dengan menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi yang merupakan otomasi
dan otomatisasi pemberian layanan yang bersifat elekronik atau
on-line sehingga dapat menyesuaikan diri dengan keinginan dan
kapasitas masyarakat pengguna.

65
66
Tabel 5 Rancangan Aktualisasi
Kegiatan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
No Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Visi Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melaporkan 1. Mengatur jadwal Jadwal ditentukan Penulis mengatur jadwal pertemuan dengan Kegiatan ini sesuai Kegiatan ini akan
program aktualisasi pertemuan pimpinan dan mentor dengan cara dengan misi menguatkan nilai-nilai
kepada pimpinan bermusyawarah dan menggunakan bahasa puskesmas siantan Puskesmas Siantan
yang mudah dipahami (Nasionalisme), dan selatan yaitu : Selatan yaitu:
menunjukkan pribadi yang sopan dan “Bersama kita sehat” Melakukan pelayanan
santun (Etika Publik) Menjadi puskesmas dengan senyum
2. Melakukan pemaparan Rancangan Penulis memaparkan rancangan aktualisasi yang mampu Melayani dengan
rancangan aktualisasi aktualisasi dengan tegas dan penuh tanggung jawab memberikan sepenuh hati
kepada pimpinan dipaparkan (Akuntabilitas), menggunakan tutur pelayanan kesehatan Menciptakan dan
bahasa yang mudah dipahami dasar bermutu, menjaga
(Nasionalisme), sopan, santun (Etika merata, dan keharmonisan
Publik), kegiatan yang dipilih adalah terjangkau” hubungan antar
kegiatan yang diupayakan untuk sesama staff dan
meningkatkan mutu pelayanan (Komitmen pasien
Mutu) Memberikan
3. Meminta izin kepada Izin diperoleh Penulis meminta izin dengan bahasa yang pelayanan kepada
pimpinan untuk sopan dan santun (Etika Publik) masyarakat dengan
melaksanakan kegiatan adil / tidak
aktualisasi membedakan status
sosial
Melakukan pelayanan
berorientasi pada rasa
saling menghormati
dan menghargai
2 Membuat draft 1. Mencari referensi sebagai Data teranalisis Penulis mencari dan menilai data secara Kegiatan ini sesuai Kegiatan ini akan
SOP skrining HIV bahan membuat draft teliti dan bertanggung dengan misi di menguatkan nilai-nilai
pada ibu hamil SOP dan melakukan jawab(Akuntabilitas), jujur dan Puskesmas Siantan Puskesmas Siantan
telaah berintegritas (Etika Publik), professional Selatan Selatan yaitu:
dan tidak memihak (Nasionalisme), “Bersama kita sehat” Melakukan pelayanan
bersungguh-sungguh agar didapatkan hasil Menjadi puskesmas dengan senyum
yang efektif dan efisien (Komitmen Mutu) yang mampu Melayani dengan
serta terhindar dari intervensi kepentingan memberikan sepenuh hati

67
Kegiatan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
No Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Visi Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
pribadi (Anti Korupsi) pelayanan kesehatan Menciptakan dan
2. Menyusun draft SOP Draft SOP Menyusun draft SOP dengan benar dan dasar bermutu, menjaga
skrining HIV pada teliti (Komitmen Mutu), serta penuh rasa merata, dan keharmonisan
ibu hamil tanggung jawab (Akuntabilitas) terjangkau” hubungan antar
3. Melaporkan hasil kepada Draft SOP Penulis menyampaikan hasil yang akurat, sesame staff dan
pimpinan disetujui jujur dan terpercaya (Akuntabilitas) pasien
dengan sopan santun (Etika Publik) dan Memberikan
menggunakan bahasa yang mudah pelayanan kepada
dipahami (Nasionalisme) serta penuh masyarakat dengan
tanggung jawab dan berorientasi pada visi adil / tida
misi puskesmas (Komitmen Mutu) membedakan status
sosial
Melakukan pelayanan
berorientasi pada rasa
saling menghormati
dan menghargai
4. Mencetak draft SOP Hardcopy draft Penulis mencetak draft SOP sesuai dengan Kegiatan ini sesuai Kegiatan ini akan
SOP skrining HIV prosedur yang baik dan benar dengan misi di menguatkan nilai-nilai
pada ibu hamil (Akuntabilitas) agar menghasilkan cetakan Puskesmas Siantan di Puskesmas Siantan
yang menarik dan bermutu (Komitmen Selatan Selatan:
Mutu) “Bersama kita sehat” "Komitmen,
Menjadi puskesmas Integritas,
yang mampu Profesional,
memberikan Responsibility, dan
pelayanan kesehatan Keteladanan”
dasar bermutu,
merata, dan
terjangkau”

3 Membuat leaflet 1. Mencari referensi sebagai Data teranalisis Penulis mencari dan menilai data secara Kegiatan ini sesuai Kegiatan ini akan
skrining HIV pada bahan membuat leaflet teliti dan bertanggung jawab dengan misi di menguatkan nilai-nilai
ibu hamil dan melakukan telaah (Akuntabilitas), jujur dan berintegritas Puskesmas Siantan di Puskesmas Siantan
(Etika Publik), professional dan tidak Selatan Selatan:
memihak (Nasionalisme), bersungguh- “Bersama kita sehat” "Komitmen,
sungguh agar didapatkan hasil yang efektif Menjadi puskesmas Integritas,

68
Kegiatan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
No Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Visi Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
dan efisien (Komitmen Mutu) serta yang mampu Profesional,
terhindar dari intervensi kepentingan memberikan Responsibility, dan
pribadi (Anti Korupsi) pelayanan kesehatan Keteladanan”
2. Mendesign leaflet Leaflet skrining Mendesign leaflet dengan benar,teliti dan dasar bermutu,
HIV pada ibu menarik (Komitmen Mutu), serta penuh merata, dan
hamil rasa tanggung jawab (Akuntabilitas) terjangkau”
3. Melaporkan hasil kepada Leaflet disetujui Penulis menyampaikan hasil yang akurat,
pimpinan jujur dan terpercaya (Akuntabilitas)
dengan sopan santun (Etika Publik) dan
menggunakan bahasa yang mudah
dipahami (Nasionalisme) serta penuh
tanggung jawab dan berorientasi pada visi
misi puskesmas (Komitmen Mutu)

4. Mencetak leaflet Hardcopy leaflet Penulis mencetak leaflet sesuai dengan


sejumlah 20 lembar skrining HIV pada prosedur yang baik dan benar
ibu hamil (Akuntabilitas) agar menghasilkan cetakan
yang menarik dan bermutu (Komitmen
Mutu)
4 Mensosialisasikan 1. Menyiapkan media Power point, draft Penulis mempersiapkan bahan dan media Kegiatan ini sesuai Kegiatan ini akan
draft SOP dan sosialisasi berupa power SOP, leaflet dengan benar dan bersungguh-sungguh dengan misi menguatkan nilai-nilai
leaflet skrining point, draft SOP dan skrining HIV pada (Akuntabilitas) agar didapat hasil yang Puskesmas Siantan di Puskesmas Siantan
HIV pada ibu hamil leaflet serta undangan ibu hamil dan bermutu (Komitmen Mutu) tanpa Selatan yaitu : Selatan:
kepada rekan kerja undangan menimbulkan keborosan (Anti “Bersama kita sehat” "Komitmen,
Keborosan). Menjadi puskesmas Integritas,
2. Mensosialisasikan draft Draft SOP dan Penulis mensosialisaikan draft SOP dan yang mampu Profesional,
SOP dan leaflet skrining leaflet leaflet menggunakan bahasa yang mudah memberikan Responsibility, dan
HIV pada ibu hamil pada tersosialisasi dimengerti, sopan santun (Etika Publik), pelayanan kesehatan Keteladanan”
rekan kerja memberikan kesempatan bertanya hasil dasar bermutu,
kepada rekan kerja tanpa membeda- merata, dan
bedakan satu dengan yang lainnya terjangkau”
(Nasionalisme)
3. Menerima saran dan Saran dan Penulis menerima saran dan masukan dar
masukan dari rekan masukan rekan kerja (Nasionalisme) guna

69
Kegiatan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
No Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Visi Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
kerja teranalisis membangun kerja sama antar pegawai yang
dilandasi keepercayaan dan kejujuran
(Akuntabilitas) secara sopan dan santun
(Etika Publik), menghargai komunikasi
dan kerja sama demi mengutamakan
pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai (Komitmen Mutu)
4. Membuat dokumentasi Dokumentasi dan Penulis membuat dokumentasi dengan
setiap kegiatan absensi kejujuran dan penuh rasa tanggung jawab
sosialisasi (Akuntabilitas)agar dokumentasi yang
dihasilkan dapat dipercaya dan sesuai
dengan kebenarannya (Komitmen Mutu)
5 Pelaksanaan/ 1. Mempersiapkan alat tes Alat tes cepat Penulis mempersiapkan alat tes cepat HIV Kegiatan ini sesuai Kegiatan ini akan
implementasi cepat HIV, reagen dan HIV, reagen dan yang terstandar beserta reagen dengan misi menguatkan nilai-nilai
skrining HIV pada informed consent informed consent (Akuntabilitas) sehingga hasil yang puskesmas siantan di puskesmas siantan
ibu hamil tersedia didapatkan akurat (Komitmen Mutu) selatan yaitu : selatan:
2. Melakukan skrining HIV Ibu hamil Penulis melakukan skrining HIV pada ibu “Bersama kita sehat” "Komitmen,
kepada ibu hamil yang diskrining hamil dengan sopan santun (Etika Publik), Menjadi puskesmas Integritas,
berkunjung tidak membeda-bedakan satu dengan yang yang mampu Profesional,
lainnya (Nasionalisme), jujur dan teliti memberikan Responsibility, dan
dalam melakukan skrining serta dapat pelayanan kesehatan Keteladanan”
mempertaggungjawabkan hasilnya dasar bermutu,
(Akuntabilitas) merata, dan
3. Melakukan penilaian Data hasil Penulis melkukan penilaian hasil sesuai terjangkau”
terhadap hasil skrining skrining HIV pada dengan keadaan di lapangan dan terpercaya
ibu hamil (Akuntabilitas) sesuai dengan prosedur
yng berlaku (Etika Publik), menggunakan
bahasa yang mudh dipahami
(Nasionalisme)
4. Membuat dokumentasi Dokumentasi dan Penulis membuat dokumentasi dengan
pelaksanaan absensi kejujuran dan penuh rasa tanggung jawab
(Akuntabilitas)agar dokumentasi yang
dihasilkan dapat dipercaya dan sesuai
dengan kebenarannya (Komitmen Mutu)

70
Kegiatan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
No Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Visi Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
5 Evaluasi kegiatan 1. Menyusun kuesioner Kuesioner Penulis menyusun kuesioner dar berbagai Kegiatan ini sesuai Kegiatan ini akan
kepuasan pelayanan kepuasan referensi dengan cermat dan teliti dengan misi menguatkan nilai-nilai
skrining HIV pada ibu pelayanan (Akuntabilitas), menggunakan bahasa puskesmas siantan di puskesmas siantan
hamil skrining HIV pada yang mudah dipahami (Nasionalisme) selatan yaitu : selatan:
ibu hamil "Komitmen,
2. Melakukan evaluasi Data kepuasan Penulis melakukan penilaian hasil sesuai “Bersama kita sehat” Integritas,
. pelayanan dengan keadaan di lapangan dan transparan Menjadi puskesmas Profesional,
skrining HIV pada (Akuntabilitas), tidak berorientasi pada yang mampu Responsibility, dan
ibu hamil kepentingan pribadi melainkan pada memberikan Keteladanan”
teranalisis kepuasan pasien (Anti Korupsi) demi pelayanan kesehatan
mencapai visi misi orgnisasi (Komitmen dasar bermutu,
Mutu) merata, dan
3. Melaporkan hasil Hasil evaluasi Penulis menyampaikan hasil yang akurat, terjangkau”
pelaksanaan skrining dilaporkan jujur dan terpercaya (Akuntabilitas)
HIV pada ibu hamil dengan sopan santun (Etika Publik) dan
kepada pimpinan menggunakan bahasa yang mudah
dipahami (Nasionalisme) serta penuh
tanggung jawab dan berorientasi pada visi
misi puskesmas (Komitmen Mutu)

71
Tabel 7Jadwal Kegiatan

JUNI JULI AGUSTUS


2019 2019 2019
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Melaporkan 1. Mengatur jadwal Jadwal ditentukan


program pertemuan
aktualisasi kepada
pimpinan

2. Melakukan Rancangan aktualisasi


pemaparan dipaparkan
rancangan
aktualisasi kepada
pimpinan
3. Meminta izin Izin diperoleh
kepada pimpinan
untuk
melaksanakan
kegiatan
aktualisasi

72
JUNI JULI AGUSTUS
2019 2019 2019
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

2 Membuat draft 1. Mencari referensi Data teranalisis


SOP skrining HIV sebagai bahan
pada ibu hamil membuat draft
SOP dan
melakukan telaah
2. Menyusun draft Draft SOP skrining
SOP HIV pada ibu hamil
3. Melaporkan hasil Draft SOP disetujui
kepada pimpinan
4. Mencetak draft Hardcopy draft SOP
SOP skrining HIV pada ibu
hamil

3 Membuat leaflet 1. Mencari referensi Data teranalisis


skrining HIV pada sebagai bahan
ibu hamil membuat leaflet
dan melakukan

73
JUNI JULI AGUSTUS
2019 2019 2019
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

telaah

2. Mendesign leaflet Leaflet skrining HIV


pada ibu hamil
3. Melaporkan hasil Leaflet disetujui
kepada pimpinan
4. Mencetak leaflet Hardcopy leaflet
sebanyak 20 skrining HIV pada ibu
lembar hamil
4 Mensosialisasikan 1. Menyiapkan Power point, draft
draft SOP dan media sosialisasi SOP, leaflet skrining
leaflet skrining berupa power HIV pada ibu hamil
HIV pada ibu point, draft SOP dan undangan
hamil kepada dan leaflet serta
rekan kerja undangan
2. Mensosialisasikan Draft SOP dan leaflet
draft SOP dan tersosialisasi
leaflet skrining

74
JUNI JULI AGUSTUS
2019 2019 2019
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

HIV pada ibu


hamil pada rekan
kerja
3. Menerima kritik Saran dan kritik
dan saran dari teranalisis
rekan kerja
4. Membuat Dokumentasi dan
dokumentasi absensi
setiap kegiatan
sosialisasi
5 Pelaksanaan/ 1. Mempersiapkan Alat tes cepat HIV
implementasi alat tes cepat HIV, reagen dan lembar
reagen dan lembar informed consent
informed consent
2. Melakukan Ibu hamil diskrining
skrining HIV pada
ibu hamil yang
berkunjung

75
JUNI JULI AGUSTUS
2019 2019 2019
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

3. Melakukan Data hasil skrining


penilaian terhadap HIV pada ibu hamil
hasil skrining

4. Membuat Dokumentasi dan


dokumentasi absensi
pelaksanaan
6 Evaluasi kegiatan 1. Menyusun Kuesioner kepuasan
kuesioner pelayanan skrining
kepuasan HIV pada ibu hamil
pelayanan skrining
HIV pada ibu
hamil
2. Melakukan evaluasi Data kepuasan
pelayanan skrining
HIV pada ibu hamil
teranalisis

76
JUNI JULI AGUSTUS
2019 2019 2019
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

3 Melaporkan hasil Hasil evaluasi


pelaksanaan skrining dilaporkan
HIV pada ibu hamil
kepada pimpinan

77
BAB IV

PENUTUP

VI.1 Kesimpulan

Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara


(ASN) memuat banyak idiom-idiom baru dalam tata kelola pegawai negeri sipil.
PP Nomor 11 Tahun 2017 juga menunjukkan beberapa perubahan yang signifikan
dalam Manajemen Aparatur Sipil Negara, dimana seorang Aparatur Sipil Negara
(ASN ) wajib mengikuti pelatihan dasar pola baru.

Dalam kegiatan aktualisasi ini peserta harus melakukan suatu program di


organisasi tempatnya bekerja dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA yaitu
(Akuntabilitas,Nasionalisme,Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) .
Kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan kreativitas atau sesuai dengan SKP.
Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan di lingkungan organisasi supaya menjadi
tiang terbentuknya pelayanan prima dan menjadi habituasi bagi seluruh pegawai
yang ada di organisasi tersebut.

Semua kegiatan yang dilakukan dalam laporan aktualisasi yaitu penerapan


nilai-nilai dasar ASN (ANEKA),serta mempertimbangkan aspek pelayanan publik
dan tugas kreativitas.Tugas kreativitas adalah tugas yang bersifat baru di dalam
organisasi sebagai hasil inovasi sehingga dapat membantu dalam pencapaian
tujuan organisasi.Tugas SKP adalah tugas yang bersumber dari tugas pokok
(dokter). Berdasarkan analisis core issue yang diambil oleh penulis yaitu “Belum
optimalnya skrining HIV pada ibu hamil di Puskesmas Siantan Selatan”. Materi
diklat yang terkait dengan core issue yang diambil oleh peserta adalah Pelayanan
Publik. Adapun tugas kegiatan yang akan dilakukan bersumber dari SKP dan
tugas kreativitas yaitu :

1. Melaporkan program aktualisasi kepada pimpinan


2. Membuat draft SOP skrining HIV pada ibu hamil
3. Membuat leaflet skrining HIV pada ibu hamil
4. Mensosialisasikan rencana aktualisasi kepada rekan kerja

78
5. Pelaksanaan/ implementasi skrining HIV pada ibu hamil
6. Evaluasi kegiatan

VI.2 Saran

VI.2.1 Bagi Puskesmas Siantan Selatan


Puskesmas Siantan Selatan mendukung dan memfasilitasi segala kegiatan
aktualisasi yang penulis laksanakan sebagai peserta latihan dasar CPNS golongan
IIIKabupaten Kepulauan Anambas, sehingga kegiatan aktualisasi tersebut dapat
tercapai dan menjadi habituasi di lingkungan Puskesmas Siantan Selatan agar
terwujudnya visi dan misi Puskesmas Siantan Selatan.

VI.2.2 Bagi Peserta


Untuk dapat menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti korupsi
(ANEKA) serta mengetahui kedudukan dan peran ASN di NKRI sehingga dapat
menjadi ASN yang bermutu dan berkualitas, mampu menumbuhkan kesadaran
CPNS untuk menghadapi masalah-masalah yang ada pada diri ASN, membentuk
karakter yang baik pada unit kerja sebagai pelayan masyarakat sebagai wujud dari
bela negara, dan dapat menjadi contoh teladan pada saat penempatan yaitu di
Puskesmas Siantan Selatan. Berdasarkan waktu penyelesaian kegiatan saat off
kampus dari tanggal 19 Juni – 24 Agustus 2019.

79
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Habitualisasi : Modul Pelatihan Dasar


Calon PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Akuntabilitas : Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Nasionalisme : Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Etika Publik : Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III.Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Negara Republik Indonesia
Komisi Pemberantasan Korupsi. 2014. Anti Korupsi : Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan III.Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Goverment : Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS.Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Negara
Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen ASN: Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS.Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Negara
Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayan Publik : Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Negara Republik
Indonesi
Setiati S. Alwi I, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi 6. Jakarta:
Internal Publishing; 2014.
Ditjen PP & PL Kemenkes RI [2017]. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia.
Direktor Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
www.spiritia.or.id/Stats/stat2016.xls - Diakses pada 30 Juni 2017.

80
FORM PENGENDALIAN AKTUALISASI

Nama : dr. Suci Eria

NIP : 19921119 2019022004

Unit Kerja : Puskesmas Siantan Selatan

Jabatan : Dokter Ahli Pertama

Isu : Optimalisasi Skrining HIV pada Ibu Hamil di Puskesmas


Siantan Selatan

Penyelesaian
Hari/Tanggal Catatan Coach Paraf
Kegiatan

Sabtu Pencarian isu Scaning isu yang ada di


masukkan di BAB I tempat kerja
28 Juli 2019
Enviromental
Scaning dari kondisi
kantor

Senin Konsultasi BAB II Konsultasi VIA WA


buat narasi secara Group
01 Juli 2019 singkat dan umum
dan kaitkan dengan
isu dari Form AKPK
pilih 3 isu

Rabu Penyelesaian terakhir Pencatatan Penulisan


penyempurnaan BAB Diperbaiki
03 Juli 2019 dan diskusi

81
82
3.3 Hasil Aktualisasi

Tabel 3.3.1 Capaian Kegiatan

Kegiatan / Tahapan Mensosialisasikan Program Aktualisasi Kepada Pimpinan


Kegiatan I 1. Melakukan pertemuan kepada pimpinan puskesmas dan mentor di Instansi terkait (Habituasi)
maksud jelas dan bahasa yang mudah dipahami
2. Melakukan pemaparan maksud dan tujuan
3. Melakukan diskusi dan menyusun rencana aktualisasi bersama dengan pimpinan
4. Membuat jadwal jaga petugas di rekam medis
5. Melakukan observasi jadwal jaga rekam medic
Tanggal Pelaksanaan 15 April s/d 20 April 2019
Deskripsi kegiatan dan Hari/Tanggal : Senin / 15 April 2019
teknik Aktualisasi Melakukan pertemuan kepada pimpinan puskesmas dan mentor di Instansi terkait (Habituasi) maksud
penerapan nilai dasar jelas dan bahasa yang mudah dipahami, dalam mensosialisasikan program aktualisasi (sila 4,
Bermusyawarah) dengan Pimpinan dan mentor penulis menyampaikannya dengan tegas rinci dan jelas
memakai bahasa yang mudah dipahami (Nasionalisme) dan menunjukkan pribadi yang sopan dan santun
(Akuntabilitas, Etika Publik) tujuannya agar rancangan aktualisasi di setujui oleh pimpinan dan jadwal
pertemuan diperoleh

Hari/Tanggal : Selasa/ 16 april 2019


Melakukan pemaparan maksud dan tujuan, dalam Proses penyampaian rancangan aktualisasi merupakan
nilai dari (Akuntabilitas), menggunakan menunjukkan tutur bahasa yang mudah dipahami sopan, santun
(Nasionalisme), kegiatan yang dipilih adalah kegiatan yang diupayakan untuk meningkatkan mutu
pelayanan (Komitmen Mutu) tujuannya Rancangan tersampaikan serta materi terlampir

83
Hari/Tanggal : Kamis/ 18 April 2019
Melakukan diskusi dan menyusun rencana aktualisasi bersama dengan pimpinandalam kegiatan diskusi
penulis mampu bersikap menerima masukan dari teman sejawat, tidak mudah tersinggung terhadap kritik,
(Etika publik, Nasionalisme) tujuannya agar kritik dan saran didapatkan dan kegiatan didukung

Hari/Tanggal : Jumat / 19 April 2019


Membuat jadwal jaga petugas di rekam medis, dalam penyusunan jadwal jaga di rekam medis akan
membuat secara rinci, mampu mempertimbangkan berbagai aspek dan melibatkan tim (Akuntabilitas,
Etika publik, Komitmen mutu, Nasionalisme) tujuannya jadwal disetujui pimpinan dan ditanda tangani
pimpinan dan ditempel.

Hari/Tanggal : Sabtu/ 20 April 2019


Melakukan observasi jadwal jaga rekam medikLaporan yang benar dan bertanggung jawab
(Akuntabuilitas) serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami, (Etika publik, Komitmen mutu,
Nasionalisme)tujuannya perbaikan dan laporan terlampir

Kendala Dalam kegiatan Aktualisasi tahap I ini , Penulis menemukan sedikit kendala untuk mengstur pertemuan
dengan Pimpinan dan mentor karna pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum bulan puasa, Akan tetapi
penulis mendapat dukungan sepenuhnya dengan menggunakan sumber daya yang ada di puskesmas
siantan selatan karena program ini sangat berguna untuk meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas
Siantan Selatan
Nilai nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian Aktualisasi yang berhasil dilakukan behwa pada kegiatan
relevan Mensosialisasikan Program Aktualisasi Kepada Pimpinan terwujud nilai Nasionalisme,
Akuntabilitas,Etika Publik, Komitmen Mutu
Penguatan nilai nilai Kegiatan ini akan menguatkan nilai-nilai Puskesmas Siantan Selatan yaitu : Melakukan pelayanan dengan
organisasi senyum, Melayani dengan sepenuh hati, Menciptakan dan menjaga keharmonisan hubungan antar sesame
staff dan pasien, Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan adil / tida membedakan status social,
Melakukan pelayanan berorientasi pada rasa saling menghormati dan menghargai

84
Out put Mensosialisasikan Program Aktualisasi Kepada Pimpinan terkait dengan rancangan Aktualisasi ini agar
pimpinan mengetahui dan pimpinan menyetujuinya
Manfaat atau hasil Manfaat dari kegiatan ini :
capaian 1. Mendapatkan izin dari pimpinan dan mentor untuk pelaksanaan aktualisasi ini
2. Memperbanyak informasi tentang apa yang harus dilakukan untuk kelancaran aktualisasi ini
3. Jadwal jaga untuk petugas di rekam medis terlampir dan dilaksanakan
4. Mendapatkan kritik, saran dan arahan atas kegiatan yang akan dilaksanakan

85
Kegiatan / Tahapan Telaah SOP tentang pendokumentasian rekam medis
Kegiatan II 1. Melakukan pencarian data SOP pendokumentasian rekam medis
2. Melakukan penilaian SOP, apakah termasuk SOP yang baik dan benar, atau kurang baik
3. Penyampaian hasil kepada pimpinan Puskesmas Siantan Selatan

Tanggal Pelaksanaan
Deskripsi kegiatan dan Hari/Tanggal :
teknik Aktualisasi Melakukan pencarian data SOP pendokumentasian rekam medis, Mencari data secara teliti, terkait
penerapan nilai dasar pengumpulan data dan informasi pada lembar SOP (Akuntabilitas, Integritas) Konsistensi terhadap
kegiatan dan fokus dalam mencari nilai luhur dan keyakinan dalam melakukan pencarian data SOP, (Etika
Publik) Melakukan pencarian SOP dengan sopan di Puskesmas Siantan Selatan, (Komitmen mutu)
Pencarian data dengan bekerja sama dengan pihak Terkait dilakukan dengan pengawasan agar data yang
dihasilkan valid, Pencarian data SOP di Puskesmas Siantan Selatan dan merupakan dasar untuk perbaikan,
dan Hasil dari data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan (Akuntabilitas) tujuannya agar data
mentah terkumpul

Hari/Tanggal :
Melakukan penilaian SOP, apakah termasuk SOP yang baik dan benar, atau kurang baik, Melakukan
penilaian SOP dengan benar dan penuh tanggung jawab (Akuntabilitas) Melakukan penilaian secara benar,
melihat SOP tersebut dengan baik dan teliti. (Komitmen Mutu), Jujur dan berintegritas (Etika Publik)
Profesional dan tidak memihak (Nasionalisme) Melakukan penilaian SOP dengan profesional (Cepat,
tanggap)Penilaian SOP dilakukan dengan tanggap, setelah data mentah terkumpul (Komitmen Mutu)
tujuannya adalah supaya data teranalisis

Hari/Tanggal :
Penyampaian hasil kepada pimpinan Puskesmas Siantan Selatan, Penulis menyampaikan hasil pemilahan
SOP yang sesuai akurat dan update dan terpercaya (Akuntabilitas) berbicara kepada pimpinan secara
sopan santun (Etika Publik) dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, (Nasionalisme) serta penuh

86
tanggung jawab. Menyampaiakan data hasil analisis secara jujur dan Adil (Akuntabilitas)
meyampaikannya kepada pimpinan Hal ini bertujuan agar pimpinan mengetahui program penulis (Etika
Publik) dan diharapkan dapat mengarahkan atau memberi masukan yang baik guna mewujudkan pelayan
yang prima.(Komitmen mutu) Akurat, dan Terpercaya (Komitmen Mutu) tujuannya agar dokumentasi
didapatkan

Kendala Dalam kegiatan Aktualisasi tahap IIini , Penulis tidak mendapat kendala, kegiatan tetap berlanjut dan
didukung sepenuhnya oleh pimpinan.
Nilai nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian Aktualisasi yang berhasil dilakukan behwa pada kegiatan
relevan Mensosialisasikan Program Aktualisasi Kepada Pimpinan terwujud nilai Akuntabilitas, Komitmen mutu,
Etika publik, Nasionalisme,
Penguatan nilai nilai Kegiatan ini akan menguatkan nilai-nilai Puskesmas Siantan Selatan yaitu : Melakukan pelayanan dengan
organisasi senyum, Melayani dengan sepenuh hati, Menciptakan dan menjaga keharmonisan hubungan antar sesame
staff dan pasien, Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan adil / tida membedakan status social,
Melakukan pelayanan berorientasi pada rasa saling menghormati dan menghargai
Out put Telaah SOP tentang pendokumentasian rekam medis terkait dengan rancangan Aktualisasi ini agar
mendapatkan data data yang relevan terhadap pelayanan di Puskesmas Siantan Selatan
Manfaat atau hasil Manfaat dari kegiatan ini :
capaian 1. Memperkaya informasi tentang kendala yang terjadi pada pelaksanaan pengkajian awal pasien
2. Mendapatkan bukti dokumen SOP tentang pelaksanaan pengkajian awal pasien
3. Mendapatkan data data yang valid terkait pelaksanaan pengkajian awal pasien

87
Kegiatan / Tahapan Mensosialisasikan rencana aktualisasi kepada tim kesehatan
Kegiatan III 1. Menyiapkan bahan untuk sosialisai, membuat undangan, membuat power point,
2. Mensosialisasikan Jadwal jaga rekam medis secara baik dan benar
3. Membuat dokumentasi setiap kegiatan sosialisasi
Tanggal Pelaksanaan
Deskripsi kegiatan dan Hari/Tanggal :
teknik Aktualisasi Menyiapkan bahan untuk sosialisai, membuat undangan, membuat power point Mengutamakan
penerapan nilai dasar pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai. berhasil guna (Akuntabilitas), dapat mencapai hasil
sesuai dengan target. Penulis menyusun dan mempersiapkan bahan dengan sungguh-sungguh agar dapat
menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan (Anti Korupsi). Memberikan
layanan kepada publik secara akurat dan bekerja keras dengan berorientasi pada mutu (Komitmen Mutu).
dan Jujur. (Etika Publik) bertujuan untuk Melaksanakan rencana Aktualisasi kepada petugas, dan jadwal jaga
rekam medis tersusun

Hari/Tanggal :
Mensosialisasikan Jadwal jaga rekam medis secara baik dan benar Penulis menyampaikan maksud dan
tujuan dari program yang di rencakan kepada para tenaga kesehtan di puskesmas siantan selatan dengan
penuh percaya diri dan semangat. Untuk membangun kerjasama antar pegawai yang dilandasi kepercayaan
dan kejujuran (Akuntabilitas) Menjalankan tugas secara profesional dengan acuan mau mendengar
pendapat orang lain (Etika Publik) dan menghargai komunikasi dan kerjasama demi mengutamakan
pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai. (Komitmen Mutu) tujuan Jadwal tersosialisasikan

Hari/Tanggal :
Membuat dokumentasi setiap kegiatan sosialisasi Penulis menjalankan fungsi pengawasan secara efektif
dan efisien dalam bekerja.Penulis melaksanakan tugasnya secara jujur demi terlaksanya program yang di
rencanakan ( Akuntabilitas& Etika Publik). Dokumen yang dihasilkan dapat dipercaya dan sesuai serta
dapat di pertanggung jawabkan kebenaranya. Jelas dan tepat waktu (Akuntabilitas). Demi tujuan dan

88
kepentingan bersama antara pegawai harus saling mengingatkan meningkatkan kepedulian akan
lingkungan sekitar dan masyarakat. (komitmen mutu) tujuan Dokumentasi didapatkan, notulen, absensi
foto kegiatan

Kendala Dalam kegiatan Aktualisasi tahap III ini , Penulis tidak mendapatkan kendala kegiatan berjalan lancar
Nilai nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian Aktualisasi yang berhasil dilakukan behwa pada kegiatan
relevan Mensosialisasikan rencana aktualisasi kepada tim kesehatanterwujud nilai Akuntabilitas, Anti korupsi,
Komitmen mutu, Etika publik,
Penguatan nilai nilai Kegiatan ini akan menguatkan nilai-nilai Puskesmas Siantan Selatan yaitu : Melakukan pelayanan dengan
organisasi senyum, Melayani dengan sepenuh hati, Menciptakan dan menjaga keharmonisan hubungan antar sesama
staff dan pasien, Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan adil / tidak membedakan status sosial,
Melakukan pelayanan berorientasi pada rasa saling menghormati dan menghargai
Out put Rancangan Aktualisasi tersosialisasikan kepada seluruh staff pegawai puskesmas siantan Selatan jadwal
jaga RM tersusun serta tersosialisasikan kepada petugas dan dapat dilaksanakan
Manfaat atau hasil Manfaat dari kegiatan ini :
capaian 1. Memberikan gambaran secara detail kepada tim kesehatan dipuskesmas siantan selatan
2. Maksud dan tujuan rancangan Aktualisasi dapat diterima oleh tim kesehatan dan kegiatan
didukung sepenuhnya
3. Jadwal jaga RM untuk tim kesehatan diketahui dan dilaksanakan
4. Memberikan kesempatan kepada rekan kerja untuk berkomunikasi sacara 2 arah
5. Mendapatkan saran dan arahan yang mendukung untuk kegiatan yang akan dialkukan

89
Kegiatan / Tahapan Pelaksanaan/ implementasi pengkajian awal
Kegiatan IV 1. Mempersiapkan formulir pengkajian awal
2. Pelaksanaan pengkajian awal oleh petugas kepada pasien
3. Mengumpulkan hasil pencatatan pengkajian awal kepada pasien
Tanggal Pelaksanaan
Deskripsi kegiatan dan Hari/Tanggal :
teknik Aktualisasi Mempersiapkan formulir pengkajian awal Penulis mempersiapkan formulir dengan baik, secara up to date,
penerapan nilai dasar tidak mengarang sesuai dengan standart SOP yang sudah ada (Akuntabilitas,Komitmen mutu) bertujuan
untuk mempersiapkan formulir yang harus diisi

Hari/Tanggal :
Pelaksanaan pengkajian awal oleh petugas kepada pasien Menerapkan nilai keterbukaan dan jujur (Etika
Publik) bertanggung jawab (Akuntabilitas), tidak membuat penilaian yang salah tapi berdasarkan data
yang ada yang sudah dikumpulkan (Akuntabilitas,Komitmen Mutu) bertujuan agar kegiatan terlaksana dan
memberikan dampak yang positif terhadap pelayanan

Hari/Tanggal :
Mengumpulkan hasil pencatatan pengkajian awal kepada pasienDalam hal ini penulis menerapkan
pencatatan dan pelaporan sesuai dengan data yang di kumpulkan secara bertanggung jawab,
(Akuntabilitas) akurat dan tepat sasaran (Komitmen Mutu) bertujuan untuk mencari data yang terkait
dengan pelaksanaan aktualisasi

Kendala Dalam kegiatan Aktualisasi tahap IVini, penulis tidak mendapat kendala yang berat tetapi kegiatan ini
tergantung dari jumlah pasien yang berkunjung karna mengingat bulan puasa yang minat berobat pasien
kurang
Nilai nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian Aktualisasi yang berhasil dilakukan behwa pada kegiatan Mempersiapkan
relevan formulir pengkajian awal terwujud nilai Akuntabilitas, Komitmen mutu, Etika publik
Penguatan nilai nilai Kegiatan ini akan menguatkan nilai-nilai Puskesmas Siantan Selatan yaitu : Melakukan pelayanan dengan

90
organisasi senyum, Melayani dengan sepenuh hati, Menciptakan dan menjaga keharmonisan hubungan antar sesama
staff dan pasien, Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan adil / tidak membedakan status sosial,
Melakukan pelayanan berorientasi pada rasa saling menghormati dan menghargai
Out put Dalam kegiatan ini penulis mempersiapkan formulir pengkajian awal pada pasien dengan format yang
sudah ada sesuai dengan SOP, jadwal jaga RM tersusun melakukan penilaian terhadap pelaksanaannya
serta dari hasil penilaian mendapatkan data data yang relevan, akurat dan tepat sasaran
Manfaat atau hasil Manfaat dari kegiatan ini :
capaian 1. Mendapatkan formulir yang sudah tersedia dan sesuai dengan SOP
2. Melaksanakan kegiatan pengkajian awal pasien sesuai SOP
3. Mendapatkan informasi yang relevan,akurat,tepat sasaran karna langsung diambil dari laporan
kunjungan pasien

Kegiatan / Tahapan Pelaksanaan/ implementasi pengkajian awal


Kegiatan IV 1. Mempersiapkan formulir pengkajian awal
2. Pelaksanaan pengkajian awal oleh petugas kepada pasien
3. Mengumpulkan hasil pencatatan pengkajian awal kepada pasien
Tanggal Pelaksanaan
Deskripsi kegiatan dan Hari/Tanggal :
teknik Aktualisasi Mempersiapkan formulir pengkajian awal Penulis mempersiapkan formulir dengan baik, secara up to date,
penerapan nilai dasar tidak mengarang sesuai dengan standart SOP yang sudah ada (Akuntabilitas, Komitmen mutu) bertujuan
Data hasil evaluasi dan kesimpulan di dapatkan secara baik, up to date,tidak mengarang dengan standart
SOP

Hari/Tanggal :
Pelaksanaan pengkajian awal oleh petugas kepada pasien Menerapkan nilai keterbukaan dan jujur (Etika
Publik) bertanggung jawab (Akuntabilitas), tidak membuat penilaian yang salah tapi berdasarkan data
yang ada yang sudah dikumpulkan (Akuntabilitas,Komitmen Mutu) bertujuan agarHasil terlaporkan

91
Hari/Tanggal :
Mengumpulkan hasil pencatatan pengkajian awal kepada pasien Dalam hal ini penulis menerapkan
pencatatan dan pelaporan sesuai dengan data yang di kumpulkan secara bertanggung jawab,
(Akuntabilitas) akurat dan tepat sasaran (Komitmen Mutu) bertujuan mendapatkan Feed back, saran dan
masukkan tentang pelaksanaan pendokumentasian pengkajian awal

Kendala Dalam kegiatan Aktualisasi tahap IV ini, penulis tidak mendapat kendala yang berat tetapi kegiatan ini
tergantung dari jumlah pasien yang berkunjung karna mengingat bulan puasa yang minat berobat pasien
kurang
Nilai nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian Aktualisasi yang berhasil dilakukan behwa pada kegiatan Mempersiapkan
relevan formulir pengkajian awal terwujud nilai Akuntabilitas, Komitmen mutu, Etika publik
Penguatan nilai nilai Kegiatan ini akan menguatkan nilai-nilai Puskesmas Siantan Selatan yaitu : Melakukan pelayanan dengan
organisasi senyum, Melayani dengan sepenuh hati, Menciptakan dan menjaga keharmonisan hubungan antar sesama
staff dan pasien, Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan adil / tidak membedakan status sosial,
Melakukan pelayanan berorientasi pada rasa saling menghormati dan menghargai
Out put Dalam kegiatan ini penulis mempersiapkan formulir pengkajian awal pada pasien dengan format yang
sudah ada sesuai dengan SOP, melakukan penilaian terhadap pelaksanaannya serta dari hasil penilaian
mendapatkan data data yang relevan, akurat dan tepat sasaran
Manfaat atau hasil Manfaat dari kegiatan ini :
capaian 1. Mendapatkan formulir yang sudah tersedia dan sesuai dengan SOP
2. Melaksanakan kegiatan pengkajian awal pasien sesuai SOP
3. Mendapatkan informasi yang relevan,akurat,tepat sasaran karna langsung diambil dari laporan
kunjungan pasien

92
Kegiatan / Tahapan Evaluasi kegiatan
Kegiatan V 1. Mengevaluasi dan menyimpulkan hasil tentang pelaksanaan pendokumentasian pengkajian awal
kepada pasien
2. Melaporkan hasil tentang pelaksanaan pendokumentasian pengkajian awal kepada pasien kepada
pimpinan
3. Saran dan Masukkan tentang pelaksanaan pendokumentasian pengkajian awal kepada pasien dari
pimpinan
Tanggal Pelaksanaan
Deskripsi kegiatan dan Hari/Tanggal :
teknik Aktualisasi Mengevaluasi dan menyimpulkan hasil tentang pelaksanaan pendokumentasian pengkajian awal kepada
penerapan nilai dasar pasien Dalam mengevaluasi dan menyimpulkan penulis mengedepankan kehati hatian agar data yang
didapat sesuai dengan keadaan dilapangan (Komitmen mutu)

Hari/Tanggal :
Melaporkan hasil tentang pelaksanaan pendokumentasian pengkajian awal kepada pasien kepada
pimpinankesimpulan yang sesuai dengan keadaan dilapangan dan terpercaya (Akuntabilitas) berbicara
kepada pimpinan secara sopan dan santun (Etika Publik) menggunakan bahasa yang mudah dipahami,
(Nasionalisme) serta penuh tanggung jawab. Menyampaiakan data hasil analisis secara jujur dan Adil
(Akuntabilitas) meyampaikannya kepada pimpinan, Hal ini bertujuan agar pimpinan mengetahui hasil
pelaksanaan (Etika Publik) dan diharapkan dapat mengarahkan atau memberi masukan yang baik guna
mewujudkan pelayan yang prima.(Komitmen mutu) Akurat, dan Terpercaya (Komitmen Mutu)

Hari/Tanggal :
Saran dan Masukkan tentang pelaksanaan pendokumentasian pengkajian awal kepada pasien dari
pimpinan Menerima Masukkan dan Kritikan dari pimpinan dengan sungguh sungguh mendengarkan
dengan seksama dan tidak terlalu banyak bicara (Etika Publik)

Kendala Dalam kegiatan Aktualisasi tahap V ini, penulis tidak mendapat kendala pada pelaksanaannya kegiatan ini

93
juga didukung oleh seluruh tim kesehatan
Nilai nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian Aktualisasi yang berhasil dilakukan behwa pada kegiatan Evaluasi ini
relevan terwujud nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Komitmen mutu, Etika publik
Penguatan nilai nilai Kegiatan ini akan menguatkan nilai-nilai Puskesmas Siantan Selatan yaitu : Melakukan pelayanan dengan
organisasi senyum, Melayani dengan sepenuh hati, Menciptakan dan menjaga keharmonisan hubungan antar sesama
staff dan pasien, Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan adil / tidak membedakan status sosial,
Melakukan pelayanan berorientasi pada rasa saling menghormati dan menghargai
Out put Dalam kegiatan ini penulis mempersiapkan formulir pengkajian awal pada pasien, mendapatkandata hasil
evaluasi dan kesimpulan
Manfaat atau hasil Manfaat dari kegiatan ini :
capaian 1. Mendapatkan data data yang sudah terkumpul dan dapat di evaluasi sesuai dengan rancangan yang
sudah disusun
2. Mendapatkan fead back dari tim kesehatan tentang pelaksanaan evaluasi yang telah dilakukan
3. Dari informasi dan data yang didapat, menjadi acuan untuk pelaksanaan kegiatan pengkajian awal
pada pasien yang sesuai dengan SOP
4. Sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam kemajuan hasil akhir aktualisasi

94
LAMPIRAN DOKUMENTASI HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI

LAMPIRAN KEGIATAN I

JudulKegiatan :Mensosialisasikan program aktualisasi kepada pimpinan


Dokumentasi tahapan kegiatan Tanggal
No Tahapan kegiatan
Output Proses Output Hasil Pelaksanaan
1 Melakukan Sosialisai pada pimpinan dan mentor Disetujui oleh pimpinan dan Jadwal
pertemuan pertemuan diperoleh
kepadapimpinan
puskesmas dan
mentor di Instansi
terkait (Habituasi)
maksud jelas dan
bahasa yng mudah
dipahami

95
2 Melakukan Pemaparan maksud dan tujuan Rancangan tersampaikan serta materi
pemaparan terlampir
maksud dan tujuan

96
3 Melakukan Diskusi bersama staf dan pimpinan Kritik dan saran didapatkan,Kegiatan
diskusi dan didukung
menyusun rencana
aktualisasi
bersama dengan
pimpinan

97
4 Membuat jadwal Membuat jadwal jaga Jadwal disetujui pimpinan dan ditanda
jaga petugas di tangani pimpinan dan ditempel
rekam medis

98
5 Melakukan Observasi jadwal jaga bersama ketua Laporan terlampir
observasi jadwal pokja ADMEN
jaga rekam medik

99
LAMPIRAN KEGIATAN II

JudulKegiatan : Telaah SOP tentang pendokumentasian rekam medis


Dokumentasi tahapan kegiatan Tanggal
No Tahapan kegiatan
Output Proses Output Hasil Pelaksanaan
1 Melakukan Melakukan pencarian SOP Data mentah terkumpul
pencarian data
SOP
pendokumentasia
n rekam medis

100
2 Melakukan Penilaian SOP Data teranalisis
penilaian SOP,
apakah termasuk
SOP yang baik
dan benar, atau
kurang baik

101
3 Penyampaian Laporan hasil Dokumentasi didapatkan
hasil kepada
pimpinan
Puskesmas
Siantan Selatan

102
LAMPIRAN KEGIATAN III

JudulKegiatan : Mensosialisasikan rencana aktualisasi kepada tim kesehatan


Dokumentasi tahapan kegiatan Tanggal
No Tahapan kegiatan
Output Proses Output Hasil Pelaksanaan
1 Menyiapkan Membuat undangan untuk sosialisasi Melaksanakan rencana Aktualisasi kepada
bahan untuk petugas, jadwal jaga rekam medis tersusun
sosialisai,
membuat
undangan,
membuat power
point,

Proses pembuatan power point

103
2 Mensosialisasikan Sosialisasi jadwal jaga RM Jadwal tersosialisasikan
Jadwal jaga
rekam medis
secara baik dan
benar

104
3 Membuat Menyiapkan Dokumentasi kegiatan Dokumentasi didapatkan, notulen, absensi
dokumentasi foto kegiatan
setiap kegiatan
sosialisasi

105
LAMPIRAN KEGIATAN IV

Judul Kegiatan : Pelaksanaan/ implementasi pengkajian awal


Dokumentasi tahapan kegiatan Tanggal
No Tahapan kegiatan
Output Proses Output Hasil Pelaksanaan
1 Mempersiapkan Menyiapkan formulir Formulir tersedia
formulir
pengkajian awal

106
2 Pelaksanaan Mengisi form Penilaian dilaksanakan
pengkajian awal
oleh petugas
kepada pasien

107
3 Mengumpulkan Mengumpulkan hasil pencatatan Data didapat secara akurat dan tepat
hasil pencatatan sasaran
pengkajian awal
kepada pasien

108
LAMPIRAN KEGIATAN V

Judul Kegiatan : Evaluasi kegiatan


Dokumentasi tahapan kegiatan Tanggal
No Tahapan kegiatan
Output Proses Output Hasil Pelaksanaan
1 Mengevaluasi dan Evaluasi bersama mentor Data hasil evaluasi dan kesimpulan di
menyimpulkan dapatkan
hasil tentang
pelaksanaan
pendokumentasian
pengkajian awal
kepada pasien

109
2 Melaporkan hasil Melaporkan hasil pada pimpinan Hasil terlaporkan
tentang
pelaksanaan
pendokumentasian
pengkajian awal
kepada pasien,
kepada pimpinan

110
3 Saran dan Meminta saran kepada pimpinan dan Feed back saran dan masukkan
Masukkan tentang mentor
pelaksanaan
pendokumentasian
pengkajian awal
kepada pasien dari
pimpinan

111
FORM PENGENDALIAN AKTUALISASI

Nama : Azhar AMK


NIP : 19880821 201902 1 002
Unit Kerja : Puskesmas Siantan Selatan
Jabatan : Perawat Terampil
Isu : Belum optimalnya pendokumentasian pengkajian awal
rekam medis di poli umum Puskesmas Siantan Selatan

Kegiatan I : Mensosialisasikan Program Aktualisasi Kepada Pimpinan


Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Paraf
Tanggal
Tahapan Kegiatan
1. Melakukan pertemuan kepada
pimpinan puskesmas dan
mentor di Instansi terkait
(Habituasi) maksud jelas dan
bahasa yang mudah dipahami
2. Melakukan pemaparan maksud
dan tujuan
3. Melakukan diskusi dan
menyusun rencana aktualisasi
bersama dengan pimpinan
4. Membuat jadwal jaga petugas di
rekam medis
5. Melakukan observasi jadwal
jaga rekam medik
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Mensosialisasikan Program
Aktualisasi Kepada Pimpinan
terkait dengan rancangan
Aktualisasi ini agar pimpinan
mengetahui dan pimpinan
menyetujuinya
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujud nilai Nasionalisme,
Akuntabilitas, Etika Publik,
Komitmen Mutu
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan

112
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

113
Kegiatan II : Telaah SOP tentang pendokumentasian rekam medis
Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Paraf
Tanggal
Tahapan kegiatan
- Melakukan pencarian data SOP
pendokumentasian rekam medis
- Melakukan penilaian SOP,
apakah termasuk SOP yang baik
dan benar, atau kurang baik
- Penyampaian hasil kepada
pimpinan Puskesmas Siantan
Selatan
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Telaah SOP tentang
pendokumentasian rekam
medis terkait dengan
rancangan Aktualisasi ini
agar mendapatkan data data
yang relevan terhadap
pelayanan di Puskesmas
Siantan Selatan
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujudnya nilai
Akuntabilitas, Komitmen mutu,
Etika publik, Nasionalisme,
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

114
Kegiatan III : Mensosialisasikan rencana aktualisasi kepada tim kesehatan

Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Paraf


Tanggal
Tahapan kegiatan
1. Menyiapkan bahan untuk
sosialisai, membuat undangan,
membuat power point,
2. Mensosialisasikan Jadwal jaga
rekam medis secara baik dan
benar
3. Membuat dokumentasi setiap
kegiatan sosialisasi
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Rancangan Aktualisasi
tersosialisasikan kepada seluruh
staff pegawai puskesmas siantan
Selatan jadwal jaga RM
tersusun serta tersosialisasikan
kepada petugas dan dapat
dilaksanakan
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujud nilai Akuntabilitas,
Komitmen mutu, Etika publik,
Nasionalisme,
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

115
Kegiatan IV : Pelaksanaan/ implementasi pengkajian awal

Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Paraf


Tanggal
Tahapan kegiatan
1. Menyiapkan bahan untuk
sosialisai, membuat undangan,
membuat power point,
2. Mensosialisasikan Jadwal jaga
rekam medis secara baik dan
benar
3. Membuat dokumentasi setiap
kegiatan sosialisasi
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Dalam kegiatan ini penulis
mempersiapkan formulir
pengkajian awal pada pasien,
mendapatkan data hasil evaluasi
dan kesimpulan
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujud nilai Akuntabilitas,
Komitmen mutu, Etika
publik, Nasionalisme
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

116
Kegiatan V : Evaluasi kegiatan

Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Paraf


Tanggal
Tahapan kegiatan
1. Mengevaluasi dan
menyimpulkan hasil tentang
pelaksanaan pendokumentasian
pengkajian awal kepada pasien
2. Melaporkan hasil tentang
pelaksanaan pendokumentasian
pengkajian awal kepada pasien
kepada pimpinan
3. Saran dan Masukkan tentang
pelaksanaan pendokumentasian
pengkajian awal kepada pasien
dari pimpinan
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Dalam kegiatan ini penulis
mempersiapkan formulir
pengkajian awal pada pasien,
mendapatkan data hasil evaluasi
dan kesimpulan
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujud nilai Akuntabilitas,
Komitmen mutu, Etika
publik
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

117
FORM PENGENDALIAN AKTUALISASI

Nama : Azhar AMK


NIP : 19880821 201902 1 002
Unit Kerja : Puskesmas Siantan Selatan
Jabatan : Perawat Terampil
Isu : Belum optimalnya pendokumentasian pengkajian awal
rekam medis di poli umum Puskesmas Siantan Selatan

Kegiatan I : Mensosialisasikan Program Aktualisasi Kepada Pimpinan


Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf
Tanggal
Tahapan Kegiatan
1. Melakukan pertemuan kepada
pimpinan puskesmas dan
mentor di Instansi terkait
(Habituasi) maksud jelas dan
bahasa yang mudah dipahami
2. Melakukan pemaparan maksud
dan tujuan
3. Melakukan diskusi dan
menyusun rencana aktualisasi
bersama dengan pimpinan
4. Membuat jadwal jaga petugas di
rekam medis
5. Melakukan observasi jadwal
jaga rekam medik
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Mensosialisasikan Program
Aktualisasi Kepada Pimpinan
terkait dengan rancangan
Aktualisasi ini agar pimpinan
mengetahui dan pimpinan
menyetujuinya
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujud nilai Nasionalisme,
Akuntabilitas, Etika Publik,
Komitmen Mutu
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan

118
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

119
Kegiatan II : Telaah SOP tentang pendokumentasian rekam medis
Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf
Tanggal
Tahapan kegiatan
1. Melakukan pencarian data SOP
pendokumentasian rekam medis
2. Melakukan penilaian SOP,
apakah termasuk SOP yang baik
dan benar, atau kurang baik
3. Penyampaian hasil kepada
pimpinan Puskesmas Siantan
Selatan
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Telaah SOP tentang
pendokumentasian rekam
medis terkait dengan
rancangan Aktualisasi ini
agar mendapatkan data data
yang relevan terhadap
pelayanan di Puskesmas
Siantan Selatan
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujudnya nilai
Akuntabilitas, Komitmen mutu,
Etika publik, Nasionalisme,
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

120
Kegiatan III : Mensosialisasikan rencana aktualisasi kepada tim kesehatan

Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf


Tanggal
Tahapan kegiatan
1. Menyiapkan bahan untuk
sosialisai, membuat undangan,
membuat power point,
2. Mensosialisasikan Jadwal jaga
rekam medis secara baik dan
benar
3. Membuat dokumentasi setiap
kegiatan sosialisasi
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Rancangan Aktualisasi
tersosialisasikan kepada seluruh
staff pegawai puskesmas siantan
Selatan jadwal jaga RM
tersusun serta tersosialisasikan
kepada petugas dan dapat
dilaksanakan
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujud nilai Akuntabilitas,
Komitmen mutu, Etika publik,
Nasionalisme,
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

121
Kegiatan IV : Pelaksanaan/ implementasi pengkajian awal

Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf


Tanggal
Tahapan kegiatan
1. Menyiapkan bahan untuk
sosialisai, membuat undangan,
membuat power point,
2. Mensosialisasikan Jadwal jaga
rekam medis secara baik dan
benar
3. Membuat dokumentasi setiap
kegiatan sosialisasi
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Dalam kegiatan ini penulis
mempersiapkan formulir
pengkajian awal pada pasien,
mendapatkan data hasil evaluasi
dan kesimpulan
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujud nilai Akuntabilitas,
Komitmen mutu, Etika
publik, Nasionalisme
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

122
Kegiatan V : Evaluasi kegiatan

Hari/ Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf


Tanggal
Tahapan kegiatan
1. Mengevaluasi dan
menyimpulkan hasil tentang
pelaksanaan pendokumentasian
pengkajian awal kepada pasien
2. Melaporkan hasil tentang
pelaksanaan pendokumentasian
pengkajian awal kepada pasien
kepada pimpinan
3. Saran dan Masukkan tentang
pelaksanaan pendokumentasian
pengkajian awal kepada pasien
dari pimpinan
Out put kegiatan terhadap
pemecahan isu
- Dalam kegiatan ini penulis
mempersiapkan formulir
pengkajian awal pada pasien,
mendapatkan data hasil evaluasi
dan kesimpulan
Keterkaitan substansi mata
pelatihan
- Terwujud nilai Akuntabilitas,
Komitmen mutu, Etika
publik
Penguatan nilai organisasi
- Melakukan pelayanan dengan
senyum, Melayani dengan
sepenuh hati, Menciptakan dan
menjaga keharmonisan
hubungan antar sesame staff
dan pasien, Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
dengan adil / tida membedakan
status social, Melakukan
pelayanan berorientasi pada rasa
saling menghormati dan
menghargai

123