Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya
ucapkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
karunia dan inayah-Nya kepada saya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah
tentang “PEMANASAN GLOBAL”.
Makalah ilmiah ini telah saya susun dengan se-maksimal dan sebaik mungkin. Dalam
menyusun makalah ilmiah ini saya mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat, penulisan maupun tata bahasanya. Oleh karena itu saya dengan
terbuka menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ilmiah ini menjadi lebih baik lagi.
Akhir kata saya berharap semoga makalah ilmiah tentang “PEMANASAN GLOBAL”
ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi masyarakat, atau para pembaca. Sekali
lagi saya ucapkan terima kasih.

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................


DAFTAR ISI.............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................
A. Latar Belakang ...............................................................................................
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................
C. Tujuan ............................................................................................................
D. Manfaat ..........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................
A. Pengertian ......................................................................................................
B. Penyebab ........................................................................................................
C. Dampak ..........................................................................................................
D. Cara Menanggulangi ......................................................................................
BAB 111 PENUTUP ................................................................................................
A. Kesimpulan ....................................................................................................
B. Saran ..............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akhir-akhir muncul berbagai pemberitaan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik
tentang peristiwa alam yang sering terjadi. Peristiwa alam itu terjadi hampir di seluruh wilayah
tanah air kita, mulai dari badai topan, air laut pasang yang menyebabkan banjir di daerah-
daerah yang dekat dengan pantai, curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan banjir, angin
puting beliung yang merobohkan rumah-rumah warga, dan masih benyak peristiwa-peristiwa
alam lainnya yang menyebabkan sebagian besar warga merasa resah. Oleh karena itu,
pemerintah menyebutnya sebagai bencana nasional dan juga merupakan bencana internasional,
karena peristiwa tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga terjadi di
mancanegara. Peristiwa-peristiwa alam tersebut diyakini sebagai dampak dari adanya
pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim dunia.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu pemanasan global?


2. Apakah penyebab dari pemanasan global yang sedang terjadi di permukaan bumi ini?
3. Apakah dampak akibat pemanasan global bagi kehidupan di bumi?
4. Bagaimana cara mengurangi pemanasan global di muka bumi ini?

C. Tujuan

1. Menjelaskan apa itu pemanasan global


2. Mengungkap hal-hal yang menyebabkan pemanasan global di muka bumi.
3. Mengungkap dampak negatif akibat pemanasan global bagi kehidupan di bumi.
4. Memaparkan cara-cara untuk mengurangi terjadinya pemanasan global di muka bumi.

D. Manfaat
Makalah ini bermanfaat bagi pembaca untuk mengetahui dan memahami apa itu pemanasan
global, penyebab terjadinya pemanasan global, dampak yang ditimbulkan bagi kehidupan di
bumi serta hal-hal yang harus dilakukan untuk mengurangi terjadinya pemanasan global di
muka bumi.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut,
dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F)
selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan
bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-
20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas
manusia" melalui efek rumah kaca.

B. PENYEBAB
1. Meningkatnya gas karbon monoksida dari kendaraan bermotor
Penyebab pemanasan global ini disebabkan oleh aktivitas manusia sendiri, semakin padat
nya penduduk yang ada di seluruh dunia dan populasi manusia terus bertamabah maka
jumlah kendaraan bermotor juga akan selalu bertambah..

Efek kendaraan bermotor sangat berpengaruh bagi pemanasan global karena gas yang
dikeluarkan oleh kendaraan bermotor adalah gas karbon monoksida yang sangat berbahaya
bagi kesehatan manusia serta gas karbon monoksida juga menyebabkan efek rumah kaca.

2. Efek rumah kaca


Penyebab efek rumah kaca adalah akibat efek panas yang dipantulkan ke permukaan
bumi yang terperangkap oleh gas-gas yang ada di lapisan atmosfer sehingga mengalami
pemberhentian dan tidak dapat diteruskan kembali ke luar angkasa dan akibatnya akan panas
cahaya matahari tersebut akan dipantulkan kembali ke permukaan bumi.

Efek rumah kaca juga memberikan manfaat bagi bumi serta makhluk hidup yang ada di
bumi, namun jika pemanasan global terlalu berlebihan akan mengakibatkan efek yang tidak
baik bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi.

3. Gas buang dari industri


Gas buang dari industri adalah penyebab efek rumah kaca yang berpengaruh juga
dengan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan pencemaran udara yang
disebabkan oleh asap pabrik yang berlebihan, karena asap pabrik mengeluarkan gas berupa
karbondioksida, karbon monoksida, gas metana dan yang lainnya.

4. Penggunaan CFC yang tidak terkontrol


CFC adalah Cloro Four Carbon adalah penyebab pemanasan global yang sifatnya
masih bisa ditangani, CFC merupakan bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan
lalu digunakan sebagai memproduksi peralatan rumah tangga. CFC biasanya terdapat pada
kulkas dan AC yang menimbulkan pemanasan global.

4
5. Luas hutan yang semakin menurun
Luas hutan yang semakin menurun juga menyebabkan pemanasan global, karena
seringnya ada pembakaran hutan yang secara liar membuat lahan hutan semakin berkurang.
Karena hutan yang berperan penting sekali unutk makhluk hidup, hutan merupakan paru-paru
dunia.

Efek hutan yang semakin berkurang adalah cuaca semakin memburuk karena tidak ada
yang membantu karbondioksida menjadi oksigen, pernafasan pun menjadi terganggu karena
cuaca yang kurangnya masukan oksigen sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran
udara.

6. Polusi kendaraan dari bahan bakar bensin


Kendaraan yang ada di seluruh dunia sangat memberikan pengaruh besar dalam
pemanasan global, karena kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyalk seperti mobil,
motor dan kendaraan yang lainnya hasil dari pembuangannya akan menghasilkan gas
karbondioksida yang berlebihan.

Nah gas karbondioksida inilah yang berpengaruh sekali dalam pemanasan global
karena karbondioksida merupakan gas yang menangkap cahaya panas sehingga tidak bisa di
salurkan lagi ke luar angkasa. Pengaruhnya memberikan dampak tidak baik bagi kesehatan
karena banyaknya polusi di lingkungan yang penduduknya mayoritas tinggal di pinggir jalan
raya.

7. Boros nya pemakaian listrik


Boros menggunakan listrik juga dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Karena adanya penguapan pada listrik jika listrik terlalu sering digunakan. Seharusnya
pemakaian listrik digunakan secara efisien sesuai dengan keperluan sehingga tidak
menyebabkan pemanasan global, walaupun tidak terlalu berpengaruh namun bisa
menambah gas karbondioksida sehingga cepat terjadinya pemanasan global.

Tak heran di sepanjang jalan pernah kita lihat ada kampanye di tv atau di jalanan yang
menghimbau untuk hemat listrik. Karena walaupun sedikit pengaruhnya jika semakin banyak
justru akan merusak lingkungan sekitar dan merugikan diri sendiri membuat lingkungan
sekitar menjadi tercemar.

8. Polusi metana oleh pertanian, perkebunan, dan peternakan


Gas metana merupakan gas yang menyebabkan pemanasan global, gas ini sangat
berpengaruh dalam pemanasan global karena gas merupakan urutan kedua penyebab utama
terjadinya pemanasan global. Gas metana disebabkan dari bahan-bahan organik yang
kekurangan dari hasil pemecahan bakteri pada pertanian, perkebunan dan peternakan.

9. Pengrusakan hutan
Pengrusakan hutan akan menyebabkan pemanasan global. Karena hutan memiliki
fungsi yang akan meyerap gas karbondioksida dan akan menghasilkan oksigen. Jika semakin
banyak adanya penebangan liar, pengundulan hutan maka jumlah karbondioksida akan
semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang akan menyebabkan pemanasan
global.

Sehingga diperlukannya reboisasi dan penghijauan pada hutan agar pohon-pohon


yang ada di sekeliling hutan bisa tumbuh subur dan lebih cepat, sehingga bisa sedikit
mengurangi pemanasan global karena banyaknya pohon yang akan menyerap gas
karbondioksida dan akan menghasilkan oksigen.

5
10. Pembakaran sampah secara berlebihan
Pembakaran sampah secara berlebihan setiap hari yang dilakukan juga dapat
menyebabkan pemanasan global. Pembakaran sampah yang terkadang dilakukan oleh orang
yang tidak brtanggung jawab dengan sampah yang sudah dibakar ditinggalkan begitu saja, hal
ini dapat menimbulkan gas metana yang akan menangkap panas sehingga karbondioksida
akan sulit untuk menghasilkan oksigen.

C. DAMPAK

1. Mencairnya es yang berada di kutub utara dan kutub selatan Bumi

Akibat pemanasan global yang pertama yang akan kita bahas adalah mencairnya es
yang berada di kutub utara dan juga kutub selatan Bumi. Seperti yang kita ketahui bersama
bahwasanya kutub utara dan kutub selatan Bumi adalah berupa es. Es yang berada di area
kutub volumenya lebih besar daripada yang berada di wilayah bukan kutub Bumi.

Pemanasan global merupakan peristiwa niknya suhu rata- rata yang ada Bumi.
Kenaikan suhu ini akan menyebabkan mencairnya es- es yang ada di Bumi, termasuk juga es
yang ada di wilayah kutub Bumi. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan berkurangnya
volume es yang berada di Bumi. Akibat selanjutnya adalah suhu di wilayah kutub Bumi
menjadi lebih hangat dan penguapan air menjadi lebih banyak.

2. Naiknya permukaan air laut

Pemanasan global akan menyebabkan suhu rata- rata di Bumi menjadi meningkat.
Memang kenaikan suhu ini tidak terjadi secara drastis atau dengan kata lain berangsunr-
angsur. Meski demikian kenaikan suhu rata- rata di Bumi ini mampu menyebabkan perubahan
pada kondisi global di Bumi. Adapun suhu rata- rata di Bumi ini juga tidak lepas dari
suhu atmosfer Bumi yang meningkat.

Meningkatnya suhu rata- rata Bumi dan atmosfer Bumi ini akan menyebabkan es di
kutub menjadi cair, baik kutub Utara Bumi maupun kutub Selatan Bumi. Akibat mencairnya
bongkahan es atau gunung es ini, air laut pun menjadi bertambah volumenya. Hal ini karena
es yang mencair akan lari ke dalam lautan dan akan menambah jumlah atau volume air laut.
Ketika volume air laut bertambah, maka permukaan air laut pun menaik. Kasus kenaikan
permukaan air laut sendiri selama abad 20 sudah mencapai 10 cm hingga 25 cm. Kemudian
prediksi oleh lembaga IPCC, kenaikan air laut hingga abad 21 akan mencapai 88 cm.

3. Banyaknya daratan yang tenggelam

Pemanasan global pada akhirnya akan menyebabkan dampak yang berupa


tenggelamnya daratan (baca: ekosistem darat) yang ada di Bumi. Hal ini terutama menyerang
pulau- pulau kecil dan juga daratan yang ada di pesisir pantai (baca: ekosistem pantai). Hal ini
tidak lepas dari dua akibat pemanasan global yang telah dijelaskan sebelumnya, yakni
mencairnya es di wilayah kutub dan juga naiknya permukaan air laut.

Mencairnya es di kutub yang akan menambah volume air laut dan menyebabkan
permukaan air laut ini menaik ini akan menggeser garis permukaan pada pantai menjadi naik
dan menciutkan wilayah daratan yang bebas dari air. Akibatnya banyak pulau- pulai kecil
yang akan tenggelam atau permukaannya tertutup oleh air dan juga garis pantai menjadi naik.

6
Garis pantai yang menik ini akan menyebabkan daratan di suatu wilayah lebih sempit
daripada semula.

4. Menipisnya lapisan ozon

Pemanasan global juga akan menyebabkan masalah yang sangat serius. Masalah serius
yang akan dimunculkan dari adanya pemanasan global diantaranya adalah menipisnya lapisan
ozon yang menyelimuti Bumi. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwasannya lapisan
ozon ini sangatlah penting keberadaannya di Bumi karena dapat melindungi Bumi dari
berbagai macam ancaman buruk, seperti menyaring sinar ultraviolet yang akan masuk ke
permukaan Bumi sehingga tidak langsung menyinari permukaan Bumi dan memberikan
berbagai dampak penyakit.

Pemanasan global yang membuat suhu rata- rata Bumi menjadi naik ini akan
menyebabkan lapisan ozon menjadi tipis dan bahkan berlubang. Apabila lapisan ozon
berlubang maka berbagai macam ancaman yang membahayakan akan masuk ke Bumi. Hal
ini berarti lapisan ozon tidak akan menjalankan fungsinya dengan semestinya. Dan ketika
lapisan ozon tidak berfungsi dengan baik, maka Bumi akan mendapatkan banyak kerugian
akibat menipisnya lapisan ozon tersebut .

5. Terjadinya pergantian musim yang tidak teratur

Pemanasan global ini membuat suhu rata- rata di Bumi menjadi meningkat.
Meningkatnya suhu rata- rata di Bumi ini tidak hanya membuat Bumi menjadi terasa lebih
panas, banyak makhluk hidup yang mati, bahkan juga akan membuat pergantian musim
menjadi tidak stabil. Pergantian musim yang tidak stabil ini membuat musim yang ada
sebelumnya menjadi sulit diprediksi pergantiannya. Terkadang satu musim lebih lama terjadi
daripada musim yang lainnya.

Sebagai contoh di Indonesia sendiri. Musim hujan dan juga musim kemarau pada
dasarnya terjadi masing- masing selama enam bulan. Waktu berlangsungnya musim ini pun
sangat tertatur, yakni musim hujan dari November – Maret dan musim kemarau dari Oktober
– April. Namun adanya pemanasan global terkadang membuat keberadaan musim- musim
tersebut menjadi tidak teratur dan sulit sekali diprediksi kapan terjadinya musim tersebut.

Akibatnya di Indonesia hujan turun di musim- musim yang biasanya berlangsung


musim kemarau dan terkadang musim kemarau berlangsung terlalu lama daripada biasanya.
Hal ini akan membawa berbagai macam dampak buruk kepada manusia dan juga makhluk
hidup lainnya, sebagai contoh adalah bencana kekeringan.

6. Terjadinya ketidakstabilan iklim

Pemanasan global menyebabkan iklim yang ada menjadi tidak stabil dan juga sulit
diprediksi. Iklim yang seperti ini sulit sekali diprediksi dan tidak seperti kondisi iklim pada
biasanya. Pada kondisi pemanasan global ini kondisi di kutub utara Bumi lebih panas dan ini
menyebabkan salju yang ada di wilayah kutub Bumi menjadi mencair. Akibat pemanasan
global inilah daerah- daerah yang di dekat kutub yang pada awalnya mengalami hujan salju
ringan menjadi tidak lagi mengalami hujan salju ringan.

Hal ini disebabkan karena di wilayah kutub utara Bumi ini mempunyai lapisan ozon
yang berlubang lebih besar daripada kondisi lapisan ozon di kutub selatan. Karena iklim yang
tidak stabil dan lebih mengarah pada meningkatnya suhu ini, mengakibatkan pada musim
dingin suhu lebih meningkat daripada musim dingin sebelumnya. Hal ini akan berdampak

7
pada penguapan air yang lebih besar dan menyebabkan banyak wilayah yang mengalami
kekeringan yang lebih panjang.

7. Produksi pertanian menjadi menurun

Dampak lainnya yang akan dirasakan akibat pemanasan global adalah turunnya
produksi pertanian masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari dampak pemanasan global yang
membuat iklim tidak stabil. Ketidakstabilan iklim ini akan membuat lamanya musim hujan
dan kemarau menjadi sulit diprediksi. Lamanya curah hujan turun menjadi berbeda- beda di
setiap wilayahnya.

Lama tidaknya curah hujan ini akan mempengaruhi produksi pertanian yang ada.
Misalnya di Kanada, ketidakstabilan iklim membuat musim hujan di Kanada lebih panjang
daripada biasanya. Sehingga produksi pertanian di Kanada akan melimpah karena masa tanam
yang lebih panjang. Sebaliknya, di daerah Afrika akan mengalami masa kekeringan dan
musim tanam yang lebih pendek. Sehingga hal ini akan menyebabkan produksi pertanian
menjadi menurun. Kenaikan suhu secara global ini menyebabkan produksi pertanian menjadi
turun hingga mencapai 4 persen setiap kali panen.

8. Terjadinya perubahan pola hidup binatang dan juga tumbuhan

Dampak selanjutnya dari pemanasan global adalah terjadinya perubahan pola hidup
binatang dan juga tumbuh- tumbuhan. Wilayah Bumi yang mengalami kenaikan suhu rata-
rata (terutama di wilayah utara) menyebabkan banyak binatang bermigrasi mencari tempat
yang lebih dingin (di daerah selatan misalnya).

Sehingga hal ini menyebabkan di daerah yang memiliki suhu yang lebih dingin
memiliki banyak hewan. Hal ini juga terjadi pada tumbuhan. Banyak tumbuhan yang mati
karena suhu di tempat yang lama sudah memanas. Hal ini menyebabkan tumbuhan mulai
tumbuh di tempat- tempat yang baru yang mempunyai suhu yang lebih dingin. Kenaikan suhu
juga membuat banyak binatang dan tumbuhan yang mati. Banyak rerumputan dan tumbuhan
sebagai produsen yang mati, sehingga makanan alami yang tersedia pun akan berkurang
jumlahnya.

9. Menimbulkan banyak penyakit bagi manusia

Dampak selanjutnya yang ditimbulkan dari pemanasan global adalah timbulnya


berbagai macam jenis penyakit bagi manusia. Banyak penyakit yang dapat timbulkan dari
pemanasan global ini. Penyakit yang dapat ditimbulkan tersebut antara lain stress, gangguan
kardiovaskular, hingga stroke.

Selain penyakit yang langsung muncul dari virus- virus yang dapat menyerang syaraf-
syaraf di dalam tubuh, banyak juga penyakit yang dapat ditimbulkan oleh berbagai jenis
binatang. Sebagai contoh adalah panyakit malaria dan juga demam berdarah yang
ditimbulkan oleh serangga jenis nyamuk. Binatang ini akan berkembang biak dengan cepat
seiring dengan meningkatnya suhu di permukaan Bumi. Oleh karena itulah pemanasan global
akan menyebabkan perkembangan penyakit jenis ini menjadi merebak luas.

8
D. CARA MENANGGULANGI

1. Melakukan penghematan listrik


Dengan berhemat listrik, secara tidak langsung kita telah mengurangi kadar CO2 pada
lapisan atmosfer karena sebagian besar gas CO2 ini dihasilkan dari pembangkit listrik yang
berbahan bakar fosil.

2. Menanam pohon atau reboisasi


Menanam pohon atau reboisasi merupakan langkah untuk menyeimbangkan kadar gas
CO2 di lapisan atmosfer. Karena pohon akan menyerap gas CO2 untuk melakukan proses
fotosintesis dan akan melepaskan oksigen ke udara. Dan hal ini akan membuat udara pada
lapisan atmosfer lebih sejuk dan pemanasan global sedikit teratasi.

3. Tidak menebang pohon di hutan sembarangan


Seperti disebutkan sebelumnya, pohon merupakan tumbuhan yang menyerap gas CO2.
Jadi, jika kita menebangnya, apalagi menebang dalam jumlah yang sangat banyak, akan
menimbulkan bahaya jika hutan di bumi terus dieksploitasi secara berlebihan, dan dampak
pemanasan global pun akan semakin buruk karena tidak ada yang menyerap gas CO2. Dengan
mengurangi dampak penebangan hutan secara liar juga kita turut membantu cara menjaga
kelestarian hutan yang saat ini banyak mengalami dampak akibat kerusakan hutan.

4. Menggunakan Energi Alternatif


Kita dapat menggunakan energi alternatif guna meminimalisir hal – hal yang dapat
menjadi penyebab pemanasan global. Misalnya mengganti pemakaian pembangkit listrik yang
berbahan bakar fosil dengan energi yang dikeluarkan oleh sinar matahari, panas bumi, angin
atau air.

5. Tidak menggunakan alat yang menghasilkan gas CFC


Gas CFC ini biasanya dihasilkan oleh peralatan pendingin udara. Dan perlu diketahui
bahwa saat ini CFC menyumbangkan 20% proses terjadinya efek rumah kaca. Maka dari itu,
penggunaan CFC harus dihentikan. Menghapus penggunaan CFC secara menyeluruh.

6. Mengurangi penggunaan kendaraan bahan bakar fosil


Kendaraan bahan bakar fosil, seperti mobil atau motor merupakan penyumbang CO2
terbesar di perkotaan. Apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi. Dengan banyaknya
pemakaian kendaraan pribadi maka akan menyebabkan borosnya penggunaan bahan bakar
fosil yang menghasilkan emisi karbon dioksida. Tetapi jika kita mengurangi penggunaan
kendaraan, maka sedikitnya kita sudah mengurangi emisi karbon dioksida yang dikeluarkan
oleh kendaraan tersebut.

7. Melakukan Reuse, Reduce dan Recycle

 Reuse, merupakan cara pemanfaatan sampah atau memanfaatkan kembali barang


yang sudah tidak terpakai atau penggunaan barang – barang yang tidak sekali pakai,
jadi barang tersebut masih dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk pemakaian
kedua dan seterusnya. Misalnya seperti menggunakan kertas bekas untuk kertas corat-
coret atau catatan keperluan sehari- hari atau menggunakan sapu tangan yang bisa
digunakan kembali daripada menggunakan kertas tissue.

9
 Reduce, yaitu melakukan penghematan dan mengurangi sampah. Misalnya hemat
dalam menggunakan kertas dan tissue karena kertas dan tissue terbuat dari kayu yang
harus ditebang dari pohon di hutan. Atau bisa juga membeli produk yang berlabel
ramah lingkungan dan mengurangi pemakaian produk yang dikemas plastik atau
styrofoam. Dan berhenti menggunakan semprotan aerosol untuk mengurangi CFC
yang akan mengganggu lapisan Ozon bumi.
 Recycle, yaitu mendaur ulang barang – barang yang sudah tidak dapat digunakan
menjadi barang yang memberikan manfaat. Misalnya dengan cara memisahkan
barang – barang yang berbahan organik dan bukan organik terlebih dahulu. Lalu
yang berbahan organik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dan yang bukan
organik seperti botol plastik bisa dikreasikan menjadi kotak pensil atau pot tanaman.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemanasan global adalah
peningkatan suhu rata-rata dunia baik di daratan, lautan maupun di atmosfer bumi.
Pemanasan global disebabkan oleh efek rumah kaca dan efek umpan balik karena efek
rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena
tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas
tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global. Dan menurut
Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan
pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, “industri peternakan adalah penghasil emisi gas
rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah
kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). ” Hampir seperlima (20 persen) dari emisi
karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal
dari semua kendaraan di dunia

B. Saran

Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada.
Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekadelah kita
memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita
menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royong untuk menyelematkan bumi
yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global warming. Saya
menerima saran dari pembaca untuk saya perbaiki dan saya sempurnakan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Anonim (2011, september). Pemanasan Global dan Dampak Bagi Kehidupan. Dikutip 30 april 2019
dari Sarjanaku: http://www.sarjanaku.com/2011/09/pemanasan-global-dampak-bagi-
kehidupan.html

Anonim. Pemanasan Global. Dikutip 30 april 2019 dari Wikipedia:


https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

Anonim. Pengertian Pemanasan Global. Dikutip 30 april 2019 dari Maxmanroe:


https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-pemanasan-global.html

Anonim. Penyebab Pemnasan Global. Dikutip 30 april 2019 dari Ilmugeografi:


https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/iklim/penyebab-pemanasan-global

11