Anda di halaman 1dari 18

Haemodynamic Alteration in Sepsis

STARLING Approach

Wahyu Bimantoro
bmantorowhy@yahoo.com
 Sepsis berat dan syok septik adalah salah satu
penyebab morbiditas dan mortalitas yang paling penting
pada pasien yang dirawat di ICU

 Sepsis berhubungan dengan spektrum gangguan


kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipoperfusi
jaringan

 Profil hemodinamik sepsis berat dan syok septik pada


awalnya ditandai dengan syok hipovolemik, kardiogenik,
dan distributif.
Incidence Septic Shock
EPIDEMIOLOGY

Data collected over an 8-year period from 22 hospitals (Annane et al Am J Respir Crit Care
Med 2003; 168:165-72)
Source of Septic Shock

Kumar et al, Crit Care Med 2010; 38:1773–85)


STROKE VOLUME ( ISI SEKUNCUP )

 Jumlah darah yang dipompa


jantung ke dalam aorta setiap
denyut ventrikel.
 Ditentukan oleh 3 faktor :
1. Kontraktilitas instrinsik otot jantung
2. Derajat peregangan otot jantung
sebelum kontraksi (preload)
3. Tekanan yang harus dilawan otot
jantung untuk menyemburkan darah
selama kontraksi (afterload)
PRELOAD
 Tenaga yang menyebabkan otot ventrikel
meregang sebelum mengalami eksitasi dan
kontriksi.

 Ditentukan oleh volume darah dalam ventrikel


pada akhir diastolik

 Semakin besar preload, semakin besar volume


sekuncupnya, sampai pada titik dimana otot
sedemikian teregangnya dan tidak mampu
berkontraksi lagi

 Pada situasi klinik, preload dan volume stroke


berikutnya dapat dimanipulasi dengan mengubah
jumlah volume darah yang bersirkulasi.

 Pada keadaan syok hemoragik, terapi cairan dan


penggantian darah meningkatkan volume,
sehingga meningkatkan preload dan curah
jantung
Aortic & Peripheral resistance Stroke Volume (SV)
=
AFTERLOAD SV x Heart Rate

CARDIAC OUTPUT

Diastolic filling Left Ventricle


before ejection =
PRELOAD

Contractile force =
CONTRACTILITY
Microcirculatory
Mitochondria
Dysfunction
Syndrome
MMDS
The Frank-Starling relationships between compliance and contractility
between the three patient groups.

control

Cardiac parameters
Sepsis
without including E D V I a n d
shock
LV S W I w e r e measured
Septic
shock between 3 groups before
and after giving fluid
NaCl 250 – 500cc

Group 3 (septic shock) : had a markedly diminished response to volume


infusion, and, graphically, it is obvious that the slope of their Frank-Starling
relationship is shifted downward and to the right compared with the slopes of
groups 1 and 2. Volume infusion resulted in small increments of both EDVI and
LVSWI.
Ognibene FP,Parker MM,et all:Depressed left ventricular performance.Response to
volume infusion in patients with sepsis and septic shock. Chest 1998,93:903-910.
 Disfungsi jantung pada pasien sepsis bisa berupa
disfungsi sistolik maupun diastolik

 Ventrikel kiri dan kanan dapat terganggu secara


bersamaan

 Disfungsi sistolik ventrikel kiri (LV) dapat diterapi dengan


agen inotropik (pasien dengan disfungsi sistolik LV
bermakna dan hipoperfusi jaringan)

Baron AV, Cecconi M. Intensive Care Med (2014) 40:1560–1563


LV DIASTOLIC DYSFUNCTION LV SYSTOLIC DYSFUNCTION
(50%) (up to 60% at day 3)
• LV compliance impairment with slight • Is afterload sensitive
LV dilatation • Does not increase LV filling
• LV relaxation impairment pressure
• May modify the tolerance to fluids • Is usually corrected by small dose
of dobutamine

RV SYSTOLIC DYSFUNCTION
(30-50%)
• Can be isolated or associated
with ALI/ARDS
• Is dependent on respiratory settings
• Decreases venous return

Baron AV, Cecconi M. Intensive Care Med (2014) 40:1560–


1563
 Untuk mengevaluasi perfusi jaringan bisa digunakan
SvO2, ScvO2 dan pCO2 gap.

 Dobutamin dapat meningkatkan fraksi ejeksi LV dan


cardiac output dalam kasus LV yang mengalami disfungsi
sistolik

Baron AV, Cecconi M. Intensive Care Med (2014) 40:1560–1563


TERIMA KASIH