Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam keluarga, kita pasti mengenal istilah orang tua, ketika kita mendengar kata orang
tua maka yang terlintas di dalam benak kita ialah dua orang yang mencintai kita apa
adanya tahu kekurangan yang kita miliki, memiliki kasih sayang yang tiada dua nya
meskipun terkadang ada masa nya di saat kita asik belajar tapi jam sudah menunjukan
tengah malam maka pasti ada alarm dari orang tua kita untuk segera istirahat dan tidur.
Namun tidak hanya sampai di situ saja definisi tentang orang tua, orang tua adalah ayah
dan atau ibu seorang anak baik melalui hubungan biologis maupun sosial.
Kehadiran anak merupakan hal yang di tunggu tunggu dan sangat menggembirakan bagi
pasangan suami istri begitu juga hal nya dengan, seorang ibu rumah tangga yang berusia
38 tahun, anak ketiga dari 7 bersaudara, yang memiliki suami yang bekerja sebagai
wiraswasta dan memiliki anak 3 orang yang semua berjenis kelamin laki laki yang mana
semua anaknya terlahir normal, namun ada yang berbeda dengan anak pertama nya yang
menunjukan perkembangan yang berbeda dari adek adek nya, anak pertama ibu ini
berusia 14 tahun, yang mana rasa ingin tahu nya sangat tinggi, dalam proses
perkembangan nya anak pertama ibu ini di saat berusia 1 tahun belum bisa duduk, dan
duduk nya masih bergoyang goyang, ibu ini mulai ada tanda curiga pada anak pertama
nya ini, ia merasakan ada hal yang aneh dalam perkembangan anak nya ini, selidik punya
selidik ibu ini memeriksakan anak nya pada dokter, dan dokter melakukan tantangan buat
anak ibu ini, ia di minta untuk meniup sinar cahaya dari senter dan anak ibu itu pun
meniup nya dengan anak ibu tadi melakukan hal tersebut maka sang dokter mendiagnosis
bahwa sang anak ibu itu mengalami autis.
Autis di definisikan sebagai suatu gangguan perkembangan yang kompleks yang
menyangkut komunikasi, interaksi sosial, dan aktivitas imajinasi. Bukan hal yang mudah
untuk menerima anak kita berbeda dengan anak orang lain, seperti yang dikatakan ibuk
yang memiliki anak autis tadi bahwa harus sabar dalam menghadapi anak autis,
berangkat dari pernyataan ibu ini, maka dari itu kami ingin tahu atau kami ingin
mengupas tentang bagaimana penerimaan diri pada orang tua yang memiliki anak autis.
Penerimaan diri merupakan penghargaan yang tinggi terhadap diri sendiri atau tidak
bersikap sinis terhadap diri sendiri kemauan untuk membuka diri atau mengungkapakan
perasaan, setiap orang tua yang mengetahui anak nya autis maka dalam diri mereka pasti
ada rasa kecewa, sedih, takut, menangis. Bagaimana orang tua dapat menerima kenyataan
tersebut?
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Dalam kesempatan penelitian ini dilakulan pendekatan secara analisis kualitatif, melalui
analisis kualitatif mengandung makna suatu penggambaran atas data dengan
menggunakan kata dan baris kalimat. Penelitian ini menggunakan kualitatif, yang
bertujuan memahami dinamika kelompok.
Metode kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan yaitu metode kualitatif
lebih bisa dan mudah menyesuaikan apabila berhadapan dengan kenyataan ganda, metode
ini menyajikan hakekat hubungan antara peneliti dan responden secara langsung dan
metode ini lebih peka sehingga dapat menyesuaikan diri dan banyak penajaman pengaruh
bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi peneliti. Penelitian diarahkan untuk
mendapatkan fakta-fakta yang berhubungan dengan dinamika kelompok.
Penerapan pendekatan kualitatif dengan pertimbangan kemungkinan data yang diperoleh
di lapangan berupa data dalam bentuk fakta yang perlu adanya analisis secara mendalam.
Maka pendekatan kualitatif akan lebih mendorong pada pencapaian data yang bersifat
lebih mendalam terutama dengan keterlibatan peneliti sendiri di lapangan. Dalam
penelitian kualitatif, peneliti menjadi instrument utama dalam mengumpulkan data yang
dapat berhubungan langsung dengan instrument atau objek penelitian.
B. Lokasi Penelitian
Lokasi dalam penelitian ini adalah Sekretaris HIMAP2K, yang berlokasi di
C. Subjek Penelitian
Organisasi HIMAP2K, yang mana merupakan organisasi yang di dalam nya terdapat
sekumpulan mahasiswa dari daerah Kepulauan Riau, Karimun yang berkuliah di Riau
D. Tekhnik Pengumpulan Darta
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang di tempuh untuk mendapatkan data atau
fakta yang terjadi pada subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang tepat dan benar
merupakan satu hal yang sangat penting dalam menentukan kevalidan data penelitian
yang akan diperoleh oleh peneliti. Sugiono (2016 : 62) menyebutkan bahwa teknik
pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena
tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik
pengumpulan data, maka penelitian tidak akan mendapatkan data yang memenuhi
standar data yang di tetapkan. Maka metode pengumpulan data penelitian ini
menggunakan data observasi Observasi Menurut Sukmadinata (2010: 220) observasi
atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan
jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Observasi
dapat dilakukan secara partisipatif (participatory observation) pengamat ikut serta
dalam kegiatan yang sedang berlangsung, pengamat ikut sebagai peserta rapat atau
peserta latihan. Peneliti dalam penelitian ini, melakukan kegiatan observasi
partisipatif (participatory observation) yaitu peneliti melakukan pengamatan secara
langsung di lokasi penelitian untuk mengumpulkan data. Penggunaan metode
observasi ini adalah untuk mengetahui gambaran umum Dinamika Kelompok.