Anda di halaman 1dari 15

Rekayasa pondasi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Pondasi

Di dalam proyek suatu konstruksi, hal yang paling penting salah satunya adalah
pondasi dikarenakan berfungsi untuk meneruskan beban struktur di atasnya kelapisan tanah
di bawahnya. Ditinjau dari segi pelaksanaan, ada beberapa keadaan dimana kondisi
lingkungan tidak memungkinkan adanya pekerjaan yang baik dan sesuai dengan kondisi
yang diasumsikan dalam perencanaan meskipun macam pondasi yang sesuai telah dipilih
dengan perencanaan yang memadai, serta struktur fondasi yang telah dipilih itu di lengkapi
dengan pertimbangan mengenai kondisi tanah pondasi dan batasan-batasan struktur.
Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah
ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi. Jenis pondasi
yang sesuai dengan tanah pendukung yang terletak pada kedalaman 10 meter di bawah
permukaan tanah adalah fondasi tiang. (Dr. Ir. Suyono Sosrodarsono dan Kazuto
Nakazawa, 1990).
Tanah selalu mempunyai peranan penting dalam suatu pekerjaan konstruksi. Tanah
adalah sebagai dasar pendukung suatu bangunan atau bahan konstruksi dari bangunan itu
sendiri. Pada umumnya semua bangunan dibuat diatas dan dibawah permukaan tanah,
maka diperlukan suatu sistem fondasi yang akan menyalurkan beban dari bangunan ke
tanah. Untuk menentukan dan mengklasifikasi tanah diperlukan suatu pengamatan di
lapangan. Tetapi jika mengandalkan pengamatan di lapangan, maka kesalahan-kesalahan
yang disebabkan oleh perbedaan pengamatan perorangan akan menjadi sangat besar. Untuk
memperoleh hasil klasifikasi yang objektif, biasanya tanah itu secara sepintas dibagi dalam
tanah berbutir kasar dan berbutir halus berdasarkan suatu hasil analisa mekanis.
Selanjutnya tahap klasifikasi tanah berbutir halus diadakan berdasarkan percobaab
konsistensi. (Dr. Ir. Suyono osrodarsono dan Kazuto Nakazawa, 1990).
Karena tanah mempunyai pori yang besar, maka pembebanan biasa akan
mengakibatkan deformasi tanah yang sangat besar. Hal ini tentu akan mengakibatkan
penurunan fondasi yang akan merusak konstruksi. Berbeda dengan bahan-bahan konstruksi
yang lain, karakteristik tanah didominasi oleh karakteristik mekanisnya seperti

PANJI AGENG P 30201504212


1
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

permeabilitas atau kekuatan geser yang berubah-ubah sesuai dengan pembebanan. Akibat
dari beban yang bekerja pada tanah, susunan butir – butir tanah berubah atau kerangka
struktur butir-butir tanah berubah sehingga angka perbandingan pori (valid ratio) menjadi
kecil yang mengakibatkan deformasi pemampatan. Deformasi pemampatan tanah yang
terjadi memperlihatkan gejala yang elastis, sehingga bila beban itu ditiadakan maka tanah
akan kembali pada bentuk semula. (Dr. Ir. Suyono Sosrodarsono dan Kazuto Nakazawa,
1990).

1.2 Pondasi Tiang


Pondasi tiang pancang (pile foundation) adalah bagian dari struktur yang digunakan
untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah
penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu. Tiang pancang bentuknya panjang dan
langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan utama dari tiang
adalah kayu, baja (steel), dan beton. Tiang pancang yang terbuat dari bahan ini adalah
dipukul, dibor atau di dongkrak ke dalam tanah dan dihubungkan dengan pile cap (poer).
Tergantung juga pada tipe tanah, material dan karakteristik penyebaran beban tiang
pancnag diklasifikasikan berbeda-beda.

Pondasi tiang sudah digunakan sebagai penerima beban dan sistem transfer beban
bertahun-tahun. Pada awal peradaban, dari komunikasi, pertahanan, dan hal-hal yang
strategik dari desa dan kota yang terletak dekat sungai dan danau. Oleh sebab itu perlu
memperkuat tanah penunjang dengan beberapa tiang. Tiang yang terbuat dari kayu (timber
pile) dipasang dengan dipukul ke dalam tanah dengan tanah atau lubang yang digali dan
diisi dengan pasir dan batu.

Pada tahun 1740, Christoffoer Polhem menemukan peralatan pile driving yang
mana menyerupai mekanisme Pile driving saat ini. Tiang baja (steel pile) sudah digunakan
selama 1800 dan tiang beton (concrete pile) sejak 1900. Revolusi industri membawa
perubahan yang penting pada sistem pile driving melalui penemuan mesin uap dan mesin
diesel. Lebih lagi baru-baru ini, meningkatnya permintaan akan rumah dan konstruksi
memaksa para pengembang memanfaatkan tanah-tanah yang mempunyai karakteristik
yang kurang bagus. Hal ini membuat pengembangan dan peningkatan sistem pile driving.
Saat ini banyak teknik-teknik instalansi tiang pancang bermunculan.

PANJI AGENG P 30201504212


2
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

Seperti tipe pondasi yang lainnya, tujuan dari pondasi tiang adalah:

1. Untuk menyalurkan beban pondasi ke tanah keras


2. Untuk menahan beban vertikal, lateral, dan beban uplift.

Struktur yang menggunakan pondasi tiang pancang apabila tanah dasar tidak
mempunyai kapasitas daya pikul yang memadai. Kalau hasil pemeriksaan tanah
menunjukkan bahwa tanah dangkal tidak stabil dan kurang keras apabila besarnya hasil
estimasi penurunan tidak dapat diterima pondasi tiang pancang dapat menjadi bahan
pertimbangan. Lebih jauh lagi, estimasi biaya dapat menjadi indicator bahwa pondasi tiang
pancang biayanya lebih murah daripada jenis pondasi yang lain dibandingkan dengan biaya
perbaikan tanah.

Dalam kasus konstruksi berat, sepertinya bahwa kapasitas daya pikul dari tanah
dangkal tidak akan memuaskan, dan konstruksi seharusnya di bangun di atas pondasi tiang.
Tiang pancang juga digunakan untuk kondisi tanah yang normal untuk menahan beban
horizontal. Tiang pancang merupakan metode yang tepat untuk pekerjaan diatas air, seperti
jertty atau dermaga.

Penggunaan pondasi tiang pancang sebagai pondasi bangunan apabila tanah yang
berada dibawah dasar bangunan tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang
cukup untuk memikul berat bangunan beban yang bekerja padanya (Sardjono HS, 1988).
Atau apabila tanah yang mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat
bangunan dan seluruh beban yang bekerja berada pada lapisan yang sangat dalam dari
permukaan tanah kedalaman > 8 m (Bowles, 1991). Fungsi dan kegunaan dari pondasi
tiang pancang adalah untuk memindahkan atau mentransfer beban-beban dari konstruksi
di atasnya (super struktur) ke lapisan tanah keras yang letaknya sangat dalam.

Dalam pelaksanaan pemancangan pada umumnya dipancangkan tegak lurus dalam


tanah, tetapi ada juga dipancangkan miring (battle pile) untuk dapat menahan gaya-gaya
horizontal yang bekerja. Hal seperti ini sering terjadi pada dermaga dimana terdapat
tekanan kesamping dari kapal dan perahu. Sudut kemiringan yang dapat dicapai oleh tiang
tergantung dari alat yang dipergunakan serta disesuaikan pula dengan perencanaannya.

PANJI AGENG P 30201504212


3
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

Pondasi tiang digolongkan berdasarkan kualitas bahan material dan cara


pelaksanaan. Menurut kualitas bahan material yang digunakan, tiang pancang dibedakan
menjadi empat yaitu tiang pancang kayu, tiang pancang beton, tiang pancang baja, dan
tiang pancang composite (kayu – beton dan baja – beton).

Tiang pancang umumnya digunakan:

1. Untuk mengangkat beban-beban konstruksi diatas tanah kedalam atau melalui sebuah
stratum/lapisan tanah. Didalam hal ini beban vertikal dan beban lateral boleh jadi
terlibat.
2. Untuk menentang gaya desakan keatas, gaya guling, seperti untuk telapak ruangan
bawah tanah dibawah bidang batas air jenuh atau untuk menopang kaki-kaki menara
terhadap guling.
3. Memampatkan endapan-endapan tak berkohesi yang bebas lepas melalui kombinasi
perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan. Tiang pancang ini dapat ditarik
keluar kemudian.
4. Mengontrol lendutan/penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada
tanah tepi atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi.
5. Membuat tanah dibawah pondasi mesin menjadi kaku untuk mengontrol amplitudo
getaran dan frekuensi alamiah dari sistem tersebut.
6. Sebagai faktor keamanan tambahan dibawah tumpuan jembatan dan atau pir,
khususnya jika erosi merupakan persoalan yang potensial.
7. Dalam konstruksi lepas pantai untuk meneruskan beban-beban diatas permukaan air
melalui air dan kedalam tanah yang mendasari air tersebut. Hal seperti ini adalah
mengenai tiang pancang yang ditanamkan sebagian dan yang terpengaruh oleh baik
beban vertikal (dan tekuk) maupun beban lateral (Bowles, 1991).

Pondasi tiang digolongkan berdasarkan kualitas bahan material dan cara


pelaksanaan. Menurut kualitas bahan material yang digunakan, tiang pancang dibedakan
menjadi empat yaitu tiang pancang kayu, tiang pancang beton, tiang pancang baja dan tiang
pancang composite (kayu – beton dan baja – beton). Tiang pancang beton berdasarkan cara
pembuatannya dibedakan menjadi dua macam yaitu cast in place (tiang beton cor ditempat
atau pondasi tiang bor) dan precast pile (tiang beton dibuat ditempat lain atau dibuat

PANJI AGENG P 30201504212


4
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

dipabrik). Pondasi tiang pancang dibuat ditempat lain (pabrik, dilokasi) dan baru dipancang
sesuai dengan umur beton setelah 28 hari. Karena tegangan tarik beton adalah kecil,
sedangkan berat sendiri beton adalah besar, maka tiang pancang beton ini haruslah diberi
tulangan yang cukup kuat untuk menahan momen lentur yang akan timbul pada waktu
pengangkatan dan pemancangan. Pemakaian pondasi tiang pancang mempunyai
keuntungan dan kerugian antara adalah sebagai berikut ini. Keuntungan nya yaitu :

1. Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kualitas ketat, hasilnya lebih dapat
diandalkan. Lebih-lebih karena pemeriksaan dapat dapat dilakukan setiap saat.
2. Prosedur pelaksanaan tidak dipengaruhi oleh air tanah
3. Daya dukung dapat diperkirakan berdasarkan rumus tiang pancang sehingga
mempermudah pengawasan pekerjaan konstruksi.
4. Cara penumbukan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung vertikal.

Kerugian nya :

1. Karena dalam pelaksanaannya menimbulkan getaran dan kegaduhan maka pada


daerah yang berpenduduk padat di kota dan desa, akan menimbulkan masalah
disekitarnya.
2. Pemancangan sulit, bila dimeter tiang terlalu besar
3. Bila panjang tiang pancang kurang, maka untuk melakukan penyambungan nya sulit
dan memerlukan alat penyambung khusus.
4. Bila memerlukan pemotongan maka dalam pelaksanaannya akan lebih sulit dan
memerlukan waktu yang lama.

1.3 Tahapan Merencanakan Pondasi


Pada umumnya terdapat dua macam pondasi yang sering dipakai dalam kontruksi
gedung, yaitu pondasi dangkal (shallow foundations) dan pondasi dalam (deep
foundations). Pondasi dangkal digunakan untuk kasus- kasus konstruksi gedung sederhana
(1- 3 lantai) dengan beban standard dan bentang pendek. Beberapa contoh pondasi dangkal
adalah pondasi batu kali, pondasi tapak, pondasi raft, dan pondasi rollag bata. Sedangkan
untuk kasus gedung tingkat tinggi tentu menggunakan pondasi dalam seperti : pondasi tiang
pancang (pilecap foundation) dan pondasi tiang bore (bore pile).

PANJI AGENG P 30201504212


5
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

Bahasan kali ini akan mengupas tentang pondasi tiang pancang. Mengapa..? Ya
jawabannya karena jenis pondasi ini yang paling populer dipakai di proyek dengan alasan
praktis, dan efektif dalam pengerjaan. Beberapa point dalam perencanaan pondasi tiang
pancang adalah sebagai berikut :
1. Perhitungan kuat dukung pondasi,
2. Perhitungan jumlah tiang pondasi,
3. Perhitungan tebal dan dimensi pile cap,
4. Kontrol gaya geser dua arah (geser pons),
5. Kontrol gaya lateral (metode brooms),
6. Penulangan pile cap,
7. Gambar detail.

1.3.1 Perhitungan Kuat Dukung Pondasi

Perhitungan kuat dukung pondasi sedikitnya ditinjau dengan 3 perhitungan yaitu

 Kuat dukung pondasi berdasarkan kuat bahan (didapatkan dari spesifikasi


pabrikan pondasi tiang pancang)
 Kuat dukung pondasi berdasarkan data SPT (dari nilai N-SPT dan kuat
dukung masing- masing jenis tanah (soil properties) di setiap jenis lapisan).
 Kuat dukung pondasi berdasarkan nilai sondir (qc)

Dari ketiga kuat dukung tersebut diambil nilai kuat dukung terkecil.

1.3.2 Perhitungan Jumlah Tiang Pondasi


Perhitungan jumlah tiang pondasi dapat diperoleh dengan membagi reaksi
beban maksumum yang terjadi dengan kuat dukung 1 tiang.
1.3.3 Perhitungan Tebal dan Dimensi Pile Cap
1.3.4 Kontrol Gaya Geser Dua Arah (geser pons)

Perhitungan geser pons bertujuan untuk mengetahui apakah tebal pile


cap cukup kuat untuk menahan beban terpusat yang terjadi. Bidang kritis untuk
perhitungan geser pons dapat dianggap tegak lurus bidang pelat yang terletak
pada jarak 0,5d dari keliling beban reaksi terpusat tersebut, dimana d adalah
tinggi efektif pelat.

PANJI AGENG P 30201504212


6
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

1.3.5 Kontrol Gaya Lateral (Metode Brooms)

Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui gaya lateral yang mampu


ditahan oleh tiang pancang. Gaya lateral yang bekerja pada tiang pancang
merupakan gaya geser yang bekerja pada dasar kolom yang ditentukan
berdasarkan kuat momen maksimum (Mpr) pada kedua ujung kolom.

PANJI AGENG P 30201504212


7
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

BAB II

PERHITUNGAN

2.1 Menghitung Beban Mati Kolom 2F


 Pelat
1. Lantai 5 = p.l.t.ɣ
= 6.6.0,1.2400
= 8640 kg
2. Lantai 4 = p.l.t.ɣ
= 6.6.0,12.2400
= 10368 kg
Lantai 4 = Lantai 3 = Lantai 2 = 10368 kg.
Total Beban Mati Plat = 39794 kg

 Balok
Lantai 5 = A.l.ɣ
= 0,3.0,6.12.2400
= 5184 kg
Lantai 5 = Lantai 4 = Lantai 3 = Lantai 2 = 5184 kg.
Total Beban Mati Balok = 20736 kg

 Penutup Lantai
Lantai 5 = A.ɣ
= 0,6.0,6.24
= 864 kg
Lantai 5 = Lantai 4 = Lantai 3 = Lantai 2 = 864 kg
Total Beban Mati Penutup Lantai = 3456 kg

 Plafon
Lantai 5 = A.ɣ
= 0,6.0,6.11
= 396 kg
Lantai 5 = Lantai 4 = Lantai 3 = Lantai 2 = 396 kg
Total Beban Mati Plafon = 1584 kg

 Total Beban Mati pada Kolom 2F = 65520 kg

PANJI AGENG P 30201504212


8
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

2.2 Menghitung Beban Hidup pada Kolom 2F


 Lantai 5 = k.A.ɣ
= 0,75.0,6.0,6.100
= 2700 kg

 Lantai 4 = k.A.ɣ
= 0,75.0,6.0,6.250
= 6750 kg
Lantai 4 = Lantai 3 = Lantai 2 = 6750 kg

 Total Beban Hidup pada Kolom 2F = 22950 kg

2.3 Menghitung Beban Ultimit


Qu = 1,2 Qd + 1,6 Ql
= 1,2 65520 + 1,6 22950
= 115344 kg

2.4 Menghitung Beban yang Diterima Pondasi


P = Berat kolom x Qu
= ((0,6.0,6.5,2.2400)+(0,7.0,7.5,2.2400)+(0,8.0,8.10,4.2400)) + 115344
= 141926,4 kg
 Dalam perhitungan keseluruhan didapatkan P terbesar adalah 142186,6 kg.

2.5 Menghitung Daya Dukung Tanah Berdasarkan Kedalaman 35 Meter


Qc = N-SPT rata-rata x 4
0+3+2+5+3+4+5+5+6+9+10+12+13+16+22
= x4
15
= 30,67 𝑘𝑔/𝑐𝑚2

2.6 Merencanakan Jumlah dan Dimensi Tiang Pancang


𝑃
Jumlah Tiang = 𝑄𝑢
142186,6
= 115344
= 1,23 ~ 4
BUNDAR = ϕ50 cm

2.7 Menghitung Daya Dukung 1 Tiang


𝑄𝑐.𝐴 𝐹𝑐.𝑂
Q1 = +
3 5

PANJI AGENG P 30201504212


9
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

30,67.0,25.3,14.502 20.200000
= +
3 5
= 21206,3 kg

2.8 Menghitung Efisiensi Kelompok Tiang


𝑑 (𝑛−1)𝑚+(𝑚−1)𝑛
Ef = 1 − 𝑎𝑟𝑐 tan 𝑠 90.𝑚.𝑛
50 (2−1)2+(2−1)2
= 1 − 𝑎𝑟𝑐 tan 80 90.2.2
= 0,6444

2.9 Menghitung Daya Dukung Kelompok Tiang


Qkt = Jumlah tiang x Q1 x Ef
= 4.21206,3.0,6444
= 54611,36 kg

PANJI AGENG P 30201504212


10
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

PONDASI JENIS KOLOM BERAT KOLOM (KG) QD LANTAI 5 (KG) QD LANTAI 4 (KG) QD LANTAI 3 (KG) QD LANTAI 2 (KG) QD LANTAI 1 (KG) QL LANTAI 5 (KG) QL LANTAI 4 (KG) QL LANTAI 3 (KG) QL LANTAI 2 (KG) BEBAN ULTIMIT (KG) BEBAN PONDASI (KG)
POND. 1 K3;K2;K1 26582,4 5904 3993 3993 7758 630 900 562,5 562,5 2250 30463,2 57045,6
POND. 2 K3;K2;K1 26582,4 10080 12072 12072 15234 1050 1800 4500 4500 5625 81446,4 108028,8
POND. 3 K3;K2;K1 26582,4 10080 12072 12072 15234 1050 1800 4500 4500 5625 81446,4 108028,8
POND. 4 K3;K2;K1 26582,4 10080 12072 12072 15234 1050 1800 4500 4500 5625 81446,4 108028,8
POND. 5 K3;K2;K1 26582,4 10080 12072 12072 15234 1050 1800 4500 4500 5625 81446,4 108028,8
POND. 6 K3;K2;K1 26582,4 10080 12072 12072 15234 1050 1800 4500 4500 5625 81446,4 108028,8
POND. 7 K3;K2;K1 26582,4 9648 12072 12072 15234 1050 1800 4500 4500 5625 85420,8 112003,2
POND. 8 K3;K2;K1 26582,4 9648 12072 12072 15234 1050 1800 4500 4500 5625 85420,8 112003,2
POND. 9 K3;K2;K1 26582,4 10080 12072 12072 14586 1050 1800 4500 4500 5625 86112 112694,4
POND. 10 K3;K2;K1 26582,4 8256 10056 10920 14586 1050 1500 3750 3750 5625 76204,8 102787,2
POND. 11 K3;K2;K1 26582,4 0 0 0 8301 525 0 0 0 2812,5 37720,8 64303,2
POND. 12 K3;K2;K1 26582,4 8208 8406 9702 11430 630 1350 3375 3375 3375 59227,2 85809,6
POND. 13 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 14 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 15 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 16 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 17 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 18 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 19 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 20 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 21 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 22 K3;K2;K1 26582,4 4752 5499 5499 9702 630 675 1687,5 1687,5 3375 43178,4 69760,8
POND. 23 K3;K2;K1 26582,4 2376 2376 2376 3168 0 0 0 0 0 10627,2 37209,6
POND. 24 K3;K2;K1 26582,4 11952 14442 14442 14442 1050 2250 5625 5625 5625 97156,8 123739,2
POND. 25 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 26 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 27 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 28 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 29 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 30 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4

PANJI AGENG P 30201504212


11
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

POND. 31 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 32 K3;K2;K1 26582,4 11664 14154 14154 14154 1050 2250 5625 5625 5625 96120 122702,4
POND. 33 K3;K2;K1 26582,4 2592 2592 2592 3888 0 0 0 0 0 13996,8 40579,2
POND. 34 K3;K2;K1 26582,4 11952 14442 14442 14442 1050 2250 5625 5625 5625 97156,8 123739,2
POND. 35 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 36 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 37 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 38 K3;K2;K1 26582,4 13824 13905 13905 13905 315 2700 5062,5 5062,5 5062,5 96400,8 122983,2
POND. 39 K3;K2;K1 26582,4 13824 8523 8523 8523 315 2700 1687,5 1687,5 1687,5 57996 84578,4
POND. 40 K3;K2;K1 26582,4 13824 14337 12399 12399 735 2700 5062,5 3937,5 3937,5 87379,2 113961,6
POND. 41 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 42 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 43 K3;K2;K1 26582,4 8208 9702 9702 9702 630 1350 3375 3375 3375 63892,8 90475,2
POND. 44 K3;K2;K1 26582,4 11952 14442 14442 14442 1050 2250 5625 5625 5625 97156,8 123739,2
POND. 45 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 46 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 47 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 48 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 49 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 50 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 51 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 52 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 53 K3;K2;K1 26582,4 8208 9702 9702 9702 630 1350 3375 3375 3375 63892,8 90475,2
POND. 54 K3;K2;K1 26582,4 11262 14001 14001 14001 1155 2475 6187,5 6187,5 6187,5 94953,6 121536
POND. 55 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 56 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 57 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 58 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 59 K3;K2;K1 26582,4 8208 9702 9702 16812 1260 1350 3375 3375 6750 78580,8 105163,2
POND. 60 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 61 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 62 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 63 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115344 141926,4
POND. 64 K3;K2;K1 26582,4 8208 9702 9702 9702 630 1350 3375 3375 3375 63892,8 90475,2
POND. 65 K3;K2;K1 26582,4 8208 8406 9702 11430 630 1350 3375 3375 3375 59227,2 85809,6
POND. 66 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 113788,8 140371,2
POND. 67 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 113788,8 140371,2
POND. 68 K3;K2;K1 26582,4 14040 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 114048 140630,4
POND. 69 K3;K2;K1 26582,4 14040 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 114048 140630,4
POND. 70 K3;K2;K1 26582,4 14040 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 114048 140630,4
POND. 71 K3;K2;K1 26582,4 14040 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 115603,2 142185,6
POND. 72 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 113788,8 140371,2
POND. 73 K3;K2;K1 26582,4 13824 16812 16812 16812 1260 2700 6750 6750 6750 113788,8 140371,2
POND. 74 K3;K2;K1 26582,4 8208 9702 9702 9702 630 1350 3375 3375 3375 62337,6 88920

PANJI AGENG P 30201504212


12
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

BAB III
GAMBAR
3.1 Denah Pondasi

Gambar 3.1 Denah Pondasi

PANJI AGENG P 30201504212


13
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

3.2 Detail Pondasi

Gambar 3.2 Detail Pondasi 1

Gambar 3.3 Detail Pondasi 2

PANJI AGENG P 30201504212


14
RADIFAN AMALI F 30201504225
Rekayasa pondasi

BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan pondasi tiang, maka diperoleh kesimpulan
sebagai berikut:
1. Berdasarkan kapasitas daya dukung ultimit tiang, pondasi tiang pancang dengan
diameter 50 cm memiliki kapasitas daya dukung sebesar 54611,36 kg.
2. Berdasarkan pembebanan pada kelompok pondasi tiang, hasil yang diperoleh melebihi
beban yang diterima oleh pondasi sehingga tidak aman untuk digunakan.
4.2 Saran
1. Agar pondasi aman digunakan maka diperlukan perubahan pada pondasi tersebut seperti
pembesaran diameter pada tiang pancang dan mengecilkan jarak antara tiang satu
dengan lainnya.
2. Perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai perencanaan perhitungan pondasi untuk jenis
konstruksi sipil lainnya.
3. Perlu ditambahkan pembanding dari perencanaan atau perhitungan sebelumnya.

PANJI AGENG P 30201504212


15
RADIFAN AMALI F 30201504225