Anda di halaman 1dari 19

MODERNISASI

DI

INDONESIA

Disusun oleh :

Aulia Syalwa Iskandar

IX – B

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3

CIMAHI
ii

Kata Pengantar

Puji Syukur saya panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat,
hidayah serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu
Pengetahuan Sosial yang berjudul “MODERNISASI DI INDONESIA” tepat pada waktunya.

Saya menyadari bahwa makalah yang saya selesaikan masih jauh dari kesempurnaan.
Seperti halnya pepatah “tak ada gading yang tak retak”, oleh karena itu, saya mengharapkan
kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah
saya selanjutnya.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Serta saya berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua kalangan.

Amin.

Bandung Barat, 12 April 2016

Aulia Syalwa Iskandar


iii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................................................ii

Daftar isi..........................................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Makalah .............................................................................................1


1.2 Tujuan Penulisan Makalah...........................................................................................2
1.3 Rumusan Masalah........................................................................................................3
1.4 Sistematika Penulisan Makalah....................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN MASALAH

2.1 Pengertian Modernisasi................................................................................................5


2.2 Modernisasi Politik.......................................................................................................6
2.3 Perjalanan Modernisasi Politik di Indonesia................................................................8
2.4 Dampak dari Modernisasi Politik dan Ideologi di Indonesia.....................................11
2.5 Realitas Modernisasi Politik di Indonesia..................................................................12

BAB III KESIMPULAN..............................................................................................................13

BAB IV DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................14


1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tidak bisa terelakkan bahwa kehidupan sosial adalah kehidupan yang dinamis. Seiring dengan
rentang waktu kehidupan akan berlalu dan berganti dengan kehidupan yang tidak sama dengan
waktu yang lalu.

Dengan demikian, seperti peperangan atau tidak, seperti bencana alam setiap masyarakat akan
mengalami perubahan salah satunya dalam bentuk modernisasi.

Istilah Modernisasi pertama kali muncul ketika peristiwa berakhirnya perang dunia ke-2 yang
menyebabkan sebagian besar Negara porak poranda. Modernisasi digunakan untuk meregenerasi
Negara agar dapat hidup dalam kehidupan yang selanjutnya. Modernisasi terjadi dalam segala
bidang yang ada dikehidupan, yaitu ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Dalam kesempatan ini saya akan memaparkan tentang modernisasi politik yang secara kuantitas
jarang disinggung dalam peristiwa modernisasi. Modernisasi sangat erat kaitannnya dengan
perkembangan teknologi, jika dikaji dengan sudut pandang yang berbeda kata politik sangat erat
hubungannya dengan kehidupan sehari-hari secara tidak langsung. Secara langsung, politik eart
hubungannya dengan kehidupan berbangsa-negara.

Politik adalah semua usaha dan aktivitas manusia dalam rangka memperoleh kekuasaan,
mejalankan kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan. Aktivitas yang dimaksud dapat
dilaksanakan oleh perorangan maupun secara kolektif dan pada tingkat pusat maupun daerah.
Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil
kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi
masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi.
2

1.2 Tujuan Penulisan Makalah

1. Untuk memenuhi tugas Ilmu Pengetahuan Sosial yang dibina oleh Dra. Helida.

2. Untuk mengetahui lebih dalam tentang modernisasi politik di Indonesia.

3. Untuk mengetahui proses modernisasi politik di Indonesia.

4. Untuk mengetahui dampak dari modernisasi politik di Indonesia.

5. Untuk mengetahui realitas yang terjadi dalam modernisasi politik di Indonesia.


3

1.3 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengertian modernisasi menurut realitas yang ada?

2. Bagaimana spesifikasi modernisasi dalam bidang politik?

3. Bagaimana proses modernisasi politik yang terjadi di Indonesia?

4. Apa saja Pengaruh modernisasi politik di Indonesia?

5. Bagaimana realitas yang terjadi dalam modernisasi politik di Indonesia?


4
1.4 Sistematika Makalah

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan Penulisan Makalah

1.3 Rumusan Masalah

1.4 Sistematika Makalah


5

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Modernisasi

Modernisasi merupakan suatu bentuk perubahan sosial kearah kemajuan suatu masyarakat dan
bangsa dengan cirri-ciri pokoknya adalah bahwa modernisasi merupakan suatu proses
revolusioner, rumit, sistematis, global, jangka panjang, bertahap dan bergerak kedepan atau
progresif.

Modernisasi dalam ilmu sosial merujuk pada sebuah bentuk transformasi dari keadaan yang
kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai
kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan makmur.

Menurut beberapa ahli tentang pengertian modernisasi, Wilbert E Moore yang menyebutkan
modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern
dalam arti teknologi serta organisasi sosial kearah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi
ciri negara barat yang stabil. Sementara menurut J W School, modernisasi adalah suatu
transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.

Menurut Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk perubahan social yang terarah
yang didasarkan pada perencanaan yang biasa disebut social planning. Dengan demikian,
modernisasi adalah suatu proses dimana masyarakat bergerak kearah yang lebih maju untuk
memenuhi kebutuhannya dalam segala aspek yang melingkupinya.
6

2.2 Modernisasi Politik

Modernisasi politik menurut Samuel Huntington yaitu proses bersegi jamak yang melibatkan
perubahan di semua kerangka pemikiran dan aktivitas manusia, seperti pendidikan, industri,
seklarasi, demokratisasi serta media massa yang tidak berlangsung secara random dan berdiri
sendiri-sendiri, namun semuanya saling terkait.

Modernisasi dalam bidang politik merupakan sebagai suatu perubahan sosial kekuasaan
masyarakat, yaitu sistem politik suatu masyarakat ialah sistem social yang menjadi kerangka
untuk menetapkan kebijakan kekuasaan dan untuk melaksanakannya. Modernisasi politik dalam
Negara yang sedang berkembang dapat menjadi pemeran utama dalam proses modernisasi secara
total, akan tetapi disisi lain modernisasi politik dapat bergerak bila dipicu oleh bidang ekonomi
dan social.

Menilai ciri-ciri sistem politik yang telah berhasil dan yang telah berlangsung selama beberapa
abad, dapat dikatakan bahwa kemodernan politik itu mencakup hal-hal diantaranya:

1. Adanya suatu struktur hukum yang berpotensi untuk mengubah pendapat-pendapat yang
adil dari rakyat;

2. Perluasan partisipasi rakyat dalam proses-proses politik dan meningkatkan kualitas


partisipasi semacam itu;

3. Kemampuan untuk mempertahankan integrasi nasional melalui akomodasi yang teratur


terhadap kekuatan-kekuatan budaya, agama, dan faktor-faktor lain yang juga bisa menimbulkan
perpecahan;

4. Kemampuan untuk mencampurkan keterampilan, rasa tanggungjawab, dan rasionalitas


administrative dengan kemauan rakyat.

Modernisasi politik juga mencakup modernisasi bidang administrasi pula.


7

Proses modernisasi adalah suatu hal yang mengganggu dan yang meningkatkan jumlah konflik-
konflik social. Setiap masyarakat modern ditandai dengan konflik-konflik intern. Semakin
banyak keputusan yang diambil pemerintah akan semakin banyak pula perbedaan pendapat yang
timbul. Proses modernisasi tanpa konflik hanya dapat dicapai bila pendidikan berhasil
meningakatkan rasa tanggungjawab, proses individuasi dan pembentukan kepribadian baru.

Dengan demikian, modernisasi politik adalah suatu proses perubahan kea rah yang lebih maju di
bidang sistem sosial yang merupakan kerangka untuk menentukan kebijakan kekuasaan dan
untuk melaksanakannya. Yang lebih ditekankan adalah politik dibidang kenegaraan.
8

2.3 Perjalanan Modernisasi Politik di Indonesia

Kronologis patokan-patokan modernisasi politik adalah sebagai berikut:

Tahun 1908 – Gerakan Budi utomo

Tahun 1928 – Sumpah Pemuda

Tahun 1945 – Kemerdekaan Indonesia

Tahun 1965 – Gerakan 30 September/PKI

Tahun 1984– Peristiwa Tanjung Priok

Tahun 1998 – Kerusuhan Mei 1998

Tahun 2004 – Pemilihan Umun pertama kali

Modernisasi politik di Indonesia sudah ada sejak jaman pra kemerdekaan. Modernisasi politik ini
dimulai dengan lahirnya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908. Organisasi yang didirikan oleh
mahasiswa kedokteran Sutomo, Gunawan Mangunkusumo dan Suraji atas gagasan Wahidin
Sudirohusodo ini bersifat sosial, ekonomi dan budaya meskipun bukan organisasi politik, tetapi
organisai tersebut adalah akar lahirnya kemerdekaan di negeri ini. Setelah itu tumbuhlah
organisasi-organisasi politik seperti Indische Partij dan Sarikat Dagang Islam.

Modernisasi politik selanjutnya ditandai dengan peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober
1928 pada Kongres Pemuda Kedua yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia
(PPPI). Dari peristiwa Sumpah Pemuda ini muncul lah komitmen rasa nasionalisme terhadap
bangsa Indonesia.

Puncak yang ketiga adalah peristiwa rengasdengklok. Seruan bangsa Indonesia sebagai Negara
yang bebas terjadi pada tahun 1945. Peristiwa haru kebahagiaan. Selang 20 tahun kemudian
9

terjadi peritiwa Gestapu, Gerakan 30 September peristiwa pembunuhan enam perwira tinggi
militer AD. Pelakunya dituduhkan kepada PKI Partai Komunis Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Suharto selama 32 tahun, Indonesia secara tegas mendeklarasikan diri
sebagai penganut demokrasi Pancasila. Segala paham yang berazas selain Pancasila adalah
haram. Peristiwa Tanjung Priok pada tahun 1984 menggambarkan dengan baik drama politik
rezim orde baru yang dimana tindakan represif negara dihalalkan dengan alasan tindakan
subversif.

Peristiwa Tanjung Priok adalah peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 12 September 1984 di
Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka
serta sejumlah gedung rusak terbakar. Sekelompok massa melakukan defile sambil merusak
sejumlah gedung dan akhirnya bentrok dengan aparat yang kemudian menembaki mereka.
Setidaknya 9 orang tewas terbakar dalam kerusuhan tersebut dan 24 orang tewas oleh tindakan
aparat.

Selanjutnya modernisasi ditandai dengan adanya Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang
terjadi di Indonesia pada 13 Mei – 15 Mei 1998, khususnya di ibu kota Jakarta namun juga
terjadi di beberapa daerah lain sebelum jatuhnya rezim Soeharto. Kerusuhan ini diawali oleh
krisis finansial Asia yang berdampak tumbangnya banyak perusahaan, sehingga terjadi PHK
besar-besaran dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti
ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.

Pada tahun 2004 terwujudnya salah satu bentuk demokrasi pancasila. Pemilihan pemerintah
dilaksanakan menggunakan suara rakyat secara langsung. Bentuk kemodernan yang idealis
karena berkaca dari teori Abraham Lincoln tentang demokrasi yang bersubjek dan objek untuk
rakyat semata.

Bila patokan-patokan modernisasi tersebut dikaji lagi. Ada asumsi bahwa rentang waktu 15-20
tahun adalah masa suatu periode berkuasa. Bila kekuasaan tersebut sudah mencapai titik rentang
waktu yang dianalisis, bisa dikatakan model pemerintahan tersebut akan mengalami titik
kejenuhan. Bila diibaratkan, ibarat air sedikit dengan zat terlarut yang berlebih, alhasil adalah
10

titik jenuh, zat larut yang seharusnya larut tidak dapat larut. Meminjam istilah Huntington
pelembagaan politik. Jika titik jenuh kelenturan telah tercapai, maka pasti akan terjadi pergantian
kekuasaan.

Era reformasi ini sudah berjalan kurang lebih 14 tahun, sudah memasuki masa dimana akan ada
pergantian kekuasaan. Yang bisa di prediksikan adalah pentransparasian pengelolaan pemerintah
kepada rakyat.
11
2.4 Dampak dari Modernisasi Politik dan Ideologi di Indonesia

Segala sesuatu pasti menimbulakan sesuatu pula, baik itu secara langsung maupun tidak
langsung. modernisasi politik termasuk modernisasi dasar dalam membangun negeri, dan
dampak yang ditimbulkan akan erat hubungannya dengan pemerintahan. Tetapi tidak juga
menutup kemungkinan dampak tersebut terjadi di kehidupan sosial.

Dampak positif modernisasi politik dan ideologi di Indonesia, yaitu:

1. Meningkatkan Kesadaran Politik dan Demokrasi. Kesadaran politik dikalangan masyarakat


makin meningkat. Hal itu dapat dilihat dari meningkatnya keikutsertaan masyarakat luas dalam
percaturan politik melalui wakil-wakil rakyat. Semakin berkembangnya teknologi yang
berdampak pada mudahnya masyarakat mengakses informasi dari segala media sehingga
kesadaran partisipasi politik itu tumbuh.

2. Mutu kehidupan beragama makin meningkat. Hal itu tercermin dari bertambahnya toleransi
antarpenganut agama dan kepercayaan serta meningkatnya mutu perilaku manusia dan mutu
ketakwaan kepada Tuhan YME.

3. Ideologi nasional, yaitu Pancasila makin mantap.

4. Stabilitas politik dan pemerintahan makin meningkat. Dan;

5. Proses pembangunan dan pembaruan baik dalam segi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya
maupun pertahanan keamanan makin lancar.

Dampak negatif modernisasi politik dan ideologi di Indonesia, yaitu:

1. Semakin banyaknya partai politik. Fakta bahwa partai politik jumlahnya tidak dapat dihitung
dengan jari dalam setiap pemilu yang diselenggarakan.

2. Semakin meningkatnya nilai-nilai politik individu, kelompok, oposisi, diktator mayoritas atau
tirani minoritas.
3. Merebaknya nilai-nilai politik barat masuk secara langsung atau tidak langsung. Dan;

4. Kriminalitas. modernisasi juga bisa diartikan sebagai teori evolusi untuk bertahan hidup. Tidak
hanya orang susah dan miskin yang berkompeten berbuat kriminal. Para petinggi Negara yang
sudah memiliki penghasilan tinggi pun masih berpeluang berbuat kriminal, contohnya, korupsi.
Korupsi merupakan kriminalitas orang intelek. Demikian, itu menggambarkan bahwa Indonesia
telah mengalami modernisasi.
12
2.5 Realitas Modernisasi Politik di Indonesia

Ada dua jalan yang dapat dilakukan Negara untuk mencapai suatu masyarakat yang maju. Sistem
Demokrasi atau Sistem Totaliter. Indonesia telah memilih sistem demokrasi, ditinjau dari segi
politik, modernisasi yang berpegang pada demokrasi sangat sukar diwujudkan, karena sistemnya
yang sukar akibat bergantungnya pada konsensus. Meskipun dinilai sebagai sistem modernisasi
yang sukar, tetapi Indonesia dapat menunjukkan bahwa modernisasi dapat tetap berjalan.

Lepas dari anggapan itu, salah satu langkah politik yang nyata mempercepat modernisasi adalah
nasionalisme. Untuk Negara-negara berkembang nasionalisme telah mengakhiri dan mendobrak
unsur-unsur penghambat modernisasi dalam tradisi. Menurut penulis Indonesia memiliki itu
meskipun tidak dalam kuantitas keseluruhan.

Pemimpin Negara Indonesia (2008-2014) adalah berlatar belakang militer. Pengambilan alih
kekuasaan oleh militer termasuk faktor utama dalam mempercepat modernisasi karena adanya
hubungan antara struktur/sistem social dengan pelembagaan. Sebab keduanya merupakan
pembentuk norma untuk masyarakat dan organisasi.
13

BAB III

KESIMPULAN

Indonesia adalah salah satu Negara berkembang yang juga berpartisipasi dalam modernisasi
dalam segala aspek. Salah satunya adalah morenisasi politik. Modernisasi politik untuk Indonesia
adalah proses pembangunan ke arah Negara yang lebih berkembang dan maju.

Dalam dinamikanya, Indonesia memilih jalan modernisasi dengan menggunakan sistem


demokrasi. Sistem yang dianggap sulit untuk mencapai kemodernisasian. Tetapi, dengan
semangat nasionalisme opini itu terbantahkan. Dengan nasionalisme, suatu Negara salah satu
contoh Indonesia dapat mempercepat modernisasi.

Tidak ada kesempurnaan di dunia ini. Yang ada adalah suatu perbaikan-perbaikan demi sesuai
dengan dinamika yang ada. Indonesia sebagai Negara berkembang sangat perlu ribuan perbaikan
di segala bidang, dan yang terpenting sekarang perbaikan kelembagaan politik bukan untuk
menjadi Negara yang sempurna, melainkan menjadi Negara yang pantas.
14

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Mardiyanti, Susi. 2008. Realitas Modernisasi Politik di Indonesia


(http://susimardiyanti.blo.gspot.ca/2013/01/realitas-modernisasi-politik-di.html), diakses pada 1
April 2016.

Grace, Margaretha. 2014. Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Berbagai Bidang.
(http://margarethagrace.blogspot.ca/2014/01/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi.html),
diakses pada 1 April 2016

Iskandar, Israr. 2004. Perluasan Korupsi dan Modernisasi Politik,


(http://israriskandar.wordpress.com/perluasan-korupsi-dan-modernisasi-politik/), diakses pada 1
April 2016.

Nenytriana. 2011. Modernisasi Politik Gelombang Ketiga,


(http://Nenytriana.Wordpress.Com/2011/11/14/Modernisasi-Politik-Gelombang-Ketiga/) diakses
pada 1 April 2016.

NN. 2008. Modernisasi Politik, (http://cenya95.wordpress.com/2008/12/13/modernisasi-politik/),


diakses pada 1 April 2016.

NN. 2009. Dampak Positif Dan Dampak Negatif Globalisasi Dan Modernisasi,
(http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/dampak-positif-dan-dampak-negatif.html),
diakses pada 1 April 2016.

NN. 2009. Pengertian Modernisasi, (http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-


modernisasi.html), diakses pada 1 April 2016.

Wikipedia. 2012. Modernisasi, (http://id.wikipedia.org/wiki/Modernisasi), diakses pada 1 April


2016.
Wrahatnala, Bondet . 2012. Dampak Modernisasi,
(http://ssbelajar.blogspot.com/2012/08/dampak-modernisasi.html), diakses pada 1 April 2016.