Anda di halaman 1dari 9

2.

3 Cara Kerja
2.3.1 GPS Map
Hidupkan GPS Map

Pasang dan atur antena untuk input pada GPS Map

Kemudian atur posisi transducer

Kemudian lakukan sounding pada perairan

2.3.2 GPS Hand


Hidupkan GPS Hand

Pasang dan atur antena untuk melakukan input pada GPS Hand

Kemudian atur posisi dari transducer

Dan sounding pada perairan siap dilakukan

2.3.3 Fish Finder


Pasang kemudian kabel transducer single beam dan display

Lalu atur posisi transducer dengansesuai

baca lengkapnya https://tokopuas.com/2015/02/cara-


menggunakan-fish-finder-pencari.html

baca lengkapnya https://tokopuas.com/2015/02/cara-


menggunakan-fish-finder-pencari.html
Nyalakan fish finder kemudian set skala kedalaman

Set frekuensi menjadi 200khz di perairan yang dangkal serta 50khz untuk perairan
yang dalam

baca lengkapnya https://tokopuas.com/2015/02/cara-


Set input air (sainitas, temperature, dan tekanan air)
menggunakan-fish-finder-pencari.html

baca lengkapnya https://tokopuas.com/2015/02/cara-


Lalu lakukan sounding pada perairan
menggunakan-fish-finder-pencari.html
baca lengkapnya https://tokopuas.com/2015/02/cara-
menggunakan-fish-finder-pencari.html
IV HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 GPS Map


Keterangan :
1 2 1. GPS Maps
3
2. Kabel penghubung
4 3. Antena
4. Transducer
5 5. Accu

Pembahasan :
Beberapa kemampuan GPS antara lain dapat memberikan informasi tentang

posisi, kecepatan, dan waktu secara cepat, akurat, murah, dimana saja di bumi ini tanpa

tergantung cuaca. Hal yang perlu dicatat bahwa GPS adalah satu-satunya sistem
navigasi ataupun sistem penentuan posisi dalam beberapa masa ini yang memiliki
kemampuan handal seperti itu.
Ketelitian dari GPS dapat mencapai beberapa mm untuk ketelitian posisinya,
beberapa cm/s untuk ketelitian kecepatannya dan beberapa nanodetik untuk ketelitian
waktunya. Ketelitian posisi yang diperoleh akan tergantung pada beberapa faktor yaitu

metode penentuan posisi, geometri satelit, tingkat ketelitian data, dan metode
pengolahan datanya.
Pada sistem GPS terdapat beberapa kesalahan komponen sistem yang akan
mempengaruhi ketelitian hasil posisi yang diperoleh. Kesalahan-kesalahan tersebut
contohnya kesalahan orbit satelit, kesalahan jam satelit, kesalahan jam receiver,

kesalahan pusat fase antena, dan multipath. Hal-hal lainnya juga ada yang mengiringi
kesalahan sistem seperti efek imaging, dan noise. Kesalahan ini dapat dieliminir salah

satunya dengan menggunakan teknik differencing data.


Kita tidak bisa memakai GPS di tempat tertutup atau terhalang gedung-gedung
tinggi karena alat GPS perlu melihat langsung satelit untuk menerima informasi.
Dengan GPS Garmin bahasa yang tersedia hanya bahasa-bahasa Eropa saja. Jenis
baterai AA dan jika baterai habis, tidak ada cadangan bantuan navigasi. Kelemahan alat
GPS yaitu kesalahan untuk menghitung ketinggian cukup besar dan kurang cocok untuk
membantu sebagai informasi navigasi di daerah pegunungan.
· Aplikasi GPS sangat beragam dan tidak terbatas pada hal-hal yang berhubungan
dengan penentuan posisi saja. Dibandingkan dengan peralatan navigasi lain, penerima
GPS paling mudah. GPS juga digunakan untuk radar,membimbing pesawat tanpa awak
dan rudal-rudal jarak jauh, mempelajari kebiasaan migrasi satwa laut, memantau
perjalanan truk-truk kontainer dan kereta api. GPS juga digunakan membuat peta dan
membantu bermain golf, mendapatkan posisi satelit lainnya.

3.2 GPS Hand 1 2


Keterangan :
1. Out
3
2. Page
4 3. Menu
4. On/off
5 5. Enter
6. Display
6
7. Quit

7 8. In

Pembahasan : 8
GPS adalah sistem navigasi yang menggunakan satelit yang didesain agar dapat
menyediakan posisi secara instan, kecepatan dan informasi waktu di hampir semua
tempat di muka bumi, setiap saat dan dalam kondisi cuaca apapun.Sedangkan alat untuk
menerima sinyal satelit yang dapat digunakan oleh pengguna secara umum dinamakan
GPS Tracker atau GPS Tracking, dengan menggunakan alat ini maka dimungkinkan
user dapat melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time.
Bagian yang paling penting dalam sistem navigasi GPS adalah beberapa satelit
yang berada di orbit bumi atau yang sering kita sebut di ruang angkasa. Satelit GPS saat
ini berjumlah 24 unit yang semuanya dapat memancarkan sinyal ke bumi yang lalu
dapat ditangkap oleh alat penerima sinyal tersebut atau GPS Tracker. Selain satelit
terdapat 2 sistem lain yang saling berhubungan, sehingga jadilah 3 bagian penting
dalam sistem GPS. Ketiga bagian tersebut terdiri dari: GPS Control Segment (Bagian
Kontrol), GPS Space Segment (bagian angkasa), dan GPS User Segment (bagian

pengguna).
GPS dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertahanan militer. Lebih
jauh dari itu bisa memantau pergerakan musuh saat terjadi peperangan, juga bisa
menjadi penuntun arah jatuhnya bom sehingga bisa lebih tertarget. Dalam kebutuhan
berkendara sistem GPS pun sangat membantu, dengan adanya GPS Tracker terpasang
pada kendaraan maka akan membuat perjalanan arah tujuan jalan bisa diketahui setelah
GPS mengirim posisi kendaraan kita yang diterjemahkan ke dalam bentuk peta digital.
Saat ini teknologi GPS yang terus ditingkatkan menghasilkan tingkat ketelitian
dan keakuratan yang sangat tinggi sehingga GPS dapat dimanfaatkan untuk memantau
pergerakan tanah di bumi. Dengan hal itu maka para pakar Geologi dapat
memperkirakan kemungkinan terjadinya gempa di suatu wilayah. Bagian yang paling
penting dalam sistem navigasi GPS adalah beberapa satelit yang berada di orbit bumi
atau yang sering kita sebut di ruang angkasa. Satelit GPS saat ini berjumlah 24 unit
yang semuanya dapat memancarkan sinyal ke bumi yang lalu dapat ditangkap oleh alat
penerima sinyal tersebut atau GPS Tracker.
Gps hand sangat berbeda dengan gps maps sebelumnya, karena alat ini lebih
mudah dibawa kemana mana dan lebih kecil, alat ini juga menggunakan 2 buah baterai
AA yang mana kita tidak perlu membawa aki kemana mana untuk menggunakan alat
ini, dan alat ini juga tidak perlu dirangkaia atau tidak perlu perakitan lagi seperti halnya
gps maps. Kita hanya perlu memasukan baterai AA ke dalam gps hand ini, lalu
menekan tombol power, maka gps hand sudah dapat di gunakan.
3.3 Fish Finder
Keterangan :
1. Fish finder
2. Kabel penghubung
3. Accu
4. Transducer

Pembahasan :
Prinsip kerja dari fishfinder yaitu gelombang suara berfrekuensi antara 15 kHz
sampai 455 kHz dipancarkan tranduser dipantulkan oleh dasar perairan kemudian
ditangkap kembali oleh transduser. Fishfinder ialah perangkat elektronik yang bekerja
dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik dan menangkap kembali pantulannya.
Perangkat fish finder yang digunakan untuk memancarkan gelombang dan menangkap
gelombang kembali disebut dengan nama tranduser. Proses gelombang pantulan yang
berulang-ulang itu ditangkap tranduser kemudian diterjemahkan dalam monitor dalam
bentuk titik-titik sehingga menimbulkan gambar topografi dasar perairan.
Dari hasil pembacaan gambar topografi itulah akhirnya kita bisa membedakan
kekerasan dari topografi struktur dasar perairan. Biasanya bila keadaan dasar perairan
benda yang keras maka warna di monitor gambarnya lebih pekat. Sebaliknya jika
topografi lembek maka gambar di monitor pun tidak pekat. Jadi bila topograf dasar
perairan keras bisa diasumsikan bahwa dasar berupa karang. Demikian juga bila
dimonitor fish finder gambarnya tidak pekat warnanya maka sering kita terjemahkan
dengan lumpur.
Selain itu rata tidaknya topografi dasar perairan bisa diketahui melalui
fishfinder. Untuk mengetahui itu semua merupakan penyimpulan titik hasil pembacaan
fish finder. Untuk bisa mengetahui apakah topografi itu berupa karang luas, tandes atau
rumpon, tentu saja diperlukan jam terbang yang terbang yang tinggi. Artinya si pemakai
fishfinder harus hafal betul gambar-gambar yang ditampilkan oleh monitor fishfinder.
Transducer berfungsi untuk memancarkan gelombang suara yang sebelumnya di
terima dari transmitter dan dipancarkan lah gelombang suara tersebut oleh transducer,
setelah gelombang suara tersebut mengenai target atau objek maka gelombang suara
tersebut nantinya akan di kembalikan lagi menuju transducer dan transducer akan
menyalurkan kembali gelombang suara yang telah di terimanya ke transmitter.
Lalu ada kabel penghubung. Kabel penghubung merupakan serangkaian kabel
yang berfungsi untuk menghubungkan semua komponen komponen dari fish finder agar
dapat di gunakan dengan baik, kabel penghubung ini menghubungkan antara aki dengan
fish finder, menghubungkan transducer dengan transmitter, juga dapat menghubungkan
transducer dengan display juga transmitter dengan display dari fish finder.
V KESIMPULAN

Adapun kesimpulan pada praktikum ini, yaitu :


1. Prinsip kerja dari fish finder yaitu gelombang suara berfrekuensi antara 15 kHz
sampai 455 kHz
2. GPS dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertahanan militer.
3. Ketelitian dari GPS dapat mencapai beberapa mm untuk ketelitian posisinya
4. Aplikasi GPS sangat beragam dan tidak terbatas pada hal-hal yang cangkupan
sangat berhubungan dengan penentuan posisi saja.
5. Pada fish finder bila topograf dasar perairan keras bisa diasumsikan bahwa dasar
berupa karang