Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH ELEKTRONIKA DAYA

"PENYEARAH TIDAK TERKONTROL (UNCONTROLLED RECTIFIER)"

DISUSUN OLEH :

Evangelista Nangka (18021040)

Claudia Pattimahu (18021047)

Bella Kaunang (18021048)

Imanuel Pitoy (18021050)

Christabella Gautami (18021052)

3 TL 1 D3K-PLN

PROGRAM STUDI DIPLOMA-III TEKNIK LISTRIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI MANADO

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat tuntunan-Nya
sehingga kelompok kami bisa menyelesaikan penyusunan makalah ini. Kami juga
berterima kasih kepada dosen serta teman – teman yang telah membantu kami dalam
proses penyelesaian makalah ini.
Dalam makalah ini, kami akan membahas tentang Penyearah Tidak
Terkontrol. Dimana terdapat penjelasan lebih detail mengenai penyearah tidak
terkontrol atau biasa disebut dengan Uncontrolled Rectifier.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberiikan pengetahuan yang
lebih banyak untuk semua orang terlebih untuk para pembaca. Oleh karena itu, kami
meminta maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini. Saran dan kritik
kami terima untuk perbaikan makalah ini nantinya.

Manado, Agustus 2019

Penyusun

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rangkaian elektronika daya merupakan suatu rangkaian listrik yang dapat mengubah
sumber daya listrik dari bentuk gelombang tertentu (seperti bentuk gelombang
sinusoida) menjadi sumber daya listrik dengan bentuk gelombang lain (seperti
gelombang nonsinusoida) dengan menggunakan piranti semikonduktor daya.
Semikonduktor daya memiliki peran penting dalam rangkaian elektronika daya.
Semikonduktor daya dalam rangkaian elektronika daya umumnya dioperasikan
sebagai pensakelar (switching), pengubah (converting), dan pengatur (controlling)
sesuai dengan unjuk kerja rangkaian elektronika daya yang diinginkan.

Rangkaian elektronika daya dapat diklasifikasikan dalam lima jenis, yaitu :

1. Penyearah tak-terkendali, yakni suatu rangkaian yang mengubah tegangan arus


bolak-balik (AC) menjadi tegangan arus searah (DC) tidak dapat diatur.

2. Penyearah terkendali (konverter AC-DC), yakni suatu rangkaian yang mengubah


tegangan AC menjadi tegangan DC yang dapat dikendalikan/ diatur.

3. Pengatur tegangan arus bolak-balik (konverter AC-AC), yakni suatu rangkaian


yang dapat mengubah tegangan AC tetap menjadi tegangan AC yang dapat
dikendalikan/ diatur.

4. Pemangkas arus searah (chopper DC), yakni suatu rangkaian yang digunakan untuk
mengubah sumber tegangan DC tetap menjadi sumber tegangan DC yang dapat
dikendalikan/diatur.

5. Inverter (konverter DC-AC), yakni suatu rangkaian yang digunakan untuk


mengubah sumber tegangan DC tetap menjadi sumber tegangan AC yang dapat
dikendalikan/diatur.

1.2 Rumusan Masalah

 Apa yang dimaksud dengan penyearah dan apa saja klasifikasi dari
penyearah?
 Apa yang dimaksud dengan penyearah tidak terkendali dan apakah bedanya
dengan penyearah terkendali?
 Apa fungsi penyearah gelombang dalam kehidupan sehari-hari?

3
 Apa saja kelebihan dan kekurangan penyearah setengah gelombang dan
gelombang penuh?

1.3 Tujuan

 Mengetahui mengenai rangkaian penyearah dan bagian-bagiannya yang


merupakan rangkaian elektronika daya
 Mengetahui pengertian lebih detail tentang rangkaian penyearah tak terkendali
 Mengetahui perbedaan penyearah tidak terkendali satu fasa dan tiga fasa
 Mengetahui perbedaan penyearah setengah gelombang dengan penyearah
gelombang penuh
 Mengetahui cara kerja rangkaian penyearah dan apa fungsinya dalam
kehidupan sehari-hari
 Mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan penyearah setengah
gelombang dan gelombang penuh

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rangkaian Penyearah dan Klasifikasinya

Rectifier atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Penyearah Gelombang


adalah suatu bagian dari Rangkaian Catu Daya atau Power Supply yang berfungsi
sebagai pengubah sinyal AC (Alternating Current) menjadi sinyal DC (Direct
Current). Rangkaian Rectifier atau Penyearah Gelombang ini pada umumnya
menggunakan Dioda sebagai Komponen Utamanya. Hal ini dikarenakan Dioda
memiliki karakteristik yang hanya melewatkan arus listrik ke satu arah dan
menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Jika sebuah Dioda dialiri arus Bolak-
balik (AC), maka Dioda tersebut hanya akan melewatkan setengah gelombang,
sedangkan setengah gelombangnya lagi diblokir.

1.1.1 Jenis-jenis rectifier (penyearah gelombang)

Pada dasarnya, Rectifier atau Penyearah Gelombang dibagi menjadi dua jenis
yaitu Half Wave Rectifier (Penyearah Setengah Gelombang) dan Full Wave Rectifier
(Penyearah Gelombang Penuh).

a. Penyearah setengah gelombang (half wave rectifier)

Half Wave Rectifier atau Penyearah Setengah Gelombang merupakan


Penyearah yang paling sederhana karena hanya menggunakan 1
buah Dioda untuk menghambat sisi sinyal negatif dari
gelombang AC dari Power supply dan melewatkan sisi sinyal Positif-
nya. Pada prinsipnya, arus AC terdiri dari 2 sisi gelombang yakni sisi
positif dan sisi negatif yang bolak-balik. Sisi Positif gelombang
dari arus AC yang masuk ke Dioda akan menyebabkan Dioda
menjadi bias maju (Forward Bias) sehingga melewatkannya,
sedangkan sisi Negatif gelombang arus AC yang masuk akan
menjadikan Dioda dalam posisi Reverse Bias (Bias Terbalik)
sehingga menghambat sinyal negatif tersebut.

b. Penyearah gelombang penuh (full wave rectifier)

Terdapat 2 cara untuk membentuk Full Wave Rectifier atau Penyearah


Gelombang Penuh. Kedua cara tersebut tetap menggunakan Dioda
sebagai Penyearahnya namun dengan jumlah Dioda yang
berbeda yaitu dengan menggunakan 2 Dioda dan 4 Dioda. Penyearah

5
Gelombang Penuh dengan 2 Dioda harus menggunakan Transformer
CT sedangkan Penyearah 4 Dioda tidak perlu menggunakan
transformer CT, Penyearah 4 Dioda sering disebut juga dengan Full
Wave Bridge Rectifier.

• Penyearah gelombang penuh 2 dioda

Penyearah Gelombong Penuh 2 Dioda memerlukan


Transformer khusus yang dinamakan dengan Transformer CT
(Centre Tapped). Transformer CT memberikan Output (Keluaran)
Tegangan yang berbeda fasa 180° melalui kedua Terminal Output
Sekundernya. Di saat Output Transformer CT pada Terminal
Pertama memberikan sinyal Positif pada D1, maka Terminal kedua
pada Transformer CT akan memberikan sinyal Negatif (-) yang
berbeda fasa 180° dengan Terminal Pertama. D1 yang mendapatkan
sinyal Positif (+) akan berada dalam kondisi Forward Bias (Bias
Maju) dan melewatkan sisi sinyal Positif (+) tersebut sedangkan D2
yang mendapatkan sinyal Negatif (-) akan berada dalam kondisi
Reverse Bias (Bias Terbalik) sehingga menghambat sisi sinyal
Negatifnya.Sebaliknya, pada saat gelombang AC pada Terminal
Pertama berubah menjadi sinyal Negatif maka D1 akan berada
dalam kondisi Reverse Bias dan menghambatnya. Terminal Kedua
yang berbeda fasa 180° akan berubah menjadi sinyal Positif
sehingga D2 berubah menjadi kondisi Forward Bias yang
melewatkan sisi sinyal Positif tersebut.

• Penyearah gelombang penuh 4 dioda

Penyearah Gelombang Penuh dengan menggunakan 4 Dioda


adalah jenis Rectifier yang paling sering digunakan dalam
rangkaian Power Supply karena memberikan kinerja yang lebih
baik dari jenis Penyearah lainnya. Penyearah Gelombang Penuh 4
Dioda ini juga sering disebut dengan Bridge Rectifier atau
Penyearah Jembatan. Berdasarkan gambar diatas, jika Transformer
mengeluarkan output sisi sinyal Positif (+) maka Output maka D1
dan D2 akan berada dalam kondisi Forward Bias sehingga
melewatkan sinyal Positif tersebut sedangakan D3 dan D4 akan
menghambat sinyal sisi Negatifnya. Kemudian pada saat Output
Transformer berubah menjadi sisi sinyal Negatif (-) maka D3 dan
D4 akan berada dalam kondisi Forward Bias sehingga melewatkan

6
sinyal sisi Positif (+) tersebut sedangkan D1 dan D2 akan
menghambat sinyal Negatifnya.

• Penyearah gelombang yang dilengkapi dengan kapasitor

Tegangan yang dihasilkan oleh Rectifier belum benar-benar


Rata seperti tegangan DC pada umumnya, oleh karena itu
diperlukan Kapasitor yang berfungsi sebagai Filter (Penyaring)
untuk menekan riple yang terjadi pada proses penyearahan
Gelombang AC. Kapasitor yang umum dipakai adalah Kapasitor
jenis ELCO (Electrolyte Capacitor).

2.2 Penyearah Tidak Terkendali (Uncontrolled Rectifier)

Penyearah daya merupakan rangkaian elektronika daya yang berfungsi untuk


mengubah tegangan sumber masukan arus bolak-balik dalam bentuk sinusoida
menjadi tegangan searah yang tetap. Jenis sumber tegangan masukan untuk mencatu
rangkaian penyearah daya dapat digunakan tegangan bolak-balik satu fasa dan tiga
fasa. Penyearah satu fasa merupakan rangkaian penyearah daya dengan sumber
masukan tegangan bolak-balik satu fasa. Rangkaian penyearahan dapat dilakukan
dalam bentuk penyearah setengah gelombang (halfwave) dan penyearah gelombang
penuh (fullwave). Pembebanan pada rangkaian penyearah daya umumnya dipasang
beban resistif atau beban resistif-induktif. Efek dari pembebanan ini akan
memengaruhi kualitas tegangan luaran yang dihasilkan dari rangkaian penyearah.

2.2.1 Penyearah tidak terkontrol satu fasa


Penyearah tak terkendali pada umumnya menggunakan diode
sebagai saklarnya. Untuk penyearah satu fasa setengah gelombang tak
terkendali menggunakan satu buah diode. Penyearah tidak terkendali
satu fasa terbagi atas penyearah setengah gelombang dan penyearah
gelombang penuh.

a. Penyearah tak terkendali satu fasa setengah gelombang

Penyearah jenis ini menggunakan satu buah diode sebagai


komponen penyearah tak terkontrol. Hasil keluaran dari rangkaian
ini adalah hanya sebagian positif saja dalam satu panjang
gelombang dari yang inputannya adalah gelombang sinus yang
memiliki bagian positif dan bagian negatif dalam satu panjang

7
gelombangnya. Berikut adalah rangkaian dari penyearah satu fasa
setengah gelombang tak terkontrol.

Ketika arus input positif, maka dioda dibias maju, sehingga


terdapat arus yang mengalir dari sumber ke beban. Pada gambar
kurva kanan bawah, tampak bahwa terdapat gelombang positif
yang menandakan bahwa terdapat arus yang mengalir pada beban.
Beban resistif memiliki faktor daya unity (cos phi = 1), sehingga
tidak ada perbedaan sudut fasa antara kurva tegangan dengan arus.
Ketika arus input adalah negatif, maka diode akan dibias
mundur, sehingga arus tidak dapat mengalir pada beban karena
diode memblok aliran arus. Pada gambar kurva kanan bawah,
tampak bahwa tidak ada arus yang mengalir pada beban. Sehingga
kurva berbentuk garis lurus (nol).
Untuk rangkaian beban induktif, hasil keluarannya berbeda
dengan rangkaian beban resistif. Induktif memiliki sifat
menyimpan arus. Pada periode positif, induktor di charge.
Sehingga meskipun tegangan pada beban telah nol, arus yang
mengalir masih ada. Hal ini dikarenakan arus yang disimpan
induktor baru dikeluarkan ke beban setelah tegangan ke
beban habis.

b. Penyearah tidak terkontrol satu fasa gelombang penuh

Terdapat dua jenis rangkaian penyearah tidak terkontrol satu


fasa gelombang penuh, diantaranya penyearah dengan Tap Tengah
(Center Tap) yang menggunakan 2 dioda dan penyearah jembatan
(bridge/4 dioda). Keduanya memiliki hasil keluaran yang sama,
yaitu berupa dua buah bagian positif dalam satu panjang
gelombang dari yang inputannya adalah nerupa setengah bagian
positif dan setengah bagian negatif dalam satu panjang gelombang.
Berikut adalah rangkaian dari penyearah satu fasa gelombang
penuh tak terkontrol.

8
1) Penyearah dengan Tap Tengah (Center Tap)

Gambar di atas merupakan penyearah dengan tap tengah (2


dioda). Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa rangkaian ini
memiliki 2 proses kerja utama, yaitu:

1. Ketika kaki trafo paling atas bernilai positif, maka


dioda 1 (D1) akan bias maju. Di sisi lain, kaki trafo
paling bawah bernilai negative, maka dioda 2 (D2)
akan bias mundur. Hal ini terjadi dikarenakan kedua
dioda tersebut dialiri arus listrik AC berupa
gelombang sinus secara bergantian. Ketika D1
dialiri arus listrik dengan gelombang sinus positif,
maka D2 akan dialiri arus listrik dengan gelombang
sinus negatif, atau sebaliknya. Arus listrik akan
mengalir melalui dioda yang dibias maju. Karena
yang dibias maju adalah dioda 1 (D1), maka arus
mengalir melalui D1 dan menuju ke beban, lalu
akan mengalir lagi ke trafo melalui kaki tengah
(Center Tap).

2. Ketika kaki trafo yang paling atas bernilai negatif,


maka dioda 1 (D1) akan bias mundur. Di sisi lain,
kaki trafo paling bawah bernilai positif, maka dioda
2 (D2) akan bias maju. Arus akan mengalir bila

9
dioda bias maju. Karena yang bias maju adalah
dioda 2 (D2), maka arus mengalir padanya dan
menuju ke beban, lalu akan mengalir lagi ke trafo
melalui kaki tengah.

2) Penyearah jembatan (Bridge/4 dioda)

Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa rangkaian tersebut


memiliki dua siklus kerja utama, yaitu:

1. Ketika tegangan input kaki trafo atas bernilai


positif, maka dioda 1 (D1) dan dioda 4 (D4) akan
bias maju. Di sisi lain, tegangan input kaki trafo
bawah bernilai negatif, dioda (D2) dan dioda (D3)
akan bias mundur. Karena arus mengalir pada dioda
yang bias maju, maka arus mengalir dari kaki trafo
atas ke D1 lalu ke beban dan kemudian ke D4 dan
kembali ke trafo melalui kaki bawah.

10
2. Ketika tegangan input kaki trafo atas bernilai
negatif, maka dioda 2 (D2) dan dioda 3 (D3) akan
bias maju. Di sisi lain, tegangan input kaki bawah
bernilai positif, dioda 1 (D1) dan dioda 4 (D4) akan
bias mundur. Karena arus mengalir pada dioda yang
bias maju, maka arus mengalir dari kaki trafo
bawah ke D3 lalu ke beban lalu ke D2 dan kembali
ke trafo melalui kaki atas.

2.2.2 Penyearah tidak terkontrol tiga fasa

a. Penyearah tak terkendali tiga fasa setengah gelombang

Penyearah tiga fasa tidak terkendali setengah gelombang


menggunakan tiga buah dioda sebagai saklar dayanya. Rangkaian
penyearah tiga fasa tidak terkendali setengah gelombang seperti
ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

11