Anda di halaman 1dari 11

II.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Struktur Biji


2.1.1 Pengertian Biji
Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji
dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan, makanan disimpan di
dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam jaringan di
sekililingnya. Cerita lengkap mengenai biji harus menerangkan perubahan-perubahan yang
terjadi dalam stamen dan pistil, proses penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan
kulit biji dan perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh tumbuhan
muda ketika biji berkecambah (Yuniarsih, 1996).
Bunga sangat beragam bentuknya , meskipun demikian, persamaan yang pokok diantara
bunga bermacam tumbuhan itu lebih besar dibandingkan dengan kelainannya, karena semua
bunga mempunyai kerangka struktur dasar yang sama. Menurut botaniawan, bunga adalah
sepotong batang atau cabang dengan sekumpulan daun yang mengalami metamorfosis yang
berhubungan dengan fungsinya untuk bereproduksi. Dikatakan mengalami perubahan bentuk
karena di antara daun-daun ini ada yang mungkin menyerupai daun biasa, tetapi yang lain
berbeda sekali dalam strukturnya sehingga sukar dinamakan daun (Tjitrasam, 1983).
Uraian mengenai bunga dan perkembangan selanjutnya sampai terbentuk biji yang telah
diutarakan pada tinjauan di atas hanyalah mengungkapkan sebagian mengenai riwayat
perkembangbiakan seksual pada tumbuhan bunga. Pembahasan tentang hal ini belum lengkap
bila tidak disinggung-singgung perihal buah, penyebaran buah serta biji dan perkecambhan
biji (Tjahjadi, 1988).
Menurut Kamil (1982) Biji dibentuk dengan adanya perkembangan bakal biji. Pada saat
pembuahan, tabung sari sari memasuki kantung embrio melalui mikropil dan menempatkan
dua buah inti gamet jantan padanya. Satu diantaranya bersatu dengan inti sel telur dan yang
lain bersatu dengan dua inti polar atau hasilnya penyatuan, yaitu inti sekunder. Penyatuan
gamet jantan dengan sel telur menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio. Penyatuan
gamet jantan yang lain dengan kedua inti polar menghasilkan inti sel endosperm pertama
yang akan membelah-belah menghasilkan jaringan endosperm. Proses yang melibatkan kedua
macam pembuahan (penyatuan) tersebut dinamakan pembuahan ganda.
Biji masak terdiri dari tiga bagian yaitu: embrio dan endosperm yang dihasilkan dari
pembuahan ganda serta kulit biji yang dibentuk oleh dinding bakal biji, termsuk kedua
integumentnya. Biji adalah ovule yang dewasa (mature ovule). Biji bisa terbentuk satu atau
lebih di dalam satu ovary pada legume, tetapi tidak pernah lebih dari satu biji terbentuk dalam
ovary pada monocot. Setiap biji matang (mature seed) selalu terdiri paling kurang bagian
embryo dan kulit biji.
Dinyatakan bahwa embryo terbentuk dari telur yang dibuahi (zygot) dengan mengalami
pembelahan sel didalam embryosac. Pada serealia dan rerumputan monocot embryo terdiri
atas cotyledon dan embryonic axsis. Setiap biji yang sangat muda dan sedang tumbuh seperti
pada tanaman serealia seperti jagung, padi, gandum selalu terdiri dari tiga bagian yaitu
embryo, kulit biji dan endosperm. Namun pada jenis legumes hanya terdiri dari embryo dan
kulit biji sedangkan endosperm ada namun sangat sedikit sekali.

2.1.2 Bagian-Bagian Biji


Bagian-bagian biji dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu: bagian dasar biji dan bagian
non dasar biji.
1. Bagian-bagian dasar biji
Bagian-bagian dasar biji terdiri dari :
a. Embrio, adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-gamet jantan dan
betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang berkembangnya sempurna terdiri dari
struktur-struktur sebagai berikut : epikotil (calon pucuk), hipokotil (calon batang), kotiledon
(calon daun) dan radikula (calon akar). Tanaman di dalam kelas Angiospermae
diklasifikasikan oleh banyaknya jumlah kotiledon. Tanaman monokotiledon mempunyai satu
kotiledon misalnya : rerumputan dan bawang. Tanaman dikotiledon mempunyai dua
kotiledon misalnya kacang-kacangan sedangakan pada kelas Gymnospermae pada umumnya
mempunyai lebih dari 2 kotiledon misalnya pinus, yang mempunyai sampai sebanyak 15
kotiledon. Pada rerumputan (grasses) kotiledon yang seperti ini disebut scutellum, kuncup
embrioniknya disebut plumulle yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut koleoptil,
sedangkan pada bagian bawah terdapat akar embrionik yang disebut radicule yang ditutupi
oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.
b. Jaringan penyimpan cadangan makanan Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi
sebagai jaringan penyimpan cadangan makanan, yaitu : Kotoledon, misalnya pada kacang-
kacangan, semangka dan labu. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan golongan serelia
lainnya. Pada kelapa bagian dalamnya yang berwarna putih dan dapat dimakan merupakan
endospermnya. Perisperm, misal pada famili Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae,
Gametophytic betina yang haploid misal pada kelas Gymnospermae yaitu pinus. Cadangan
makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan
mineral. Komposisi dan presentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis biji, misal biji
bunga matahari kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan protein, biji padi
mengandung banyak karbohidrat.
c. Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan endosperm dan kadang-
kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa) berasal dari integument ovule yang
mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung. Biasanya kulit luar biji
keras dan kuat berwarna kecokelatan sedangkan bagian dalamnya tipis dan berselaput. Kulit
biji berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan, kerusakan mekanis atau serangan
cendawan, bakteri dan insekta.Dalam hal penggunaan cadangan makanan terdapat beberapa
perbedaan diantara sub kelas monokotiledon dan dikotiledon dimana pada : Sub kelas
monokotiledon : cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna setelah biji masak
dan dikecambhakan serta telah menyerap air. Contoh jagung, padi, gandum. Sub kelas
dikotiledon : cadangan makanan yang terdapat dalam kotileodon atau perisperm sudah mulai
dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak. Contoh kacang-kacangan, bunga
matahari dan labu (Sutopo, 2002).
2. Bagian-bagian non dasar biji
Bagian-bagian dasar non biji terdiri dari :
a. Kulit Biji (spermodermis), berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh sebab itu
biasanya kulit biji dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan, yaitu :
o Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti
kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang di dalam. Lapisan
luar ini dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda: merah, biru, perang,
kehijau-hijauan, ada yang licin rata, mempunyai permukaan keriput.
o Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tipis seperti selaput, dinamakan juga kulit ari. Pada
pembentukan kulit biji dapat pula ikut serta bagian bakal biji yang lebih dalam daripada
integumentumnya, misalnya lain bagian jaringan nuselus yang terluar. Biji yang kulitnya
terdiri atas dua lapisan itu umumnya adalah biji tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada
tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae), biji malahan mempunyai tiga lapisan seperti pada
biji belinjo (Gnetum gnemon K), padahal bakal biji tumbuhan biji telanjang umumnya hanya
mempunyai satu integementum saja. Ketiga lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-
masing dinamakan:
a) Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu masih muda berwarna hijau,
kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah.
b) Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu, menyerupai kulit
dalam (endocarpium) pada buah batu.
c) Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput, serigkali melekat erat pada inti biji
Pada kulit luar biji itu masih dapat ditemukan bagian-bagian lain, misalnya:
 Sayap (ala), alat tambahan berupa sayap pada kulit luar biji, dan dengan demikian biji mudah
dipencarkan oleh angin, ch. pada spatodea (Spathodea campanulata P.B.), kelor (Moringa
oleifera Lamk).
 Bulu (coma), yaitu penonjolan sel-sel kulit luar biji yang berupa rambut-rambut yang halus,
memudahkan biji ditiup oleh angin, ch. pada kapas (Gossypium), biduri (Calotropis
gigantean Dryand).
 Salut biji (arillus), yang biasanya berasal dari pertumbuhan tali pusar, misalnya pada biji
durian (Durio zibethinus Murr).
 Salut Biji semu (arillodium), seperti salu biji, tetapi tidak berasal dari tali pusar. Melainkan
tumbuh dari bagian sekitar liang bakal biji (micropyle). Macis pada biji pala sebenarnya
adalah suatu salut biji semu.
 Pusar biji (hilus), yaitu bagian kulit luar biji bekas perlekatan dengan tali pusar, biasanya
kelihatan kasar dan mempunyai warna yang berlainan dengan bagian lain kulit biji. Pusar biji
jelas kelihatan pada biji tumbuhan berbuah polong, misalnya ; Kacang panjang (Vigna
Sinensis Edl), kacang merah (Phaseolus vulgaris L). Dll.Liang biji (micropyle), ialah liang
kecil bekas jalan masuknya buluh serbuk sari ke dalam bakal biji pada peristiwa pembuahan.
Tepi liang inii seringkali tumbuh menjadi badan berwarna keputih-putihan, lunak, yang
disebut karunkula (caruncula). Jika badan yang berasal dari tepi liang ini sampai merupakan
salut biji, maka disebut salut biji semu (arillodium).
 Bekas-bekas pembuluh pengangkutan (chalaza), yaitu tempat pertemuan integumen dengan
nuselus, masih kelihatan pada biji anggur (Vitis vinifera.L).
 Tulang biji (raphe), yaitu tali pusar pada biji, biasanya hanya kelihatan pada biji yang berasal
dari bakal biji yang mengangguk (anatropus), dan pada biji biasanya tak begitu jelas lagi,
masih kelihatan misalnya pada biji jarak (Ricinus communis L).
2.Tali pusar (funiculus), merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni, jadi
merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya bijii terlepas dari tali pusarnya (tangkai
biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji (lihat perihal kulit
biji).
3. Inti biji atau isi biji (nucleus seminis), ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam
kulitnya, oleh sebab itu inti biji juga dapat dinamakan isi biji, inti biji terdiri dari:
 Lembaga (embryo), yang merupakan calon individu baru.
 Putih Lembaga (albumen), jaringan berisi cadangan makanan untuk masa permulaan
kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum dapat mencari makanan sendiri (Hariana,
2005).
Pada dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji, tetapi
dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya :
Integumentum pada bakal biji, kalau sudah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis)
(Rifai, 1976).
2.3 Tipe Perkecambahan
Menurut, Anonim (2011) Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari
dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada
perkembangan embrio saat berkecambah, bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi
batang, sedangkan radikula menjadi akar. Tipe perkecambahan ada dua macam, tipe itu
sebagai berikut :
a. Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal)
Tipe ini terjadi, jika plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah.
Contoh: perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata)

(Gambar I. Perkecambahan Epigeal)


b.Tipe perkecambahan di bawah tanah (Hipogeal)
Tipe ini terjadi, jika plumula muncul ke permukaan tanah sedangkan kotiledon tinggal di
dalam tanah. Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh dari cadangan makanan karena
belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil
makana diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari
endosperm. Contoh: perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum), Jagung (Zea mays).

(Gambar II. Perkecambahan Hipogeal) (Anonim, 2011)


Menurut Sutopo (2009) Kriteria untuk kecambah normal diantaranya adalah : Kecambah
dengan pertumbuhan sempurna, ditandai dengan akar dan batang yang berkembang baik,
jumlah kotiledon sesuai, daun berkembang baik dan berwarna hijau, dan mempunyai tunas
pucuk yang baik, Kecambah dangan cacat ringan pada akar, hipokotil/ epikotil, kotiledon,
daun primer, dan koleoptil dan Kecambah dengan infeksi sekunder tetapi bentuknya masih
sempurna.
Kecambah abnormal adalah kecambah yang tidak memperlihatkan potensi untuk
berkembang menjadi kecambah normal. Dibawah ini digolongkan ke dalam kecambah
abnormal Kecambah rusak: kecambah yang struktur pentingnya hilang atau rusak berat.
Kecambah cacat atau tidak seimbang: kecambah dengan pertumbuhan lemah atau kecambah
yang struktur pentingnya cacat atau tidak proporsional. Dan Kecambah lambat kecambah
yang pada akhir pengujian belum mencapai ukuran normal. Jika dibandingkan dengan
pertumbuhan kecambah benih normal kecambah pada benih abnormal ukurannya lebih kecil.
1.Pengertian Biji
Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon
individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terjadi penyerbukan atau
persarian yang diikuti oleh pembuahan.

Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah
masak. Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang
termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk
pertumbuhan.

2.Bagian – Bagian Biji

a. Kulit Biji (Testa)

Kulit biji terletak paling luar. Testa berasal dari intergumen ovule yang mengalami
modifikasi selama pembentukan biji berlangsung. Seluruh bagian intergumen dapat berperan
dalam pembentukan kulit biji. Akan tetapi pada kebanyakan biji sebagian besar dari jaringan
intergumen itu dihancurkan dan diserap oleh jaringan berkembang lain pada biji itu. Pada
kulit biji beberapa tumbuhan dapat dijumpai suatu lapisan sel memanjang secara radial, yang
menyerupai palisade tetapi tanpa ruang – ruang interseluler yang dinamakan sel malpighi.
Lapisan itu terdiri atas selulosa, lignin dan juga kitin.
Lapisan testa terdiri dari :
Sarkotesta : Lapisan terluar
Sklerotesta : Lapisan bagian tengah, tebal dan keras
Endotesta : Lapisan terdalam, selaput tipis & berdaging

Ada bagian-bagian yang sering menyertai permukaan biji, yang pada masing-masing biji
mempunyai bagian yang berbeda. Bagian-bagian itu adalah:

Sayap (Ala)
Merupakan pelebaran dari kulit luar sehingga membentuk sayap.

Bulu (Coma)
Merupakan penonjolan sel-sel kulit luar biji yang berupa rambut-rambut halus.

Salut Biji (Arillus)


Merupakan pertumbuhan dari tali pusar.

Salut Biji Semu (Arillodium)


Merupakan pertumbuhan di sekitar liang bakal biji (Microphyle).

Pusar Biji (Hilus)


Merupakan berkas perlekatan dengan tali pusar.

Liang Biji (Microphyle)


Liang kecil berkas masuknya buluh serbuk sari kedalam bakal biji pada peristiwa
pembuahan. Tepi liang ini sering tumbuh menjadi badan berwarna keputih-putihan dan lunak
yang disebut karankula.

Berkas-Berkas Pembuluh Pengangkutan (Chalaza)


Merupakan tempat pertemuan antara intergumen dengan nukleus.

Tulang Biji (Raphe)


Terusan tali pusar pada biji. Biasanya terdapat pada biji yang berasal dari bakal biji.

Pada biji-biji tertentu ada lapisan luar yang menjadi berlendir apabila terkena air. Lendir
merupakan bagian berpektin pada lapisan dinding selnya yang akan mengembung bila
terkena air dan akan memperlihatkan tekstur bergaris – garis. Lamela tengah tidak cukup
elastik untuk menampung pembengkakan sehingga menjadi robek dan lapisan dinding luar
yang berkutin tertutup kutikula, terangkat dan pecah – pecah. Dibawah epidermis terdapat 1
atau 2 lapisan sel. Dibawah lapisan sel – sel tersebut ada lapisan sel – sel sklerenkim
memanjang yang bernoktah. Sklerenkim ini letaknya sejajar tegak lurus terhadap sel – sel
parenkim. Sel parenkim ini mengandung banyak pati yang diserap oleh jaringan lain selama
perkembangan biji itu.

b. Cadangan Makanan
Cadangan makanan merupakan kandungan yang ada dalam biji, baik dalam jumlah sedikit
maupun banyak. Biji yang sedikit atau bahkan tidak ada Cadangan makanan disebut biji
eskalbumin. Cadangan makanan berfungsi sebagai jaringan penyimpan.

Cadangan makanan memperkuat daya serap biji akan hara yang diperlukan tumbuhan dalam
perkembangannya. Cadangan makanan bersel kecil berwarna putih agak kelabu, berdinding
tipis, mengandung butir aleuron dan tetes minyak serta bahan cadangan tersimpan di dalam
selnya.

Perkembangan cadangan makanan umunya dimulai sebelum perkembangan embrio.


Cadangan makanan berkembang dari pembelahan mitosis inti endosperm yang dihasilkan
dari peleburan salah satu gamet jantan dengan 2 inti kutub atau dengan inti sekunder.

Cadangan makanan tersebut kaya akan zat – zat makanan, yang disediakan bagi embrio yang
sedang berkembang. Pada sebagian besar monokotil, cadangan makanan memupuk zat – zat
makanan yang digunakan oleh biji setelah perkecambahan yang biasa disebut dengan
endosperm. Pada banyak dikotil, cadangan makanan diangkut ke Cotyledon (keping biji)
sebelum biji itu menyelesaikan perkembangannya dan sebagai akibatnya biji dewasa ini tidak
mengandung endosperma.

Jaringan cadangan makanan pada biji yang bertumbuh dapat terjadi dari sel – sel berdinding
tipis dengan vakuola besar – besar yang mengandung substansi cadangan.

Cadangan makanan mempunyai 2 tipe dinding sel, yaitu :


Dinding tipis : cadangan makanannya disimpan didalam selnya
Dinding tebal : cadangan makanannya disimpan didindingnya

c. Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet jantan dan betina pada
suatu proses tumbuhan. Embrio merupakan sporofit muda, pada beberapa tumbuhan
embrionya mempunyai kloroplas dan berwarna hijau. Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan
endosperma yang merupakan persediaan makanan.

Calon tumbuhan baru yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru terdiri dari:

Radikula (akar lembaga atau calon akar)


Dikotil : berkembang menjadi akar tunggang
Monokotil : berkembang menjadi akar serabut

Cotyledon (daun lembaga)


Merupakan daun kecil yang terletak di bawah daun pertama kecambah

Cauliculus (batang lembaga)


Ruas batang di atas daun lembaga (internodium epicotylum)
Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum)
3. Struktur Anatomi Biji

a.Kulit biji : terletak di bagian luar biji dan melapisi seluruh bagian biji.
b.Hipokotil : bagian bawah aksis (pangkal) yang melekat pada kotiledon.
c.Radikula : bagian terminal (ujung).
d.Epikotil : bagian atas pangkal.
e.Plumula : bagian ujung, yaitu pucuk dengan sepasang daun.
f.Kotiledon : bagian cadangan makanan

Perbedaan biji monokotil dan dikotil

Biji Monokotil:
1) Berkeping satu
2) Terdapat endosperma
3) Makanan untuk pertumbuhan embrio di peroleh dari endosperma

Biji Dikotil:
1) Berkeping dua
2) Tidak ada endosperma
3) Makanan untuk pertumbuhan embrio di peroleh dari cotyledon

4. Perkecambahan
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Biji
akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai. Perkecambahan biji
bergantung pada imbibisi. Imbibisi merupakan penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi
menyebabkan biji mengembang, memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan metabolic
pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhannya. Munculnya
plantula (tumbuhan kecil) dari dalam biji merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan
embrio.

Fase perkecambahan diikuti pertumbuhan 3 jaringan meristem primer, yaitu :


a.Protodrem : lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis
b.Meristem dasar akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks
pada akar diantara stele dan epidermis
c.Prokambium : lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan
xylem

Tahapan dan perkembangan


a.Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah bertambah banyak
b.Spesialisasi : sel-sel yang sejenis berkelompok
c.Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi
d.Organogenesis sel : proses pembentukkan organ-organ tumbuhan
e.Morfogenesis sel : Organ satu dengan yang yang lain memiliki
kekhususan dalam bentuk dan fungsi

Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

a. Perkecambahan Epigeal
Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat keatas tanah. Ruas
batang di bawah daun lembaga (hipokotil) akan tumbuh lurus mengangkat kotiledon dan
epikotil. Dengan demikian epikotil dan kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil
memunculkan helai daun pertamanya. Sedang kotiledon akan layu dan rontok karena
cadangan makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah. Contohnya pada
perkecambahan kacang hijau dan kacang tanah.

b. Perkecambahan Hypogeal
Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di bawah.
Tumbuhnya epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di
atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal di dalam tanah. Contohnya pada
perkecambahan kacang kapri dan jagung.

Urutan proses perkecambahan:


a.Masuknya air kedalam biji atau imbibisi
b.Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme, membongkar cadangan makanan dalam
kotiledon / endosperm
c.Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan
pertumbuhan embrio.
d.Embrio tumbuh dan berkembang

Bagian – bagian perkecambahan :


a. Radikula
Adalah bakal calon akar yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya untuk
menyokong dan menyuplai bahan – bahan makanan untuk di proses pada bagian tanaman
lainnya.
b. Kotiledon
Adalah daun kecil yang terletak di bawah daun pertama kecambah. Fungsinya untuk
menyimpan cadangan makanan dan asimilasi.
c. Cauliculus
Adalah bakal calon batang yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya sebagai
bagian tanaman yang akan mengalami perkembangan ke atas untuk membentuk batang.
Hipokotil : Batang yang terletak di bagian bawah kotiledon
Epikotil : Batang yang terletak di bagian atas kotiledon
d. Testa
Adalah bagian yang melindungi bagian dalam biji.