Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KB dan Pemeriksaan Kehamilan

DI Poli KIA Puskesmas Wisata Dau

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Puskesmas Wisata Dau

2019
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KB dan Pemeriksaan Kehamilan

di DI Poli KIA Puskesmas Wisata Dau

Oleh:

MAHASISWA Sarjana Terapan Keperawatan POLTEKES KEMENKES MALANG


PRODI LAWANG

Mengetahui,

Pembimbing Lahan

( )
KB dan Pemeriksaan Kehamilan

Pokok Bahasan : KB dan Pemeriksaan Kehamilan

Sub Pokok Bahasan : KB dan Pemeriksaan Kehamilan

Sasaran : Ibu hamil

Hari / tanggal : Kamis, 29 Agustus 2019

Tempat : Ruang poli KIA

Waktu : 30 menit

I. Tujuan Institusional
Meningkatkan derajat kesehatan klien.

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti proses penyuluhan, ibu hamil mampu memahami tentang tentang
pentingnya KB dan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil

Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta mampu:

- Menyebutkan pengertian pemeriksaan kehamilan

- Menyebutkan manfaat pemeriksaan kehamilan

- Menyebutkan jadwal pemeriksaan kehamilan

III. Karakteristik Sasaran


Sasaran dalam penyuluhan ini adalah ibu-ibu hamil di poli KIA Puskesmas Wisata Dau

IV. Manfaat
1. Manfaat bagi audiens/keluarga pasien
- mengetahui pentingnya KB dan pemeriksaan kehamilan
2. Manfaat bagi mahasiswa
- Memberikan edukasi kepada ibu-ibu hamil tentang pengertian,tujuan, serta manfaat
KB dan pemeriksaan kehamilan
- Meningkatkan public speaking
V. Pokok Bahasan
KB dan pemerksaan kehamilan

VI. Sub Pokok bahasan


a. Pengertian KB dan pemeriksaan kehamilan
b. Tujuan KB dan pemeriksaan kehamilan

c. manfaat KB dan pemeriksaan kehamilan

VII. MATERI PENGAJARAN


Terlampir.

VIII. ALOKASI WAKTU


Pembukaan : 5 menit
Penjelasan/uraian materi : 15 menit
Evaluasi : 7 menit
Rangkuman/penutup : 3 menit
Total : 30 menit
IX. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan materi-materi penyuluhan
2. Menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah pemahaman sasaran.
3. Memberikan kesempatan bertanya pada sasaran.
4. Mengadakan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman
X. SETTING TEMPAT

LCD

M P
OP
KP KP KP L
N
P
KP KP
F P F
OB
OB
KETERANGAN :
L : LEADER
M : MODERATOR
P : PEMATERI
OP : OPERATOR
OB : OBSERVER
N : NOTULEN
F : FASILITATOR
KP : KELUARGA PASIEN

XI. PENGORGANISASIAN
- Leader :
- Moderator :
- Pemateri :
- Operator :
- Observer :
- Notulen :
Fasilitator :
KEGIATAN PENYULUHAN
Kegiatan
Tahap Kegiatan Pendidik Metode Waktu
Peserta

Pra  Menyiapkan
perlengkapan.
 Menyiapkan sasaran.
Kegiatan  Menjelaskan tujuan Memperhatikan Ceramah 5 menit
Pembuka pembelajaran.
 Menjelaskan cakupan
materi yang akan dibahas. Memperhatikan Ceramah

Uraian  Menjelaskan pengertian Memperhatikan Ceramah 15 menit


materi etika batuk efektif dan dan
 Menjelaskan tujuan etika memperagakan Demostrasi
batuk efektif
 Menjelaskan cara etika
batuk efektif Memperhatikan Ceramah
 mendemonstrasikan etika dan
batuk demostrasi
Memperhatikan

Memperhatikan
Ceramah

Demonstrasi

Penutup  Tanya jawab. Menjawab Tanya jawab 10 menit


 Menarik kesimpulan. pertanyaan
 Salam penutup.
Memperhatikan
Ceramah
Membalas salam

XII. MEDIA PENGAJARAN


Leaflet dan PPT

XIII. METODE PENGAJARAN


1. Ceramah
2. Tanya jawab
XIV. EVALUASI
Evaluasi struktur :

 Adanya materi 5 langkah cuci tangan


 Adanya peralatan LCD
Evaluasi proses :

 Keluarga kooperatif saat dilakukan pemberian materi


 Proses penyuluhan berjalan dengan lancar
Evaluasi output :

 75 % sasaran mampu memahami materi 5 langkah cuci tangan

 75% sasaran mampu memperagakan 5 langkah cuci tangan


XV. DAFTAR PUSTAKA
Elly, Nurrachmah. 2013. Nutrisi dalam keperawatan. Jakarta. CV Sagung Seto

Wuryanano. 2012. Berlatih Pemberian makan melalui NGT-Perrnafasan. Jakarta diakses


dari http://wuryanano.com/ pada tanggal 14 Aapril 2019

Potter & Perry.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4.Jakarta :EGC.

Smeltzer, S. & Tolsma M. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart,
Volume 3. Jakarta: EGC.

Departemen Kesehatan RI. (2010). Prosfil kesehatan Indonesia 2009. From


http://www.depkes.go.id. Diakses 14 April 2019
LAMPIRAN MATERI

1. KB
Defenisi KB
KB adalah suatu usaha untuk mengatur jumlah dan jarak antara kehamilan anak, guna meningkatkan
kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Tujuan KB

1. Meningkatkan kesejahteraan ibu


2. Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi
3. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi
4. Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran
Manfaat KB
1. Menghindari kehamilan resiko tinggi
2. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi
3. Meringankan beban ekonomi keluarga
4. Membentuk keluarga bahagia sejahtera

Metode kontrasepsi

Merupakan cara alat, obat-obatan yang dipergunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan
antara lain :

1. Metode laktasi
2. Kondom
3. Pil KB
4. KB suntik
5. Implan atau susuk
6. IUD atau spiral
7. Steril

Metode MAL (metode amenore laktasi)

Metode KB yang cocok untuk ibu nifas, syaratnya :

1. Menyusui bayi secara eklusif setelah melahirkan (hanya asi secara penuh, teratur dan
sesering mungkin)
2. Belum haid
3. Efektif hanya sampai 6 bulan
4. Kondom
Keuntungan :
1. Efektif bila digunakan dengan benar
2. Tidak mengganggu asi
3. Murah dan mudah didapat
4. Mencegah penyakit menular seksual
Keterbatasannya :

1. Efektifnya tidak terlalu tinggi


2. Agak mengganggu hubungan seksual
3. Bisa terjadi alergi bahan dasar kondom
4. Pil KB
5. Efektif bila digunakan dengan benar
6. Tidak mengganggu hubungan seksual
7. Harus diminum setiap hari

Terdapat 2 macam :

1. Pil kombinasi (berisi 2 hormon yaitu esterogen dan progesteron)


- Tidak untuk ibu menyusui Contoh microgynon, mercilon, diane, yasmin dan lain-lain
2. Mini pil (berisi 1 hormon yaitu progesteron)
- Tidak menggangu asi, cocok untuk menyusui
- Dapat terjadi gangguan haid (siklus haid memendek atau memanjang, tidak haid,
perdarahan bercak) Contoh : excluton, micoolat, dan lain-lain
3. KB suntik
- Efektifitasnya tinggi, efek samping sedikit
- Tidak menggangu hubungan seksual

Terdapat 2 macam :

1. Suntikan 1 bulan :
- Mengandung esterogen dan progesterone
- Mengganggu prodeuksi asi
- Harus datang setiap 1 bulan untuk suntik
2. Suntikan 3 bulan :
- Mengandung progesteron saja
- Tidak mengganggu produksi asi
- Harus datang setiap 3 bulan untuk suntik
- Dapat terjadi gangguan haid
3. Implan atau Susuk KB
- Dipasang dilengan atas bagian dalam, ada yang berisi 2 batang dan 1 batang, efektif
selama 3 tahun.
- Mengandung hormon progesterone
- Tidak mengganggu produksi asi
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan dan kembali kesuburan cepat
- Dapat terjadi perubahan pola haid
- Dapat terjadi perubahan berat badan
4. IUD (intra uterene device) / spiral
- Spiral ditanam di dalam rahim untuk mencegah pertemuan sel telur dan sperma.
- Efektifitas tinggi
- Jangka panjang (8 sampai 10 tahun)
- Tidak mengganggu produksi asi
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Tidak mempengaruhi berat badan
- Haid bisa lebih banyak
5. Kontrasepsi mantap (steril)

Khusus digunakan untuk pasangan suami istri yang benar-benar tidak menginginkan tambah
anak lagi.

- Dilakukan dengan cara pembedahan (bisa bius lokal)


- Harus dilakukan oleh dokter terlatih
- Sangat efektif dan bersifat permanen
- Tidak ada efek samping
- Tidak ada perubahan fungsi seksual

Contoh : 1. Metode operatif wanita

2.Metode operatif pria

2. Pemeriksaan kehamilan

Pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala untuk
mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan,
nifas, persiapan memberikan asi, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar.

3. MANFAAT PEMERIKSAAN KEHAMILAN

1. Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.

2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu.

3. Mengenal secara dini adanya ketidaknormalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil
termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.

4. Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengans elamat ibu dan bayinya dengan
trauma seminimal mungkin.

5. Mempersiapkan Ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif.

6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh
kembang secara optimal.

3. JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN

Pemeriksaan kehamilan minimal dilakukan sebanyak 4 kali yaitu :

1. Pemeriksaan kehamilan pertama yaitu pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan antara 0-3
bulan. Memang biasanya ibu tidak menyadari kehamilan saat awal masa kehamilan, tetapi sangat
diharapkan agar kunjungan pertama kehamilan dilakukan sebelum usia kehamilan < 12 minggu.
Pemeriksaan kehamilan ini cukup dilakukan sekali.
2. Pemeriksaan kehamilan kedua yaitu pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan antara 4-6
bulan. Biasanya kunjungan kehamilan dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 26 minggu.

3. Pemeriksaan kehamilan ketiga yang dilakukan saat usia kehamilan mencapai 32 minggu.

4. Pemeriksaan kehamilan keempat. Ini merupakan pemeriksaan kehamilan terakhir dan dilakukan
pada usia kehamilan antara 32-36 minggu.

4. JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN MENURUT WHO

WHO sangat menyarankan agar ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan setiap 4 minggu sekali
dari saat pemeriksaan kehamilan pertama kali hingga usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu
sekali dari usia kehamilan 28-36 minggu dan setiap satu minggu sekali dari usia kehamilan 36 minggu
hingga waktunya melahirkan.

Pelayanan Asuhan Standar Minimal “7T”

1. Timbang berat badan

2. Tekanan Darah

3. Tinggi Fundus Uteri (TFU)

4. TT lengkap (imunisasi)

5. Tablet Fe minimal 90 paper selama kehamilan

6. Test PMS

7. Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan


DAFTAR PUSTAKA
.2012.(online)www.dechacare.com (diakses pada tanggal 21 November 2016)
.2012.(online)www.surabaya-ehealth.org (diakses pada tanggal 21 November 2016)
Brunner & Suddarth. (2002). Keperawatan Medikal Bedah.EGC : Jakarta
JNPK_KR. (2004). Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. (2000). KapitaSelektaKedokteran, ED : 3 jilid : 1.
Jakarta: Media Aesculapius FKUI.
Tarwoto & Wartonah. (2000). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan : Jakarta.