Anda di halaman 1dari 4

RESUME BIOKIMIA

BAB 1 “LOGIKA MOLEKUL ORGANISME HIDUP”

DISUSUN OLEH :
NI KOMANG AYU NORIANINGSIH (1713041008)
I MADE HERI GUNAWAN (1713041010)
I GUSTI AYU MEDIANA LESTARI (1713041017)
PUTU AYU CINTYA AGUSTINI (1713041054)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
SINGARAJA
2018
Benda hidup tersusun atas molekul – molekul yang tidak bersenyawa. Organisme hidup
mempunyai sifat – sifat khusus yang tidak diperlihatkan oleh kelompok benda mati. Satu
diantara sifat nyata itu adalah sifat kompleks dan terorganisasi yang baik serta dilengkapi
oleh struktur internal yang mengandung banyak molekul kompleks yang berbeda dengan
benda mati yang hanya sendiri dari campuran alat dari senyawa kimia yang sederhana.
Organisme hidup memiliki tiap komponen yang mempunyai fungsi atau tujuan khusus seperti
jantung dan paru – paru dan otak serta sel. Organisme hidup mempunyai kemampuan untuk
mengekstrak, mengubah, dan menggunakan energi lingkungannya dalam bentuk zat gizi
organic atau energi pancaran sinar matahari. Serta kemampuan dalam melakukan replikasi
diri secara tepat yang dapat diartikan sebagai inti dari keadaan hidup. Ilmu biokimia adalah
untuk menentukan bagaimana sekumpulan benda – benda mati yang menyusun organisme
hidup berinteraksi satu dengan yang lain. Molekul – molekul yang menyusun organisme
hidup mengikuti hukum – hukum kimia yang telah dikenal, tetapi molekul – molekul ini juga
berinteraksi dengan yang lainnya dengan seperangkat prinsip lain yang disebut logika
molekul keadaan hidup. Prinsip yang ada merupakan suatu hubungan unik yang memberikan
ciri dan fungsi alam dan intraksi biomolekul yaitu, jenis – jenis molekul pada organisme
hidup.
Senyawa organik pada organisme yang berunsurkan atom karbon, yang secara kovalen
diikat oleh atom – atom karbon lainnya dan oleh hydrogen, oksigen, atau nitrogen. Sel yang
paling kecil dan sederhana adalah sel golongan bakteri yang mengandung sejumlah besar
molekul – molekul organic yang berbeda. Sel tunggal bakteri Escherechia coli mengandung
5000 jenis senyawa organic yang berbeda, termasuk sejumlah 3000 jenis protein dan 1000
jenis asam nukleat yang berbeda. Molekul organik yang berbeda yang terdapat di dalam
organisme hidup ini dapat disederhanakan karena semua makromelekul di dalam sel tersusun
atas molekul - molekul kecil, sederhana, dan jenisnya tidak terlalu banyak. Molekul asam
deoksiribonukleat yang panjang serupa rantai dibentuk oleh empat jenis unit penyusun
deoksiribonukloetida yang berbeda, yang tersusun secara berurutan. Protein terdiri dari 20
jenis asam amino, senyawa organic kecil, yang berikatan secara kovalen. Molekul unit
penyusun yang sederhana, yang membentuk semua makromolekul mempunyai sifat lain yang
menarik. Tiap molekul menjalankan lebih dari 1 fungsi di dalam sel. Asam amino yang
berbeda bukan hanya merupakan unit penyusun molekul protein, tetapi juga berfungsi
sebagai pemula hormone, alkaloid, pigmen, dan banyak biomolekul lainnya. Nukelotida juga
berfungsi sebagai koenzim dan sebagai molekul pembawa energi.
Organisme hidup mendapatkan energi untuk hidup dengan cara menyerap dari
lingkungannya, bentuk – bentuk energi yang bermanfaat baginya pada keadaan suhu dan
tekanan tertentu, yang sesuai dengan tuntutan hidup. Kemudian mengembalikan sejumlah
energi yang ekivalen dalam bentuk lain yang kurang bermanfaat bagi lingkungannya. Bentuk
energi yang bermanfaat dibutuhkan oleh sel adalah energi bebas, energi yang dapat bekerja
pada suhu dan tekanan tetap. Sistem pengubah energi sel hidup dibangun seluruhnya dari
molekul – molekul organik yang relative lemah dan tidak stabil, tidak tahan suhu tinggi,
aliran listrik yang kuat, atau keadaan teralu asam atau basa. Jadi sel tidak mampu
menggunakan panas sebagai sumber energi karena panas dapat melakukan kerja hanya jika
panas melalui suatu bagian ke bagian lain yang bersuhu lebih rendah. Sel menggunakan
energi kimia untuk melangsungkan kerja kimia pada proses perbaikan dan pertumbuhan sel,
kerja osmotik yang dibutuhkan untuk mentransportasikan zat gizi kedalam sel dan kerja
mekanik dan pada kontraksi dan pergerakan. Organisme yang hidup di biosfer bumi pada
akhirnya memperoleh energi dari sinar matahari yang dihasilkan oleh fusi inti atom hidrogen
untuk membentuk helium pada suhu tinggi. Sel – sel fotosintesis pada tumbuhan mengangkat
energi pancaran sinar matahari dan menggunakannya untuk mengubah karbondioksida dan
air menjadi berbagai produk berenergi tinggi seperti pati dan selulosa. Enzim adalah
katalisator sel hidup yang melangsungkan urutan reaksi – reaksi kimia Sel dapat berfungsi
sebagai mesin kimia, karena adanya enzim yang mampu meningkatkan kecepatan reaksi
kimia spesifik tanpa ikut berekasi. Enzim merupakan molekul protein yang amat spesifik
yang dibentuk oleh sel unit sederhana asam amino. Enzim dapat mengkatalisa dalam waktu
beberapa detik urutan reaksi kompleks, dapat mempercepat jalur tunggal reaksi suatu molekul
tanpa mempercepat kemungkinan reaksi – reaksi lainnya seperti sel hidup dapat
melangsungkan reaksi kimia secara serentak tanpa terhambat oleh adanya produk samping
yang tidak diinginkan. Proses lain yang membutuhkan energi adalah pembentukan
makromolekul kompleks secara bertahap dari molekul – molekul pemulanya yang lebih kecil.
Sel hidup memperoleh, menyimpan, dan mengangkut energi dalam bentuk kimia terutama
sebagai adenosine trifosfat (ATP) yang berfungsi sebagai pembawa utama kimia di dalam sel
semua spesies hidup. ATP memindahkan energinya ke biomolekul lain dengan memecah
ikatan fosfat yang terminalnya menjadi molekul adinosine difosfat (ADP) yang lebih sedikit
ADP dapat mengikat gugus fosfat menjadi ATP dengan bantuan energi solar pada sel – sel
fotosintesis atau energi kimia pada sel binatang. ATP merupakan rantai penyambung utama
antara dua rangkaian luas reaksi enzimatis di dalam sel. Sel –sel yang tumbuh secara
serempak dapat melangsungkan sintesa ribuan jenis molekul protein dan asam nukleat dalam
proporsi yang tepat untuk menyusun protoplasma hidup yang fungisional yang khas bagi
spesies masing – masing jadi pada reaksi – reaksi metabolisme terdapat jumlah unit penyusun
jenis molekul dari tiap – tiap jenis asam nukleat protein dan lipid atau polisakarida. Enzim
adalah sel hidup yang mampu mengatur sintesa katalisatornya sendiri jadi sel dapat
menghentikan sintesis enzim yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk tertentu dari
molekul pemulanya, jika produk tersebut telah tersedia di lingkungannya.
Salah satu sifat menonjol pada sel hidup yakni kemampuannya untuk bereproduksi
secara hampir sempurna selama ratusan dan ribuan generasi. Terdapat tiga sifat yang
menonjol. Pertama, organisme hidup bersifat demikian kompleks sehingga jumlah informasi
genetik yang diturunkan kelihatannya tidak seimbang dengan ukuran mini nukleus sel
sebagai tempat informasi genetik. Kedua, sifat menonjol lainnya adalah stabilitas yang luar
biasa dari informasi genetik yang tersimpan di dalam DNA. Terdapat sifat ketiga yang
menonjol dari transfer genetik di dalam organisme hidup. Informasi genetik tersandi dalam
bentuk urutan linear satu dimensi dari nukleotida unit penyusun DNA.