Anda di halaman 1dari 18

Konteks Sosiokultural Migrasi Internasional

DAMPAK SOSIAL MIGRASI TENAGA KERJA


KE MALAYSIA

Wini Tamtiari*

Abstract
From an economics point of view, the phenomena of migrant workers to Malaysia
have more a positive impact than the negative one. Yet, from a different perspective
of the social-psychological, there is a main concern of the negative impact suffered
particularly by the family of migrant workers in the sending countries. Migrant
workers to Malaysia, especially men as head of families, has altered the life patterns
of family members left in the sending countries. This turnabout has eventually
disturbed a family life which lead to family stress and disruption. The result of the
present study carried out at one of the several villages known as a migrant workers
pocket in East Lombok show, that the turnabout has influenced a step of divorcement
and separation among migrant workers’ families. By and large this occurrence can
be recognized from increase divorce rates compared to the prior time of migrant
workers mania to Malaysia.

Pendahuluan
Fenomena migrasi tenaga kerja diktif dan implikasi-implikasi baru
ke Malaysia diakui selain dapat yang menyangkut aspek politik,
sedikit memecahkan masalah ekonomi, demografi, budaya, sosial
ketenagakerjaan di Indonesia dan psikologis, termasuk harkat dan
meningkatkan devisa negara, martabat bangsa. Implikasi yang
secara khusus juga dapat untuk muncul tersebut dapat dialami oleh
memperbaiki nasib dan mem- migran, keluarga, dan masyarakat,
bangun diri migran dan rumah baik di daerah tujuan maupun di
tangganya di daerah asal. Penelitian daerah asal. Hal ini sedikit banyak
yang dilakukan oleh Mantra (1989), mempengaruhi keberhasilan
Goma (1993), dan Hugo (1995) yang migran dan keberlanjutan mereka
menekankan pada aspek ekonomi untuk bekerja di luar negeri.
dari migrasi tenaga kerja me- Berbagai penelitian yang telah
nunjukkan hal tersebut. Namun, dilakukan, termasuk di Indonesia,
proses migrasi ke luar negeri mempunyai keterbatasan sudut
tersebut juga memiliki sisi kontra- pandang dan tema. Studi tentang

* Dra. Wini Tamtiari adalah asisten peneliti Pusat Penelitian Kependudukan,


Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Populasi, 10(2), 1999 ISSN: 0853 - 0262


39
Wini Tamtiari

migrasi kebanyakan hanya melihat psikologis fenomena migrasi tenaga


fenomena migrasi tenaga kerja dari kerja ke Malaysia, terutama yang
satu perspektif dan tidak dikaitkan dialami rumah tangga migran di
dengan proses yang terjadi dalam daerah asal berkaitan dengan
masyarakat. Keterbatasan tema masalah kehidupan keluarga atau
misalnya, kurangnya penelitian kesejahteraan keluarga secara luas.
yang menyangkut dampak migrasi Sumber data utama yang diguna-
di daerah asal, khususnya penga- kan adalah hasil penelitian migrasi
ruh migrasi pada kesejahteraan, internasional yang dilakukan oleh
struktur, dan fungsi keluarga Pusat Penelitian Kependudukan
(Hugo, 1995). Pada tingkat keluar- Universitas Gadjah Mada di
ga, yaitu rumah tangga, fenomena Lombok Timur, Nusa Tenggara
migrasi tenaga kerja ke Malaysia ini Barat, di samping juga berbagai
telah mengakibatkan adanya literatur yang berkaitan dengan
perubahan pola perilaku anak, istri, masalah ini. Data tersebut meliputi
dan hubungan kekeluargaan. Hal data primer dari survai terhadap
ini terutama tampak pada rumah migran kembali dan keluarga
tangga yang ditinggal suami migran, serta hasil wawancara
(sebagai kepala rumah tangga) mendalam dengan beberapa infor-
pergi ke Malaysia. Istri yang man yaitu migran kembali, istri
kemudian berstatus sebagai kepala atau keluarga migran, tokoh
rumah tangga tidak dapat mencari masyarakat, perangkat desa, dan
nafkah untuk mencukupi kebutuh- informan dari lembaga-lembaga
an rumah tangganya. Beban terkait. Tujuan penulisan ini adalah
kehidupan rumah tangga menjadi untuk memperoleh gambaran
sangat berat dan ini dirasakan oleh secara lebih lengkap mengenai
anggota rumah tangga yang dampak sosial psikologis migrasi
ditinggal. Beban yang dirasakan tenaga kerja ke Malaysia, yang
oleh istri bukan saja masalah dapat digunakan sebagai dasar
ekonomi rumah tangga, tetapi juga penyusunan kebijakan dalam
beban psikologis berkaitan dengan rangka meratifikasi International
status mereka sebagai janda yang Convention on the Protection of the
ditinggal suami ke Malaysia. Hal ini Right of All Migrant Workers and
pada gilirannya menyebabkan Members of Their Families. Pada
adanya tekanan sosial dan stres di tahun anggaran ini, fokus perhatian
kalangan para janda istri migran ke penyusunan kebijakan migrasi
Malaysia. Di samping itu, anak- internasional oleh Kantor Menteri
anak juga menjadi terlantar pen- Negara Kependudukan memang
didikannya sebagai akibat ke- diarahkan pada peningkatan
tiadaan biaya sekolah. kesejahteraan TKI dan keluarganya
Tulisan ini merupakan kajian karena migrasi internasional,
tentang berbagai implikasi sosial khususnya migrasi tenaga kerja

40
Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja ke Malaysia

internasional, mempunyai ruang sarana dan prasarana yang tersedia,


lingkup yang sangat luas, tidak baik berupa jalan aspal yang
semata-mata masalah tenaga kerja, menghubungkan desa ini dengan
tetapi juga meliputi upaya me- desa lain maupun dengan ibukota
ningkatkan kesejahteraan keluarga kecamatan dan kabupaten. Mudah-
para tenaga kerja dan hak asasi nya sarana transportasi ini telah
manusia. mengurangi jarak antara Desa
Pringgading dengan wilayah
Pringgading: Desa Asal Para perkotaan. Hal ini juga berpenga-
Migran ruh terhadap kelancaran arus
informasi desa-kota, yang pada
Desa Pringgading, Kabupaten
gilirannya mempercepat terjadinya
Lombok Timur sebagai salah satu
transformasi sosial-budaya yang
daerah penelitian studi migrasi
berpengaruh pada perubahan
internasional yang telah dilakukan
kehidupan masyarakat desa.
oleh Pusat Penelitian Kependuduk-
Terbukanya aksesibilitas transpor-
an Universitas Gadjah Mada
tasi dan informasi ini juga menjadi
merupakan daerah pengirim
faktor pendorong besarnya angka
migran (kantong migran). Secara
mobilitas penduduk desa ke luar
geografis Desa Pringgading terletak
daerah, termasuk ke Malaysia.
di kaki Pegunungan Rinjani,
Fenomena mobilitas penduduk ke
termasuk daerah yang relatif subur
Malaysia dari daerah ini sudah
keadaan pertaniannya. Namun,
tampak sejak tahun 1980-an,
sektor pertanian ini belum mampu
meskipun baru dilakukan oleh satu-
dijadikan sumber utama penghi-
dua orang. Baru pada tahun 1990-
dupan warga desa karena luas
an, jejak tersebut diikuti oleh
lahan yang ada tidak seimbang
banyak orang yang sudah melihat
dengan proporsi penduduk. Di
sendiri hasil dari orang yang sudah
samping itu, kesempatan kerja di
kembali dari Malaysia dan dari
sektor lain juga sangat terbatas
tahun ke tahun kecenderungan
sehingga menyebabkan banyak
orang yang berangkat ke Malaysia
penduduk desa yang harus ke luar
semakin besar.
daerah untuk bekerja, yaitu ke
Penduduk Desa Pringgading
Malaysia. Kebanyakan migran
sebagian besar adalah masyarakat
berangkat ke Malaysia dari daerah
Sasak yang menganut nilai-nilai
ini melalui jalur ilegal, baik dengan
sosial budaya khas suku Sasak.
perantara calo, berangkat bersama
Nilai sosial budaya ini berkaitan
teman atau tetangga, maupun
dengan adat-istiadat dan sistem
berangkat sendiri.
sosial kekerabatan masyarakatnya.
Keadaan aksesibilitas transpor-
Masyarakat suku Sasak secara
tasi di Desa Pringgading cukup
umum memiliki lembaga kontrol
memadai. Hal ini terlihat dari
yang bersumber pada agama Islam

41
Wini Tamtiari

sehingga nilai-nilai yang dianut laki, sangat lemah. Sebagai akibat


masyarakat pada umumnya juga sistem nilai sosial yang berlaku
mengacu pada ajaran Islam. (yang bersumber pada agama
Dengan demikian, segala bentuk Islam) kadang-kadang wanita
aktivitas yang dilakukan selalu harus rela menerima nasib untuk
dikembalikan ke dalam konteks dimadu. Laki-laki suku Sasak yang
hubungan-hubungan religi yang sudah beristri dapat dengan bebas
telah dibangun di bawah sistem dan mudah menikah lagi dengan
sosial Islam. Dalam sistem tersebut orang lain tanpa melalui jalur
konsep ulama menjadi dominan. hukum yang berlaku. Fenomena
Artinya, pengetahuan agama dan kawin cerai di masyarakat Sasak
kemampuan memberikan penjelas- bukan merupakan hal yang tabu
an keagamaan lebih diutamakan. dan sudah menjadi hal yang biasa.
Hal ini pada gilirannya menempat-
kan ulama, kiai dan ustad dalam Motivasi dan Pengambilan
pengertian pimpinan sekaligus Keputusan Bekerja ke Luar
panutan. Aktivitas mobilitas atau Negeri
migrasi tenaga kerja yang dilaku-
Perilaku mobilitas penduduk
kan oleh masyarakat Sasak juga
dipengaruhi oleh komponen makro
dapat dikembalikan pada konteks
dan komponen mikro. Menurut
ibadah dalam pengertian yang luas,
teori macrostructural yang dikem-
yaitu dalam rangka mencari rizki
bangkan oleh Boyd (1989), Fawcett
Allah untuk memberikan nafkah
(1989), Castles dan Miller (1993),
keluarga.
migrasi internasional merupakan
Sistem kekerabatan masyarakat
outcome dari perubahan-perubah-
Sasak di Desa Pringgading di-
an ekonomi, sosial, dan politik yang
warnai dengan pembagian peran
kemudian mempengaruhi keputus-
didasarkan pada garis keturunan
an bermigrasi di kalangan individu
laki-laki. Berdasarkan sistem ini,
dan keluarga. Dalam konteks
berbagai keputusan menyangkut
makro ini, migran membuat ke-
persoalan-persoalan keluarga atau
putusan berdasarkan jaringan-
kerabat yang muncul berada di
jaringan hubungan personal,
tangan laki-laki, termasuk keputus-
pengalaman yang sudah ada, dan
an untuk melakukan mobilitas ke
keyakinannya (Keban,1995). Faktor
luar negeri. Laki-laki pada masya-
makro yang mempengaruhi migran
rakat Sasak mempunyai keduduk-
asal Desa Pringgading, Lombok
an kuat dan memegang tanggung
Timur pergi meninggalkan daerah-
jawab ekonomi rumah tangganya.
nya untuk mencari pekerjaan di
Wanita ditempatkan pada posisi
Malaysia adalah bahwa di daerah
pendamping dan pelengkap.
asal sangat sulit diperoleh pekerja-
Kedudukan wanita suku Sasak di
an untuk dapat mencukupi ke-
masyarakat, terutama di mata laki-

42
Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja ke Malaysia

butuhan hidup sehari-hari. Ke- untuk mendapatkan status sosial di


banyakan responden (lebih dari 50 masyarakat yang tinggi (merasa
persen) sebelum berangkat ke terpandang), memperoleh pekerja-
Malaysia menggantungkan hidup- an yang menyenangkan, hidup di
nya pada sektor pertanian, yang lingkungan masyarakat yang baik,
merupakan lahan kering dengan dapat melakukan hal-hal baru yang
produksi sangat minim dan tidak menarik, mandiri, memiliki privasi,
menjanjikan hasil yang maksimal. memiliki banyak teman, dapat
Selain karena keterbatasan kesem- mengerjakan ibadah dengan baik,
patan kerja di daerah tersebut, dan sebagainya, yang kesemuanya
faktor pendorong lain adalah itu merupakan aspek-aspek yang
adanya jaringan yang sudah ada berhubungan dengan faktor ekono-
sejak lama, yaitu pendahulu mi, budaya, dan sosial psikologis.
(keluarga atau teman) yang pernah Sehubungan dengan motivasi
atau masih berada di Malaysia. individu dan keluarga, dalam
Tekanan ekonomi, sosial, dan pengambilan keputusan untuk
psikologi di daerah asal ditambah pergi ke Malaysia ini biasanya yang
dengan cerita pengalaman migran sering berperan adalah pribadi
kembali dari Malaysia menyebab- calon migran, orang tua atau
kan kuatnya keinginan calon keluarga, dan teman atau tetangga.
migran untuk mengadu nasib ke Namun, berdasarkan jawaban
Malaysia. responden migran kembali, yang
Selanjutnya, determinan mikro paling menentukan dalam pe-
proses migrasi melihat motivasi ngambilan keputusan untuk
pada tingkat individu dan keluarga. berangkat ke Malaysia, sebanyak
Motivasi (penggerak individu 82,6 persen menjawab migran
untuk berpindah tempat) merupa- sendiri, 8,7 persen yang paling
kan faktor penentu pengambilan menentukan adalah orang tua, dan
keputusan untuk bermigrasi dan 8,7 persen responden menjawab
menentukan pilihan tujuan bahwa istri/suamilah yang paling
bermigrasi. Berdasarkan model menentukan dalam pengambilan
value-expectancy yang dikembang- keputusan. Hal ini sesuai dengan
kan oleh De Jong dan Fawcett jawaban dari istri migran yang
(1981), ada tujuh orientasi nilai yang berhasil diwawancarai, yang
menjadi motivasi individu untuk mengatakan bahwa ketika suami-
bermigrasi yaitu: kekayaan materi, nya akan berangkat ke Malaysia,
status, rasa nyaman, stimulasi, sebelumnya ia tidak memberitahu-
otonomi, afiliasi, dan moralitas. kan atau meminta persetujuan istri.
Dengan demikian, motivasi se- Para suami ini hanya mengatakan
seorang untuk bermigrasi bukan maksud kepergiannya pada malam
semata-mata untuk memperoleh sebelum keberangkatan sehingga
penghasilan yang tinggi, tetapi juga istri tidak dapat menahan meski-

43
Wini Tamtiari

pun sebetulnya sangat keberatan. kajian dan menunjukkan adanya


Bahkan, dari hasil wawancara suatu kondisi sosio-kultural
mendalam dengan beberapa res- tertentu sebagai akibat migrasi.
ponden “jamal” atau “janda Secara material, dampak
Malaysia” (sebutan bagi para istri migrasi biasanya dikaitkan dengan
yang ditinggal suaminya ke remitan yang dikirim oleh migran
Malaysia), apabila dia melarang ke daerah asal, termasuk bagai-
suaminya pergi, justru diancam mana remitan dimanfaatkan,
akan dicerai. Hal ini menunjukkan terutama oleh keluarga migran.
bahwa posisi dan status perempuan Dari hasil pengolahan data primer
berada di pihak yang lemah. dapat diketahui bahwa 310
responden migran kembali (87,3
Hasil dan Dampak Migrasi persen) mengaku mengirimkan
Tenaga Kerja ke Malaysia remitan ke daerah asal sewaktu
mereka masih bekerja di Malaysia
Pembahasan mengenai dampak
dan rata-rata jumlah uang yang
migrasi secara umum tidak dapat
dikirim selama migran bekerja di
dilepaskan dari adanya perubahan
Malaysia (rata-rata selama 2 tahun)
yang terjadi, baik secara material
mencapai Rp3.885.817,00 (lihat
maupun nonmaterial. Dampak
Tabel 1). Pemanfaatan remitan oleh
material dapat dilihat secara fisik
rumah tangga di daerah asal pada
atau langsung, sedangkan dampak
umumnya bervariasi. Variasi
nonmaterial dilihat dari suatu
tersebut meliputi pemenuhan
perubahan yang tidak dapat diukur
kebutuhan konsumsi sehari-hari,
secara material, tetapi dapat dilihat
biaya pendidikan anak, biaya
secara nyata dalam suatu kelompok
perbaikan rumah atau tempat
masyarakat, antara lain, menyang-
tinggal, modal usaha kecil,
kut perubahan struktur sosial,
pembayaran hutang biaya kepergi-
norma sosial budaya, perubahan
an ke Malaysia, pembelian tanah
akibat adanya tekanan psikologis,
atau sawah, dan tabungan. Namun,
dsb. Berbagai penelitian yang
di daerah penelitian terlihat bahwa
berkembang saat ini banyak
prioritas pemanfaatan hasil
memfokuskan pada akibat adanya
Malaysia untuk kepentingan
migrasi dalam suatu masyarakat,
perumahan karena hal tersebut
yakni munculnya stratifikasi sosial
merupakan simbol keberhasilan
dan ketidaksamaan dalam masya-
migran, di samping juga dapat
rakat. Berbagai pola perilaku
meningkatkan status sosial mereka
migrasi, baik migrasi berantai,
di masyarakat. Pemanfaatan
migran kembali, jaringan migran,
remitan untuk modal usaha di desa
maupun hubungan kaum migran
relatif kecil sehingga dampak
dengan berbagai aspek kehidupan
ekonomis jangka panjang belum
kemasyarakatan menjadi bahan
tampak dengan fenomena migrasi

44
Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja ke Malaysia

ini. Bagi keluarga di daerah asal, anak sehingga kualitas pendidikan


remitan tidak hanya bermakna keluarga meningkat.
ekonomis, melainkan lebih dari itu Dari aspek nonekonomi
ialah mempunyai makna yang fenomena migrasi ke Malaysia
sangat dalam berupa adanya sikap membawa dampak bertambahnya
dari anggota keluarga yang bekerja keterampilan baru yang mereka
di luar negeri (migran) dalam bawa pulang, yang kemudian
menjaga hubungan kekeluargaan. diterapkan di daerah asal. Di
Dengan kata lain, pengiriman samping itu, sebagian migran
remitan mempunyai dampak sosial kembali juga mengakui bahwa
psikologis bagi keluarga di daerah dengan kepergian mereka
asal. menjadikan wawasan dan
Dampak positif lain dari pergaulan menjadi lebih luas
aktivitas migrasi ini tercermin dari karena di daerah tujuan mereka
jawaban tentang persepsi respon- bertemu dengan orang dari ber-
den terhadap dampak migrasi ke bagai suku bangsa (Indonesia)
Malaysia, baik dari aspek ekonomi, maupun dari luar Indonesia.
sosial, maupun psikologis. Dari Dampak sosial psikologis yang
aspek ekonomi, dampak yang dirasakan oleh migran kembali,
dirasakan oleh para migran adalah antara lain, adalah bahwa mereka
bahwa dengan bekerja ke Malaysia merasa memperoleh ketenangan
dapat diperoleh penghasilan lebih hidup (hidupnya lebih terjamin),
besar dibandingkan dengan peng- dalam arti masa depan mereka, dan
hasilan di daerah asal. Selain itu, merasa hidupnya lebih mandiri.
dengan bekerja ke Malaysia, migran Pendapat responden tentang hal ini
juga dapat membiayai pendidikan banyak dipengaruhi oleh berbagai

Tabel 1
Rata-Rata Hasil yang Diperoleh Migran berdasarkan Jalur yang Digunakan
Legal Ilegal Total
Rp N Rp N Rp N
Rata-rata pendapatan per bulan 740.405 478 473.453 308 508.796 355
(di Malaysia)
Rata-rata sekali kirim uang 1.497.545 40 1.418.689 270 1.428.864 310
(remitan)
Rata-rata kiriman uang per bulan 293.151 40 229.324 270 237.559 310
Rata-rata total remitan selama 4.562.349 40 3.785.590 270 3.885.817 310
bekerja
Rata-rata nilai uang yang dibawa 2.354.893 47 1.382.183 308 1.510.964 355
pulang

Sumber: Data Primer, 1998

45
Wini Tamtiari

hal, antara lain, aspek mikro, Malaysia hingga keadaan kembali


makro, akses, dan kondisi kerja di aman.
Malaysia. Ketenangan hidup yang Temuan awal studi ini mem-
dirasakan sebagian besar migran buktikan bahwa ternyata fenomena
lebih disebabkan penghasilan yang migrasi tenaga kerja ke Malaysia
besar di Malaysia dapat digunakan dipandang dari segi sosial
untuk menopang kebutuhan hidup psikologis lebih banyak menimbul-
di daerah asal. kan masalah daripada akibat positif
Meskipun pengalaman bekerja yang dirasakan, baik bagi migran
membawa dampak positif bagi maupun keluarga dan masyarakat
migran (hal ini antara lain terlihat pada umumnya. Bagi migran,
dari besarnya pendapatan dan terutama migran ilegal, dampak
remitan yang dikirim (lihat Tabel 1), sosial psikologis yang dirasakan
pengalaman hidup yang relatif terutama adalah masalah di per-
berat risikonya ada yang membuat jalanan, pada saat bekerja, hingga
jera sebagian migran. Ditambah pulang kembali ke daerah asal.
dengan keadaan atau keamanan di Kebanyakan migran asal Lombok
negara tujuan yang sedang melaku- Timur adalah migran ilegal, yang
kan pengawasan ketat terhadap berangkat ke Malaysia sendiri,
para migran ilegal (disebut sebagai dengan keluarga, maupun melalui
pendatang haram) membuat jalur taikong. Selama di perjalanan
banyak pendatang haram tersebut dan pada saat bekerja di Malaysia,
kemudian kembali ke daerah asal para tenaga kerja tidak jarang
dan tidak berniat kembali bekerja memperoleh perlakuan buruk, baik
ke Malaysia. Rencana kepergian ke yang dilakukan oleh para calo
Malaysia ternyata tidak dipe- (taikong), maupun polisi, baik itu
ngaruhi oleh persepsi tentang hasil polisi Indonesia maupun polisi
dan dampaknya. Meskipun demiki- Malaysia. Dari hasil survai tampak
an, responden yang menganggap bahwa 28,7 persen migran menga-
bahwa migrasi ke Malaysia mem- lami perlakuan buruk dalam
punyai dampak positif lebih banyak perjalanan ke Malaysia seperti
yang mempunyai rencana untuk dipukul, ditendang, atau diperlaku-
kembali bekerja ke Malaysia. Hal ini kan secara kasar; diperas uang dan
terutama disebabkan oleh keadaan bekal yang dibawa; diterlantarkan
saat penelitian, ketika keadaan di atau dijual oleh calo; ditangkap
daerah tujuan sedang tidak aman, untuk dipenjara, dsb. Pelakunya
banyak tenaga kerja dari Indonesia, adalah petugas kapal, bandara,
terutama yang berstatus ilegal, polisi, dan calo.
dipulangkan. Untuk sementara Pada saat sampai di tempat
waktu, tidak ada rencana bagi para tujuan, kadang-kadang migran juga
migran untuk kembali bekerja ke masih menjumpai perlakuan yang
tidak baik. Tenaga kerja yang dari

46
Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja ke Malaysia

rumah berniat mencari penghasilan jauh dari kondisi normal. Migran


di Malaysia tersebut ada yang ilegal biasanya hidup di tengah
belum sampai mendapat pekerjaan kebun dalam suatu bangunan yang
sudah tertangkap dan dipenjarakan jauh dari sebutan rumah dengan
hingga kemudian dideportasi. berbagai fasilitas yang seharusnya
Kalaupun tidak sampai didepor- ada. Hal ini disebabkan alasan
tasi, kadang-kadang mereka harus untuk berjaga atau mengantisipasi
menunggu waktu yang relatif lama patroli atau pemeriksaan pihak
sampai memperoleh pekerjaan (ada berwajib. Di samping beban
yang sampai 3 bulan). Selama psikologis karena ketakutan ter-
menunggu mereka ditampung oleh tangkap polisi, beban yang lain
calo (taikong) sehingga pada saat adalah karena jauh dengan sanak
mereka bekerja, gaji yang diterima keluarga. Bahkan, ada beberapa
dipotong untuk membayar ganti tenaga kerja yang sampai sakit jiwa
rugi biaya hidup selama dia akibat ditinggal kawin oleh istri
ditampung oleh taikong. Menyang- yang ditinggal di daerah asal.
kut masalah pekerjaan, ternyata Perlakuan merugikan ini terus
cukup banyak migran yang berlanjut, bahkan sampai migran
mengalami kesulitan (45,6 persen). pulang kembali ke daerah asal.
Hal ini, antara lain, disebabkan Belum lagi apabila mereka diperas
sebelum berangkat ke Malaysia dan dirampok oleh para petugas
migran tidak terlebih dahulu sehingga kadang-kadang pulang ke
memperoleh latihan kerja sehingga rumah dalam keadaan setengah
pada saat bekerja di daerah tujuan telanjang dan kelaparan.
mereka memerlukan waktu untuk Di sisi lain, dampak migrasi
dapat beradaptasi dan belajar secara lebih luas yang menyangkut
secara langsung di lapangan. Di masyarakat dan daerah asal
samping itu, meskipun jenis mengandung aspek positif dan
pekerjaan (yang dikerjakan oleh negatif. Hal ini bermula dari ada-
sebagian besar migran) di daerah nya nilai-nilai baru yang dibawa
tujuan sama-sama di bidang migran dari Malaysia, yang kemu-
pertanian dan perkebunan, tetapi dian disosialisasikan pada masya-
tekniknya lain sehingga keterampil- rakat di daerah asal. Nilai-nilai baru
an yang sudah dimiliki migran di ini tentu saja akan mengakibatkan
daerah asal tidak cocok diterapkan terjadinya pergeseran-pergeseran
di Malaysia. sosial dalam masyarakat. Pergeser-
Sehubungan dengan tempat an yang berakibat pada perubahan
tinggal, meskipun hanya sekitar 25 ini terutama menyangkut nilai-nilai
persen dari responden yang merasa agama, kultural, dan hubungan-
mempunyai kesulitan, sebetulnya hubungan sosial dalam skala
keadaan tempat tinggal para individu dan kolektif.
migran yang kebanyakan ilegal ini

47
Wini Tamtiari

Massey (1988) menyatakan negatif untuk negara pengirim


bahwa migrasi internasional telah (daerah asal) (Lewis, 1986).
memainkan suatu peran vital di Menurut pendekatan ini, yang
dalam proses pembangunan ekono- justru diuntungkan dengan akti-
mi Eropa dan telah menjadi faktor vitas migrasi ini adalah negara
utama yang mempermudah trans- penerima (daerah tujuan). Hal ini
formasi negara-negara Eropa dari juga tampak di daerah penelitian
masyarakat petani pedesaan karena berdasarkan wawancara
menjadi kekuatan industrial mendalam dengan beberapa
modern. Pendekatan mikro (equili- informan kunci akhirnya dapat
brium) menyebutkan bahwa migrasi dirasakan bahwa pada awal-awal
tenaga kerja ke luar negeri proses migrasi ini dampak positif
menguntungkan bagi pem- lebih banyak ditemui, namun pada
bangunan daerah asal (Zolberg, masa-masa penelitian berlangsung,
1989; Hugo, 1991). Di daerah seiring dengan adanya krisis
penelitian dampak posistif ini dapat ekonomi yang melanda negara-
diamati dengan pesatnya kemajuan negara Asia Tenggara, dampak itu
fisik maupun nonfisik desa. mengalami pergeseran. Remitan
Kemajuan fisik dapat dilihat atau aliran uang masuk negara
dengan banyaknya bangunan baru, yang dianggap merupakan devisa
baik bangunan pribadi maupun yang menguntungkan, khususnya
bangunan umum, termasuk jalan. untuk daerah asal, ternyata jauh
Di samping itu, sistem pasar di desa lebih kecil dibandingkan dengan
juga mengalami kemajuan sebagai aliran uang yang keluar dari daerah
akibat remitan yang masuk desa. asal. Hal ini disebabkan semakin
Dari aspek nonfisik dampak yang sulitnya memperoleh pekerjaan di
dirasa masyarakat adalah bahwa Malaysia (migran ilegal) sehingga
migran yang pulang dari Malaysia untuk membiayai hidup migran
membawa keterampilan baru, selama di Malaysia dan belum
pengetahuan baru, yang kemudian memperoleh penghasilan tersebut,
dapat diterapkan atau dipraktek- keluarga di daerah asal mengirim-
kan di daerah asal sehingga kannya ke Malaysia.
masyarakat lain dapat ikut Di samping itu, keterampilan
menikmati inovasi baru tersebut, migran yang kembali sering tidak
misalnya mengenai cara-cara tepat diterapkan untuk daerah
bertani, maupun teknik dalam asalnya (Appleyard, 1982; Lewis,
konstruksi bangunan. 1986). Di daerah penelitian,
Sebaliknya, pendekatan per- kebanyakan migran yang kembali
tumbuhan asimetris (the asymme- dari Malaysia tidak mau lagi
trical growth approach) menganggap bekerja di pertanian, meskipun
bahwa migrasi tenaga kerja pada waktu di Malaysia, mereka
internasional memiliki konsekuensi bekerja di kebun. Hal ini disebab-

48
Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja ke Malaysia

kan perbedaan lahan dan jenis pemegang status kepala rumah


tanaman yang dikelola sehingga tangga yang berkewajiban
keterampilan dan pengetahuan menghidupi seluruh anggota
baru dalam hal bertani tidak dapat rumah tangga.
diterapkan di daerah asal untuk Dengan perginya para laki-laki
tujuan kemajuan daerah. Di dewasa dalam suatu keluarga,
samping itu, juga disebabkan beban pekerjaan keluarga tersebut
perbedaan penghasilan yang kemudian dipikul oleh para ibu
mereka peroleh meskipun sama- atau istri karena kebanyakan
sama bekerja di bidang pertanian. keluarga migran adalah keluarga
Upah dan penghasilan di Malaysia muda, yang anak-anaknya masih di
jauh lebih besar dibandingkan bawah umur. Dari jawaban
dengan yang dapat mereka terima responden istri migran yang
di daerah asal. suaminya pergi ke Malaysia (217
orang), 52,5 persen mengatakan
Family Disruption: Dampak bahwa dengan kepergian anggota
Migrasi pada Keluarga keluarga untuk bekerja ke Malaysia,
beban pekerjaan rumah tangga
Pada umumnya dampak
menjadi semakin berat, 37,8 persen
migrasi secara material bersifat
menjawab tidak ada perubahan
positif, artinya dapat memperbaiki
atau sama saja, dan sisanya
dan meningkatkan taraf hidup
menjawab semakin ringan. Di sini
rumah tangga migran. Sebaliknya,
terjadi perubahan peran wanita
dampak nonmaterial yang dirasa-
yang menggantikan kedudukan
kan lebih banyak sisi negatifnya,
para laki-laki. Wanita bekerja di
yaitu antara lain terjadinya
rumah tangga, sekaligus bekerja
perubahan akibat adanya tekanan
untuk memperoleh penghasilan
psikologis dalam rumah tangga,
karena tidak dapat sepenuhnya
perubahan struktur sosial, norma
menggantungkan atau mengharap-
sosial budaya, dsb. Dampak negatif
kan kiriman suami yang bekerja di
yang ditimbulkan dengan adanya
Malaysia. Adakalanya istri tidak
proses migrasi ke Malaysia pada
dapat melakukan tanggung jawab
keluarga yang ditinggalkan di
ini sehingga mereka mengalami
daerah asal sering disebut sebagai
tekanan psikologis. Tekanan ini
family disruption. Kehidupan
secara intern akibat ketidak-
keluarga akan mengalami
mampuan memenuhi atau mencu-
gangguan dan perubahan apabila
kupi segala kebutuhan rumah
salah satu anggota keluarganya
tangga, dan secara ekstern para istri
pergi bekerja ke Malaysia.
migran (di daerah penelitian
Perubahan itu, antara lain,
disebut jamal atau janda Malaysia)
menyangkut sistem pembagian
mendapat tekanan akibat sorotan
tugas dalam rumah tangga dan
masyarakat yang terkesan negatif

49
Wini Tamtiari

terhadap para janda yang suaminya Ketika ditanya bagaimana perasaan


pergi ke Malaysia. Di samping responden istri migran pada saat
beban pekerjaan, para ibu/istri juga ditinggal suami ke Malaysia,
berperan dalam membuat ke- sebagian besar (sekitar 70 persen)
putusan keluarga. Namun, dalam menjawab sedih, meskipun ke-
hal-hal tertentu yang tidak dapat pergiannya dengan tujuan mencari
dilakukan oleh para janda Malaysia penghasilan. Pada saat suami pergi
ini, pihak keluarga atau keluarga ke Malaysia, istri bersama anak
suaminya akan membantu. Hal ini (kalau sudah ada) biasanya tinggal
mencerminkan sistem extended bersama orang tua atau mertua.
family yang masih berlaku di daerah Dari pihak orang tua, selain sudah
tersebut. kehilangan tenaga produktif
Meskipun lebih dari separo sehingga menambah beban pe-
responden istri migran menyatakan kerjaan, beban ekonomi juga
bahwa dengan perginya suami bertambah karena anak atau
untuk bekerja ke Malaysia beban menantu yang seharusnya sudah
pekerjaan rumah tangga menjadi hidup mandiri kemudian menjadi
semakin berat, pihak keluarga tetap tanggungan mereka lagi.
mendukung kepergian migran ke Karena sebagian besar istri
Malaysia untuk bekerja dengan migran relatif berusia muda
harapan di sana akan diperoleh (kurang lebih 50 persen berusia di
penghasilan yang lebih besar, bawah 30 tahun), bahkan ada
mengingat di daerah asal tidak sebagian yang baru saja menikah
banyak pilihan untuk dapat bekerja kemudian ditinggal pergi suami-
dan memperoleh penghasilan yang nya, stres yang dialami lebih berat
memadai. Hal ini juga disebabkan dibandingkan dengan para istri
para migran yang kebanyakan (86 yang relatif lebih tua atau mem-
persen) berstatus kawin harus punyai anak yang relatif sudah
bertanggung jawab memberikan besar. Keadaan ini ditambah lagi
nafkah kepada anak istrinya. dengan banyaknya godaan dari
Meskipun dengan rasa berat hati, luar yang menyebabkan mereka
istri dengan terpaksa harus tidak dapat menahan diri sehingga
mengizinkan suaminya pergi kadangkala para “jamal” ini
merantau. kemudian kawin lagi tanpa
Perubahan yang terjadi pada sepengetahuan suami yang sedang
keluarga migran ini kadangkala bekerja di Malaysia, apalagi bila
menyebabkan mereka stres. Hal ini sudah cukup lama mereka tidak
selain disebabkan beban pekerjaan memperoleh kabar dari suami. Hal
yang semakin berat, yaitu seorang ini tampak nyata dengan banyak-
istri harus dapat mencari nafkah nya kasus kawin cerai di daerah
sendiri, juga karena beban perasaan penelitian. Tidak sedikit pula para
rindu ditinggal suami bekerja. “jamal” ini yang sudah lebih dari 7

50
Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja ke Malaysia

tahun tidak bertemu suami, bahkan an pembangunan sosial masyarakat


kiriman uang juga sudah tidak setempat.
pernah diterima. Biasanya kasus
seperti ini disebabkan suaminya Fenomena Kawin Cerai
sudah kawin di Malaysia tanpa Masyarakat Lombok Timur
sepengetahuan istri. Dalam hal ini
Budaya kawin cerai dan
bila si istri mengetahuinya dari
poligami ini bukan merupakan hal
orang lain, dia juga akan
baru di masyarakat Lombok, ter-
mengalami stres. Kenyataan lain
masuk di daerah penelitian. Ada
yang sering dialami oleh para
beberapa faktor penyebab lestari-
keluarga migran adalah adanya
nya budaya ini, antara lain,
campur tangan dari pihak keluarga
kebiasaan menikah pada usia dini,
sehingga mereka merasa seolah-
rendahnya tingkat pendidikan
olah diatur hidupnya.
masyarakat, dan dangkalnya
Dampak fenomena kawin cerai
pemahaman ajaran agama.
di kalangan para migran ini selain
Seiring dengan perkembangan
dirasakan oleh orang yang
waktu, perilaku migrasi tenaga
bersangkutan, juga berakibat pada
kerja ke Malaysia ini ternyata telah
kesejahteraan anak yang kemudian
menyebabkan meningkatnya
terlantar karena orang tuanya cerai.
jumlah kasus kawin cerai dan
Anak-anak ini kemudian menjadi
poligami. Meskipun tidak dapat
generasi penerus yang mempunyai
dipungkiri bahwa di bidang
kualitas rendah, dan tidak terjamin
pembangunan fisik dan perekono-
masa depannya. Di samping itu,
mian masyarakat tampak pening-
bagi pemerintah daerah, terutama
katan yang nyata, di balik semua itu
para pamong atau pemuka
ada dampak lain yang lebih nyata
masyarakat, meskipun migrasi
dirasakan oleh para wanita atau
tenaga kerja ini mempunyai
istri migran sebagai suatu
dampak positif bagi pembangunan
penderitaan batin. Penderitaan para
fisik daerah, dari segi sosial
istri migran ini diawali semenjak
psikologis mengandung makna
suaminya berkeinginan untuk
yang lain. Banyak keluhan dari para
bekerja ke Malaysia. Permasalahan
pegawai pemerintahan yang
ini juga bersumber dari tidak
hampir tiap hari menerima
adanya komunikasi antara migran
pengaduan dan harus menghadapi
dengan istrinya di rumah. Hal ini
permasalahan dari para keluarga
disebabkan keberadaan migran
migran ini. Masalah kawin cerai ini
tidak menentu mengingat kepergi-
bukan suatu masalah ringan, yang
an mereka ditempuh dengan jalur
selesai apabila sudah sampai di
gelap sehingga mereka merahasia-
pengadilan. Akibat dari permasa-
kan tempat tinggalnya karena takut
lahan ini sangat kompleks dan erat
diketahui.
hubungannya dengan keberlanjut-

51
Wini Tamtiari

Pada saat ditinggal pergi suami- orang tua akhirnya membolehkan


nya ke Malaysia, kebanyakan para anaknya berhubungan dengan laki-
istri kemudian tinggal bersama laki lain adalah karena tekanan
keluarga suami. Pada awalnya ekonomi. Daripada tidak mem-
mereka dapat hidup bersama tanpa peroleh nafkah (lahir dan batin) dari
ada suatu masalah. Namun, suami yang berada di Malaysia,
kemudian masalah timbul pada lebih baik menerima ajakan laki-
saat suami yang bekerja di Malaysia laki lain untuk menikah, dengan
mengirimkan uang ke rumah. harapan nantinya memperoleh
Biasanya para migran mengirimkan nafkah yang berarti akan me-
uang kepada orang tua karena ringankan beban orang tua.
mereka beranggapan bahwa bila Kenyataan ini menyebabkan
ditujukan ke istri, dia tidak dapat banyaknya perceraian terjadi,
mengurus pengambilan uang di bahkan kadang-kadang tanpa
bank. Lagi-lagi masalah ini sepengetahuan suami di Malaysia.
bersumber pada keterbelakangan Perceraian yang dilakukan para
para istri di mata suami. Oleh orang istri migran ini ada yang ditempuh
tua, uang kiriman dari anaknya melalui jalur hukum (kantor
tersebut dianggap menjadi hak pengadilan agama) dan ada yang
mereka karena menantu dan hanya melalui tokoh masyarakat
cucunya masih menjadi tanggung- setempat (lebih dikenal dengan
annya. Bahkan, kadang-kadang istilah cerai bawah tangan).
istri sama sekali tidak tahu kalau
suaminya mengirimkan uang hasil Kasus Gugat Cerai: Cermin
kerja di Malaysia karena bila ada Keberdayaan Para Istri Migran?
surat pun, kadang-kadang tidak
Kembali pada permasalahan
disampaikan oleh orang tuanya.
rendahnya tingkat pendidikan
Dengan demikian, intervensi orang
masyarakat, terutama kaum
tua dianggap oleh istri yang
perempuan akibat rendahnya
menyadari hal tersebut sudah
tingkat sosial ekonomi mereka,
melampaui batas.
menyebabkan kurang luasnya
Banyaknya kasus perceraian di
wawasan mereka, termasuk dalam
Lombok diawali dari situasi ketika
hal pengetahuan hukum. Hal ini
para suami terlalu lama meninggal-
terlihat dari banyaknya masyarakat
kan istri di rumah. Meskipun istri
yang berusaha menyelesaikan
migran yang ditinggal kemudian
kasus perkawinan yang mereka
menetap bersama orang tua atau
hadapi pada petugas pencatat
keluarga, yang pada awalnya untuk
nikah di tingkat desa. Akibatnya,
mencegah adanya gangguan dari
segala hal yang menyangkut
laki-laki lain, hal ini lama kelamaan
perkawinan mereka tidak mem-
juga tidak dapat dipertahankan.
punyai kekuatan hukum yang
Hal utama yang menyebabkan para

52
Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja ke Malaysia

mengikat. Pada umumnya masya- istri, sedangkan istri tidak dapat


rakat, terutama kaum perempuan menceraikan suami. Namun, istri
desa, takut dan enggan berurusan kemudian dapat mengajukan
dengan pihak yang berkompeten gugatan untuk diceraikan suami-
dalam urusan perkawinan dan nya, yaitu yang disebut gugat cerai,
perceraian, seperti Kantor Urusan sebagaimana yang banyak terjadi di
Agama dan Kantor Pengadilan Lombok Timur, terutama dengan
Agama (untuk mereka yang adanya migrasi tenaga kerja ke
beragama Islam). Mereka tidak mau Malaysia. Banyak terdapat “jamal”
mencari tahu tentang prosedur (janda Malaysia) yang terlantar
yang benar apabila hendak akibat tidak diberi nafkah, baik
mengurus masalah perkawinan lahir maupun batin oleh suaminya
dan perceraian. Mudahnya para yang kadang-kadang pergi sampai
suami menceraikan istri dan bertahun-tahun tanpa memberikan
kemudian kawin lagi dengan kabar berita tentang keberadaan
perempuan lain adalah juga mereka.
disebabkan sistem yang berlaku di Menurut data yang terdapat di
masyarakat, yang menganggap Kantor Pengadilan Agama Lombok
bahwa perkawinan dan perceraian Timur, jumlah kasus perceraian
itu sah meskipun hanya dilakukan yang diajukan para istri migran
oleh orang yang dianggap sesepuh (gugat cerai) ini dari tahun ke tahun
(seperti kiai, tuan guru, atau semenjak adanya fenomena migrasi
petugas pencatat nikah di desa). ke Malaysia memang ada kenaikan.
Kebanyakan kasus suami Misalnya pada tahun 1996 terdapat
menceraikan istri di Lombok Timur 421 kasus, pada tahun 1997 ada 510
tidak dilakukan di depan pengadil- kasus, dan pada tahun 1998 sampai
an (kecuali jika ada masalah, dengan November terdapat 670
misalnya, mengenai pembagian kasus. Jumlah ini memang cukup
kekayaan dan masalah perwalian besar, tetapi berdasarkan informasi
anak), tetapi hanya di depan saksi dari hakim di pengadilan agama
atau orang yang mereka anggap tersebut, ternyata masih cukup
dapat dijadikan saksi sahnya banyak kasus perceraian bawah
perceraian, seperti tokoh masyara- tangan, yang tidak ada data dengan
kat, orang tua, atau pegawai jumlah pasti, namun diperkirakan
pemerintah desa. Cerai yang sejumlah kasus yang diajukan
demikian ini disebut cerai talak tersebut. Dengan demikian, tampak
atau permohonan cerai. Sebenar- bahwa salah satu dampak adanya
nya, perceraian memang hanya migrasi ke Malaysia ini adalah
dapat diajukan oleh suami, semakin meningkatnya kesadaran
sedangkan istri tidak dapat perempuan untuk menuntut hak
mengajukan permohonan percerai- mereka sebagai istri yang seharus-
an atau suami dapat menceraikan nya diberi nafkah, baik lahir

53
Wini Tamtiari

maupun batin. Namun, hal yang sidang dilakukan tanpa kehadiran


masih perlu dicermati adalah masih suami. Apabila suami diketahui
banyaknya perceraian dan per- alamatnya, dari saat mengajukan
nikahan bawah tangan karena hal perkara, selang 6 bulan baru
ini menyangkut masalah ketertiban dilakukan sidang dengan maksud
dan apabila terjadi hal-hal yang memberikan waktu pemanggilan
merugikan kaum perempuan, karena mungkin suami berada di
mereka tidak mempunyai kekuatan Malaysia sehingga perlu waktu
hukum untuk menuntutnya. untuk pulang menghadiri sidang.
Berdasarkan pengamatan
penulis di Pengadilan Agama Kesimpulan dan Rekomendasi
Kabupaten Lombok Timur, setiap
Dari pembahasan di atas dapat
hari rata-rata terdapat 20 sidang,
ditarik kesimpulan bahwa dari
kecuali Jumat tidak ada sidang.
aspek ekonomi, fenomena migrasi
Dari 20 sidang tersebut, sekitar 15
tenaga kerja ke Malaysia mem-
sidang adalah perkara gugat cerai.
punyai dampak positif yang
Oleh karenanya, dapat dimaklumi
menguntungkan, baik bagi diri
apabila kasus gugat cerai di
migran, rumah tangga, maupun
Pengadilan Agama ini paling tinggi
daerah asal dan negara pada
dibandingkan dengan Pengadilan
umumnya. Namun, jika dilihat dari
Agama yang lain. Oleh karena
perspektif sosial psikologi, terdapat
spesifikasi tersebut, peraturan
dampak negatif yang cukup besar,
persidangan juga mempunyai
terutama yang menyangkut
perbedaan dengan aturan yang
hubungan dan keutuhan rumah
berlaku umum. Kasus gugat cerai
tangga. Dampak negatif ini
ini kebanyakan diajukan oleh istri
tercermin dari munculnya berbagai
yang ditinggal suaminya ke
macam permasalahan dalam
Malaysia, atau disebut suami
rumah tangga, baik yang ber-
“gaib” karena tidak diketahui
sumber dari masalah ekonomi
keberadaannya. Menurut ketentu-
maupun masalah sosial kemasya-
an yang berlaku umum, dari
rakatan. Masalah yang bersumber
mengajukan perkara, selang 4 bulan
pada keadaan ekonomi rumah
baru dapat dilakukan sidang
tangga menyangkut perubahan
(waktu 4 bulan untuk mengumum-
peran kepala rumah tangga oleh
kannya, baik lewat media massa
istri migran. Hal ini menyebabkan
maupun perwakilan di negara
timbulnya stres akibat tekanan
tempat tinggal suami agar suami
psikologi pada diri istri migran.
dapat diketahui keberadaannya
Pada keadaan yang demikian,
dan dapat hadir pada saat sidang).
istri migran mudah terpengaruh
Kalau dalam jangka waktu tersebut
oleh bujuk rayu laki-laki lain
suami tidak dapat diketemukan
sehingga di daerah penelitian
atau diketahui keberadaannya,

54
Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja ke Malaysia

banyak terjadi perceraian sepihak. migrasi ke Malaysia ini. Pengelola-


Istri migran menceraikan suaminya an aspek keluarga yang ditinggal-
yang sedang bekerja di Malaysia, kan ini, antara lain, dengan (1)
baik melalui jalur hukum mengadakan pusat konsultasi/
(Pengadilan Agama) dengan rujukan bagi mereka yang mem-
mengajukan gugat cerai, maupun butuhkan, dan (2) sistem pe-
melalui jalur tidak resmi (di daerah monitoran keberadaan/kondisi
penelitian disebut cerai di bawah keluarga yang ditinggalkan. Di
tangan). Peristiwa ini kemudian samping itu, berkaitan dengan
menyebabkan permasalahan yang Program Aksi ICPD yang belum
kompleks. Permasalahan tersebut dilaksanakan oleh pemerintah,
menyangkut status laki-laki jika seyogianya secara arif diupayakan:
pulang dari Malaysia dan status 1. pemerintah Indonesia perlu
anak (kebanyakan anak-anak di segera meratifikasi International
daerah penelitian menjadi terlantar Convention on the Protection of All
akibat peristiwa ini, dan kemudian Migrants Workers and Members of
hidup bersama kakek/neneknya). their Families;
Di samping itu, sebagai akibat 2. mengadakan pendekatan
mudahnya peristiwa kawin cerai dengan negara penerima untuk
ini, di daerah penelitian sangat sulit meratifikasi konvensi tersebut.
ditemukan laki-laki atau perempu- Dengan memperhatikan hasil
an usia kawin yang baru menikah evaluasi tersebut, dapat dipahami
sekali atau dengan satu orang. bahwa migrasi internasional
Mengingat permasalahan yang khususnya migrasi tenaga kerja
ada, sebagai saran rekomendasi, internasional, mempunyai ruang
penulis mengharapkan agar lingkup yang sangat luas, tidak
kebijakan migrasi internasional semata-mata masalah tenaga kerja
yang disusun juga menitikberatkan dan politik antarnegara, tetapi juga
pada pengelolaan aspek keluarga meliputi upaya meningkatkan
yang ditinggalkan karena bagai- kesejahteraan keluarga para tenaga
manapun juga, faktor kesejahteraan kerja dan hak asasi manusia
keluarga adalah tujuan utama yang (HAM).
ingin dicapai dengan aktivitas

55
Wini Tamtiari

Referensi

Appleyard, Reginald T. 1982. kasus desa Neleren, Kecamatan


“Methods of estimating and Adonara, Kabupaten Flores Timur.
analysing international migrat- Yogyakarta: Universitas Gadjah
ion”, dalam United Nations. Mada. Tesis Program Studi
Economic and Social Commission Pasca Sarjana, Universitas
for Asia and The Pasific. National Gadjah Mada.
migration surveys X. guidelines Hugo, Graeme J. 1991. “Migrant
for analyses. New York. women in developing
Boyd, Monica. 1989. “Family and countries”, paper presented at
personal networks in inter- The United Nations Expert Group
national migration: recent Meeting on the Feminisation of
developments and new Internal Migration, Aquascalientes,
agendas”, International Migration Mexico.
Review, 23(3): 638-670. Keban, Yeremias T. 1995. “Migrasi
Castles, S., dan Mark J. Miller. 1993. internasional: kecenderungan,
The age of migration: inter-national determinan, dampak dan
population movements in the kebijakan”, paper Pelatihan
modern world. London: Mac Mobilitas Penduduk, Yogya-karta,
Millan. 11-23 Desember. Yogyakarta:
De Jong, G.F., dan J.T. Fawcett. 1981. kerjasama Kantor Menteri
“Motivation for migration: an Negara Kependudukan dan
assessment and a value- Pusat Penelitian Kepen-
expectancy research model”, dudukan.
dalam Gordon F. De Jong and Lewis, J.R. 1986. “International
Robert W. Gardner, eds. labour migration and uneven
Migration decision making: regional development in labour
mutidisciplinary approaches to exporting countries”, TESG
microlevel studies in developed and (Tijdschrift voor Econ. en Soc.
developing countries. New York: Geografie), 77(1): 27-41.
Pergamon Press. Mantra, Ida Bagoes. 1989. Mobilitas
Fawcett, JT. 1989. “Networks, penduduk sirkuler dari desa ke kota
linkages, and migration di Indonesia. Yogyakarta: Pusat
system”, International Migration Penelitian Kependudukan,
Review, 23(3): 671-680. Universitas Gadjah Mada.
Goma, Johana Naomi. 1993.
Mobilitas tenaga kerja Flores Timur
ke Sabah Malaysia dan pengaruh-
nya terhadap daerah asal: studi

56