Anda di halaman 1dari 26

PENGOPERASIAN PLTD KECIL

MESIN MTU 12V2000G62

LAPORAN PELAKSANAAN
ON THE JOB TRAINING BERBASIS RISIKO
PRAJABATAN TINGKAT SMK – JALUR PELAKSANA

NAMA SISWA : VIAN P J SOPACUA


NO. TEST : 1506/SM/AMB/OPT-KIT/0413
BIDANG : PEMBANGKIT (PLTD)

TAHUN 2016

PT. PLN ( PERSERO ) i


PENGOPERASIAN PLTD KECIL

Disetujui dan Disahkan oleh :

MENTOR Co MENTOR

MOH.ISMAIL KOTARUMALOS PANJI WIRASTA S

Simple, Inspiring, Performing ii


Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang maha kuasa


yang dengan curahan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan telaahan staf dengan judul “Pengoperasian PLTD kecil, Mesin MTU
12V 2000G62” sebagai evaluasi terhadap kegiatan On the Job Training di PT.
PLN (PERSERO) PUSAT LISTRIK NAMLEA.

Pelaksanaan OJT yang saya lakukan ini berjalan dengan baik dan
lancar berkat bantuan dan dukungan dari semua pihak, untuk itu pada
kesempatan ini saya ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebanyak-
banyaknya kepada:

1. Orang tua dan keluarga saya tercinta


2. Manager PUSAT LISTRIK NAMLEA yakni bapak MOH. ISMAIL
KOTARUMALOS sebagai Mentor.
3. Supervisor P.L NAMLEA Bapak PANJI WIRASTA S. Selaku Co
mentor saya.
4. Seluruh Staf / Pegawai danRekan-rekan yang ada di P.L NAMLEA
yang telah memberikan semangat dan dukungan serta membagi
pengalamannya sehingga kegiatan OJT saya dapat berjalan lancar
hingga selesai .

Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna dikarenakan


oleh keterbatasan ilmu yang dimiliki oleh penulis, kritik dan saran sangat
diharapkan penulis demi kesempurnaan telaahan staf ini agar bermanfaat bagi
penulis maupun perusahaan, untuk itu penulis mohon maaf atas segala
kekeliruan yang terdapat dalam penulisan laporan ini, semoga penulisan
telaahan staf ini dapat bermanfaat.
Namlea,18 April 2016

Penulis

PT. PLN ( PERSERO ) iii


Daftar Isi

HalamanJudul ............................................................................................... i
HalamanPengesahan .................................................................................... ii
Kata Pengantar ............................................................................................. iii
Daftar Isi ........................................................................................................ iv
Daftar Gambar............................................................................................... .v
Abstrak .......................................................................................................... vi
BAB I : PENDAHULUAN ............................................................................
1.1 latarBelakang .............................................................................
1.2 Permasalahan ............................................................................
1.3 Persoalan...................................................................................
1.4 PraAnggapan .............................................................................
1.5 Fakta Yang Mempengaruhi ........................................................

BAB II : PEMBAHASAN ..............................................................................


2.1 Pengertian PLTD .......................................................................
2.2 Keunggulan dan Kelemahan PLTD............. ...............................
2.3 Sekilas Tentang Pengoperasian PLTD.......................................
2.4 Prosedur Pengoperasian.............................................................

BAB III : Foto-foto pendukung.........................................................................

BAB IV : PENUTUP ......................................................................................


3.1 Kesimpulan ................................................................................
3.2 Saran .........................................................................................

PT. PLN ( PERSERO ) iv


Daftar Gambar

Daya (kw)............................................................................................................
Tegangan (volt)...................................................................................................
Frequensi (Hz)....................................................................................................
Cos Q..................................................................................................................
Arus R.S.T (Ampere)..........................................................................................
KWH produksi Digital.........................................................................................
KWH produksi manual.......................................................................................
Jumlah putaran mesin (RPM)............................................................................
Tekanan oli (Bar)...............................................................................................
Temperatur (Derajat celcius).............................................................................

PT. PLN ( PERSERO ) v


ABSTRAK

Tulisan ini dibuat dengan judul PENGOPERASIAN PLTD KECIL.Tulisan ini


merupakan salah satu syarat yang harus dibuat oleh siswa OJT (On The Job
Training) untuk dapat di angkat menjadi pegawai PT.PLN (persero) Wilayah
Maluku dan Maluku Utara.

Tulisan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagaimana


persiapan-persiapan atau prosedur yang harus dilakukan oleh operator pada
saat mengoperasikan SPD (Satuan Pembangkit Diesel). Data pendukung di
ambil dari kegiatan pengoperasian yang dilakukan oleh penulis selama
melakukan OJT di P.L NAMLEA.

PT. PLN ( PERSERO ) vi


BAB I PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

PLTD merupakan satu-satunya pembangkit yang ada di namlea. Pada


PLTD namlea terdapat 7 mesin, yaitu :

No.unit MESIN DAYA


MEREK TYPE NO SERI RPM DAYA DAYA
TERPASANG MAMPU
1 DEUTZ TBD 616 V 12 G 3 2,205,106 1500 500 300
2 MTU 18V2000G62 539100415 1500 895 700
3 MTU 12 V 2000G 62 535.102.284 1500 500 400
4 DEUTZ TBD 616 V 12 G 3 2204728 1500 500 400
5 DEUTZ TBD 616 V 12 61612001344 1500 500 400
6 DEUTZ TBD 616 V 12 G 3 2,205,162 1500 500 350
7 MAN D 2842 LE 201 49,401,250,534,2 1500 500 350
01

Untuk mengoperasikan SPD yang ada di PLTD namlea dibutuhkan


ketelitian agar pada saat kita melakukan pengoperasian tidak terjadi hal-hal yang
tidak kita inginkan.

Untuk menghindari kesalahan pada saat mengoperasikan suatu SPD,


Perlu diperhatikan SOP (Standing Operation Prosedure) sebagai petunjuk yang
harus diikuti oleh operator dalam mengoperasikan suatu unit pembangkit.

Dengan menggunakan SOP maka kemungkinan terjadinya kesalahan


dalam mengoperasikan akan menjadi semakin kecil, karena sebagai acuan
dalam membuat suatu SOP adalah intruction manual (buku petunjuk) yang
dikeluarkan oleh pabrik pembuat mesin.

PT. PLN ( PERSERO ) 1


1.2 Permasalahan

Langkah-langkah pengoperasian mesin sesuai dengan SOP.

1.3 Persoalan

Sebelum OJT saya belum mengetahui tentang SOP pengoperasian SPD.

1.4 Pra Anggapan

Dari permasalahan dan persoalan diatas, jika kita tidak memperhatikan


SOP maka akan mengakibatkan mesin beroperasi tidak optimal dan tidak
efisien. Hal tersebut juga dapat menyebabkan gangguan pada mesin.
Efek selanjutnya adalah akan terjadi pemadaman bergilir karena
kurangnya SPD yang beroperasi.

Untuk itu, pegoperasian SPD di PLTD namlea harus sesuai dengan SOP,
agar mesin dapat beroperasi optimal, efisien dan tidak ada kerusakan
pada komponen mesin.

1.5 Fakta yang Mempengaruhi

Melaksanakan prosedur operasi yang benar bertujuan agar SPD dapat


berjalan aman dan andal. Menghindari kesalahan operasi yang akan
mengakibatkan kerusakan fatal. Untuk melaksanakan prosedur operasi yang
benar, maka harus dilaksanakan sesuai SOP (Standar Operasi Prosedur).

PT. PLN ( PERSERO ) 2


BAB II PEMBAHASAN

 Pengertian PLTD

PLTD adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. PLTD ialah
pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak mula
(prime mover). Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi
menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator.
Unit PLTD adalah kesatuan peralatan-peralatan utama dan alat-alat bantu serta
perlengkapannya yang tersusun dalam hubungan kerja, membentuk sistem untuk
mengubah energi yang terkandung dalam bahan bakar minyak menjadi tenaga
mekanis dengan menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya. Dan
seterusnya tenaga mekanis tersebut diubah oleh generator menjadi tenaga listrik.

 Keunggulan dan Kelemahan PLTD

a. Keunggulan jika menggunakan PLTD


1. Membangun PLTD lebih cepat.
2. Mudah di tempatkan dimanapun.
3. Biaya investasi lebih murah.

b. Kelemahan jika menggunakan PLTD


1. Biaya operasi lebih mahal.
2. Bukan energi terbarukan.

PT. PLN ( PERSERO ) 3


 Sekilas Tentang Pengoperasian PLTD

Prosedur pengoperasian dari suatu SPD pada prinsipnya sama,


tetapi dalam pelaksanaannya ada beberapa perbedaan, yang
disebabkan karena adanya perbedaan dari jenis dan jumlah alat
bantu sebagai pendukung dari SPD tersebut.

Untuk mengoperasikan suatu SPD , haruslah dimengerti dan


dipahami bagian-bagian utama dari SPD itu sendiri, bagian utama
SPD yaitu :
 Mesin diesel.
 Generator dan Exicter.
 Panel instrument dan kontrol mesin diesel, generator
dan alat bantu.

Panel kontrol adalah peralatan yang memonitor kerja


mesin, generator dan peralatan bantu untuk
mengantisipasi terjadinya perubahan kerja pembangkit.

 Prosedure Pengoperasian

Prosedure Pengoperasian PLTD Meliputi :

a. Persiapan star.

PT. PLN ( PERSERO ) 4


b. Menghidupkan/star up mesin.

c. Memparalel/membebani mesin.

d. Pemantauan dan pengendalian/monitoring.

e. Mematikan mesin/shut down.

PT. PLN ( PERSERO ) 5


f. Pelaporan.

a. Persiapan Star
1. Cek minyak pelumas (oli) mesin pada carter dengan mengecek
stick level, bila kurang ditambah.
2. Cek air pendingin mesin pada radiator, bila kurang ditambah.
3. Cek air Accu pada sistim star 24 volt, bila kurang di tambah.
4. Cek V-belt kipas radiator, bila kendor agar di kencangkan atau di
sesuaikan.
5. Cek pipa-pipa bahan bakar tidak ada yang bocor, kran pada posisi
ON, HSD pada tangki harian terisi penuh.
6. Cek CB mesin pada posisi OFF.
7. Cek saklar pada posisi ON (untuk proteksi mesin).
8. Kunci kontak pada posisi stand by.
9. Persiapan selesai dan mesin siap di star (stand by) operasi.

b. Menghidupkan/star up mesin.
1. Pasang kabel Accu dan dikencangkan agar tidak longgar.
2. Naikan saklar yang terdapat pada panel DC.
3. Nyalakan saklar pada panel mesin.
4. Putarlah kunci pada posisi star hingga mesin berputar/menyala.

PT. PLN ( PERSERO ) 6


5. Naikan putaran hingga 1500 RPM dengan menggunakan pengatur
putaran.
6. Selama mesin running tanpa beban selama 5 menit yang perlu di
cek/diperhatikan :
a. Kipas radiator berputar untuk pendingin.
b. Cek/mendengar tidak ada bunyi pada mesin yang kurang
normal.
c. Meter temperatur air dan tekanan oli berfungsi dengan baik,
d. Frekuensi (HZ) pada posisi 50.
e. Meter RPM berfungsi dengan baik.

c. Memparalel/Membebani Mesin.

1. Putar kunci shyncron ke posisi ON. Atur tegangan dan frekuensi


sama dengan busbar agar jarum nol-voltmeter bergerak secara
lambat.
2. Jika jarum shyncronoscope sudah menunjuk angka nol, maka kita
harus segera masukan MCB dengan cara menekan tombol ON
pada MCB.
3. Kembalikan kunci shyncron pada posisi OFF.
4. Setelah itu lakukan pembebanan dengan cara menaikan putaran
mesin, dan atur tegangan dan frekuensi pada nominal.
5. Selama mesin beroperasi dengan beban sesuai daya mampu
mesin yang harus di dilakukan seorang operator adalah :

 Monitor temperatur oil.


 Monitor temperatur air pendingin.
 Monitor/cek tidak ada kebocoran pada pipa bahan bakar,
fuel filter, oil filter.
 Monitor beban, tegangan, cos Q, serta frekuensi.

PT. PLN ( PERSERO ) 7


 Mendengar bunyi yang tidak normal pada mesin.
 Mengambil laporan setiap setengah jam untuk mesin dan
listrik.

d. Pemantauan dan pengendalian/monitoring.

Dalam kegiatan pemantauan dan pengendalian/monitoring hal-hal yang di


lakukan meliputi :

1. Mencatat.
 Daya (kw)

 Tegangan (volt)

PT. PLN ( PERSERO ) 8


 Frekuensi (Hz)

 Cos Q

 Arus R.S.T (Ampere)

PT. PLN ( PERSERO ) 9


 KWH produksi

 Jumlah putaran mesin (rpm)

 Tekanan oli (Bar)

PT. PLN ( PERSERO ) 10


 Temperatur (Derajat celcius)

2. Pemantauan/pengendalian
Pemantauan atau pengendalian yang dilakukan saat operasi
paralel meliputi :
Pada saat mesin beroperasi secara paralel beban harus diatur
disesuaikan dengan beban maupun kemampuan masing-masing
mesin. Juga diatur kestabilan beban (kw), cos Q, Frekuensi, dan
tegangan , temperatur mesin, dan tekanan pelumas.

e. Mematikan mesin/shut down.

Adapun proses yang kami lakukan pada saat mematikan mesin antara
lain :

1. Turunkan beban dan pindahkan ke mesin yang lain, tetap dijaga


frekuensi, tegangan, dan cos Q pada nominal.
2. Setelah beban tinggal 5-10% dari daya terpasang, tekan tombol
OFF PMT, maka mesin akan keluar dari sistem.
3. Biarkan mesin menyala selama kurang lebih 5-10 menit.
4. Turunkan putaran mesin lalu matikan mesin dengan cara memutar
kunci kontak ke posisi off.

PT. PLN ( PERSERO ) 11


5. Setelah itu matikan saklar pada panel mesin.
6. Matikan saklar pada panel DC.
7. Lepas kabel Accu.

f. Pelaporan.
a. Mencatat jurnal parameter mesin.

b. Meminta laporan beban dari mesin sewa.

c. Mencatat amper dari cubikel penyulang/out going.

Setelah terkumpul, laporkan kepada pengendali (Dispatcher).

PT. PLN ( PERSERO ) 12


BAB III

FOTO-FOTO PENDUKUNG

Foto-foto persiapan start

 Pemeriksaan ACCU

 Pemeriksaan kapasitas minyak pelumas

PT. PLN ( PERSERO ) 13


 Periksa bahan bakar dan pastikan bahwa kran telah terbuka

 Periksa air radiator, bila kurang tambahkan

PT. PLN ( PERSERO ) 14


Foto – foto menghidupkan/start up mesin

 Pasang dan kencangkan kabel accu

 Naikan saklar yang terdapat pada panel mesin

PT. PLN ( PERSERO ) 15


 Putarlah kunci pada posisi star hingga mesin berputar/menyala

PT. PLN ( PERSERO ) 16


Foto – foto memparalel mesin

 Sebelum memparalel

PT. PLN ( PERSERO ) 17


PT. PLN ( PERSERO ) 18
 Sesudah diparalel

PT. PLN ( PERSERO ) 19


BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Sebagai seorang operator PLTD, dalam mengoperasikan SPD haruslah


mengikuti S.O.P (Standard Operation Procedure) dari pabrik pembuatannya,
agar dapat bekerja, aman efisien dan optimal.

Karena itu prinsip pengoperasian PLTD secara umum dapat dikatakan


sama, yaitu mengikuti prosedure/langkah-langkah yang harus dikerjakan sesuai
S.O.P SPD yang bersangkutan.

B. Saran.

Sebaiknya disaat kita melakukan pengoperasian di perlukan SOP


(standard operation procedure) sebagai petunjuk dalam mengoperasikan suatu
unit pembangkit , diperlukan pemeliharaan rutin agar menjaga kondisi mesin
tetap stabil pada saat dioperasikan, serta utamakan kesehatan dan keselamatan
kerja di saat melakukan pengoperasian.

PT. PLN ( PERSERO ) 20