Anda di halaman 1dari 11

TUGAS INDIVIDU

“KASUS PASIEN RAWAT INAP RSUD LABUANG BAJI”

Oleh :

DINDA FIRDASARI

70100116051

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

MAKASSAR

2019
PEMERINTAH PROPINSI SULAWESI SELATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI
JL. DR. Ratulangi No. 81 Telp. 873482 – 872120 – 872836 – 874684 Fax : 0411 830454
E-mail : rumahsakitlabuangbaji@yahoo.co.id
MAKASSAR
LAMPIRAN 1
FORMULIR PEMANTAUAN TERAPI OBAT

Nama Rumah Sakit : Ruangan Rawat :


LABUANG BAJI Ruangan Baji Dakka
Nama Pasien : Muh. Ramli Dg Mali
Umur : 58 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Berat Badan :-
Tinggi Badan :-

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :


Vascular Headache / Cluster Headache

KELUHAN PASIEN :
Nyeri kepala sebelah sisi kanan, mulai dari dahi menjalar ke kepala bagian belakang
kepala. Mual (+)

RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU :


-

RIWAYAT KELUARGA :
-

RIWAYAT SOSIAL :
-

RIWAYAT PENGGUNAAN OBAT :


Inhalasi Oksigen, IVFD RL, PEDA 2x1, Mesibion 1ampul/ 24 jam/ IM, Lansoprazole
30 mg/ 12 Jam/ IV, Ketorolac injeksi 1 ampul IV, ranitidine 1 ampul IV, Tablet besi 2x1
oral, betaserc 24 mg/ 12 jam/ oral.

Hasil pemeriksaan fisik

Tanggal

Pemeriksaa Nilai 18 Agustus


19 Agustus 2019 20 Agustus 2019
n Normal 2019

16 : 05 07 : 15 08 : 00 08 : 00 07 : 00

Suhu 37oC 36 oC 36 oC 37 36,2 37

Denyut 70-80 78x/meni


78x/menit 64x/menit 64x/menit 84x/menit
Nadi kali/menit t

Tekanan 120/80 120/90 130/90 130/90 130/80


120/90 mmHg
Darah mmHg mmHg mmHg mmHg mmHg

<20 20x/meni
Pernapasan 22x/permenit 22x/menit 22x/menit 22x/menit
kali/menit t

GCS - 15 - - 15
Hasil pemeriksaan Lab

HASIL
Pemeriksaan Nilai Normal
18 Agustus 2019

WBC 4.000 - 10.000/mm3 8.8 x 103/µL

RBC 4-5 juta/ mm3 4.78 x 106/µL

HGB 14 – 18 g/dl 10.8 g/dl

HCT 40 – 50 % 33.9 %

MCV 80-96 fL 70.9 fL


MCH 27 – 31 0-12 g 22.6 pg

MCHC 32 – 37 g/dl 31.9 g/dl

PLT 150 – 400 x 103/µL 306 x 103/µL

LYM% 15 %

MXD% 1.1 %

Hasil pemeriksaan klinik

HASIL

Pemeriksaan Nilai Normal


18 Agustus 2019

Kolesterol < 200 mg/dl 169 mg/dl

HDL kolesterol 40-60 mg/dl 31 mg/dl

LDL <127 mg/dl 127 mg/dl

Trigliserida <150 mg/dl 138 mg/dl

HASIL PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK :


-

HASIL PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI :


-
DIAGNOSIS :
Cluster Headache

PENGGUNAAN OBAT SAAT INI :

Nama Obat Regimen Indikasi Tgl. Tgl. Tgl.


18/8/19 19/8/19 20/8/19
Infus RL 20 tpm Terapi √ √ √
Cairan/Penggant
Elektrolit
PEDA 2x1 Antnyeri √ √ √
Mersibion 1 ampul Vitamin penambah √ √ √
tap 24 darah
jam
Lansoprazole Tiap 12 Penurun produksi √ √ √
Vial 30 mg jam asam lambung
Ketorolac Inj 1 ampul IV Antnyeri √ - -
Ranitdine 1 ampul IV Penurun produksi √ - -
asam lambung
Tablet Besi 2x1 Zat besi untuk - √ √
pembentukan sel
darah
Betaserc 24 mg 2x1 Antvertgo - - √

Interpretasi Data Kliknik

1. Hasil Pemeriksaan Fisik


Dari hasil pemeriksaan fisik Tn Ramli mengalami beberapa kali mengalami penurunan
denyut jantung dan pernafasan. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor
sepert faktor usia dan faktor eksternal berupa stress. Sehingga diberikan penanganan
pertama yaitu diberikan inhalasi oksigen.
2. Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Dari hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa terjadi penurunan, HGB, HCT
sehingga pasien mengalami Anemia.

3. Hasil Pemeriksaan Klinik


Dari hasil pemeriksaan data klinik terlihat Tn Ramli tdak mengalami gangguan
khususnya pada kadar kolesterol, HDL, TGL maupun LDL.

Studi kasus (SOAP)


SUBJEK

Nama : Muh. Ramli Dg Mali


Umur : 58 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Sapanang, Jeneponto
Pekerjaan : Wiraswasta
Diagnosis dokter : Vascular Headache / Cluster Headache
Keluhan : Dari hasil data dan pemeriksaan dari dokter diketahui bahwa
pasien di diagnosa vascular headache dari keluhan pasien yaitu
nyeri kepala. Nyeri kepala sebelah sisi kanan dirasakan sejak ± 10
hari yang lalu. Nyeri kepala dirasakan di bagian dahi menjalar
hingga ke kepala bagian belakang. Selama 10 hari, setiap harinya
pasien merasakan nyeri kepala dengan durasi ± 30 menit setiap
serangan. Sebelum nyeri muncul, pasien merasakan pandangan
matanya berkunang-kunang setelah nyeri muncul, kunang-kunang
menghilang. Pasien juga merasakan mual, tetapi tidak muntah.
Nyeri muncul dengan sensasi berdenyut-denyut, namun terkadang
seperti kesetrum sesaat, saat nyeri muncul terkaang keluar air mata
namun mata tidak merah. Pasien sebelumnya tidak pernah sakit
seperti ini. Pasien tidak demam dan tidak memiliki riwayat stroke
sebelumnya. Bila pasien minum pereda nyeri, nyeri berkurang, dan
setelah efek obat habis, nyeri muncul kembali.
OBJEK

Hasil pemeriksaan fisik

Tanggal

Pemeriksaa Nilai 18 Agustus


19 Agustus 2019 20 Agustus 2019
n Normal 2019

16 : 05 07 : 15 08 : 00 08 : 00 07 : 00

Suhu 37oC 36 oC 36 oC 37 36,2 37

Denyut 70-80 78x/meni


78x/menit 64x/menit 64x/menit 84x/menit
Nadi kali/menit t

Tekanan 120/80 120/90 130/90 130/90 130/80


120/90 mmHg
Darah mmHg mmHg mmHg mmHg mmHg

<20 20x/meni
Pernapasan 22x/permenit 22x/menit 22x/menit 22x/menit
kali/menit t

GCS - 15 - - 15

Hasil pemeriksaan Lab

HASIL
Pemeriksaan Nilai Normal
18 Agustus 2019

WBC 4.000 - 10.000/mm3 8.8 x 103/µL

RBC 4-5 juta/ mm3 4.78 x 106/µL

HGB 14 – 18 g/dl 10.8 g/dl

HCT 40 – 50 % 33.9 %

MCV 80-96 fL 70.9 fL

MCH 27 – 31 0-12 g 22.6 pg


MCHC 32 – 37 g/dl 31.9 g/dl

PLT 150 – 400 x 103/µL 306 x 103/µL

LYM% 15 %

MXD% 1.1 %

Hasil pemeriksaan klinik

HASIL

Pemeriksaan Nilai Normal


18 Agustus 2019

Kolesterol < 200 mg/dl 169 mg/dl

HDL kolesterol 40-60 mg/dl 31 mg/dl

LDL <127 mg/dl 127 mg/dl

Trigliserida <150 mg/dl 138 mg/dl

ASSISMENT

Pasien di diagnosa vascular headache atau cluster headache. Cluster headache adalah
nyeri pada kepala yang terjadi secara berulang dalam suatu siklus atau pola tertentu.
Sakit kepala cluster dapat terjadi setiap minggu hingga setiap bulan. Secara etiologi
dan patofisiologi, penyebab utama cluster headache belum dapat dipastikan. Namun,
berdasarkan siklus munculnya, diduga penyebab utamanya adalah gangguan jam
biologis yang diatur oleh hipotalamus. Hipotalamus yang terganggu akan mengaktifkan
rangsangan kepada syaraf trigeminus yang menyebabkan munculnya rasa panas dan
nyeri dibagian wajah dan sekitar mata. (DiPiro. Pharmacoteraphy 10 th. 2754) Hal inilah
yang menyebabkan pasien mengalami mata berair dan pandangan berkunang saat
mengalami nyeri kepala. Selain itu, karena mengalami disfungsi hipotalamus,
menyebabkan pasien mengalami mual. Penanganan pertama pasien, diberikan inhalasi
oksigen dan injeksi IV RL dan diberikan mersibion. Inhalasi oksigen sudah tepat
penggunaannya. Dengan pemberian oksigen, diharapkan pasokan oksigen otak tetap
berjalan dengan baik. (DiPiro. Pharmacoteraphy 10 th. 2755) Injeksi RL juga diberikan
untuk menjaga kebutuhan elektrolit pasien. Lansoprazole diberikan untuk mengatasi
peningkatan asam lambung, apa lagi dengan usia pasien tersebut, sistem digestivenya
juga perlu diperhatikan. Terlihat juga dari pemeriksaan darahnya, pasien didiagnosa
anemia. Sehingga diberikan mersibion dan tablet besi untuk vitamin dan nutrisi dalam
pembentukan sel darah. Pemberian betaserc untuk mengatasi migrain pada pasien,
dan ketorolac diberikan untuk mengatasi nyeri yang dialami pasien yang disandingkan
dengan pemberian ranitidine untuk mencegah peningkatan asam lambung pasien
akibat dari ketorolac. Dari obat yang diberikan pada pasien, terdapat beberapa interaksi
yang dapat terjadi yaitu lansprazole dan tablet besi. Lansoprazole merupakan golongan
PPI, yang mengatasi gangguan pencernaan akibat produksi asam lambung berlebihan.
Namun, jika dikonsumsi dengan tablet besi, akan mempengaruhi efek tablet besi
sehingga dapat menurunkan kinerja dari tablet besi yang dikonsumsi. (“Drug
Interactions Checker - Medscape Drug Reference Database,” n.d.)

PLAN

Resep obat lansoprazole dan tablet besi sebaiknya tidak digunakan dalam waktu 2-3
jam setelah pemberian lansoprazole karena jangka waktu tersebut, merupakan jangka
waktu kerja lansprazole (Drug information Handbook. 2009. Lansoprazole : Half-life).
Pasien juga diberikan informasi untuk makan dengan gizi yang berimbang dan tepat
waktu, perbanyak istirahat dan tidur yang teratur.

DRP

Telah dijelaskan sebelumnya, terdapat interaksi obat antara lansoprazole dan tablet
besi dimana, lansoprazole dapat menurunkan pH lambung yang dapat menurunkan
juga kinerja dari obat tablet besi. Selain itu, penggunaan lansoprazole dan ranitidine
sebaiknya tidak digunaan secara bersamaan karena dapat meningkatkan toksisitas,
sebaiknya penggunaan ranitidine disandingkan dengan penggunaan ketorolac saja.
Daftar Pustaka

DiPiro. Pharmacotheraphy 10th. McGraw Hill: London. 2009

American Pharcautical Assosiation. Drug Information Handbook 17th edition. A


Comprehensive Resource for All Cliniciancs and Healthcare
Professionals. APA : 2009. Ebook

Haryani, Sonnia dkk. Penatalaksanaan Nyeri Kepala Pada Layanan Primer. Callosum
Neurology, Volume 1, ISSN 2614-0276. DOI 10.29342/cnj.vli33.16
Lampiran