Anda di halaman 1dari 17

Cluster Type Headache 2017

BAB 1

PENDAHULUAN

1. PEMICU
Laki-laki usia 40 tahun mengeluh nyeri kepala yang hebat terutama pada malam hari,
nyeri berlangsung sekitar 30 menit setiap serangan dan dalam sehari dapat terjadi 4 kali
serangan. Nyeri dirasakan sekitar mata kanan sampai ke pelipis disertai keluarnya air
mata dan ingus. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 120/80mmHg, nadi
78x/menit, RR 20x/menit, pemeriksaan neurologis dalam batas normal.

2. UNFAMILIAR TERMS
-

3. MASALAH
a. Nyeri kepala hebat di sekitar mata kanan sampai pelipis
b. Nyeri episodik terutama di malam hari

4. ANALISIS MASALAH

Gangguan ekstrakranial Gangguan intrakranial

Kebiasaan Gangguan telinga Infeksi gigi Trauma Infeksi


Membaca dengan (menyelam, infeksi) Neoplasma
cahaya kurang,
Berkendara, Tekanan
Bermain gadget Tekanan tuba eustachius Nyeri
kepala intrakranial Menekan saraf
meningkat
meningkat kranialis
Inflamasi
selaput
Tekanan intraokular Nyeri kepala
meninges
meningkat

Nyeri kepala

Nyeri kepala Lakrimasi dan sekresi hidung


meningkat

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 1


Cluster Type Headache 2017

5. HIPOTESA
a. Neuralgia
b. Vertigo
c. Migrain
d. Cluster Headache
e. Tumor

6. LEARNING ISSUE
6.1. Anatomi Kranium
6.2. Fisiologi Sistem Saraf Perifer dan Jaras Nyeri
6.3. Diagnosis Banding Nyeri Kepala
6.4. Patofisiologi Kasus
6.5. Klasifikasi Nyeri Kepala menurut IHS
6.6. Penegakan Diagnosa
6.7. Penatalaksanaan
6.8. Komplikasi dan Prognosis

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 2


Cluster Type Headache 2017

BAB 2

PEMBAHASAN

1. Anatomi Kranium

Anatomi Cranium dan Persarafan Cranium ( N. Trigeminus )

1. Anatomi Cranium
Adalah skeleton kepala suatu rangkaian tulang
yang terbentuk atas 2 bagian :

a. Neurocranium
b. Viscerocranium

Anatomi Neurocranium

Neurocranium memiliki atap seperti kubah (calvaria)


bagian atas tengkorak dan dasar atau basis cranii
(basiscranium).

Neurocranium pada orang dewasa terdiri dari


rangkaian 8 tulang :

a. Empat tulang yang terpusat pada garis tengah


( os frontale, os ethmoidale, os sphenoidale,
dan os occipital ), dan
b. Dua set tulang sebagai pasangan bilateral
( os temporale dan os parietale )

Anatomi Viscerocranium (Skeleton Facial)

Membentuk bagian anterior cranium dan terdiri dari tulang-tulang yang mengelilingi mulut
(rahang atas dan rahang bawah), rongga hidung, dan sebagian besar orbita (rongga mata)

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 3


Cluster Type Headache 2017

 Viscerocranium terdiri dari 15 tulang irregular :


a. 3 tulang tunggal terletak pada garis tengah
(mandibular, ethmoid dan vomer ), dan
b. 6 tulang yang timbul sebagai pasangan bilateral
(maxilla, concha nasalis inferior, dan os zygomaticum, os palatinum, os nasale, dan os
lacrimale)

2. Persarafan Cranialis
Adalah berkas serat sensorik ataau motoric yang menginversi otot-otot atau kelenjar;
membawa impuls dari reseptor sensorik atau memperlihatkan kombinasi jenis-jenis saraf
tersebut. Berkas ini disebut Nervi cranialis karna keluar melalui foramina atau fissure dalam
cranium dan dilapisi oleh selubung tubular yang berasal dari meninges cranial.

Nervus cranialis terdiri dari 12 bagian :

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 4


Cluster Type Headache 2017

a. Nervus Olfaktorius ( CN I )
Fungsi sensorik khusus (aferen visceral khusus) yaitu sensasi khusus penghidu.

Sarafnya berasal dari bulbus olfaktorius dalam fossa cranii anterior yang bersinaps dengan
neuron di bulbus, dan processus neuron tersebut mengikuti tractus olfactorius ke area primer dan
area terkait korteks cerebri.

b. Nervus Opticus (CN II)


Fungsi sensorik khusus (aferen somatic khusus) yaitu sensasi khusus penglihatan.

Saraf ini memiliki serat sensorik yang berasal dari sel-sel ganglion dalam retina. Serat-serat saraf
tersebut keluar dari orbita melalui canalis opticus; serat-serat dari separuh nasal retina menyilang
sisi kontralateral pada chiasma opticum. Serat-serat kemudian berjalan melalui tractus opticus ke
corpus geniculatum thalami; disini bersinaps pada neuron-neuron yang processusnya membentuk
radiasi optic ke korteks visual primer lobus occipitalis.

c. Nervus Oculomotoris (CN III)


Fungsi memberikan serat motoric somatic ke semua otot ekstraokular, kecuali M. obliquus
superior dan M. rectus lateralis.

Saraf-saraf tersebut berasal dari batang otak, yang keluar di medial pedunculus cerebri, dan
berjalan pada dinding lateral sinus cavernosus. Saraf-saraf tersebut masuk orbita melalui fissure
orbitalis superior dan terbagi menjadi ramus superior dan inferior.

d. Nervus Trochlearis (CN IV)


Fungsi menyuplai serat mototrik somatic ke M. obliquus superior dan memberikan serat
propriosepsi ke otot tersebut, yang mengabduksi, mendepresi, dan memutar bola mata ke medial.

Saraf-saraf keluar dari aspek posterior batang otak. Saraf-saraf memiliki perjalanan panjang
dalam cranium, berjalan di sekitar batang otak untuk masuk dura mater pada pinggir bebeas
tentorium cerebelii dekat dengan processus clinoideus posterior. Saraf berjalan pada dinding
lateral sinus cavernosus, yang masukorbita melalui fissure orbitalis superior.

e. Nervus Trigeminus (CN V)


fungsi menyuplai serat mototrik somatic ke otot mastikasi, M. myohyoideus, dan venter anterior
M. digastricus, M. tensor tympani, dan M. tensor veli palatine. Saraf tersebut juga menyebarkan
serat-serat parasimpatis postsinaptik kepala ke tujuannya, Nervus V bersifat sensorik ke dura
fossa cranii anterior dan media, kulit, wajah, gigi, gingiva, selaput lender cavitas nasi, sinus
paranasalis, dan mulut.

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 5


Cluster Type Headache 2017

Saraf nervus V berasal dari permukaan lateral pons melalui 2 akar : motoric dan sensorik. Akar-
akar tersebut masuk cavum trigeminale dura di lateral corpus sinus ossis sphenoidalis dan sinus
cavernosus. Akar sensorik mengarah ke ganglion trigeminale; akar motoric berjalan sejajar
dengan akar sensorik, kemudian memintas ganglion dan menjadi bagian nervus mandibularis .

f. Nervus Abducens (CN VI)


Fungsi menyuplai serat mototrik somatic ke M. rectus lateralis bola mata dan serat propriosepsi
ke otot-otot tersebut.

Saraf berasal dari pons, menembus dura pada clivus, menyilang sinus cavernosus dan fissure
orbitalis superior dan masuk orbita.

g. Nervus Facialis (CN VII)


Fungsi menyuplai serat motorik ke M. stapedius, venter posterior M. digastricus, M.
Stylohyoideus, otot-otot wajah, dan otot-otot kulit kepala. Saraf-saraf tersbut juga menyplai serat
parasimpatis presinaptik melalui N. intermedius yang disiapkan untuk ganglion
pterygopalatinum dan ganglion submandibulare, masing-masing melalui N.petrosus major dan
chorda tympani. Nervus VII merupakan sensorik untuk pengecapan dan 2/3 anterior lidah dan
palatum molle.

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 6


Cluster Type Headache 2017

Saraf nervus VII berasal dari batas posterior pons dan berjalan melalui meatus acusticus internus
dan canalis facialis pada pars petrosa ossis temporalis. Nervus VII keluar melalui foramen
stylomastoideum; truncus utamanya membentuk plexus intraparotideus.

h. Nervus Vestibulocochlearis (CN VIII)


Fungsi membawa serat-serat yang dihubungkan dengan sensasi khusus pendengaran dan
keseimbangan.

Serat saraf berasal darii sulcus di antara pons dan medulla. Saraf tersebut berjalan melalui
acusticus internus dan terbagi menjadi N. cochlearis dan vestibularis.

i. Nervus glossopharyngeus (CN IX)


Fungsi mengirimkan serat-serat mototrik somatic ke M. stylopharyngeus dan motorik visceral
(parasimpatis presinaptik) ke ganglion oticum uuntuk inervasi glandula parotidea. Saraf-saraf
tersebut juga mengirimkan serat-serat sensorik ke sepertiga posterior lidah, pharynx, cavitas
tympani, cavitas pharyngotympani, corupus carotis, dan sinus caroticus.

Saraf-saraf tersbut berasal dari ujung rostral medulla dan keluar dari cranium melalui foramina
jugulare. Saraf-saraf itu berjalan diantara M. constrictor superior dan M. constrictor media
pharynges ke sinus tonsillaris dan memasuki sepertiga posterior lidah.

j. Nervus Vagus (CN X)


Fungsi menyuplai serat-serat saraf motorik ke otot volunteer larynx dan oesophagus superior.
Saraf-saraf tersbut juga memberikan serat motorik visceral ke otot-otot involunter dan kelenjar
phon tracheobronchial dan oesophagus melalui plec\xus pulmonalis dan oesophagus. Kejantung
melalui plexus cardiacus dank e saluran penceraan sejauh flexura colica sinistra. Saraf-saraf juga
memberikan serat sensorik ke pharynx, larynx dan aferen reflex dari area-area yang sama
tersebut.

Saraf-saraf tersebut berasal dari 8-10 fila radicularia dari sisi lateral medulla batang otak. Saraf-
saraf tersbut masuk mediastinum superior di posterior articulation sternoclavicularis dan V.
brachiocephalicus. Saraf-sraf menjadi N recurrens dextra dan sinistra, dan kemudian dari
ples\xus oesophagus, terbentuk kembali sebagai truncus vagalis anterior dan posterior yang
berlanjut dalam abdomen.

k. Nervus Accesorius (CN XI)


Fungsi menyuplai serat motorik ke M. sternocleidomastoideus berlurik dan M. trapezius.

Saraf-saraf berasal dari sisi medulla spinalis pada 5 atau 6 segmen cervicalis superior. Saraf-saraf
naik ke dalam cavitas cranii melalui foramen magnum dan keluar melalui foramen jugulare, yang
menyilang region cervicalis lateral.

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 7


Cluster Type Headache 2017

l. Nervus Hypoglossus (CN XII)


Fungsi menyuplai serat motorik somatik ke otot intrinsic dan ekstrinsik lidah, kecuali M.
palatoglossus.

Saraf tersebut keluar melalui beberapa fila radicularia diantara pyramid dan olive medulla. Saraf
berjalan melalui canalis hypoglossus dan berlari ke inferior dan anterior, yang berjalan disebelah
medial angulus mandibulae dan diantara M. myohyoideus dan M. Hypoglossus untuk mencapai
otot-otot lidah.

2. Fisiologi Jaras Nyeri

Rasa nyeri merupakan mekanisme oerlindungan. Rasa nyeri timbul bila ada kerusakan
jaringan, dan hal ini akan menyebabkan individu bereaksi dengan cara memindahkan stimulus
nyeri.
Rassa nyeri dapa dibagi menjadi dua jenis utama : rasa nyeri cepat dan rasa nyeri
lambat.bila diberikan stimulus, rassa nyeri cepat timbul dalam waktu kira-kira 0,1 detik,
sedangkan rasa nyeri lambat timbul setelah 1 detik atau lebih dan kemudian secara perlahan akan
bertambah selama beberapa detik dan kadangkala bahkan dalam beberapa menit.
Rasa nyeri cepat juga digambarkan dengan banyak nama pengganti, seperti rasa nyeri tajam,
rasa nyeri tertusuk, rasa nyeri akut, dan rasa nyeri tersetrum. Jenis rasa nyeri ini akan terasa bila
sebuah jarum ditusukkan ke dalam kulit, bila kulot tersayat pisau, atau bila kulit terbakar seara
akut. Rasa nyeri ini juga akan terasa bila subjek mendapat setruman listrik. Rasa nyeri cepat-
tajam tak akan terasa disebagian besar jaringan dalam dari tubuh.
Rasa nyeri lambat juga mempunyai banyak nama, seperti rasa nyeri terbakar lambat, nyeri
pegal, nyeri berdenyut-denyut, nyeri mual, dan nyeri kronik. Jenis rasa nyeri ini biasanya
dikaitkann dengan kerusakan jaringan. Rasa nyeri ini dapat berlangsung lama, menyakitkan dan
dapat menjaddi penderitaan yang tak tertahankan. Rasa nyeri ini dapat terasa dikulit dan hampir
semua jarngan dalam atu organ.

Jaras Rangkap Dua untuk Penajalaran Sinyal Nyeri ke Dalam Sistem Saraf Pusat
Sekalipun semua reseptor nyeri merupakan ujung serabut saraf bebas, dalam menjalarkan
sinyal rasa nyeri kesistem saraf pusat ujung-ujung serabut ini menggunakan dua jaras yang
terpisah. Kedua jaras ini terutama berhubungan dengan kedua tipe rasa nyeri, jaras nyeri tajam-
cepat dan jaras nyeri lambat-kronik

Traktus Neospinotalamikus untuk Rasa Nyeri Cepat. Serabut rasa nyeri cepat tipe Aδ
terutama dilalui oleh rasa nyeri mekanik dan nyeri suhu akut. Serabut ini berakhir pada lamina I
(lamina marginalis) pada kornu dorsalis, dan disini merangsang neuron pengantar kedua dari
traktusneospinotalamikus. Neuron ini akan mengirimkan sinyal keserabut panjang yang terletak
didekat sisi lain medula spinalis dalam komisura anterior dan selanjutnya berbelok naik keotak
dalam kolumna anterolateralis.

Jaras Paleospinotalamikus untuk Menjalarkan Nyeri Lambat-Kronik. Jaras


Paleospinotalamkius adalah sistem yang jauh lebih tua, dan menjalarkan rasa nyeri terutama dari

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 8


Cluster Type Headache 2017

serabut nyeri tipe C lambat-kronik perifer, walaupun jaras inimenjalarkan beberapa sinyal dari
serabut Aδ juga. Dalam jaras ini, serabut-serabut perifer berakhir didalam medula spinalis
hampir seluruhnya dilamina II dan III kornu dorsalis, yang bersama-sama disebut substansia
gelatinosa.
Sebagian besar sinyal kemudian melewati satu atau lebih neuron serabut pendek tambahan
didalam kornu dorsalisnya sebelum terutama memasuki lamina V , juga di kornu dorsalis. Di
sini, neuron –neuron terakhir dalam rangkaian merangsang akson-akson panjang yang sebagian
besar menyambungkan serabut-serabut dari jaras nyeri cepat, yang mula-mula melewati
komisura anterior kesisi berlawanan dari medula spinalis, kemudian naik keotak dalam jaras
anterolateral.

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 9


Cluster Type Headache 2017

3. Diagnosis Banding Nyeri Kepala

No Nama Definisi Etiologi Epidemiolo Gejala klinis Penegakkan Diagnosa


. Penyakit gi
1. Nyeri (cluster • Penekanan pada Dibandingk 1. Nyeri kepala hebat 1. Nyeri hebat atau sangat
Kepala headache, nervus trigeminal an dengan seperti ditusuk-tusuk di hebat unilateral pada area
Kluster sefalgia (nervus V) akibat migren, sekitar, di belakang atau orbital, dan atau temporal
histaminik, nyeri dilatasi cluster di dalam bola mata, yang berlangsung 15 –
kepala Horton) pembuluh darah headache pipi,lubang hidung, 180 menit apabila tidak
adalah nyeri sekitar : 100 kali langit-langit, gusi dan ditangania
kepala hebat • Pembengkakan lebih lebih menjalar ke frontal, 2. Nyeri kepala disertai
yang periodik dinding arteri jarang temporal sampai ke dengan setidaknya satu
dan paroksismal, carotis interna. ditemui oksiput. dari tanda berikut:
unilateral, • Pelepasan diperkirakan 2. Menimbulkan gejala  Ipsilateral
biasanya histamin. sekitar khas seperti mata sesisi injeksi
terlokalisasir di • Abnormalitas 1/10.000 menjadi merah dan konjungtiva
orbita hipotalamus. penduduk. berair, konjugtiva dan atau
berlangsung • Penurunan kadar Serangan bengkak dan merah, lakrimasi
singkat (15 menit oksigen. pertama hidung tersumbat, sisi  Ipsilateral
– 2 jam) tanda • Pengaruh genetik muncul kepala menjadi merah- kongesti nasal
gejala prodormal • Orang dewasa. antara usia panas dan nyeri tekan. dan/atau
• Merokok & 10 sampai 3. Serangan biasanya rhinorrhea.
Peminum 30 tahun mengenai satu sisi kepala,  Ipsilateral
alkohol. pada 2/3 tapi kadang-kadang edema
total seluruh berganti-ganti kanan dan palpebra
pasien. kiri atau bilateral  Ipsilateral
Namun 4. Nyeri kepala sering perspirasi pada
kisaran usia terjadi pada larut malam dahi dan wajah
1 sampai 73 atau pagi dini hari  Ipsilateral
tahun sehingga membangunkan miosis
pernah pasien dari tidurnya. dan/atau
dilaporkan. 5. Serangan berlangsung ptosis.
Cluster sekitar 15 menit sampai  Perasaan
headache 5 jam (rata – rata 2 jam) gelisah dan
sering yang terjadi beberapa tidak dapat
didapatkan kali selama 2-6 beristirahat
terutama minggu. 3. Serangan dapat
pada berlangsung sekali hingga
dewasa delapan kali dalam sehari
muda laki- 4. Tidak memiliki
laki, dengan hubungan dengan
rasio jenis penyakit lain
kelamin
laki-laki dan
wanita 4:1.

2. Migren nyeri kepala 1. Hormonal Migren 1. Fase Prodromal. 1. Anamnesis


berulang 2. Menopause dialami oleh 2. Fase Aura 2. Pemeriksaan
idiopatik,dengan 3. Makanan lebih dari 28 3. Fase nyeri kepala. Fisik dan
serangan nyeri 4. Monosodium Glutamat juta orang di 4. Fase Postdromal. Neurologis
yang berlangsung 5. Aspartam seluruh 3. Pemeriksaan
4-72 jam, 6. Kafein dunia. Penunjang
biasanya seisi, 7. Lingkungan Diperkiraka
sifatnya 8. Ransangan sensorik n
berdenyut,intensit 9. (+) Seksual, Trauma prevalensin
as nyeri sedang kepala, kurang atau ya di dunia
berat, diperhebat kelebihan tidur mencapai
oleh aktivitas 10%; wanita
fisik rutin, dapat lebih
disertai nausea, banyak
fotofobia, dan daripada
fonofobia. pria.
Beberapa
studi
menunjukka
n bahwa
prevalensi

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 10


Cluster Type Headache 2017
seumur
hidup pada
wanita
sebesar
25%,
sedangkan
pada pria
hanya
sebesar
8%.Usia
penderita
terbanyak
sekitar 25-
55 tahun.

3. Neuralgia Ditandai dengan • Sebagian besar Pada 90% 1. Rasa nyeri yang tajam, Pada pemeriksaan fisik
Trigemin serangan nyeri kasus Trigeminal pasien, mula menusuk, seperti neurologi dapat
us paroksismal yang neuralgia timbulnya tersengat listrik didaerah ditemukan sewaktu terjadi
tajam menyengat merupakan kasus pada usia di hidung dan pipi sebelah serangan, penderita
atau menyetrum, yang klasik atas 40 kiri. tampak menderita
berlangsung (idiopatik) dan tahun dan 2. Serangan nyeri lebih sedangkan diluar serangan
singkat (detik sebanyak 15% wanita lebih dari 100 kali dalam tampak normal. Membuka
atau menit), pasien yang sering sehari. Serangan nyeri mulut dan deviasi dagu
unilateral pada mengalami tipe terkena kebanyakan terjadi untuk menilai fungsi otot
daerah distribusi simptomatik. daripada selama 20 detik sampai 2 masseter (otot pengunyah)
nervus V • Pada Trigeminal pria. menit. dan fungsi otot
(trigeminus). neuralgia, 3. Terkadang rasa nyeri pterygoideus.Pada
etiologinya tidak mengalami periode remisi neuralgia trigeminal biasa
diketahui dengan atau tidak hadir sama didapatkan sensibilitas
pasti (idiopatik). sekali. yang terganggu pada
• Beberapa teori 4. Rasa nyerinya sangat daerah wajah.
menyebutkan kuat sehingga saya Pemeriksaan penunjang
Trigeminal merasa ingin mati. hanya tambahan.
neuralgia terjadi 5. Faktor pemicu
akibat adanya timbulnya nyeri biasanya
kompresi seperti makan,
vaskular pada menggosok gigi,
saraf berbicara, tetapi rasa
menyebabkan nyeri bisa terjadi secara
kerusakan saraf tiba-tiba. 6. Rasa nyeri
trigeminal. dapat membuat saya
dehidrasi dan mengalami
penurunan berat badan.
4. Nyeri adalah 1.Faktor psikis maupun Jika • Nyeri dapat • Anamnesis
Kepala manifestasi dari fakor fisik. Secara psikis, berdasarkan ringan hingga yang
Tegang reaksi tubuh nyeri kepala ini dapat timbul jenis sedang menunjukkan
terhadap stress, akibat reaksi tubuh terhadap kelamin, maupun berat adanya faktor
kecemasan, stress, kecemasan, depresi nyeri kepala • Tumpul, psikis sebagai
depresi, konflik maupun konflik emosional. ini lebih seperti ditekan latar belakang
emosional, 2. Tidur yang kurang, sering atau diikat, nyeri kepala
kelelahan. Nyeri kesalahan dalam posisi tidur terjadi pada tidak ini semakin
kepala berulang dan kelelahan juga dapat perempuan berdenyut mengarahkan
yang berlansung menyebabkan nyeri kepala dibandingka • Menyeluruh ke jenis nyeri
dalam menit tegang otot ini. n laki-laki atau difus ( kepala tegang
hingga hari, 3.Kegiatan-kegiatan yang dengan tidak hanya otot.
dengan sifat nyeri membutuhkan peningkatan perbandinga pada satu titik • Dapat
yang biasanya fungsi mata dalam jangka n 3:1. atau satu sisi ) didiagnosis
berupa rasa waktu lama misalnya Semua usia • Nyeri lebih melalui
tertekan atau membaca dapat pula dapat hebat pada deskripsi
diikat dan gejala menimbulkan nyeri kepala terkena, daerah kulit penyakit oleh
penyerta tidak jenis ini. namun kepala, pasien
menonjol. sebagian oksipital dan • Tidak ada uji
besar pasien belakang leher spesifik untuk
adalah • Terjadinya mendiagnosis
orang secara spontan • Biasanya tidak
dewasa • Memburuk memerlukan
muda yang atau pemeriksaan
berumur dicetuskan darah, rontgen,
berkisar oleh stress, CT-scan

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 11


Cluster Type Headache 2017
antara 20-40 dan kelelahan kepala atau
tahun. • Adanya MRI.
Riwayat insomnia
dalam • Kadang-
keluarga kadang
dapat disertai
vertigo

4. Patofisiologi Kasus

Patofisiologi Nyeri Kepala Patofisiologi Cluster Headache


Aktivasi
Tekanan SistemTrigeminal
Traksi Vaskular
Displacement
Proses kimiawi
Inflamasi

Aktivasi CN. V Ganglia servikalis Ganglia servikalis


superior superior
Nosiseptor pain (parasimpatis)
sensitive kepala
CN. V CN. IX, X
Melepas CGRP dan Sekresi
VIP keringat
Lakrimasi,
Supratentorial Infratentorial rinorrhoea

Vasodilatasi
serebral (a. Serebri
Nyeri di Nyeri di oksipital, media)
frontotemporal suboksipital, dan
dan parietal servikal atas
anterior
Nyeri kepala

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 12


Cluster Type Headache 2017

5. Klasifikasi Nyeri Kepala menurut IHS

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 13


Cluster Type Headache 2017

6. Penegakan Diagnosa

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 14


Cluster Type Headache 2017

7. Penatalaksanaan

a. Terapi Farmakologi

Abortive agent digunakan untuk menghentikan atau mengurangi keparahan serangan akut
dari sakit kepala kluster, sedangkan Prophylactic agent digunakan untuk mengurangi frekuensi
dan intensitas dari eksaserbasi sakit kepala kluster itu sendiri.

Abortive agent

Oksigen ( 8 L/mnt selama 10 menit a100% dengan masker nonrebreathing). Penggunaan


oksigen dapat menggagalkan serangan dari sakit kepala bila di gunakan sedini mungkin.
Mekanisme dari dari penggunaan oksigen ini belum di ketahui secara pasti.
5-Hydroxytriptamine-1 (5-HT1) receptor agonist, seperti triptan atau ergot alkaloid
dengan metoklopramide, sering digunakan sebagai lini pertama dari penatalaksanaan sakit kepala
kluster. Stimulasi dari reseptor 5-HT1 memproduksi efek vasokonstriksi secara langsung dan
dapat menggagalkan serangan sakit kepala kluster.
Sumatriptan merupakan salah satu jenis triptan yang sangat efektif terhadap sakit kepala
kluster. Diberikan secara subkutan dengan dosis 6 mg yang dapat diulang pemberiannya dalam
24 jam. Nasal spray 20 mg juga dapat digunakan. Selain sumatriptan, terdapat juga jenis triptan
lainnya yang dapat digunakan sebagain tatalaksana dari sakit kepala kluster yakni zolmitriptan,
naratriptan, rizatriptan, almotriptan, frovatriptan, dan eletriptan.
Dyhidroergotamine, penggunaan obat ini juga efektif sebagai abortive agent. Pada
umumnya diberikan secara intravena (IV) atau intramuskular (IM) 1 mg/hari selama <6 minggu
dan juga dapat diberikan intranasal (0,5 mg bilateral). Dihydroergotamine cenderung
menyebabkan vasokonstriksi dan lebih efektif jika diberikan pada awal (1-2 jam sebelum)
serangan kluster.
Pemberian intranasal tetes lidocaine (1 mL larutan 10% ditempatkan pada kapas di setiap
lubang hidung selama 5 menit) mungkin dapat membantu, namun, hal itu memerlukan teknik
yang cukup rumit.
Prophylactic Agent
Kalsium channel blockers merupakan agen profilaksis sakit kepala kluster yang efektif.
Dapat dikombinasikan dengan ergotamine atau lithium. Verapamil merupakan salah satu yang

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 15


Cluster Type Headache 2017

paling efektif terhadap sakit kepala kluster. Selain itu, nimodipin dan diltiazem, juga telah
dilaporkan efektif penggunaannya.
Lithium 600-900 mg/hari telah diusulkan sebagai pilihan karena sifat siklis sakit kepala
kluster, yang mirip dengan gangguan bipolar. Efektif mencegah sakit kepala kluster (terutama
dalam bentuk yang lebih kronis). Lithium merupakan agen lini pertama dianjurkan untuk sakit
kepala kluster. Pada minggu pertama obat ini telah secara efektif mengurangi intensitas dari
serangan.
Methysergide, meskipun tidak lagi tersedia di Amerika Serikat, obat ini sangat efektif
sebagai agen profilaksis terhadap episodik dan kronis sakit kepala kluster. Tidak boleh diberikan
terus menerus selama lebih dari 6 bulan.
Beberapa penelitian juga telah menemukan antikonvulsan (misalnya, topiramate dan divalproex)
efektif sebagai agen profilaksis sakit kepala kluster, meskipun mekanisme kerja masih belum
jelas.
Kortikosteroid sangat efektif dalam mengakhiri siklus CH dan mencegah kekambuhan
sakit kepala segera. Prednison dosis tinggi diresepkan untuk beberapa hari pertama, diikuti
dengan penurunan dosis secara bertahap.

8. Komplikasi dan Prognosis

Secara umum nyeri kepala tipe cluster akan berlangsung seumur hidup. Beberapa prognosis
meliputi serangan rekuren, remisi yang memanjang, dan kemungkinan transformasi tipe episodic
menjadi tipe kronis dan begitupula sebaliknya. Sebanyak 80% pasien-pasien dengan nyeri kepala
tipe cluster tipe episodic tetap berada dalam periode episodiknya. Pada 4-13% kasus, tipe
episodic berubah menjadi tipe kronis. Remisi spontan terjadi pada 12% dari pasien, khususnya
mereka dengan tipe episodic. Tipe kronis menetap pada 55% dari kasus.

Tidak terdapat laporan mortalitas yang berhubungan langung dengan nyeri kepala tipe cluster.
Namun demikian, pasien-pasien dengan nyeri kepala tipe cluster memiliki resiko menciderai diri
sendiri, melakukan upaya bunuh diri. Upaya bunuh diri telah dilaporkan pada kasus-kasus
dengan serangan yang hebat dan frekuen. Intensitas serangan pada nyeri kepala tipe cluster
sering kali menyebabkan pasien terganggu dalam menjalankan aktifitasnya.

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 16


Cluster Type Headache 2017

BAB 3

PENUTUP

KESIMPULAN

Os mengalami Cluster Type Headache

DAFTAR PUSTAKA

1. Anatomi berorientasi klinis edisi kelima Jilid 3. Keith L moore. Erlangga. 2013.
Jakarta.
2. Guyton, Arthur C. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 11th ed. Hall John E. Jakarta :
EGC, 2007. 625-628 p
3. Blanda Michelle. 2017. Cluster Headache Clinical Presentation, (online),
(http://emedicine.medscape.com, diakses 13 Januari 2017).
4. Rowland P. Lewis, Pedley A. Timothy. 2010. Merritt’s Neurology. Edisi ke-12.
Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Halaman 956-957.
5. Lassen Lh, Hadersley PA, Jacobson VB, Inversen HK, Perling B, Olesen J. 2002.
CGRP may Play a Causative role in migraine. Cephalalgia; 22:54-61.
6. Bolay H, Moskowitz MA. 2002. Mechanism of pain modulation in chronic
syndromes. Neurology;59(suppl):S2-S7.

CLUSTER TYPE HEADACHE Page 17