Anda di halaman 1dari 4

Nama : Aditya Pratama Kadir

Kelas : B

NIM : 841416075

LITERATUR REVIEW DENGAN METODE PICOT

PENGARUH TERAPI SLOW STROKE BACK MASSAGE (SSBM) TERHADAP


PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI
RUANG MELATI 4 RSUP. DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

1. Problem/ Patient/ Population (P)


Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah semua pasien Stroke Non Hemoragik
di Ruang Melati 4 RSUP. Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam 2 bulan pada tanggal
10 Mei 2016 sampai 25 Juni 2016 dengan jumlah populasi sebanyak 32 orang

2. Intervention (I)
Penelitian ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Retno & Dian (2011) yang
menunjukkan bahwa tekanan darah pada penderita hipertensi mengalami penurunan
signifikan setelah mendapatkan terapi Slow Stroke Back Massage. Penelitian lain yang
dilakukan oleh Mohebbi (2014) menunjukkan bahwa setelah intervensi Slow Stroke
Back Massage pada pasien hipertensi terjadi penurunan tekanan darah sistolik dan
diastolik masing-masing 6.44 mmHg dan 4.77 mmHg (ρ=0.001) pada kelompok
intervensi dan 2.31 dan 1.51mmHg pada kelompok control (ρ=0.001)

3. Comparison (C)
Jurnal pembanding utama : Pengaruh Terapi Slow Stroke Back Massage (Ssbm)
Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Ruang
Melati 4 Rsup. Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pembanding intervensi ini adalah
penelitian yang berfokus dalam menurunkan tekanan darah dengan melakukan terapi
relaksasi berupa pijatan pada pasien Stroke Non Hemoragik. Sehingga penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden pasien Stroke Non Hemoragik dan
mengetahui perubahan tekanan darah pada pasien Stroke Non Hemoragik sebelum dan
setelah dilakukan terapi pijat Slow Stroke Back Massage (SSBM).
Dan dari hasil penelitian yang didapat bahwa terdapat perubahan yang signifikan antara
nilai tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan setelah dilakukannya terapi
SSBM pada pasien Stroke Non Hemoragik. Hasil ini dibuktikan dengan uji Wilcoxon
yang menunjukkan terdapat pengaruh terapi Slow Stroke Back Massage terhadap
perubahan tekanan darah pada pasien Stroke Non Hemoragik

Jurnal pembanding yang kedua : Efektifitas Slow Stroke Back Massage Terhadap
Lansia Dengan Hipertensi. Data dalam penelitian ini diambil menggunakan lembar
observasi tekanan darah. Setelah dilakukan tabulasi data, kemudian diuji statistik
dengan menggunakan Paired t-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji statistik
menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari slow stroke back massage
terhadap penurunan MAP lansia dengan hipertensi.

Jurnal pembanding yang ketiga : Efektivitas Slow Stroke Back Massage Dalam
Meningkatkan Relaksasi Pasien Stroke Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar.
Intervensi dalam penelitian ini dapat meningkatkan relaksasi pasien stroke. Indikator
relaksasi dengan menilai respon psikologis maupun respon fisiologis pasien. Respon
psikologis dinilai menggunakan format State Trait Anxiety Inventory (STAI).
Sedangkan respon fisiologis dengan melakukan pengukuran tekanan darah dan denyut
nadi.Hasil analisis menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan
tekanan darah sistolik pada pasien yang dilakukan SSBM 5 menit dengan 10 menit
(p=0.49). Hal yang sama juga ditemukan pada tekanan darah diastolik (p=0.84), denyut
nadi (p=0.29) dan skor STAI (0.98) dengan uji t tidak berpasangan. Berdasarkan hal
tersebut perawat dapat melakukan SSBM selama 5 menit ataupun 10 menit untuk
meningkatkan relaksasi pasien stroke

Jurnal pembanding yang keempat : Pengaruh Slow Stroke Back Massage (SSBM)
Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Hipertensi Lansia. Penelitian yang akan
dilakukan ini mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan suatu
kelompok subjek, dimana kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukkan intervensi,
kemudian observasi lagi setelah dilakukkan intervensi. Penelitian ini menggunakan uji
normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk karena memiliki < 50 subyek atau responden.
Uji Shapiro-Wilk dianggap lebih akurat ketika jumlah subyek yang dmiliki < 50.Dari
uji statistik yang didapatkan, maka dapat disimpulkan SSBM memiliki pengaruh yang
bermakna terhadap penurunan hipertensi pada tekanan darah sistolik sebelum
perlakuan dan tekanan darah sistolik sesudah perlakuan, kemudian pada tekanan
diastolik juga terdapat pengaruh yan bermakna karena hasil yang didapatkan, sehingga
dapat memperlihatkan pengaruh yang besar dari perlakuan SSBM terhadap penurunan
hipertensi pada lansia. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh
penelitian sebelumnya, yang mengatakan bahwa tindakan Massage dapat
mempengaruhi perubahan tekanan darah, tekanan sistolik dan diastolik sebelum dan
sesudah SSBM terhadap lansia hipertensi.

Jurnal pembanding yang terakhir: Pengaruh Pemberian Slow Stroke Back Massage
Dan Aromaterapi Mawar Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi
Di Rsud H.Soewondo Kendal. Salah satu bentuk dari intervensi penilitan ini
menggunakan teknik relaksasi adalah slow stroke back massage (SSBM) dengan
menggunakan aromaterapi. Penelitian yang dilakukan oleh Kenis (2013) juga
menyatakan bahwa sebelum diberikan terapi relaksasi (aromaterapi mawar) tekanan
darah pada pasien hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan sesudah diberikan terapi
relaksasi (aromaterapi mawar). Penelitian yang dilakukan oleh Triwahyuni juga
menunjukkan hal yang sama yaitu sebelum diberikan inhalasi minyak essensial mawar
(rose) tekanan darah penderita hipertensi lebih tinggi dibandingkan sesudah diberikan
inhalasi minyak essensial mawar (rose). Sehingga SSBM dan aromaterapi mawar dapat
menurunkan tekanan darah tinggi

4. Outcome (O)
Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa: Karateristik rata-rata usia responden
Stroke Non Hemoragik di Ruang Melati 4 RSUP. Dr. Soeradji Klaten 63 tahun dan
dengan jenis kelamin laki-laki, Nilai rata-rata tekanan darah pada responden Stroke
Non Hemoragik di Ruang Melati 4 RSUP. Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sebelum
dilakukan terapi Slow Stroke Back Massage adalah 156,67/83,67 mmHg, sedangkan
nilai rata-rata tekanan darah setelah dilakukan terapi Slow Stroke Back Massage adalah
129,67/78,67 mmHg, terdapat pengaruh terapi Slow Stroke Back Massage terhadap
perubahan tekanan darah pada pasien Stroke Non Hemoragik di Ruang Melati 4 RSUP.
Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Hal ini dibuktikan dengan uji Wilcoxon nilai
signifikansi tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah dilakukan Terapi SSBM adalah
0,000 dan nilai signifikansi tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah dilakukan
Terapi SSBM 0,003, yang artinya ρ< 0,05, maka Ho ditolak, dan Ha diterima

5. TIME (I)
Peneliti tidak mencantumkan waktu dari penelitian, tetapi peneliti melakukan
penelitiannya selama 2 bulan