Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN DISKUSI KELOMPOK KECIL

BLOK 3 (KEDOKTERAN DASAR)

MODUL 2 (SISTEM TUBUH)

Disusun oleh : Kelompok 4

Ahmad Fadillah (1710025008)

Ain Richlatul Azimah (1710025004)

Astria Virginia Uspa (1710025012)

Andhi David .M (1710025024)

Devia Marzella Amelinda (1710025036)

Fimelda Izro N (1710025040)

Laurensia Oktavia Ramadhan (1710025016)

Luthfi Azhari Sani (1710025032)

Naufal Fathurahman Daling (1710025028)

Sarah Prinadira (1710025020)

Tutor :

Nama Tutor : Drg. Masyhudi, M. Si

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN
2017

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, kiranya pantaslah kami memanjatkan
puji syukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kami, baik kesempatan maupun
kesehatan, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Laporan diskusi kelompok 4. Laporan ini dapat hadir seperti sekarang ini tak lepas dari
bantuan banyak pihak. Untuk itu sudah sepantasnyalah kami mengucapkan rasa terima kasih
yang sebesar-besar buat mereka yang telah berjasa membantu kami selama proses
pembuatan laporan ini dari awal hingga akhir.
Namun, kami menyadari bahwa laporan ini masih ada hal-hal yang belum sempurna
dan luput dari perhatian kami. Baik itu dari bahasa yang digunakan maupun dari teknik
penyajiannya. Oleh karena itu, dengan segala kekurangan dan kerendahan hati, kami sangat
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca sekalian demi perbaikan laporan ini
kedepannya.
Akhirnya, besar harapan kami agar kehadiran laporan diskusi kelompok ini dapat
memberikan manfaat yang berarti untuk para pembaca. Dan yang terpenting adalah semoga
dapat turut serta menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca.

Samarinda, 30 Oktober 2017


Hormat Kami,

Kelompok IV
BAB I

PENDAHULUAN

• Latar Belakang

Sistem kardiovaskuler atau sistem sirkulasi adalah suatu sistem yang berfungsi untuk
mempertahankan kuantitas dan kualitas dari cairan yang ada diseluruh tubuh. Sistem
sirkulasi darah dimulai dari jantung yang berfungsi untuk mempompa darah yang kemudian
dialirkan melalui aorta dan diteruskan ke cabang – cabang pembuluh darah. Sistem
kardiovaskuler berhubungan erat dengan darah dimana masing – masing darah memiliki
tugas atau fungsi sendiri – sendiri dan saling berkaitan satu sama lain.

Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh
organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan
dan kiri. Ukuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm.

Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari
kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu
jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah. Posisi jantung
terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma
thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus.

Fungsi utama jantung adalah memompa darh ke seluruh tubuh dimana pada saat
memompa jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Selain itu otot jantung
juga mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik.

Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya
adalah ventrikel. Pada orang awan atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal
dengan bilik.

• Tujuan
• Mampu memahami sistem kardiovaskuler

• Mampu memahami bagian-bagian darah

• Mampu memahami fungsi dari bagian-bagian darah

• Mampu memahami mekanisme kerja darah

• Mampu memahami bagian-bagian pembuluh darah

• Mampu memahami fungsi dari bagian-bagian dari pembuluh darah

• Mampu memahami mekanisme kerja dari pembuluh darah

• Mampu memahami bagian-bagian jantung

• Mampu memahami fungsi bagian-bagian dari jantung

• Mampu memahami mekanisme kerja jantung

• Manfaat

• Manfaat yang kami dapat dari diskusi kelompok kecil dan hasil belajar mandiri
adalah dapat memahami sistem kardiovaskuler yaitu bagian-bagian dan fungsi
bagian darah, mekanisme kerja darah, bagian-bagian dan fungsi bagian pembuluh
darah, bagian-bagian dan fungsi bagian jantung, serta memahami mekanisme kerja
jantung.

BAB II

ISI

• Skenario

KEPALA MINTEN SAKIT SEKALI

Minten (45 th) tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri saat menyapu lantai. Setelah sadar dari
pingsannya leher terasa kaku dan kepala terasa sakit sekali. Takut terjadi apa-apa suaminya
membawa Minten memeriksakan ke Puskesmas terdekat. Dokter Puskesmas melakukan
pemeriksaan tekanan darah dan ternyata hasilnya 160/90 mmHg. Dokter mengatakan
Minten menderita hipertensi dan menyarankan pemeriksaan kolesterol, karena ada
kemungkinan terjadi penebalan pembuluh darah arteri yang mempengaruhi tekanan
darahnya. Dokter juga menganjurkan pemeriksaan EKG untuk mengetahui kondisi jantung
Minten.

• Identifikasi Istilah

Berdasarkan pada Blok 3 Modul 2 ini, kami mengidentifikasi beberapa istilah asing yaitu
sebagai berikut :

• Pingsan : Suatu kondisi hilangnya kesadaran sementara yang terjadi secara tiba tiba
• tekanan darah : tekanan yang di alami pembuluh darah ketika jantung memompakan
keseluruh tubuh
• 160/90 mmhg : 160 =sistole, 90 = diastole, normalnya sistole 120 dan diastole 80
• Hipertensi : tekanan darah tinggi
• Kolestrol : senyawa kompleks yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan
20% sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam macam fungsi tubuh
,seperti : membentuk dinding sel
• Pembuluh Darah Arteri : Pembuluh darah yang berfungsi sebagai jalur cepat
(berdiameter besar & resistensi rendah ) aliran darah dari jantung ke jaringan
• Penebalan Pembuluh Darah Arteri :penebalan pembuluh darah ini akibat sumbatan dari
kolestrol sehingga arteri yang tidak elastis menjadi tersumbat dan akhirnya menebal
menyebabkan aliran darah tidak lancar
• Pemeriksaan EKG : Ektokardiogram, pemeriksaan atau proses alat diagnostik untuk
mengetahui kondisi jantung dengan mengukur aktivitas listrik yang di hasilkan oleh
jantung
• Identifikasi Masalah
Sesuai kasus yang disajikan pada skenario, kami dapat mengidentifikasikan beberapa
masalah yang timbul dalam kasus tersebut sebagai berikut :
• Mengapa jika setelah didiagnosa hipertensi harus disarankan mengecek kolestrol ? dan
apa hubungannya kolestrol dengan hipertensi ?
• Mengapa hipertensi menyebabkan minten pingsan ?
• Mengapa setelah sadar leher kaku dan kepala terasa sakit ?
• Apa pengaruh penebalan pembuluh darah arteri dengan tekanan darah ?
• Apa hubungan hipertensi dengan jantung ?
• Untuk mengecek adanya hipertensi, apa saja pemeriksaan yang harus dilakukan ?
• Faktor apa saja yang mempengaruhi hipertensi ?
• Apakah hipertensi dapat mempengaruhi sistem imun ?
• Bagaimana cara menyembuhkan dan mencegah hipertensi ?

• Analisa Masalah
• Kolestrol tinggi sehingga terjadi penebalan arteri, kolestrol menumpuk di dinding
pembuluh darah, jika berlebih akan mengganggu sirkulasi tubuh. Diameter pembuluh
darah itu sempit sehingga aliran darah tersumbat. Arteri lebih tebal dan tidak seelastis
vena karena tidak mampu menurunkan tekanan tinggi sehingga arteri tersumbat

• Aliran darah ke otak dan jantung tidak lancer akhirnya oksigen di tubuh berkurang dan
akhirnya pingsan. Jantung lebih cepat bekerja namun pembuluh darah arteri menebal
sehingga sempit dan oksigen pun menipis yang berakhir pingsan

• Akibat kekurangan oksigen, otot menjadi keram dan tubuh berusaha mengembalikan
kondisi tubuh sehingga kepala sakit

• Karena penebalan, pompa jantung lebih cepat dan tekanan darah meningkat karena
semakin cepatnya poma jantung dapat menyebabkan pergesekan antara pembuluh dan
darah

• Hipertensi = Tekanan Tinggi


Menimbulkan trauma terhadap dinding pembuluh darah sehingga terjadi factor coroner
dan ada penyakit jantung coroner. Secara tidak langsung bisa tapi harus ada
rangsangan dari luar

• ● EKG Untuk lebih mengetahui kondisi jantung


● Cek tekanan darah
:
• A) Dikontrol : - Gaya Hidup
- Konsumsi : Kopi, Alkohol, Garam
- Obesitas
B) Tidak Dapat Dikontrol : - Riwayat Keluarga
- Jenis Kelamin
- Umur / Usia

• Dapat, karena dari hipertensi dapat menyebabkan komplikasi

• - Obat
- Olahraga
- Pemasangan ring di arteri
- Memperbaiki pola hidup
- Sholat 5 waktu

• Strukturisasi
• Learning Obective

• Sebutkan bagian-bagian jantung dan fungsinya!

• Sebutkan bagian-bagian pembuluh darah!

• Sebutkan bagian-bagian darah dan fungsinya!

• Belajar Mandiri

Masing-masing anggota diskusi melakukan proses belajar mandiri yang


dilaksanakan dari hari Selasa, 25 Oktober 2017 sampai dengan hari Kamis tanggal 27
Oktober 2017 dengan tujuan belajar yang telah dirumuskan pada step 5 untuk
mengetahui lebih dalam terhadap materi yang akan dibahas pada diskusi kelompok kecil
( DKK ) dengan mempergunakan referensi yang telah tersedia dan mengembangkan
apa yang anggota kelompok pahami dari pembelajaran tersebut.
• Sintesis

Mahasiswa mampu mengetahui struktur anatomi jantung dan pembuluh darah :

• Jantung

Organ berongga dan berotot seukuran kepalan tangan, terletak di rongga toraks (dada)
sekitar garis tengah antara sternum (tulang dada) di sebelah anterior dan vertebrata
(tulang belakang di posterior).

Lapisan dinding jantung terdiri dari 3 :

• Epikardium

Lapisan terluar dari jantung. Dapat merujuk pada lapisan luar jantung dan
lapisan dalam dari perikardium visceral serosa, yang menyambung dengan lapisan
serosa. Epikardium adalah lapisan jaringan ikat dan lemak, dan berfungsi sebagai
lapisan perlindungan tambahan bagi jantung di bawah perikardium.

• Miokardium

Lapisan tengah dinding jantung adalah miokardium. Miokardium merupakan


jaringan otot jantung dan lapisan tebal dari dinding jantung. Miokardium terdiri dari
sel-sel otot jantung, atau kardiomiosit.

• Endokardium

Lapisan palimg dalam dari jantung, terdiri dari sel-sel endotel yang halus,
permukaan endokardium tidak kaku karena berfungsi untuk mengumpulkan darah,
memompa, dan dapat membantu mengatur kontraktilitas. Tindakan endokardium
sebagai penghalang antara darah dan otot jantung, sehingga mengendalikan
komposisi cairan ekstraselular yang memenuhi kardiomiosit, yang pada gilirannya
dapat mempengaruhi fungsi kontraktil mereka.

RUANG JANTUNG

Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu dua ruang yang berdinding tipis disebut atrium
(serambi), dan ruang yang berdinding tebal disebut ventrikel (bilik).
• Atrium

• Atrium kanan berfungsi sebagai penampungan darah yang rendah


oksigen dari seluruh tubuh. Darah tersebut mengalir melalui vena kava
superior, vena kava inferior, serta sinus koronarius yang berasal dari
jantung sendiri. Dari atrium kanan kemudian darah di pompakan ke
ventrikel kanan.

• Atrium kiri menerima darah yang kaya akan oksigen dari paru melalui 4
buah vena pulmonalis. Kemudian darah dialirkan ke ventrikel kiri.

Antara kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.

• Ventrikel
• Ventrikel kanan, menerima darah dari atrium kanan yang kemudian
dipompakan ke paru melalui arteri pulmonalis.
• Ventrikel kiri, menerima darah dari atrium kiri kemudian memompakannya
ke seluruh tubuh melalui aorta.

Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.

KATUP JANTUNG

• Katup Atrioventrikuler
Katup yang terletak diantara atrium dan ventrikel.. katup antara atrium
kanan dan ventrikel kanan mempunyai tiga buah daun katup disebut katup
trikuspidalis. Sedangkan katup yang terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri
mempunyai dua buah daun katup disebut katup bikuspidalis atau katup mitral.
Katup AV memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke
ventrikel pada waktu diastole ventrikel, serta mencegah aliran balik ke atrium
pada saat sistol ventrikel.

• Katup Semilunar
• Katup pulmonal, terletak antara arteri pulmonalis dan ventrikel kanan.
• Katup aorta, terletak antara ventrikel kiri dan aorta.
Kedua katup semilunar terdiri dari 3 daun katup. Adanya katup semilunar
memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau
aorta selama sistol ventrikel, dan mencegah aliran balik ke ventrikel sewaktu diastole
ventrikel.

• Pembuluh Darah

• Pembuluh darah arteri

Tempat mengalirnya darah yang dipompa dari bilik, merupakan pembuluh yang
elastis. Tekanannya lebih kuat daripada pembuluh balik. Memiliki sebuah katup
(valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung.

Terdiri atas

• Aorta adalah arteri terbesar dalam badan manusia. Bersumber dari bilik
kiri jantung dan membawa darah beroksigen kepada semua bagian tubuh
dalam peredaran sistemik.

• Arteriol

• Kapiler memiliki iameter lebih kecil dibandingkan arteri dan vena. Dindingnya
terdiri atas sebuah lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal

Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu :

• Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium

• Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastis


• Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastis

• Pembuluh balik (Vena)

Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah dikenali, dinding pembuluh


lebih tipis dan tidak elastis. Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit
(Valvula semi lumaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah

Terdiri dari :

• Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh
menuju serambi kanan jantung.

• Vena cava inferior yang bertugas membawa darah dari bagian bawah tubuh
ke serambi kanan jantung

• Vena cava pulmonalis yang bertugas membawa darah dari paru-paru ke


serambi kiri jantung.

• Darah

Darah merupakan pengangkut jarak jauh, transportasi massal bahan-bahan


antara sel dan lingkungan eksternal atau di antara sel itu sendiri. Transportasi yang
demikian penting untuk mempertahankan homeostasis. Darah terdiri dari cairan plasma
tempat elemen-elemen selular—eritrosit, leukosit, dan trombosit—berada. Eritrosit (sel
darah merah atau SDM) secara esensial merupakan membran plasma kantong-tertutup
hemoglobin yang menyangkut O2 di dalam darah. Leukosit (sel darah putih, atau SDP),
unit pertahanan mobil sistem imun, di angkut melalui darah ke tempat terjadinya luka
atau invasi oleh mikroorganisme penyebab- penyakit. Platelet (trombosit) penting bagi
homeostasis untuk menghentikan pendarahan akibat pembuluh yang cedera.

■ Darah terdiri dari tiga jenis elemen selular—eritrosit (sel darah merah), leukosit
(sel darah putih), dan trombosit (keping darah)—yang membentuk suspensi di dalam
cairan plasma, (Lihat Gambar 11-1, pembuka bab, dan Tabel 11-1.)
■ Volume darah yang 5 hingga 5,5 liter pada orang dewasa terdiri dari 42% hingga
45% eritrosit, kurang dari 1% leukosit dan trombosit, dan 55% hingga 58% plasma.
Persentase volume darah total yang ditempati oleh eritrosit disebut hematokrit

■ Plasma adalah suatu cairan kompleks yang terdiri dari 90% air yang berfungsi
sebagai medium transpor untuk bahan-bahan yang dibawa oleh darah. Konstituen
inorganik plasma yang paling banyak adalah Na + dan Cl-. dan konstituen organik yang
paling banyak adalah protein plasma. Semua konstituen plasma dapat berdifusi bebas
melintasi dinding kapiler kecuali protein plasma, yang tetap berada di dalam plasma,
tempat mereka melakukan berbagai fungsi penting. Protein plasma mencakup albumin,
globulin.

■ Eritrosit dikhususkan untuk fungsi primer mereka, yaitu transpor O2 dalam darah.
Bentuknya yang bikonkaf menyebabkan luas permukaan untuk difusi O2 ke dalam sel
menjadi maksimal untuk volume ini (Lihat Gambar 11-1 dan pembuka bab). Eritrosit tidak
mengandung nukleus atau organel (dikeluarkan selama perkembangan), tetapi dipenuhi
oleh hemoglobin, suatu molekul yang mengandung besi yang dapat secara longgar dan
reversibel mengikat O2. Karena O2 kurang larut dalam darah, hemoglobin penting untuk
transpor O2. Setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul O2.

■ Hemoglobin juga ikut berperan dalam transpor CO2 dan pendaparan darah

dengan berikatan secara reversibel dengan CO2 dan H+.

■ Eritrosit, karena tidak dapat mengganti komponen-komponennya, memiliki usia


pendek sekitar 120 hari.

■ Sel punca pluripoten tidak berdiferensiasi di sumsum tulang merah menghasilkan


semua elemen selular darah, (Lihat Gambar 11-3 dan 11-9.) Produksi eritrosit
(eritropoiesis) oleh sumsum merah dalam keadaan normal menyamai laju pengurangan
eritrosit sehingga jumlah eritrosit tetap konstan. Eritropoiesis dirangsang oleh
eritropoietin, suatu hormon yang dikeluarkan oleh ginjal sebagai respons terhadap

penurunan penyaluran O2.

■ Golongan darah utama ABO bergantung pada keberadaan antigen spesifik pada
permukaan eritrosit. Sel darah merah golongan A memiliki antigen A; golongan darah B
memiliki antigen B, golongan darah AB memiliki antigen A dan B, dan golongan darah O
tidak memiliki antigen A dan B. Golongan darah A memiliki antibodi anti-B, golongan
darah B memiliki antibodi anti-A, golongan darah AB tidak memiliki antibodi anti-A dan
anti-B, dan golongan darah O memiliki antibodi anti-A dan anti-B. Antibodiantibodi ini
menyebabkan SDM dengan antigen-antigennya yang sesuai beraglutinasi (menggumpal)
atau ruptur, menyebabkan reaksi transfusi jika sel darah donor terpajan dengan antibodi
yang sesuai di darah resipien

■ Leukosit adalah sel pertahanan tubuh. Sel-sel ini menyerang benda asing (yang
tersering adalah bakteri dan virus), menghancurkan sel kanker yang timbul di tubuh, dan

membersihkan debris sel. Leukosit serta protein plasma tertentu membentuk sistem imun.

■ Trombosit adalah fragmen-fragmen sel yang berasal dari megakariosit berukuran


besar di sumsum tulang. (Lihat Gambar 11-9 dan 11-10). Trombosit berperan dalam
hemostasis, penghentian perdarahan dari pembuluh yang cedera. Tiga tahap utama
dalam hemostasis adalah (1) spasme vaskular, yang mengurangi aliran darah melalui
pembuluh yang terluka; (2) pembentukan sumbat trombosit, dan (3) pembentukan

bekuan.

■ Agregasi trombosit di tempat pembuluh cedera dengan cepat menyumbat


kerusakan. Trombosit mulai membentuk agregat dengan menempel pada faktor von
Willebrand, yang berikatan dengan kolagen yang terpajan di pembuluh yang rusak.
Trombosit yang beragregasi ini menyekresikan ADP dan tromboksan A2, yang bersama-
sama menyebabkan trombosit lain yang sedang melintas melekat, menciptakan siklus
umpan batik positif ketika sumbat trombosit membesar untuk menambal kerusakan.
Endotel normal di sekitarnya menyekresikan bahan-bahan kimia inhibitorik yang
mencegah trombosit melekat ke bagian pembuluh di sekitarnya yang tidak rusak.

■ Pembentukan bekuan memperkuat sumbat trombosit dan mengubah darah di


sekitar pembuluh yang cedera menjadi gel yang mampat.
■ Sebagian besar faktor yang dibutuhkan untuk pembentukan bekuan selalu
berada dalam plasma dalam bentuk prekursor inaktif. Ketika suatu pembuluh cedera,
kolagen yang terpajan memicu kaskade reaksi yang melibatkan aktivasi berurutan faktor-
faktor pembekuan ini, yang akhirnya mengubah fibrinogen menjadi fibrin melalui jalur
pembekuan intrinsik. (Lihat Gambar 11-13 dan 11-14.)

■ Fibrin, suatu molekul tak-larut berbentuk benang, di letakkan sebagai jala


bekuan; jala tersebut pada gilirannya menjaring elemen-elemen selular darah untuk

menuntaskan pembentukan bekuan. (Lihat Gambar 11-12).

■ Darah yang telah keluar ke jaringan membeku setelah terpajan ke tromboplastin

jaringan, yang memicu pengaktifan jalur pembekuan ekstrinsik. (Lihat Gambar 11-14).

■ Bekuan terbentuk dengan cepat. Jika tidak lagi diperlukan, bekuan dilarutkan
oleh plasmin secara perlahan, suatu faktor fibrinolitik yang juga diaktifkan oleh kolagen

yang terpajan. (Lihat Gambar 11-15.)

■ Oleh sebab itu, kolagen yang terpajan secara bersamaan menginisiasi agregasi
trombosit dan pembentukan bekuan serta menyiapkan tahap untuk pelarutan bekuan

selanjutnya.

BAB III

PENUTUP

• Kesimpulan

Dari hasil pemaparan tersebut, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:


• Kardiovaskuler terdiri dari 2 kata yaitu jantung dan pembuluh darah dan 3
komponen yaitu salah satunya adalah hemoglobin dalam darah yang juga
berperan dalam sistem sirkulasi.

• Jantung telah aktif dalam masa janin ketika berusia 3 bulan dalam kandungan
dengan proses sirkulasi melalui plasenta.

• Anatomi fisiologi system kardiovaskuler sangat penting di pelajari karena perlu


adanya pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai problematika kesehatan
terkait system kardiovaskuler.

• Saran

Dilihat dari fungsi serta manfaatnya pada tubuh, tentulah jantung sangat berharga.
Oleh karena itu, untuk menjaga agar semua yang ada tidak rusak ataupun mengalami
gangguan, perbiasakanlah hidup sehat serta mengurangi kegiatan yang dapat membuat
jantung bekerja lebih cepat dari normalnya.

Di samping itu, kurangilah mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung


lemak dan perbanyaklah mengkonsumsi buah serta makanan yang memenuhi standar
(gizi seimbang), dan lakukanlah olahraga dan istirahat yang cukup.
DAFTAR PUSTAKA

Guyton, et al. 2006. Textbook of medical physiology. 11th ed.


Leeson, Leeson, Paparo. Buku Ajar Histologi, EGC
Sherwood L, et al. 2010. Human Physiology: from cells to systems
Young B, Heath JW, 2005. Weather’s Functional Histology, 4th Edition, Churchill Livingstone