Anda di halaman 1dari 3

REFLEKSI DIRI

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL 1)


Nama : Sandra Putri Dewanti
Nim : 3101416080
Prodi : Pendidikan Sejarah
Puji Syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, taufik dan
hidayah-Nya yang tercurah pada kita semua. Tidak lupa ucapan terima kasih kepada seluruh
keluarga besar SMA Sedes Sapientiae Semarang yang sudah menyambut dan menerima kami
dengan hangat dan dengan tangan terbuka menyediakan sarana dan prasarana sehingga berhasil
menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan 1 (PPL 1) dengan baik dan lancar.
Sesuai dengan peraturan Rektor Universitas Negeri Semarang tentang Pedoman Praktik
Pengalaman Lapangan bagi mahasiswa program kependidikan Universitas Negeri Semarang
menyatakan bahwa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang
harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang
diperoleh sebelumnya agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan keterampilan lapangan
tentang penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah mitra atau di lembaga terkait
lainnya. Program ini merupakan salah satu syarat bagi praktikan yang akan terjun langsung dalam
dunia pendidikan setelah lulus nanti.
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan membentuk mahasiswa praktikan
menjadi calon tenaga pendidik yang profesional sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan
berdasarkan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Agar dapat mencapai
kompetensi tersebut praktikan harus melewati dua tahap PPL, yaitu PPL I dan PPL 2. Sebelum
praktik mengajar di sekolah dalam PPL 2, praktikan harus melakukan program PPL 1 terlebih
dahulu. Tugas utama yang harus dilakukan oleh praktikan selama PPL 1 adalah melakukan
observasi dan melakukan orientasi sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Selain untuk
mengobservasi tentang bagaimana cara guru mengajar, kondisi kelas, kondisi siswa, praktikan juga
melakukan observasi mengenai kondisi sekolah, fasilitas sekolah, interaksi sosial, tata tertib
sekolah, dan pelaksanaan administrasi di SMA Sedes Sapientiae Semarang.
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan 1 (PPL 1) berlangsung kurang lebih satu minggu
dimulai dari tanggal 29 Juli 2019 hingga tanggal 3 Agustus 2019 yang bertempat di SMA Sedes
Sapientiae Semarang. Mahasiswa praktikan membuat rancangan kegiatan yang meliputi observasi
dan orientasi. Semua rancangan kegiatan ini mendapat bimbingan dari guru pamong yaitu bapak
Ignatius Irnadi, S.Pd. untuk mendorong dan memberikan motivasi kepada praktikan dalam
mengatasi kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan PPL 1 dan PPL 2 berikutnya. Dari hasil
observasi selama PPL 1 yang telah dilakukan, praktikan dapat menyimpulkan:
1. Kekuatan dan Kelemahan Praktikan
Sebagai calon pendidik praktikan dibekali ilmu mengenai kependidikan selama di bangku
kuliah. Praktikan diajarkan mengenai manajemen sekolah,pengantar ilmu pendidikan,strategi
belajar mengajar dan evaluasi pembelajaran serta pengetahuan-pengetahuan yang
berhubungan dengan dunia pendidikan lainnya. Namun ilmu yang praktikan dapat di bangku
kuliah hanya bersifat teoritis saja. Dalam PPL inilah pratikan dapat menerapkan ilmu yang
diperoleh dalam perkuliahan untuk di terpkan dalam dunia sekolah yang nyata.
Kekuatan praktikan dalam pelaksanaan PPL SMA Sedes Sapientiae Semarang khusus nya
dalam hal penampilan sudah sesuai dengan kompetensi guru yaitu kepribadian baik contohnya
berpakaian sesuai dengan pedoman PPL yang berlaku di Universitas Negeri Semarang,
Selanjutnya kompetensi sosial dimana praktikan dapat
berinteraksi (menyapa,salam,senyum) dengan baik kepada guru, siswa, staff karyawan dan
teman teman praktikan baik dari UNNES, UPGRIS maupun dari STPKat Santo Fransiskus
Assisi. Kemudian praktikan sudah memahami tentang model-model pembelajaran inovatif
sehingga siswa tidak mudah bosan ketika pelajaran sejarah.
Tidak ada manusia yang sempurna, begitu pun dengan praktikan juga memiliki banyak
kelemahan. Praktikan menyadari bahwa kurangnya dalam kompetensi pedagogik dan
profesional dalam mengajar dan mengelola kelas, kurang terbiasanya menyampaikan materi
pelajaran di dalam kelas yang terdapat berbagai macam karakteristik siswa, hal ini
menyebabkan perlu adanya strategi pembelajaran / model pembelajaran yang sesuai dengan
topik pembelajaran sehingga dalam penyampaian materi di depan kelas bisa lebih lancar dan
tidak grogi. Praktikan juga masih membutuhkan bimbingan dari guru pamong sebagai panutan
dalam mengembangkan pembelajaran di dalam kelas.
2. Kemampuan Diri Praktikan
Tidak ada yang sempurna. Praktikan masih merasa banyak kekurangan. Pengetahuan
yang praktikan dapat dari kegiatan peerteaching dan pembekalan adalah isi dari kurikulum
2013, pendekatan, dan perangkat pembelajaran serta tata cara dalam bersikap, berperilaku
serta berpakaian. Namun, sebagai calon guru, pengalaman dari praktikan untuk mengajar
memang sangat kurang walaupun telah melaksanakan kegiatan peerteaching dan pembekalan
secara serentak dari pihak Universitas Negeri Semarang, sehingga bimbingan dan arahan oleh
guru pamong dan dosen pembimbing sekiranya sangatlah berarti bagi praktikan.
Adanya bimbingan dan arahan dari guru pamong dalam setiap aktivitas maupun dosen
pembimbing setiap kali bimbingan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi
praktikan tentang bagaimana menjadi seorang guru yang profesional dengan empat
kompetensi yang harus dimiliki yaitu pedagogik,sosial,kepribadian,profesional, misalnya
dalam hal membuat suasana kelas menyenangkan, peserta didik menjadi aktif bertanya
maupun berpendapat dan menguasai kelas. Menyimak guru pamong mengajar di kelas juga
dapat membantu praktikan untuk memperoleh gambaran cara mengajar di kelas dengan baik.
Rekan praktikan juga sangat membantu dalam berdiskusi dan memotivasi praktikan untuk
percaya diri untuk menambah pengalaman. Masukan dan saran yang telah diberikan telah
membuat praktikan lebih baik lagi dalam praktik lapangan selanjutnya.
3. Harapan Praktikan dalam Melaksanakan PPL
Ketika pelaksanaan PPL di SMA Sedes Sapientiae Semarang ini, praktikan
berharap,semoga dalam melaksanakan PPL di Sedes Sapientiae Semarang ini dapat
menambah lagi wawasan dan ilmu tentang sejarah, kemudian praktikan berharap semoga
dengan proses PPL ini kedepannya bisa menjadi tenaga pendidik yang memiliki 4 Kompetensi
yaitu Pedagogik,Profesional,Kepribadian dan Sosial.
Kemudian praktikan juga berharap pembelajaran sejarah bisa dilakukan dengan model
pembelajaran fun learning (pelajaran yang menyenangkan, sehingga siswa tidak cepat bosan
/ ngantuk ketika guru menjelaskan). Selanjutnya dalam pelajaran sejarah ini alangkah lebih
baik jika siswa langsung di bawa ke suatu tempat untuk mengkaji fenomena yang ada di
sekitar mereka. Karena pelajaran sejarah ini jika di jelaskan secara teori saja akan
menyusahkan siswa dalam memahami pelajaran yang di terima. Diperlukan media
pembelajaran seperti video/gambar tentang fenomena sejarah sehingga siswa lebih mudah
memahami apa yang di pelajari dalam materi sejarah.
4. Nilai Tambah Mahasiswa Setelah Melaksanakan PPL 1
Praktikan memperoleh banyak nilai tambah Setelah melaksanakan kegiatan PPL I selama
7 hari, praktikan menjadi lebih mengerti kondisi dan suasana di SMA Sedes Sapientiae
Semarang. Mulai dari kondisi fisik sampai dengan keadaan guru dan siswa. Praktikan juga
mengetahui peran dan tugas dari masing-masing unit kerja yang ada di sekolah dan cara
bersosialisasi dengan warga sekolah.
Selain itu guru praktikan memperoleh gambaran langsung mengenai pembuatan
perangkat pembelajaran seperti RPP, kemudian praktikan juga memperoleh bagaimana
pembelajaran di dalam kelas mengelola kelas dan cara menyampaikan materi mata pelajaran
sejarah melalui kegiatan konsultasi terhadap guru pamong sebagai bekal mahasiswi sebelum
terjun ke lapangan sebelum menjadi tenaga pendidik yang profesional. Sehingga dapat
menentukan langkah serta strategi yang tepat untuk menghadapi kondisi kelas dengan
keberagaman sifat peserta didik yang ada di dalamnya.
Mahasiswa praktikan juga masih perlu untuk memahami karakter siswa yang beragam
sehingga dapat memilih pendekatan apa yang sesuai dengan karakterkarakter yang ada dan
dapat menguasai kelas dengan baik. Selain itu mahasiwa praktikan menjadi lebih disiplin baik
dalam hal waktu, pakaian, dan sebagainya.

Demikian refleksi diri kami sampaikan, semoga dapat memberikan masukan positif bagi
sekolah latihan yaitu SMA Sedes Sapientiae Semarang dan pihak Universitas Negeri Semarang.
Apabila ada kata yang kurang berkenan bagi semua pihak, praktikan mohon maaf. Atas bimbingan
dan kerjasamanya, praktikan mengucapkan terimakasih.

Semarang, 3 Agustus 2019