Anda di halaman 1dari 140

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya, tim penyusun dapat menyelesaikan
buku Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi (PPA) Edisi IV Tahun 2019 RSUD Dr Saiful Anwar Malang.
Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019 adalah acuan bagi seluruh petugas yang terkait dengan
pemberian antimikroba kepada pasien RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Dengan adanya Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan
Terapi Edisi IV tahun 2019 RSUD Dr Saiful Anwar Malang diharapkan terwujud pemberian antimikroba yang sesuai dengan Peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotika.
Kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah berkontribusi di dalam penyusunan panduan ini, kami menyampaikan terima kasih
atas saran dan kritik yang sangat kami harapkan untuk penyempurnaan dan perbaikan di masa mendatang.

Malang, 27 Mei 2019


Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba
RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

dr. Irene Ratridewi, Sp.A(K),Mkes


NIP. 19730624 200904 2 001

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG i


SAMBUTAN
DIREKTUR RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG

Dengan mengucapkan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya buku Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan
Terapi di RSUD Dr Saiful Anwar Malang dapat diterbitkan. Terbitnya buku ini merupakan hasil kerja dari Komite Pengendalian Resistensi
Antimikroba dan seluruh unsur-unsurnya yakni Komite Farmasi dan Terapi (KFT), seluruh SMF, Instalasi Farmasi, Komite Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PPI), Keperawatan dan Mikrobiologi Klinik, melalui serangkaian kegiatan antara lain workshop, diskusi dan studi
literatur.
Buku Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi mempunyai peran penting bagi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
dalam rangka peningkatan mutu pelayanan, pendidikan, dan penelitian yang berstandar internasional, profesional dan akuntabel. Terjadinya
resistensi antimikroba karena penggunaan antimikroba yang tidak rasional meliputi pemilihan jenis antimikroba, penentuan dosis, cara
pemberian, dan lama terapi, sehingga akan berdampak pada keberhasilan terapi dan besarnya biaya pengobatan. Telah ditetapkannya
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 8 tahun 2015 tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit pada Bab III
Bagian Kesatu pasal 6 (2)b yakni penyusunan kebijakan dan panduan penggunaan antibiotik diperlukan dalam pelaksanaan Program
Pengendalian Resistensi Antimikroba, maka sudah sewajarnya RSUD Dr. Saiful Anwar Malang menetapkan Panduan Penggunaan
Antimikroba Profilaksis dan Terapi.
Dengan telah terbitnya Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019 di RSUD Dr Saiful Anwar
Malang, diharapkan akan memberikan manfaat yang besar antara lain :
1. Bagi rumah sakit, penggunaan antimikroba yang rasional diharapkan dapat mempercepat penyembuhan dan pengurangan biaya
perawatan.
2. Bagi dokter, akan berpengaruh terhadap pola peresepan dan penggunaan antimikroba yang rasional berdasarkan Panduan Penggunaan
Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG ii


3. Bagi apoteker, akan meningkatkan peran apoteker dalam mengoptimalkan penggunaan antimikroba, mengendalikan terjadinya
resistensi dan meningkatkan efektifitas biaya penggunaan antimikroba
4. Bagi peserta didik, akan menambah pengetahuan dan referensi penggunaan antimikroba
5. Bagi penderita, mengurangi kemungkinan terjadinya resistensi, dan efektifitas biaya pengobatan
Harapan tersebut tidak akan tercapai jika Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019 ini tidak
diketahui dan dimengerti oleh seluruh dokter, dokter gigi, dan apoteker serta tidak dilaksanakannya dengan benar. Melalui kesempatan ini,
kami berharap buku ini dapat disebarluaskan di kalangan dokter maupun apoteker agar dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan
pelayanan kesehatan. Buku Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019 ini akan senantiasa
disempurnakan untuk waktu yang akan datang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang kedokteran.
Akhirnya kita ucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang telah memberi kesempatan
kepada stafnya untuk turut menyusun dan menyelesaikan buku panduan ini. Demikian pula kami ucapkan terima kasih kepada Komite
Pengendalian Resistensi Antimikroba, Komite Farmasi dan Terapi, seluruh SMF, Keperawatan, Mikrobiologi dan Instalasi Farmasi, Tim
Editor, Narasumber dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan buku panduan ini, yang telah bekerja keras dan meluangkan waktu
sehingga berhasil diterbitkannya buku Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019 di RSUD Dr Saiful
Anwar Malang.

PLT. Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar

Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An, KAP


Pembina Utama Muda
NIP. 196112031988021001

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG iii
DAFTAR TIM PENYUSUN

Tim Penyusun : Editor :


dr. Dewi Santosaningsih, M.Kes (Instalasi Mikrobiologi Klinik) dr. Irene Ratridewi, SpA (K)., M.Kes (SMF IKA)
dr. Dewi Erikawati (Instalasi Mikrobiologi Klinik) Agustinus Santoso, M.Farm.Klin., Apt (Instalasi Farmasi)
dr. Aries Budianto, Sp.B-KBD (PIC Bedah Digestif) Megawati Stanza G, S.Farm, Apt (Instalasi Farmasi)
dr. Pradana Nurhadi, Sp.U (PIC Bedah Urologi)
dr. Artono Isharanto,Sp.B,Sp.BTKV (PIC Bedah Umum)
dr. Thomas Erwin C.J.Huwae,Sp.OT(K) (PIC Bedah Orthopedi dan Traumatologi)
dr. Arviansyah, Sp.BP-RE (PIC Bedah Plastik dan Rekonstruksi)
dr. Tommy Alfandy Nazwar, Sp.BS (PIC Bedah Saraf)
Dr. dr. Bambang Rahardjo, Sp.OG-K (PIC SMF Obstetri dan Ginekologi)
dr. Hendradi Surjotomo, Sp.THT-KL (PIC SMF THT-KL)
dr. Ovi Sofia,Sp.M (PIC SMF Mata)
dr. Savitri Laksmi Winaputri, Sp.A (PIC SMF IKA)
dr. Cesarius Singgih W.,Sp.PD(K) (PIC SMF IPD)
dr. Heri Sutanto, Sp.PD (PIC SMF IPD)
dr. Badrul Munir, Sp.S (PIC SMF Neurologi)
dr. Jani Jane R. Sugiri, Sp.P(K) (PIC SMF Paru)
dr. Ungki Agus Setiawan, Sp.P (PIC SMF Paru)
dr. Anna Fuji Rajimah, Sp.JP FIHA (PIC Kardiologi)
dr. Wiwi Jaya, Sp.An(K) (PIC ICU/SMF Anestesiologi)
dr. Arie Zainul Fatoni, Sp.An (PIC ICU/SMF Anestesiologi)
drg. Eva Riama Pandiangan, Sp.BM (PIC SMF Gigi dan Mulut)
dr. Lita Setyowatie, Sp.KK (PIC SMF Kulit dan Kelamin)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG iv


DAFTAR ISI

Hal
SK Pemberlakuan Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019…...........................................
Kata Pengantar................................................................................................................................................................................... i
Sambutan Direktur RSUD Dr Saiful Anwar..................................................................................................................................... ii
Daftar Tim Penyusun......................................................................................................................................................................... iv
Daftar Isi............................................................................................................................................................................................ v

BAB I. PENDAHULUAN....................................................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang.................................................................................................................................................. 1
1.2 Tujuan............................................................................................................................................................... 2
1.3 Daftar Singkatan............................................................................................................................................... 2
1.4 Masa Berlaku.................................................................................................................................................... 3
1.5 Kelebihan dan keterbatasan panduan............................................................................................................... 4

BAB II. INDIKASI PENGGUNAAN ANTIMIKROBA.......................................................................................................


2.1 Alur Rekomendasi Penggunaan Antimikroba Diluar Panduan Pengguanaan Antimikroba Profilaksis dan
Terapi Edisi IV tahun 2019, Formularium Nasional dan Kelompok Antimikroba yang dilakukan Pembatasan
Pemberian Antimikroba di RSUD Dr. Saiful Anwar....................................................................................... 6
2.2 SMF Bedah....................................................................................................................................................... 8
2.2.1 Divisi Bedah Digestif………………………………………………………………………………………… 8

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG v


2.2.2 Divisi Bedah Plastik dan Rekonstruksi………………………………………………………………………. 9
2.2.3 Divisi Bedah Orthopedi dan Traumatologi…………………………………………………………………... 12
2.2.4 Divisi Bedah Thoraks dan Kardiovaskular…………………………………………………………………... 14
2.2.5 Divisi Bedah Urologi………………………………………………………………………………………… 15
2.2.6 Divisi Bedah Saraf…………………………………………………………………………………………… 19
2.2.7 Divisi Telinga, Hidung, Tenggorokan Dan Kepala Leher…………………………………………………… 20
2.2.8 Divisi Bedah Anak…………………………………………………………………………………………… 22
2.2.9 Divisi Bedah Onkologi………………………………………………………………………………………. 24
2.3 SMF Mata……………………………………………………………………………………………………. 25
2.4 SMF Obstetri dan Ginekologi……………………………………………………………………………….. 28
2.4.1 Profilaksis Bedah Obstetri dan Ginekologi………………………………………………………………….. 28
2.4.2 Infeksi Obstetri dan Ginekologi……………………………………………………………………………… 29
2.5 SMF Ilmu Kesehatan Anak (IKA)…………………………………………………………………………… 30
2.5.1 Divisi Infeksi dan Penyakit Tropik (Parasit)………………………………………………………………… 30
2.5.2 Divisi Infeksi dan Penyakit Tropik (Bakteri)………………………………………………………………... 38
2.5.3 Divisi Infeksi dan Penyakit Tropik (Jamur)…………………………………………………………………. 40
2.5.4 Divisi Infeksi dan Penyakit Tropik (Virus)………………………………………………………………….. 41
2.5.5 Divisi Gastrohepatologi……………………………………………………………………………………… 45
2.5.6 Divisi Respirologi……………………………………………………………………………………………. 46
2.5.7 Divisi Neurologi……………………………………………………………………………………………... 49
2.5.8 Divisi Neonatal………………………………………………………………………………………………. 51
2.5.9 Divisi PGD…………………………………………………………………………………………………… 52

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG vi


2.5.10 Divisi Hemato-Onkologi……………………………………………………………………………………... 53
2.5.11 Divisi Kardiologi…………………………………………………………………………………………….. 54
2.5.12 Divisi Nefrologi……………………………………………………………………………………………… 55
2.5.13 Divisi Nutrisi………………………………………………………………………………………………… 55
2.6 Intensive Care Unit………………………………………………………………………………………….. 56
2.7 SMF Paru……………………………………………………………………………………………………. 58
2.8 SMF Neurologi………………………………………………………………………………………………. 66
2.9 SMF Gigi dan Mulut………………………………………………………………………………………… 72
2.10 SMF Jantung………………………………………………………………………………………………… 74
2.11 SMF Kulit dan Kelamin…………………………………………………………………………………….. 82
2.12 SMF Ilmu Penyakit Dalam………………………………………………………………………………….. 93

BAB III. DAFTAR KASUS dan ALUR PENANGANAN PASIEN.......................................................................................... 108


BAB IV. DOKUMENTASI......................................................................................................................................................... 117
BAB V CARA PENGGUNAAN ANTIMIKROBA................................................................................................................. 118
5.1 Rekonstitusi dan Pelarutan Sediaan Injeksi Antimikroba……………………………………………………… 118
BAB VI CATATAN KHUSUS.................................................................................................................................................. 127
6.1 Kategori Keamanan Antimikroba Pada Kehamilan…………………………………………………………… 127
6.2 Daftar Keamanan Antimikroba Pada Kehamilan……………………………………………………………… 128
6.3 Penyesuaian Dosis Pada Gangguan Ginjal…………………………………………………………………….. 129
6.4 Saat Pemberian Antibiotika................................................................................................................................. 133
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................................................................... 134

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di negara berkembang.
Salah satuobat andalan untuk mengatasi masalah tersebut adalah antimikroba antara lain antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus,
dan antiprotozoa. Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksiyang disebabkan oleh bakteri. Berbagai
studi menemukan bahwa sekitar 40-62% antibiotik digunakan secara tidak tepat antara lain untuk penyakit-penyakit yang sebenarnya
tidak memerlukan antibiotik. Pada penelitian kualitas penggunaan antibiotik di berbagai bagian rumah sakit ditemukan 30% sampai
dengan 80% tidak didasarkan pada indikasi (Hadi, 2009).

Penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan
terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Selain berdampak pada morbiditas dan mortalitas, juga memberi dampak negatif terhadap
ekonomi dan sosial yang sangat tinggi. Muncul dan berkembangnya mikroba resisten dapat dikendalikan melalui dua kegiatan utama,
yaitu penerapan penggunaan antimikroba secara bijak, dan penerapan prinsip pencegahan penyebaran mikroba resisten melalui
kewaspadaan standar
Dalam upaya mengatasi resistensi antimikroba, perlu disusun Panduan Penggunaan Antimikroba di Rumah Sakit sebagai acuan
dalam penerapan penggunaan antimikroba secara bijak.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 1


1.2 Tujuan
a. Sebagai acuan bagi klinisi dalam memberikan terapi antimikroba baik profilaksis maupun terapi empiris secara bijak
b. Untuk mencegah terjadinya resistensi antimikroba

1.3 Daftar Singkatan


ACT : Artemisinin Combination Therapy
ADS : Anti Dhipteri Serum
AIDS : Acquired Immunodeficiency Virus
APG : Antegrade Pyelography
Bln : bulan
CD4 : Cluster of Differentiaton 4
CrCl : Creatinin Clearance
E. coli : Escherichia coli
ESBL : Extend Spectrum Beta Lactamase
g : gram
H5N1 : subtype virus influenza
HIV : Human Immunodeficiency Virus
HSV : Herpes Simplex Virus
IM : Intramuskular
ISK : Infeksi Saluran Kemih
IU : International Unit
IV : Intravena

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 2


IVFD : Intravena Fluid Drip
KET : Kehamilan Ectopic
Terganggu kg: kilogram
mg/kg : miligram/kilogram Berat
Badan mgg : minggu
ml : milliliter
MOW : Metode Operasi Wanita (Tubektomi)
MRSA : Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus
PO : per oral
Pre op : pre operasi
SC : Sectio Caesar
SMF : Staf Medik Fungsional
SMX : Sulfamethoxazole
STD : Sexually Transmitted Disease
TB/TBC : Tuberculosis
TMP : Trimethoprim
TOA : Tubo Ovarian Abscess
UTI : Urinary Tract Infection
µg : mikrogram

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 3


1.4 Masa Berlaku
Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019 berlaku 1 (satu) tahun sejak tanggal ditetapkan.

1.5 Kelebihan dan Keterbatasan Panduan


a. Kelebihan
Panduan Penggunaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019 merupakan daftar antimikroba yang telah
disepakati SMF dengan pertimbangan antimikroba secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di RSUD Dr Saiful Anwar.
Penerapan penggunaan panduan ini akan selalu dipantau. Hasil pemantauan akan digunakan untuk pelaksanaan evaluasi dan
revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan panduan ini, sekaligus dapat
mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategis penanggulangan yang efektif. Hal ini dapat tercapai melalui koordinasi,
pemantauan dan evaluasi penerapan panduan penggunaan antimikroba.
Panduan ini juga ditunjang dengan kebijakan Automatic Stop Order (ASO) yaitu penghentian penggunaan antimikroba
yang diberikan kepada pasien secara otomatis.
Farmasi akan dengan sendirinya menghentikan antimikroba tersebut bila lama terapi yang ditentukan terlewati.
Pemesanan antimikroba juga akan otomatis dihentikan ketika pasien :
• Dipindahkan keatau dari ruang intensif (ICU, PICU/NICU, ICCU, HCU)
• Dipindahkan ke atau dari pelayanan medis lain (misalkan dari bagian Bedah ke Penyakit Dalam)
• Dikirim ke ruang operasi
Apoteker akan mengingatkan dokter dan perawat jika mendapati suatu penggunaan antimikroba yang hampir mencapai
batas pemberian yang aman. Penggunaan akan dilanjutkan setelah dinyatakan secara tertulis oleh dokter yang bersangkutan
Identifikasi dan komunikasi terkait Automatic Stop Order akan disampaikan 48 jam sebelum batas waktu
pemesanan ;
• Apoteker akan mengirim peringatan tentang Automatic Stop Order yang akan dilakukan

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 4


Peringatan akan ditandai dengan stiker yang akan ditempatkan pada Lembar Catatan Perkembangan Pasien Terpadu (CPPT)
di rekam medis
Contoh stiker Automatic Stop Order

AUTOMATIC STOP ORDER

Untuk Obat :

……………………………………………………………..

Berakhir pada tanggal : ……………………….

b. Keterbatasan
Panduan ini perlu dilakukan revisi dan penyempurnaan secara berkala sesuai dengan usulan materi dari SMF.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 5


BAB II
INDIKASI PENGGUNAAN ANTIMIKROBA

2.1Alur Rekomendasi Penggunaan Antimikroba Diluar Panduan Pengguanaan Antimikroba Profilaksis dan Terapi Edisi IV tahun 2019,

Formularium Nasional dan Kelompok Antimikroba yang dilakukan Pembatasan Pemberian Antimikroba di RSUD Dr. Saiful Anwar

Resep Antimikroba diluar PPA,


Formularium Nasional dan
kelompok antimikroba Restriksi

Konsultasi dengan
Dokter Penanggung Jawab Pasien

Dokter Penanggung Jawab Pasien konsultasi Disetujui


dengan PIC Masing-masing SMF

Tidak
Disetujui
PIC Masing-masing SMF konsultasi dengan
Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba

Tidak
Disetujui
Komite Pengendalian resistensi Antimikroba melaksanakan Kajian Kasus
terintegrasi (dapat secara langsung, Tertulis dan/atau Media Elektronik) Antimikroba yang terpilih dan
direkomendasikan

Tidak
Komite Pengendalian Resistensi
Antibiotika yang tidak terpilih dan diremonendasikan akan diberikan catatan Antimikroba memberikan rekomendasi
tertulis dari KPRA sebagai bukti rekomendasi KPRA terhadap kasus tersebut ACC kepada KFT

Kajian Kasus antara Dokter Penanggungjawab Pasien, PIC masing-masing SMF dan Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Resep Antimikroba diambil ke Depo
dapat dilakukan melalui Langsung, Tertulis dan/atau Media Elektronik
IFRS

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 6


CATATAN :
1. Bila terdapat ketidaksesuaian antara diagnosis, kondisi klinis pasien, hasil kultur
mikrobiologi, dengan pemilihan antibiotika (PPA/Formularium Nasional/Kelompok
Antimikroba Restriksi), mohon menghubungi PIC KPRA SMF masing–masing.
2. Pengambilan spesimen mikrobiologi harap dilakukan sebelum antibiotika pertama masuk
dan evaluasi tiap 3–5 hari (kondisi klinis, hasil lab. dasar, kultur spesimen).
3. Penggunaan antimikroba Vancomycin akan diatur dalam regulasi tersendiri serta dilaporkan
kepada Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar setiap bulan dan KPRA Nasional setiap tahun.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 7


2.2 SMF BEDAH
2.2.1 Divisi Bedah Digestif

No. Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Interval Lama Keterangan


penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Seluruh Operasi Ciprofloxin IV:400mg - EMPIRIS 12jam 7hari
Digestif dengan + + +
Indikasi Peritonitisdan Metronidazole IVFD:500mg 8jam
Abses
2 Bersih Terkontaminasi: Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Esofagus : Akalasia,
Gentamycin IV:5mg/kg IV:2,5mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1 hari Bila alergi cefazolin
Karsinoma,Stenosis
3 Bersih Terkontaminasi: Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Gastroduodenal
Gentamycin IV:5mg/kg IV:2,5mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1 hari Bila alergi cefazolin

4 Bersih Terkontaminasi: Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari


Kandung Empedu
Gentamycin IV:5mg/kg IV:2,5mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1 hari Bila alergi cefazolin

5 BersihTerkontaminasi: Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari


Saluran empedu
Gentamycin IV:5mg/kg IV:2,5mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1 hari Bila alergi cefazolin
pancreas
6 Bersih Terkontaminasi: Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Kolorektalelektif
Gentamycin IV:5mg/kg IV:2,5mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1 hari Bila alergi cefazolin

7 Appendektomi Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari

Gentamycin IV:5mg/kg IV:2,5mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1 hari Bila alergi cefazolin

8 Bersih dgn Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari


implan(24jam->hernia
implan) Gentamycin IV:5mg/kg IV:2,5mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1 hari Bila alergi cefazolin

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 8


2.2.2 Divisi Bedah Plastik dan Rekonstruksi

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1. Penggunaan Cloxacillin IV : 250-500mg IV : 100-200mg/kg/ EMPIRIS 6 jam 3 - 7 hari Kultur diambil sebelum
Antimikroba pada hari (Sampai diberikan antibiotika empiris
Infeksi Kulit dan didapatkan
Jaringan Lunak . hasil kultur)

2 Bedah Cefazolin IV : 2 gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari


Kraniomaksilofasial :
Operasi bersih Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
Operasi rekonstruksi yg
tidak melibatkan
orofaring
3 Bedah Cefazolin IV : 2 gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari
Kraniomaksilofasial :
Operasi bersih
terkontaminasi
Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
Melibatkan orofaring.
Fiksasi internal fraktur
tulang wajah
4 Bedah Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari
Kraniomaksilofasial :
Operasi bersih
terkontaminasi pada
Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
kulit dan jaringan lunak
wajah
5 Bedah Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Kraniomaksilofasial : dengan acc PIC bedah
Operasi terkontaminasi
Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
pada kulit dan jaringan
lunak wajah

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 9


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
6 Bedah Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Kraniomaksilofasial : dengan acc PIC bedah
Operasi terkontaminasi Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
fraktur tulang wajah

7 Bedah Kulit dan Luka Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Bakar : Operasi bersih dengan acc PIC bedah
Skin grafting dan flap Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
kulit
8. Bedah Kulit dan Luka Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Bakar : Operasi bersih dengan acc PIC bedah
terkontaminasi
Debridement luka
bakar akut, prosedur Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
subtitusi kulit dan
rekontruksi defek luka
9. Bedah Kulit dan Luka Ampicilin- IV : 1gram IV : 15-20mg/kg EMPIRIS 8 jam 3 – 7 hari Kultur diambil sebelum
Bakar : Operasi Sulbactam (Sampai diberikan antibiotika
terkontaminasi didapatkan empiris.
hasil kultur)
Debridement luka
bakar necglected,
escharectomi dan
nekrotomi
10. Bedah Tangan dan Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Bedah Mikro : Operasi dengan acc PIC bedah
bersih Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
Skin grafting dan flap ,
implant pada prosedur
rekontruksi jari dan
tangan

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 10


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
11. Bedah Tangan dan Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Bedah Mikro : Operasi dengan acc PIC bedah
bersih terkontaminasi
Operasi bedah mikro Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
yang membutuhkan
waktu lebih 6 jam

12. Bedah Tangan dan Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Bedah Mikro : Operasi dengan acc PIC bedah
terkontaminasi
Debridement fraktur Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
terbuka jari , degloving
dengan pengotoran luas
13 Bedah Estetika : Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Operasi bersih dengan acc PIC bedah
Operasi bedah estetik
yang tidak melibatkan Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
rongga mulut dan
system urogenital
14 Bedah Estetika : Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
Operasi bersih dengan acc PIC bedah
terkontaminasi
Operasi bedah estetik
yang melibatkan Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg IV PROFILAKSIS 24 jam Bila alergi cefazolin
rongga mulut dan
system urogenital

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 11


2.2.3 Divisi Bedah Orthopedi dan Traumatologi

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilksis pemberian
1 Operasi Bersih : Patah Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari
tulang tertutup dengan
pemasangan implant
Pemasangan Protesa
Artoscopy Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg IV PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Bila alergi cefazolin
Spine
Pemasangan implan
paska debridemen
(Patah tulang terbuka)
2 Operasi Bersih : Skin Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari
grafting, flap,
rekonstruksi tendon
Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg IV PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Bila alergi cefazolin
dan neurovaskuler

3 Patah tulang terbuka Cefazolin IV : 2gram IV : 15-20mg/kg PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam
grade I, II kurang dari 6 dengan acc PIC bedah
jam

Gentamicin IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg IV PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Bila alergi cefazolin

4 Patah tulang terbuka Cefazolin IV : 2 gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari Dapat diulang bila tindakan
grade III kurang dari 6 Redebridemen dan Definitif.
jam
Gentamicin IV:5mg/kg IV:2,5mg/kgIV PROFILAKSIS 24jam 1 hari Bila alergi cefazolin

5 Patah tulang terbuka Ampicillin- IV : 1gram IV : 15-20mg/kg EMPIRIS 8 jam 3 - 7 hari Kultur diambil sebelum
grade I, II, III lebih dari Sulbactam (Sampai diberikan antibiotika empiris.
6 jam + IV : 5mg/kg IV : 2,5mg/kg IV 24 jam didapatkan
Gentamicin hasil kultur)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 12


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilksis pemberian
6 Sepsis dengan patah Cloxacillin IV:1000 mg IV:100-200mg/kg/ EMPIRIS 6jam 7 hari Bila Cloxacillin tidak tersedia
tulang terbuka hari maka dapat menggunakan
Ampicillin 4x1000 mg
7 Osteomyelitis dan Cloxacillin IV:1000 mg IV:100-200mg/kg/ EMPIRIS 6jam 7 hari Bila Cloxacillin tidak tersedia
septic artritis hari maka dapat menggunakan
Ampicillin 4x1000 mg
8 Infeksi Pasca Implan Ciprofloxacin IVFD:200mg – EMPIRIK 12jam 7hari Untuk osteomyelitis TB
400mg /12 jam konsul dengan PIC

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 13


2.2.4 Divisi Bedah Thoraks Kardiovaskular

Keadaan klinik / Rekomendasi D Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa osi Ana profilksis pemberian
1 Operasi Bersih : Cefazolin IV:2gram IV : 15-k PROFILAKSIS 24 jam 1 hari
Jantung : 20mg/kg
Open Heart Pace Ampicillin-Sulbactam IV:1-2gram empiris 8 jam 3 -7 hari Kultur diambil sebelum diberikan
Maker + (sampai antibiotika
Metronidazol IV : 500mg dengan kultur
keluar)
2 Operasi Bersih : Cefazolin IV:2gram PROFILAKSIS 8 jam 1 hari
Sternotomi

3 Operasi Bersih : Cefazolin IV:2gram PROFILAKSIS 8 jam 1 hari


Vaskular sentral
4 Vaskular peripheral Cefazolin IV:2gram PROFILAKSIS 8 jam 1 hari

5 Operasi Bersih Cefazolin IV:2gram PROFILAKSIS 8 jam 1 hari


Terkontaminasi :
Paru/Thoraks

6 Operasi Bersih Cefazolin IV:2gram PROFILAKSIS 8 jam 1 hari Ditambah metronidazol hanya bila
Terkontaminasi: terjadi infeksi
Trauma :
a. Thoraks
b. Kardiovaskuler

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 14


2.2.5 Divisi Bedah Urologi

Keadaan klinik / Rekomendasi D Empiris / Lama


No. osi Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Refluks vesiko ureter Ciprofloxacin IVFD : 400 EMPIRIK 12 jam 7 hari
dan nefropati refluks mg
2 Operasi Bersih : Tidak perlu
Nefropeksi/ Hidrokel/ Palomo Antibiotik
prosedur/torsiotestis
UDT/Parapimhosis/
Fimosis/koreksi priapismus/
Hipospadia
3 Operasi Bersih : Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
hipospadia dengan estimasi oprasi
lebih dari 4 jam
4 Operasi Bersih Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Terkontaminasi: Batu
Ginjal
Batu Ureter
Batu buli
5 Operasi Bersih Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Terkontaminasi dan
Terkontaminasi : Stoma
(Nefrostomi, Cistotomi,
Uretrokutanneostomi)
Nefrektomi (simpel/radikal)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 15


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
6 Operasi Bersih Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Terkontaminasi dan
Terkontaminasi :
Sistektomi + Neoblader
Prostatektomi
(simpel/radikal)
7 Operasi Bersih Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Terkontaminasi dan
Terkontaminasi :
Penektomi
8 Endoskopi (Operasi Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Bersih Terkontaminasi
dan Terkontaminasi) :
Percutaneus Nephro
Lithotomy,
Ureteroscopic
Lithotripsy, ESWL
Transuretheral
Resection of the
prostate
Litotripsi, Sistocopi / Aff
DJ Stent
Uretrotomi interna

9 Tindakan Diagnostik Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari


Bersih Terkontaminasi
Urodinamik
APG (Antegrate
Pyelography)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 16


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
10 Tindakan Diagnostik Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari
Bersih Terkontaminasi dan
Terkontaminasi : Biopsi
Prostat
Sistografi

11 Laparoskopi dengan Cefazoline IV:2gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari


melibatkan saluran
kencing/cerna

12 Operasi Ciprofloxacin IVFD : 400 mg EMPIRIK 12 jam 7 hari


Terkontaminasi :
Abses dll Metronidazole IVFD : 500 mg EMPIRIK 8 jam 7 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 17


2.2.6 Divisi Bedah Saraf

No. Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1. Abses Otak Ceftriaxone Iv : 2gram IV:200-300 EMPIRIS 12 jam 7 hari
+ mg/kg/hari
Metronidazole Iv : 500mg IVFD :15 8jam
mg/kg

2 Fraktur Dasar Ceftriaxone IV:1 gram PROFILAKSIS 12 jam 7 hari


Tengkorak
AnakdanDewasa
3 Operasi Tanpa Buka Ceftriaxon IV:1gram IV:15-20mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1hari Untukoperasiyang
Dura berkepanjangandosis ditambah
satuatau lebihmenurutlama operasi
Sampailepas drainatau24jambila
tanpa drain

4. Operasi Bersih Ceftriaxone IV : 1 gram PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Lama pemberian sampai lepas drain
Operasi Dengan Buka atau 24 jam bila tanpa drain
Dura Max. 7 hari

5. Operasi Bersih Ceftriaxone IV:1 gram PROFILAKSIS 12 jam 7 hari Sampaileakage csf
Terkontaminasi OP + berhentidanlepas drain
leakage csf

CATATAN :
SMF Bedah Saraf akan rutin mengirimkan sampel LCS dari drain yang terinfeksi pasca bedah ke laboratorium mikrobiologi,
untuk selanjutnya dilakukan revisi PPAM SMF Bedah Saraf berdasarkan peta kuman LCS RSSA (6 bulan – 1 tahun).

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 18


2.2.7 Divisi Telinga, Hidung, Tenggorokan Dan Kepala Leher

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Rhinosinusitis Akut Ciprofloxacin PO : 500 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5
(bakterial)
Cotrimoxazole PO : 960 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5

Amoxicillin- PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5. Hanya


Clavulanic Acid hari untuk anak
2 Rhinosinusitis Kronik Ciprofloxacin PO : 500 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5

Cotrimoxazole PO : 960 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5. Hanya


untuk anak
Amoxicillin- PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5. Hanya
Calvulanic Acid hari untuk anak
3 Rhinosinusitis Kronik Amoxicillin - PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5. Hanya
dengan Komplikasi Clavulanic Acid hari untuk anak
Amikacin IV : IV : 15-22,5 mg/ EMPIRIS 8-12 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5
15mg/kg/hari kg/hari
Cotrimoxazole PO : 960 mg PO : 6-10 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari Kultur diambil dihari ke 5. Hanya
TMP/kg/hari untuk anak
4 Rhinitis Ozeana Ciprofloxacin PO : 500 mg PO : 10-20 mg/ EMPIRIS 12 jam 5 hari
kg
Gentamicin IV : 3-5 mg/kg/ IV : EMPIRIS 24 jam 5 hari
hari 7,5mg/kg/hari

5 Otitis Media Supuratif Ciprofloxacin PO : 500 mg PO : 10-20 EMPIRIS 12 jam 5 hari


Akut mg/kg

Amoxicillin - PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari


Clavulanic Acid hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 19


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
6 Otitis Media Supuratif Amoxicillin - PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari
Kronik tanpa Clavulanic Acid hari
Kolesteatoma
Ciprofloxacin PO : 500 mg PO :10-20 mg/ EMPIRIS 12 jam 5 hari
kg

7 Otitis Media Supuratif Amoxicillin– PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari


Kronik dengan Clavulanic Acid hari
kolesteatoma Ciprofloxacin PO : 500 mg PO :10-20 mg/kg EMPIRIS 12 jam 5 hari

8 Abses Retroaurikula Amoxicillin - PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari


Clavulanic Acid hari

Ciprofloxacin PO : 500 mg PO : 10-20 mg/ EMPIRIS 12 jam 5 hari


kg

9 Otitis Eksterna Maligna Amoxicillin - PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari


Clavulanic Acid hari

10 Perichondritis Ciprofloxacin IV : 200 mg PO :10-20 mg/ EMPIRIS 12 jam 5 hari


kg

Levofloxacin IVFD : 500 mg IVFD : 8 mg/kg EMPIRIS 24 jam 5 hari Bila tidak membaik
menggunakan Ciprofloxacin
11 Sialadenitis Amoxicillin– PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari
Clavulanic Acid hari
12 Tonsilitis Akut Amoxicillin - PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/ EMPIRIS 8 jam 5 hari
Clavulanic Acid hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 20


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
13 Faringitis Akut Amoxicillin– PO : 625 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Clavulanic Acid
Amoxicillin PO : 25 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 5 hari

Cefadroxil PO : 500 mg PO : 30 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 5 hari


14 Epiglotitis Akut Amoxicillin- PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/hari EMPIRIS 8 jam 5 hari
Clavulanic Acid

Cefadroxil PO : 500 mg PO : 30 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 5 hari


15 Laringitis Akut Amoxicillin- PO : 625 mg PO : 20 mg/kg/hari EMPIRIS 8 jam 5 hari
Clavulanic Acid

Cefadroxil PO : 500 mg PO : 30 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 5 hari


16 Laringotrakeobronkitis Ciprofloxacin IV : 200 mg PO :10-20 mg/Kg EMPIRIS 12 jam 5 hari
+
Metronidazol IV : 500mg IV : 30 mg/kg/hari
17 Peritonsil Abses Ciprofloxacin IV : 200 mg PO :10-20 mg/Kg EMPIRIS 12 jam 5 hari
+
Metronidazol IV : 500mg IV : 30 mg/kg/hari
18 Operasi Bersih Cefazolin IV : 1 gram PROFILAKSIS 8 jam 1 hari
Terkontaminasi di
daerah Telinga,
Hidung, Tenggorok,
Esofagus, dan Bronkus
19 Maksilektomi Cefazolin IV : 1 gram PROFILAKSIS 8 jam 1 hari
Mandibulektomi
Glossektomi
Partial Laringektomi
Total Laringektomi
20 Otitis Externa Ofloxacin Tetes telinga

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 21


2.2.8 Divisi Bedah Anak

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Operasi Bersih:
Herniotomi
2 Operasi Bersih:
Orkidopeksi
3 Operasi Bersih:
Sirkumsisi
4 Operasi Bersih:
Piloromiotomi
5 Operasi Bersih: Cefazoline IV : 25-50 mg/ PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
Splenektomi kg/hari acc PIC KPRA
6 Bersih Terkontaminasi : Cefazoline IV : 25-50 mg/ PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
Appendictomi sederhana kg/hari acc PIC KPRA

7 Anastomosis Esofagus Cefazoline IV : 25-50 mg/ PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
(repair TEF) kg/hari acc PIC KPRA

8 Anastomosis Cefazoline IV : 25-50 mg/ PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
duodenum kg/hari acc PIC KPRA

9 Eksisi tumor Cefazoline IV : 25-50 mg/ PROFILAKSIS 24 jam 1 hari


kg/hari
10 Uretroplasti Pada Cefazoline IV : 25-50 mg/ PROFILAKSIS 24 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
Hipospadia kg/hari acc PIC KPRA
11 Tutup stoma Ileum / Cefazoline IV : 25-50 mg/kg/hari PROFILAKSIS 8 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
kolon + + + acc PIC KPRA
Metronidazole IVFD:7,5-15mg/kg 6-8 jam

12 Operasi definitif Cefazoline IV : 25-50 mg/kg/hari PROFILAKSIS 8 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
Hirschsprung desease + + + acc PIC KPRA
Metronidazole IVFD :7,5-15mg/kg 6-8 jam

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 22


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberia
13 Postero sagital Cefazoline IV : 25-50 mg/ PROFILAKSIS 8 jam 1nhari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
anorektoplasti + kg/hari + acc PIC KPRA
(PSARP) Metronidazole + 6-8 jam
IVFD : 7,5-15 mg/kg
14 Seluruh operasi bedah Cefazoline IV : 25-50 mg/ PROFILAKSIS 8 jam 1 hari Dapat dilanjutkan 3x24jam dengan
anak dengan indikasi + kg/hari + acc PIC KPRA
Peritonitis, Abses, atau Gentamicin + 24 jam
+ +
dengan penyulit IV : 2-2,5 mg/kg/hari
Metronidazole
+ 8 jam
IVFD : 7,5-15 mg/kg

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 23


2.2.9 Divisi Bedah Onkologi

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Operasi Bersih : Cefazoline IV:2gram PROFILAKSIS 8jam 24jam Dosispertama
Tiroidektomi Alergi : Gentamicin PROFILAKSIS diberikan1jam sebelumoperasi
Mastektomi Dilanjutkan1hari paska operasi
Soft Tissue Tumor Untukoperasipada penderitayang
Skin Tumor sebelumnyamenjalani kemoterapi
danatau operasi yang berlangsunglama,
antibiotikinjeksi dilanjutkan selama 3-
5hari
2 Operasi Cefazoline IV:2gram PROFILAKSIS 8jam 3-5hari Dosispertama
Terkontaminasi : + + + diberikan24jam sebelumoperasi.
Operasi Tumor daerah Metronidazole IVFD: 500mg 8jam Dilanjutkan3-5hari paska operasi
rongga mulut, saluran Gentamicin IVFD: 5mg/kg IV:2,5mg/kg PROFILAKSIS 24jam 1 hari Gentamicin diberikan bila alergi
nafas cefazolin
3 Tumor dengan Ulkus Cloxacillin IV:1000 mg IV:100- EMPIRIS 6jam 7 hari
atau terinfeksi 200mg/kg/
hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 24


2.2.3 SMF Mata

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Bleparitis : Anterior Topikal: EMPIRIS 6 jam 7-14 hari
Oxyitetracycline
1% salep mata
Sistemik: PO : 250-500 mg EMPIRIS 24 jam 5 hari
Azithromycin
2 Konjungtivitis : Sistemik: IM : 1 gram IM : max. 125mg EMPIRIS IM : 24 jam IM : Single IM :bila tidak ada
Gonococcal Ceftriaxone atau atau atau dose atau keterlibatan kornea. IV :
IV : 1 gram IV : 25-50 mg/kg IV : 12 jam IV : 3 hari bila didapatkan keterlibatan
kornea
Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS Hingga 1 5-7 hari
Levofloxacin 0.3% tetes tiap
jam
3 Konjungtivitis : Sistemik : PO : 500 mg PO : 12.5 mg/kg EMPIRIS 6 jam 7 hari
Klamidial Erythromycin
Topikal: EMPIRIS 6 jam 7 hari
Oxytetracycline 1%
salep mata
4 Konjungtivitis : Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS 4-6 jam 5-7 hari
Purulen Akut Levofloxacin 0,5%

5 Keratitis Bakterial Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS Hingga 1 tetes 7-14 hari Bila kondisi klinis
Levofloxacin 0,5% tiap jam berat dapat diberikan terapi
sesuai ulkus kornea.
Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS 4-6 jam 7-14 jam
Moxifloxacin
0,5%

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 25


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
6 Ulkus Kornea Sistemik: IVFD : 200 mg EMPIRIS IVFD : 12 jam IVFD : 5 hari Bila didapatkan
Bakterial Ciprofloxacin atau atau atau hipopion atau ulkus luas di
PO : 500 mg PO : 12 jam PO : 7-14 hari sentral
Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS Hingga 1 tetes 7-14 hari Pada fase akut
Levofloxacin 0,5% tiap jam antibiotika topikal dapat
Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS 4-6 jam 7-14 jam diberikan bahkan tiap 5
Moxifloxacin 0,5% menit.
Fortified: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS Hingga 1 Maks 7 hari Antibiotika fortified
Cefazolin F tetes tiap jam dibuat dengan mencampurkan
sediaan tetes mata dan injeksi,
atau mengencerkan
Fortified: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS Hingga 1 tetes Maks 7 hari sediaan injeksi
Gentamicin F tiap jam
7 Endophthalmitis Intravitreal: Vancomycin Vancomycin 0.1 EMPIRIS Dapat diulang Injeksi intravitreal
Vancomycin 0.1 ml ml setelah 48-72 dilakukan bersamaan dengan
1 mg/0.1 ml + + + jam tap vitreus dan/ akuos di
Ceftazidime Ceftazidime Ceftazidime kamar operasi.
2,25 mg/0.1 ml
Sistemik: 0,1
IVFDml : 200 mg 0,1 ml EMPIRIS IVFD : 12 jam IVFD : 5 hari
Ciprofloxacin atau atau atau
PO : 750 mg PO : 12 jam PO : 7-10 hari
Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS 4-6 jam 7-14 jam
Moxifloxacin 0,5%

8 Prosedur operasi Sistemik: 500 mg PO EMPIRIS 12 jam 5 hari Terapi Post Operatif
intraokuli Ciprofloxacin
Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS 4 jam 7-10 hari
Levofloxacin
0,5%

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 26


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
9 Ocular toxoplasmosis Cotrimoxazole PO : 960 mg EMPIRIS 12 jam 4-6 minggu

Clindamycin PO : 300 mg EMPIRIS 6 jam 4-6 minggu

Spiramycin PO : 400 mg EMPIRIS 8 jam 4-6 minggu Infeksi Akut pada Ibu
Hamil
10 Selulitis: Preseptal Sistemik: PO : 625 mg EMPIRIS 8 jam 5-7 hari
Amoxicillin-
Clavulanic Acid
Topikal: EMPIRIS 6 jam 7-10 hari
Chloramphenicol
11 Selulitis: Orbital Salep Mata
Sistemik: IV : 1 gram EMPIRIS 24 jam 5 hari
Ceftriaxone
Topikal: 1 tetes (mata) 1 tetes (mata) EMPIRIS Hingga 1 tetes 10-14 hari
Levofloxacin 0,5% tiap jam
Topikal: EMPIRIS 6 jam 10-14 hari
Chloramphenicol
Salep Mata

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 27


2.4 SMF Obstetri Ginekologi
2.4.1 Profilaksis Bedah Obstetri Ginekologi

Keadaan klinik / Rekomendasi D Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa o Ana profilaksis pemberian
1 Operasi Elektif Bersih Tanpa Antibiotik k PROFILAKSIS
Pemasangan implant
2 Operasi Elektif Bersih Cefazolin IV : 1 gram PROFILAKSIS 24 jam 1 hari
Terkontaminasi : SC
elektif Rekonstruksi tuba
Histerektomi supravaginal
Kista ovarium Laparoskopi
(diagnostik/terapetik)
Surgical staging
Vaginoplasty
MOW
3 Operasi Emergency Bersih Cefazolin IV : 1 gram PROFILAKSIS 24 jam 1 hari
Terkontaminasi SC CITO
KET
Kista Ovarium Terpuntir Kuret
Abortus (tidak terinfeksi)
4 Operasi Elektif Ceftriaxone IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam Sampai ada
Terkontaminasi : Fistel kultur
vesico vagina TOA Gentamicin IV : 80 mg EMPIRIS 12 jam Sampai ada
kista terinfeksi kultur
5 Operasi Emergency Ceftriaxone IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam Sampai ada
Terkontaminasi : Kuret kultur
abortus septik SC partus Gentamicin IV : 80 mg EMPIRIS 12 jam Sampai ada
kasep Kista/TOA pecah kultur

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 28


2.4.2 Infeksi Obstetri Ginekologi

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Antibiotika terapi Ceftriaxone IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam Sampai ada kultur
Partus kasep
dengan infeksi Gentamicin IV : 80 mg EMPIRIS 12 jam Sampai ada kultur
2 Hamil dengan UTI Ceftriaxone IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam Sampai ada kultur

Gentamicin IV : 80 mg EMPIRIS 12 jam Sampai ada kultur

3 Fluor albus Clindamicin PO : 300 mg EMPIRIS 8 jam 7 hari


STD
Fluor albus Doxycyclin PO : 100 mg EMPIRIS 12 jam 7 hari
Non STD

4 Pelvic Inflammation Clindamicin PO : 300 mg EMPIRIS 8 jam 7 hari


Disease
Ringan dan sedang Doxycyclin PO : 100 mg EMPIRIS 12 jam 7 hari

Pelvic Inflammation Ceftriaxone IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam 7 hari


Disease + +
Berat Gentamicin IV : 500 mg 24 jam
+ + +
Metronidazole IV : 500 mg 8 jam
5 Mastitis 1. Amoxicillin– PO : 625 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Clavulanic Acid

2.Eritromycin PO : 500 mg EMPIRIS 6 jam 5 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 29


2.5. SMF Ilmu Kesehatan Anak (IKA)
2.5.1 Divisi Infeksi dan Penyakit Tropik (Parasit)

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. KumanPenyebab Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Angiostrongyliasis Angiostrongylus Albendazole PO:20mg/kg/ DEFINITIF 12jam 9hari
Cantonensis hari, terbagi2
kali perhari
Angiostrongylus Thiabendazole PO:50-75mg/ DEFINITIF 8jam 3hari
Costaricensis kg/hari, terbagi3
kali perhari
2 Ascariasis Ascarislumbricoides Pyrantelpamoate PO:10mg/kg/ DEFINITIF 1hari
Hari
Mebendazole PO:100mg, DEFINITIF 12jam 3hari
2xsehari
Albendazole PO:400mg DEFINITIF 1hari
dosistunggal
Ivermectin PO:150-200 µg/ DEFINITIF 1hari
kg,satukali
3 Babesiosis Baylisascaris Albendazole PO:25-40mg/ DEFINITIF 12jam
procyonis kg/hari, terbagi2
kali per hari
4 Cryptosporidiosis Cryptosporidium Nitazoxanide PO:12-47 DEFINITIF 12jam
parvum bulan:5ml
(100mg),
terbagi 2 dosis
Paramomycin PO:30mg/kg/ DEFINITIF 6-12jam
hari, terbagi2-4
dosis
Azithromycin PO:10mg/kg/ DEFINITIF 5hari
Hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 30


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. KumanPenyebab Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
5 CutaneousLarva Ancylostoma Albendazole PO :15mg/kg/ EMPIRIS 24jam 3hari
Migrans caninum hari, sekali
Ancylostoma sehari
braziliense
Uncinaria
stenocephala
6 Cyclospora spp Cyanobacterium-like Cotrimoxazole PO:10mg DEFINITIF 12jam 5-10hari
agent TMP/kg/hari,
dibagi 2kali
perhari
7 Cysticercosis Cysticercus Albendazole PO:15mg/kg/ DEFINITIF 12jam
cellulosae hari, terbagi2
kali sehari
Praziquantel PO:50-100mg/ DEFINITIF 8jam 15-30hari
kg/hari, dibagi3
kali perhari
8 Echinococcosis Echinococcus 1. Albendazole PO :15mg/kg/ DEFINITIF 12jam 1-6 bulan
granulosus, hari, terbagi2
Echinococcus kali sehari
multilocularis 2. Kombinasi dengan PO:50-75mg/ DEFINITIF 5-14hari
Praziquantel kg/hari

9 Eosinophilic colitis Ancylostoma Albendazole PO:15mg/kg/ DEFINITIF 12jam


caninum hari, terbagi2
kali sehari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 31


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. penyakit / tindakan Kuman Penyebab antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
10 Filariasis Onchocerca volvulus Ivermectin PO : 150 µg/kg DEFINITIF
once diulang 6 –
12 bulan
Wuchereria Dietil Carbamacin P.O : DEFINITIF 8 jam 4-14 hari
bancrofti, Brugia (DEC) Hari 1 : 1 mg/kg
malayi, Mansonella Hari 2 :
streptocerca 3 mg/kg/hari terbagi
3 dosis Hari 3 :
3-6 mg/kg/hari terbagi
3 dosis Hari 4–14 :
6 mg/kg/hari terbagi
3 dosis

Ivermectin PO : 400 µg/kg DEFINITIF 1 hari


Tunggal
Albendazole 400 mg dosis DEFINITIF 1 hari
Tunggal
Mansonella ozzardi Ivermectin PO : 150 µg/kg DEFINITIF 1 hari
Once
Mansonella perstans Albendazole PO : 400 mg DEFINITIF 12 jam 10 hari
terbagi 2 dosis

Loa loa Dietil Carbamacin PO : DEFINITIF 14-21 hari


(DEC) Hari 1: 1mg/kg
Hari 2 :
3 mg/kg/hari terbagi 3
dosis Hari 3 :
3-6 mg/kg/hari terbagi 3
dosis Hari 4–14 :
6 mg/kg/hari terbagi 3
dosis Hari 15–21 :
9 mg/kg/hari dibagi 3
kali perhari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 32


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
11 Giardiasis Giardia Lamblia Metronidazole PO:30-40mg/ DEFINITIF 8jam 7-10hari
kg/hari, dibagi3
kali perhari
Nitazoxanide PO:100mg/kali, DEFINITIF 12jam 7hari umur 12-47 bulan
2kaliperhari
PO:200mg/kali, DEFINITIF 12jam 7hari umur 4-11tahun
2kaliperhari
PO:1tab,2kali DEFINITIF 7hari >12tahun
Perhari
Tinidazole PO:50mg/kg/ DEFINITIF 1hari
Hari
Furazolidon PO:5-8mg/kg/ DEFINITIF 6jam 10hari
hari, dibagi4
dosis
Inakrin PO:6mg/kg/ DEFINITIF 8jam 7-10hari
hari, dibagi3
dosis
12 Hookworm Necatoramericanus, Albendazole PO:10mg/kg, DEFINITIF Dosistunggal
Ancylostoma max.400mg
duodenale satukali
Pyrantelpamoate PO:11mg/kg, DEFINITIF 24jam 3hari
max.1gram/hari,
sekali per hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 33


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
13 HymenolepiasisNana Hymenolepisnana Prazyquantel PO:25mg/kg DEFINITIF 1kali/single
Isosporiasis Isospora belli dose
Cotrimoxazole 10 hari: 10mg DEFINITIF 10hari
TMP/kg/hari
dibagi 4kali per
hari,
lalu
3 minggu: 5 mg
TMP/kg/hari
dibagi 2 dosis
14 LICE Pediculuscapitisor Permethrin1%, 1% DEFINITIF
humanus, Phthirus Pyrethrin,
Pubis Malathion0,5%.
Lindane, Benzyl
alcohol lotion5%,
Ivermectinlotion
0,5%, ivermectin
200µg/kg sekali
15 Pinworms Enterobius Albendazole PO : 10 mg/kg DEFINITIF 1hari Dosis tunggal
vermicularis Max 400mg
tunggal
Pyrantel pamoate PO: 11 mg/kg DEFINITIF 1hari Diulang dalam 2
max1gram Minggu
tunggal, diulang
pengobatan
dalam 2 minggu

16 Ricketsiasis Ricketsiasiscinorii Doxycycline PO :100mg DEFINITIF 12jam 7hari


RicketsiasisRicketsii Doxycycline PO : 22mg/kg/ DEFINITIF 12jam 7hari
Kali

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 34


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. KumanPenyebab Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
17 Scabies Sarcoptes scabei Permethrin5% DEFINITIF
cream
Lindane lotion DEFINITIF
Ivermectin PO:200 µg/kg DEFINITIF 1 hari Dosis tunggal
Sekali
18 Strongyloidiasis Strongyloides Ivermectin PO:200 µg/kg DEFINITIF 1-2 hari
stercoralis sehari sekali
Thiabendazole PO:50mg/kg/ DEFINITIF 12jam 2 hari
hari, dibagi 2
kali sehari
18 Toxoplasmosis Toxoplasma gondii Pyrimethamine PO: DEFINITIF 12jam
3 hari:
2 mg/kg/hari
dibagi 2 kali
per hari
Lalu
1 mg/kg/hari
sehari sekali
+ Sulfadiazine PO:120 mg/kg/ DEFINITIF 6jam
hari, dibag i4
kali per hari
max.6 g/hari
+ Asam Folat PO:10-25 mg DEFINITIF
+ Leucovorin
Spiramycin PO:100 mg/kg/ DEFINITIF 12jam
hari, dibagi 2
dosis
Corticosteroid PO:1.5 mg/kg/ DEFINITIF 12jam
hari, dibagi 2
dosis

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 35


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. KumanPenyebab Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
19 Trichinellosis Trichinella spiralis Albendazole PO :20 mg/kg/ DEFINITIF 12jam 8-14hari
hari, max 400
mg/kali dibagi 2
kali per hari
20 Visceral Larva Toxocaracanis; Albendazole PO:15 mg/kg/ DEFINITIF 12jam 3-5hari
Migrans (Toxocariasis) Toxocaracati hari, dibagi 2
kali per hari
Dietil Carbamacin PO:6 mg/kg/ DEFINITIF 8jam 7-10hari
(DEC) Hari dibagi 3
kali per hari
21 Whipworm TrichurisTrichiura Albendazole PO: 400 mg DEFINITIF 3hari Albendazole
(Trichuriasis) Ivermectin PO: 200 µg/kg DEFINITIF 3hari Ivermectin
22 Malaria tanpa Malaria Falsifarum Dihydroartemisinin 2-4 mg/kg DEFINITIF 3hari
komplikasi Piperaquine 16-32 mg/kg DEFINITIF 3hari
Primaquine 0.75mg/kg DEFINITIF 1kalidi hari
pertama
Linikedua Kina PO:10 mg/kg/ DEFINITIF
hari, 3 kali sehari
+ Clindamycin PO:6 mg/kg/ DEFINITIF 7hari
kali, 3kali sehari
Primaquine 0.75 mg/kg DEFINITIF 1kalidi hari
pertama
Malariavivax Dihydroartemisinin 2-4 mg/kg DEFINITIF 3hari
Piperaquine 16-32 mg/kg DEFINITIF 3hari
Primaquine 0.25 mg/kg DEFINITIF 14hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 36


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. KumanPenyebab Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
Malaria tanpa Malaria vivax Dihydroartemisinin 2-4 mg/kg DEFINITIF 3hari
komplikasi Yang relaps Piperaquine 16-32 mg/kg DEFINITIF 3hari
Primaquine 0.5 mg/kg DEFINITIF 14hari
Malaria Ovale Dihydroartemisinin 2-4 mg/kg DEFINITIF 3hari
Piperaquine 16-32 mg/kg DEFINITIF 3hari
Atau Artesunate DEFINITIF
Amodiaquine
Malaria malariae Dihydroartemisinin 2-4 mg/kg DEFINITIF 3hari
Piperaquine 16-32 mg/kg DEFINITIF 3hari
Infeksi campur Dihydroartemisinin 2-4 mg/kg DEFINITIF 3hari
P.falsiparum+ Piperaquine 16-32 mg/kg DEFINITIF 3hari
P.vivax/ovale
Primaquine 0.25 mg/kg DEFINITIF 14hari
Malaria Berat Artesunat IV: 2,4 mg/kg DEFINITIF 12jam 3kali
Dilanjutkan Sebanyak 3 kali pemberian
DHP + Primaquine IV: 2,4 mg/kg DEFINITIF 24jam Sampai bisa
Sebanyak 3 kali minum obat
Obat Alternatif Kina HCL 25% 10 mg/kg DEFINITIF 8 jam sampai 7hari
Dilanjutkan dapat minum
Kina per oral obat

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 37


2.5.2 Divisi Infeksi dan Penyakit Tropik (Bakteri)

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Bullousimpetigo, Staphylococcus Oxacillin IV:15 mg/kg/ DEFINITIF 8jam 10-14 hari
Cellulitisof unknown aureus hari
Etiology ,cellulitis,buccal
Pyoderma,
Staphylococcal scalded
skin syndrome
2 Diphtheria Corynebacterium Erythromycin 40-50 mg/kg/hari DEFINITIF 6 jam 10-14 hari
difteria dibagi 4 dosis
Penicillin Procain IM : 50.000- DEFINITIF 12jam 10-14 hari Difteri berat
100.000 IU/kg/
hari, dibagi 2
dosis
3 Pharyngitis bakterial Amoxicillin 50-75 mg/kg/hari EMPIRIS 8 jam 10 hari
dibagi 3 dosis
Erythromycin 40 mg/kg/hari EMPIRIS 6-12 jam 10 hari
dibagi 4 dosis
4 Pertussis Bordetella pertusis Erythromycin 40 mg/kg/hari EMPIRIS 6 jam 14 hari
dibagi 4 dosis
Clarithromycin 15 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 7 hari
dibagi 2 dosis
5 Pneumocystis jiroveci Pneumocystis carinii Cotrimoxazole 20 mg dari EMPIRIS 6 jam 14-21 hari
TMP/kg/hari
dibagi 4 dosis
PCP pada HIV anak Cotrimoxazole 5 mg/kgBB/hari PROFILAKSIS 24 jam Sampai CD4 >200 atau
>20% setelah terapi 6
bulan

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 38


Keadaan klinik/ Kuman Penyebab Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. penyakit/tindakan antimikroba profilaksis Interval pemberian Keterangan
Dewasa Anak
6 Demam Typhoid Demam Typhoid Chloramphenicol 50-100 mg/kg/hari DEFINITIF 6 jam 7-10 hari
dibagi 4 dosis secara
IV/po
Cotrimoxazole 8 mg/kg/hari dari DEFINITIF 12 jam 10 hari Bila intoleransi dengan
TMP dibagi 2 dosis Chloramphenicol
Ceftriaxone 100 mg/kg/hari IV, DEFINITIF 12 jam 5 hari Bila tifoid berat
IM dibagi 2 dosis
Ciprofloxacin 15 mg/kg/kali DEFINITIF 12 jam 10-14 hari Life threatening, penggunaan
tidak melebihi 2 minggu
7 Leptospirosis Leptospira Ceftriaxone 50 mg/kg hari sehari DEFINITIF 7 hari Leptospirosis berat
sekali
Doxycyclin 4 mg/kg/hari (maks DEFINITIF 12 jam 7-10 hari Untuk rawat jalan
(>7 tahun) 200 mg/hari)dibagi 2
dosis
8 Tetanus Clostridium Metronidazole 30 mg/kg/hari IV DEFINITIF 8 jam 10-14 hari
tetani
9 Sepsis 1. Ampicillin- 200 mg/kgBB/hari iv EMPIRIS 6 jam 10-14 hari Pemakaian 3 hari, klinis tidak
Sulbactam dalam 4 dosis membaik dan procalcitonin
meningkat dapat ditambahkan
Gentamicin
2.Gentamicin 5-7 mg/kgBB/hari iv EMPIRIS 12-24 jam 10-14 hari
dibagi 1- 2 dosis
3. Meropenem 30-120mg/kgBB/hr EMPIRIS 8-12 jam + Berdasar peta kuman atau
8 jam kultur darah

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 39


2.5.3 Divisi Infeksi dan Penyakit Tropik (Jamur)

Keadaan klinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. Penyakit /tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
1 Aspergillosis Itraconazole IV/PO:5-10 DEFINITIF 12jam
mg/kg/hari,2x
sehari
Micafungin IV: 4 – 12 mg/kgBB DEFINITIF

2 Candidosis Fluconazole P.O,I.V: 6-12 DEFINITIF


mg/kgBB/hari

Micafungin IV: 4 – 12 mg/kgBB Curiga strain resisten


Candida Albicans atau Non
Candida Albicans
Candidosis
3 Meningitis Fluconazole 6 mg/kgBB/hari DEFINITIF
Cryptococcus
Flucytosine P.O : 50-150 mg/kgBB DEFINITIF 6 jam
dalam 4 dosis

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 40


2.5.4 Divisi Infeksi dan Penyakit Tropik (Virus)

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Cytomegalovirus Cytomegalovirus Valganciclovir PO : 16 mg/kg/dose, DEFINITIF 12 jam 6 bulan
Congenital 2 kali sehari
Ganciclovir IV : 6-8 DEFINITIF 12 jam 6 minggu
mg/kg/dose, 2 kali
sehari
Cytomegalovirus Ganciclovir IV : 12 mg/kg/hari, DEFINITIF 12 jam 14-21 hari
Perinatal atau dibagi 2 dosis
postnatal
Cytomegalovirus Ganciclovir IV : 10 mg/kg/hari, DEFINITIF 12 jam 14-21 hari
Immunocompromised dibagi 2 dosis
(HIV) dapat ditingkatkan
sampai 15mg/kg/
hari, dibagi 2 dosis
2 Herpes Simplex virus Mucocutaneous Acyclovir PO : 60-80 mg/kg/ DEFINITIF 6-8 jam 5-7 hari
(normal host) hari, dibagi 3-4
dosis
Valacyclovir PO : 20 mg/kg/dose, DEFINITIF 12 jam 5-7 hari
2 kali sehari
Genital Acyclovir PO : 400 mg, 3 kali DEFINITIF 8 jam 7-10 hari
perhari
Valacyclovir PO : 1 gram, 2 kali DEFINITIF 12 jam 10 hari
Per hari
Famciclovir 250 mg 3 kali DEFINITIF 8 jam 7-10 hari
Per hari
Encephalitis Acyclovir IVFD : 60 mg/kg/ DEFINITIF 8 jam 21 hari untuk
hari dalam 1-2 jam, Bayi <4 bulan
dibagi 3 dosis
45-60 mg/kg/hari DEFINITIF Untuk bayi dan
anak

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 41


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
3 Influenza A dan B Oseltamivir DEFINITIF
Preterm (<38 minggu) = 1 DEFINITIF 12 jam
mg/kg/kali 2 kali sehari

Preterm (38-40 mgg) = 1.5 DEFINITIF 12 jam


mg/kg/kali 2 kali sehari
Preterm >40mgg = 3 mg/kg/kali DEFINITIF 12 jam
2 kali sehari
Term: lahir kurang 8 bulan = 3 DEFINITIF 12 jam
mg/kg/kali 2 kali sehari
Term 9-11 bulan = 3.5mg/kg/kali DEFINITIF 12 jam
2 kali sehari
Term 12-23 bulan =3,5mg/kg/kali DEFINITIF 12 jam
2 kali sehari
Term 2-12 tahun = DEFINITIF
BB ≤15 kg = 30 mg DEFINITIF
BB 16-23 kg = 45 mg DEFINITIF
BB 24-40 kg = 60 mg DEFINITIF
BB > 40 kg = 75 mg DEFINITIF
5 Varicella Zoster virus Acyclovir 80 mg/kg/hari dibagi DEFINITIF 6 jam 5 hari
4 dosis

Acyclovir IVFD : 30 mg/kg/hari DEFINITIF 8 jam 10 hari


selama 1-2 jam, dibagi
dalam 3 dosis
Valacyclovir PO : 20 mg/kg DEFINITIF 5 hari
6 Herpes Zoster Valacyclovir PO : 1 gram DEFINITIF 24 jam 7 hari
Acyclovir PO : 800 mg DEFINITIF 7-10 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 42


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
7 Severe Acute Oseltamivir PO : 75 mg DEFINITIF 24 jam 5 hari
Respiratory Syndrome
(SARS)
8 Avian influenza Oseltamivir PO : 75 mg DEFINITIF 24 jam 5 hari

9 HIV Zidovudine PO : 180-240 mg/m2/ DEFINITIF 12 jam


dosis 2x/hari
Lamivudine PO : ≥30 hari: 4 mg/kg/ DEFINITIF 12 jam
dosis, 2x/hari
Abacavir Umur < 16 th atau BB <37.5 DEFINITIF 12 jam
kg: 8 mg/kg/dosis, 2 x/hari
Tenofovir Umur >2 th: DEFINITIF 24 jam
dosis harian 8 mg/kg
sekali sehari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 43


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
HIV Virus HIV Nevirapine Umur <8 th:PO : 200 DEFINITIF 12 jam
mg/m2/ dosis, 2x/hari
Umur >8 th: 120-150 DEFINITIF 12 jam
mg/m2/dosis, 2x/hari
Efavirenz BB 10-15 kg : PO : 200 DEFINITIF 24 jam Umur lebih dari 3
mg sekali sehari th atau BB>10 kg
BB 15-<20 kg: 250 mg DEFINITIF 24 jam
sekali sehari
BB 20-<25 kg: 300 mg DEFINITIF 24 jam
sekali sehari
BB 25-<32,5 kg: 350 DEFINITIF 24 jam
mg sekali sehari
BB 32,5-<40 kg: 400 DEFINITIF 24 jam
mg sekali sehari
Lopinavir Umur >6 bulan-13 DEFINITIF 12 jam >6 bulan
(LPV)/Ritonavir tahun: LPV : 230 mg/m2
Ritonavir : 57,5 mg/m2,
2 x/hari
BB 7-15 kg: LPV : 12 DEFINITIF 12 jam
mg/kg Ritonavir : 3
mg/kg/dosis, 2x/hari
BB 15-40 kg: LPV : DEFINITIF 12 jam
10mg/kg; Ritonavir :
5mg/kg; 2 x/hari
Bayi baru lahir Zidovudine PO : 4 mg/kg/kali PROFILAKSIS 12 jam 6 minggu Bayi baru lahir
dengan ibu HIV dengan ibu HIV

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 44


2.5.5 Divisi Gastrohepatologi

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis


No. penyakit/ tindakan antimikroba Empiris/ Interval Lama pemberian Keterangan
Dewasa Anak profilaksis
1 Shigellosis bakterial Ciprofloxacin 15 mg/kg/kali EMPIRIS 12 jam 3-7 hari

Cefixime 3-5 mg/kg/kali EMPIRIS 12 jam 7 hari Bila 3 hari tidak membaik
dengan Ciprofloxacin
2 Cholera Tetracyclin P.O : 12,5 mg/kgBB EMPIRIS 6 jam 3 hr

3 Amoebiasis Metronidazole P.O : 10 mg/kgBB EMPIRIS 8 jam 5-10 hr

4 Giardiasis Metronidazole P.O :10 mg/kgBB EMPIRIS 8 jam 5-10 hr

5 Sakit perut berulang Amoxicillin + P.O : 25 mg/kgBB + EMPIRIS 12 jam + 7 – 14 hr + Dapat tambah Proton Pump
Metronidazole P.O : 20 mg/kgBB 12 jam 7 - 14 hr Inhibitor (PPI)
6 Salmonellosis Choramphenicol 50-100 mg/kg/hari EMPIRIS 6 jam 10 hari Bila tidak membaik ganti
dengan Cefixime
7 Enteroinvasive E Coli, Colistine 20.000-40.000 EMPIRIS 8 jam 7-10 hari
Enterohemorrhagic E iu/kg/hari
Coli

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 45


2.5.6 Divisi Respirologi

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 SinusitisBakterial Amoxicillin P.O : 45-90 EMPIRIS 12 jam 7 hr
Akut Ringan mg/kgBB/hari
Sinusitis Bakterial Amoxicillin- P.O : 80-90 EMPIRIS 12 jam 7 hr
Akut sedang disertai Clavulanic Acid mg/kgBB/hari
muntah Ceftriaxone I.V : 50 EMPIRIS 24 jam 1 -2 hr
Sinusitis Bakterial Ceftriaxone mg/kgBB/hr
I.V : 100 EMPIRIS 12 jam 7 hr
Akut Berat mg/kgBB/hari
Clarithromycin P.O : 30 EMPIRIS 12 jam 10-14 hari
mg/kgBB/hari
2 Pneumonia Anak 1. Ampicillin I.V : 50-100 EMPIRIS 12 jam 10 hr
mg/kgBB/hr
a. Bayi: < 3 bulan:
2. Gentamicin I.V : 5-7.5 EMPIRIS 12-24 jam 10 hr
mg/kgBB/hr
3. Cefotaxime I.V : 150-200 EMPIRIS 6-8 jam
mg/kgBB/hr

4. Meropenem I.V : 30-50 DEFINITIF 8 jam 10 hr Diberikan bila sesuai kultur atau acc
mg/kgBB/hr PIC PPRA
5. Amikacin I.V : 7,5 mg/kgBB DEFINITIF 12-24 jam 10 hr Diberikan bila sesuai kultur atau acc
PIC PPRA
6. Amoxicillin P.O: 80-100 EMPIRIS 8 jam 7-10 hr Kasus ringan rawat jalan
mg/kgBB/hr
7. Cefixime P.O : 5 mg/kgBB EMPIRIS 12 jam 10 hr Kasus ringan rawat jalan

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 46


Keadaanklinik/ Rekomendasi D Empiris/ Lama
No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa os An profilaksis Interval pemberia Keterangan
b. 3 bulan - 5 tahun: 1. Ampicillin ak
I.V : 50-100 EMPIRIS 8 jam 10n hr Lini pertama
mg/kgBB/hr
2. Chloramphenicol I.V : 50 EMPIRIS 8 jam 10 hr Lini pertama
mg/kgBB/hr
3. Cefotaxime I.V : 150-200 EMPIRIS 6-8 jam 10 hr Lini kedua, atau Cephalosporin Gen 3 yang
mg/kgBB/hr lain seperti Ceftriaxone
4. Meropenem I.V : 30-50 DEFINITIF 8 jam 10 hr Diberikan bila sesuai kultur atau acc PIC
mg/kgBB/hr KPRA
5. Amikacin I.V : 7,5 DEFINITIF 12-24 jam 10 hr Diberikan bila sesuai kultur atau acc PIC
mg/kgBB KPRA
6. Amoxicillin p.o:80-100 EMPIRIS 8 jam 7-10 hr Kasus ringan rawat jalan
mg/kg/hr
7. Cefixime p.o: 5 mg/kgBB EMPIRIS 12 jam 10 hr Kasus ringan rawat jalan
c.> 5 tahun 1. Ampicillin I.V : 50-100 EMPIRIS 8 jam 10 hr
mg/kgBB/hr
2. Chloramphenicol I.V: 50 EMPIRIS 8 jam 10 hr
mg/kgBB/hr
3. Ceftriaxone I.V : 50-75 EMPIRIS 12-24 jam 10 hr Bisa diganti Cephalosporin Gen 3 yang lain
mg/kgBB/hr seperti Cefotaxime
4. Meropenem I.V: 30-50 EMPIRIS 8 jam 10 hr Lini Kedua atau acc PIC KPRA
mg/kgBB/hr
5. Amikacin I.V : 7,5 DEFINITIF 12-24 jam 10 hr Diberikan bila sesuai kultur atau acc PIC
mg/kgBB KPRA
6. Erithromycin 10 mg/kgBB/kali EMPIRIS 8 jam 7-10 hr

7. Azithromycin p.o:10-20 EMPIRIS 24 jam 3 hr


mg/kg/hr
8. Amoxicillin p.o:80-100 EMPIRIS 8 jam 7-10 hr Kasus rawat jalan
mg/kg/hr
9. Cefixime p.o: 5 mg/kgBB EMPIRIS 8 jam 10 hr Kasus rawat jalan

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 47


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Interval Lama pemberian
No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Keterangan
3 Tuberculosis Paru Rifampicin + P.O :10-20 EMPIRIS 24 jam TB paru/kelenjar/efusi pleura:
Anak mg/kgBB/hari 2HRZ/4HR
Isoniazid + P.O : 5-15 EMPIRIS TB milier:
mg/kgBB/hari 2HRZ(ES)/7-10HR
Pyrazinamid P.O : 15-30 EMPIRIS TB ekstra paru:
mg/kgBB/hari 2HRZ(ES)/10HR
Streptomycin P.O : 15-40 EMPIRIS
mg/kgBB/hari
atau Etambutol P.O : 20 EMPIRIS 24 jam
mg/kgBB/hari
TB MDR Levofloxacin 7,5-10 mg/kg EMPIRIS 12-24 jam Anak <5 th 2 kali sehari, untuk
anak >5 th sehari sekali, tidak
direkomendasikan anak dengan
BB<14 kg, Lini kedua:
Amikasin (dosis 15-30 mg/kg)
Moxifloxacin 7.5 -10 mg/kg
Kanamisin 15-30 mg/kg Maksimal 1000 mg
Ethionamide (Eto) 15-20 mg/kg
Protionamid (Pto) 15-20 mg/kg
Cycloserin (Cs) 10-20 mg/kg
Linezolid 10 mg/kg/dose
TB Ekstra Paru: sesuai berat badan EMPIRIS
(TB tulang, TB
kelenjar, TB sendi)
4 Abses Leher Dalam Ampicillin- BB >30 kg = 375 – EMPIRIS 12 jam 5 hari
Sulbactam + 750mg
BB< 30 kg = 12,5 –
25mg/kg
Gentamicin + I.V : 1 – 1,5 EMPIRIS 8 - 12 jam 5 - 7 hari
mg/kgBB

Metronidazole I.V 500 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 48


2.5.7 Divisi Neurologi

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberia
1 Meningitis Ampicillin- IV: 200-400 mg/kg/hari EMPIRIS 8jam n
14-21hari
Bakterialis Sulbactam
Usia<2 bln 1.Gentamicin IV: 6-8 mg/kg/hari EMPIRIS 12jam 14-21hari
2.Amikacin IV: 15mg/kg/hari EMPIRIS 12jam 14-21hari
Meningitis Ceftriaxone IV : 50-100mg/kg/hari EMPIRIS 12-24 jam 14-21 hr
Bakterialis Usia Ampicillin + IV: 200-400mg/kg/hari EMPIRIS 8jam 10-14hari
2bln-5th Chloramphenicol IV: 100mg/kg/hari EMPIRIS 8jam 10-14hari
Meningitis Ceftriaxone IV : 50-100mg/kg/hari EMPIRIS 12-24 jam 14-21 hr
Bakterialis Ampicillin + IV: 200-400mg/kg/hari EMPIRIS 8jam 10-14hari
Usia>5th Chloramphenicol IV: 100mg/kg/hari EMPIRIS 8jam 10-14hari
2 Meningitis Streptomycin + IM : 20-40mg/kg/hari EMPIRIS 24jam 3 bulan
Tuberculosis Isoniazid + PO: 10-20mg/kg/hari EMPIRIS 24jam 1-1,5thn
2.1Anak Rifampicin + PO: 10-15mg/kg/hari EMPIRIS 24jam 1-1,5thn
Pyrazinamid PO: 10-35mg/kg/hari EMPIRIS 24jam 1-1,5thn

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 49


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
3 Abses Otak Anak Ceftriaxone + IV: 200-300 EMPIRIS 6jam 6minggu
mg/kg/hari
Metronidazole IVFD: 15 mg/kg EMPIRIS 6jam 6minggu
Meropenem IV: 2gram EMPIRIS 8jam 6-8minggu
+
Metronidazole IVFD: 500 mg EMPIRIS 8jam 6-8minggu
dilanjutkan dilanjutkan dilanjutkan
PO:500mg 6jam 2-3 bulan
4 Encephalitis Anak 1.Asiklovir 10 mg - 15 EMPIRIS 6 jam 10-14 hari
mg/kgBB I.V

2.Gansiklovir 6 - 8 mg/kgBB I.V EMPIRIS 12 jam 2-6 minggu


6 Neurosistiserkosis 1.Albendazole P.O : 15 EMPIRIS 24 jam 1 bulan
mg/kgBB/hr
2.Praziquantel P.O : 50 EMPIRIS 24 jam 2 minggu
mg/kgBB/hr

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 50


2.5.8 Divisi Neonatal

Keadaanklinik/ Kuman Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. penyakit/tindakan Penyebab antimikroba Dewasa Ankk profilaksis Interval pemberian Keterangan
1 Sepsis : Kasus tidak Lini 1 : 150 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 7-14 hari Pemakaian antibiotik
diketahui kuman Ampicillin- menyesuaikan
penyebab Sulbactam + dengan klinis dan
Gentamisin 5 mg/kg/hari EMPIRIS hasil kultur. Bila
Lini 2 : 40 mg/kg/hr EMPIRIS 8 jam 7-14 hari sudah didapatkan
Meropenem hasil kultur antibiotik
harus disesuaikan.
2 Infeksi Fungi Fluconazole 6 mg/kg/hr EMPIRIS 24 jam
Micafungin IVFD: 7-10 EMPIRIS 24jam
mg/kg/hari
Nystatin PO: 0,5 mg/kg/kali PROFILAKSIS 8jam Selama Diberikan pada bayi
pemberian Dengan BBL
tindakan invasif <1500 gram
seperti
pemasangan
infus, long line

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 51


2.5.9 Divisi PGD

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Interval Lama pemberian


No. penyakit/tindakan antimikroba profilaksis Keterangan
Dewasa Anak
1 Sepsis Ampicillin Sx I.V : 200 mg/kg/hr EMPIRIS 8 jam 10 hari

Gentamicin I.V: 5-7 mg/kg/hr EMPIRIS 12-24 jam 10 hari

Meropenem I.V: 30-50 EMPIRIS 8 jam 10 hari


mg/KgBB/hari
Amikacin I.V : 15 mg/kgBB/hr EMPIRIS 12-24 jam 7-14 hari

Fluconazol 6 -12 mg/kg/hari EMPIRIS 7-10 hari

Mycafungin IV: 4 – 12 mg/kgBB EMPIRIS 7-10 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 52


2.5.10 Divisi Hemato-Onkologi

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. penyakit/tindakan Kuman Penyebab antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
1 Febrile Netropenia Ceftazidime 100-150 mg/kg/hari PROFILAKSIS 8 jam 7-14 hari
Anak dan Netropenia Meropenem 60-120 mg/kg/hari PROFILAKSIS 8 jam 7-14 hari
pada Keganasan
Amikacin 15 mg/kg/hari PROFILAKSIS 8 jam 7-14 hari
Gentamicin 6-7,5 mg/kg/hari PROFILAKSIS 8 jam 10 hari
Metronidazole 30 mg/kg/hari PROFILAKSIS 6 jam 10-14 hari
(Loading Dose 15
mg/kg)
Ciprofloxacin 30 mg/kg/hari PROFILAKSIS

2 ALL. AML, NHL, Cotrimoxazole 150 mg/m2/hari PROFILAKSIS 12 jam


Ablative Chemotherapy,
AA/MDS,
Neuroblastoma, Wilms
Tumor, Solid Tumor
3 Pneumocystis Carinii Cotrimoxazole 150 mg/m2/hari PROFILAKSIS 12 jam
Pneumonia (PCP)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 53


2.5.11 Divisi Kardiologi

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberi Keterangan
1 Endokarditis 1. Ampicillin i.v : 400 mg EMPIRIS 8 jam 2an
mgg Evaluasi echo dan kultur setiap 1
1.1 Endokarditis minggu, bila setelah 1 mgg hasil echo
infektif 2. Ampicillin + i.v : 400 mg EMPIRIS 8 jam 2 mgg dan kulturecho
Evaluasi positif
danbisa ditambah
kultur setiap 1AB
Gentamicin i.v : 5 mg/kgBB 24 jam minggu
3.Ceftriaxone I.V : 50-100 mg/kgBB EMPIRIS 24 jam 2 mgg Evaluasi echo dan kultur setiap 1
minggu
2 Demam Rematik Benzatin Penicillin I.M : 600.000-900.000 PROFILAKSIS 24 jam 1 kali per 4
2.1 Pencegahan primer (BPG) iu (BB<30kg) mgg
I.M : 1,2 juta iu PROFILAKSIS 24 jam 4 mgg
(BB>30kg)
Erithromycin P.O : 50 mg/kgBB PROFILAKSIS 6 jam 10 hr Bila alergi terhadap BPG
2.2 Pencegahan 1.Benzatin Penicillin I.M : 600.000-900.000 PROFILAKSIS 24 jam 1 kali per 4 Tanpa karditis selama 5 tahun atau
sekunder (BPG) IU (BB< 30 kg) mgg sampai usia 21 tahun Dengan karditis
tanpa struktur katup selama 10 tahun
atau sampai usia 21 tahun
I.M : 1,2 juta IU (BB > PROFILAKSIS 24 jam 1 kali per 4 Dengan karditis dan kelainan struktur
30 kg) mgg katup selama 10 tahun atau sampai
usia 40 tahun

Erithromycin P.O : 250 mg PROFILAKSIS 12 jam 10 hr

3 Ekstraksi gigi pada Ampicillin 200 mg/kgBB/kali--> PROFILAKSIS


pasien PJB komplex 100 mg/kgBB/kali-->
atau kelainan katup 100 mg/kgBB/kali
Tindakan kateterisasi (dalam 24 jam)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 54


2.5.12 Divisi Nefrologi

Keadaanklinik/ Rekomendasi Do Empiris/ Lama


No. sis Interval Keterangan
penyakit/tindakan antimikroba Dewasa A Profilaksis pemberian
1 Infeksi Saluran Kemih Amoxicillin n
10-25 mg/kg/x EMPIRIS 3x/hari 7 hari-10 hari intra vena atau per oral
(ISK) Clavulanic Acid (maks 1 gram)
Cotrimoxazole 3-4 mg/kg/x EMPIRIS 2x/hari 7-10 hari
(Trimethoprim 1 mg, TMP
Sulfametoksazole 5
Ceftriaxone 25 mg/kg/x EMPIRIS 2x/hari 7-14 hari Renal adjustment
(maks 1 gr),
severe: 50
mg/kg/x ( maks
2 gr)

2.5.13 Divisi Nutrisi

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Gizi Buruk Ampicillin- 100 Profilaksis 8 jam 7-10 hari
Sulbactam mg/kgBB/hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 55


2.6 INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. penyakit/ tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
1 Infeksi Bakteri / Lini 1 : i.v : 20-40 mg/kg EMPIRIS 8 jam 10-14 hari Dapat dipertimbangkan
Sepsis Meropenem + atau sampai penggunaan Gentamisin ataupun
Moxifloxacin jika terdapat
a. Saluran Pernafasan Levofloxacin i.v : 750-1000 mg EMPIRIS 24 jam ada kultur kontraindikasi Levofloxacin
b. Saluran Kencing definitif

Lini 2 : i.v : 15-30 EMPIRIS 24 jam 10-14 hari Dapat dipertimbangkan


Amikacin + mg/kg/hari atau sampai penggunaan Ceftazidime atau
Ampicillin-Sulbactam jika terdapat
ada kultur kontraindikasi Cefepime
Cefepime Iv : 2 g EMPIRIS 8 jam
definitif

2 Infeksi Bakteri / Lini 1 : i.v : 20-40 mg/kg EMPIRIS 8 jam 10-14 hari
Sepsis Meropenem + atau sampai
Saluran Pernafasan Levofloxacin i.v : 750-1000 mg EMPIRIS 24 jam ada kultur
dengan resiko MRSA definitif
Lini 2 : Iv : 2 g EMPIRIS 8 jam
Cefepime +
Amikacin i.v : 15-30 EMPIRIS 24 jam
mg/kg/hari
3 Infeksi Bakteri / Meropenem i.v : 20-40 mg/kg EMPIRIS 8 jam 10-14 hari Dapat dikombinasikan dengan
Sepsis atau sampai antibiotik lain sesuai tingkat
keparahan infeksi (Riwayat
Saluran Cernadan lain ada kultur pengobatan sebelumnya, keadaan
definitif klinis dan hasil pemeriksaan
penunjang) dan sumber infeksinya

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 56


4 Infeksi Jamur Lini 1 : i.v : Loading 6 EMPIRIS 12 jam 14 hari atau
Fluconazole mg/kg pada hari sampai ada
pertama kultur definitif
dilanjutkan 3 – 4
mg/kg
Lini 2 : i.v : 100 mg EMPIRIS 24 jam
Micafungin
5 Sepsis billier Cefoperazon I.v :1-2 gr Empiris 8 jam
sulbaktam cefoperazon/ 1 gr
sulbactam

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 57


2.7 SMFPARU

Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama


No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
1. Pneumonia komuniti Cefadroxil PO : 500 mg EMPIRIS 12 jam 1-2minggu Pasien tanpa komorbid atau tidak
(CAP/ Community mempunyai riwayat pemakaian
Acquired Pneumonia) antibiotik 3 bulan sebelumnya
Rawat Jalan Cefixime PO : 100 mg; 200 EMPIRIS 12 jam 1-2minggu Dengan mempertimbangkan pemilihan
Pasientanpa komorbid mg antibiotik berdasarkan keadaan klinis,
atautidakmempunyai riwayat penggunaan antibiotik
riwayat pemakaian sebelumnya atau riwayat alergi; Bila
antibiotik 3 bulan Amoxicillin– PO : 625 mg EMPIRIS 8 jam 1-2minggu pasien sebelumnya sudah mendapatkan
sebelumnya Clavulanic Acid Cefadroxil dari faskes sebelumnya,
(harus berdasarkan maka bisa diberikan Cefixime atau pada
hasil kultur) pasien yang alergi obat amoxicillin-
clavulanic acid maka bisa diganti
dengan obat yang lain yang tidak alergi
2. Pneumonia komuniti Azithromycin PO :250;500mg EMPIRIS 24jam 3-5hari Pemilihan antibiotika berdasarkan
(CAP/ Community keadaan klinis, riwayat pengobatan
Acquired Pneumonia) Levofloxacin PO :750mg EMPIRIS 24jam 1-2minggu sebelumnya, riwayat alergi dan biaya
Rawat Jalan
Pasiendengan Clarithromycin PO:250;500mg EMPIRIS 12jam 1-2minggu
kecurigaanpneumonia
atipical
3. Pneumonia komuniti Levofloxacin PO : 750 mg EMPIRIS 24jam 1-2minggu Pasien dengan komorbid atau
(CAP/ Community mempunyai riwayat pemakaian
Acquired Pneumonia) antibiotik 3 bulan sebelumnya
Rawat Jalan dengan
Amoxicillin- PO : 625 mg EMPIRIS 24jam 1-2minggu Dengan mempertimbangkan pemilihan
Komorbid
Clavulanic Acid antibiotik berdasarkan keadaan klinis,
(harus berdasarkan riwayat penggunaan antibiotik
hasil kultur) sebelumnya atau riwayat alergi, serta
biaya;
Moxifloxacin (harus PO : 400 mg EMPIRIS 8jam 1-2minggu Moxifloxacin diberikan pada pasien
berdasarkan hasil yang mengalami gangguan ginjal, atau
kultur) pasien sudah mendapatkan levofloxacin
sebelumnya yang tidak ada perbaikan
(harus mendapat persetujuan PIC SMF)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 58


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
4 Pneumonia komuniti Levofloxacin PO:750mg EMPIRIS 24jam 1-2mgg Dengan mempertimbangkan pemilihan
(CAP/ Community IVFD :750mg antibiotik berdasarkan keadaan klinis, riwayat
Acquired Moxifloxacin PO : 400 mg EMPIRIS 12jam 1-2mgg penggunaan antibiotik sebelumnya atau
Pneumonia) Rawat IVFD : 400 mg riwayat alergi, serta biaya;
Inap Biasa Ceftriaxone + IV :1gram + EMPIRIS 12jam 1-2mgg
Azithromycin PO : 500 mg
IVFD : 500 mg
Cefoperazone + IV :1gram + EMPIRIS 12jam 1-2mgg Bila ada bukti penurunan fungsi ginjal
Azithromycin PO : 500 mg
IVFD : 500 mg
5 Pneumonia komuniti Azithromycin PO :500mg EMPIRIS 24jam 1-2minggu Pemilihan antibiotika berdasarkan keadaan
(CAP/ Community IV klinis, riwayat pengobatan sebelumnya,
Acquired Clarithromycin :250mg;500mg
PO :250mg EMPIRIS 12jam 7hari riwayat alergi dan biaya
Pneumonia) Rawat
Inap Biasa Doxycycline PO:200mg EMPIRIS 12jam 1-2minggu
Kumanatypikal dilanjutkan100mg 4-11hari
6 Pneumonia komuniti Levofloxacin PO : 750 mg EMPIRIS 24 jam 7-14 hari Pemilihan antibiotika berdasarkan keadaan
(CAP/ Community IV : 750 mg klinis, riwayat pengobatan sebelumnya,
Acquired Pneumonia) riwayat alergi dan biaya
Rawat Inap Intensif Moxifloxacin PO : 400 mg EMPIRIS 24 jam 7 hari Moxifloxacin diberikan pada pasien yang
tanpa faktor resiko IVFD : 400 mg mengalami gangguan ginjal, atau pasien
infeksi sudah mendapatkan levofloxacin sebelumnya
Pseudomonas yang tidak ada perbaikan (harus mendapat
persetujuan PIC KPRA)
Ampicillin- IV : 1,5 gram + EMPIRIS 6 jam + 1-2 minggu Pemilihan antibiotika berdasarkan keadaan
Sulbactam + PO : 750 mg 24 jam klinis, riwayat pengobatan sebelumnya,
Levofloxacin IV : 750 mg riwayat alergi dan biaya; Pada pasien yang
tidak bisa dirawat diruang intensive atau
pasien TB MDR karena keterbatasan ruangan,
maka terapi bisa dioptimalkan sesuai dengan
klinis pasien dan konfirmasi PIC KPRA.
Ceftriaxone + IV : 1 gram + PO EMPIRIS 12 jam + 1-2mgg
Levofloxacin : 500 mg 24 jam
IV : 750 mg

Ceftriaxone + IV : 1 gram + PO EMPIRIS 12 jam + 1-2mgg Pemilihan antibiotika berdasarkan keadaan


Azithromycin : 500 mg IV : 250 24 jam klinis, riwayat pengobatan sebelumnya,
mg; 500 mg riwayat alergi dan biaya (terutama pneumonia
atipical)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 59


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberia Keterangan
7 Pneumonia komuniti Meropenem + IV : 1 g + EMPIRIS 8 jam + 14n hari Risiko Psudomonas Penghasil kuman ESBL ;
(CAP/ Community Levofloxacin IV : 750 mg 24 jam Sesuai klinis bisa diberikan kombinasi dengan
Acquired Pneumonia) Fluoroqinolon respirasi atau aminoglicosida;
Rawat Inap Intensif bila memberat dilakukan ekskalasi konfirmasi
Risiko Psudomonas Meropenem + IV : 1 g + IV: EMPIRIS 8 jam + PIC KPRA.
Penghasil kuman ESBL Gentamicin + 5-7 mg/kg + 24 jam + Pemilihan antibiotika berdasarkan keadaan
Azithromicin klinis, riwayat pengobatan sebelumnya, riwayat
PO: 500 mg 24 jam
alergi dan biaya; Pada pasien yang tidak bisa
IV : 500mg dirawat diruang intensive atau pasien TB MDR
Meropenem + IV : 1 g + EMPIRIS 8 jam + karena keterbatasan ruangan, maka terapi bisa
Gentamicin + IV: 5-7 mg/kg 24 jam + dioptimalkan sesuai dengan klinis pasien dan
Ciprofloxacin + IV: 400 mg 8 jam konfirmasi PIC KPRA.
8. Pneumonia Nosokomial Levofloxacin IV : 750 mg EMPIRIS 24 jam 7-14 hari Pemilihan antibiotika berdasarkan keadaan
tanpa risiko tinggi klinis, riwayat pengobatan sebelumnya, riwayat
mortalitas dan tidak Meropenem IV : 1 g EMPIRIS 8 jam 7-14 hari alergi dan biaya; tidak ada kriteria pneumonia
memiliki faktor risiko berat menurut ATS
MRSA

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 60


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
9. Pneumonia Nosokomial Levofloxacin IV: 750 mg + EMPIRIS 24 jam + 7-14 hari Pemilihan antibiotika berdasarkan
tanpa risiko tinggi 15 mg/kg 8-12 jam keadaan klinis, riwayat pengobatan
mortalitas tetapi memiliki sebelumnya, riwayat
faktor risiko MRSA Meropenem IV: 1 g + EMPIRIS 8 jam + 7-14 hari alergi dan biaya; tidak ada kriteria
15 mg/kg 8-12 jam pneumonia berat menurut ATS
10. PneumoniaNosokomial Meropenem + IV: 1 g + 750 mg + EMPIRIS 8 jam + 7-14 hari Pemilihan antibiotika berdasarkan
dengan risiko tinggi Levofloxacin 15 mg/kg 24 jam + keadaan klinis, riwayat pengobatan
mortalitas dan ada riwayat 8-12 jam sebelumnya, riwayat
penggunaan antibiotik IV Meropenem + IV: 1 g + 400 mg + EMPIRIS 8 jam + 7-14 hari alergi dan biaya; tidak ada kriteria
dalam 90 hari terakhir Ciprofloxacin 15 mg/kg 8 jam + pneumonia berat menurut ATS
8-12 jam
Meropenem + IV: 1 g + 5-7 mg/kg + EMPIRIS 8 jam + 7-14 hari
Gentamisin 15 mg/kg 24 jam +
8-12 jam
11. Pneumonia Fungal Fluconazole IVFD :200-400mg; EMPIRIS 24jam 7-21hari
PO :50-150mg
Micafungin IVFD :50mg EMPIRIS 12-24jam 2minggu Diberikan pada pasien yang tidak
ada perbaikan klinis setelah
pemberian Fluconazole (5-7 hari)
dengan persetujuan KPRA;
Diberikan pada pasien dengan
Candida Non Albican/Candidemia
12 Aspergillus Voriconazole IVFD :6mg/kg EMPIRIS 12jam 14-21hari
Invasive Pulmonary dilanjutkan dilanjutkan
InvasiveSinus 4mg/kg 12jam
Tracheobroncal dilanjutkn dilanjutkan
PO :200mg 12jam
Echinocandin IV :50mg EMPIRIS 24jam 14-21hari
(Micafungin)

13 Pulmonary Fluconazole PO :200 -400mg EMPIRIS 24jam 3-6 bulan


Kriptokokus Infeksi
Pulmoner Primer Itraconazole IVFD :0,5-0,7mg/kg EMPIRIS 24jam beberapa
dan kronik minggu

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 61


Keadaanklinik/ Rekomendasi D Empiris/ Interval Lama
No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa os Anak profilaksis pemberian Keterangan
14. Bronkitis Azithromycin PO : 500 mg EMPIRIS 24 jam 3-5 hari Kuman atipikal ; Chlamidia sp
Mycoplasma Legionella
Levofloxacin PO : 500–750mg EMPIRIS 12 jam 1-2 minggu

Cefixime (Tidak bisa PO : 100 mg EMPIRIS 12 jam 1-2 minggu Dengan mempertimbangkan pemilihan
diresepkan di poli pada antibiotik berdasarkan keadaan klinis,
pasien BPJS) riwayat penggunaan antibiotik
sebelumnya atau riwayat alergi; Bila
pasien sebelumnya sudah mendapatkan
Cefadroxil dari PKM, maka bisa
diberikan Cefixime
15. PneumoniaAspirasi Ampicillin-Sulbactam IV :1,5gram EMPIRIS 6jam 1-2minggu Pada pasien-pasien risiko tinggi terjadi
pneumonia aspirasi (penurunan
kesadaran, tirah baring lama, gangguan
koordinasi dll)
Levofloxacin IVFD :1gram EMPIRIS 24jam 2minggu Pilihan ke dua, bila alergi atau
kontraindikasi pemberian Ampi
sulbactam
16 Pneumonia (PCP) Cotrimoxazole PO :960mg PROFILAKSIS 24jam CD4<200/mm3s/d
Profilaksis CD4>200/mm3
Dapsone PO :100mg PROFILAKSIS 24jam

17 Pneumonia (PCP) Cotrimoxazole PO :960mg EMPIRIS 8jam 21hari SampaiCD4>200/mm3


Terapi Dapsone+ PO :100mg+ EMPIRIS 24jam+ 21hari SampaiCD4>200/mm3
Trimetoprime PO:5mg/kg 8jam
Primaquine+ PO :30mg+ EMPIRIS 24jam+ 21hari
Clindamycin PO :300–450mg 6-8jam
Atovaquone PO :750mg EMPIRIS 12jam 21hari Indikasi:CD4<50/mm3sampai
CD4>100/mm3

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 62


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
18 Pneumonia (pasien Azithromycin PO :1200mg EMPIRIS 1minggu Indikasi:CD4<50/mm3sampai
imunocompromise) CD4>100/mm3
M.avium
intracellulare Clarithromycin PO :500mg EMPIRIS 12jam
19 AbsesParu/Empiema Ampicillin-Sulbactam IV :1,5gram EMPIRIS 6jam 1-2 minggu
Ceftriaxone+ IV :1gram EMPIRIS 12jam 1-2minggu
Gentamycin+ IV :80mg 24jam
Metronidazole IVFD :500mg 8jam
Ceftriaxone + IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam 1-2 minggu
Levofloxacin + IVFD : 750 mg 24 jam
Metronidazole IVFD : 500 mg 8 jam
Clindamycin PO :150–300mg EMPIRIS 6jam 4-6mgg
20 MOTT Clarithromycin PO :500mg EMPIRIS 18 bulan
(MycobacteriumOther
Ciprofloxacin PO :500mg EMPIRIS 18 bulan
ThanTuberkulosis)
Ethambutol sesuaiberatbadan EMPIRIS 18 bulan
Levofloxacin PO :500mg EMPIRIS 18 bulan
Doxycycline PO :100mg EMPIRIS 18 bulan
Roxythromycin PO :150mg,300mg EMPIRIS 18 bulan

Azithromycin PO :500mg EMPIRIS 18 bulan

Rifampin PO:450mg,600mg EMPIRIS 18 bulan

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 63


Keadaanklinik/ Rekomendasi Dosis Empiris/ Lama
No. penyakit/tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis Interval pemberian Keterangan
23 H5N1 Olsetamifer PO: 75 mg Profilaksis 24 jam 1 minggu Kontak erat dengan pasien H5N1

PO: 75 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari

24 H1N1 Olsetamifer PO: 75 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari

25 Mers Co Vi Olsetamifer PO: 75 mg EMPIRIS 13 jam 6 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 64


2.8 SMF Neurologi

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. antimikroba Interval Keterangan
penyakit / tindakan Dewasa Anak profilaksis pemberian
1 Meningitis Ceftriaxone IV : 2–3 gram EMPIRIS 12 jam 1-2 minggu

Ceftazidime IV : 6 gram EMPIRIS 8 jam 1 - 2 minggu


2 Meningitis Isoniazid+ PO : 300 mg + EMPIRIS 24 jam 7bulan +
Tuberkulosis Rifampin+ PO : 600 mg + 7 bulan +
Pyrazinamide + PO : 15-30 mg/kg + 2 bulan +
Streptomycin IM : 1 gram 2 bulan

3 Abses Otak Ceftazidime + IV : 2-4 gram + EMPIRIS 8 jam + 6-8 minggu +


Metronidazole IVFD : 500 mg 8 jam 2-3 bulan
dilanjut dilanjutkan
PO : 500 mg 6jam

4 Leptospirosis Ringan Doxycycline PO : 100 mg EMPIRIS 12 jam


Ampicillin IV : 500-750 mg EMPIRIS 6 jam
5 Leptospirosis Sedang Amoxicillin PO : 500 mg EMPIRIS 6 jam

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 65


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
6 Leptospirosis Berat Penicillin G IV : 1-1,5 juta IU EMPIRIS 6 jam

Erythromycin PO : 500 mg EMPIRIS 6 jam

Ampicillin IV : 1 g EMPIRIS 6 jam


Amoxicillin PO : 1 g EMPIRIS 6 jam
7 Kemoprofilaksis Doxycycline PO : 200 mg PROFILAKSIS 6 jam
8 Rabies PVRV 2x 0,5 ml + EMPIRIS Hari ke 1 + Pemberian vaksinasi
(Purified Vero 2x 0,5 ml + Hari ke 7 + PVRV (purified vero rabies
Rabies Vaccine) 2x 0,5 ml + Hari ke 21 + vaccine) ulangan 1 tahun
2x 0,5 ml + SAR Hari ke 90 setelah pemberian yang
pertama, diulangi terus
setiap 3 tahun
SAR (Serum 40 IU/kg atau EMPIRIS
Antirabies) bersamaan dengan
Heterolog SAR hari ke 1
SAR (Serum 20 IU/kg atau EMPIRIS
Antirabies) bersama dengan
Homolog SAR hari ke 1
9. Ensefalitis Acyclovir IV : 10 mg/kg EMPIRIS 8 jam 3 minggu
Foscarnet IV : 60 mg/kg EMPIRIS 8 jam 3 minggu Jika resisten Acyclovir

Acyclovir PO : 10 mg/kg EMPIRIS 8 jam 2 minggu

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 66


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
9 Ensefalitis Ganciclovir Induksi : EMPIRIS Induksi: 12 jam Induksi : 2-3
i.v: 5 mg/kgbb Pemeliharaan: minggu
Pemeliharaan : 24 jam
i.v: 5 mg/kgbb
Foscarnet Induksi : EMPIRIS Induksi : 8 jam Induksi : 2-3
i.v: 60 mg/kgbb Peneliharaan : minggu
Pemeliharaan : 24 jam
i.v: 60 -120
mg/kgbb
Acyclovir i.v: 10 mg/kgbb EMPIRIS 8 jam

Foscarnet i.v: 60 mg/kgbb EMPIRIS 8 jam 2-3 minggu

Foscarnet i.v: 5 mg/kgbb EMPIRIS 12 jam

Doxycycline p.o: 100 mg EMPIRIS 12 jam

10 Meningitis Fluconazole p.o: 800 mg/hari EMPIRIS 4-6 jam + 2 minggu


Kriptokokus (MK) 24 jam
(fase awal)

Meningitis Fluconazole p.o: 200 mg/hari EMPIRIS Hingga CD4> 200


Kriptokokus (MK)
(fase rumatan)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 67


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
11. Neurosistiserkosis Albendazole PO : 15 mg/kg/hari EMPIRIS 24 jam 1 bulan
Praziquantel PO : 50 mg/kg/hari EMPIRIS 24 jam 2 minggu
12. Tetanus Metronidazole IVFD : 500 mg EMPIRIS 8 jam 10 hari
13. Infeksi Toxoplasmosis Pyrimethamine + PO : 200 mg EMPIRIS 24 jam 4-6 minggu setelah 14 hari terapi,
(fase akut) dilanjutkan dilakukan CT
75-100 mg/hari scan/MRI otak, bila ada
1.Sulfadiazine PO : 100 mg/kg/hari EMPIRIS 6 jam 4-6 minggu perbaikan maka terapi
(max. 8 g/hari) dilanjutkan 6 minggu
2.Clindamycin PO : 600-1200 mg EMPIRIS 6 jam 4-6 minggu kemudian dilanjutkan fase
perawatan bila
3.Cotrimoxazole PO : 10 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 4-6 minggu
tidak ada perbaikan maka
(max. 15-20
dilakukan biopsi otak
mg/kg/hari)
4.Clarithromycin PO : 1000 mg EMPIRIS 12 jam 4-6 minggu
5.Atovaquone PO : 1,5 mg EMPIRIS 12 jam 4-6 minggu
6.Minocycline PO : 150-200 mg EMPIRIS 12 jam 4-6 minggu
7.Doxycycline PO : 300-400 mg/hari EMPIRIS 4-6 minggu
14. Infeksi Toxoplasmosis Pyrimethamine + PO : 25-50 mg/hari EMPIRIS 6 jam 30-36 minggu
(fase perawatan)
1.Sulfadiazine PO : 500-1000 EMPIRIS 6 jam 30-36 minggu
mg/hari
2. Clindamycin PO : 1200 mg EMPIRIS 6 jam 30-36 minggu

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 68


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
15 Cerebral Malaria Quinine IVFD : 20 mg/kg EMPIRIS 4 jam IVFD dalam 100-200 ml
dilanjutkan dilanjutkan PO : 7 hari Dextrose 5% atau NaCl
10 mg/kg 4 jam 0,9%
dilanjutkan dilanjutkan PO sejak pemberian perenteral
10 mg/kg 8 jam
dilanjutkan dilanjutkan
PO :400-600 mg 8 jam
Quinidine IVFD : EMPIRIS 4 jam Dilarutkan dalam 250 ml
Loading : 15 mg/kg cairan isotonik. Dilanjutkan
Dilanjutkan peroral setelah penderita sadar
7,5 mg basa/ kg
Chloroquine IVFD : 50 mg/kg EMPIRIS 8 jam i.v Dilarutkan dalam
dilanjutkan atau 500 mL NaCl 0,9% Diulang 3
5 mg/ kg 6 jam kali (dosis total 25 mg/kgbb
atau
atau selama 32 jam) Diganti peroral
4 jam
IM : 3,5 mg/k bila pasien bisa minum obat
atau atau setelah 2 kali pemberian
IM : 2,5 mg/kgbb parenteral Dapat dengan
menambahkan doxycycline/
tetracycline untuk mencegah
rekrudensi
Artesunate IVFD : 2,4 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 1 hari Sampai hilangnya tanda-tanda
dilanjutkan dilanjutkan dilanjutkan infeksi lokal yang aktif
1,2 mg/kg/hari 12 jam 4 hari
Artemether IM :3,2 mg/kg/hari EMPIRIS 12 jam 1 hari
dilanjutkan dilanjutkan dilanjutkan
1,6 mg/kg/hari 24 jam 4 hari
Artemisinin Suppo:10 mg/kg/hari EMPIRIS 24 jam 1 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 69


Dosis
Keadaan klinik / Rekomendasi Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba profilaksis pemberian
Dewasa Anak
16. Epidural Abses Ceftriaxone IV: 2 g EMPIRIS 12 jam 4-6 minggu

Meropenem + IV: 2 g + EMPIRIS 8 jam + 4-6 minggu


Metronidazole IV: 500 mg 6 jam
17 Subdural Empyema Ceftraxone + IV: 2 g + EMPIRIS 12 jam + 4-6 minggu
Metronidazole IV: 500 mg 6 jam

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 70


2.9 SMF GIGI dan MULUT

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1. Infeksi gusi dan Campuran bakteri Amoxicillin PO : 500 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
jaringan pendukung : anaerob dan aerob
Gingivitis, oral floral Amoxicillin– PO : 650 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Periodontitis, Clavulanic Acid
Perikoronitis
2. Infeksi Jaringan Keras : Campuran bakteri Amoxicillin PO : 500 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Alveolitis, Subperiotitis, anaerob dan aerob
Periotitis, Osteomielitis oral floral Amoxicillin– PO : 650 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Clavulanic Acid
3. Infeksi Gigi : Campuran bakteri Amoxicillin PO : 500 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Pulpitis anaerob dan aerob
oral floral Amoxicillin– PO : 650 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Clavulanic Acid
Lincomycin PO : 500 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari

4. Infeksi Kelenjar Air Campuran bakteri Amoxicillin– PO : 650 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Liur : anaerob dan aerob Clavulanic Acid
Parotitis, Sialodenitis, oral floral Ciprofloxacin PO : 500 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Sialodochitis,
Periadenitis Clindamycin PO : 300 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari

5. Abses : Campuran bakteri Amoxicillin– PO : 650 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari


Spasium dan anaerob dan aerob Clavulanic Acid
Dentoalveolar Abses, oral floral Metronidazole PO : 500 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari
Periodental Abses,
Pulpitis Purulenta, Ciprofloxacin PO : 500 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari Pada infeksi berat
Osteomyelitis dapat diberikan setiap
Purulenta 8 jam
Clindamycin PO : 300 mg EMPIRIS 8 jam 5 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 71


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
6. Gangren Radik & Campuran bakteri Amoxicillin IV : 1 g PROFILAKSIS 30 menit Pre
Gangren Pulpa anaerob dan aerob Operasi
Proekstraksi Gigi oral floral
dengan GA sebegai
persiapan operasi
jantung

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 72


2.10 SMF JANTUNG
Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama pemberian
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis
1. Endokarditis Infektif Ampicillin + IV : 12 gram/hari + EMPIRIS 4-6 dosis + Hingga kuman patogen
(Infective Endocarditis/ IE) (Flu)cloxacillin atau IV : 12 gram/hari + 4-6 dosis + teridentifikasi
Pemberian regimen antibiotik Oxacillin + IV/IM : 3 1 dosis
Gentamicin mg/kg/hari
untuk terapi empirik awal
(before pathogen identification)
Katup asli/ native atau katup
prostetik (late,
≥12 bulan post
pembedahan)
2. Endokarditis Infektif Gentamicin IV/IM : 3 EMPIRIS 1 dosis Hingga kuman patogen
(Infective Endocarditis/ IE) mg/kg/hari teridentifikasi
Pemberian regimen
antibiotik untuk terapi empirik
awal (before pathogen
identification) Katup asli/
native atau katup prostetik (late,
≥12 bulan post pembedahan):
Pasien yang alergi Penicillin
3. Endokarditis Infektif Gentamicin IV/IM : 3 EMPIRIS 1 dosis + Hingga kuman patogen
(Infective Endocarditis/ IE) + Rifampicin mg/kg/hari + 2-3 dosis teridentifikasi
Pemberian regimen antibiotik PO : 900-1200 terbagi
untuk terapi empirik awal mg/hari
(before pathogen identification)
Katup prostetik (early,
<12 bulan post pembedahan)
atau nosocomial dan non-
nosocomial healthcare
associated

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 73


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
4. Pemberian antibiotik Penicillin G IVFD: 12-18 juta IVFD: 200.000 EMPIRIS 4-6 dosis 4 minggu
sesuai dengan temuan IU/hari IU/kg/hari
mikroorganisme Amoxicillin IV: 100-200 IV: 300 mg/kg/hari EMPIRIS 4-6 dosis 4 minggu
Penicillin-susceptible mg/kg/hari
oral streptococci and Ceftriaxon IV/IM : 2 gram/hari IV/IM: EMPIRIS 1 dosis 4 minggu
Streptococcus bovis 100 mg/kg/hari
group
Terapi standar: durasi 4
minggu
5. Pemberian antibiotik Penicillin G + IVFD : 12-18 juta IV: 200.000 EMPIRIS 4-6 dosis + 2 minggu + Sampai dengan
sesuai dengan temuan Gentamicin U/hari + U/kg/hari + 1 dosis 2 minggu kultur keluar
mikroorganisme IV/IM : 3 mg/kg/hari IV/IM : 3 mg/kg/hari
Penicillin-susceptible
oral streptococci and
Streptococcus bovis Amoxicillin + IV:100-200 IV: 300 mg/kg/hari + EMPIRIS 4-6 dosis + 2 minggu +
group Gentamicin mg/kg/hari + IV/IM : 3 mg/kg/hari 1 dosis 2 minggu
Terapi standar: durasi 2 IV/IM 3 mg/kg/hari
minggu

Ceftriaxone IV/IM : 3 mg/kg/hari IV/IM : 3 mg/kg/hari EMPIRIS 1 dosis 2 minggu

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 74


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
6. Pemberian antibiotik Penicillin G + IVFD : 24 juta U/hari + EMPIRIS 4-6 dosis + 4 minggu +
sesuai dengan temuan Gentamicin IV/IM : 3 mg/kg/hari 1 dosis 2 minggu
mikroorganisme
Penicillin-resistant Amoxicillin + IV : 200 mg/kg/hari + EMPIRIS 4-6 dosis + 4 minggu +
oral streptococci and Gentamicin IV/IM : 3 mg/kg/hari 1 dosis 2 minggu
Streptococcus bovis
group (MIC 0,250-2 Ceftriaxon + IV/IM : 2 gram/hari + EMPIRIS 1 dosis + 4 minggu +
mg/L) Gentamicin IV/IM :3 mg/kg/hari 1 dosis 2 minggu
Terapi Standar
7. Pemberian antibiotik Gentamicin IV/IM : 3mg/kg/hari EMPIRIS 1 dosis 2 minggu
sesuai dengan temuan
mikroorganisme
Penicillin-resistant
oral streptococci and
Streptococcus bovis
group (MIC 0,250-2
mg/L)
Pasien Alergi Beta
Laktam
8. Pemberian antibiotik (Flu)cloxacillin IV : 12 g/hari + IV: 200-300 EMPIRIS 4-6 dosis + 4-6 minggu +
sesuai dengan temuan atau Oxacillin + IV : 1800 mg/hari mg/kg/hari + 3 dosis 1 minggu
mikroorganisme Clindamycin IV : 40 mg/kg/hari
Methicillin-susceptible
staphylococci Cotrimoxazole + IV: Sulfamethoxazole i.v: Sulfamethoxazole EMPIRIS 4-6 dosis + 4-6 minggu +
Katup native Clindamycin 480 mg/hari dan 60 mg/kg/dan 3 dosis 1 minggu
Trimethoprim 960 Trimethoprim 12 Anak: 2
dosis +
mg/hari + mg/kg/hari +
3 dosis
IV : 1800 mg/hari IV : 40 mg/kg/hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 75


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
9. Pemberian antibiotik (Flu)cloxacillin i.v: 12 g/hari + i.v: 12 g/hari + EMPIRIS 4-6 dosis + ≥6 minggu +
sesuai dengan temuan atau Oxacillin + p.o: 900-1200 mg/har + p.o: 900-1200 3 dosis + ≥6 minggu +
mikroorganis-me Rifampicin + IV/IM : 3 mg/kg/hari mg/hari + 1-2 dosis 2 minggu
Methicillin-susceptible Gentamicin i.v/i.m: 3 mg/kg/hari
staphylococci
Katup prosterik
10. Pemberian antibiotik Clindamycin IV : 1800 mg/hari i.v: 40 mg/kg/hari EMPIRIS 3 dosis 1 minggu
sesuai dengan temuan
mikroorganisme
Penicillin-allergic
patients or methicillin-
resistant staphylococci Cotrimoxazole + IV: Sulfamethoxazole IV: Sulfamethoxazole EMPIRIS 4-6 dosis + 1 IV + 5 PO +
Clindamycin 480 mg/hari dan 60 mg/kg/hari dan 3 dosis 1 minggu
Katup Native
Trimethoprim 960 Trimethoprim 12
mg/hari + mg/kg/hari +
IV: 1800 mg/hari IV : 40 mg/kg/hari

11. Pemberian antibiotik Amoxicillin + IV : 200 mg/kg/hari + IV : 300 mg/kg/hari + EMPIRIS 4-6 dosis + 4-6 minggu +
sesuai dengan temuan Gentamicin IV/IM : 3 mg/kg/hari IV/IM : 3 mg/kg/hari 1 dosis 2-6 minggu
mikroorganisme
Grup Enterococcus Ampicillin + IV : 200 mg/kg/hari + IV : 300 mg/kg/hari + EMPIRIS 4-6 dosis + 6 minggu +
spp. yang sensitif Ceftriaxone IV/IM : 4 gram/hari IV/IM : 100 mg/kg/12 2 dosis 6 minggu
dengan beta-lactam jam
dan gentamicin
Gentamicin IV/IM : 3 mg/kg/hari IV/IM : 3 mg/kg/hari EMPIRIS 1 dosis 6 minggu

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 76


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
12 Pemberian antibiotik Ceftriaxone + IV/IM : 2 EMPIRIS 1 dosis + Ceftriaxone :
sesuai dengan temuan Gentamicin gram/hari + 2-3 dosis Katup native:
mikroorganisme IV/IM : 3 4 minggu,
Gram-negative mg/kg/hari katup
bacteria prostetik: 6
minggu
Gentamisin :
4-6 minggu
Ampicillin + IV : 12 gram/hari + EMPIRIS 4-6 dosis + 4-6 minggu + Tidak memproduksi beta laktamase
Gentamicin IV/IM : 3 mg/kg/hari 2-3 dosis 4-6 minggu

Ciprofloxacin IV : 400 mg EMPIRIS tiap 8-12 4-6 minggu less well-validated alternative
atau jam atau tiap
PO : 750 mg 12 jam

13 Pemberian antibiotik Doxycycline + PO : 200 mg + EMPIRIS tiap 24 jam + ≥3-6 bulan Blood culture– negative IE (BCNIE)
sesuai dengan temuan Cotrimoxazole + PO : 960 mg + tiap 12 jam + refers to IE in which no causative
mikroorganisme Rifampin PO : 300-600 mg tiap 24 jam microorganism can be grown using
the usual blood culture methods.
Blood culture-
konsul PIC KPRA
negative
Doxycycline + PO : 200 mg + EMPIRIS tiap 24 jam + ≥18 bulan
Hidroxychloroquin PO : 200-600 mg tiap 24 jam

Doxycycline + PO : 100 mg + EMPIRIS tiap 12 jam + 4 minggu +


Gentamisin IV/IM : 3 mg/kg/hari tiap 24 jam 2 minggu

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 77


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
14 Pemberian antibiotik Levofloxacin + IV/PO : 500 mg + EMPIRIS tiap 12 jam + ≥6 minggu
sesuai dengan temuan Rifampin PO : 300–1200 tiap 24 jam
mikroorganisme mg/hari
Blood culture-
negative Clarithromycin + IV : 500 mg EMPIRIS tiap 12 jam + IV 2 minggu,
Rifampin dilanjutkan PO + tiap 24 jam PO 4 minggu
PO : 300–1200
mg/hari
Levofloxacin IV/PO : 500 mg EMPIRIS tiap 12 jam ≥6 bulan

Doxycycline + PO : 200 mg + EMPIRIS tiap 24 jam + ≥18 bulan


Hidroxychloloroquin PO : 200-600 mg tiap 24 jam

15 Pemberian antibiotik Amoxicillin i.v/p.o: 2 g i.v/p.o: 50 mg/kg PROFILAKSIS Single dose 30-60 menit (1) pasien dengan
profilaksis untuk sebelum katup prostetik termasuk
prosedur dental pada tindakan katup transkateter atau
populasi risiko tinggi Ampicillin i.v/p.o: 2 g i.v/p.o: 50 mg/kg PROFILAKSIS Single dose 30-60 menit semua yang menggunakan
No allergy to penicillin sebelum material prostetik untuk
or ampicillin tindakan perbaikan katup jantung;
16 Pemberian antibiotik Clindamicin i.v/p.o: 600 mg i.v/p.o: 20 mg/kg PROFILAKSIS Single dose 30-60 menit (2) pasien dengan riwayat
profilaksis untuk sebelum IE
prosedur dental pada tindakan
populasi risiko tinggi
Allergy to penicillin
or ampicillin
17 Pemberian antibiotik Ampicillin-Sulbactam PROFILAKSIS Single dose Perioperatif Sesuai dengan peta
profilaksis untuk kuman di RSSA
prosedur non-dental:
Intervensi kardiak Cefazolin
atau vaskular

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 78


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosi Empiris / Lama pemberian
No. penyakit / tindakan antimikroba s profilaksis Interval Keterangan
Dewasa Anak
18 Demam Rematik Phenoxymethil p.o: 500 mg p.o: 250 mg EMPIRIS 2-3 kali 10 hari
Akut Penicillin (PenicillinV) (BB≤27 kg) sehari
Eradikasi (Prevensi Amoxicillin p.o: 50 EMPIRIS Sekali sehari 10 hari maksimal 1 g/hari
Primer) mg/kg/hari
Benzathin penicillin G i.m: 1,2 juta U i.m: 1,2 juta U EMPIRIS Sekali
(BB≤27 kg) pemberian
Cephalosporin Bervariasi EMPIRIS 10 hari Alergi Penisilin
spektrum sempit
(Cefalexin, Cefadroxil)
Clindamycin i.v/p.o: 600 mg p.o: 20 mg/kg/hari EMPIRIS Dibagi 3 10 hari Alergi Penisilin
dosis maksimal 1,8
gram/hari

Azithromycin p.o: 250 mg p.o: 12 mg/kg/hari EMPIRIS Sekali 5 hari Alergi Penisilin
sehari maksimal 500 mg
Clarithromycin p.o: 250 mg p.o: 15 mg/kg/hari EMPIRIS Dibagi 2 10 hari Alergi Penisilin
dosis maksimal 500 mg
19 Demam Rematik Benzathin penicillin G IM : 1,2 juta Unit IM : 1,2 juta Unit EMPIRIS Setiap 4 Tidak terbukti
Akut (BB≤27 kg) minggu karditis: 5 th setelah
Prevensi Sekunder Phenoxymethyl PO : 500 mg PO: 250 mg EMPIRIS 2 kali serangan terakhir atau
Penicillin (Penicillin V) (BB≤27 kg) sehari hingga usia 21
th (dipilih yang lebih
lama); dengan karditis
namun tanpa sequel pada
Sulfadiazin PO : 1 gram/hari PO : 500 mg/hari EMPIRIS Sekali jantung: 10 th atau hingga Alergi Penisilin
(BB≤27 kg) sehari usia 21 th (dipilih yang
Makrolida atau azalida Bervariasi EMPIRIS lebih lama); dengan Alergi Penisilin
karditis dan sequel dan Sulfadiazin
penyakit katup jantung
rematik/kelainan katup:
10 tahun atau sampai usia
40 th (dipilih yang lebih
lama), kadang perlu
sampai seumur hidup

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 79


Keadaan klinik / Dosis
Rekomendasi Empiris / Lama
No. penyakit / Interval Keterangan
antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
tindakan
20 Perikarditis Penicillin resisten Bervariasi EMPIRIS Hingga kuman
Bakterial Penicillinase patogen teridentifikasi
(Perikarditis
Purulenta) Cephalosporin Bervariasi EMPIRIS Hingga kuman patogen
generasi ketiga teridentifikasi
(Ceftriaxone
Cefotaxsim)
21. Tindakan intervensi Ampicillin-Sulbactam Bervariasi PROFILAKSIS Perioperatif Sesuai dengan peta kuman
kardiak dan Cefazolin di RSSA
vaskular
(bukan
diagnostik)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 80


2.11 SMF KULIT dan KELAMIN

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1. Dermatomikosis Microsporum Topikal: Ketoconazole Krim 2% EMPIRIS 24 jam 2-6 minggu
Tinea korporis Trichophyton
Tinea kruris Epidermophyton

Topikal:Terbinafin Krim 1% EMPIRIS 24 jam 1-2 minggu

Sistemik:Fluconazole PO: 150 mg EMPIRIS 1 minggu 4-6 minggu


Sistemik: Itraconazole PO : 100 mg/hari PO : 5 mg/kg/hari EMPIRIS 24 jam 15 hari

2. Dermatomikosis Tricophyton Topikal: Golongan Krim 2% EMPIRIS 12 jam 4 minggu


Tinea manus Epidermophyton Azol
Tinea pedis Topikal: Terbinafin Krim 1% EMPIRIS 24 jam 1-2 minggu

Sistemik:Itraconazole PO : 400 mg/hari PO : 5mg/kg/hari EMPIRIS Dewasa : Dewasa :


atau 12 jam atau 1 minggu atau
PO : 200 mg/hari 24 jam atau 3 minggu atau
atau 24 jam 4 minggu
PO : 100 mg/hari
Sistemik: Fluconazole PO : 150 PO : 6 mg/kg EMPIRIS 3-4 minggu
mg/minggu atau atau
PO : 50 mg/hari 30 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 81


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
3. Dermatomikosis Dermatofit : Topikal: Clotrimazole Krim 1% EMPIRIS 12 jam 12 minggu
Onikomikosis Tricophyton
Non dermatofit : Topikal: EMPIRIS
Candida Cyclopiroxolamine
Sistemik: Itraconazole Kontinyu : EMPIRIS 3 bulan dan
200mg/hari 7 hari,
Denyut : 400 interval
mg/hari
Sistemik: Fluconazole PO: 150 mg/mgg PO: 6 mg/kg EMPIRIS 24 jam
atau
PO: 50 mg/hari
4. Dermatomikosis Microsporum Sistemik: PO : 500 mg/hari PO : 10-20 EMPIRIS 24 jam minimal
Tinea kapitis Trichophyton Griseofulvin mg/kg/hari (micronize) 6-8 minggg
atau s/d 3-4 bulan
PO : 5,5 mg/kg/hari
(ultramicronize)

Sistemik: PO : 200 mg PO : 3,3-6,6mg/kg EMPIRIS 24 jam 3-6 mgg efektif untuk


Ketoconazole Tricophyton

5. Dermatomikosis Hortae werneckii Topikal : Krim 2% EMPIRIS 12 jam minimal Dilanjutkan 2-4
Tinea nigra Golongan Azol 3minggu mgg sesudah klinis
sembuh
Sistemik : PO : 200 mg PO : 3,3-6,6mg/kg EMPIRIS 24 jam 3 minggu
Ketoconazole
6. Dermatomikosis Tricophyton Sistemik : PO : 500 mg/hari PO : 10-20 EMPIRIS Dewasa : 4-6 minggu
Tinea imbrikata concentricum Griseofulvin atau mg/kg/hari (micronize) 24 jam atau
PO: 500 mg/12 jam atau 12 jam
PO : 5,5 mg/kg/hari
(ultra micronize)
7. Dermatomikosis Candida albicans Sistemik : PO : 150-300 mg EMPIRIS 1 minggu 3-12 bulan
Paronikia kandida Flukonazole
Echinocandin IV : 50 mg EMPIRIS 24 jam 14-21 hari
(Micafungin)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 82


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
8. Dermatomikosis Malassezia furfur Topikal : Krim 2% EMPIRIS 12-24 jam 2 minggu
Pitiriasis versikolor Mikonazole
Topikal : Sampo 2% EMPIRIS 24 jam 2 minggu 5 menit sebelum
Ketoconazole mandi lalu dibilas
air
Topikal : Solutio 20-25% EMPIRIS 12 jam 2 minggu
Sodium thiosulfat
Topikal : Sampo 1,8% EMPIRIS 24 jam atau 2 minggu 10 menit sebelum
Selenium sulfide 48 jam mandi lalu dibilas
air atau
malam sebelum
tidur
Topikal : Krim 1% EMPIRIS 24 jam 1 minggu Tidak dianjurkan
Terbinafin FDA untuk
Pitiriasis versikolor
Topikal : Solutio 50% EMPIRIS 12 jam 2 minggu
Propyleneglycol
Topikal : Sampo EMPIRIS 24 jam 2 minggu 5 menit sebelum
Zinc pyrithione mandi lalu dibilas
air
Sistemik : p.o : 200 mg/hari EMPIRIS 24 jam 7-10 hari atau
Ketoconazole atau dosis tunggal
p.o: 400 mg
Sistemik : p.o: 200-400 EMPIRIS 24 jam 3-7 hari atau
Itraconazole mg/hari atau dosis tunggal
p.o : 400 mg
Sistemik : p.o : 400 mg/hari EMPIRIS 24 jam dosis tunggal Tidak dianjurkan
Fluconazole FDA untuk
Pitiriasis versikolor

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 83


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
9. Dermatomikosis Malassezia furfur Topikal : Sampo 2% EMPIRIS 24 jam terapi 2 minggu
Malassezia Ketoconazole rumatan: 2-
folikulitis 3x/minggu
Topikal : Sampo 2,5% EMPIRIS 24 jam terapi 2-4 minggu
Selenium sulfide rumatan:
1x/minggu
Sistemik : PO : 200 mg/hr EMPIRIS 24 jamterapi 2-4 mgg
Ketoconazole rumatan :
400 mg/minggu
Sistemik : PO : 150 mg/hr EMPIRIS 24 jamterapi 2-4 mgg
Fluconazole rumatan :
200 mg/bulan
10. Dermatomikosis Candida albicans Topikal : Krim 2% EMPIRIS 12 jam 2-6 minggu
kandidiasis kutis Ketoconazole

Sistemik : PO : 200 mg/hari EMPIRIS 24 jam 1-2 minggu


Ketoconazole
Sistemik : PO : 150 mg/hr EMPIRIS 24 jam 2-4 mgg
Fluconazole
11. Dermatomikosis Candida albicans Topikal : oral : 4-6 ml EMPIRIS 200
6 jammg/bulan Bayi 2 ml
kandidiasis oral Nystatin Oral Suspensi (400.000 –
Topikal : Solutio 1% EMPIRIS 12 jam 3 hari
Gentian violet
Sistemik : PO : 200-400 EMPIRIS 24 jam 2-4
Ketoconazole mg/hari minggu
Sistemik : Fluconazole PO : 150 EMPIRIS 24 jam 4 minggu
mg/hari
12. Infeksi Bakteri Staphyllococcus Sistemik : PO : 250-500 EMPIRIS 6 jam 5-7 hari First Line
Impetigo, Ektima aureus Dicloxacillin mg
Sistemik : PO : 250-500 PO : 15 mg/kg/hari EMPIRIS Dewasa : 6 jam 5-7 hari Second Line
Erithromycin mg
Anak : 8 jam

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 84


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
13. Infeksi Bakteri Streptococcus Topikal : Krim 0,1% EMPIRIS 12 jam 7-10 hari
Folikulitis pyogenes Gentamycin sulfat

Sistemik : PO : 250-500 mg PO : 10–25 EMPIRIS 6 jam 7-10 hari


Cloxacillin mg/kg/hari
Sistemik : PO : 250-500 mg PO : 12,5-25 EMPIRIS 6 jam 7-10 hari Alergi Penisilin
Erithromycin mg/kg/hari
14. Infeksi Bakteri Corynebacterium Topikal : Solutio 2% EMPIRIS
Eritrasma minutissimum Erithromycin
Topikal : EMPIRIS
Clindamycin

Sistemik : EMPIRIS
Erithromycin
15. Infeksi Bakteri Group A Sistemik : Cloxacillin PO : 250-500 mg PO : 10–25 EMPIRIS 6 jam 10 hari Resisten Penisilin
Erisipelas Selulitis Streptococcus mg/kg/hari
S. Aureus
group A Sistemik : PO : 150-300 mg PO : 8–20 EMPIRIS 6-8 jam 10 hari Alergi penisilin
Streptococcus Clindamycin mg/kg/hari dosis anak usia > 1
bulan
16. Infeksi Mycobacterium Sistemik : PO : 600 mg PO : 450 mg EMPIRIS 1 bulan 12-18 Multiple Drug
Mikobakterium leprae Rifampisin bulan Therapy
Lepra / Kusta
Tipe Multibasiler
Sistemik : Lamprene / PO : 300 mg atau PO : 150 mg atau EMPIRIS Dewasa : 12-18
Clofazimin PO : 50 mg PO : 50 mg 1 bulan atau bulan
24 jam
Anak :
1 bulan atau
12 jam
Sistemik : PO : 100 mg PO : 50 mg EMPIRIS 24 jam 12-18
Dapson bulan

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 85


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. penyakit / Kuman Penyebab Interval Keterangan
antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
17. tin
Infeksi Mikobakterium Mycobacterium Sistemik : PO : 600 mg PO : 450 mg EMPIRIS 1 bulan 6-9 bulan Multiple Drug
Lepra / Kusta leprae Rifampin Therapy
Tipe Pausibasiler Sistemik : PO : 100 mg PO : 50 mg EMPIRIS 24 jam 6-9 bulan
Dapson
Sistemik : PO : 500 mg EMPIRIS 24 jam
Clarithromycin
Sistemik : PO : 100 mg EMPIRIS 24 jam
Minocycline
Sistemik : PO : 400 mg EMPIRIS 24 jam
Ofloxacine
18. Infeksi Mikobakterium Mycobacterium Disesuaikan terapi EMPIRIS
Tuberkulosis kutis tuberculosis tuberkulosis paru
19. Infeksi treponemal Treponema Sistemik : PO : 500 mg PO : 8–10 mg/kg EMPIRIS 6 jam 15 hari
Yaws Partenue Erythromysin (< 8 tahun)
(frambusia) Treponema
Pinta carateum
bejel or endemic Treponema
syphilis pallidum
endemicum

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 86


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Interval Keterangan
penyakit / tindakan Penyebab antimikroba Dewasa Ana profilaksis pemberian
20. Infeksi virus Virus varicella Sistemik : PO : k
PO : 10 mg/kg EMPIRIS Dewasa : Neonatus : 2s/d< 18 thn :
Varicella / zoster zoster Acyclovir 800 mg (≥ 40kg) (neonatus) PO : 5 kali 10 hari dosis tidak lebih dari
atau atau sehari 3200 mg/hari
IVFD : PO : 20 mg/kg atau 2 s/d<18 thn
10 mg/kg (varicella (2 s/d < 18 tahun) IVFD : 8 jam :
berat dan 5 hari
imunokompromais Anak : Dewasa :
berat) 8 jam atau 6 7-10 hari
jam
Sistemik : PO : 1 gram PO : 20 mg/kg EMPIRIS 8 jam Dewasa: 7 untuk 2 sd < 18
Valacyclovir hari Anak : tahun : tidak lebih
5 hari dari 3 g/hari

≥ 40kg : apabila
varicella ringan atau
imunokompramais
ringan 7-10 hari

Jika ada toxicitas


acyclovir atau tidak
ada perbaikan setelah
diberikan acyclovir

22. Infeksi virus Herpes Simplex Sistemik : PO : 200 mg atau po: 15 mg/kg EMPIRIS Dewasa : 5 - 7 hari
Herpes Acyclovir 400 mg 5 kali sehari atau
8 jam Anak :
5 kali sehari
Sistemik : PO : 1 gram EMPIRIS 12 jam 7-10 hari
Valacyclovir

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 87


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
26. Infeksi parasit Sarcoptes scabiei Topikal : Krim 5% EMPIRIS 8 jam tidak FDA : B (untuk
Skabies Permetrin 5% boleh kehamilan)
terkena air,
diulang 7
hari
kemudian

Topikal : Krim 5-10% EMPIRIS Dioleskan Cenderung aman,


Sulfur presipitatum selama 8 untuk neonatus dan
5%–10% jam pada kehamilan
hari 1, 2,3,8
27. Urethritis Neisseria Sistemik : PO : 400 mg + EMPIRIS dosis
gonorrhoeae non gonorrhoeae Cefixim + PO : 1 gram tunggal
komplikata Azithromycin
Urethra, servik,
rectum
28. Urethritis Neisseria Sistemik : Ceftriaxone IM : 250 mg + PO : EMPIRIS dosis
gonorrhoeae gonorrhoeae + 1 gram tunggal
Azithromycin

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 88


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
29. Urethritis non Chlamidya Sistemik : PO : 1 gram EMPIRIS dosis
gonococcal trachomatis Azithromycin tunggal
Sistemik : PO : 100 mg EMPIRIS 12 jam 7 hari
Doxycycline
Sistemik : PO : 500 mg EMPIRIS 6 jam 7 hari
Erythromycin
30. Cervicitis Chlamidya Sistemik : PO : 1 gram EMPIRIS dosis
trachomatis Azithromycin tunggal
Sistemik : PO : 100 mg EMPIRIS 12 jam 7 hari
Doxycycline
Sistemik : PO : 500 mg atau EMPIRIS 6 jam 7 hari atau
Erythromycin 250 mg 14 hari
Sistemik : PO : 800 mg atau EMPIRIS 6 jam 7 hari atau
Erythromycin 400 mg 14 hari
ethyilsuccinate
Sistemik : PO : 500 mg EMPIRIS 8 jam 7 hari
Amoxicillin
31. Ophtalmia Chlamidya Sistemik : PO : 50 mg/kg/hari EMPIRIS 6 jam 14 hari Evaluasi tanda
neonatorum trachomatis Azithromycin gejala infantile
hypertrophic
pyloric stenosis
(IHPS)
Sistemik : PO : 20 mg/kg/hari EMPIRIS 24 jam 3 hari Evaluasi tanda
Erythromycin gejala infantile
hypertrophic
pyloric stenosis
(IHPS)
Topical : Tetes mata EMPIRIS 5 hari
Ofloxacine

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 89


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
32. Bakterial vaginosis Gardnerella Sistemik : PO : 500 mg EMPIRIS 12 jam 7 hari
vaginalis Metronidazol

33. Trikomoniasis Trichomonas Sistemik : PO : 2 gram atau EMPIRIS 24 jam atau dosis 7 hari : sama untuk
vaginalis Metronidazol PO : 500 mg 12 jam tunggal atau pasien perempuan
7 hari dengan HIV

34. Kandidiasis Candida albicans Topikal : Supp vagina EMPIRIS 24 jam 7 hari atau
vulvovaginalis Clotrimazole 1 tablet (malam) 3 hari atau
(unkomplikasi) (100mg)/hari atau dosis tunggal
2 tablet
(100mg)/hari atau
1 tablet
(500mg)/hari
Sistemik : PO : 200 mg EMPIRIS 12 jam
Ketoconazole

Sistemik : Fluconazole PO : 50 mg atau EMPIRIS 24 jam 7 hari atau


150 mg dosis
tunggal

35. Ulkus mole Haemophyllus Sistemik : PO : 1 gram EMPIRIS dosis


(chancroid) ducreyi Azithromycin tunggal

Sistemik : IM : 250 mg EMPIRIS dosis


Ceftriaxone tunggal

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 90


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
36. Limfoganuloma Chlamidya Sistemik : PO : 100 mg EMPIRIS 12 jam 21 hari
venereum trachomatis Doxycyclin
Sistemik : PO : 500 mg EMPIRIS 6 jam 21 hari
Erithromycin Base
37. Ganuloma inguinale Klebsiella Sistemik : PO : 1 gram atau EMPIRIS 1 minggu atau 3 minggu
(donovanosis) granulomatis Azithromycin PO : 500 mg 24 jam sampai
semua lesi
sembuh
Sistemik : PO : 100 mg EMPIRIS 12 jam 3 minggu
Doxycyclin sampai
semua lesi
sembuh
38 Syphilis Treponema Sistemik : IM : 2,4 juta unit IM : 50.000 unit/kg EMPIRIS Dosis Pasien HIV : 2,4
pallidum Benzathin Penicillin G tunggal juta unit IM dosis
tunggal

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 91


2.12 SMF Ilmu Penyakit Dalam

Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama


No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
1. Diare Shigella spp 1. Ciprofloxacin PO : 500mg EMPIRIS 12 jam 3 hari Bila pasien muntah
atau ada tanda
2.Cotrimoxazole PO : 960 mg EMPIRIS 12 jam 5 hari sepsis, antibiotik
Diberikan
diberikan secara IV
bila MRS
Salmonella Thypi 1. Ciprofloxacin PO : 500mg EMPIRIS 12 jam 3-5 hari Pada pasien
imunokompromais
2. Chloramphenicol PO : 500 mg EMPIRIS 6 jam 10-14 hari diberikan antara 7 -
10 hari
Vibrio cholera 1. Tetracycline PO : 500mg EMPIRIS 6 jam 3 hari

2. Ciprofloxacin PO : 500mg EMPIRIS 12 jam 3-5 hari

Clostridium difficile Metronidazole PO : 500mg EMPIRIS 6 jam 7-14 hari

Giardia Lambia Metronidazol PO : 250-500 mg EMPIRIS 6 jam 7-14 hari

Entomoeba Metronidazol PO : 250-500 mg EMPIRIS 6 jam 7-14 hari


Hystolitica
Isospora belii Cotrimoxazole PO : 960 mg EMPIRIS 12 jam 7-10 hari

Cryptosporidia Paromomisin + PO : 4 gram/hari + EMPIRIS 24 jam 4 hari


Azithromycin PO : 500 mg
Salmonella (non 1. Ciprofloxacin PO : 500mg EMPIRIS 12 jam 3 hari
typhoidal)
2. Cotrimoxazole PO : 960 mg EMPIRIS 12 jam 3 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 92


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberi
2. Diare terkait E. coli 1. Ciprofloxacin PO :500 mg EMPIRIS 12 jam an hari
1-5
pemberian antibiotik Cyclospora
Traveler diarea cayetanensis
Isospora belli

3. Nosokomial diare Mycobacterium 1. Metronidazole PO : 500mg EMPIRIS 6 jam 7-14 hari Bila C difficile
(menunggu kultur C. avium Complex C. negative,
difficile) difficile pemberian
metronidazole
dihentikan
4. Curiga infeksi Metronidazole PO :250–750mg EMPIRIS 8 jam 7-10 hari
Giardia
5. Infeksi H. pylori Helicobacter pylori 1. Clarithromycin PO : 500 mg EMPIRIS 12 jam 7-14 hari Dengan
+ Amoxycillin + PO : 1 gram penambahan terapi
12 jam
lansoprasol 30 mg
tiap 12 jam selama
14 hari
2. Tetrasiklin PO : 250 mg EMPIRIS 6 jam 7-14 hari Di daerah yang
+ Metronidazole + PO : 500 mg 8 jam diketahui resisten
+ Bismut subsalisilat + PO : 2 tab 12 jam
klaritromisin
>20% Dengan
penambahan terapi
lansoprasol 30 mg
tiap 12 jam selama
14 hari
6. TBC abdomen Mycobacterium Rifampin + PO :450– 600 mg EMPIRIS 24 jam 6 bulan OAT dapat
(TBC pencernaan dan tuberculosis Isoniazid + PO :300 mg PO EMPIRIS 24 jam 6 bulan diperpanjang s/d
peritonitis TB) Pirazinamid + :500 mg PO :500 EMPIRIS 24 jam 2 bulan 12–18 bulan Pemberian
Ethambutol + mg IM :1 gram EMPIRIS 24 jam 6 bulan steroid memperbaiki
Streptomicin EMPIRIS 24 jam 2 bulan kondisi
Streptomisin : hanya
untuk kategori 2 dan
konsul PIC KPRA

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 93


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / indakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
7. Pancreatitis Metronidazol + IVFD : 500 mg + EMPIRIS 8 jam + 7-14 hari Antibiotik diberikan
Ciprofloxacin IV : 200 mg 12 jam pada pasien
pankreatitis nekrosis
yang lebih 30%
pancreas,dibuktikan
dengan CT scan
8. Inflamatory Bowel Proses imunologi 5-aminosalicylic PO : 3-6 mg/hari EMPIRIS 8 jam Sampai Bila terinfeksi lain
Disease Acid (5- ASA) / tercapai perlu ditambah
Kolitis ulceratif Sulphasalazine remisi antibiotik
Untuk penyakit
ringan ( kurang 25
cm) Induksi remisi

9. Inflamatory Bowel 1. Mesalazine PO : 2-4,8 mg/ EMPIRIS 8 jam sampai


Disease hari tercapai
Kolitis ulceratif remisi
Sedang lebih 25 cm 2. 5-aminosalicylic PO/topical : EMPIRIS 8 jam sampai Bila 2-4 mgg gagal
sampai dengan Acid (5- ASA) / 3-6 mg/ hari tercapai mencapai remisi,
flexura splenic Sulphasalazine remisi perlu ditambah
steroid/cyclosporin
10. Inflamatory Bowel 5-aminosalicylic PO/topical : EMPIRIS 8 jam Minimal 5
Disease Acid (5- ASA) / 3-6 mg/ hari tahun
Kolitis ulceratif Sulphasalazine sampai
Moderat (sampai sembuh
caecum)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 94


Keadaan klinik / Dosis
Rekomendasi Empiris / Lama
No. penyakit / Kuman Penyebab Interval Keterangan
antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
tindakan
11. Inflamatory Bowel 1. 5-aminosalicylic PO/topical : EMPIRIS 8 jam Bila gagal
Disease Acid (5- ASA) / 3-6 mg/hari maintanace, yaitu
Kolitis ulceratif Sulphasalazine kambuh lebih 2 kali
Maintenace remisi 2. Mesalazine PO : 2-4,8 mg/hari EMPIRIS 8 jam dalam 1 tahun
kambuh, diberi
imunosupresan, bila
masih gagal perlu
pemberian
infliximab.cholectomy
diindikasi pada
penderita displasia
berat menuju ke
kanker,terapi
ditambah
metronidazol, dan
siprofloksasin
12. Crohn disease 1. 5-aminosalicylic PO : 3-6 mg/hari EMPIRIS 8 jam Sampai
Induksi remisi: Acid (5- ASA) / tercapai
Ringan Sulphasalazine remisi
2. Mesalazine PO : 2-4,8 mg/hari EMPIRIS 8 jam Sampai
tercapai
remisi
13. Crohn disease 1. 5-aminosalicylic PO : 3-6 mg/hari EMPIRIS 8 jam
Induksi remisi: Acid (5- ASA) /
Moderat Sulphasalazine
2. Mesalazine PO : 2-4,8 mg/hari EMPIRIS 8 jam

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 95


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
14. Cholecistitis Enterobacterial Cefotaxime IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam 7 hari Antibiotik
calculous acut family diberikan bila ada
Enterococus/ Cefotaxime IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam 7 hari tanda infeksi
anaerob + leukositosis suhu
1. Ciprofloxacin IV : 200 mg EMPIRIS 12 jam 7 hari lebih dari 35ºC
dangan gambaran
2. Metronidazole IV : 500 mg EMPIRIS 6 jam 7 hari udara pada dinding
atau kantung
empedu)
15. Kholangitis Akut Ecoli 1. Ampicillin- IV : 1 gram EMPIRIS 8 jam 5-7 hari
Enterococcus Sulbactam
Klebsiella 2. Cefoxitin IV : 1 gram EMPIRIS 8 jam 5-7 hari
Enterobactere
Pseudomonas 3. Metronidazole IV : 500 mg EMPIRIS 12 jam 5-7 hari
Streptococus
16. Sirosis dengan Escherichia coli Ceftriaxone IV : 1 gram EMPIRIS 12-24 jam 10 – 14 hari
Spontaneous Klebsiella
peritonitis bakteria pneumonia
Non-enterococcal -
Streptococcus spp
17. Sirosis dengan E. Coli Ceftriaxone IV : 1 gram EMPIRIS 24 jam Minimal 7
perdarahan varises K. Pneumoniae hari
Ciprofloxacin PO : 500 mg EMPIRIS 12 jam 7-14hari

18. Abses hati Escherichia coli Ceftriaxone IV : 1 gram EMPIRIS 12 jam 2-3 minggu Diameter abses 3-5
Piogenik Klebsiella + cm dilakukan
pneumonia Metronidazole IV : 500 mg 8 jam 2-3 minggu aspirasi abses >5
Anaerobic dilakukan drainase,
streptococci dilanjutkan
antibiotik oral
selama 2-4 minggu.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 96


Keadaan klinik Rekomenda Dosis Empiris / Lama
No. / Kuman Penyebab Interval Keterangan
si Dewasa Anak profilaksis pemberian
20. penyakit
Abses hati / E. histolytica antimikrob
1. Metronidazole PO/IVFD : EMPIRIS 8 jam Minimal 10 Bila 3-5 terapi hari
Amubik 500–750 mg hari tidak ada
2. Didihydroxyquin PO : 650 mg 8 jam 20 hari perbaikan terapi
(Luminal amoebicide) atau diameter
3. Chloroquine PO : 600 mg 24 jam 2 hari abses > 10 cm
(Tropozoid) dilanjutkan harus dilakukan
PO :300 mg 24 jam 2-3 mgg drainase.
21. Candidiasis Candida gabralta Fluconazole PO : 150 mg EMPIRIS 24 jam 14 hari
Mucocutaneus Candida albicans
candidiasis : Candida Sp. Echinocandin IVFD : 100mg EMPIRIS 24 jam 14 hari Bila terjadi
Cutaneus (Micafungin) resistensi fluconazol
Vulvovaginal atau telah
Thrush esophageal menggunakan
Deeply fluconazol 7 hari
invasi.ve(kidney, tapi tidak ada
GI tract, urinary perbaikan
tract, abdomen)
22. Histoplasmosis Histoplasma Fluconazole 200 - 400 mg EMPIRIS 24 jam 3–6bulan
Perikarditis pada Capsulatum
kondisi kusus Itraconazole PO : 200 mg EMPIRIS 8 jam 3 hari
imunocompromise Criptococus dilanjutkan
PO : 200 mg 12 jam 6-12 minggu
26. Infeksi Pulmoner Coccidioido Immitis 1.Fluconazole p.o: 200 - 400 mg EMPIRIS 24 jam
Primer dan kronik C. posadasii
2.Itraconazol p.o: 200 -400 mg EMPIRIS 24 jam
27. Ricketsiasis Ricketsiasis cinorii Doxycycline p.o : 100 mg EMPIRIS 12 jam 7 hari
Ricketsiasis typhii
Ricketsiasis
prowarrezkii
Ricketsiasis ricketsii
28. helmyntiasis Nematode usus 1.Mebendazole PO : 200–400 mg EMPIRIS 8 jam 3 hari
Hematoda dilanjutkan
Ceztoda 400 mg 8 jam
8-14 hari
2. Pyrantel Pamoat PO: 250mg EMPIRIS 24 jam 1 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 97


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
29. Malaria tanpa Plasmodium 1.ACT + 4 tablet (BB≥60kg); EMPIRIS 24 jam 3 hari
komplikasi falcifarum/knowlesi Primakuin 3 tablet (BB<60kg)+ EMPIRIS 24 jam Hari pertama
3 tablet (BB≥60kg);
2 tablet (BB<60kg)
2.Artesunat + 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari
Amodiakuin + 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari
Primakuin 3 tablet (BB≥60kg); EMPIRIS 24 jam Hari pertama
2 tablet (BB<60kg)
3. Kina + 2 tablet EMPIRIS 8 jam 7 hari ibu hamil trimester
Clindamycin EMPIRIS I

4. ACT 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari ibu hamil trimester


II & III
Plasmodium Vivax 1.ACT + 4 tablet (BB≥60kg); EMPIRIS 24 jam 3 hari
Primakuin 3 tablet (BB<60kg) EMPIRIS 24 jam 14 hari
1 tablet
2.Artesunat + 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari
Amodiakuin + 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari
Primakuin 1 tablet EMPIRIS 24 jam 14 hari
3. Kina 2 tablet EMPIRIS 8 jam 7 hari ibu hamil trimester
I
4. ACT 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 98


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
Malaria tanpa Plasmodium Ovale 1.ACT 4 tablet (BB≥60kg); EMPIRIS 24 jam 3 hari
komplikasi 3 tablet (BB<60kg)
2.Artesunat + 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari
Amodiakuin 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari
Plasmodium ACT 4 tablet (BB≥60kg); EMPIRIS 24 jam 3 hari
Malariae 3 tablet (BB<60kg)
Plasmodium 1.ACT + 4 tablet (BB≥60kg); EMPIRIS 24 jam 3 hari
falcifarum + Primakuin 3 tablet (BB<60kg) EMPIRIS 24 jam 14 hari
vivax/ovale 1 tablet
2.Artesunat + 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari
Amodiakuin + 4 tablet EMPIRIS 24 jam 3 hari
Primakuin 1 tablet EMPIRIS 24 jam 14 hari
30. CMV Retinitis Citomegalo Virus Ganciclovir IVFD : 5 mg/kg EMPIRIS 24 jam 14-21 hari Loading dose atau
Maintenance dose
Valganciclovir PO : 900 mg EMPIRIS 12 jam Loading dose

31. CMV profilaksis Citomegalo Virus Ganciclovir IV : 500 mg EMPIRIS 12 jam Sampai CD 4
pada HIV ≥100 cells/uL
selama ≥ 6 bulan
Valganciclovir PO : 900 mg EMPIRIS 24 jam Sampai CD 4
≥100 cells/uL
selama ≥ 6 bulan
32. CMV pada Renal Citomegalo Virus Ganciclovir IVFD : 5 mg/kg atau EMPIRIS 12 jam atau 7-14 hari atau Loading dose atau
Transplant PO : 3x1000 mg 24 jam 14-21 hari Maintenance dose

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 99


Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
33. Influenza A H1N1 Oseltamir 75 mg po EMPIRIS 12 jam 5 hari Terapi
75 mg po 24 jam 10 hari Profilaksis
Zanamivir Inhalasi : 2x5 mg EMPIRIS 12 jam Terapi
Inhalasi : 2x5 mg 24 jam Profilaksis
34. HIV-AIDS HIV Tenovovir PO : 300mg EMPIRIS 12 jam seumur Lini Pertama
hidup
Lamivudin PO : 150 mg EMPIRIS 12 jam seumur Lini Pertama
hidup
Emtricitabin PO : 200 mg EMPIRIS 12 jam seumur Lini Pertama
hidup
Efaviren PO : 600 mg EMPIRIS 24 jam seumur Lini Pertama
hidup
Nevirapin PO : 200mg EMPIRIS 24 jam seumur lini pertama,
hidup setelah 2 minggu
dosis 2x200mg po
Zidovudin PO : 300mg EMPIRIS 12 jam seumur Lini Pertama
hidup
Lopinavir/ritonavir PO : 400mg/200mg EMPIRIS 12 jam seumur Lini kedua
hidup
35. Dipteri Corynebacterium ADS + EMPIRIS ADS 40.000 U
diptheriae (nasal/faucial
diptheria)

ADS 60.000 U
(moderate
nasofaringeal/faucia
l diptheria)
ADS 100.000 U
(systemic/severe
diptheria, bullneck
dyptheria atau
diptheri > 3 hr)
1. Penicillin Procaine IM :1.200.000 EMPIRIS 12 jam 14 hari
unit/hari
2. Erithromycin PO : 2 gram/hari EMPIRIS 6 jam 14 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 100
Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Interval Lama
No. penyakit / tindakan Kuman Penyebab antimikroba Dewasa Ana profilaksis pemberian Keterangan
36. Cellulitis Streptokokus sp 1. Dicloxacillin PO : 500 mg k EMPIRIS 6 jam 5 - 7 hari
Wajah/Leher 2. Clindamycin PO : 300 mg atau EMPIRIS 8-12 jam 5 - 7 hari Regimen IV diberikan pada
IV : 600-900 mg kasus berat yang
membutuhkan rawat inap
cloxacilin Iv : 1 gr EMPIRIS 8 jam 5-7 hari

37. Uncomplicated UTI E. Coli (80%) Cotrimoxazole (oral) 2 x 960 mg Empiris 3-5 hari Diabetes, Pregnancy, usia
(Cystitis) >65 tahun : 7-10 hari
Klebsiella Ciprofloxacin (oral) 2 x 500 mg Empiris 5-7 hari

Enterobacter Cotrimoxazole (oral) 2 x 960 mg Empiris 14 hari Tidak untuk enerococcus dan
pseudomonas)
Pseudomonas Ciprofloxacin (oral) 2 x 500 mg Empiris 7 hari
Staphylococcus
Saprophyticus
(5-15%)
38. Complicated UTI E. Coli (80%) Cotrimoxazole (oral) 2 x 960 mg Empiris 3-5 hari Diabetes, Pregnancy, usia >
Acute pyelonephritis 65 tahun : 7-10 hari
non rawat inap Klebsiella Ciprofloxacin (oral) 2 x 500 mg Empiris 5-7 hari
Enterobacter Cotrimoxazole (oral) 2 x 960 mg Empiris 14 hari Tidak untuk enerococcus dan
pseudomonas)
Pseudomonas Ciprofloxacin (oral) 2 x 500 mg Empiris 7 hari
Staphylococcus
Saprophyticus (5-
15%)
39. Compicated UTI E. Coli Ciprofloxacin (iv) Empiris maksimal 14 hari,
Kasus rawat inap ganti oral setlah
Kasus berat Klebsiella Gentamicin (+/-) Empiris 48 jam klinis
C. Perirenal atau membaik
pararenal abses Enterobacter Ampicillin Empiris

Pseudomonas Ceftriaxone Empiris

Staphylococcus Meropenem Empiris


Saprophyticus
(5-15%)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 101
Keadaan klinik / Rekomendasi D Empiris / Lama
No. penyakit / tindakan Kuman Penyebab antimikroba Dewasa o A profilaksis Interval pemberian Keterangan
40. Epididymitis E. Coli Cotrimoxazole 960 mg n EMPIRIS 12 jam 3 minggu
Klebsiella
Enterobacter Ciprofloxacin 500 mg EMPIRIS 12 jam 3 minggu
Pseudomonas
Staphylococcus
Saprophyticus (5-
15%)

41. Acute Bacterial E. Coli Cotrimoxazole 960 mg EMPIRIS 12 jam 4 minggu


Prostatitis Klebsiella
Enterobacter Ciprofloxacin 500 mg EMPIRIS 12 jam 4 minggu
Pseudomonas
Staphylococcus
Saprophyticus (5-
15%)

42. Chronic Bacterial E. Coli Cotrimoxazole 960 mg EMPIRIS 12 jam 6 - 12


Prostatitis Klebsiella minggu
Enterobacter Ciprofloxacin 500 mg EMPIRIS 12 jam 6 - 12
Pseudomonas minggu
Staphylococcus
Saprophyticus (5-
15%)
43. Uncomplicated Staphylococcus Amoxicillin-Clavulanic 650 mg EMPIRIS 8 jam 5 - 7 hari
Intravascular Catheter coagulase (-) Acid
Related Infection/ Styaphylococcus Ampicillin-Sulbactam 3 gram EMPIRIS 6 jam 7 - 14 hari
Remove catheter aureus
Enterococcus Meropenem 1 gram EMPIRIS 8 jam 7 - 14 hari
Gram (-) Bacili
Candida spp Fluconazole 400 - 600 mg EMPIRIS 24 jam 14 hari
(adjusting
sesuai fungsi
renal)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 102
Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
44. Complicated Staphylococcus Amoxicillin-Clavulanic 650 mg EMPIRIS 8 jam 5 - 7 hari Dipilih yang
Intravascular Catheter coagulase (-) Acid intravena
Related Infection Styaphylococcus Ampicillin-Sulbactam 3 gram EMPIRIS 6 jam 7 - 14 hari
aureus
Enterococcus Meropenem 1 gram EMPIRIS 8 jam 7 - 14 hari
Candida spp Fluconazole 400 - 600 mg EMPIRIS 24 jam 14 hari (adjusting
sesuai fungsi
45. Peritonitis CAPD Gram (-) Lini 1 : 300 mg tiap dweling EMPIRIS 8 jam 5renal)
hari Pasien baru (klinis
E. Coli Ciprofloxacin dan laboratories
Klebsiella sesuai peritonitis,
Pseudomonas yang baru pertama
Gram (+) kali ditemukan)
Coagulase negative
staphylococcus Gentamycin 0.6 mg/kg/hari EMPIRIS
Streptococcus intraperitoneal atau
Pseudomonas 60 - 80 kg : 40 mg
Candida 80 - 100 kg : 50 mg

Fluconazole 200 mg/24 – 48 jam EMPIRIS

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 103
Keadaan klinik / Kuman Rekomendasi Do Empiris / Lama
No. Interval Keterangan
penyakit / Penyebab antimikroba Dewasa sis Anak profilaksis pemberia
46. Typhoid fevertinda Salmonella 1. Ciprofloxacin atau PO/IVFD : 500 mg EMPIRIS 12 jam n hari
5-7
typhosa Ceftriaxon IV : 1 gram

2. Chlorampenicol PO : 500 mg EMPIRIS 24 jam 5-7 hari

47 Tetanus Clostridium Metronidazole PO/IVFD : 500 mg EMPIRIS 6 jam 7 hari Apabila TIG
tetani tidak tersedia, dapat
diberikan ATS 10.000 -
20.000 Unit equine IM
dosis tunggal
48. Neutropenia Paska Kemoterapi Staphylococcus Ciprofloxacin PO : 500 mg atau PROFILAKSIS 12 Jam 5-7 hari Diberikan bila Neutrphyl <
aureus IV : 200 mg 1.500
Haemophilus Amoxicillin- 625 mg PROFILAKSIS 8 Jam
influenza Clavulanic Acid
Klebsiella pneumonia
Cotrimoxazole 960 mg PROFILAKSIS 12 Jam
Eschericia Coli
49. Febrile Neutropenia dan Pseudomonas Bila MASCC Score 400 mg EMPIRIS 12 jam 5-7 hari atau Durasi Terapi berdasarkan
Neutropenia pada Keganasan aeroginosa Low Risk (>21) + + 7-10 hari respon klinis
enterobactericiae Ciprofloxacin 1 gram 8-12 jam
staphylococcus aureus +
candida Ceftriaxone
Gentamycin 160-240 mg EMPIRIS 24 jam 5-7 hari atau
+ + + 7-10 hari
Ampicillin-Sulbactam 1-3 gram 6-8 jam
Fluconazole 400 mg EMPIRIS 24 jam 5-7 hari atau Bila dicurigai infeksi jamur
7-10 hari
Bila MASCC Score 1-2 gram EMPIRIS 8 jam 5-7 hari atau Durasi Terapi berdasarkan
High Risk (<21) 7-10 hari respon klinis
Meropenem atau
> 10 hari
Amikacin 15 mg/kgBB EMPIRIS 8 jam 5-7 hari atau
7-10 hari /
> 10 hari
Fluconazole 400 mg EMPIRIS 24 jam 5-7 hari atau
(didahului 7-10 hari /
Loading Dose) > 10 hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 104
Keadaan klinik / Rekomendasi Dosis Empiris / Lama
No. Kuman Penyebab Interval Keterangan
penyakit / tindakan antimikroba Dewasa Anak profilaksis pemberian
50. Sepsis Ampicillin + IV : 1000 mg EMPIRIS 6 jam + 7-10 hari Antibiotika
Gentamicin IV : 160 mg 24 jam dirubah sesuai
dengan hasil kultur
dan test kepekaan
Ampicilin + IV : 1000 mg + EMPIRIS 6 jam + 7-10 hari Antibiotika
Gentamicin+ IV : 160 mg + 24 jam + dirubah sesuai
Metronidazol IV : 500 mg 6 jam dengan hasil kultur
dan test kepekaan

Ceftriaxon + IV : 1000 mg + EMPIRIS 8 jam + 7-10 hari Antibiotika


Levofloxacin IV : 750 mg 24 jam dirubah sesuai
dengan hasil kultur
dan test kepekaan

Meropenem IV : 1000 EMPIRIS 8 jam 7-10 hari Antibiotika


dirubah sesuai
dengan hasil kultur
dan test kepekaan

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 105
BAB III
DAFTAR KASUS DAN ALUR PENANGANAN PASIEN

3.1 Daftar Kasus


a. MDRO Non MRSA dan TIDAK ditemukan pasien kontak
b. MDRO MRSA dan TIDAK ditemukan pasien kontak (single case)
c. MDRO MRSA atau Non MRSA dan DITEMUKAN pasien kontak

3.2 Penatalaksanaan Kasus


I. Case Finding :
A. Dokter
1. Lakukan permintaan kultur spesimen klinik berdasarkan indikasi medis sebelum pemberian antibiotika
2. Lakukan permintaan kultur skrining karier MRSA (swab hidung, swab tenggorok, dan swab luka terbuka bila ada) yang
dilakukan dalam waktu 48 jam masuk rumah sakit (MRS) terhadap pasien :
a. Pasien rujukan
b. Pasien pernah MRS dalam 1 tahun terakhir
c. Pasien pernah terdeteksi kolonisasi dan atau infeksi MRSA

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 106
B. Perawat
1. Lakukan pengambilan dan pengiriman spesimen klinik untuk pemeriksaan kultur mikrobiologis sesuai yang tertulis
2. Lakukan pengambilan dan pengiriman sampel swab hidung, swab tenggorok, dan swab luka terbuka (bila ada) untuk
pemeriksaan kultur skrining karier MRSA yang dilakukan dalam waktu 48 jam MRS terhadap :
a. pasien rujukan,
b. pasien pernah MRS dalam 1 tahun terakhir,
c. pasien pernah terdeteksi kolonisasi dan atau infeksi MRSA.
3. Tulis “SKRINING MRSA” di pojok kanan atas dari formulir permintaan pemeriksaan (sesuai SPO Komite PPI tentang
Skrining dan Eradikasi MRSA).

C. Instalasi Mikrobiologi Klinik


1. Lakukan kultur spesimen klinik pasien sesuai dengan permintaan dokter sesuai dengan Pedoman Praktek Klinik (PPK)
2. Lakukan kultur skrining karier MRSA terhadap sampel swab hidung, swab tenggorok, dan swab luka terbuka (bila ada) dari
:
a. pasien rujukan,
b. pasien pernah MRS dalam 1 tahun terakhir,
c. pasien pernah terdeteksi kolonisasi dan atau infeksi MRSA yang diambil dalam 48 jam MRS sesuai PPK.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 109
II. Pelaporan
A. Instalasi Mikrobiologi Klinik
1. Laporkan hasil kultur spesimen klinik yang menunjukkan MDRO (index case) kepada dokter dan Komite PPI (laporan ke
Komite PPI menggunakan link WhatsApp) segera setelah hasil ditandatangani oleh DPJP SMF Mikrobiologi Klinik
2. Laporkan hasil kultur skrining karier MRSA positif kepada dokter dan Komite PPI (laporan ke Komite PPI menggunakan
link whatsapp) segera setelah hasil ditandatangani oleh DPJP SMF Mikrobiologi Klinik.

B. Komite PPI
1. Lakukan pencatatan kasus MDRO yang dilaporkan oleh Instalagi Mikrobiologi Klinik baik dari kultur spesimen klinik
maupun kultur skrining karier MRSA
2. Informasikan kasus MDRO pada poin 1 kepada IPCN dan IPCLN untuk seger melakukan investigasi
3. Laporkan kepada Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA)

III. Investigasi
A. Tim PPI (IPCN dan IPCLN)
1. Lakukan telusur terhadap pasien kontak dengan infeksi dan atau kolonisasi MDRO yang sama dengan index case selama 1
minggu terakhir di ruang rawat yang sama
2. Lakukan konsultasi dengan dokter Instalasi Mikrobiologi Klinik untuk konfirmasi poin 1.
3. Laporkan kepada Komite PPI dalam 24 jam

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 110
IV. Intervensi
A. MDRO Non MRSA dan TIDAK ditemukan pasien kontak
I. Tim PPI (IPCN dan IPCLN)
1. Lakukan koordinasi dengan kepala ruang dan perawat pelaksana
2. Lakukan cohorting (pemisahan) pasien dengan infeksi dan atau kolonisasi MDRO dari pasien negatif menggunakan
partisi/sketsel atau ruang isolasi
3. Berlakukan kewaspadaan transmisi kontak
4. Sosialisasikan kepatuhan hand hygiene
5. Sosialisasikan prosedur cleaning dan disinfecting ruang rawat sesuai SPO Komite PPI tentang Cleaning dan
Disinfecting Area Pasien dengan Kolonisasi dan atau infeksi MDRO

II. Kepala Ruang


1. hitung jumlah alat pelindung diri (masker, sarung tangan, dan gaun) sesuai kebutuhan terkait kewaspadaan transmisi
kontak serta proses cleaning dan disinfecting area pasien
2. Laporkan kebutuhan alat pelindung diri pada poin 1 kepada Instalasi Laundry dan Sterilisasi Sentral dan Instalasi
Farmasi
3. Lakukan restriksi kegiatan perawatan oleh mahasiswa (koas & mahasiswa perawat) terhadap pasien dengan infeksi dan
atau kolonisasi MDRO

III. Instalasi Laundry dan Sterilisasi Sentral


1. Siapkan kebutuhan gaun terkait kewaspadaan transmisi kontak
2. Siapkan alat dan bahan cleaning dan disinfecting area pasien

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 111
IV. Instalasi Farmasi
1. Siapkan kebutuhan masker dan sarung tangan terkait kewaspadaan transmisi kontak serta untuk cleaning dan
disinfecting area pasien
2. Siapkan disinfektan yang dibutuhkan untuk disinfeksi area pasien.

B. MDRO MRSA dan TIDAK ditemukan pasien kontak (single case)


I. Tim PPI
Lakukan poin IV.A.I
II. Kepala Ruang
Lakukan poin IV.A.II
III. Instalasi Laundry dan Sterilisasi Sentral
Lakukan poin IV.A.III
IV. Instalasi Farmasi
1. Lakukan poin IV.A.IV
2. Siapkan terapi eradikasi pasien karier MRSA
V. Dokter
1. Lakukan permintaan kultur skrining karier MRSA (swab hidung dan swab tenggorok) dari pasien dengan infeksi dan
atau kolonisasi MRSA berdasarkan hasil kultur spesimen klinik
VI. Perawat
1. Lakukan pengambilan dan pengiriman sampel kultur skrining karier MRSA (swab hidung dan swab tenggorok) dari
pasien dengan infeksi dan atau kolonisasi MRSA berdasarkan hasil kultur spesimen klinik.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 112
VII. Instalasi Mikrobiologi Klinik
1. Lakukan kultur skrining karier MRSA terhadap sampel swab hidung dan swab tenggorok dari pasien dengan
infeksi dan atau kolonisasi MRSA berdasarkan hasil kultur spesimen klinik.
2. Laporkan hasilnya kepada dokter dan Komite PPI (laporan ke Komite PPI melalui link whatsapp) segera
setelah ditandatangani oleh DPJP SMF Mikrobiologi Klinik.
VIII. Dokter, Perawat, dan Instalasi Farmasi
1. Lakukan tindakan eradikasi terhadap pasien dengan hasil skrining karier MRSA positif (sesuai SPO Komite PPI
tentang
Skrining dan Eradikasi MRSA) meliputi:
a. Pasien mandi dan keramas dengan sabun chlorhexidine gluconate 4% dua kali sehari selama 7 hari
b. Pemberian mupirocin salep hidung 2% dua kali sehari selama 7 hari (bila hasil kultur swab hidung
menunjukkan positif MRSA)
c. Pemberian cotrimoxazole 2x960 mg selama 7 hari (bila kultur swab tenggorok menunjukkan positif
MRSA dan pasien tidak alergi cotrimoxazole)
d. Bila terdapat luka terbuka dengan hasil kultur luka menunjukkan positif MRSA maka irigasi luka dengan
kombinasi NaCl 0,9% steril dan chlorhexidine gluconate 1,5% setiap 3 hari sebanyak 7 kali. Bila terdapat
kemajuan hasil terapi maka irigasi dilanjutkan sampai 14 kali. Catatan: untuk luka di bagian kepala dan atau
luka pada pasien pediatrik perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 113
C. MDRO MRSA atau Non MRSA dan DITEMUKAN pasien kontak
I. Komite PPI (segera setelah mendapat laporan investigasi dari
Tim PPI)
1. Laporkan Kejadian Transmisi MDRO di suatu ruang rawat kepada Direktur dan Bidang Pelayanan Medik beserta rekomendasi
langkah–langkah yang harus ditempuh untuk memutus rantai transmisi meliputi :
a. Tidak menerima pasien baru di ruang rawat tersebut untuk keperluan cleaning dan disinfecting, serta untuk melindungi
pasien baru dari infeksi dan atau kolonisasi MDRO karena ruang rawat dinyatakan dalam kondisi tidak aman
b. Pelaksanaan cleaning dan disinfecting ruang rawat secara intensif sesuai SPO Komite PPI, diikuti dengan kultur swab
lingkugan ruang rawat setelah proses cleaning dan disinfecting selesai dilakukan
c. Pemberlakuan kewaspadaan transmisi kontak
d. Untuk MDRO MRSA, dilakukan skrining karier MRSA (kultur swab hidung dan swab tenggorok) untuk pasien dengan
risiko kontak dan petugas kesehatan termasuk peserta didik dan tenaga outsourcing, serta keluarga terdekat petugas kesehatan
(suami/istri) di ruang rawat tersebut

2. Lakukan sosialisasi dan monitoring proses cleaning dan disinfecting ruang rawat sesuai SPO Komite PPI
3. Lakukan sosialisasi dan monitoring kewaspadaan transmisi kontak di ruang rawat
4. Bila MDRO adalah MRSA : lakukan tindak lanjut untuk petugas kesehatan dengan hasil skrining positif karier MRSA sesuai
dengan SPO Komite PPI tentang Skrining dan Eradikasi MRSA :
a. Informasikan kepada petugas kesehatan tersebut dan atasan langsungnya secara confidential untuk mendapatkan terapi
eradikasi dan libur kerja selama dilakukan terapi eradikasi
b. Laporkan kepada Direktur dan Bidang Pelayanan Medik apabila status ruang rawat sudah bebas dari MDRO terget
berdasarkan hasil kultur mikrobiologis
5. Laporkan kepada Direktur dan Bidang Pelayanan Medik apabila status rawat sudah bebas dari MDRO target berdasarkan hasil
kultur mikrobiologis

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 114
II. Bidang Pelayanan Medik (dalam 24 jam)
1. Lakukan rapat koordinasi dengan satuan kerja terdampak, Komite PPI, KPRA, KPRS, Bidang Penunjang Medik, dan Bidang
Keperawatan setelah mendapatkan laporan kejadian transmisi MRDO dari Komite PPI
2. Tentukan langkah–langkah yang ditempuh manajemen RSSA dan kebutuhan anggaran terkait kejadian transmisi MDRO
berdasarkan rekomendasi Komite PPI dalam rapat koordinasi tersebut
3. Tentukan alternatif alur pelayanan dan penempatan pasien
4. Kirim surat edaran terkait kejadian transmisi MDRO dan langkah–langkah yang ditempuh manajemen RSSA kepada pihak–
pihak yang berkepentingan yang ditentukan dalam rapat koordinasi tersebut
5. Lakukan rapat koordinasi dengan satuan kerja terdampak, Komite PPI, KPRA, KPRS, Bidang Penunjang Medik, dan Bidang
Keperawatan untuk mengevaluasi upaya penanggulangan MDRO yang telah dilakukan dan mengembalikan alur pelayanan
normal
6. Kirim surat edaran apabila ruang rawat dinyatakan aman untuk menerima pasien baru dan menjalankan pelayanan normal
setelah menerima laporan dari Komite PPI

III. Bidang Keperawatan


1. Lakukan koordinasi dengan satuan kerja terdampak :
a. Atur pola ketenagaan perawat selama proses pembersihan ruang rawat
b. Atur pola pelayanan dan penempatan pasien berdasarkan rapat koordinasi dengan Bidang Pelayanan Medik

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 115
IV. Instalasi Laundry dan Sterilisasi Sentral
1. Lakukan poin IV.A.III

V. Instalasi Farmasi
1. Lakukan poin IV.A.IV
VI. Instalasi Mikrobiologi Klinik
1. Bila MDRO adalah MRSA : lakukan kultur skrining MRSA (swab hidung dan swab tenggorok) pada seluruh pasien dan petugas
kesehatan serta keluarga dekat (suami/istri) di ruang rawat
2. Bila MDRO MRSA atau Non MRSA : lakukan skrining MDRO target pada lingkungan ruang rawat setelah proses pembersihan
selesai dilakukan (kultur swab lingkungan)
3. Informasikan hasil poin 1 dan poin 2 kepada Komite PPI segera setelah hasil ditandatangani DPJP SMF Mikrobiologi Klinik
untuk tindak lanjut segera
4. Laporkan rekapitulasi hasil poin 1 dan poin 2 kepada Direktur dan Bidang Penunjang Medik

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 116
BAB IV
DOKUMENTASI

Pencatatan penggunaan antimikroba di RSUD Dr Saiful Anwar Malang menggunakan lembar Rekam Pemberian Antimikroba yang
berada di rekam medis.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 117
BAB V
CARA PENGGUNAAN ANTIMIKROBA

5.1 Rekonstitusi dan Pelarutan Sediaan Injeksi Antimikroba

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 118
KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 119
KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 120
KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 121
KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 122
KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 123
Keterangan :
Cara pemberian sediaan injeksi (rute) :
IM : intramuscular
IV : intravena
IVFD : intravena fluid drip
Injeksi intravena dapat diberikan dengan berbagai cara, untuk jangka waktuyang pendek atau untuk waktu yang lama :
a. Injeksi bolus
Injeksi dengan volume kecil, biasanya diberikan dalamwaktu 3-5 menit kecuali ditentukan lain untuk obat-obatan tertentu.
b. Infus
Infus dapat diberikan secara singkat (intermittent) atau terus-menerus (continuous).
• Infus singkat (intermittent infusion)
Infus singkat diberikan selama 10 menit atau lebih lama. Waktu pemberiaan infus singkat sesungguhnya jarang lebih dari 6 jam
per dosis.
• Infus kontinu (continuous infusion)
Infus kontinu diberikan selama 24 jam. Volume infus dapat beragam mulai dari volume infus kecil diberikan secara subkutan
dengan pompa suntik (syringe pump), misalnya 1 ml per jam, hingga 3 liter atau lebih selama 24 jam, misalnya nutrisi parenteral.

Pustaka :
1. Trissel, LA. 2004. Handbook of Injectable Drugs. 13th Edition. Maryland : American Society of Health System Pharmacists
2. McEvoy GK. 2003. AHFS Drugs Information 2004. Bethesda : American Society of Health System Pharmacists
3. Depkes RI, 2009. Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatika. Jakarta : Ditjen Binfar dan Alkes

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 124
BAB VI
CATATAN KHUSUS

6.1 Kategori Keamanan Antimikroba Pada Kehamilan


Kategori A : pada studi terkontrol pada wanita gagal menunjukkan resiko pada janin pada trimester 1, dan tidak ada bukti resiko pada
trimester selanjutnya. Kemungkinan bahaya pada janin sedikit.
Kategori B : dari hasil studi reproduksi pada hewan tidak menunjukkan resiko pada janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada ibu
hamil; atau studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek samping (penurunan fertilitas) yang tidak terkonfirmasi pada
studi terkontrol pada trimester pertama wanita (dan tidak ada bukti pada resiko trimester selanjutnya).
Kategori C : studi pada hewan menampakkan adanya efek samping pada janin (embryogenic, teratogenic, atau lainnya), dan tidak ada
tudi terkontrol padawanita, atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat hanya diberikan jika potensial manfaat
lebih besar daripada resiko pada janin.
Kategori D : terjadi resiko pada janin, tetapi manfaat pemberian pada ibu hamil mungkin lebih diterima meskipun resikonya (misal,
obat dibutuhkan dalam situasi nenyelamatkan nyawa atau untuk penyakit yang serius dimana obat yang lebih aman tidak
dapat digunakan atau tidak efektif).
Kategori X : studi pada hewan atau manusia menunjukkan ketidaknormalan pada janin, ada bukti resiko pada janin berdasarkan
pengalaman, atau keduanya; dan resiko penggunaan obai ini pada wanita hamil jelas lebih banyak daripada manfaatnya.
Obat dikontraindikasikan pada wanita yang mungkin akan hamil.

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 127
6.2 Daftar Keamanan Obat Antimikroba Pada Kehamilan

Nama Antimikroba Kategori Kehamilan Nama Antimikroba Kategori Kehamilan Nama Antimikroba Kategori Kehamilan
Acyclovir B Ganciclovir C Streptomycin D
Amikacin D Gentamicin D Sulfadiazine B
Amoxicillin B Imipenem/cilastatin C Sulfisoxazole C
Amphotericin B B Isoniazid C Tetracycline D
Ampicillin B Itraconazole C Tigecycline D
Ampicillin/sulbactam B Ketoconazole C Tobramycin D
Azithromycin B Lamivudine C Trimethoprim C
Benzyl penisilin B Levofloksasin C TMP/SMX2 C
Cefazolin B Lopinavir/ritonavir C Vancomycin C
Cefixime B Meropenem B Zidovudine C
Ceftazidime B Metronidazole1 B
Ceftriaxone B Natamycin C
Cefuroxime B Nevirapin C
Chloramphenicol C Netilmycin D
Ciprofloxacin C Neomycin D
Clarithromycin B Norfloxacin C
Clavulanate B Ofloxacin C
Clindamycin B Oxacillin B
Colistin C Penicillin G B
Doxycycline D Piperacillin/tazobactam B
Doripenem C Polimiksin B B
Erythromycin B Ribavirin X
Ethambutol B Rimantadine C
Fluconazole C Ritonavire B
Foscarnet C Spiramycin B
Fosfomycin B Stavudine C

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 128
6.3 Penyesuaian Dosis Pada Gangguan Ginjal

Waktu paruh (jam) Dosis (fungsi ginjal Dosis berdasarkan CrCl (ml/min)
Antibiotik
Normal ESRD normal) >50 – 90 10-50 <10
Aminoglycoside Antibiotics: Traditional multiple daily doses—adjustment for renal disease
Amikacin 1.4 – 2.3 17–150 7.5 mg per kg/12 jam I 7.5 mg/kg/12 jam 7.5 mg/kg /24 jam 7.5 mg/kg /48 jam
atau15 mg per kg/hari

Tobramycin 2–3 20–60 1.7 mg per kg /8 jam 100% /8 jam 100% /12-24 jam 100% /48 jam
Netilmicin 2–3 35–72 2.0 mg per kg /8 jam 100% /8 jam 100% /12-24 jam 100% /48 jam
Streptomycin 2–3 30–80 15 mg per kg (max. Tiap 24 jam tiap 24–72 jam Tiap 72–96 jam
of 1.0 g) /24 jam.

GolonganKarbapenem
Meropenem 1 6–8 1.0 g / 8 jam 1.0 g /8 jam 1.0 g /12 jam 0.5 g /24 jam
GolonganSefalosporin
Cefazolin 1.9 40–70 1.0–2.0 g /8 jam /8 jam /12 jam /24–48 jam
Cefepime 2.2 18 2.0 g /8 jam (max. 2 g/8 jam 2 g/12–24 jam 1 g/24 jam
dosis)
Cefotaxime,Ceftizoxime 1.7 15–35 2.0 g/8 jam /8–12 jam /12–24 jam /24 jam

Ceftazidime 1.2 13–25 2 g/8 jam /8–12 jam /12–24 jam /24-48 jam
Cefuroxime sodium 1.2 17 0.75–1.5 g/8 jam /8 jam /8–12 jam /24 jam
GolonganFlorokuinolon
Ciprofloxacin 3 6 6–9 500–750 mg po(atau 100% 50–75% 50%
400 mg IV) /12 jam 400 mg IV /24 jam
Levofloxacin / D&I 6–8 76 750 mg /24 jam i.v, 750 mg /24 jam 20-49: 750 /48 jam <20: 750 mg/24 jam,
p.o kemudian 500 mg/48 jam

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 129
GolonganMakrolid

Clarithromycin 5–7 22 0.5–1.0 g/12 jam 100% 75% 50–75%


Erythromycin 1.4 5–6 250–500 mg/6 jam 100% 100% 50–75%
GolonganPenisilin
Amoxicillin 1 5–20 250–500 mg/8 jam /8 jam /8–12 jam /24 jam
250 mg–2 g/6 jam
Ampicillin 1 7–20 /6 jam /6–12 jam /12–24 jam
Amoxicillin/ 1.3 AM 1 500/125 mg/8 jam 500/125 mg/8 jam 250–500 mg AM 250–500 mg
Clavulanate 5–20 4 component / 12 jam AM component / 24 jam

Aztreonam 2 6–8 2 gm/8 jam 100% 50–75% 25%


Penicillin G 0.5 6–20 0.5–4 million U /4 jam 100% 75% 20–50%
GolonganTetrasiklin
Tetracycline 6–10 57–108 250–500 mg / 6 jam /8–12 jam /12–24 jam /24 jam
GolonganMiscelaneous
Colistin <6 ≥48 80–160 mg/8 jam 160 mg /8 jam 160 mg /24 jam 160 mg/36 jam
dosis sama untuk
CRRT
Daptomycin 9,4 30 4–6 mg per kg perhari 4–6 mg per CrCl<30, 4–6 mg per kg /48 jam
kg perhari
Linezolid 5,6 6,8 600 mg po/IV /12 jam 600 mg /12 jam 600 mg /12 jam 600 mg/12 jam
dosis sama untuk AD
CRRT
Metronidazole 6–14 7 21 7.5 mg per kg /6 jam 100% 100% 50%
dosis sama untuk
CRRT
Nitrofurantoin 0,5 1 50–100 mg 100% Hindarkan Hindarkan
Sulfamethoxazole(SMX) 10 20-50 1.0 g /8 jam /12 jam /18h Dosis sama /24 jam
untuk CAVH

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 130
Trimethoprim(TMP) 11 20-49 100–200 mg /12 jam /12 jam >30: /12 jam /24 jam
10-30: /18 jam
dosis sama untuk
CRRT
Trimethoprim-sulfamethoxazole-DS (Doses based on TMP component)
Terapi (berdasarkan pada Sebagai TMP Sebagai TMP 5–20 mg/kg/hari 5–20 mg/kg/hari 30–50: 5–7.5 mg/kg Tidak direkomendasikan,
TMP) Terbagi /6-12 jam terbagi/ 6-12jam /8 jam (dosis sama tetapi jika digunakan : 5–
untuk CRRT) 10–29: 10 mg/kg per dosis/24 jam
5–10 mg/kg /12jam
TMP-SMX Prophylaxis Sebagai TMP Sebagai TMP 1 tab po /24jam atau 100% 100% 100%
3x/minggu

Vancomycin1 6 200-250 1 g /12jam 1 g /12jam 1 g /24–96jam 1 g/4–7 hari


Anti tuberculosis
Ethambutol 4 7 15 15–25 mg per kg /24jam /24–36 jam /48 jam
/24jam dosis sama untuk
CRRT
Ethionamide 2.1 250–500 mg /12jam 100% 100% 50%
Isoniazid 0.7–4 8–17 5 mg per kg/hari 100% 100% dosis sama 100%
(max. 300 mg) untuk CRRT

Pyrazinamide 9 26 25 mg per kg /24jam 100% 100% dosis sama 12–25 mg per


(dosis max. 2.5 gm untuk CRRT Kg/24 jam
/24jam)

Rifampin 1.5-5 1.8–11 600 mg per hari 600 mg /24jam 300–600 mg /24 jam 300–600 mg
dosis sama untuk
CRRT /24jam
Anti Fungi
Amphotericin B 24jam-15hari unchanged Non-lipid: 0.4– /24jam /24jam dosis sama /24jam
& Lipid-based 1.0 mg/kg/hari untuk CRRT
ABLC: 5 mg/kg/hari
ampho LAB: 3–5 mg/kg/hari

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 131
Fluconazole 37 100 100–400 mg /24jam 100% 50% 50%
Itraconazole, po 21 25 100–200 mg /12jam 100% 100% dosis sama 50%
untuk CRRT
Itraconazole, IV 21 25 200 mg IV bid Jangan digunakan IV jika CrCl<30 oleh karena meyebabkan carrier:
cyclodextrin
Anti Viral
Acyclovir, IV 4-Feb 20 5–12.4 mg per kg /8 100% /8 jam 100% /12–24jam 50%/24 jam
jam
Adefovir 7.5 15 10 mg po/24 jam 10 mg /24 jam 10 mg /48–72jam3 10 mg/72 jam3
Amantadine 12 500 100 mg po bid /12 jam /24-48jam /7hari
Cidofovir: Complicated dosing—see package insert
Induction 2.5 Tidak diketahui 5 mg per kg 5 mg per kg Kontraindkasi pada pasien dengan CrCl ≤ 55
1x/minggu selama 1x/minggu ml/min.
2 minggu

Maintenance 2.5 Tidak diketahui 5 mg per kg /2 minggu 5 mg per kg /2 Kontraindkasi pada pasien dengan CrCl ≤ 55
minggu ml/min.
Entecavir 128–149 0.5 mg /24jam 0.5 mg /24jam 0.15–0.25 mg/24jam 0.05 mg/24 jam

Ganciclovir 3.6 30 Induction 5 mg per 5 mg per kg 1.25–2.5 mg per kg 1.25 mg per


Kg/12 IV 24 jam
/12jam kg 3 kali per minggu
Maintenance 5 mg 2.5–5.0 mg 0.6–1.25 mg per 0.625 mg per
per kg /24jam IV per kg /24 jam kg/24 jam kg 3 kali per minggu
1.0 g/ 8 jam p.o 0.5–1 g/ 8 jam 0.5–1.0 gm/24jam 0.5 gm 3 kali per minggu
Lamivudine5 5–7 15–35 300 mg p.o /24 jam 300 mg po/24 jam 50–150 mg /24h 25–50 mg /24jam
Stavudine, po5 1–1.4 5.5–8 30–40 mg/12 jam 100% 50% /12–24jam ≥60 kg: 20 mg per hari
<60 kg:15 mg per hari
Zidovudine5 1.1–1.4 1.4–3 300 mg /12 jam 300 mg /12jam 300 mg /12 jam dosis 100 mg/8 jam
sama untuk CRRT

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 132
6.4 Saat Pemberian Antibiotika
Nama Generik AC DC PC Nama Generik AC DC PC
Amoxicillin + - + Isoniazid 1 jam - 2 jam
Amoxicillin/ Clavulanic acid + + - Kanamycin sulfat + - +
Ampicillin 1 jam - 2 jam Levofloxacin + - +
Ampicillin / sulbactam + - + Lincomycin 1 jam - 2 jam
Azithromycin 1 jam - 2 jam Linezolid + - +
Cefadroxil + - + Metronidazole - + +
Cefixime - + - Moxifloxacin + - +
Cefuroxime - + - Ofloxacin + - +
Chloramphenicol 1 jam - 2 jam Phenoxymethylpenicillin 1 jam - 2 jam
Ciprofloxacin + - + Pyrazinamide - + -
Clarithromycin + - + Rifampicin 1 jam - 2 jam
Clindamycin + - + Roxythromycin + - -
Cotrimoxazole - + - Spiramicin - - +
Doxycycline - + - Thiamphenicol 1 jam - 2 jam
Erithromycin 1 jam - 2 jam
Ethambutol - + -

Keterangan :
AC : Ante Coenam (sebelum makan) DC : Durante Coenam (bersama makan) PC : Post Coenam (sesudah makan)

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 133
DAFTAR PUSTAKA

1. Michael S. Whiteley R, Marra CM. 2014. Infection of The Central Nervous System 4th Edition. Philadelphia : Wolfels Kluwer Health
2. Rakka SA, Sugianto P, Ritarwan K. 2011. Infeksi Pada Sistem Saraf Kelompok Studi Neuroinfeksi Persatuan Dokters Spesialis Saraf
Indonesia. Surabaya : Airlangga University Press
3. Samuel MA, Roper AH Samuel. 2010. Manual of Neurologis Therapeutics. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins Kluwer
4. Peterson. 1998. Oral and Maxillofacial Surgery 3rd Edition. Mosby
5. G. Dimitroulis. 1997. A synospis of Minor Oral Surgery. Wright
6. Goldsmith LA, Katz SI, et al. 2012. Ftzpatricks’s Dermatology in General Medicine 8th Edition. New York : The McGraw-Hill
Companies Inc
7. Bramono K, Suyoso S, et al. 2013. Dermatomikosis Superfisialis Edisi ke 2. Jakarta : Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia
8. Workowski KA, Bolan GA. 2015. Center for Disease Control and Prevention MMWR Recommendations and Reports : Sexually
Transmitted Disease Treatment Guidelines. Atlanta : The Center for Surveillance, Epidemiology, and Laboraty Services, Centers for
Disease Control and Prevention (CDC), U.S Department of Health and Human Services
9. Mc Graw-Hill. 2007. Lange Current Diagnosis and Treatment Obstetrics and Gynecology 10th Edition. A Lange Medical Book
10. Brigss GG, Freeman RK, Yaffe SJ. 2005. Drugs in Pregnancy and Lactation 7th Edition.Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins
11. Creasy RK, Resnik R, Lams JD, Lockwood CJ, Moore TR. 2009. Creasy & Resnik’s Maternal–Fetal Medicine 6th Edition vol I & 2.
Saunders Elsevier
12. Berek JS. 2007. Berek and Novak’s Gynecology. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins
13. Horsager R, Roberts S, Rogers V, Munos PS, Worley K, Hoffman B. 2014. Williams Obstetric 24th Edition : Study Guide. McGraw-Hill
Professional

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 134
14. NauroisJd, Novitzky-Basso I, Gill M. Management of febrile neutropenia: ESMO Clinical Practice Guidelines. Annal of Oncology 2010;
21:1-5
15. Lanzkowsky P. 2011. Manual of Pediatric Hematology and Oncology, 5 th Edition. USA : Elsevier
16. Smith R, Fary R. 2005. Neonatal pharmacopoe, 2nd revised edition. Royal women’s hospital. carlton Australia
17. Gomella. 2013. Neonatology Management, Procedures, On Call Problems, Diseases, and Drug. 7 th edition. McGraw-Hill.Lange, 2013
18. Buku Ajar RespirologiAnak, Edisipertama, penyunting, Nastiti N. Rahajoe, BambangSupriyatno, Darmawan Budi Seyanto.
IkatanDokterAnak Indonesia, BadanPenerbit IDAI, 2008
19. Buku Ajar NutrisiPediatrikdanPenyakitMetabolik, penyunting, DamayantiRusliSjarif, EndangDewi Lestari, Maria Mexitalia, Sri
SudaryatiNasar, IkatanDokterAnak Indonesia, BadanPenerbit IDAI, 2011
20. WHO UNICEF. 2002. Treatment of Diarrhea; Guideline for physician and other health worker
21. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi, penyunting Mohammad Juffrie, Sri SuparYatiSoenarto, HanifahOswari, SjamsulArief, Ina
Rosalina, Nenny Sri Mulyani, IkatanDokterAnak Indonesia, BadanPenerbit IDAI, 2010
22. Buku ajar NeurologiAnak, penyuntingTaslim S. Soetomenggolo, Sofyan Ismael, IkatanDokterAnak Indonesia, BadanPenerbit IDAI, 1999
23. Bradley JS, Nelson JD. 2014. Nelson’s Pediatric Antimicrobial Therapy, 20th Edition, Editors: American Academy of Pediatrics
24. Habib G, Lancellotti P, Antunes MJ, Bongiorni MG, Casalta JP, FD Zotti, et al. 2015.2015 ESC Guidelines for The Management of
Infective Endocarditis. Eur Heart J 2015; 36:3075-123.
25. Park MK. 2014. Pediatric Cardiology for Practitioner 6th Edition. Philadelphia: MosbyElsevier
26. Djer MM. 2014. Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Operasi (Kardiologi Intervensi). Jakarta:Sagung Seto
27. Putra ST, Ontoseno T, Djer MM, Sukardi R, penyunting. PediatricCardiology Update 2015. Surabaya
28. Gilbert Habib, Patrizio Lancelotti, Manuel Antunes, Maria Gracia Bongiorni, Jean Paul Casalta, Francesco de Zolti, et al. (2015). 2015
ESC Guidelines for the management of infective endocarditis. European Heart Journal, 2-54

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 135
29. Isman Firdaus, Ulfa Rahayu, Fauzi Yahya, Antonia Anna Lukito, Ario Soeryo, Oktavia Lilyasari, et al. (2016). Panduan Praktik Klinis
(PPK) dan Clinical Pathway (CP) Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular
Indonesia 2016.
30. Michael Gerber, Robert Baltimore, Charles Eaton, Michael Gewitz, Anne Rowley, Stanford Shulman, et al. (2009). Prevention of
Rheumatic Fever and Diagnosis and Treatment of Acute Streptococcal Pharyngitis. CirculationAHA Journal, 119:1541-1551.

31. Sanarto Santoso, Noorhamdani AS, Sumarno, Sri Winarsih, Dewi Santosaningsih, Dwi Yuni Nur Hidayati, Dewi Erikawati, et al. (2016).
Pola Kuman dan Antibiogram RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2016. Instalasi Mikrobiologi Klinik RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

KOMITE PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA (KPRA) RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG 136