Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PROGRAM KERJA POLIKLINIK KESEHATAN JIWA

RSU Dr.FERDINAND LUMBANTOBING SIBOLGA

PENDAHULUAN

Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan


untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat
kesehatan masyarakat yang optimal ,sebagai salah satu unsur
kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Untuk itu perlu ditingkatkan upaya
peningkatan mutu dan keselamatan pasien, guna memperluas dan
mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ,akses yang mudah,
serta biaya yang terjangkau.
Disamping itu, dengan terus meningkatnya taraf pendidikan dan
status social ekonomi mayarakat mempengaruhi pula system nilai dan
orientasi dalam masyarakat. Dan masyarakat saat ini mulai cenderung
menuntut pelayanan kesehatan yang lebih baik,lebih ramah dan lebih
bermutu,termasuk poliklinik kesehatan jiwa.
Agar upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan poliklinik
kesehatan jiwa dapat berjalan seperti yang diharapkan, maka perlu adanya
Laporan program peningkatan mutu pelayanan Kesehatan Poliklinik
Kesehatan Jiwa yang komprehensif dan berkesinambungan yang disusun
secara obyektif dan sistematik guna memantau dan mengevaluasi kualitas
pelayanan kesehatan. Dimensi peningkatan mutu yang antara lain adalah
keprofesian, efisiensi, keamanan pasien, kepuasan pasien, dan social
budaya, merupakan suatu kerangka kerja yang sangat berguna dalam
membantu tim untuk menjelaskan, dan menganalisa masalah-masalah
mereka serta untuk mengukur sejauh mana mereka dapat memenuhi
standart yang ditetapkan.
LAPORAN KEGIATAN POLIKLINIK
I. Penyusunan pedoman pengorganisasian 100 % terlampir
II. Penyusunan pedoman pelayanan 100 % terlampir
III. Penyusunan program kerja 100 % terlampir.
IV. Penyusunan sarana dan prasarana 100 % terlampir
V. Penetapan indicator mutu :
 Identifikasi pasien tercapai 100 %
 Waktu tunggu pasien ≤60 menit
 Kepatuhan Hand Hygiene Dokter 80 %
 Kepuasan Pasien 80%

PROFIL INDIKATOR MUTU

1. Identifikasi Pasien
Judul Identifikasi Pasien
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan.
Tujuan Mencegah salah tindakan dan pengobatan.
Defenisi Operasional Identifikasi pasien adalah suatu kegiatan yang
melibatkan pasien dalam hal pendataan serta
pengkajian pasien.
Frekuensi Pengumpulan Data 1 bulan
Periode Analisa 3 bulan
Numerator Jumlah kumulatif pasien rawat jalan yang
diidentifikasi.
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan yang
diidentifikasi.
Sumber Data Survey pasien rawat jalan.
Standar 100%
Penanggung Jawab Pengumpul Kepala instalasi rawat jalan/tim mutu.
Data
2. Waktu Tunggu Pasien Di Rawat Jalan
Judul Waktu tunggu pasien di rawat jalan
Dimensi Mutu Akses
Tujuan Tersedianya pelayanan rawat jalan
spesialistik pada hari kerja di setiap Rumah
Sakit yang mudah dan cepat diakses oleh
pasien.
Defenisi Operasional Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan
mulai status pasien sampai di poliklinik
hingga dilayani oleh dokter spesialis.
Frekuensi Pengumpulan Data 1 bulan
Periode Analisa 3 bulan
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu pasien rawat
jalan yang disurvey.
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan yang
disurvey.
Sumber Data Survey pasien rawat jalan.
Standar ≤60 menit
Penanggung Jawab Pengumpul Kepala instalasi rawat jalan/tim mutu.
Data

3. Kepatuhan Hand Hygiene


Judul Kepatuhan hand hygiene
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan
Tujuan Menghindari infeksi silang antara pasien
maupun petugas.
Defenisi Operasional Hand hygiene adalah suatu perilaku cuci
tangan yang mendasar untuk mencegah
infeksi silang.
Frekuensi Pengumpulan Data 1 bulan
Periode Analisa 3 bulan
Numerator Jumlah kumulatif kepatuhan hand hygiene
petugas sebelum dan sesudah kontak dengan
pasien.
Denominator Jumlah seluruh pasien yang dilayani oleh
petugas.
Sumber Data Survey kepatuhan hand hygiene
Standar ≤80%
Penanggung Jawab Pengumpul Kepala instalasi rawat jalan/tim mutu.
Data

4. Kepuasan Pasien Pada Rawat Jalan


Judul Kepuasan pasien pada rawat jalan
Dimensi Mutu Kenyamanan
Tujuan Terselenggaranya pelayanan rawat jalan yang
mampu memberikan kepuasan pasien.
Defenisi Operasional Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi
pasien terhadap pelayanan yang telah
diberikan.
Frekuensi Pengumpulan Data Setiap bulan
Periode Analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah kumulatif rerata penilaian kepuasan
pasien rawat jalan yang di survey.
Denominator Jumlah seluruh pasien rawat jalan yang di
survey.
Sumber Data Survey
Standar ≥80 %
Penanggung Jawab Pengumpul Kepala instalasi rawat jalan/Tim mutu
Data

Pembahasan dan Tindak Lanjut


Berdasarkan penilaian yang dilakukan Berikut hasil analisa mutu poliklinik
Kesehatan Jiwa
1. Identifikasi Pasien
Pencapaian yang sudah di capai untuk identifikasi pasien pada bulan
September sebesar 100 %
Tindak lanjut : Pencapaian dipertahankan.
2. Waktu tunggu pasien
Pencapaian yang sudah di dapat untuk Kepuasan Pasien pada bulan
September sebesar 45 menit.
Tindak Lanjut : Pencapaian dipertahankan.
3. Kepatuhan Hand Hygiene Dokter
Berdasarkan penilaian kepatuhan Hand Hygiene Dokter sudah
memenuhi target yaitu sebesar 80%
Tindak Lanjut : mengingatkan dokter melakukan cuci tangan dan
berkoordinasi dengan komite PPI
Kepatuhan dokter dalam melakukan kebersihan tangan dengan
metode enam langkah dan lima momen.
4. Kepuasan Pasien
Pencapaian yang sudah di dapat untuk Kepuasan Pasien pada bulan
September sebesar 76,79 %, capaian ini belum mencapai target yaitu
≥ 80%.
Tindak Lanjut : Meningkatkan mutu SDM staf.
VI. Pelaksanaan Program SKP dan IKP
Pelaksanaan Program SKP di poliklinik yaitu :
 Identifikasi pasien di poliklinik dilakukan dengan menanyakan
nama dan umur pasien.
 Peningkatan Komunikasi Efektif kepada pasien.
 Peningkatan keamanan obat (high-alert) dengan menanyakan
riwayat alergi obat pasien.
 Kepastian tepat lokasi penyuntikan, tepat prosedur sesuai SOP.
 Pengurangan infeksi dengan menggunakan APD
 Pengurangan resiko pasien jatuh dilakukan di poliklinik dengan
menggunakan bantuan Customer Service dalam penggunaan
kaki tiga, kursi roda, kaki empat, dll. Dalam hal ini, pasien
diberikan pita kuning di lengan kanan atas sebagai pasien
prioritas.
VII. Pelaksanaan Program K3RS
 Pemeriksaan Berkala 100%
 Pemilahan B3 (Bahan Berbahaya Beracun)
 Pemberian imunisasi.
 Melaksanakan program PPI
 Mengikuti pelatihan- pelatihan yang terkait dengan bidangnya.
VIII. Pelaksanaan Program PPI
 Melaksanakan cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan
pasien sesuai lima momen.
 Pemilahan tong sampah (infeksi dan non infeksius)
 Memakai APD saat melakukan tindakan.
PENUTUP

Demikian laporan program kerja poliklinik kesehatan jiwa Rumah Sakit


Umum Dr. F. L. Tobing Tahun 2017, disampaikan dengan harapan dapat
menjadi bahan pertimbangan dan perbaikan untuk meningkatkan mutu
pelayanan dan keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Dr. Ferdinand
Lumbantobing Sibolga.

Sibolga, Oktober 2017


Poliklinik Kesehatan Jiwa

(Lasmaria Simanjuntak)