Anda di halaman 1dari 2

ASUHAN dan TERAPI GIZI TERINTEGRASI

NO. DOKUMEN
NO. REVISI HALAMAN
RUMAH SAKIT UMUM 040/SPO-
JASEM SIDOARJO 0 1/1
GIZI/RSUJ/2018

Ditetapkan di Sidoarjo
STANDAR
Direktur,
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
11 November 2018
OPERASIONAL
Dr.H.M Dawam wahab

Asuhan dan terapi gizi terintegerasi adalah pelayanan gizi yang


dimulai dari proses asesmen gizi, diagnosa gizi, intervensi gizi

PENGERTIAN meliputi perencanaan, penyediaan makanan,


penyuluhan/edukasi, dan konseling gizi, serta monitoring dan
evaluasi gizi secara rutin untuk pasien dengan resiko nutrisi.
1. Memberikan pelayanan gizi kepada pasien dengan resiko nutrisi
agar memperoleh asupan makanan yang sesuai dengan kondisi
TUJUAN :
kesehatannya dalam upaya mempercepat proses penyembuhan,
mempertahankan dan meningkatkan status gizi.
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit No 019/SK-
KEBIJAKAN DIR/RSUJ/X/2018 Tentang Kebijakan Pelayanan dan Asuhan
Pasien
1. Ahli Gizi melakukan asesmen gizi pasien setelah dilakukan
skrining awal oleh perawat dalam waktu 1 x 24 jam setelah
pasien masuk ruang rawat inap.
2. Ahli Gizi melakukan proses asuhan gizi pada pasien yang
berisiko malnutrisi, sudah mengalami malnutrisi dan atau
dalam kondisi khusus (kelainan metabolik, geriatrik,
hemodialisis, anak, luka bakar, kanker dengan kemoterapi, dan
sebagainya) dengan format ADIME.
3. Ahli Gizi melakukan asesmen gizi awal pasien meliputi
identitas pasien, kondisi fisik dan klinis pasien, status gizi
pasien melalui pengukuran antropometri (BB, TB/PB, LiLA),
PROSEDUR riwayat makan pasien, dan hasil pemeriksaan biokimia yang
mendukung penyakit pasien.
4. Ahli Gizi menentukan diagnosa masalah gizi pasien dengan
menarik kesimpulan dari hasil asesmen awal.
5. Ahli Gizi berkolaborasi dengan dokter penanggung jawab
pelayanan (DPJP) atau dokter jaga menentukan intervensi yang
akan diberikan dalam bentuk jenis diet makanan pasien
6. Ahli Gizi menentukan kebutuhan gizi menggunakan rumus :
- Dewasa
BMR = 0.95 kkal x kg BBI x 24 jam
Energi = BMR x Faktor Aktifitas x Faktor Stres
ASUHAN dan TERAPI GIZI TERINTEGRASI

NO. DOKUMEN
NO. REVISI HALAMAN
RUMAH SAKIT UMUM
040/SPO-
JASEM SIDOARJO 0 1/1
GIZI/RSUJ/2018
Untuk pasien dengan kondisi koma, perhitungan energi
tidak memerlukan aktifitas
Protein = 15% dari kebutuhan energi
Lemak = 20% dari kebutuhan energi
Karbohidrat = 75% dari kebutuhan energi

- Anak
Perhitungan kebutuhan gizi anak ditentukan berdasarkan
usia dan jenis kelamin anak dalam AKG 2000
Energi = Koefisien faktor umur dan jenis kelamin x BBI
Protein = Koefisien faktor umur x BBI
Karbohidrat = 50% dari kebutuhan energi
Lemak cukup yaitu kebutuhan energi total dikurangi energi
yang berasal dari protein dan lemak

- Ibu Hamil dan Menyusui


Diberikan penambahan energi sebesar 300 kkal (ibu hamil)
dan 500 kkal (ibu menyusui)

- Pasien dengan Kondisi Penyakit Khusus


Pasien DM
Energi = 25 kkal/ kg BBI (perempuan) dan 30 kkal/BBI
(laki –
laki)
Pasien dengan diit Rendah Protein
Protein rendah = 0.6 gr/kg BBI
Cairan dibatasi = ± 500 ml
Pasien dengan diit TKTP
Energi = 40 kkal/kg BBI
Protein = 2 gr/kg BBI
Pasien dengan diit Jantung dan Hati
Protein cukup = 0.8 gr/kg BBI
7. Ahli Gizi melakukan konseling gizi bagi pasien rawat inap
dengan bantuan leaflet sesuai penyakit dan kebutuhan gizi
pasien.
8. Ahli Gizi melakukan monitoring dan evaluasi terhadap
pemberian terapi gizi yang telah diberikan.
Ahli Gizi mencatat perkembangan pasien pada formulir CPPT
dan formulir monitoring asupan makan pasien secara berkala.
1. Unit Rawat Inap
2. Unit Ruang Khusus
UNIT TERKAIT 3. Instalasi Gawat Darurat
4. Unit Rawat Jalan
5. Unit Gizi