Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEPERAWATAN INTRA OPERATIF

KANKER PAYUDARA (CA MAMMAE)

DI RUANG BEDAH SENTERAL RUMAH SAKIT DADI KELUARGA

Nama mahasiswa : Nadya Lisa Arum Ryanto

NIM : P1337420216013

Tanggal pengkajian : 7 Januari 2019

A. Pengkajian
1. Identitas pasien
Nama : Ny. S
Jenis kelamin : perempuan
Umur : 54 tahun
Agama : islam
Suku : jawa
Pendidikan : SD
Pekerjaan : pedagang
Alamat : Desa Kebutuhduwur 04/01 Pedagongan
Banjarnegara
No Rm : 00186001
Dx medis : invasive ductal carcinoma mammae sinistera grade
1 dengan KGB axilla
2. Identitas penanggung jawab
Nama : Ny. Y
Umur : 33 tahun
Agama : islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : buruh
Hubungan : anak kandung
Asal pasien : rawat jalan (POLI)

3. Riwayat kesehatan
a. Keluhan utama : pasien mengatakan payudara sebelah kiri terdapat
benjolan besar
b. Riwayat penyakit sekarang : pada tanggal 7 januari 2019 pasien
datang ke poli untuk berobat karena payudara sebelah kiri
membesar karena terdapat benjolan. Dokter menyarankan untuk
dioperasi pengangkatan payudara sebelah kiri karena terdapat
kanker grade 1.
c. Riwayat penyakit dahulu : pasien memiliki riwayat hepatitis
d. Riwayat penyakit keluarga : pasien mengatakan tidak ada yang
sakit seperti ini di keluarganya.
4. Pemeriksaan fisik
Head to toe
a. Kepala : tidah teraba masa, rambut beruban dan bersih, tidak ada
gangguan mata, konjungtiva tidak anemis.
b. Leher : tidak ada bendungan vena jugullaris, tidak ada
pembesaran kelenjar tirid
c. Dada : dada simetris, terdapat masa pada payudara kiri
d. Abdomen : simetris dan tidak teraba masa
e. Genetalia : tidak terpasang kateter, normal hanya menggunakan
pampers
f. Integument : elastisitas kulit baik, turgor kulit baik teraba sangat
dingin karena pajanan AC, kulit pucat
g. Ekstremitas : normal
h. Musculoskeletal : normal
i. Gastro intestinal : tidak ada keluhan
j. Perkemihan : tidak ada keluhan
5. Pemeriksaan penunjang
a. Laboratorium (patologi anatomi)
Hasil : invasive ductal carcinoma mammae sinistra grade 1
b. EKG
Hasil : sinus bradikardi, poor wave progression (V3), HR : 58 bpm,
P : 130 ms, PR : 180 ms, QRS : 78 ms, QTC/QTC : 418/412 ms,
P/QRS/T : 48/43/360, RV5/SV1 : 1.621/0.879 mV
6. Terapi
a. Midazolam 1 amp
b. Fentanyl 1 amp
c. Recofol 1 amp
d. Ondansentron 1 amp
e. Koflurance 25cc
f. Tramadol 1 amp
g. Infus RL 1500 ml
7. Intra operasi
a. Anestesi dimuai pukul 18.00 WIB
b. Pembedahan dimuai : 18.05 WIB s.d 18.45 WIB
c. Jenis anestesi : general anestesi
d. Posisi operasi : terlentang
e. Pemasangan alat-alat : terpasang ETT, terpasang infus, SPO2
100%, ventilator, O2
f. TTV : Suhu : 35,70C, nadi : 70x/menit, RR : 20x.menit, TD :
130/70mmHg, GCS : E4M6V5, keadaan umum : baik

Survey sekunder Keterangan


Kepala Normal
Leher Normal
Dada Normal
Abdomen Normal
Genetalia Normal
Integumen Normal
Ekstremitas Normal

g. Cairan masuk
Infus : 1500 cc
B. Analisa data intra operasi
1. DS : -
DO : suhu tubuh pasien 35,70C karena pemajanan AC ruang operasi,
pengaruh obat anestesi
Problem : hipotermi
Etiologi : lingkungan operasi bersuhu rendah
2. DS : -
DO : dilakukan proses pembedahan pada payudara kiri
Problem : kerusaan integritas kulit
Etiologi : prosedur bedah
3. DS : -
DO : pasien dilakukan pembedahan dengan menggunakan alat bedah
Problem : resiko infeksi
Etiologi : (prosedur bedah)
C. Diagnosa
1. Hipotermia berhubungan dengan lingkungan operasi bersuhu rendah
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan prosedur bedah
3. Resiko infeksi berhubungan dengan prosedur bedah
D. Intervensi
Diagnosa 1 : hipotermia berhubungan dengan lingkungan operasi bersuhu
rendah
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x45 menit, suhu
tubuh pasien kembali normal
Kriteria hasil :
NOC (0800) : Termoregulasi
1. Peningkatan suhu tubuh skala 5
2. Penurunan suhu tubuh ringan skala 5
3. Perubahan warna kulit skala 5
4. Tingkat pernapasan skala 5
5. Dehidrasi skala 5

NIC (3902) : Pengaturan suhu

1. Tingkatkan intake cairan adekuat


2. Beri selimut untuk penghangat
3. Monitor tanda-tanda vital termasuk suhu tubuh secara kontinu
4. Monitor suhu peningkatan atau penurunan suhu tubuh
5. Gunakan matras untuk alas dan penghangat
6. Atur suhu ruangan
E. Implementasi
Tanggal 7 Januari , pukul 18.00 WIB
1. Memantau TTV pasien intra operasi:
Suhu : 35,70C
Nadi : 70x/menit
TD : 133/70 mmHg
RR : 20x.menit
SPO2 : 100%
2. Memberikan cairan infus RL 1500 cc
3. Memberikan penutup tubuh pasien untuk menjaga termoregulasi
4. Memberikan perlak pengalas
5. Suhu ruangan diatur seimbang untuk menjaga suhu tubuh pasien
6. Memonitor suhu pasien
F. Evaluasi
S:-
O : TTV : TD : 130/70 mmHg, nadi : 70x/menit, suhu : 36 0C, RR :
20x/menit, kulit teraba dingin
A : masalah teratasi
Peningkatan suhu tubuh skala 5
Penurunan suhu tubuh ringan skala 5
Perubahan warna kulit skala 5
Tingkat pernapasan skala 5
Dehidrasi skala 5
P : pertahankan intervensi