Anda di halaman 1dari 5

36

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman Praktik Kerja Lapangan
(PKL) yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Praktik Kerja Lapangan menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam
bidang biologi, menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh
dalam perkuliahan, mampu menerapkan teori yang telah dipelajari
dengan kondisi nyata di lapangan, memperoleh pengalaman kerja secara
langsung, serta melatih kemandirian berpikir untuk memecahkan
masalah.
2. Toksistas minyak atsiri daun tembakau terhadap mortalitas ulat grayak
(Spodoptera litura) merupakan upaya pengendalian hama secara
teknologi. Minyak atsiri didapat melalui proses destilasi yang nantinya
akan diencerkan dengan etanol dan diaplikasikan pada ulat grayak
(Spodoptera litura).
3. Berdasarkan hasil penelitian, toksisitas minyak atsiri daun tembakau
tidak berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura).
4. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan minyak atsiri daun
tembakau tidak berpengaruh sehingga konsentrasi yang efektif untuk
mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura) belum diketahui. Maka dari
itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai toksisitas minyak atsiri
daun tembakau.

B. Saran
1. Diharapakan ke depannya pihak Balittas lebih menyediakan bahan-bahan
yang diperlukan dan memfasilitasi mahasiswa guna mempermudah
kegiatan selama Praktikum Kerja Lapang (PKL)
2. Perlu dilakukan teknik kombinasi dengan penambahan bahan lain
misalnya ekstrak nimba agar lebih toksik terhadap ulat Spodoptera litura.
37

3. Pelarut yang digunakan sebaiknya tidak berasal dari etanol. Hal ini
disebabkan dapat menurunkan persentase minyak atsiri yang diperoleh.
Sebaiknya digunakan pelarut berupa minyak jagung.
4. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai toksisitas minyak atsiri daun
tembakau
38

DAFTAR PUSTAKA

Aaak. 1993. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Yogyakarta: Kanisius

Abdullah, Ahmad& Soedarmanto. 1982. Budidaya Tembakau. Jakarta: CV


Yasaguna.

Adisarwanto, T& Wudianto, R. 1999. Meningkatkan Hasil Panen Kedelai di


Lahan Sawah-Kering-Pasang Surut. Jakarta: Penebar Swadaya

Arswendiyumna, R., Burhan, R. Y.P& Sudiarta, I. P. 2012. Efikasi Pestisida


Nabati Minyak Atsiri Tanaman Tropis terhadap Mortalitas Ulat Bulu
Gempinis. E-jurnal Agroekoteknologi Tropika ISSN:2301-6515, 1(1):1-11

Baehaki. 1993. Berbagai Hama Serangga Tanaman Padi. Bandung: Angkasa

Dimetry, N. Z. 2014. Diffrent Plant Families as Bioresourcefor Pesticide, p. 1-3.


In Dwijendra Singh (eds.), Advences in Plant Biopesticides. Springh
Publishing, India

Djojosumarto, P. 2008. Pestisida dan Aplikasinya.Jakarta: PT. Agromedia


Pustaka

Dubey, N. K., Bravastava. B.&Kumar, A. 2008. Current status of Plant Products


as Botanical Pesticides in Storage Pest Management. Jurnal of Biopesticides
1(2):182-186

Dubey, N. K. R. Shukla, A. Kumar, P. Singh& Prakash, B. 2010. Prospects of


Botanical Pesticides in Subtainable Agriculture.Current Science 4(25):479-
480

Harahap, I. S. 1994. Seri PHT: Hama Palawija. Jakarta: Penebar Swadaya

Hartati, S. Y. 2012. Prospek Pengembangan Minyak Atsiri Sebagai Pestisida


Nabati. Perspektif, 11(1):45-58

Herminanto, Wiharsi,& Sumarsono, T. 2004. Potensi Ekstrak Biji Srikaya


(Annona suamosa L.) untuk Mengendalikan Ulat Krop Kubis (Crocidolomia
pavonana). Jurnal Agrosains. 20 (6): 20-28

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II&III. Diterjemahkan oleh


Badan Litbang Kehutanan Jakarta. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.

Isman, M. B. 2000. Plant Essential Oil for Pest and Disease Management. Crop
Protection 19:603-608
39

Kalshoven, I. G. E. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT. Ichtiar Baru-


Van Hoeve

Kardinan, A. 2009. Penggunaan Pestisida Nabati sebagai Kearifan Lokal dalam


Pengendalian Hama Tanaman Menuju Sistem Pertanian Organik. Jurnal
Pengembangan Inovasi Pertanian,4(4): 262-278

Koul, O. S., Walia, S& G.S. Dhaliwal. 2008. Essential Oils as Green Pesticides:
Potential and Constrains. Biopesticides Int. 4(1):63-84

Marwan. 1990. Penelitian dan Teknologi Peningkatan Produksi Jagung Di


Inodnesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
67p

Marwoto & Suharsono. 2008. Strategi dan Komponen Teknologi Pengendalian


Ulat Grayak (Spodoptera litura Fabricius) pada Tanaman Kedelai. Jurnal
Litbang Pertanian, 27(4):131-136

Mitchen, A. R. &Reich, R. C. 1992. Barley Tobacco Field Manual. R.J. Reynolds


Tobacco Componay Winston-Salem. North Carolina

Nurnasari, E& Subiyakto. 2015. Chemical Compund of Essential Oils form Three
Different Area of Tobacco Leaves (Nicotiana tabaccum L.) in Indonesia.
Journal of Life Science and Biomedicine. 5 (6): 163-166

Osche, J. J., M.JSoule Jr., M.J Dijkman& C. Wehlburg. 1961. Tropical and
Subtropical Agriculture, Vol. 11The McMillan Co., New York

Pavela, R. 2014. Limitation of Plant Biopesticides, p.347-359. In D. Singh (ed.),


Advences in Plant Biopesticides.Springer Publishing, India.

Podlejski J, Olejniczak W. 1983. Methods and techniques in The Research of


Tobacco Flavour. Nahrung 27(5): 429-436.

Purseglove, J. W. 1968. Tropical Crops. Dicotiledone 2. Longmans, London and


Harlow. p. 538-55

Prabowo, H., Martono, E& Witjaksono. 2016. Activity LiquidSmoke of Tobacco


Stem Waste As an Insecticide On Spodoptera litura Fabricius Larvae.
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 20 (1): 22-27

Rukamana, R & Sugandi, U. 1997. Hama Tanaman dan Teknik Pengendalian.


Yogyakarta: Kanisius

Stojanovic G, Palic R, Alagic S, Zekovic Z. 2000.Chemical Composition and


Antimicrobial Activity of The Essential Oil and CO2 Extracts of Semi-
Oriental Tobacco, Otlja. Flavour and Fragrance Journal 15: 335-338.
40

Subiyakto. 1999. Hama Tembakau Deli dan Pengendaliannya. Balai Penelitian


Tembakau dan Tanaman Serat. Malang

Subiyakto. 2002. Pestisida Nabati: Pembuatan dan Pemanfaatan. Balai Penelitian


Tanaman Pemanis dan Serat. Malang

Sudaryanti T, Sugiharti E. 1990. Budidaya dan Penyulingan Nilam. Penebar


Swadaya. Jakarta

Sudarmo, S. 1998 Pengendalian Serangga Hama Kacang Hijau. Yogyakarta:


Kanisius