Anda di halaman 1dari 22

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR

SMK XXX
JLXXX, (KECAMATAN) (KOTA)
TELP. XXX FAX. XXX Kode Pos: XXX
EMAIL : XXX Website: XXX
__________________________________________________________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Nama Sekolah : SMKN


Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : 3.3 Menerapkan permohonan pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak (PKP)
4.3 Membuat Surat Permohonan Pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak (SPPKP)
Alokasi Waktu : 3 JP x 45 menit / 1 pertemuan

A. Kompetensi Inti
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
stanar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,


kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,


gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan lansgung.

Hal 1 dari 22
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.3 Menerapkan Permohonan 3.3.1 Menjelaskan definisi Pengusaha Kena
Nomor Pengukuhan Pengusaha Pajak (PKP) & Nomor Pokok Pengusaha
Kena Pajak (PKP) Kena Pajak (NPPKP)
3.3.2 Menjelaskan fungsi NPPKP dan syarat
permohonan pengukuhan PKP
3.3.3 Menjelaskan dokumen yang diperlukan
untuk permohonan pengukuhan PKP
3.3.4 Menjelaskan prosedur permohonan
pengukuan PKP

4.3 Membuat Surat Pengukuhan 4.3.1 Mengkomunikasikan pengertian dan


Pengusaha Kena Pajak fungsi PKP.
(SPPKP) 4.3.2 Melakukan permohonan pengukuhan
PKP

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui proses pemberian stimulus, diskusi,
tanya jawab, presentasi, penugasan, dan analisis, peserta didik dapat menjelaskan definisi dan
fungsi permohonan pengukuhan PKP bagi wajib pajak. Keterampilan yang diharapkan adalah
peserta didik dapat membuat surat permohonan pengukuhan PKP, sehingga peserta didik
dapat menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dokumen sumber dan dokumen pendukung yang berkaitan dengan prosedur pengukuhan PKP.

D. Materi Pembelajaran
1. Faktual
Permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan prosedur pengukuhan PKP yang
diterapkan oleh direktorat jenderal pajak.
2. Konseptual
Pengertian Pengusaha Kena Pajak
Pengusaha / bisnis / perusahaan yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak
(BKP) dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) yang dikenai Pajak Pertambahan
Nilai (PPN) berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) 1984 dan
perubahannya.
Pengertian Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP)
Nomor yang diberikan kepada pengusaha yang memenuhi syarat sebagai pengusaha
kena pajak.
Fungsi-fungsi Permohonan PKP adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui identitas pengusaha kena pajak yang sebenarnya.
2. Untuk melaksanakan hak dan kewajiban di pajak pertambahan nilai dan pajak
penjualan atas barang mewah.
3. Untuk pengawasan terhadap administrasi perpajakan.

Hal 2 dari 22
Syarat PermohonanPengukuhan PKP
Permohonan menjadi Pengusaha Kena Pajak tersebut diajukan ke KPP atau
KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal, tempat kedudukan, atau
tempat kegiatan usaha wajib pajak.
Dokumen Permohonan Pengukuhan PKP Yang Harus Disiapkan
Dokumen-dokumen yang harus diajukan ke KPP untuk memenuhi syarat pengajuan
PKP dan mendapat pengukuhan PKP meliputi :
1. Wajib Pajak Orang Pribadi
2. Wajib Pajak Badan
3. Wajib Pajak Badan Bentuk Kerja Sama Operasi (Joint Operation)
4. Dokumen-dokumen lain yang biasanya disertakan adalah:
Prosedur Pengukuhan PKP
Dengan melengkapi persyaratan permohonan pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak (PKP). Dan jika permohonan PKP disetujui maka pemohon akan menerima Surat
Keterangan sebagai Pengusaha Kena Pajak
3. Prosedural
Melakukan kegiatan yang dimulai dengan menganalisis prosedur dalam pengajuan
pengukuhan PKP.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Sciencetific Approach
2. Metode : Diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi, kerja kelompok

F. Media Pembelajaran
1. LCD
2. Laptop
3. Powerpoint
4. Video Pembelajaran
5. Buku Teks

G. Sumber Belajar
1. Abdul H., Icuk R.B., Amin D.2016. Perpajakan. Jakarta : Salemba Empat
2. Internet

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan I: 3 JP x 45 menit = 135 menit
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam 20 menit
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Mengaitkan sekilas materi prosedur permohonan PKP
dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran
Hal 3 dari 22
sebelumnya.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
 Membaca singkat buku perpajakan sebagai kegiatan literasi
Inti Mengamati 100 menit
Peseta didik mengamati Video Pembelajaran yang ditayangkan
oleh guru.

Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang definisi PKP,
fungsi dan syarat Permohonan PKP, serta dokumen pelengkap
dan prosedur Permohonan PKP.

Mencoba
Peserta didik mencoba mengisi formulir pengajuan
permohonan PKP tertulis secara individu.

Menalar
 Peserta didik mengidentifikasi masalah mengenai prosedur
permohonan PKP secara elektronik (e-registration) secara
mandiri.
 Peserta didik berdiskusi secara berpasangan dan saling
berbagi jawaban terkait dengan permasalahan yang
diberikan.
 Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan informasi
yang didapat mengenai prosedur permohonan PKP secara
elektronik dengan pasangannya.

Mengkomunikasikan
Peserta didik menyampaikan laporan tentang materi prosedur
permohonan PKP secara elektronik yang telah dipelajari dari
buku atau internet dan mempresentasikannya dalam bentuk
tulisan dan lisan.
Penutup  Peserta didik menyimpulkan materi Permohonan PKP yang 15 menit
telah dipelajari hari ini.
 Guru memberikan tes lisan untuk mengecek pemahaman
peserta didik.
 Peserta didik mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan
portofolio.
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
hari ini dirumah.
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
depan.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup

Hal 4 dari 22
dengan doa

Pertemuan I: 3 JP x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam 20 menit
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Mengaitkan sekilas materi prosedur permohonan PKP
dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran
sebelumnya.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
 Membaca singkat buku perpajakan sebagai kegiatan literasi
Inti ULANGAN HARIAN 100 menit
Penutup  Peserta didik menyimpulkan materi Permohonan PKP yang 15 menit
telah dipelajari hari ini.
 Guru memberikan tes lisan untuk mengecek pemahaman
peserta didik.
 Peserta didik mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan
portofolio.
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
hari ini dirumah.
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
depan.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa

I. Penilaian Proses dan Hasil belajar


1. Teknik Penilaian
a. Pengamatan / non tes (Lampiran 3)
b. Tes tertulis
2. Jenis Penilaian
a. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis dan penugasan
b. Penilaian Keterampilan : Kinerja
3. Pembelajaran remidial dan pengayaan

Hal 5 dari 22
Surabaya, Agustus 2018
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
SMK _____________

(____________________) (Qory Eka Retta Sari)


NIP._________________ NIP. _________________

Hal 6 dari 22
Lampiran 1: Bahan Ajar

Pengertian Pengusaha Kena Pajak


PKP atau Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha / bisnis / perusahaan yang melakukan
penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) yang dikenai
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN)
1984 dan perubahannya.

Fungsi-fungsi Permohonan PKP adalah sebagai berikut :


1. Untuk mengetahui identitas pengusaha kena pajak yang sebenarnya.
2. Untuk melaksanakan hak dan kewajiban di pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas
barang mewah.
3. Untuk pengawasan terhadap administrasi perpajakan.

Syarat PermohonanPengukuhan PKP


Untuk mendapat pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak,
seorang pengusaha / bisnis / perusahaan harus memenuhi syarat:
1. Memiliki pendapatan bruto (omzet) dalam 1 tahun buku mencapai Rp 4,8 miliar. Tidak
termasuk pengusaha / bisnis / perusahaan dengan pendapatan bruto kurang dari Rp 4,8 miliar,
kecuali pengusaha tersebut memilih dikukuhkan jadi Pengusaha Kena Pajak.
2. Melewati proses survey yang dilakukan KPP atau KP2KP tempat pendaftaran
3. Melengkapi dokumen dan syarat pengajuan PKP atau pengukuhan PKP.
Permohonan menjadi Pengusaha Kena Pajak tersebut diajukan ke KPP atau KP2KP yang
wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal, tempat kedudukan, atau tempat kegiatan usaha wajib
pajak.

Dokumen Permohonan Pengukuhan PKP Yang Harus Disiapkan


Berikut ini dokumen-dokumen yang harus diajukan ke KPP untuk memenuhi syarat
pengajuan PKP dan mendapat pengukuhan PKP:
1. Wajib Pajak Orang Pribadi
o Fotokopi KTP bagi WNI
o Fotokopi Paspor, Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS)/ Kartu Izin Tinggal
Tetap (KITAP) bagi WNA
o Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi berwenang
o Surat keterangan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang dilakukan dan tempat atau
lokasi kegiatan usaha dilakukan dari pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya
Lurah atau Kepala Desa.
2. Wajib Pajak Badan
o Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian atau perubahan bagi Wajib Pajak
Badan dalam negeri atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi Bentuk
Usaha Tetap (BUT), yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
o Fotokopi Kartu NPWP salah satu pengurus atau fotokopi paspor dalam hal penanggung
jawab adalah warga negara asing dan surat keterangan tempat tinggal dari pejabat
pemerintah daerah sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa jika penanggung jawab
perusahaan adalah WNA.
o Dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi berwenang.
Hal 7 dari 22
o Surat keterangan tempat kegiatan usaha yang diterbitkan dari Pejabat Pemerintah Daerah
sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa.
3. Wajib Pajak Badan Bentuk Kerja Sama Operasi (Joint Operation)
o Fotokopi Perjanjian Kerjasama / Akta Pendirian sebagai bentuk kerja sama operasi (Joint
Operation) yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
o Fotokopi kartu NPWP masing-masing anggota bentuk kerja sama operasi (joint
operation) yang diwajibkan untuk memiliki NPWP.
o Fotokopi kartu NPWP orang pribadi salah satu pengurus perusahaan anggota bentuk kerja
sama operasi (joint operation) atau fotokopi paspor dalam hal penanggung jawab adalah
WNA.
o Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi berwenang.
o Surat Keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-
kurangnya Lurah atau Kepala Desa bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri maupun Wajib
Pajak Badan asing.
Dokumen-dokumen lain yang biasanya disertakan adalah:
o Bukti sewa / kepemilikan tempat usaha
o Foto ruangan / tempat usaha
o Peta lokasi
o Spesimen penanda tangan faktur (form disediakan KPP) & fotokopi penanda tangan
faktur
o Daftar harta / invetaris kantor
o Laporan keuangan (neraca laba / rugi)
o SPT Tahunan terakhir

Prosedur Pengukuhan PKP


1. Melengkapi persyaratan permohonan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP).
2. Setelah semua syarat terpenuhi, maka formulir pendaftaran PKP yang telah ditandatangi oleh
wajib pajak atau kuasanya yang sah diserahkan ke Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah
kerjanya sesuai dengan tempat tinggal pemilik usaha dan tempat kegiatan usahanya.
3. Petugas akan melakukan melakukan penelitian administrasi apakah pemohon sudah
dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak pada tata usaha kantor pelayan pajak.
4. Setelah Bukti Penerimaan Surat (BPS) permohonan ditandatangani oleh petugas dan
kemudian diserahkan kepada pemohon, maka dalam jangka waktu 5 hari kerja, petugas pajak
akan datang ke tempat kegiatan usaha Anda untuk melakukan verifikasi lapangan. Verifikasi
lapangan bertujuan untuk mengecek kebenaran usaha dan alamat Wajib Pajak. Biasanya
petugas pajak akan melakukan wawancara dan peminjaman dokumen.
5. Jika tidak ada masalah terkait dengan tempat usaha Anda, maka petugas akan mencetak
konsep Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) untuk ditandatangani oleh kepala
seksi pelayanan setelah merekam data permohonan dan kewajiban perpajakan wajib pajak
pada aplikasi pendaftaran wajib pajak.
6. Jika permohonan PKP disetujui maka pemohon akan menerima Surat Keterangan sebagai
Pengusaha Kena Pajak

Hal 8 dari 22
Lampiran 2 : Media Pembelajaran

Video Pembelajaran
Source : Direktorat Jenderal Pajak – Youtube (4. Permohonan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
(PKP))

Video pembelajaran ini memuat materi sesuai KD 3.3 secara berurutan sesuai dengan
indikatornya. Dalam video tersebut menayangkan penjelasan lengkap tentang permohonan
pengukuhan PKP. Mulai dari definisi PKP dan fungsi PKP yang ditayangkan secara audiovisual
dan menayangkan contoh Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP). Lalu menayangkan
syarat PKP dan dokumen pelengkap permohonan PKP dengan penjelasan berupa teks dan audio
serta diiringi melodi yang menarik perhatian peserta didik. Sedangkan pada saat penjelasan
prosedur permohonan pengukuhan PKP secara konvensional menayangkan adegan seorang
pengusaha meubel yang sedang mengisi formulir permohonan pengukuhan PKP dan kemudian
datang ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mengajukan permohonan pengukuhan PKP. Selanjutnya
pegawai Pelayanan Pajak mengecek kelengkapan dokumen administratif permohonan pengukuhan
PKP dan apakah pemohon sudah dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak. Kemudian petugas
akan mencetakkan konsep SPPKP yang akan ditandatangani oleh Kepala Seksi Pelayanan. Dan
kemudian petugas memberikan SPPKP kepada pemohon tersebut sesuai SOP tata cara
penyampaian dokumen KPP. Diakhir video diberitahukan untuk menghubungi KPP terdekat atau
Kring 500200 untuk untuk informasi lebih lanjut.

Power Point

Hal 9 dari 22
Hal 10 dari 22
Hal 11 dari 22
Lampiran 3 : Penilaian Pengetahuan

TES TERTULIS
Nama Sekolah : SMK
Kelas / Semester : XI / 1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Administrasi Perpajakan
Penilaian : Post test
No Bentuk
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Soal Soal
1. Menerapkan 1. Pengertian Menjelaskan definisi 1 Uraian
permohonan pengukuhan SKP
pengukuhan Pengusaha
Pengusaha Kena Kena Pajak Menjelaskan fungsi 2 Uraian
Pajak (PKP) (PKP) PKP
2. Fungsi
pengukuhan Menjelaskan syarat 3 Uraian
Pengusaha PKP
Kena Pajak
(PKP)
2. Membuat surat 3. Syarat Menjelaskan 4 Uraian
permohonan nomor pengukuhan dokumen pelengkap
pengukuhan Pengusaha PKP
pengusaha kena Kena Pajak
pajak (NPPKP) (PKP)
4. Dokumen
pelengkap Menjelaskan 5 Uraian
pengukuhan prosedur
Pengusaha permohonan
Kena Pajak pengukuhan PKP
(PKP)
5. Prosedur
permohonan
pengukuhan
Pengusaha
Kena Pajak
(PKP)

Hal 12 dari 22
SOAL URAIAN

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XI / 1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Post Test

No. Soal Jawaban Skor


1 Jelaskan menurut anda apa PKP atau Pengusaha Kena Pajak adalah 25
itu SKP ? pengusaha / bisnis / perusahaan yang melakukan
penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau
penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) yang dikenai
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berdasarkan
Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU
PPN) 1984 dan perubahannya
2 Apa saja fungsi PKP? 1. Untuk mengetahui identitas pengusaha kena 25
pajak yang sebenarnya.
2. Untuk melaksanakan hak dan kewajiban di
pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan
atas barang mewah.
3. Untuk pengawasan terhadap administrasi
perpajakan.
3 Apa saja syarat permohonan Untuk mendapat pengukuhan Pengusaha
pengukuhan PKP? Kena Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak,
seorang pengusaha / bisnis / perusahaan harus
memenuhi syarat:
1. Memiliki pendapatan bruto (omzet) dalam 1
tahun buku mencapai Rp 4,8 miliar. Tidak
termasuk pengusaha / bisnis / perusahaan
dengan pendapatan bruto kurang dari Rp 4,8
miliar, kecuali pengusaha tersebut memilih
dikukuhkan jadi Pengusaha Kena Pajak.
2. Melewati proses survey yang dilakukan KPP
atau KP2KP tempat pendaftaran
3. Melengkapi dokumen dan syarat pengajuan
PKP atau pengukuhan PKP.
Permohonan menjadi Pengusaha Kena
Pajak tersebut diajukan ke KPP atau KP2KP
yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal,
tempat kedudukan, atau tempat kegiatan usaha
wajib pajak.
3 Apa saja dokumen o Fotokopi KTP bagi WNI 25
pelengkap pengukuhan o Fotokopi Paspor, Fotokopi Kartu Izin
Hal 13 dari 22
Pengusaha Kena Pajak Tinggal Terbatas (KITAS)/ Kartu Izin
(PKP) untuk orang pribadi ? Tinggal Tetap (KITAP) bagi WNA
o Dokumen izin kegiatan usaha yang
diterbitkan oleh instansi berwenang
o Surat keterangan kegiatan usaha atau
pekerjaan bebas yang dilakukan dan tempat
atau lokasi kegiatan usaha dilakukan dari
pejabat Pemerintah Daerah sekurang-
kurangnya Lurah atau Kepala Desa.
4 Jelaskan prosedur 1. Melengkapi persyaratan permohonan 25
pengukuhan Pengusaha pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP).
Kena Pajak (PKP) untuk 2. Setelah semua syarat terpenuhi, maka
formulir pendaftaran PKP yang telah
orang pribadi ?
ditandatangi oleh wajib pajak atau kuasanya
yang sah diserahkan ke Kantor Pelayanan
Pajak yang wilayah kerjanya sesuai dengan
tempat tinggal pemilik usaha dan tempat
kegiatan usahanya.
3. Petugas akan melakukan melakukan
penelitian administrasi apakah pemohon
sudah dikukuhkan sebagai pengusaha kena
pajak pada tata usaha kantor pelayan pajak.
4. Setelah Bukti Penerimaan Surat (BPS)
permohonan ditandatangani oleh petugas
dan kemudian diserahkan kepada pemohon,
maka dalam jangka waktu 5 hari kerja,
petugas pajak akan datang ke tempat
kegiatan usaha Anda untuk melakukan
verifikasi lapangan. Verifikasi lapangan
bertujuan untuk mengecek kebenaran usaha
dan alamat Wajib Pajak. Biasanya petugas
pajak akan melakukan wawancara dan
peminjaman dokumen.
5. Jika tidak ada masalah terkait dengan tempat
usaha Anda, maka petugas akan mencetak
konsep Surat Pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak (SPPKP) untuk ditandatangani oleh
kepala seksi pelayanan setelah merekam
data permohonan dan kewajiban perpajakan
wajib pajak pada aplikasi pendaftaran wajib
pajak.
6. Jika permohonan PKP disetujui maka
pemohon akan menerima Surat Keterangan
sebagai Pengusaha Kena Pajak

Hal 14 dari 22
PEDOMAN PENSKORAN

Skor Penilaian
 Skor maksimal jika siswa mampu menjawab dengan benar (sesuai dengan konsep)
 Skor setengah dari skor maksimal jika siswa mampu menjawab namun tidak sesuai dengan
konsep
 Skor 0 jika siswa tidak menjawab

Nilai = skor perolehan/skor maksimal x 100

Hal 15 dari 22
Lembar Penilaian Keterampilan

KISI-KISI PENILAIAN KINERJA

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XI / 1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kompetensi Dasar : 4.3. Membuat surat permohonan nomor
pengukuhan pengusaha kena pajak (NPPKP)

No Kompetensi Dasar Materi Indikator Penilaian


1 Prosedur permohonan 1. Definisi PKP 1. Dapat menjelaskan
pengukuhan PKP 2. Fungsi PKP tempat dan jangka
3. Syarat PKP waktu pelaporan
4. Dokumen usaha.
Pelengkap 2. Mampu menentukan
PKP perusahaan yang Hasil
5. Permohonan kena pajak
Pengukuhan 3. Mampu menjelaskan
PKP prosedur
Permohonan
Pengukuhan PKP

Hal 16 dari 22
RUBRIK PENSKORAN PRODUK

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XI/1

Tahun Pelajaran : 2018/2019


Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Nama Peserta Didik :
Kelas :

Petunjuk: Berilah tanda (√) pada kolom skor

Skor
No Komponen/Sub Komponen
1 2 3 4 5
1 Teknis (Skor Maksimal 10)
Kesesuaian prosedur Permohonan
Pengukuhan PKP yang disajikan dengan
ketentuan Dirjen pajak
Kesesuaian ilustrasi yang disajikan dengan
ketentuan Dirjen pajak
2 Estetis (Skor Maksimal 4)
Kerapian
Keterbacaaan
3 Waktu (Skor Maksimal 4)
Ketepatan waktu kerja

Penilaian produk
Teknis Estetis Waktu Total
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot 50 25 25 100
Total

Keterangan:
- Bobot total wajib : 100
- Cara penghitungan
Nilai total = ∑ (skor perolehan/skor maksimal x bobot)

Hal 17 dari 22
Lembar Penilaian Non Tes

FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (KELOMPOK)

Nama kelompok :
1.....................................
2.....................................
3.....................................
4.....................................
5.....................................

Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok (komunikasi)
3 Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
4 Pembagian Job
5 Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah Nilai Kelompok

Format Lembar Penilaian Diskusi (Individu Peserta Didik)


Nama Siswa :.........................................
Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
5. Jiwa kepemimpinan
6. Bermain peran
Jumlah Nilai Individu

Lembar Keaktifan Dalam Diskusi


Nilai Nilai
No Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Bertanya (cara)
2. Menjawab pertanyaan
3. Kesesuaian dengan topik kajian
4. Cara menyampaikan pendapat
5. Antusiasme mengikuti pembelajaran

Hal 18 dari 22
Kriteria Penilaian
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80 – 100 Memuaskan 4
70 – 79 Baik 3
60 – 69 Cukup 2
45 – 59 Kurang cukup 1

Hal 19 dari 22
Lembar Pembelajaran Remidial dan Pengayaan

PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak

1. Program Remedial
1.1. Sasaran Remedial : Siswa yang memperoleh nilai kurang dari 75
1.2. Bentuk Remedial : Tes Remedial
1.3. Jenis Remedial : Individu
1.4. Kompetensi Dasar/Materi Pokok : NPWP
1.5. Proses Remedial : Peserta didik diberi kesempatan untuk
mengerjakan kembali soal yang telah disesuaikan
dengan kompetensi peserta didik.
2. Program Pengayaan
2.1.Sasaran Pengayaan : Siswa yang memperoleh nilai diatas 75
2.2.Bentuk Pengayaan : Belajar mandiri dengan pemberian tugas
membuat soal mengenai materi
2.3.Jenis Pengayaan : Individu

Hal 20 dari 22
PELAKSANAAN REMEDIAL PENGAYAAN

Mata Pelajaran : Administrasi Pajak


Kompetensi Dasar/Materi Pokok : NPPKP
Kelas/Semester : XI/1
Tanggal :

PERBAIKAN
Nilai
Nama Tanggal Hasil Bentuk
Nomor Sebelum Keterangan
Siswa Remedial Remedial Remedial
Remedial

Dst…

PENGAYAAN
Nilai
Nama Tanggal Hasil Bentuk
Nomor Sebelum Keterangan
Siswa Pengayaan Pengayaan Pengayaan
Pengayaan

Dst…

Hal 21 dari 22
SOAL REMIDIAL
1. Peserta didik diminta untuk membuat rangkuman mengenai materi Permohonan Pengukuhan
PKP yang meliputi definisi, fungsi, syarat, dokumen pelengkap dan prosedur Permohonan
Pengukuhan PKP dalam waktu satu minggu!

SOAL PENGAYAAN
No Soal Pembahasan
1 Zahra seorang pemimpin perusahaan. Pada tahun Pelaporan usaha dilakukan
pertama bulan ke 5 perusahaan zahra memiliki pada saat perusahaan telah
penghasilan melebihi jumlah PTKP sedangkan memiliki penghasilan yang
dibulan sebelumnya belum. Lalu pada tahun melebihi PTKP, jadi dalam
berikutnya perusahaan zahra berpindah kota. kasus perusahaan zahra
Analisislah bagaimana perlakuan NPPKP untuk perusahaan baru melaporkan
perusahaan zahra! ke KPP daerah perusahaan
beroperasi pada bulan ke 5
karena pada bulan tersebut
perusahaan baru mendapatkan
penghasilan yang melebihi
PTKP. Sedangkan apabila di
tahun berikutnya zahra
melakukan perpindahan
tempat usaha maka NPPKP
dari KPP daerah lama akan
dicabut dan digantikan oleh
NPPKP baru dari KPP daerah
perusahaan zahra beroperasi
sekarang.

Hal 22 dari 22