Anda di halaman 1dari 27

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR

SMK XXX
JLXXX, (KECAMATAN) (KOTA)
TELP. XXX FAX. XXX Kode Pos: XXX
EMAIL : XXX Website: XXX
__________________________________________________________________________
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Nama Sekolah : SMKN


Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : 3.3 Memahami bentuk-bentuk surat pemberitahuan (SPT),
surat setoran pajak (SSP), surat ketetapan pajak (SKP), surat
ketetapan pajak kurang bayar (SKPKB), surat ketetapan
pajak kurang bayar tambahan (SKPKBT), surat ketetapan
pajak lebih bayar (SKPLB) dan surat ketetapan pajak nihil
(SKPN)
4.4 Mengelompokkan bentuk-bentuk surat pemberitahuan
(SPT), surat setoran pajak (SSP), surat ketetapan pajak
(SKP), surat ketetapan pajak kurang bayar (SKPKB), surat
ketetapan pajak kurang bayar tambahan (SKPKBT), surat
ketetapan pajak lebih bayar (SKPLB) dan surat ketetapan
pajak nihil (SKPN)
Alokasi Waktu : 6 JP x 45 menit / 2 pertemuan

A. Kompetensi Inti
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
stanar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,


kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Hal 1 dari 27
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan lansgung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4 Memahami bentuk-bentuk 3.4.1 Menjelaskan definisi dan fungsi surat
surat pemberitahuan (SPT), pajak.
surat setoran pajak (SSP), 3.4.2 Mengidentifikasi jenis-jenis surat pajak.
surat ketetapan pajak (SKP), 3.4.3 Menjelaskan definisi, fungsi dan alasan
surat ketetapan pajak kurang SKPKB, SKPKBT, SKPLB dan SKPN.
bayar (SKPKB), surat
ketetapan pajak kurang bayar
tambahan (SKPKBT), surat
ketetapan pajak lebih bayar
(SKPLB) dan surat ketetapan
pajak nihil (SKPN)

4.1 Mengelompokkan bentuk- 4.3.1 Menentukan jenis-jenis surat dalam


bentuk surat pemberitahuan pajak.
(SPT), surat setoran pajak 4.3.2 Mampu mengisi surat pajak sesuai
(SSP), surat ketetapan pajak dengan prosedur.
(SKP), surat ketetapan pajak
kurang bayar (SKPKB), surat
ketetapan pajak kurang bayar
tambahan (SKPKBT), surat
ketetapan pajak lebih bayar
(SKPLB) dan surat ketetapan
pajak nihil (SKPN)

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui proses pemberian stimulus, diskusi, tanya
jawab, presentasi, penugasan, dan analisis, peserta didik dapat menjelaskan pengertian, fungsi
dan bentuk surat-surat dalam pajak seperti SPT, SSP, SKP, SKPKB, SKPKBT, SKPLB dan
SKPN. Keterampilan yang diharapkan adalah peserta didik dapat mengelompokkan surat-
surat pajak sesuai dengan fungsinya dan kebutuhan, sehingga peserta didik dapat menalar,
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dokumen sumber
dan dokumen pendukung yang berkaitan dengan surat pajak.

Hal 2 dari 27
D. Materi Pembelajaran
1. Faktual
Permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan surat-surat pajak yang dikeluarkan oleh
direktorat jenderal pajak.
2. Konseptual
Surat Pemberitahuan (SPT)
Surat Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan
untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan
peraturan perundang-undangan perpajakan. Ada dua jenis SPT anatara lain SPT Masa dan
SPT Tahunan.
Surat Tagihan Pajak (STP)
Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi
administrasi berupa denda, dan atau bunga.
Surat Setoran Pajak (SSP)
Surat setoran pajak merupakan bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah
dilakukan oleh Wajib Pajak dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan
cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.
Surat Ketetapan Pajak (SKP)
Surat ketetapan pajak ini sebagai suatu ketetapan tertulis, yangn menimbulkan hak
dan kewajiban, memuat besarnya utang pajak pada tahun tertentu bagi wajib pajak yang
nama dan alamatnya tercantum dalam surat ketetapan pajak
Berikut ini beberapa macam Surat Ketetapan Pajak:
a) Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
b) Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT)
c) Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)
d) Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN)

3. Prosedural
Melakukan kegiatan yang dimulai dengan menganalisis surat pajak yang dilanjutkan
dengan mengelompokkan surat pajak.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Sciencetific Approach
2. Metode : Diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi, kerja kelompok

F. Media Pembelajaran
1. LCD
2. Laptop
3. Powerpoint
4. Video Pembelajaran
5. Buku Teks

G. Sumber Belajar
1. Abdul H., Icuk R.B., Amin D.2016. Perpajakan. Jakarta : Salemba Empat
2. Internet
Hal 3 dari 27
H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan I: 3 JP x 45 menit = 135 menit
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam 20 menit
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Mengaitkan sekilas materi surat-surat pajak dengan
pengalaman peserta didik atau pembelajaran sebelumnya.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
 Membaca singkat buku perpajakan sebagai kegiatan literasi
Inti Mengamati 100 menit
Peseta didik mengamati Video Pembelajaran yang ditayangkan
oleh guru.

Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang definisi, fungsi
dan jenis-jenis surat-surat pajak yang meliputi SPT, STP, SSP
dan SKP.

Mencoba
Peserta didik mencoba mengisi formulir surat-surat pajak
tertulis secara individu.

Menalar
 Peserta didik mengidentifikasi jenis-jenis surat-surat pajak
yang meliputi SPT, STP, SSP dan SKP secara mandiri.
 Peserta didik berdiskusi secara berpasangan dan saling
berbagi jawaban terkait dengan permasalahan yang
diberikan.
 Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan informasi
yang didapat mengenai surat-surat pajak dengan
pasangannya.

Mengkomunikasikan
Peserta didik menyampaikan laporan tentang materi surat-surat
pajak yang telah dipelajari dari buku atau internet dan
mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
Penutup  Peserta didik menyimpulkan materi surat-surat pajak yang 15 menit
telah dipelajari hari ini.
 Guru memberikan tes lisan untuk mengecek pemahaman

Hal 4 dari 27
peserta didik.
 Peserta didik mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan
portofolio.
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
hari ini dirumah.
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
depan.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa

Pertemuan I: 3 JP x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam 20 menit
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Mengaitkan sekilas materi surat-surat pajak dengan
pengalaman peserta didik atau pembelajaran sebelumnya.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
 Membaca singkat buku perpajakan sebagai kegiatan literasi
Inti Mengamati 100 menit
Peseta didik mengamati Video Pembelajaran yang ditayangkan
oleh guru.

Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang definisi, fungsi
dan jenis-jenis surat-surat pajak yang meliputi SKPKB,
SKPKBT, SKPLB dan SKPN.

Mencoba
Peserta didik mencoba mengisi formulir surat-surat pajak
tertulis secara individu.

Menalar
 Peserta didik mengidentifikasi jenis-jenis surat-surat pajak
yang meliputi SKPKB, SKPKBT, SKPLB dan SKPN secara
mandiri.
 Peserta didik berdiskusi secara berpasangan dan saling
berbagi jawaban terkait dengan permasalahan yang
diberikan.
 Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan informasi
yang didapat mengenai surat-surat pajak dengan
Hal 5 dari 27
pasangannya.

Mengkomunikasikan
Peserta didik menyampaikan laporan tentang materi surat-surat
pajak yang telah dipelajari dari buku atau internet dan
mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
Penutup  Peserta didik menyimpulkan materi surat-surat pajak yang 15 menit
telah dipelajari hari ini.
 Guru memberikan tes lisan untuk mengecek pemahaman
peserta didik.
 Peserta didik mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan
portofolio.
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
hari ini dirumah.
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
depan.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa

I. Penilaian Proses dan Hasil belajar


1. Teknik Penilaian
a. Pengamatan / non tes (Lampiran 3)
b. Tes tertulis
2. Jenis Penilaian
a. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis dan penugasan
b. Penilaian Keterampilan : Kinerja
3. Pembelajaran remidial dan pengayaan

Surabaya, Agustus 2018


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
SMK _____________

(____________________) (Qory Eka Retta Sari)


NIP._________________ NIP. _________________

Hal 6 dari 27
Lampiran 1: Bahan Ajar

Surat Pemberitahuan (SPT)


a. Pengertian
Surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan
pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan. Ada dua jenis SPT anatara lain :
1. SPT Masa dan
2. SPT Tahunan.
b. Fungsi SPT
Secara umum kedua SPT tersebut memiliki dua fungsi utama, yaitu:
1. Fungsi umum yakni sebagai sarana bagi Wajib Pajak PPh untuk melaporkan dan
mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak terutang yang sebenarnya termasuk
perhitungan atas pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan
atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 tahun pajak atau bagian
tahun pajak; penghasilan yang merupakan obyek pajak dan atau bukan obyek pajak, dan
harta dan kewajiban.
2. Fungsi khusus yaitu khusus bagi WP Pribadi, SPT merupakan sarana untuk melaporkan
dan mempertanggungjawabkan perhitungan pajak terutang berikut pembayaran dan
pelunasannya dalam satu masa pajak maupun tahun pajak tertentu, dan khusus bagi WP
Badan, SPT berfungsi sebagai sarana melaporkan, mempertanggungjawabkan,
pengkreditan, pembayaran, pelunasan pajak yang telah dilaksanakan terkait PPn, PPnBM
dalam satu masa pajak atau tahun pajak tertentu
c. Prosedur Penyampaian SPT
1. setiap WP bisa mengambil sendiri SPT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau KP4.
2. SPT harus diisi secara benar, jelas, lengkap, dan harus ditandatangani oleh Wajib pajak.
Dalam hal SPT diisi dan ditandatangani oleh orang lain bukan WP, harus dilampiri surat
kuasa khusus.
3. SPT disampaikan secara langsung atau melalui Pos secara tercatat ke KPP/Kapenpa
setempat.
4. Kekurangan pajak yang terutang atas PPh Pasal 29 harus dilunasi selambat-lambatnya
tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir, sebelum SPT Tahunan
disampaikan.
5. SPT Tahunan disampaikan satu tahun sekali, paling lambat akhir bulan Maret tahun
berikutnya. Bila SPT tahunan telah diserahkan, namun ternyata ada kesalahan yang perlu
dibetulkan, maka WP dapat membetulkan sendiri SPT tahunan tersebut dengan catatan :
a) Pertama, pembetulan dapat dilakukan sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan
dalam jangka waktu dua tahun sesudah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa
Pajak, Bagian Tahun Pajak, dan Tahun Pajak: menyampaikan pernyataan secara
tertulis; melunasi pajak yang kurang dibayar; ditambah dengan sanksi administrasi
berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas jumlah pajak yang kurang
dibayar, dihitung sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai dengan tanggal
pembayaran karena pembetulan SPT.
b) Kedua, pembetulan dapat dilakukan sesudah dilakukan tindakan pemeriksaan.
c) Ketiga, pembetulan dapat dilakukan sepanjang belum dilakukan tindakan.

Hal 7 dari 27
Penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak,
mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut, melunasi kekurangan pembayaran
jumlah pajak yang sebenarnya terutang, ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda
sebesar dua kali jumlah pajak yang kurang dibayar.
Pembetulan juga dapat dilakukan sesudah jangka waktu pembetulan SPT berakhir asalkan:
1. Belum diterbitkan Surat Ketetapan Pajak dan mengungkapkan dalam laporan tersendiri
tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan, yang mengakibatkan
pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar; atau rugi berdasarkan ketentuan
perpajakan menjadi lebih kecil; atau jumlah harta menjadi lebih besar; atau jumlah modal
menjadi lebih besar.
2. Melunasi kekurangan pajak yang kurang dibayar.
3. Ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen)
dari pajak yang kurang dibayar.
Apabila belum dapat menyampaikan SPT tahunan pada waktu yang ditentukan maka dapat
mengajukan permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT.
Syarat-syarat permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan :
1. Permohonan tersebut harus diajukan secara tertulis sebelum batas waktu penyampaian
SPT Tahunan berakhir.
2. Memberikan pernyataan tertulis tentang besarnya pajak yang harus dibayar berdasarkan
penghitungan sementara.
3. Telah melunasi kekurangan penyetoran pajak yang terutang.
Bila tidak ada permohonan perpanjangan waktu, maka dianggap tidak menyampaikan SPT
dan SPT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu yang
ditentukan, dikenakan sanksi administrasi berupa denda.

Surat Tagihan Pajak (STP)


1. Pengertian
Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi
administrasi berupa denda, dan atau bunga. Sanksi administrasi yang ditagih dengan STP
antara lain denda administrasi Rp. 50.000,00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat
menyampaikan SPT Masa, denda administrasi Rp. 100.000,00 bagi Wajib Pajak yang tidak
atau terlambat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan, denda 2% dari Dasar Pengenaan
Pajak bagi Pengusaha yang tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP, PKP
yang tidak membuat atau tidak lengkap mengisi Faktur Pajak, bunga, bagi Wajib Pajak
membetulkan sendiri SPT Tahunan sehingga mengakibatkan kurarng bayar, bunga, bagi
Wajib Pajak yang terlambat atau tidak membayar pajak yang sudah jatuh tempo
pembayarannya
2. Fungsi Surat Tagihan Pajak
 sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak,
 sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga dan atau denda; dan
 sebagai sarana untuk menagih pajak.
3. Alasan diterbitkannya STP
Surat Tagihan Pajak diterbitkan dengan beberapa sebab diantaranya:
a. karena pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar;

Hal 8 dari 27
b. karena berdasarkan penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran akibat salah tulis dan
atau salah hitung,
c. karena Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga,
d. karena Pengusaha yang dikenakan pajak tidak melapor untuk dikukuhkan sebagai
pengusaha kena pajak (PKP),
e. karena Pengusaha yang tidak/bukan PKP membuat Faktur Pajak, atau
f. karena PKP tidak membuat faktur pajak atau membuat faktur pajak tapi tidak tepat waktu
atau tidak mengisi faktur pajak dengan lengkap.

Surat Setoran Pajak (SSP)


1. Pengertian
Surat setoran pajak merupakan bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah
dilakukan oleh Wajib Pajak dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara
lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.
2. Tempat pembayaran atau penyetoran pajak antara lain :
1. Kantor Pos.
2. Bank Badan Usaha Milik Negara.
3. Bank Badan Usaha Milik Daerah.
4. Tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan
Contoh : Bank Swasta tertentu (Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI).
Bank tempat pembayaran pajak disebut juga dengan nama Bank Persepsi
3. Formulir SSP
Formulir SSP dibuat dalam rangkap 4 (empat), dengan peruntukan sebagai berikut:
lembar ke-1 : untuk arsip Wajib Pajak;
lembar ke-2 : untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN);
lembar ke-3 : untuk dilaporkan oleh Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak;
lembar ke-4 : untuk arsip Kantor Penerima Pembayaran.
Apabila diperlukan dibuat rangkap 5 (lima) dengan ketentuan lembar ke-5 :
lembar ke-5 : untuk arsip Wajib Pungut (Bendahara Pemerintah/BUMN) atau pihak lain.
Pengisian Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran dalam formulir SSP dilakukan
berdasarkan Tabel Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran.
Wajib Pajak dapat mengadakan sendiri formulir SSP dengan bentuk dan isi sesuai dengan
formulir SSP. Wajib Pajak dapat meminta formulir SSP secara gratis ke Kantor Pelayanan
Pajak.
Satu formulir SSP hanya dapat digunakan untuk pembayaran satu jenis pajak dan untuk
satu Masa Pajak atau satu Tahun Pajak/surat ketetapan pajak/Surat Tagihan Pajak dengan
menggunakan satu Kode Akun Pajak dan satu Kode Jenis Setoran, kecuali Wajib Pajak
dengan kriteria tertentu sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan.
Pasal 3 ayat (3a) huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan
Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, dapat membayar Pajak Penghasilan Pasal 25 untuk
beberapa Masa Pajak dalam satu SSP.

Hal 9 dari 27
Surat Ketetapan Pajak (SKP)
Surat ketetapan pajak ini sebagai suatu ketetapan tertulis, yangn menimbulkan hak dan
kewajiban, memuat besarnya utang pajak pada tahun tertentu bagi wajib pajak yang nama dan
alamatnya tercantum dalam surat ketetapan pajak
Berikut ini beberapa macam Surat Ketetapan Pajak:
a) Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
b) Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT)
c) Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)
d) Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN)

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)


1. Pengertian
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat ketetapan pajak yang menentukan
besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok
pajak, besarnya sanksi administrasi, dan jumlah yang masih harus dibayar.
2. Fungsi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
 Sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang
 Sebagai alat atau sarana untuk mengenakan sanksi
 Sebagai alat atau sarana untuk menagih pajak
3. Alasan penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
a. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang terutang tidak
atau kurang dibayar.
b. Apabila Surat Pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktunya dan setelah
ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan didalam
surat teguran. (SKPKB diterbitkan secara jabatan)
c. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan mengenai Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah ternyata tidak seharusnya dikompensasikan selisih lebih
pajak atau tidak seharusnya dikenakan tarif 0%
d. Apabila kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 (tentang kewajiban
pembukuan) dan Pasal 29 (tentang kewajiban dalam pemeriksaan) tidak dipenuhi,
sehingga tidak dapat diketahui besarnya pajak yang terutang. (SKPKB diterbitkan secara
jabatan)
4. Sanksi Administrasi untuk SKPKB
Apabila SKPKB diterbitkan berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain, pajak
yang terutang tidak atau kurang dibayar, maka jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam
SKPKB ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% sebulan untuk selama-
lamanya 24 bulan, dihitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, Bagian
Tahun Pajak atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya SKPKB.
Apabila SKPKB diterbitkan, maka jumlah pajak dalam SKPKB ditambah dengan
sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar:
a. 50% dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar dalam satu Tahun Pajak.
b. 100% dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dipotong, tidak atau kurang
dipungut, tidak atau kurang disetorkan, dan dipotong atau dipungut tetapi tidak atau
kurang disetorkan.

Hal 10 dari 27
c. 100% dari Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang
Mewah yang tidak atau kurang dibayar

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT)


1. Pengertian
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat ketetapan pajak yang
menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan.
2. Fungsi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT)
 Sebagai alat untuk mengoreksi ketetapan pajak sebelumnya
 Sebagai alat atau sarana untuk menagih pajak
 Sebagai alat atau sarana untuk mengenakan sanksi
3. Alasan penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT)
1. Apabila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum terungkap yang
mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang terutang.
2. Masih ditemukan lagi data yang semula belum terungkap pada saat diterbitkannya Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, dan atau data baru yang diketahui kemudian
oleh Direktur Jenderal Pajak

Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)


1. Pengertian
Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB), Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah
surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah
kredit pajak lebih besar dari pada pajak yang terutang atau tidak seharusnya terutang.
2. Fungsi Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)
Sebagai sarana atau alat untuk mengembalikan kelebihan pembayaran pajak yang telah
dilakukan oleh Wajib Pajak
3. Alasan penerbitan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)
a. Untuk Pajak Penghasilan, jumlah kredit pajak lebih besar dari jumlah pajak yang
terutang, atau telah dilakukan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang.
b. Untuk Pajak Pertambahan Nilai, jumlah kredit pajak lebih besar dari jumlah pajak atau
telah dilakukan pembayaran pajak yang tidak seharusnya terutang. Apabila terdapat pajak
terutang yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai, maka yang dimaksud
dengan jumlah Pajak Yang terutang adalah jumlah Pajak Keluaran setelah dikurangi pajak
yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai tersebut.
c. Untuk Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, jumlah pajak yang dibayar lebih besar dari
jumlah pajak yang terutang atau telah dilakukan pembayaran pajak yang tidak seharusnya
terutang.

Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN)


Surat Ketetapan Pajak Nihil adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pokok
pajak sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit
pajak.

Perhitungan dan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak


1. Kelebihan pembayaran pajak adalah:
Hal 11 dari 27
a) Pajak yang lebih dibayar sebagaimana tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Lebih
Bayar apabila jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar dari pada
jumlah pajak yang terutang atau telah dilakukan pembayaran pajak yang tidak seharusnya
terutang.
b) Pajak yang lebih dibayar sebagaimana tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Lebih
Bayar yang diterbitkan atas permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak
selain permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari wajib pajak tertentu
c) Pajak yang lebih dibayar sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Pengembalian
Pendahuluan Kelebihan Pajak
d) Pajak yang lebih dibayar karena diterbitkan Keputusan Keberatan atau Putusan Banding.
e) Pajak yang lebih dibayar karena diterbitkan Keputusan Pengurangan atau Penghapusan
Sanksi Administrasi, sebagai akibat diterbitkan Keputusan Keberatan atau Putusan
Banding yang menerima sebagianatauseluruh permohonan Wajib Pajak.
2. Kelebihan pembayaran pajak harus diperhitungkan terlebih dahulu dengan utang pajak, baik
di pusat maupun cabang-cabangnya.
3. Atas dasar persetujuan Wajib Pajak yang berhak atas kelebihan pembayaran pajak, kelebihan
tersebut dapat diperhitungkan dengan pajak yang akan terutang atau dengan utang pajak atas
nama Wajib Pajak lain.
4. Kelebihan pembayaran pajak yang masih tersisa, dikembalikan dalam jangka waktu 1 bulan
sejak:
a) Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran diterima.
b) Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar diterbitkan
c) Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajakditerbitkan
d) Keputusan Keberatan diterbitkan atau Putusan Banding diterima
e) Keputusan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi diterbitkan.
5. Pengembalian kelebihan pembayaran pajak dilakukan dengan menerbitkan Surat Perintah
Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP).
6. Jika permohonan PKP disetujui maka pemohon akan menerima Surat Keterangan sebagai
Pengusaha Kena Pajak

Hal 12 dari 27
Lampiran 2 : Media Pembelajaran

Power Point

Hal 13 dari 27
Hal 14 dari 27
Hal 15 dari 27
Hal 16 dari 27
Lampiran 3 : Penilaian Pengetahuan

Hal 17 dari 27
TES TERTULIS

Nama Sekolah : SMKN 1 Surabaya


Kelas / Semester : XI / 1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Paket Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Administrasi Perpajakan
Penilaian : Post test

No Bentuk
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Soal Soal
1. Memahami bentuk- 1. Pengertian Menjelaskan SPT 1 Uraian
bentuk surat dan fungsi Menjelaskan SSP 2 Uraian
pemberitahuan surat Menjelaskan SKP 3 Uraian
(SPT), surat setoran pemberitahuan
pajak (SSP), surat (SPT)
ketetapan pajak 2. Pengertian
(SKP), surat dan fungsi
ketetapan pajak surat setoran
kurang bayar pajak (SSP)
(SKPKB), surat 3. Jenis-jenis
ketetapan pajak surat
kurang bayar ketetapan
tambahan pajak (SKP)
(SKPKBT), surat 4. Pengertian,
ketetapan pajak lebih fungsi, dan
bayar (SKPLB) dan alasan
surat ketetapan pajak penerbitan
nihil (SKPN) surat
2. Mengelompokkan ketetapan Menjelaskan 4 Uraian
bentuk-bentuk surat pajak kurang sanksi penerbitan
pemberitahuan bayar SKPKB
(SPT), surat setoran (SKPKB) Menjelaskan 5 Uraian
pajak (SSP), surat 5. Sanksi SKPKBT
ketetapan pajak adminitrasi Menjelaskan 6 Uraian
(SKP), surat penerbitan SKPLB
ketetapan pajak SKPKB
kurang bayar 6. Pengertian,
(SKPKB), surat fungsi, dan
ketetapan pajak alasan
kurang bayar penerbitan
tambahan surat
(SKPKBT), surat ketetapan
ketetapan pajak lebih pajak kurang
bayar (SKPLB) dan bayar
Hal 18 dari 27
surat ketetapan pajak tambahan
nihil (SKPN) (SKPKBT)
7. Pengertian,
fungsi, dan
alasan
penerbitan
surat
ketetapan
pajak lebih
bayar
(SKPLB)

Hal 19 dari 27
SOAL URAIAN

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XI / 1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Post Test

No. Soal Jawaban Skor


1 Jelaskan fungsi SPT secara Fungsi SPT secara umum yakni sebagai 15
umum? sarana bagi Wajib Pajak PPh untuk melaporkan
dan mempertanggungjawabkan perhitungan
jumlah pajak terutang yang sebenarnya termasuk
perhitungan atas pembayaran atau pelunasan
pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan atau
melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain
dalam 1 tahun pajak atau bagian tahun pajak;
penghasilan yang merupakan obyek pajak dan
atau bukan obyek pajak, dan harta dan
kewajiban.
2 Dalam formulir SSP ada Formulir SSP dibuat dalam rangkap 4 (empat), 20
berapa rangkap jelaskan! dengan peruntukan sebagai berikut :
 lembar ke-1 : untuk arsip Wajib Pajak;
 lembar ke-2 : untuk Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN);
 lembar ke-3 : untuk dilaporkan oleh Wajib
Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak
 lembar ke-4 : untuk arsip Kantor Penerima
Pembayaran.
Apabila diperlukan di SSP dibuat rangkap 5
(lima) dengan ketentuan lembar ke-5 :
 lembar ke-5 adalah untuk arsip Wajib
Pungut (Bendahara Pemerintah/BUMN) atau
pihak lain.
3 Apa yang dimaksud surat Surat Ketetapan Pajak adalah surat 15
ketetapan pajak ? ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Kurang
Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil.
4 Jelaskan sanksi administrasi Apabila SKPKB diterbitkan, maka jumlah pajak 20

Hal 20 dari 27
yang dikenakan apabila dalam SKPKB ditambah dengan sanksi
SKPKB telah diterbitkan! administrasi berupa kenaikan sebesar:
1. 50% dari Pajak Penghasilan yang tidak
atau kurang dibayar dalam satu Tahun
Pajak.
2. 100% dari Pajak Penghasilan yang tidak
atau kurang dipotong, tidak atau kurang
dipungut, tidak atau kurang disetorkan,
dan dipotong atau dipungut tetapi tidak
atau kurang disetorkan.
3. 100% dari Pajak Pertambahan Nilai
Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan
Atas Barang Mewah yang tidak atau
kurang dibayar

5 Jelaskan alasan penerbitan Alasan penerbitan Surat Ketetapan Pajak 15


surat ketetapan pajak kurang Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT)
bayar tambahan!
1. Apabila ditemukan data baru dan atau data
yang semula belum terungkap yang
mengakibatkan penambahan jumlah pajak
yang terutang.
2. Masih ditemukan lagi data yang semula
belum terungkap pada saat diterbitkannya
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
Tambahan, dan atau data baru yang
diketahui kemudian oleh Direktur Jenderal
Pajak
6 Apa yang kamu ketahui Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar 15
mengenai SKPLB? adalah surat ketetapan pajak yang menentukan
jumlah kelebihan pembayaran pajak karena
jumlah kredit pajak lebih besar dari pada pajak
yang terutang atau tidak seharusnya terutang.
Fungsi Surat Ketetapan Pajak Lebih
Bayar (SKPLB) Sebagai sarana atau alat untuk
mengembalikan kelebihan pembayaran pajak
Hal 21 dari 27
yang telah dilakukan oleh Wajib Pajak

PEDOMAN PENSKORAN

Skor Penilaian
 Skor maksimal jika siswa mampu menjawab dengan benar (sesuai dengan konsep)
 Skor setengah dari skor maksimal jika siswa mampu menjawab namun tidak sesuai dengan
konsep
 Skor 0 jika siswa tidak menjawab

Nilai = skor perolehan/skor maksimal x 100

Hal 22 dari 27
Lampiran 3. Penilaian Keterampilan

KISI-KISI PENILAIAN KINERJA

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XI / 1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kompetensi Dasar : 4.4. Mengelompokkan bentuk-bentuk surat
pajak

No Kompetensi Dasar Materi Indikator Penilaian


Mengidentifikasi dan Surat-surat pajak 1. Mampu
1 mengelompokkan mengelompokkan Hasil
surat-surat pajak. surat-surat pajak.

Hal 23 dari 27
RUBRIK PENSKORAN PRODUK

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Nama Peserta Didik :
Kelas :

Petunjuk: Berilah tanda (√) pada kolom skor

Skor
No Komponen/Sub Komponen
1 2 3 4 5
1 Teknis (Skor Maksimal 10)
Kesesuaian contoh surat pajak yang
disajikan dengan surat pajak yang
dikeluarkan oleh Dirjen pajak
Kesesuaian penjelasan dari surat pajak yang
disajikan dengan ketentuan Dirjen pajak
2 Estetis (Skor Maksimal 4)
Kerapian
Keterbacaaan
3 Waktu (Skor Maksimal 4)
Ketepatan waktu kerja

Penilaian produk
Teknis Estetis Waktu Total
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot 50 25 25 100
Total

Keterangan:
- Bobot total wajib : 100
- Cara penghitungan
Nilai total = ∑ (skor perolehan/skor maksimal x bobot)

Hal 24 dari 27
Lampiran 4. Pembelajaran Remidial dan Pengayaan

PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak

1. Program Remedial
1.1. Sasaran Remedial : Siswa yang memperoleh nilai kurang dari 75
1.2. Bentuk Remedial : Tes Remedial
1.3. Jenis Remedial : Individu
1.4. Kompetensi Dasar/Materi Pokok : Surat-Surat Pajak
1.5. Proses Remedial : Peserta didik diberi kesempatan untuk
mengerjakan kembali soal yang telah disesuaikan
dengan kompetensi peserta didik.
2. Program Pengayaan
2.1.Sasaran Pengayaan : Siswa yang memperoleh nilai diatas 75
2.2.Bentuk Pengayaan : Belajar mandiri dengan pemberian tugas
membuat soal mengenai materi
2.3.Jenis Pengayaan : Individu

Hal 25 dari 27
PELAKSANAAN REMEDIAL PENGAYAAN

Mata Pelajaran : Administrasi Pajak


Kompetensi Dasar/Materi Pokok : Surat-surat pajak
Kelas/Semester : XI/1
Tanggal :

REMEDIAL
Nilai
Nama Tanggal Hasil Bentuk
Nomor Sebelum Keterangan
Siswa Remedial Remedial Remedial
Remedial

Dst…

PENGAYAAN
Nilai
Nama Tanggal Hasil Bentuk
Nomor Sebelum Keterangan
Siswa Pengayaan Pengayaan Pengayaan
Pengayaan

Dst…

Hal 26 dari 27
SOAL REMIDIAL
1. Buatlah rangkuman mengenai materi surat pajak, serta carilah contoh surat pajak lalu
identifikasi termasuk kedalam jenis surat pajak yang mana. Waktu pengerjaan satu minggu!

SOAL PENGAYAAN
1. Buatlah minimal 3 soal dan jawaban mengenai materi surat pajak, serta harus ada satu contoh
soal yang membahas penerapan surat pajak secara nyata. Waktu pengerjaan satu minggu!

Hal 27 dari 27