Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL BOOK RIVIEW

( Terhadap Dua Buku Mengenai Klimatologi )

OLEH :

FIRMAN PARMONANGAN NAINGGOLAN

NIM : 3183131028
KELAS B – REGULER 2018

DOSENPENGAMPU : Riki Rahmad, S.Pd, M.Sc.

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan pada TUHAN YANG MAHA ESA, dimana atas berkat dan
karunianya saya diberi kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas laporan hasil
critical jurnal review ini pada waktu yang telah ditentukan. Kepada dosen pengampu IBU
Nindya Ayu Pristanti,S.pd, M.Pd., saya ucapkan terima kasih juga karena memberi saya
kesempatan untuk menyusun tugas laporan hasil critical jurnal review. Dalam penyusunan
tugas laporan critical jurnal review ini saya sebagai penulis menyadari masih banyak
kekurangan dalam penulisan pada laporan critical jurnal review yang saya buat ini. Oleh
karena itu, saya mengharapkan masukan berupa saran dan kritik yang bersifat membangun
dari semua pihak demi kesempurnaan tugas laporan critical jurnal review ini.Akhir kata saya
ucapkan terima kasih.

Medan, 06 Oktober 2018

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang
Setiap buku sudah pastinya memiliki kelebihan ataupun kekurangan. Seperti pada
buku Dasar-Dasar Klimatologi karangan Benyamin Lakitan dan . Adanya perbandingan
kedua buku ini tentunya sangat bermanfaat ,guna lebih dapat memperoleh kajian yang
memiliki kualitas penulisannya dalam bidang tentang klimatologi.
Selain menonjolkan sisi kelebihan ataupun kekurangannya, makalah ini juga sebagai
pemenuhan atas tugas mata kuliah Meteorlogi dan Klimatologi. Hal yang menjadi utama
dalam sebuah penulisan perbandingan ini tidak sebatas pada isi buku saja , tetapi sistematika,
penyajian, gaya bahasa, kecermatan ejaan, diksi, yang tidak berhubungan langsung dengan
aspek isi. Bahkan, ilustrasi, tata letak atau hal- hal yang berkenaan dengan teknik percetakan
pun bisa menjadi bahan kritikan, selain menilai kelebihan dan kekuranganya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan kedua buku Klimatologi yang
dibandingkan?
2. Apakah kedua buku Klimatologi yang dibandingkan sudah layak untuk dijadikan
sebagai bahan pelajaran atau hanya satu buku saja yang layak dijadikan sebagai
bahan pelajaran?

1.3 Tujuan
1. Membandingkan buku Dasar-Dasar Klimatologi karangan Benyamin Lakitan dan
buku Klimatologi Pengaruh Iklim untuk mengetahui keseluruhan masing-masing
isi buku tsb. Samuelson dan Nordhaus, dan buku Pengantar Ekonomi Makro
karangan N. Gregory Mankiw, Euston Quah dan Peter Wilson Mengetahui
keseluruhan isi buku karangan Samuelson dan Nordhaus.
2. Melatih dan mengembangkan pengetahuan serta kreatifitas mahasiswa.
3. Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya
tentang klimatologi.
1.4 Manfaat
Penulis berharap makalah ini memiliki manfaat kepada:
1. Mahasiswa dapat mengetahui standar buku yang baik diantara kedua buku yang
akan dibandingkan untuk dijadikan sember pelajaran.
2. Menambah wawasan mahasiswa terkait dengan Klimatologi
3. Dosen juga dapat memberikan referensi buku ajar yang tepat bagi mahasisiwa.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku


Buku Utama

Judul Buku : DASAR DASAR KLIMATOLOGI


Pengarang : BENYAMINLAKITAN
Penerbit : PT. RajaGrafindo Parsada, Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Cetakan : 1 (pertama)
Jumlah Hal : 176 Halaman
ISBN : 979-421-417-5

Buku Pembanding

Judul buku : KLIMATOLOGI : Pengaruh Iklim


Pengarang : Ir. Ance Gunarsih Kartasapoetra
Penerbit : Bumi Aksara
Tahun Terbit : 2004
Jumlah Halaman : 101 Halaman
ISBN : 979-526-958-5

2.2. Inti sari Buku Dasar Dasar Klimatologi


Buku ini terbagi atas 11 bab
BAB 1: PENGERTIAN DAN MANFAAT KLIMATOLOGI
Klimatologi menelaah tentang karakteristik iklim antar wilayah.Klimatologi
ditekankan pada atas rata-rata dari unsur-unsur iklim yang menjadi cirri dari
suatu wilayah. Unsur-unsur iklim yaitu cahaya,suhu,kelembaban
udara,curah hujan dan angin.
Iklim menjadi bahan pertimbangan dalam rancang bangunan bangunan
hunian atau konstruksi bangunan fisik lainnya,bahan desain pakaian dan
ragam aktivitas sosial budaya yang dilakukan penduduk.
BAB 2: ATMOSFER BUMI
Planet bumi dibagi atas 4 bagian, yakni bagian padat ( lithosfer),bagian cair
(hidrosfer), bagian udara (atmosfer) yang meliputi seluruh permukaan
bumi,dan bagian yang ditempati berbagai jenis organism
(biosfer).Komposisi atmosfer terdiri dari nitrogen (78,08%),oksigen
(20,95%),argon (0,93%), dan karbon dioksida (0,03%). Peran atmosfer
yaitu:1).Mengurangi radiasi matahari yang sampai pada permukaan
bumi.2).Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan
bumi.3).Menyediakan oksigen dan karbon dioksida.

BAB 3: IKLIM GLOBAL


Beberapa faktor yang berperan menentukan perbedaan iklim yaitu 1).posisi
relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang),2). Keberadaan lautan
atau permukaan air lainnya, 3).pola arah angin, 4).rupa permukaan daratan
bumi,5).kerapatan dan jenis vegetasi.Perubahaan komposisi gas-gas
atmosfer dikhawatirkan akan mengubah iklim global kea rah yang kurang
yang menguntungkan.Pengurangan vegetasi secara drastis dapat mengubah
iklim setempat dan global.Iklim berpengaruh terhadap penyebaran
tumbuhan,hewan,dan manusia.

BAB 4 : KLASIFIKASI IKLIM


Perkembangan klimatologi dan meteorlogi terjadi seiring dengan
perkembangan ilmu yang berkaitan dengan lingkungan mis,
astronomi.Perkembangan yang lebih pesat terjadi setelah ditemukannya
alat-alat pengukur unsur-unsur iklim.Berdasarkan luas wilayah sasaran,
iklim dapat dipilah menjadi iklim makro, iklim meso dan iklim
mikro.Klasifikasi iklim global terbagi atas: 1). iklim kutub, 2). iklim
subkutub, 3). iklim subarktika, 4). iklim kontinen lembah dengan musim
panas singkat, 5). iklim kontinen lembah dengan musim panas panjang, 6).
iklim pantai barat, 7). iklim subtropika lembah, 8). iklim tropika monsoon,
9). iklim pegunungan 10). iklim tropika basah. Klasifikasi iklim Indonesian:
wilayah kepulauan Indonesia terbagi dalam golongan iklimtropika basah
dan iklim pegunungan atau tropika monsoon .
BAB 5: IKLIM MESO DAN IKLIM MIKRO
Iklim meso mencakup karakteristik iklim pada skala menengah yang
berkaitan dengan variasi dan dinamika iklim pada suatu wilayah seluas
beberapa kilometer peregi. Iklim mikro merupakan kondisi iklimpada suatu
ruangan yang sangat terbatas,tetapi komponen iklim ini sangat penting
artinya bagi kehidupan tumbuhan,hewan dan juga manusia. Kehadiran
tanaman membuat lingkungan hidup terasa lebih nyaman, karena disamping
memperindah lingkungan, tanaman juga dapat memodifikasi unsur-unsur
iklim.

BAB 6: ITENSITAS RADIASI MATAHARI


Karena suhu permukaannya yang tinggi, maka matahari akan memancarkan
radiasi (dalam bentuk cahaya), dimana sebagian dari radiasi cahaya tersebut
akan sampai kepermukaan bumi. Cahaya sering didefinisikan sebagai
radiasi elektromagnetik yang dapat ditangkap mata manusia, tetapi pada
buku ini yang dimaksud radiasi elektromagnetik pada kisaran panjang
gelombang yang tidak dapat ditangkap mata manusia. Bumi memancarkan
energi cahaya pada suhu 288 derajat K, sehingga intensitaspancaran cahaya
bumi adalah 390 W .m. Matahari ditaksir memancarkan energi cahaya
setara black body pada suhu 6000 derajat K, sehingga intensitas
pancarannya adalah sebesar 73 MW. m. Radiasi gelombang sebagian besar
akan diserap oleh uap air dan karbon dioksida.

BAB 7: LAMA PENYINARAN DAN PENGUKURAN RADIASI MATAHARI


Lokasi-lokasi dibelahan bumi utara,lama penyinaran yang panjang (> 12
jam), akan terjadi saat garis edar matahari berada antara garis ekuator
dengan garis lintang 23,5 derajat LU. Lama penyinaran pendek (<12 jam),
terjadi pada saat garis edar matahari di belahan bumi selatan.
Fotoperiodisitas digunakan untuk fenomena fase perkembangan tumbuhan
di pengaruhi lama penyinaran yang di terima tumbuhan. Jenis alat ukur
intensitas cahaya dibedakan menjadi: 1). Fotometer, 2). Quantum meter, 3).
Radiometer.
BAB 8: SUHU UDARA DAN SUHU TANAH
Suhu merupakan suatu benda yang berhubungan dengan panas dan energi.
Suhu udara akan berfluktuasi dengan nyata selama setiap periode 24 jam.
Suhu tanah akan dipengaruhi oleh jumlah serapan radiasi matahari oleh
permukaan bumi. Perpindahan panas berpindah dari suhu yang lebih tinggi
ke suhu yang lebih rendah. Alat pengukuran suhu disebut Termometer.
Satuan pengukuran suhu adalah derajat Celcius, derajat Kelvin,derajat
Fahrenheit,dan derajat Reamur. Pada stasiun klimatologi pengukuran suhu
menggunakan thermometer air raksa. Indonesia memiliki iklim isothermal.

BAB 9: KELEMBABAN UDARA


Kelembaban udara ditentukan oleh jumlah uap air yang terkandung di
dalam udara. Dinamika kandungan uap air di atmosfer disebabkan karena
air dapat berubah dari cair ke gas atau sebaliknya dengan cepat. Fluktuasi
kandungan uap air di udara lebih besar pada lapisan udara dekat permukaan
dan semakin kecil dengan bertambahnya ketinggian. Pengukuran
kelembabpan dalam buku ini digunakan beberapa pendekatan yaitu
pendekatan gravimetric, termometer bola basah, bola kering dan
hygrometer titik-embun. Pengaturan kelembaban udara didasarkan atas
prinsip kesetaran potensi air antara udara dengan larutan atau dengan bahan
padat tertentu.

BAB 10: SIKLUS HIDROLOGI


Siklus hidrologi adalah perubahan bentuk air dari uap ke cair,dari cair ke
padat , dan sebaliknya.Awan terbentuk sebagai hasil dari kondensasi uap air
akan terbawa oleh angin, sehingga berpeluang untuk tersebar ke seluruh
permukaan bumi.Curah hujan di ukur menggunakan alat ukur yang
berbentuk silinder dengan bagian atas terbuka . laju evaporasi pada suatu
wilayah berkaitan dengan intensitas radiasi matahari yang diterima pada
setiap wilayah. Pola curah hujan Indonesia di pengaruhi oleh keberadaan
Samudera pasifik di sebelah timur laut dan Samudera Indonesia di sebelah
barat daya.
BAB 11: TEKANAN UDARA DAN ANGIN
Tekanan udara di ukur berdasarkan tekanan gaya pada permukaan dengan
luas tertentu. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut Barometer.
Tekanan udara berbeda anatar lokasi yang satu dengan lokasi yang lain dan
pada lokasi tertentu dapat berubah secara dinamis dari waktu ke waktu.
Angin yaitu massa udara yang bergerak.Kecepatan angin ditentukan oleh
perbedaan tekanan udara antara asal dan tujuan angin dan resitensi medan
yang dilaluinya.Alat pengukuran angin yaitu Anemometer.

2.3. Karakteristik Buku Klimatologi: Pengaruh iklim


Terdiri dari 6 bagian
BAB 1: KLIMATOLOGI
Klimatologi adalah ilmuyang membahas dan menerangkan tentang iklim. Cuaca
adalah keadaana atau kelakuan atmosfer pada waktu tertentu yang sifaatnya berubah-ubah
dari waktu ke waktu. Iklim adalah rata-rata keadaan cuaca dalam jangka waktu yang cukup
lama,minimal 30 tahun,yang sifatnya tetap.Unsur-unsur cuaca radiasi
matahari,temperature,kelembapan,awan,evaporasi,tekanan udara dan angin. Atmosfer gas
yang meliputi bumi seperti nitrogen,argon, karbondioksida dan oksigen,dll.Energi matahari
penyebab utama perubahaan dan penggerakan dalam atmosfeer sehingga di anggap
pengendali iklim dan cuaca yang besar.Spektrum dari radiasi bumi merupakan energy
gelombang panjang.Suhu adalah panas atau dingin yang diukur berdasarkan skala tertentu
dengan menggunkan thermometer.Siklus air yang tetap mulai dari lautan sampai ke udara dan
kembali ke lautan disebut Siklus Hidrologi. Kelembapan yaitu banyaknya kadar uap air yang
ada di udara.Awan kumpulan titik titik air. Hujan merupakan salah satu bentuk presipitasi
uap air yang berasal dari awan yang terdapat di atmosfer. Angin merupakan perpindahan
massa udara dari satu tempat ke tempat lain secara horizontal.

BAB 2: IKLIM
Pada bab ini menjelaskan usaha pendekatan terhadap iklim dan menekan pada
klsifikasi iklim menurut para para ahli dengan didasari oleh beberapa faktor. Di bab ini juga
dijelaskan bagaimana cara penggolongan iklim dan apa pengaruhnya dengan vegetasi.
BAB 3:PENGARUH IKLIM TERHADAP PERTANIAN
Pada bab ini dijelaskan ada pembentukan tanah karena pengaruh iklim dank arena
pengaruh batuan.Pada bab ini juga dijelaskan bahwa Unsur iklim dapat juga menyebabkan
kurangnya unsur hara dan zat makanan yang tersedia dalam tanah melalui proses pengakutan
atau penghayutan. selain itu bab ini juga menjelaskan kondisi-kondisi tanah dan cara
pengolahannya tanah yang baik serta mempertahankan kandungan bahan organic di dalam
tanah.

BAB 4: HUJAN BUATAN UNTUK MENGATASI KEKERINGAN


Pembutan hujan buatan disebut sebagai suatu proses pemodifikasian awan dengan
menggunakan bahan-bahan kimia,terutama NaCl (garam dapur) CaCl2 (kalsium klorida).
Pada bab ini dijelaskan proses terjadinya hujan alam, kalsfikasi jenis butir air, tetes air,serta
kecepatan jatuh ke tanah. Serta pada bab ini dijelaskan bagaimana untuk mempercepat proses
hujan tersebut.

BAB 5:UNSUR-UNSUR IKLIM DALAM PEMBUKAAN LAHAN PERTANIAN


Pada bab ini dijelaskan terkait dengan pembukaan lahan,penggunaan lahan dan
pengolahaan lahan dengan baik serta, apa saja pengaruhnya terhadap iklim.Bab ini juga
menjelaskan terkait penelitian-penelitian seperti penelitian klimatologi, penelitian kemiringan
lahan, dan penelitian terkait dengan tanah serta, drainase dan jaringan saluran pengairan.

BAB 6: TANAMAN PERDAGANGAN YANG COCOK DI DAERAH BERIKLIM


TROPIS
Pada bab ini menekan berbagi tanaman yang cocok di iklim tropis dan cara
pemeliharaannya seperti cengkeh,coklat dan kopi.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.1.1 Kelebihaan dan kelemahan Buku
Buku utama
a. Kelebihaan
1. Pada buku utama materi pembahasannya tentang klimatologi lebih banyak
dan luas dibandingkan pada buku pembanding, buku utama terdiri dari 11
bab sedangkan pada buku pembanding hanya 6 bab sehingga ilmu
pengetahuan terkait dengan klimatologi lebih banyak di dapatkan pada buku
utama.
2. Pada buku utama pembahasan tentang atmosfer lebih luas karena terdapat
gas-gas yang paling banyak dan berbagai jenis gas lain yang berkonsentrasi
lebih rendah yang terdapat di atmosfer.
3. Pada buku Utama dijelaskan bahwa yang menjadi penyerap radiasi matahari
yaitu ozon, oksigen dan uap air sedangkan pada buku pembanding hanya
ozon yang menjadi penyerap radiasi matahari.
4. Pada buku utama Aerosol yang terdapat pada atmosfer dijelaskan lebih
terperinci karena terdapat pengertian aerosol, dimana gas aerosol
berkonsentrasi lebih banyak dan faktor yang mempengaruhinya.

b. Kekurangan buku utama


Pada buku utama ada beberapa pembahasan yang sulut dipahami karena dalam
pembahasan tersebut tidak ada penjelasan umumnya.

Buku pembanding
a. Kelebihaan
Pada buku pembanding walaupun hanya sedikit pembahasannya dan tidak
mencakup luas tetapi sangat mudah di mengerti dan dipahami karena dijelaskan
dengan penjelasan umum dan inti-intinya saja.
b. Kelemahaan
Pada buku ini pembahasannya sedikit tidak mencakup luas seperti di dalam buku
ini dijelaskan gas-gas terkandung di atmosfer itu hanya gas gas yang terbanyak
saja gas-gas yang sedikit tidak dijelaskan. dan pada buku ini yang menjadi
penyerap radiasi matahari yaitu hanya ozon saja padahal selain ozon ada terdapat
gas lain yang menjadi penyerap radiasi matahari seperti oksigen dan uap air. pada
buku ini juga tidak terdapat manfaat lapisan ozon seperti yang terdapat di buku
utama serta pembahasan terkait aerosol sangatlah minim hanya pengertiannya
saja.

3.1.2. Kelayakan Buku


Dengan memperbandingkan kedua buku, yaitu buku Dasar-dasar klimatologi dari
Benyamin Lakitan dengan buku Klimatologi: Pengaruh Iklim, dari ir. Ance Gunarsih
Kartasapoetra,pembaca dapat menggunakan kedua buku ini sebagi pelengkap sebagai bahan
refrensi untuk pembelajaran.Tetapi Buku DASAR-DASAR KLIMATOLOGI karangan
Benyamin Lakitan yang paling layak untuk di jadikan bahan pembelajaran. hal ini di
karenakan materi yang dipaparkan lengkap dan luas serta sesuai dengan topik perkuliahaan.

3.2 Saran
Saran saya agar buku karangan Ir. Ance Gunarsih Kartasapoetra pembahasannya lebih
lengkap dan luas materinya.