Anda di halaman 1dari 44

RENCANA STRATEGIS

PUSKESMAS TANJUNG
TAHUN 2017-2022

VISI :
Terwujudnya masyarakat sehat dan mandiri di wilayah kerja Puskesmas Tanjung

MISI :
1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.
2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, masyarakat dan lingkungan.
5. Menjalin kerjasama lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan.

TUJUAN :
1. Memiliki perilaku hidup sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup
sehat.
2. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu.
3. Hidup dalam lingkungan sehat.
4. Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.

PUSKSMAS TANJUNG BREBES


Jln. Cemara No.09 Tanjung, Brebes 52254 (0283) 877562-877921 Tanjung Brebes
Email : puskesmastanjungbrebes@yahoo.co.id
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya, Rencana Strategis Puskesmas Tanjung tahun 2017–2022 telah
selesai disusun.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah serta Perda No 8 Tahun 2018 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Brebes tahun 2017-2022,
Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes telah menyusun Rencana Strategis tahun 2017-
2022 dengan penekanan pada pencapaian sasaran Standar Pelayanan Minimal dan
Sustainable Development Goals atau SDGs.
Penyusunan Renstra Puskesmas Tanjung Tahun 2017-2022 berpedoman pada
Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Tahun 2017-2022 dimana Renstra Dinas
Kesehatan Kabupaten Brebes berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Kabupaten Brebes tahun 2017-2022.
Dokumen Rencana Strategis ini disusun sebagai acuan bagi penyelenggaraan
kegiatan Puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun dalam
upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja secara umum selama
kurun waktu perencanaan yaitu tahun 2017 – 2022 sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya masing – masing dalam upaya melaksanakan kegiatan untuk mewujudkan visi,
misi dan tujuan Puskesmas Tanjung..
Akhirnya kami sampaikan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak
yang telah berpartisipasi dalam penyusunan dokumen ini . Kami menyadari bahwa
rencana strategis ini masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan oleh sebab itu
kami sangat mengharapkan masukan, saran dan kritik sebagai upaya kita bersama untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan peningkatan pelayanan kepada
masyarakat.

Tanjung, September 2018


Kepala Puskesmas Tanjung

drg. Adhi Supriadi, M.Kes


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pembangunan di bidang
kesehatan bertujuan juga antara lain untuk memperbaiki derajat kesehatan masyarakat
secara efektif dan efisien, agar semua lapisan masyarakat memperoleh layanan
kesehatan secara mudah.
Dengan berpedoman pada dokumen Rencana Strategis Dinas Kesehatan
Kabupaten Brebes tahun 2017 – 2022, maka disusunlah rencana Strategis untuk
mengantisipasi permasalahan kesehatan ditingkat Puskesmas. Dokumen Rencana
Strategis (Renstra) Puskesmas Tanjung dibuat untuk masa kerja lima tahun
mendatang.
Renstra Puskesmas Tanjung merupakan Dokumen Perencanaan yang bersifat
indikatif yang memuat program – program pembangunan kesehatan yang akan
dilaksanakan langsung oleh Puskesmas dengan dorongan peran aktif masyarakat
untuk kurun waktu tahun 2017 – 2022. Renstra ini dapat juga dijadikan sebagai bahan
evaluasi yang penting agar pembangunan kesehatan di wilayah Puskesmas Tanjung
dapat berjalan secara lebih sistematis, komprehensif dan tetap fokus pada pemecahan
masalah-masalah mendasar yang dirasakan masyarakat.
Adapun maksud penyusunan Renstra ini adalah tersedianya dan tersusunnya
dokumen perencanaan kesehatan. Sedangkan tujuan penyusunan Renstra adalah
tersedianya suatu dokumen yang strategik dan komprehensif yang menjamin adanya
konsistensi perumusan kondisi atau masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
Tanjung.

1.2 Dasar Hukum


Renstra merupakan dokumen perencanaan teknis – strategis yang menjabarkan
potret permasalahan pembangunan untuk memecahkan permasalahan daerah secara
terencana dan bertahap.
Berdasarkan PP 108 ayat 1 : Rencana Strategik atau dokumen perencanaan
daerah lainnya yang disahkan oleh DPRD dan Kepala Daerah, yang selanjutnya
disebut Renstra, adalah rencana lima tahunan yang menggambarkan visi, misi, tujuan,
strategi, program dan kegiatan daerah.
Dasar hukum lainnya sebagai dasar penyusunan Renstra Puskesmas Tanjung
adalah sebagai berikut :
1. Undang - Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang - Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang - Undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
4. Undang - Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
5. Undang - Undang No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
6. Undang - Undang No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005–2025;
7. Undang - Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
8. Undang - Undang No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-
Undangan;
9. Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;
10. Peraturan Pemerintah No 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
11. Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah;
12. Peraturan Pemerintah No 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan
Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,
dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Masyarakat;
13. Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota;
14. Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
15. Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
16. Peraturan Pemerintah No 65 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah No. 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah;
17. Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
18. Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2015-2019;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan,
Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan
Perda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
20. Peraturan Daerah Provinsi Jateng No. 5 Tahun 2014 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2013-2018;
21. Peraturan Daerah No 4 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Kabupaten Brebes Tahun 2012-2017.
22. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes No: 440 / 7923 /2018
Tentang Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Tahun 2017 - 2022

1.3 Maksud dan Tujuan


Maksud penyusunan Renstra Puskesmas Tanjung Tahun 2017-2022 adalah
memberikan pedoman dalam penyusunan rencana kerja tahunan, pelaksanaan
pembangunan selama lima tahun dan menjadi dasar dalam evaluasi kinerja Puskesmas
Tanjung.
Tujuan penyusunan Renstra Puskesmas Tanjung Tahun 2017-2022 adalah
meningkatkan kinerja Puskesmas Tanjung dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsinya dalam pencapaian visi, tujuan dan sasaran pembangunan yang tercantum
dalam RPJMD.

1.4 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan Renstra Puskesmas Tanjung Tahun 2017-2022 mengacu
pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan,
Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan
Perda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Sistematika penulisan Renstra
tersebut adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini secara ringkas menyajikan latar belakang, dasar hukum, maksud dan
tujuan, dan sistematika penulisan.
1.1 Latar Belakang
1.2 Dasar Hukum
1.3 Maksud dan Tujuan
1.4 Sistematika Penulisan
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI
Bab ini menguraikan secara ringkas tugas dan fungsi, struktur organisasi,
capaian kinerja, hambatan utama yang harus diatasi sumber daya yang
dimiliki Puskesmas Tanjung.
2.1 Tugas dan Fungsi Puskesmas Tanjung
2.2 Struktur Organisasi Puskesmas Tanjung
2.3 Sumber Daya Puskesmas Tanjung
2.4 Uraian Tugas Pokok dan Fungsi
2.5 Kinerja Pelayanan Puskesmas
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS
Pada bab ini menguraikan visi misi, evaluasi umum, isu-isu strategis, serta
strategi dan kebijakan kesehatan di Puskesmas Tanjung pada masa kini serta
kondisi yang diharapakan di masa yang akan datang.
3.1 Visi, misi dan Tujuan Puskesmas Tanjung
3.2 Evaluasi Umum
3.3 Lingkungan Internal
3.4 Isu Strategis
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN
Bab ini menjelaskan tujuan dan sasaran jangka menengah Puskesmas
Tanjung.
4.1. Tujuan
4.2. Sasaran
BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Bab ini menguraikan rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan
Puskesmas Tanjung selama kurun waktu tahun 2017-2021.
5.1. Strategi
5.2. Kebijakan
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
Bab ini mengemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja,
kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG KESEHATAN
Bab ini membahas indikator kinerja Puskesmas Tanjung dalam lima tahun
mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan
sasaran RPJMD.
BAB VIII PENUTUP
8.1. Kesimpulan
8.2. Rekomendasi
8.3. Harap
BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI

2.1. Tugas, Fungsi dan Wewenang Puskesmas Tanjung


Tugas Pokok dan Fungsi Puskesmas berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan
No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas adalah:
1. Tugas Puskesmas
Melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya Kecamatan
Sehat.
2. Fungsi Puskesmas
Dalam melaksanakan tugas, Puskesmas menyelenggarakan Fungsinya:
a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya
b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya
3. Wewenang Puskesmas
Dalam menyelenggarakan fungsi UKM, Puskesmas berwenang untuk:
a. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan
masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan
b. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan
c. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat
dalam bidang kesehatan
d. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah
kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama
dengan sektor lain terkait
e. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya
kesehatan berbasis masyarakat
f. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas
g. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan
h. Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap akses mutu dan
cakupan Pelayanan Kesehatan
i. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk
dukungan terhadap Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Penanggulangan
Penyakit.
Dalam menyelenggarakan fungsi UKP, Puskesmas berwenang untuk:
a. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Dasar secara Komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu
b. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif
dan preventif
c. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat
d. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan
keselamatan pasien, petugas dan pengunjung
e. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja
sama inter dan antar profesi
f. Melaksanakan Rekam Medis
g. Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap mutu dan akses
Pelayanan Kesehatan
h. Melaksanakan peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan
i. Mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya
j. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem
Rujukan.

2.2 Struktur Organisasi Puskesmas Tanjung


Struktur Organisasi Puskesmas Tanjung mengacu Surat Keputusan Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes No. 440/11924 tahun 2015 tentang Struktur
Organisasi Puskesmas yang berdasarkan Permenkes No. 75 Tahun 2014 Tentang
Puskesmas. Struktur Organisasi Puskesmas Tanjung sebagai berikut :
Kepala Puskesmas membawahi:
1. Kepala Tata Usaha
2. Penaggung Jawab UKM
3. Penaggung Jawab UKP
4. Penaggung Jawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
Pelayanan Kesehatan
Adapun masing-masing bidang terdiri dari seksi ataupun sub bagian, sebagai
berikut :
1. Kepala Tata Usaha :
a. Umum
b. Kepegawaian
c. Keuangan
d. Sistem Informasi Puskesmas
e. Perencanaan dan Penganggaran
2. Penaggung Jawab UKM :
a. UKM Esensial :
1) Promosi Kesehatan
2) Kesehatan Lingkungan
3) Pelayanan Gizi
4) Pelayanan KIA – KB
5) Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
b. UKM Pengembangan :
1) Kesehatan Gigi Masyarakat
2) Kesehatan Kerja
3) Kesehatan Lanjut Usia
3. Penaggung Jawab UKP :
a. Pelayanan Pendaftaran
b. Pelayanan Pemeriksaan Umum
c. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
d. Pelayanan KIA – KB UKP
e. Pelayanan Rawat Inap
f. Pelayanan P3K dan Bencana
g. Pelayanan Gawat Darurat
h. Pelayanan Persalinan
i. Pelayanan Gizi UKP
j. Pelayanan Laboratorium
k. Pelayanan Kefarmasian
4. Penaggung Jawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
Pelayanan Kesehatan :
a. Jaringan Puskesmas :
1) Puskesmas Pembantu
2) Puskesmas Keliling
3) Bidan desa
b. Jejaring Puskesmas :
1) Rumah sakit
2) Apotek
3) Dokter praktek mandiri
4) Bidan praktek mandiri
2.3 Sumber Daya dan Sarana Prasarana Puskesmas Tanjung
1. Sumber Daya
Kondisi sumber daya manusia di Puskesmas Tanjung berdasarkan pendataan
pada Tahun 2018 adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan Pendidikan
1. S2 Manajemen Kesehatan : 1 Orang
2. S2 Kesehatan Masyarakat : 2 Orang
3. S1 Kedoktern Umum : 3 Orang
4. S1 Kedoktern Gigi : 3 Orang
5. S1 Keperawatan Ners : 3 Orang
6. S1 Keperawatan : 3 Orang
7. S1 Kesehatan Masyarakat : 1 Orang
8. D3 Keperawatan : 12 Orang
9. D3 Perawat Gigi : 2 Orang
10. D4 Kebidanan : 6 Orang
11. D3 Kebidanan :16 Orang
12. D4 Analis Kesehatan : 1 Orang
13. D3 Analis Kesehatan : 1 Orang
14. D3 Rekam medik : 2 Orang
15. D3 Kesehatan Lingkungan : 1 Orang
16. D3 Radiologi : 1 Orang
17. D3 Gizi : 1 Orang
18. SPAG : 1 Orang
19. S1 Apoteker : 1 Orang
20. S1 Farmasi : 1 Orang
21. SMF : 1 Orang
22. SMA : 10 Orang
23. SMP : 1 Orang
24. SD : 2 Orang
b. Berdasarkan Golongan :
1. Golongan IIA : 2 Orang
2. Golongan IIB : - Orang
3. Golongan IIC : 2 Orang
4. Golongan IID : 4 Orang
5. Golongan IIIA : 3 Orang
6. Golongan IIIB : 12 Orang
7. Golongan IIIC : 1 Orang
8. Golongan IIID : 8 Orang
9. Golongan IVA : 1 Orang
10. Golongan IVB : 1 Orang
11. Golongan IVC : 1 Orang
c. Berdasarkan Unit Pelaksana :
1. Dokter Gigi : 1 Orang
2. Dokter Umum : 3 Orang
3. Perawat : 19 Orang
4. Perawat Gigi : 2 Orang
5. Bidan : 22 Orang
6. Kesehatan Masyarakat : 2 Orang
7. Analis Kesehatan : 2 Orang
8. Rekam medis : 2 Orang
9. Kesehatan Lingkungan : 1 Orang
10. Radiografer : 1 Orang
11. Nutrisionis : 2 Orang
12. Apoteker : 1 Orang
13. Farmasi : 2 Orang
14. Tenaga Administrasi : 6 Orang
15. Pramu Kantor : 1 Orang
16. Cleaning Service : 2 Orang
17. Pengemudi : 2 Orang
18. Dapur : 1 Orang
2. Sarana prasarana :
a. Puskesmas Induk : 1
b. Puskesmas Pembantu : 1
c. Puskesmas Keliling : 7
d. PKD : 5
e. Posyandu : 51
f. Ambulance : 2
g. Mobil Pusling : 1
h. Sepeda Motor : 6
2.4 Uraian Tugas Pokok dan Fungsi
1. Kepala Puskesmas
a. Tugas Pokok :
Melaksanakan kebijakan Operasional sebagian tugas dinas dibidang
pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan pembinaan pengembangan
upaya kesehatan masyarakat secara paripurna di Wilayah Kerja
b. Fungsi :
1) Penyusunan Rencana kegiatan Pusat Kesehatan Masyarakat
2) Pelaksanaan memimpin penyelenggaraan tehnis operasional dan
Fungsional tugas – tugas Puskesmas
3) Pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat
4) Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan Puskesmas dan Unit kerja lain
dibidang tugasnya
5) Penyeliaan bawahan dalam lingkup bidang tugasnya
6) Perumusan kebijakan petunjuk tekhnis dibidang tugas Puskesmas
7) Pemfasilitasian kepada perangkat instansi vertikal, otonom dan masyarakat
dalam lingkup bidang tugasnya
8) Pengendalian dan pengevaluasian pelaksanaan tugas Puskesmas
9) Pelaporan pelaksanaan tugas Puskesmas
10) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasarkan kebijakan kepala Dinas
dan peraturan perundang- undangan.
11) Memberikan penilaian pegawai PTT, CPNS dan PNS dilingkungan
Puskesmas ( DP 3 )
12) Pengelolaan dukungan teknis dan administratif.
2. Kepala Tata Usaha
a. Tugas Pokok :
Memberi petunjuk, membagi tugas, membimbing, memeriksa, mengoreksi,
mengawasi dan merencanakan kegiatan urusan keorganisasian dan
ketatalaksanaan, umum, kepegawaian, keuangan, sistem informasi Puskesmas,
serta perencanaan dan penganggaran dalam rangka mendukung mekanisme
kerja Puskesmas
b. Fungsi :
1) Perencanaan kegiatan kerja Kepala Tata Usaha meliputi urusan
keorganisasian dan ketatalaksanaan, umum, kepegawaian, keuangan,
sistem informasi Puskesmas, serta perencanaan dan penganggaran.
2) Pemberian petunjuk pengelolaan urusan keorganisasian dan
ketatalaksanaan, umum, kepegawaian, keuangan, sistem informasi
Puskesmas, serta perencanaan dan penganggaran.
3) Pembagian tugas pengelolaan urusan keorganisasian dan ketatalaksanaan,
umum, kepegawaian, keuangan, sistem informasi Puskesmas, serta
perencanaan dan penganggaran.
4) Pemeriksaan dan pengawasan pengelolaan urusan keorganisasian dan
ketatalaksanaan, umum, kepegawaian, keuangan, sistem informasi
Puskesmas, serta perencanaan dan penganggaran.
5) Pembimbingan pelaksanaan tugas Bagian Tata Usaha
6) Pengoreksian pelaksanaan tugas Bagian Tata Usaha
7) Pengawasan bawahan dalam lingkup bidang tugasnya.
8) Pelaporan pelaksanaan tugas Bagian Tata Usaha
9) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya.
3. Kepegawaian
a. Tugas Pokok :
Mengkoordinasi semua aktifitas Kepegawaian di lingkungan puskesmas
b. Fungsi :
1) Perencanaan program dan rencana operasional kepegawaian Puskesmas:
2) Pengendalian dan pengkoordinasian kepegawaian puskesmas;
3) Menyusun Arsip Kepegawaian
4) Membuat usulan kenaikan pangkat / golongan
5) Membuat usulan kenaikan gaji berkala
6) Membuat usulan SKUMPTK (Surat Keterangan Untuk Mendapatkan
Pembayaran Tunjangan Keluarga)
7) Membuat SKP yang telah dinilai oleh kepala Puskesmas
8) Membuat Surat Cuti Karyawan
9) Membuat Daftar Urutan Kepangkatan
10) Membuat Buku Induk Pegawai
11) Pengelolaan dukungan teknis dan administrative kepegawaian
4. Pendaftaran
a. Tugas Pokok
Melaksanakan aktifitas pelayanan Pendaftaran Puskesmas Tanjung
b. Fungsi
1) Pelaksanaan persiapan kelengkapan pendaftaran.
2) Pemanggilan pasien sesuai nomor urut.
3) Pencatatan identitas pasien baru .
4) Pencatatan kunjungan pasien sesuai dengan pelayanan yang dituju.
5) Pengambilan kartu status pasien sesuai nomor rekam medis.
6) Penyerahan kartu status pasien ke petugas masing-masing poli.
7) Pencatatan dan pelaporan harian / bulanan
8) Penghitungan hasil retribusi harian .
9) Penyesuaian pengeluaran karcis retribusi dengan jumlah uang hasil retribusi
yang diterima.
10) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasarkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
5. Pelayanan Umum
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan, melaksanakan pelayanan kesehatan dasar,
mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan Umum
Puskesmas Tanjung
b. Fungsi
1) Perencanaan kebutuhan barang dan alat medis untuk pelayanan di
pelayanan Umum .
2) Pelaksanaan tindakan Pencegahan Infeksi pada seluruh proses Pelayanan
di pelayanan Umum .
3) Pelaksanaan anamnesa kepada Pelanggan
4) Pemeriksaan fisik Pelanggan
5) Penegakkan diagnosa berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik diatas
.
6) Pelaksanaan tindakan medis bila diperlukan
7) Pemberian pengobatan
8) Pelaksanaan rujukan Pelanggan ke pelayanan lain di Puskesmas Tanjung
atau ke Institusi Pelayanan lanjutan .
9) Pengkoordinasian pembuatan rekapitulasi data pelanggan sesuai kriteria
10) Pengevaluasian hasil kegiatan pelayanan di pelayanan Umum
11) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
6. KIA dan KB
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan, melaksanakan program, mengawasi,
mengendalikan dan mengevaluasi hasil kegiatan program KIA dan KB
b. Fungsi
1) Perencanaan program KIA dan KB.
2) Persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk pelayanan .
3) Pelaksanaan tindakan Pencegahan Infeksi pada seluruh proses
pelayanan KIA dan KB .
4) Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung
5) Pelayanan program Keluarga Berencana
6) Pembuatan Asuhan Kebidanan .
7) Pelaksanaan konsultasi [ konseling ] kepada klien .
8) Pelayanan dan pengobatan kelainan reproduksi sesuai dengan
kewenangan dan atas ijin Dokter serta dilaksanakan sesuai Protap
Pengobatan .
9) Pelaksanaan rujukan kasus yang tidak bisa ditangani oleh Bidan .
10) Pembuatan dan penganalisaan Grafik Pemantauan Wilayah Setempat (
PWS) KIA
11) Pemaparan Grafik PWS kepada kader Posyandu
12) Pencatatan dan pelaporan
13) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
7. MTBS
a. Tugas Pokok
Melakukan pelayanan kesehatan terhadap terhadap balita sakit usia 2 bulan
sampai 60 bulan
b. Fungsi
1) Persiapan alat alat medis dan non medis yang diperlukan untuk pelayanan
2) Pelaksanaan anamnesa
3) Penimbangan Berat Badan klien
4) Pemeriksaan fisik
5) Pengklasifikasian penyakit klien
6) Pemberian konseling kepada orang tua klien .
7) Pelaksanaan pengobatan sesuai standar operasional prosedur .
8) Pelaksanaan rujukan ke poli lain
9) Penggalangan kerjasama Lintas Program
10) Pencatatan dan Pelaporan
11) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
8. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
a. Tugas Pokok
Membantu kegiatan pelayanan Kesehatan Gigi di Pelayanan Kesehatan
Gigi dan Mulut Puskesmas Tanjung
b. Fungsi
1) Persiapan alat dan bahan untuk pelayanan di Pelayanan Kesehatan Gigi
dan Mulut Puskesmas Tanjung .
2) Pelaksanaan tindakan Pencegahan Infeksi pada seluruh proses pelayanan
di Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut.
3) Pencatatan data pasien ke buku register kunjungan
4) Pelaksanaan anamnesa .
5) Pemeriksaan Tensi darah untuk pasien yang akan dilakukan pencabutan
Gigi .
6) Pelaksanaan tindakan medis gigi sesuai standar operasional prosedur
Perawat Gigi
7) Pencatatan hasil pemeriksaan pasien di buku register dan kartu status
pasien
8) Pelaksanaan penyuluhan Kesehatan Gigi untuk perorangan dan kelompok di
Wilayah Kerja
9) Pencatatan dan Pelaporan
10) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
9. Laboratorium
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan, melaksanakan pelayanan , mengawasi ,
mengendalikan dan mengevaluasi hasil kegiatan Laboratorium Puskesmas
Tanjung
b. Fungsi
1) Perencanaan kebutuhan alat dan
2) Pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi pada seluruh proses pelayanan
Laboratorium .
3) Pemeriksaan laboratorium sesuai standar operasional prosedur
4) Pewarnaan sputum suspek penderita TB Paru
5) Pengumpulan dan pencatatan data rujukan spesimen beserta hasil
pemeriksaan laboratoriumnya
6) Penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium kepada Petugas
Pelayanan Kesehatan
7) Pelaksanaan screening anak sekolah dan Ibu hamil untuk pendeteksian dini
kasus penyakit yang harus segera ditindak lanjuti .
8) Penyuluhan manfaat pemeriksaan laboratorium baik bagi perorangan
maupun kelompok .
9) Pengumpulan dan pengelolaan sampah medis di ruang Laboratorium yang
selanjutnya diserahkan kepada Petugas Sanitasi untuk ditindak lanjuti
pemusnahannya .
10) Pencatatan dan pelaporan
11) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
10. Kefarmasian
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan kefarmasian, mengawasi,
mengendalikan dan mengevaluasi hasil kegiatan kefarmasian
b. Fungsi
1) Pembuatan perencanaan kebutuhan obat tahunan.
2) Pemantauan persediaan obat ( Stock opname )
3) Penyediaan obat-obatan untuk pelayanan kefarmasian harian
4) Pelayanan resep yang masuk ke Loket Obat .
5) Pencatatan pengeluaran dan pemasukan obat .
6) Pencatatan pengeluaran obat harian
7) Pembuatan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
pada setiap akhir bulan .
8) Pembuatan laporan pemakaian obat Narkotika dan Psikotropika
9) Pengambilan obat ke UPTD Farmasi
10) Pendataan dan pengembalian obat kadaluarsa ke UPTD Farmasi
11) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
11. UKS
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan, mengawasi,
mengendalikan dan mengevaluasi hasil kegiatan Kesehatan Anak
b. Fungsi
1) Perencanaan kegiatan program Kesehatan Anak
2) Pendataan sasaran .
3) Penjaringan anak sekolah yang dilaksanakan sekali dalam setahun .
4) Pengambilan dan pendistribusian Obat Cacing untuk anak kelas 1 SD.
5) Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja untuk siswa SD sampai SLTA
atau yang sederajat.
6) Pemantauan anak balita dari umur 2 tahun sampai dengan pra sekolah.
7) Pemeriksaan SDIDTK dari bayi sampai dengan anak pra sekolah
8) Pemeriksaan kelainan refraksi kelas 5 SD/MI
9) Pemeriksaan berkala dilaksanakan 2 kali dalam setahun
10) Pelatihan dan pembinaan dokter kecil setiap tahun
11) Pelayanan konseling anak remaja baik dari sekolah maupun masyarakat
12) Pencatatan dan pelaporan
13) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
12. UKGS
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan program, melaksanakan kegiatan Usaha Kesehatan
Gigi Sekolah dan kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa,
mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi hasil cakupan program UKGS
dan UKGMD di wilayah kerja Puskesmas Tanjung
b. Fungsi
1) Pengkoordinasian dengan pihak sekolah TK, SD, MI, MTs, dan MAN di
Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung bekerjasama dengan Petugas UKS
2) Pengkoordinasian dengan pihak kader Posyandu di wilayah kerja
Puskesmas Tanjung
3) Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sekolah dan masyarakat di
Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung
4) Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada kegiatan Penjaringan
kesehatan anak Sekolah dan Masyarakat .
5) Pelaksanaan rujukan anak sekolah dan Masyarakat ke Poli Gigi Puskesmas
Tanjung apabila ditemukan kasus kelainan gigi dan mulut yang harus segera
ditindak lanjuti .
6) Pencatatan dan Pelaporan
7) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
13. Promosi Kesehatan
a. Tugas Pokok :
Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan
urusan penyelenggaraan promosi kesehatan baik di dalam gedung dan diluar
gedung.
b. Fungsi :
1) Perencanaan operasional kegiatan promosi Kesehatan di Puskesmas.
2) Pelaksanaan penyuluhan kesehatan di dalam dan diluar gedung
3) Penggalangan kemitraan dengan lintas program dan lintas sector
4) Pendataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
5) Pemaparan hasil cakupan PHBS kepada para kader dan tokoh masyarakat
6) Penggalangan kemitraan dengan tokoh masyarakat untuk menindak lanjuti
hasil cakupan PHBS yang rendah di Rw tertentu agar ikut berperan dalam
memotivasi masyarakat ber- PHBS.
7) Pengaturan penyelenggaraan Bidang Pengembangan Sumber Daya
Manusia Kesehatan;
8) Pemfasilitasian penyelenggaraan tugas Bidang Pengembangan Sumber
Daya Manusia Kesehatan;
9) Pelaporan pelaksaan tugas kegiatan promosi Kesehatan;
14. Gizi
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan program, melaksanakan pelayanan, mengawasi,
mengendalikan dan mengevaluasi hasil cakupan program Gizi
b. Fungsi
1) Perencanaan program gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung .
2) Pembinaan dan pengawasan kegiatan penimbangan Balita di Posyandu
3) Pendeteksian dan pengintervensian dini Tumbuh Kembang Balita di Wilayah
Kerja
4) Pembinaan Kadarzi [ Keluarga Sadar Gizi ]
5) Pengumpulan data indikator Kadarzi yang sudah dilaksanakan oleh Kader
Posyandu .
6) Pemberian Makanan Tambahan [ PMT ] Penyuluhan untuk seluruh Balita di
Posyandu .
7) Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan bagi Balita gizi buruk
8) Pendistribusian vitamin A kepada seluruh Balita usia enam bulan ke atas
setiap bulan Februari dan Agustus.
9) Pelaksanaan konseling Gizi
10) Pendistribusian Makanan Pendamping Air Susu Ibu [ MP-ASI ] untuk bayi
usia 6 – 11 bulan dan Balita usia 12 – 23 bulan yang berasal dari Keluarga
Miskin .
11) Pemantauan Garam Beryodium di masyarakat , Rumah Tangga dan
pedagang Kaki Lima
12) Pendataan Sistim Kewaspadaan Pangan dan Gizi
13) Pembuatan dan penganalisaan Grafik Pemantauan Wilayah
Setempat [PWS] Gizi
14) Pemaparan Grafik PWS Gizi pada pertemuan Lintas Program dan Lintas
sektoral
15) Pencatatan dan Pelaporan
16) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
15. Pencegahan dan Pemberaantasan Penyakit
a. Tugas Pokok
Mengkoordinasi pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit (Surveilans Epidemiologi, Imunisasi, ISPA, TB Paru, Diare, DBD,
Kusta, HR HIV / AIDS, Malaria dan Rabies). Mengkoordinasi pencatatan dan
pelaporan program. Melaporkan hasil koordinasi kepada Kepala Puskesmas
Tanjung.
b. Fungsi
1) Pemantauan pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit [ P2P ]
2) Pemantauan pelaksanaan pencatatan dan pelaporan Program Pencegahan
dan Pemberantasan Penyakit
3) Pengkoordinasian permasalahan setiap pemegang Program Pencegahan
dan Pemberantasan Penyakit
4) Pengkoordinasian permasalahan yang ditemukan dan pemecahan
masalahnya dengan Kepala Puskesmas Tanjung
5) Pengkoordinasian rencana tindak lanjut kegiatan Program Pencegahan dan
Pemberantasan Penyakit
6) Pelaksanaan evaluasi hasil cakupan seluruh Program P2P
7) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya.
16. Surveilans Epidemiologi
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan surveilans Epidemiologi,
mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi hasil kegiatan Surveilans
Epidemiologi
b. Fungsi
1) Perencanaan kegiatan surveilans epidemiologi di Puskesmas
2) Pelaksanaan temuan Kasus, yang diperoleh dari unit pelayanan kesehatan,
Laporan Masyarakat, lintas program dan sektoral terkait
3) Pencatatan temuan kasusdi Format Pengaduan yang berisi tentang
penjelasan kasus.
4) Penanganan kasus pengaduan yang disetujui oleh Kepala Puskesmas
untuk.
5) Pelaksana melakukan Kunjungan Lapangan bersama program terkait.
6) Pelaksana Program SE bersama program terkait menganalisa hasil
kunjungan.
7) Penentukan dan melaksanakan tindakan penyelesaian atas masalah yang
ada.
8) Pembuatan laporan tindakan bersama tim diketahui oleh Kepala
Puskesmas.
9) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya.
17. Kesehatan Lingkungan
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan program, melaksanakan kegiatan Penyehatan
Lingkungan, Penyehatan Makanan dan Minuman, Penyehatan Tempat-Tempat
Umum dan Industri, Penyehatan Air serta melakukan pengawasan,
pengendalian dan pengevaluasian hasil kegiatan program Kesehatan
Lingkungan di Wilayah kerja Puskesmas Tanjung.
b. Fungsi
1) Perencanaan Program Kesehatan Lingkungan
2) Pemeriksaan, pengawasan dan pembinaan Rumah Sehat di Wilayah Kerja
Puskesmas Tanjung .
3) Pemeriksaan dan pengawasan sarana air minum dan jamban keluarga .
4) Pemeriksaan dan pengawasan Tempat-tempat Umum
5) Pemeriksaan dan pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan .
6) Pemeriksaan dan pengawasan Tempat Pembuangan Sampah Sementara
7) Pelaksanaan konseling di Klinik Sanitasi .
8) Pelaksanaan kunjungan ke rumah penderita penyakit berbasis lingkungan
bersama dengan Tim Terpadu lainnya dan Pelaksana Program Terkait .
9) Pengelolaan sampah medis dari semua Pelayanan di Puskesmas Tanjung.
10) Pembuatan Laporan Program Kesehatan Lingkungan bulanan ,
triwulan,semester dan tahunan
11) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
18. Kesehatan Jiwa
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan, melaksanakan program Kesehatan Jiwa,
mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi hasil kegiatan program
Kesehatan Jiwa
b. Fungsi
1) Pendeteksian dini kasus yang ditemukan di Pelayanan Kesehatan Umum.
2) Pencatatan kasus di buku register
3) Kunjungan ke rumah penderita bersama dengan dokter
4) Penentuan dignosa
5) Pelaksanaan rujukan sesuai kasus
6) Pelaporan dan Pencatatan
7) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya
19. Lansia
a. Tugas Pokok
Membuat perencanaan, melaksanakan pelayanan kesehatan Lansia,
mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi hasil kegiatan program Lansia
b. Fungsi
1) Perencanaan program Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung
2) Pelayanan kesehatan lansia dan di Posbindu ( Pos Pembinaan Terpadu)
3) Pelaksanaan rujukan kasus Lansia ke Pelayanan lainnya atau ke Institusi
Pelayanan Lanjutan.
4) Pembuatan Kegiatan Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung.
5) Pelaksanaan pengobatan sesuai dengan Standar operasional prosedur .
6) Pencatatan dan pelaporan.
7) Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasartkan arahan atasan dalam
lingkup bidang tugasnya

2.5 Kinerja Pelayanan Puskesmas


Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja Puskesmas Tanjung
berdasarkan sasaran / target Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes periode
sebelumnya, menurut SPM untuk urusan kesehatan, dan/atau indikator kinerja
pelayanan SKPD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah
diratifikasi oleh pemerintah.
Adapun capaian kinerja pelayanan Puskesmas Tanjung dapat dilihat pada
Tabel dibawah:
PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN PUSKESMAS TANJUNG

BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)

2013 2014 2015 2016 2017


N Sat
Indikator Targe Capaia Targe Capaia Capaia Capaia Capaia
o uan Target Target Target
t n t n n n n
1 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) % 94 79.9 95 82.6 95 84.31 96 91.06 96 71.47
2 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan % 93 94.5 94 88.2 95 96.56 96 94.4 96 98.62
3 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani % 99 100 99 100 99 100 99 100 99 100
4 Cakupan Kunjungan Neonatal % 92 87.88 93 45.31 94 91.75 95 89.48 96 97.94
5 Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi % 93 81.7 94 98.97 95 88.14 96 80.45 97 84.02
6 Cakupan Komplikasi Neonatal Yang Tertangani % 91 97 92 100 93 100 94 100 95 100
7 Penurunan Prevalensi Bayi Lahir Rendah % 8 6 7 3.9 6 7.22 5,5 4.5 5 6.66
8 Cakupan pelayanan Anak Balita (D/S) % 85 50.38 90 51.01 91 50.38 92 47.19 93 60.79
9 Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
10 Bayi usia 0-6 bln ASI Eksklusif % 80 27.5 85 30 86 38.35 87 60.64 88 55.05
11 Prevalensi Gizi buruk pada anak balita % 2 2.95 1.5 0.1 1 2.95 0.75 0.29 0.5 0.96
Cakupan Desa/Kelurahan UCI (Universal Child
12 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Imunization)
Sa 2013 2014 2015 2016 2017
N
Indikator tu
o Targe Capaia Targe Capaia Targe Capaia Targe Capaia Targe Capaia
an
t n t n t n t n t n
13 Cakupan Imunusasi Dasar Lengkap % 85 100 100 100 100

14 AFP Rate % ≥2 0 ≥2 0 ≥2 1 ≥2 1 ≥2 0

15 Cakupan Penderita DBD yang ditangani % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

16 CFR DBD % 3.5 3 0 2.5 2 2

17 IR DBD (per 10.000 penduduk) % 1.3 1.2 1.1 1.0 1.0


Cakupan penemuan dan Penanganan Penderita
18 % 70 99.1 80 97.9 90 98.2 100 108.17 100 101.21
Pneumonia
19 Cakupan penangan Pasien baru TB BTA+ % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

20 Angka Kesembuhan TB Paru % 85 80.9 85 84.2 85 81.25 85 94.4 100 85

21 Angka Penemuan pasien baru TB (BTA+) / CDR TB % 65 38 70 40.4 75 68 80 39 80 57.42

22 Angka Kematian TB (100.000 penduduk) % 1.1 0 1 0 1 1 1 0 1 1

23 CDR Kusta % ≤1 1.61 ≤1 1.84 ≤1 1.84 ≤1 2.07 ≤1 1.3


24 Cakupan penemuan HIV/AIDS tertangani % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Sa 2013 2014 2015 2016 2017


N
Indikator tu
o Targe Capaia Targe Capaia Targe Capaia Targe Capaia Targe Capaia
an
t n t n t n t n t n
26 Cakupan Rumah Sehat % 75 77 50.2 80 27.40 83 75.41 85 83.17

27 Cakupan Desa Siaga Aktif % 25 14 30 14 33 14 35 14 40 14


ANGGARAN DAN REALISASI PUSKESMAS TANJUNG
TAHUN 2013 - 2017

Sumber Anggaran

Tahun Anggaran BOK BLUD

Anggaran Realisasi (%) Anggaran Realisasi (%)

2013 Rp 75,000,000 Rp 75,000,000 100.00%

2014 Rp 81,000,000 Rp 81,000,000 100.00%

2015 Rp 110,000,000 Rp 110,000,000 100.00% Rp 77,544,109,000 Rp 346,499,754 0.45%

2016 Rp 279,500,000 Rp 278,635,000 99.69% Rp 24,026,703,911 Rp 1,265,478,522 5.27%

2017 Rp 467,700,000 Rp 466,704,950 99.79% Rp 14,915,164,783 Rp 2,338,094,142 15.68%


Pada tahun 2013 dan 2014 belum dibentuk BLUD jadi pada tahun tersebut tidak ada anggaran dari BLUD, Puskesmas Tanjung hanya anggaran yang
bersumber dari BOK.
BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS

3.1 Visi, misi dan Tujuan Puskesmas Tanjung

1. Visi Puskesmas Tanjung


Visi Puskesmas Tanjung adalah “Terwujudnya masyarakat sehat dan mandiri
di wilayah kerja Puskesmas Tanjung”
Visi tersebut mengandung pengertian keberadaan Puskesmas Tanjung
diharapkan dapat memberikan manfaat berupa kesehatan kepada masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas Tanjung, selain itu Puskesmas Tanjung mendorong dan
meningkatkan kemandirian individu, keluarga dan masyarakat di wilayah kerja
Puskesmas Tanjung untuk hidup sehat.
Dengan menerapkan pelayanan kesehatan yang bermutu
diharapkan masyarakat mendapat kepuasan sesuai dengan kebutuhan dan
harapannya, yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, sejalan dengan visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yaitu
”Menjadi Institusi yang handal dalam mewujudkan Brebes Sehat”
2. Misi Puskesmas Tanjung
Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, dirumuskan beberapa Misi
sebagai berikut :
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.
b. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
c. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata
dan terjangkau.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, masyarakat dan lingkungan.
e. Menjalin kerjasama lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan.
Dengan Visi dan Misi yang jelas, maka diharapkan arah pembangunan
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung dapat memberikan pelayanan
dengan Profesional, tanggung jawab, sadar mutu, sadar waktu, inisiatif, bersih dan
empati kepada Masyarakat seuai dengan Tata nilai Puskesmas Tanjung..
3. Tujuan Puskesmas Tanjung
Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas Tanjung
bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang :
a. Memiliki perilaku hidup sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat.
b. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu.
c. Hidup dalam lingkungan sehat.
d. Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.

3.2 Evaluasi Umum


1. Kekuatan (Strenght)
a. Visi, misi, dan Tujuan
Memiliki visi, misi, tujuan, struktur, dan uraian kerja (Tugas pokok dan fungsi)
yang jelas.
b. Sarana dan Prasarana
Tersedianya fasilitas sarana dan prasarana fisik yang memadai. Akses
terhadap pelayanan kesehatan mudah dijangkau
c. Sumber Daya
Tersedianya SDM dgn latar belakang kesehatan (profesional) dan memiliki
jumlah yang cukup.
d. Manajemen Puskesmas
Adanya SOP untuk acuan pelaksanaan tugas, Memiliki program kerja dan
stuktur organisasi, serta Budaya kerja staf yang sudah baik
e. Lintas Sektor
Dukungan kader kesehatan dan tokoh masyarakat terhadap kegiatan
kesehatan. Kemitraan dengan Desa yang baik. Lintas sektor yang mendukung
Visi dan Misi Puskesmas Tanjung.
2. Kelemahan (Weaknesses)
a. Manajemen Puskesmas
Terbatasnya anggaran untuk operasional puskesmas
b. Sistem lnformasi Kesehatan
Sistem Informasi Kesehatan belum optimal, mulai dari proses pengumpulan
data, pengolahan, penyajian dan analisis data.
c. Sumber Daya
Kompetensi Sumber Daya Manusia belum merata.
3. Kesempatan (Opportunities)
a. Masyarakat bersedia diberi pelayanan kesehatan
b. Sebagai Puskesmas induk di Kecamatan Tanjung
c. Dengan tenaga SDM yang ada mengoptimalkan program
4. Ancaman (Threats)
a. Banyak berdiri Balai Pengobatan swasta yang memberikan pelayanan yang
sama
b. Adanya persepsi biaya pelayanan kesehatan yang mahal.
c. Status kepemilikan sertifikat tanah yang ditempati gedung belum jelas

3.3 Lingkungan Internal


1. Peluang
a. Jumlah penduduk dengan sosial ekonomi menengah cukup besar
b. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan
c. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang bermutu meningkat
d. Akses terhadap pelayanan kesehatan mudah dijangkau
2. Ancaman
a. Terbatasnya anggaran untuk operasional puskesmas
b. Tuntutan masyarakat terhadap jenis pelayanan kesehatan yang bermutu
meningkat.
c. Meningkatnya jumlah penduduk miskin.

3.4 Isu Strategis


1. Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), hal ini disebabkan belum semua Ibu
hamil mendapatkan pelayanan ANC (Antenatal Care) sesuai dengan standart,
masih kurangnya tenaga kesehatan yang berkompeten terhadap penanganan Ibu
hamil Risiko tinggi, belum semua Ibu hamil mendapatkan pendampingan, dan
belum maksimalnya sistem informasi rujukan persalinan.
2. Masih tingginya Angka Kematian Bayi Baru Lahir (AKB) dan Angka Kematian Balita
(AKABA), hal ini disebabkan karena
a. belum semua bayi baru lahir mendapatkan pelayanan sesuai standar,
b. masih kurangnya penanganan neonatus komplikasi (BBLR dan asfeksia),
c. masih kurangnya sarana dan prasarana pelayanan dasar dan rujukan;
3. Masih tingginya penularan penyakit, yaitu HIV/AIDs, TB, kusta, pneumonia pada
balita, DBD, dan diare hal ini disebabkan antara lain :
a. Belum semua orang berisiko terinfeksi HIV (pasien IMS, waria / transgender,
pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan) mendapatkan
pemeriksaan HIV sesuai standar hanya pasien ibu hamil, pasien TB.
b. Belum semua orang terduga TBC dilakukan pemeriksaan dahak.
c. Masih rendahnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam menerapkan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) antara lain masih banyaknya perilaku
buang air besar sembarangan atau masih ada masyarakat yang tidak
mempunyai akses jamban sehat, untuk Open Defecation Free (ODF) Baru
Desa Sidakaton.
4. Meningkatnya angka kesakitan Penyakit Tidak Menular antara lain hipertensi,
diabetes, jantung, kanker, dan stroke hal ini disebabkan karena :
a. Belum sadarnya masyarakat terhadap pola hidup sehat seperti makan buah
dan sayur, aktifitas fisik, tidak merokok dan cek kesehatan rutin.
b. Belum semua desa terdapat posbindu sebagai salah satu sarana skriining
Penyakit Tidak Menular
c. Penyakit Tidak Menular antara lain kanker servik (IVA) kesadaran masyarakat
untuk periksa masih rendah, melakukan periksa ke Puskesmas jika ada
keluhan, dan pengobatan krioterapi belum bisa digunakan.
5. Masih tingginya kasus gizi buruk, gizi kurang dan stunting. Hal ini disebabkan
antara lain :
a. Belum semua Ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan sesuai standart.
b. Rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya ibu dalam pemberian
makanan pendamping ASI,
c. Masih kurangnya cakupan pemberian ASI eksklusif,
d. Belum semua anak BALITA mendapatkan pelayanan sesuai standart antara
lain : penimbangan minimal 8 kali setahun, pengukuran panjang/tinggi badan
minimal 2 kali setahun , pemberian kapsul vitamin A 2 kali setahun.
6. Masih adanya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang di pasung.
7. Meningkatnya jumlah masyarakat miskin yang membutuhkan pelayanan
kesehatan, masih terdapatnya pasien miskin yang tidak termasuk JKN PBI
berdasarkan data verifikasi

3.5 Strategi dan kebijakan


Akses pelayanan menurut WHO mencakup 3 dimensi yaitu aksesibilitas fisik,
pembiayaan, dan akseptabilitas. Untuk meningkatkan aksesibilitas fisik, pelayanan
kesehatan dilaksanakan tidak hanya di puskesmas namun juga di puskesmas
pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa (PKD), Pos Pelayanan Terpadu (posyandu),
Pos Kesehatan Difabel, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), puskesmas keliling
(Pusling) dan kunjungan rumah/perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat).
Adapun penyediaan sarana prasarana penunjang di puskesmas seperti kursi
roda, ramp, handrail, toilet khusus lansia dan alur pelayanan khusus untuk pasien ibu
hamil, lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas juga sudah mulai dilaksanakan
meskipun belum optimal dan masih terbatas di dalam puskesmas. Penyediaan
sarana prasarana penunjang di jaringan puskesmas perlu dipertimbangkan
mengingat pelayanan Puskesmas tidak terbatas hanya di area Puskesmas saja.
Peran aktif dan keterlibatan jejaring Puskesmas dalam pelayanan kesehatan masih
perlu dioptimalkan untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan.
Dalam segi peningkatan akseptabilitas, penyediaan informasi baik tentang
lokasi Puskesmas, jenis pelayanan puskesmas baik melalui pertemuan di tingkat
Puskesmas, lintas sektor ataupun masyarakat serta melalui brosur ataupun media
lainnya juga sudah mulai dilaksanakan seperti di dalam area Puskesmas, Papan
Informasi Desa dan Kecamatan serta pembagian brosur ke Lintas Sektor wilayah
kerja Puskesmas Tanjung. Penyediaan media informasi dan jenis informasi yang
lebih bervariasi masih perlu dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi
pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan. Internalisasi tata nilai puskesmas perlu
ditingkatkan agar semua petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang
sesuai dengan harapan masyarakat.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berkelanjutan juga menjadi
salah satu isu yang perlu diperhatikan. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atau yang
sekarang berganti Survai Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan
Puskesmas Tanjung selama tahun 2013 sampai dengan 2017 di Puskesmas
mendapatkan hasil yang Baik. Bahkan di tahun 2013 – 2017 Puskesmas Tanjung
mendapatkan predikat Baik. Namun demikian, peningkatan kualitas pelayanan
kesehatan masih perlu dilakukan baik melalui pemenuhan jumlah dan kompetensi
Sumber Daya Manusia (SDM), pemenuhan sarana dan prasarana Puskesmas,
penyusunan pedoman yang terkait pelayanan kesehatan, kalibrasi alat-alat
kesehatan, Pemantauan Mutu Internal (PMI), Pemantauan Mutu Eksternal (PME)
ataupun kegiatan lainnya.
Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga perlu terus
mempertimbangkan masukan dan partisipasi aktif masyarakat baik melalui Survei
Mawas Diri (SMD), Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), kotak saran, ataupun
lainnya sehingga pelayanan di puskesmas dapat sesuai dengan harapan dan
kebutuhan masyarakat.
Pengembangan Puskesmas untuk selanjutnya perlu mempertimbangkan
prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi serta sumber
daya yang tersedia.
Penggerakkan tim mutu ataupun tim yang terkait dengan manajemen mutu,
resiko dan keselamatan pasien di puskesmas juga perlu dilakukan untuk
meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di puskesmas.
BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan merupakan suatu kondisi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka
waktu lima tahun kedepan, yang dijabarkan secara lebih operasional dari setiap misi.
Tujuan kemudian dijabarkan dalam sasaran, yaitu sebuah rumusan kondisi yang dapat
menggambarkan tercapainya sebuah tujuan.
4.1. Tujuan
Tujuan pembangunan kesehatan Kabupaten Brebes periode tahun 2017 s.d
2022 adalah “Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat”, dengan indikator
tujuan adalah Usia Harapan Hidup (UHH) dan Cakupan Akses Jamban Sehat.
Panjabaran Visi Puskesmas Tanjung, yaitu Terwujudnya masyarakat sehat dan
mandiri di wilayah Kerja Puskesmas Tanjung yaitu dengan Mendorong kemandirian
masyarakat untuk hidup sehat serta memelihara dan meningkatkan pelayanan
kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. Visi ini selaras dengan tujuan
pembangunan kesehatan kebupaten Brebes yaitu Meningkatkan pelayanan kesehatan
bagi masyarakat.
4.2. Sasaran
Sasaran Puskesamas Tanjung sesuai dengan sasaran pembangunan kesehatan
Kabupaten Brebes periode tahun 2017 s.d 2022 yaitu:
1. Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat, dengan indikator:
a. Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu hamil
b. Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin
c. Cakupan Pelayanan Kesehatan bayi baru lahir
d. Cakupan Pelayanan Kesehatan Balita
e. Cakupan Pelayanan Kesehatan pada usia pendidikan dasar
f. Cakupan Pelayanan Kesehatan pada usia Produktif
g. Cakupan Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut
h. Cakupan Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi
i. Cakupan Pelayanan Kesehatan penderita Diabetes Mellitus
j. Cakupan Pelayanan Kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat
k. Cakupan Pelayanan Kesehatan Orang dengan Terduga TB
l. Cakupan Pelayanan Kesehatan orang dengan resiko terinfeksi HIV
m. AKI/100.000 KLH
n. AKB/10.000 KLH
2. Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat, dengan indikator: Indeks
Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
BAB V

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Strategi dan arah kebijakan dalam lima tahun mendatang Puskesmas Tanjung
mengikuti strategi dan kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes adalah sebagai
berikut:

5.1. Strategi
Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran maka strategi yang akan dilaksanakan
oleh Puskesmas Tanjung dalam periode 2018-2022 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
Strategi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat
mencakup pelayanan kesehatan bagi seluruh kelompok usia mengikuti siklus hidup
sejak dari bayi sampai anak, remaja, kelompok usia produktif, maternal, dan
kelompok usia lanjut (Lansia), yang dilakukan antara lain melalui:
a. Melaksanakan penyuluhan kesehatan, advokasi dan menggalang kemitraan
dengan berbagai pelaku pembangunan termasuk pemerintah dan swasta.
b. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan peran serta
masyarakat dalam bidang kesehatan.
c. Meningkatkan jumlah dan kemampuan tenaga penyuluh kesehatan
masyarakat/dan tenaga kesehatan lainnya.
d. Mengembangkan metode dan teknologi promosi kesehatan yang sejalan
dengan perubahan dinamis masyarakat.
e. Meningkatkan konsep Public Privat Mix (PPM) dalam pelayanan kesehatan
masyarakat.
2. Meningkatkan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit
Tidak Menular, yang dilakukan antara lain melalui:
a. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dengan PIS-PK
(Pendekatan Indonesia Sehata melalui Pendataan Keluarga) di tingkat
desa, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penemuan kasus,
screening, maupun pengawasan pengobatan.
b. Mendorong keterlibatan masyarakat dalam membantu upaya pengendalian
penyakit melalui community base surveillance berbasis masyarakat untuk
melakukan pengamatan terhadap hal-hal yang dapat menyebabkan
masalah kesehatan dan melaporkannnya kepada petugas kesehatan agar
dapat dilakukan respon dini sehingga permasalahan kesehatan tidak
terjadi.
c. Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam pengendalian penyakit
menular seperti tenaga epidemiologi, sanitasi dan laboratorium.
3. Meningkatkan kesehatan lingkungan, yang dilakukan antara lain melalui:
a. Penyusunan regulasi daerah dalam bentuk peraturan Daerah atau
peraturan Bupati yang dapat menggerakkan sektor lain di daerah untuk
berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan penyehatan lingkungan seperti
kawasan bebas asap rokok, peningkatan ketersediaan sanitasi dan air
minum layak serta tatanan kawasan sehat.
b. Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam wirausaha sanitasi.
c. Peningkatan peran Puskesmas dalam pencapaian kecamatan/kabupaten
Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).
d. Pengembangan pengelolaan air minum/bersih, pembuangan air limbah,
jamban keluarga dan pembuangan sampah dengan pendekatan berbasis
masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna.
4. Memberikan jaminan terhadap pelayanan kesehatan terhadap semua masyarakat
tidak mampu.
5. Meningkatkan sistem Informasi, Penelitian dan Pengembangan Serta Regulasi
Kesehatan dengan Mengembangkan sistem informasi kesehatan online yang
terintegrasi serta pemanfaatan hasil penelitian sebagai dasar pengambilan
keputusan dan regulasi.
6. Meningkatkan Akses dan Mutu Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk
meningkatkan akses dan mutu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan
rujukan , maka upaya yang akan dilakukan adalah:
a. Optimalisasi fungsi FKTP, dimana semua Puskesmas telah memenuhi
standard pelayanan kesehatan baik essensial dan pengembangan serta
mampu melakukan persalinan, Pelayanan TB-HIV, deteksi dini IVA,
cryoteraphy dan perawatan ODGJ Berat.
b. Memenuhi sarana prasarana dan alat kesehatan di Puskesmas dan RS
yang sesuai standar
c. Mewujudkan penerapan sistem manajemen kinerja RS sehingga terjamin
implementasi Patient Safety, standar pelayanan kedokteran dan standar
pelayanan keperawatan.
d. Pengembangan sistem rujukan yang terintegrasi seluruh fasilitas
kesehatan.
e. Meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan yang
merata dan bermutu dengan pengoptimalan tenaga fungsional kesehatan.
7. Meningkatkan pelayanan kefarmasian, Makanan Minuman dan Perbekalan
Kesehatan dengan strategi :
a. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat
kesehatan serta menjamin keamanan/khasiat, kemanfaatan, dan mutu
sediaan farmasi, alat kesehatan.
b. Meningkatkan cakupan pemeriksaan makanan dan minuman hasil industri
rumah tangga.

5.2. Kebijakan
1. Upaya Kesehatan
a. Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care)
b. Peningkatan standarisasi dan akreditasi pelayanan kesehatan dengan
mengoptimalkan fungsi Puskesmas.
c. Penerapan Pendekatan Keberlanjutan Pelayanan (Continuum Of Care).
Pendekatan ini dilaksanakan melalui peningkatan cakupan, mutu, dan
keberlangsungan upaya pencegahan penyakit dan pelayanan kesehatan ibu,
bayi, balita, remaja, usia kerja dan usia lanjut dalam rangka mewujudkan
standar Pelayanan Minimal di bidang kesehatan.
2. Sumber Daya Kesehatan
a. Peningkatan kualitas SDM melalui diklat teknis dan pemerataan sumber daya
manusia kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan
3. Informasi, Penelitian dan Pengembangan Serta Regulasi Kesehatan
a. Peningkatan penelitian dan pengembangan bidang kesehatan secara bertahap
yang mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan.
b. Pengembangan sistem informasi yang komprehensif dan terintegrasi dalam
rangka medukung percepatan pengambilan keputusan.
4. Farmasi, Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan
a. Peningkatan akses obat bagi masyarakat dan peningkatan pengawasan
terhadap sediaan farmasi, dan alat kesehatan.
5. Pembiayaan Kesehatan
a. Peningkatan akses pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin
6. Pemberdayaan Masyarakat
a. Peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan
melakukan intervensi pada anak sekolah dan kelompok masyarakat
b. Peningkatan peran dan fungsi PKD sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat dan peran Forum Kesehatan Desa untuk mewujudkan desa siaga.
c. Peningkatan peran serta masyarakat dalam rangka penanggulangan penyakit
berpotensial wabah.
7. Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja
a. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam rangka berperilaku hidup bersih dan
sehat, perbaikan sanitasi lingkungan dan peningkatan akses pemanfaatn
jamban di masyarakat dalam rangka membentuk desa Open Defecation Free
(ODF)
BAB VI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, maka berdasarkan kategori
Fungsi Kesehatan memiliki Program dan Kegiatan sebagai berikut :

Kerangka Anggaran Dinas Kesehatan Periode 2017 - 2022

Kerangka Pendanaan

Program Kegiatan
Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022

Kegiatan Peningkatan Kesehatan Keluarga


39939750000 40632925000 41339930000 42272785000 43329820000
dan Gizi
Program Kesehatan
Masyarakat Kegiatan Promosi Kesehatan,
Pemberdayaan Kesehatan,Pengembangan
7294200000 8000000000 8060000000 8060000000 7720000000
Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja
dan Kesehatan Olahraga
Dari data diatas dan mengacu pada anggaran dan realisasi capaian Puskesmas Tanjung pada tahun 2013 – 2017 maka kerangka pendanaan Puskesmas
Tanjung pada tahun 2017 – 2022 adalah:

Sumber Anggaran
Tahun Anggaran
BOK BLUD

2018 Rp 583,300,000 Rp 2,373,165,554

2019 Rp 729,125,000 Rp 2,408,763,037

2020 Rp 911,406,250 Rp 2,444,894,482

2021 Rp 1,139,257,813 Rp 2,493,792,371

2022 Rp 1,424,072,266 Rp 2,543,669,218


BAB VII

KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG KESEHATAN

Visi pembangunan jangka menengah Puskesmas Tanjung mengikuti Dinas


Kabupaten Brebes tahun 2017 – 2022 disusun dengan mendasarkan pada visi pasangan
Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Brebes
tahun 2017 – 2022 adalah:

“MENUJU BREBES UNGGUL, SEJAHTERA DAN BERKEADILAN”.

Ketercapaian visi tersebut dijabarkan dalam tiap misi, dan Puskesmas Tanjung
mempunyai andil di dalam mewujudkan masyarakat Brebes yang unggul dengan misi
pertama yakni “Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia,
cerdas, sehat dan berdaya saing tinggi berbasis pada nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha
Esa melalui pendidikan dan kesehatan”.
Tujuan dari misi pertama Dinas kesehatan kabupaten Brebes adalah
“Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat”, dan sasaran yang menjadi
tanggung jawab sesuai dengan misi Puskesmas Tanjung adalah “Memelihara dan
meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta
Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, masyarakat dan lingkungan.
”.
7.1. Indikator Kinerja Utama Puskesmas Tanjung yang Mengacu pada Tujuan dan
Sasaran RPJMD
Indikator Kinerja Utama Puskesmas Tanjung sudah mengacu pada tujuan
dan sasaran RPJMD Kabupaten Brebes Tahun 2017-2022. Berikut ini indikator
kinerja Utama Puskesmas Tanjung dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen
untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.
Indikator Kinerja Utama Puskesmas Tanjung Periode 2017 – 2022 :
Target Kinerja
Indikator
Tujua Indikator Sasaran Tahu Tahu Tahu Tahu Tahu
sasaran
n Tujuan (Dampak) n n n n n
(Dampak)
2018 2019 2020 2021 2022
Menin
gkatny
a
pelaya
Umur
nan
Harapan 68,43 68,44 68,45 68,46 68,47
keseh
Hidup
atan
bagi
masya
rakat

Cakupan
Akses
70 80 90 95 100
Jamban
Sehat

Meningkatn
Pelayanan
ya Derajat
Kesehatan Ibu 88 90 92 94 96
Kesehatan
Hamil (%)
Masyarakat
Pelayanan
Kesehatan Ibu
94 95 96 97 98
Bersalin (%)

Pelayanan
Kesehatan bayi 94 95 96 97 98
baru lahir (%)
Pelayanan
Kesehatan 90 91 92 93 94
Balita (%)
Pelayanan
Kesehatan
pada usia 80 82 84 86 88
pendidikan
dasar (%)
Pelayanan
Kesehatan
76 77 78 79 80
pada usia
Produktif (%)
Pelayanan
Kesehatan
40 42 44 46 50
Pada Usia
Lanjut (%)
Pelayanan
Kesehatan
Penderita 50 70 100 100 100
Hipertensi (%)

Pelayanan
50 70 100 100 100
Kesehatan
penderita
Diabetes
Mellitus(%)
Pelayanan
Kesehatan
orang dengan
100 100 100 100 100
gangguan jiwa
berat(%)

Pelayanan
Kesehatan
Orang dengan 70 75 80 85 90
TB(%)

Pelayanan
Kesehatan
orang dengan
65 70 75 80 85
resiko terinfeksi
HIV(%)

Kasus kematian
ibu 31 31 30 29 28

AKB/100.000
KLH (orang) 12,3 12 12 11,5 11,5

Indeks
Meningkatn
Kepuasan
ya Mutu
Masyarakat
Pelayanan 76 77 78 79 80
terhadap
Kesehatan
pelayanan
Masyarakat
kesehatan
BAB VIII

PENUTUP

8.1 Kesimpulan
Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Puskesmas Tanjung tahun 2017-2022
ini mengacu pada visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yang disesuaikan
dengan Arah dan Pembangunan Kabupaten Brebes.
Renstra ini disusun dengan tujuan agar dapat menjawab dan memfokuskan
upaya Puskesmas Tanjung dalam menghadapi tantangan pembangunan kesehatan di
Kabupaten Brebes ini yang semakin kompleks.
Renstra ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam perencanaan, pelaksanaan
dan penilaian kegiatan di Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes dalam 5 tahun ke
depan, serta diharapkan lebih terarah dan terukur.

8.2 Rekomendasi
1. Rencana Strategis ini merupakan acuan utama dalam penyusunan Rencana Kerja
(Renja) kegiatan Puskesmas Tanjung, setiap tahunnya mulai tahun 2017 sampai
dengan 2022.
2. Penyelenggara atau pelaku Rencana Strategis ini adalah seluruh pegawai
Puskesmas yang terbagi dalam kegiatan-kegiatan di dalam gedung (Upaya
Kesehatan Perorangan) dan kegiatan di luar gedung (Upaya Kesehatan
Masyarakat).
3. Penyelenggaraan Rencana Strategis ini dilakukan melalui siklus perencanaan,
pelaksanaan dan pengendalian, serta pengawasan dan pertanggungjawaban.
4. Program-program yang termuat dalam Rencana Puskesmas Tanjung, dalam
pelaksanaannya membutuhkan kerjasama dan koordinasi antara lintas program
dan lintas sektor dan kemitraan dengan swasta. Dan dukungan dari kader
kesehatan dan tokoh masyarakat.

8.3 Harapan
Rencana strategis ini diharapkan dapat dipakai sebagai acuan dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian upaya Puskesmas Tanjung dalam kurun
waktu lima tahun (2017 – 2022). Rencana strategis ini disusun sedemikian rupa
sehingga hasil pencapaiannya dapat diukur dan dipergunakan sebagai bahan
penyusunan laporan kinerja tahunan Puskesmas Tanjung
Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan Rencana Strategis
Puskesmas Tanjung Tahun 2014 – 2018 disampaikan penghargaan yang setinggi-
tingginya atas dedikasi yang tinggi serta kerja keras demi tercapainya visi dan misi
Puskesmas Tanjung dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Tanjung.

Anda mungkin juga menyukai