Anda di halaman 1dari 21

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR

SMK NEGERI .......


JL.
TELP. 031-XXXXX FAX. 031- XXXXXX Kode Pos:
EMAIL : Website:
__________________________________________________________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Nama Sekolah : SMKN ..............


Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kelas/Semester : XI / Genap
Materi Pokok : 3.9 Menerapkan pengisian surat setoran pajak (SSP) PPh Badan
4.9 Melakukan pengisian surat setoran pajak (SSP) PPh Badan
Alokasi Waktu : 3 JP x 45 menit / 1 pertemuan

A. Kompetensi Inti
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan lansgung.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Menerapkan pengisian surat 3.9.1 Mendeskripsikan fungsi dan bentuk SSP
setoran pajak (SSP) PPh Bada PPh badan
3.9.2 Menganalisis tata cara pengisian SSP
PPh badan
3.9.3 Mendeskripsikan pembayaran pajak
3.9.4 Mengidentifikasi kelebihan pembayaran
pajak

4.9 Melakukan pengisian surat 4.9.1 Mengkomunikasikan fungsi dan bentuk


setoran pajak (SSP) PPh badan SSP PPh badan.
4.9.2 Melakukan pengisian SSP PPh badan
4.9.3 Melakukan pembayaran pajak
4.9.4 Meyebutkan perlakuan saat terjadi
kelebihan pembayaran pajak

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui proses pemberian stimulus, diskusi,
tanya jawab, presentasi, penugasan, dan analisis, peserta didik dapat menjelaskan definisi dan
fungsi surat setoran pajak (SSP) PPh badan. Keterampilan yang diharapkan adalah peserta
didik dapat mengisi surat setoran pajak (SSP) untuk pajak penghasilan badan, sehingga
peserta didik dapat menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dokumen sumber dan dokumen pendukung yang berkaitan dengan tata cara
pengisian SSP untuk PPh badan.

D. Materi Pembelajaran
1. Faktual
Permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan prosedur pengisian SSP untuk PPh
badan yang sesuai dengan ketentuan direktorat jenderal pajak.
2. Konseptual (Lampiran I)
a. Fungsi dan bentuk SSP PPh Badan
b. Tata cara pengisian SSP PPh badan
c. Pembayaran Pajak
d. Kelebihan Pembayaran Pajak
3. Prosedural (Lampiran I)
Melakukan kegiatan yang dimulai dengan menganalisis surat setoran pajak untuk PPh
badan kemudian akan dilanjutkan dengan pengisian surat setoran pajak yang sesuai
dengan ketentuan direktorat jenderal pajak.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Santific Approach
2. Metode : Diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi, kerja kelompok
F. Media Pembelajaran
1. LCD
2. Laptop
3. Powerpoint / Video Pembelajaran

G. Sumber Belajar
1. Abdul H., Icuk R.B., Amin D.2014. Perpajakan. Jakarta : Salemba Empat
2. Internet

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan I: 3 JP x 45 menit = 135 menit
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
 Memberikan salam
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Membaca singkat buku perpajakan sebagai kegiatan literasi
Pendahuluan 20 menit
 Memberikan pengantar materi surat setoran pajak untuk PPh
badan dan konsep SSP untuk PPh badan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
 Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus
Mengamati
Peserta didik mempelajari Buku Teks, modul maupun sumber
lain tentang definisi, fungsi dan bentuk surat setoran pajak
untuk PPh serta tata cara pengisian SSP untuk PPh badan dan
perlakuan terhadap pembayaran pajaknya.

Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi
konsep surat setoran pajak untuk PPh badan dan mengidentifikasi
masalah prosedur pengisian SSP dan perlakuan terhadap
Inti 100 menit
pembayaran pajak untuk badan.

Mencoba
Mendampingi peserta didik untuk mengumpulkan data dan
informasi tentang SSP untuk PPh badan yang dapat diperoleh
dari buku/modul dan internet. Dan peserta didik melakukan
pengisian dan pembayaran/penyetoran surat setoran pajak
untuk pajak penghasilan badan yang terutang.
Menalar
Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan informasi yang
didapat mengenai SSP untuk PPh badan serta menganalisis dan
menyimpulkan informasi yang didapat tentang prosedur
pengisian dan pembayaran SSP untuk PPh badan.

Menyaji
Peserta didik menyampaikan laporan tentang materi SSP untuk
PPh badan serta prosedur pengisian dan penyetoran SSP untuk
PPh badan yang telah dipelajari dari buku/modul atau internet
dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
 Menyimpulkan materi yang telah dipelajari hari ini.
 Mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi hari
ini dirumah.
Penutup 15 menit
 Menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu depan.
 Mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup dengan
doa.

I. Penilaian Proses dan Hasil belajar


1. Teknik Penilaian
a. Pengamatan / non tes (Lampiran 3)
b. Tes tertulis
2. Jenis Penilaian
a. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis dan penugasan (Lampiran 4)
b. Penilaian Keterampilan : Kinerja (Lampiran 5)
3. Pembelajaran remidial dan pengayaan (Lampiran 6)

Surabaya, Agustus 2018


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
SMK Negeri ..........

............................................... WIWIN WIDIAWATI


NIP. NIM. 15080304027
Lampiran 1: Bahan Ajar

Dasar hukum yang mengatur tentang Bentuk Formulir SSP dan penjelasannya terdapat dalam
PER DJP Nomor PER - 38/PJ/2009 yang telah diubah dengan PER DJP Nomor PER - 24/PJ/2013.
Menurut peraturan tersebut SSP adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah
dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara
melalui tempat pembayaran yang telah ditunjuk oleh Menteri Keuangan.

Bentuk Formulir SSP

Bentuk formulir SSP (seperti terlihat dalam gambar di atas) lazimnya dibuat dalam 4
lembar, dimana peruntukkan tiap lembar sebagai berikut:
Lembar ke 1 : Untuk arsip Wajib Pajak
Lembar ke 2 : Untuk Kantor Pelayanan & Perbendaharaan Negara (KPPN)
Lembar ke 3 : Untuk dilaporkan oleh WP ke KPP
Lembar ke 4 : Untuk arsip Kantor Penerima Pembayaran / Bank
Tetapi bila diperlukan, SSP dapat dibuat dalam 5 lembar, yang mana lembar ke 5
diperuntukkan untuk arsip Wajib Pungut atau pihak lain sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Tata Cara Pengisian SSP


NPWP : diisi dengan nomor pokok wajib pajak yang dimiliki oleh Wajib Pajak
NAMA WP : diisi dengan nama Wajib Pajak
ALAMAT WP : diisi dgn alamat yang tercantum dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT)
Catatan :
1. Bagi WP yang belum memiliki NPWP
a. WP Badan, NPWP diisi 01.000.000.0 - XXX.000 (XXX diisi dengan nomor KPP domisili
WP)
b. WP OP, NPWP diisi 04.000.000.0 - XXX.000 (XXX diisi dengan nomor KPP domisili
WP)
2. Nama & alamat diisi dengan lengkap sesuai dengan KTP atau identitas lain yang sah.
NOP : diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak berdasarkan Surat
Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB)
ALAMATOP : diisi sesuai dengan alamat tempat Objek Pajak berada
berdasarkan SPPT
Catatan:
Baris NOP dan Alamat OP diisi bila terdapat transaksi yang terkait dengan tanah dan/atau
bangunan yaitu transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dan kegiatan
membangun sendiri (KMS)

Kode Akun Pajak : diisi dengan angka kode akun pajak untuk setiap jenis
pajak yang akan dibayar yang tertera dalam Tabel
Kode Akun Pajak dan Jenis Setoran yang terdapat
dalam Lampiran PER DJP Nomor PER-38/PJ/2009
sebagaimana diubah dengan PER-23/PJ/2010 dan
terakhir diubah dengan PER 31/PJ/2013.
Kode Jenis Setoran : diisi dengan angka dalam kolom Kode Jenis Setoran
untuk setiap jenis pajak yang akan dibayar yang tertera
dalam Tabel Kode Akun Pajak dan Jenis Setoran yang
sesuai dengan penjelasan dalam kolom "keterangan"
pada Tabel Kode Akun Pajak dan Jenis Setoran.
Uraian Pembayaran : diisi sesuai dengan uraian dalam kolom "Jenis
Setoran" yang berkenaan dengan Kode Akun Pajak
dan Kode Jenis Setoran.
Khusus untuk PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas transaksi
pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan, dilengkapi
dengan nama pembeli.
Khusus untuk PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas transaksi
Persewaan Tanah dan Bangunan yang disetor oleh
yang menyewakan, dilengkapi dengan nama penyewa.
Masa Pajak : diisi dengan memberi tanda silang pada salah satu
kolom Masa Pajak untuk masa pajak yang yang
dibayar.
Untuk pembayaran lebih dari satu masa pajak
dilakukan dengan menggunakan satu SSP untuk setiap
masa pajak.
Untuk WP dengan kriteria tertentu dapat menyetorkan
PPh Pasal 25 untuk beberapa masa pajak dalam satu
SSP.
Tahun Pajak : diisi tahun terutangnya pajak.
Nomor Ketetapan : diisi nomor ketetapan yang tercantum dalam Surat
Ketetapan Pajak (SKPKB, SKPKBT) atau Surat
Tagihan Pajak (STP) hanya apabila SSP digunakan
untuk membayar pajak yang kurang dibayar
berdasarkan Surat Ketetapan Pajak, STP, atau putusan
lain.
Jumlah Pembayaran : diisi dengan angka jumlah pajak yang dibayar dalam
rupiah penuh.
Bagi WP yang diwajibkan melakukan pembayaran
pajak dalam mata uang Dollar Amerika Serikat, diisi
secara lengkap sampai dengan sen.
Terbilang : diisi dengan jumlah pajak yang dibayar dengan huruf
latin dan menggunakan bahasa Indonesia.
Diterima Oleh Kantor : diisi tanggal penerimaan pembayaran oleh Kantor
Penerima Pembayaran Penerima Pembayaran, tanda tangan, dan nama jelas
petugas penerima pembayaran, serta cap/stempel
Kantor Penerima Pembayaran.
Wajib Pajak/Penyetor : diisi tempat dan tanggal pembayaran, tanda tangan,
dan nama jelas WP/Penyetor serta stempel usaha.
Ruang Validasi Kantor : diisi Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN)
Penerima Pembayaran dan Nomor Transaksi Bank (NTB) atau Nomor
Transaksi Penerimaan Negara dan Nomor Transaksi
Pos (NTP) oleh Kantor Penerima Pembayaran.

ILUSTRASI SSP PAJAK BADAN


Kelebihan Pembayaran Pajak
Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak atau Restitusi Pendahuluan adalah
pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak yang diberikan kepada Wajib Pajak Patuh
atau kepada WP lain yang memenuhi persyaratan tertentu.
Atas permohonan wajib pajak, kelebihan pembayaran pajak sebagaimana dimaksud dalam
pasal 17 yaitu ayat 1 : jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang,
ayat 2 : terdapat pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang, ayat 3 : pajak dibayar yang
jumlahnya lebih besar daripada kelebihan pembayaran pajak yang telah ditetapkan; pasal 17B,
pasal 19C, atau pasal 17D dikembalikan, dengan ketentuan bahwa apabila ternyata wajib pajak
mempunyai utang pajak, langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang pajak
tersebut.

Pengembalian Kelebihan Pajak kepada WP yang Memenuhi Persyaratan Tertentu


Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak
yang seharusnya tidak terutang kepada Direktur Jenderal Pajak dalam hal:
(Pasal 2 PMK 10/PMK.03/2013)
1. terdapat pembayaran pajak oleh Wajib Pajak yang bukan merupakan objek pajak yang
terutang atau yang seharusnya tidak terutang (Pasal 3 ayat 1 PMK 10/PMK.03/2013);
2. terdapat kesalahan pemotongan atau pemungutan yang mengakibatkan pajak yang dipotong
atau dipungut lebih besar daripada pajak yang seharusnya dipotong atau dipungut (Pasal 3
ayat 2 PMK 10/PMK.03/2013);
3. terdapat kesalahan pemotongan atau pemungutan yang bukan merupakan objek pajak (Pasal 3
ayat 3 PMK 10/PMK.03/2013);
4. terdapat kelebihan pembayaran pajak oleh Wajib Pajak yang terkait dengan pajak-pajak dalam
rangka impor (Pasal 3 ayat 4 PMK 10/PMK.03/2013).

Persyaratan permohonan, cara penyampaian dan dokumen yang dilampirkan serta proses
penyelesaian diatur dalam Peraturan Menteri Keungan Nomor PMK 10/PMK.03/2013.
Direktorat Jenderal Pajak setelah melakukan penelitian atas permohonan pengembalian
kelebihan pembayaran pajak dari Wajib Pajak yang memenuhi persyaratan tertentu, menerbitkan
Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak paling lama 3 (tiga) bulan sejak
permohonan diterima secara lengkap untuk Pajak Penghasilan, dan paling lama 1 (satu) bulan
sejak permohonan diterima secara lengkap untuk Pajak Pertambahan Nilai.
Wajib Pajak yang memenuhi persyaratan tertentu yang dapat diberikan pengembalian
pendahuluan kelebihan pembayaran pajak adalah :
1. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
2. Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dengan jumlah
peredaran usaha yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh kurang dari Rp1.800.000.000,00
(satu milyar delapan ratus juta rupiah) dan jumlah lebih bayarnya kurang dari Rp1.000.000,00
(satu juta rupiah) atau paling banyak 0,5% (setengah persen) dari jumlah peredaran usaha
yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh tersebut;
3. Wajib Pajak badan dengan jumlah peredaran usaha yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah) dan jumlah lebih bayarnya kurang
dari Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah);
4. Pengusaha Kena Pajak yang menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan
Nilai dengan jumlah penyerahan untuk suatu Masa Pajak paling banyak Rp 400.000.000,00
(empat ratus juta rupiah) dan jumlah lebih bayarnya paling banyak Rp 28.000.000,00 (dua
puluh delapan juta rupiah).

Terhadap permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari Wajib Pajak yang
memenuhi persyaratan tertentu, Kepala KPP melakukan penelitian atas :
1. Kelengkapan SPT dan lampiran-lampirannya
2. Kebenaran penulisan dana perhitungan pajak
3. Kebenaran pembayaran pajak yang telah dilakukan oleh WP
4. Kebenaran alamat yang tercantum dalam SPT tersebut atau dalam SPT perubahan alamat dan
menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian

Dalam hal hasil penelitian menyatakan tidak lebih bayar, lampiran SPT tidak lengkap,
pembayaran pajak tidak benar, atau alamat tidak sesuai dengan yang tercantum dalam SPT atau
dengan pemberitahuan perubahan alamat sehingga Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan
Kelebihan Pajak tidak diterbitkan, maka Kepala KPP harus memberitahu secara tertulis kepada
WP.
Apabila pengembalian kelebihan pembayaran pajak dilakukan setelah jangka waktu 1 bulan,
Pemerintah memberikan imbalan bunga sebesar 2% per bulan atas keterlambatan pengembalian
kelebihan pembayaran pajak, dihitung sejak batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
berakhir sampai dengan saat dilakukan pengembalian kelebihan.
Lampiran 2: Media Pembelajaran
Lampiran 3: Lembar Penilaian Non Tes

FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (KELOMPOK)

Nama kelompok :
1.....................................
2.....................................
3.....................................
4.....................................
5.....................................

Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok (komunikasi)
3 Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
4 Pembagian Job
5 Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah Nilai Kelompok

Format Lembar Penilaian Diskusi (Individu Peserta Didik)


Nama Siswa :.........................................
Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
5. Jiwa kepemimpinan
6. Bermain peran
Jumlah Nilai Individu

Lembar Keaktifan Dalam Diskusi


Nilai Nilai
No Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Bertanya (cara)
2. Menjawab pertanyaan
3. Kesesuaian dengan topik kajian
4. Cara menyampaikan pendapat
5. Antusiasme mengikuti pembelajaran
Kriteria Penilaian
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80 - 100 Memuaskan 4
70 - 79 Baik 3
60 - 69 Cukup 2
45 - 59 Kurang cukup 1
Lampiran 4: Penilaian Pengetahuan

TES TERTULIS

Nama Sekolah : SMKN 1 ...................


Kelas / Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Administrasi Perpajakan
Penilaian : Post test

No Bentuk
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Soal Soal
1. Menerapkan 1. Fungsi dan Menjelaskan definisi 1 Uraian
pengisian surat bentuk surat SSP PPh badan
setoran pajak (SSP) setoran pajak Menjelaskan isi SSP 2 Uraian
PPh Badan (SSP) PPh PPh badan
badan Menjelaskan tata 3 Uraian
2. Tata cara cara pengisian SSP
pengisian PPh badan
2. Melakukan SSP PPh Menjelaskan 4 Uraian
pengisian surat badan pembayaran SSP
setoran pajak (SSP) 3. Pembayaran PPh badan
PPh badan pajak
4. Kelebihan
pembayaran
pajak
SOAL URAIAN

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Surabaya


Kelas/Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Post Test

No. Soal Jawaban Skor


1 Jelaskan yang dimaksud SSP adalah bukti pembayaran atau penyetoran 25
dengan surat setoran pajak! pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan
formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke
kas negara melalui tempat pembayaran yang
telah ditunjuk oleh Menteri Keuangan.
2 Bagaimana ketentuan Pada saat akan mengisi SSP apabila ada WP 25
pengisian kolom NPWP yang belum memiliki NPWP maka ketentuannya
apabila ada WP yang belum sebagai berikut:
memiliki NPWP! 1. WP Badan, NPWP diisi 01.000.000.0 -
XXX.000 (XXX diisi dengan nomor KPP
domisili WP)
2. WP OP, NPWP diisi 04.000.000.0 -
XXX.000 (XXX diisi dengan nomor KPP
domisili WP)
3 Analisislah bagaimana tata Dalam melakukan pengisian SSP wajib pajak 25
cara pengisian SSP menurut harus mengetahui jumlah pajak yang akan
pendapat anda! disetorkan, lalu selanjutnya mengisi setiap
kolom sesuai dengan identitas asli wajib pajak.
Setelah melakukan pengisian SSP wajib pajak
harus menyetorkan SSP tersebut ke KPP daerah
tempat wajib tinggal atau bekerja.
4 Apa kewajiban bendahara Kewajiban Bendahara atas pajak terutang 25
atas pajak terutang tersebut adalah :
perusahaan! 1. memotong PPh badan terutang
2. menyetorkan ke bank/kantor pos paling
lama tanggal 10 bulan berikutnya
3. melaporkan SPT Masa PPh badan paling
lama tanggal jatuh tempo bulan berikutnya
Penyetoran Pajak ke Bank/Kantor Pos
menggunakan Surat Setoran Pajak yang telah di
isi.
PEDOMAN PENSKORAN

Skor Penilaian
 Skor maksimal jika siswa mampu menjawab dengan benar (sesuai dengan konsep)
 Skor setengah dari skor maksimal jika siswa mampu menjawab namun tidak sesuai dengan
konsep
 Skor 0 jika siswa tidak menjawab

Nilai = skor perolehan/skor maksimal x 100


Lampiran 5: Penilaian Keterampilan

KISI-KISI PENILAIAN KINERJA

Nama Sekolah : SMK Negeri ......................


Kelas/Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kompetensi Dasar : 4.9. Melakukan pengisian surat setoran pajak (SSP) PPh
badan

No Kompetensi Dasar Materi Indikator Penilaian


Prosedur pengisian SSP PPh badan 1. Dapat membuat
surat setoran pajak ilustrasi pengisian
untuk PPh badan SSP untuk PPh
1 Hasil
terutang badan yang sesuai
dengan peraturan
Dirjen pajak.
RUBRIK PENSKORAN PRODUK

Nama Sekolah : SMK N ........................


Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Nama Peserta Didik :
Kelas :

Petunjuk: Berilah tanda (√) pada kolom skor

Skor
No Komponen/Sub Komponen
1 2 5
1 Teknis (Skor Maksimal 10)
Kesesuaian ilustrasi pengisian SSP badan yang disajikan
dengan tata cara pengisian SSP dari Dirjen pajak
2 Estetis (Skor Maksimal 4)
Kerapian
Keterbacaaan
3 Waktu (Skor Maksimal 4)
Ketepatan waktu kerja

Penilaian produk
Teknis Estetis Waktu Total
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot
Total

Keterangan:
- Bobot total wajib : 100
- Cara penghitungan
Nilai total = ∑ (skor perolehan/skor maksimal x bobot)
Lampiran 6: Pembelajaran Remidial dan Pengayaan

PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN

Nama Sekolah : SMK N .......................


Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak

1. Program Perbaikan
1.1. Sasaran Perbaikan : Siswa yang memperoleh nilai kurang dari 75
1.2. Bentuk Perbaikan : Tes perbaikan
1.3. Jenis Perbaikan : Individu
1.4. Kompetensi Dasar/Materi Pokok : SSP PPh Badan
1.5. Proses Perbaikan : Peserta didik diberi kesempatan membuat
soal yang berkaitan dengan materi.
2. Program Pengayaan
2.1. Sasaran Pengayaan : Siswa yang memperoleh nilai diatas 75
2.2. Bentuk Pengayaan : Belajar mandiri dengan pemberian tugas membuat
ilustrasi pengisian SSP
2.3. Jenis Pengayaan : Individu
PELAKSANAAN PERBAIKAN PENGAYAAN

Mata Pelajaran : Administrasi Pajak


Kompetensi Dasar/Materi Pokok : SSP PPh badan
Kelas/Semester : XI/2
Tanggal :

PERBAIKAN
Nilai
Nama Tanggal Hasil Bentuk
Nomor Sebelum Keterangan
Siswa Perbaikan Perbaikan Perbaikan
Perbaikan

Dst…

PENGAYAAN
Nilai
Nama Tanggal Hasil Bentuk
Nomor Sebelum Keterangan
Siswa Pengayaan Pengayaan Pengayaan
Pengayaan

Dst…
SOAL REMIDIAL
1. Buatlah 2 soal berkaitan dengan materi pengisian SSP untuk PPh badan, dimana salah satu
soalnya harus tata cara pengisian SSP untuk PPh badan. Waktu pengerjaan selama satu
minggu!

SOAL PENGAYAAN
1. Buatlah sebuah contoh ilustrasi mengenai tata cara pengisian SSP untuk PPh badan, dimana
contoh ilustrasi tersebut minimal ada 2 perusahaan yang akan menyetorkan SSP
perusahannya. Waktu pengerjaan selama satu minggu!