Anda di halaman 1dari 30

KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR


SMK NEGERI………………..
JL. …………………………………………….
TELP. ………….. Kode Pos:…………..
EMAIL : ………………….
__________________________________________________________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Nama Sekolah : SMK NEGERI………….


Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kelas/Semester : XI / Genap
Materi Pokok : 3.11 Memahami data dalam lampiran khusus nomor 1a
4.11 Mengelompokkan data dalam lampiran khusus nomor 1a
Alokasi Waktu : 9 JP x 45 menit / 3 pertemuan

A. Kompetensi Inti
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,


kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,


gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Hal 1 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.11Memahami data dalam 3.11.1 Mendeskripsikan harta berwujud dan tidak
lampiran khusus nomor 1a berwujud
3.11.2 Menjelaskan tata cara perhitungan penyusutan
3.11.3 Menjelaskan isi lampiran khusus no 1a
4.11Mengelompokkan data dalam 4.11.1 Mengkomunikasikan harta berwujud dan tidak
lampiran khusus nomor 1a berwujud
4.11.2 Melakukan perhitungan penyusutan
4.11.3 Melakukan pengisian lampiran khusus no 1a

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai memalui proses pemberian stimulus, diskusi,
tanya jawab, presentasi, penugasan, dan analisis adalah peserta didik mampu menjelaskan
harta berwujud dan tidak berwujud sesuai dengan ketentuan perpajakan. Selain itu peserrta
didik juga dharapkan mampu menjelaskan ketentuan penyusutan aset etap sesuai dengan
ketentuan perpajakan untuk selanjutnya dilaporkan dan dituliskan dalam lampiran khusus 1a.
Hal terakhir yang diharapkan mampu dilakukan oleh peserta didik adalah menjelaskan
pengertian, fungsi, isi dan bentuk serta menjelaskan tata cara pengisian dari lampiran khusus
nomor 1a.
Keterampilan yang diharapkan adalah peserta didik mampu melakukan meklasifikasikan
harta berwujud dan idak berwujud menurut ketentuan perpajakan, menghitung penyusutan
aset tetap sesuai dengan ketentuan perpajakan. Peserta didik juga diharapkan mampu
meklasifikasikan data yang digunakan untuk lampiran khusus nomor 1a serta mampu
melakukan pengisian lampiran-lampiran tersebut. Melalui dua kemampuan diatas, peserta
didik akan dapat menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan harta
berwujud dan tidak berwujud sesuai dengan ketentuan perpajakan, perhitungan penyusutan
sesuai dengan ketentuan perpajakan dan mengisi lampiran khusus nomor 1a.

D. Materi Pembelajaran
1. Faktual
Permasalahan kontekstual yang berkaitan adalah daftar penyusutan dan amortisasi fiskal
atau perhitungan penyusutan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang dijadikan dasar
untuk melakukan rekonsiliasi fiskal wajib dilampirkan oleh semua wajib pajak sesuai
dengan bentuk formulir lampiran Khusus 1a, kecuali apabila Wajib Pajak tidak memiliki
dan mempergunakan harta berwujud dan/atau harta tak berwujud/pengeluaran lainnya
sebagai aktiva tetap yang pembebanannya harus dilakukan melalui penyusutan/amortisasi.

2. Konseptual
Lampiran khusus nomor 1a adalah lampiran yang digunakan untuk melaporkan penyustan
dan amortisasi fiskal seluruh aset berwujud dan aset tidak berwujud yang dimiliki atau
dipergunakan oleh perusahaan. Lampiran ini adalah lampiran yang menyertai SPT 1771
Badan.
Hal 2 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

3. Prosedural
Lampiran khusus 1a disi per jenis harta berwujud atau tidak berwujud yang dimiliki dan
dipergunakan dalam perusahaan yang dapat disusutkan. Metode penyusutan yang
digunakan disesuaikan dengan ketentuan perpajakan.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Santific Approach
2. Metode : Diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi, kerja kelompok

F. Media Pembelajaran
1. LCD
2. Laptop
3. Powerpoint /video pembelajaran
4. Alat Peraga (bukti transaksi)

G. Sumber Belajar
1. Internet
2. E- book
3. Buku teks (peserta didik)
4. Buku Perpajakan untuk SMK
5. Internet

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan I: 3 JP x 45 menit = 135 menit
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pembukaan 1. Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan
memersilahkan untuk berdoa;
2. Guru melakukan presensi kemudian menanyakan
kesiapan dan kenyamaan belajar belajar
3. Guru memersilahkan peserta didik untuk membaca buku
bacaan yang telah dibawa maupun yang telah dipinjam
dari perpustakaan atau sudut baca kelas (kegiatan
literasi)
4. Guru memersilahkan peserta didik untuk mengecek
20 Menit
kebersihan kelas terlebih dahulu sebelum pelajaran
dimulai
5. Memberi motivasi belajar peserta didik secara
kontekstual mengenai rekonsiliasi fiska yang salah
satunya mengenai penyusutan aset tetap yang harus
disesuaikan dengan ketentuan perpajakan.
6. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait Lampiran
khusus 8a-1 sampai dengan 8a-8 dan materi sebelumnya.
7. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar
Hal 3 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

yang akan dicapai; dan


8. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus
Kegiatan Inti Guru membagi peserta didik menjadi 8 kelompok yang
terdiri dari 4 sampai dengan 5 orang.

Mengamati
Peserta didik mengamati dan memahami power point
mengenai aset berwujud sesuai dengan ketentuan perpajakan
dimana di dalamnya terdapat 4 kelompok aset dan ketentuan
biaya penyusutan sesuai dengan peraturan perpajakan.

Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk
megnidentifikasi masalah mengenai aset berwujud sesuai
dengan ketentuan perpajakan dimana di dalamnya terdapat 4
kelompok aset dan ketentuan biaya penyusutan sesuai
dengan peraturan perpajakan.

Mencari informasi
Setiap kelompok bertugas untuk menjabarkan tiap poin dari
hal yang telah diamati:
Kelompok Kelompok Aset
100
1.
Aset Kelompok 1 menit
2.
3.
Aset Kelompok 2
4.
5.
Aset Kelompok 3
6.
7.
Aset Kelompok 4
8.
Ditambah dengan mencari biaya penyusutan sesuai dengan
ketentuan perpajakan.

Menalar
1. Guru memberi soal studi kasus perhitungan kembali
penyusutan atas harta berwujud perusahaan yang
disesuaikan dengan ketentuan perpajakan.
2. Peserta didik bersama dengan kelompoknya saling
berdiskusi untuk menyelesaikan soal studi kasus yang
diberikan oleh guru.

Hal 4 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Mengkomunikasikan
Peserta didik melaporkan hasil diskusi kedepan kelas dengan
sistem perwakilan lainnya memberikan tanggapan dan
menyanggah atau menambahi, kemudian hasil kerja
dikumpulkan dalam bentuk tertulis dalam folio bergaris.

Penutup Guru bersama peserta didik baik secara individual maupun


kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi hal-hal
berikut.
1. Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil
yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama
menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung
dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
2. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran; 15 Menit
3. Guru memberikan tugas individu berupa membuat
ringkasan materi tentang Jenis-Jenis Harta Berwujud
Untuk Usaha Jasa Telekomunikasi.
4. Guru mengingatkan peserta didik untuk memelajari
kembali materi yang telah dipelajari di rumah.
5. Guru memberikan motivasi serta mengingatkan peserta
didik untuk senantiasa menjaga kebersihan kelas dan
menutup kegiatan pembelajaran dengan salam.

Pertemuan II: 3 x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pembukaan 1. Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan
memersilahkan untuk berdoa;
2. Guru melakukan presensi kemudian menanyakan
kesiapan dan kenyamaan belajar belajar
3. Guru memersilahkan peserta didik untuk membaca buku
bacaan yang telah dibawa maupun yang telah dipinjam
dari perpustakaan atau sudut baca kelas (kegiatan
literasi)
4. Guru memersilahkan peserta didik untuk mengecek 20 Menit
kebersihan kelas terlebih dahulu sebelum pelajaran
dimulai
5. Memberi motivasi belajar peserta didik secara
kontekstual mengenai harta perusahaan yang bermacan
dan beragam.
6. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait aset berwujud
menurut perpajakan.
7. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar
Hal 5 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

yang akan dicapai; dan


8. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus
Kegiatan Inti Guru mengondisikan kelas ke dalam keadaan kondusif dan
membagi peerta didik ke dalam kelompok belajar yang
terdiri dari 4 orang.

Mengamati
Peserta didik mengamati dan memahami hand out tentang
harta tak berwujud sesuai dengan ketentuan perpajakan dan
biaya amortisasi yang sesuai dengan ketentuan perpajakan.

Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk
mengidentifikasi masalah mengenai harta tak berwujud
sesuai dengan ketentuan perpajakan dan biaya amortisasi
yang sesuai dengan ketentuan perpajakan.
100
Mencari informasi menit
Pesertra didik dengan dibimbing oleh guru mencari
informasi mengenai harta tak berwujud sesuai dengan
ketentuan perpajakan dan biaya amortisasi yang sesuai
dengan ketentuan perpajakan.

Menalar
Guru memberikan soal studi kasus tentang perhitungan
kembali amortisasi atas harta tak berwujud perusahaan
sesuai dengan ketentuan perpajakan.

Mengkomunikasikan
Peserta didik melaporkan hasil diskusi dengan
mempresentasikan di depan kelas dan dikumpulkan.

Penutup Guru bersama peserta didik baik secara individual maupun


kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi hal-hal
berikut.
1. Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil
yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama
menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung 15 Menit
dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
2. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran;
3. Guru memberikan tugas berupa mencari contoh formulir
lampiran khusus nomor 1a.
Hal 6 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

4. Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk


pertemuan berikutnya yaitu memelajari lampiran khusus
nomor 1a.
5. Guru memberikan motivasi serta mengingatkan peserta
didik untuk senantiasa menjaga kebersihan kelas dan
menutup kegiatan pembelajaran dengan salam.

Pertemuan III: 3 x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pembukaan 1. Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan
memersilahkan untuk berdoa;
2. Guru melakukan presensi kemudian menanyakan
kesiapan dan kenyamaan belajar belajar
3. Guru memersilahkan peserta didik untuk membaca buku
bacaan yang telah dibawa maupun yang telah dipinjam
dari perpustakaan atau sudut baca kelas (kegiatan
literasi)
4. Guru memersilahkan peserta didik untuk mengecek
kebersihan kelas dahulu sebelum pelajaran dimulai. 20 Menit
5. Memberi motivasi belajar peserta didik secara
kontekstual mengenai pajak di Indonesia dan
memersilahkan untuk mengelurakan tugas untuk dicek
6. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait harta tak
berwujud.
7. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar
yang akan dicapai; dan
8. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus
Kegiatan Inti Guru mengondisikan kelas ke dalam keadaan kondusif dan
membagi peerta didik ke dalam kelompok belajar yang
terdiri dari 2 orang (per bangku).

Mengamati
1. Guru menayangkan video tentang data yang digunakan
dalam pengisian formulir lampiran khusus nomor 1a
100
serta bagaimana tata cara pengisiannya.
menit
2. Peserta didik menyaksikan video dan mempelajari
handout yang berisi informasi tentang data yang
digunakan dalam pengisian formulir lampiran khusus
8a-3 dan 8a-4 serta bagaimana tata cara pengisiannya.
3. Guru menginformasikan kepada peserta didik untuk
mencatat hal-hal penting berkaitan dengan materi dalam
video.
Hal 7 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Menanya
1. Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk
mengidentifikasi masalah mengenai data yang
digunakan dalam pengisian formulir lampiran khusus
nomor 1a serta bagaimana tata cara pengisiannya
berdasarkan apa yang telah diperoleh dari pengamatan
video.
2. Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk
mengidentifikasi data yang digunakan dalam pengisian
formulir lampiran khusus nomor 1a serta bagaimana tata
cara pengisiannya.

Mencoba
1. Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan
materi data yang digunakan dalam pengisian formulir
lampiran khusus nomor 1a serta bagaimana tata cara
pengisiannya.
2. Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari data dan
mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk
menjawab soal melalui handout, internet dan modul.
3. Soal yang diberikan dikerjakan secara berkelompok
sesuai pembagian yang telah dilakukan.

Menalar
1. Guru memberikan soal studi kasus pengisian formulir
lampiran khusus nomor 1a.
2. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengolah
informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut
dengan kelompoknya.
3. Peserta didik megnerjakan soal studi kasus di dalam
form yang sebelumnya telah diprint out.

Mengkomunikasikan
1. Guru mengintruksikan kepada masing-masing kelompok
untuk melaporkan hasil diskusi tentang penyesaian soal
studi kasus pengisian formulir lampiran khusus nomor
1a.
2. Peserta didik memresentasikan hasil diskusi di depan
kelas dan dikumpulkan.

Penutup Guru bersama peserta didik melakukan refleksi untuk


mengevaluasi hal-hal berikut.
15 Menit
1. Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil
yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama
Hal 8 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung


dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
2. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran;
3. Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan berikutnya yaitu latihan sola mulai dari
perhitungan sampai dengan mengisi formulir.
4. Guru memberikan motivasi serta mengingatkan peserta
didik untuk senantiasa menjaga kebersihan kelas dan
menutup kegiatan pembelajaran dengan salam

I. Penilaian Proses dan Hasil belajar


1. Penilaian Pembelajaran
a. Penilaian Diskusi (Lampiran 2)
b. Penilaian Pengetahuan
Teknik Tes : Tes tulis dan Penugasan
Bentuk : Essay / Uraian
Instrumen : Terlampir ( Lampiran 3 )
Rubrik Penilaian : Terlampir ( Lampiran 3 )
c. Penilaian Ketrerampilan
Teknik Tes : Penilaian kinerja
Bentuk : Mengerjakan studi kasus perhitungan perpajakan
Instrumen : Terlampir ( lampiran 4 )
Rubrik Penilaian : Terlampir ( lampiran 4 )

2. Pembelajaran Remidial dan Pengayaan


a. Remidial
Dapat diberikan pendampingan personal/bimbingan individu bagi peserta didik yang
dirasa belum mampu untuk memahami materi ini.
b. Pengayaan
c. Secara individu peserta didik diminta untuk mengerjakan soal pengayaan yang telah
disiapkan oleh guru
Program pembelajaran remidial dan pengayaan terlampir ( Lampiran 5 )

Surabaya, ……………….

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran


Kepala Sekolah
SMK NEGERI……….

(…………………………….) (………………………)
NIP…………………….. NIP. ……………….

Hal 9 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Lampiran 1: Materi Pembelajaran

Pertemuan 1

JENIS-JENIS HARTA BERWUJUD MENURUT PMK NOMOR 138/KMK.03/2002

Kelompok I
No. Jenis Usaha Jenis Harta
1. Semua Jenis Usaha a. Mebel dan peralatan dari kayu atau rotan termasuk
meja, bangku, kursi, almari dan yang sejenisnya
yang bukan bagian dari bangunan
b. Mesin kantor seperti mesin tik, mesin hitung,
duplikator, mesin fotokopi, mesin
akunting/pembukuan, komputer, printer, scanner dan
sejenisnya
c. Perlengkapan lainnya seperti amplifier, tape/cassette,
video recorder, televisi dan sejenisnya.
d. Sepeda motor, sepeda dan becak
e. Alat perlengkapan khusus (tools) bagi industri/jasa
yang bersangkutan
f. Alat dapur untuk memasak, makanan dan minuman
g. Dies, jigs, dan mould.
2. Pertanian, perkebunan, Alat yang digerakkan bukan dengan mesin
kehutanan, dan perikanan
3. Industri makanan dan minuman Mesin ringan yang dapat dipindah-pindahkan seperti,
huller, pemecah kulit, penyosoh, pengering, pallet, dan
sejenisnya
4. Perhubungan pergudangan dan Mobil taksi, bus dan truk yang digunakan sebagai
komunikasi angkutan umum.
5. Industri semi konduktor Falsh memory tester, writer machine, biporar test system,
elimination (PE8-1), pose checker.

Kelompok II
No. Jenis Usaha Jenis Harta
1. Semua jenis usaha a. Mebel dan peralatan dari logam temasuk meja,
bangku, kursi, almari dan sejenisnya yang bukan
merupakan bagian dari bangunan. Alat pengatur
udara seperti AC, kipas angin dan sejenisnya.
b. Mobil, bus, truk speed boat dan sejenisnya.
c. Container dan sejenisnya.
2. Pertanian, perkebunan, a. Mesin pertanian / perkebunan seperti traktor dan
kehutanan, perikanan mesin bajak, penggaruk, penanaman, penebar benih
Hal 10 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

dan sejenisnya.

b. Mesin yang mengolah atau menghasilkan atau


memproduksi bahan atau barang pertanian,
kehutanan, perkebunan, dan perikanan.
3. Industri makanan dan minuman a. Mesin yang mengolah produk asal binatang, unggas
dan perikanan, misalnya pabrik susu, pengalengan
ikan
b. Mesin yang mengolah produk nabati, misalnya mesin
minyak kelapa, magarine, penggilingan kopi,
kembang gula, mesin pengolah biji-bijian seperti
penggilingan beras, gandum, tapioka.
c. Mesin yang menghasilkan / memproduksi minuman
dan bahan-bahan minuman segala jenis.
d. Mesin yang menghasilkan / memproduksi bahan-
bahan makanan dan makanan segala jenis.
4. Industri mesin Mesin yang menghasilkan / memproduksi mesin ringan
(misalnya mesin jahit, pompa air).
5. Perkayuan Mesin dan peralatan penebangan kayu.
6. Konstruksi Peralatan yang dipergunakan seperti truk berat, dump
truck, crane buldozer dan sejenisnya.
7. Perhubungan, pergudangan dan a. Truck kerja untuk pengangkutan dan bongkar muat,
komunikasi truck peron, truck ngangkang, dan sejenisnya;
b. Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus dibuat
untuk pengangkutan barang tertentu (misalnya
gandum, batu - batuan, biji tambang dan sebagainya)
termasuk kapal pendingin, kapal tangki, kapal
penangkap ikan dan sejenisnya, yang mempunyai
berat sampai dengan 100 DWT;
c. Kapal yang dibuat khusus untuk menghela atau
mendorong kapal-kapal suar, kapal pemadam
kebakaran, kapal keruk, keran terapung dan
sejenisnya yang mempunyai berat sampai dengan
100 DWT;
d. Perahu layar pakai atau tanpa motor yang
mempunyai berat sampai dengan 250 DWT;
e. Kapal balon.
8. Telekomunikasi a. Perangkat pesawat telepon;
b. Pesawat telegraf termasuk pesawat pengiriman dan
penerimaan radio telegraf dan radio telepon.
9. Industri semi konduktor Auto frame loader, automatic logic handler, baking oven,
ball shear tester, bipolar test handler (automatic),
cleaning machine, coating machine, curing oven, cutting
press, dambar cut machine, dicer, die bonder, die shear
Hal 11 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

test, dynamic burn-in system oven, dynamic test handler,


eliminator (PGE-01), full automatic handler, full
automatic mark, hand maker, individual mark, inserter
remover machine, laser marker (FUM A-01), logic test
system, marker (mark), memory test system, molding,
mounter, MPS automatic, MPS manual, O/S tester
manual, pass oven, pose checker, re-form machine, SMD
stocker, taping machine, tiebar cut press,
trimming/forming machine, wire bonder, wire pull tester.

Kelompok III
No. Jenis Usaha Jenis Harta
1. Pertambangan selain Mesin-mesin yang dipakai dalam bidang pertambangan,
minyak dan gas termasuk mesin - mesin yang mengolah produk pelikan.
2. Permintalan, pertenunan a. Mesin yang mengolah / menghasilkan produk-produk tekstil
dan pencelupan (misalnya kain katun, sutra, serat-serat buatan, wol dan bulu
hewan lainnya, lena rami, permadani, kain-kain bulu, tule).
b. Mesin untuk yang preparation, bleaching, dyeing, printing,
finishing, texturing, packaging dan sejenisnya.
3. Perkayuan a. Mesin yang mengolah / menghasilkan produk - produk
kayu, barang-barang dari jerami, rumput dan bahan
anyaman lainnya.
b. Mesin dan peralatan penggergajian kayu
4. Industri kimia a. Mesin peralatan yang mengolah / menghasilkan produk
industri kimia dan industri yang ada hubungannya dengan
industri kimia (misalnya bahan kimia anorganis,
persenyawaan organis dan anorganis dan logam mulia,
elemen radio aktif, isotop, bahan kimia organis, produk
farmasi, pupuk, obat celup, obat pewarna, cat, pernis,
minyak eteris dan resinoida-resinonida wangi-wangian, obat
kecantikan dan obat rias, sabun, detergent dan bahan organis
pembersih lainnya, zat albumina, perekat, bahan peledak,
produk pirotehnik, korek api, alloy piroforis, barang
fotografi dan sinematografi.
b. Mesin yang mengolah / menghasilkan produk industri
lainnya (misalnya damar tiruan, bahan plastik, ester dan eter
dari selulosa, karet sintetis, karet tiruan, kulit samak, jangat
dan kulit mentah).
5. Industri mesin Mesin yang menghasilkan/memproduksi mesin menengah dan
berat (misalnya mesin mobil, mesin kapal).
6. Perhubungan, dan a. Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus dibuat untuk
komunikasi pengangkutan barang-barang tertentu (misalnya gandum,
batu-batuan, biji tambang dan sejenisnya) termasuk kapal
pendingin dan kapal tangki, kapal penangkapan ikan dan
Hal 12 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

sejenisnya, yang mempunyai berat di atas 100 DWT sampai


dengan 1.000 DWT.
b. Kapal dibuat khusus untuk mengela atau mendorong kapal,
kapal suar, kapal pemadam kebakaran, kapal keruk, keran
terapung dan sejenisnya, yang mempunyai berat di atas 100
DWT sampai dengan 1.000 DWT.
c. Dok terapung.
d. Perahu layar pakai atau tanpa motor yang mempunyai berat
di atas 250 DWT.
e. Pesawat terbang dan helikopter-helikopter segala jenis.
7. Telekomunikasi Perangkat radio navigasi, radar dan kendali jarak jauh.

KELOMPOK IV
No. Jenis Usaha Jenis Harta
1. Konstruksi Mesin berat untuk konstruksi
2. Perhubungan dan a. Lokomotif uap dan tender atas rel
komunikasi b. Lokomotif uap atas rel, dijalankan dengan baterai atau dengan
tenaga listrik dari sumber luar
c. Lokomotif atas rel lainnya
d. Kereta, gerbong penumpang dan barang, termasuk kontainer
khusus dibuat dan diperlengkapi untuk ditarik dengan satu alat
atau beberapa alat pengangkutan.
e. Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus dibuat untuk
pengangkutan barang-barang tertentu (misalnya gandum, batu-
batuan, biji tambang dan sejenisnya) termasuk kapal pendingin
dan kapal tangki, kapal penangkap ikan dan sejenisnya, yang
mempunyai berat di atas 1.000 DWT.
f. Kapal dibuat khusus untuk menghela atau mendorong kapal,
kapal suar, kapal pemadam kebakaran, kapal keruk, keran-keran
terapung dan sebagainya, yang mempunyai berat di atas 1.000
DWT.
g. Dok-dok terapung.

Jenis-Jenis Harta Berwujud Untuk Usaha Jasa Telekomunikasi Seluler (KEP - 520/PJ./2002
Jo SE - 09/PJ.31/2002)

Kelompok Harta
No. Jenis Harta
Berwujud
1. I Base Station Controller
2. II Mobile Swiching Center, Home Location Register, Visitor
Location Register, Authentication Centre, Equipment Identity
Register, Intelligent Network Service Management Point,
Radio Base Station, Transceiver Unit, Terminal SDH/Mini
Link, Antenna
Hal 13 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

1. Dalam hal menggunakan metode garis lurus (straight-line method), jenis-jenis harta yang
menjadi kelompok I maupun II, penyusutan fiskalnya dilakukan sesuai dengan masa manfaat
yang tersisa.
2. Dalam hal menggunakan metode saldo menurun (declining balance method) :
A. Jenis-jenis harta yang menjadi kelompok I
1) Apabila sisa manfaat pada awal tahun 2002 lebih dari 4 (empat) tahun tahun,
penyusutan fiskal berdasarkan kelompok I berakhir pada tahun keempat.
2) Apabila sisa manfaat pada awal tahun 2002 tidak lebih dari 4 (empat) tahun,
penyusutan fiskal berdasarkan kelompok I sesuai dengan masa manfaat yang tersisa.
B. Jenis harta yang menjadi kelompok II
1) Apabila sisa manfaat fiskal pada awal tahun 2002 lebih dari 8 (delapan) tahun,
penyusutan fiskal berdasarkan kelompok II berakhir pada tahun kedelapan.
2) Apabila sisa manfaat fiskal pada awal tahun 2002 tidak lebih dari 8 (delapan) tahun,
penyusutan fiskal berdasarkan kelompok II sesuai dengan masa manfaat yang tersisa.

Metode Penyusutan Aktiva Tetap (Pasal 11 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000)


1. Untuk aktiva kelompok I s.d. kelompok IV disusutkan dengan memakai metode garis lurus
(straight line methode) atau metode saldo menurun (decline balance methode).
2. Untuk aktiva kelompok bangunan harus disusutkan dengan metode garis lurus.
3. Penggunaan metode penyusutan tersebut harus dilakukan secara taat azas.
4. Masa manfaat dan tarif penyusutan aktiva untuk masing-masing kelompok telah ditetapkan
sebagai berikut :
Tarif Penyusutan
Kelompok Harta Masa Tarif PenyusutanMetode
Metode Saldo
Berwujud Manfaat Garis Lurus
Menurun
I. Bukan Bangunan
Kelompok I 4 Tahun 25% 50%
Kelompok II 8 Tahun 12,5% 25%
Kelompok III 16 Tahun 6,25% 12,5%
Kelompok IV 20 Tahun 5% 10%
II. Bangunan :
Permanen 20 Tahun 5%
Tidak Permanen 10 Tahun 10%

Contoh penggunaan metode garis lurus :


Sebuah gedung yang harga perolehannya Rp 100.000.000,00 dan masa manfaatnya 20 tahun,
penyusutannya setiap tahun adalah sebesar Rp 5.000.000,00 (= Rp 100.000.000,00 / 20)

Contoh penggunaan metode saldo menurun :


Sebuah mesin dibeli dan ditempatkan pada bulan Januari 2000 dengan harga perolehan Rp
150.000.000,00. Masa manfaat mesin tersebut adalah 4 tahun (tarif penyusutannya 50%). Maka
perhitungan penyusutannya adalah sbb :

Hal 14 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Tahun Tarif Penyusutan Nilai Sisa Buku


Harga perolehan 150.000.000,00
2000 50% 75.000.000,00 75.000.000,00
2001 50% 37.500.000,00 37.500.000,00
2002 50% 18.750.000,00 18.750.000,00
2003 Disusutkan 18.750.000,00 0
sekaligus

a. Penetapan kelompok-kelompok aktiva tetap diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan


(Kelompok aktiva non bangunan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor
138/KMK.03/2002 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor
520/KMK.04/2000 dan khusus untuk perusahaan pertambangan diatur dalam Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 521/KMK.04/2000
b. Bangunan tidak permanen adalah bangunan yang bersifat sementara dan terbuat dari bahan
yang tidak tahan lama atau bangunan yang dapat dipindah-pindahkan yang masa manfaatnya
tidak lebih dari 10 tahun. Misalnya, barak atau asrama yang dibuat dari kayu untuk karyawan.
c. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 138/KMK.03/2002, harta berwujud
berupa komputer, printer, scanner dan sejenisnya yang semula masuk ke dalam kelompok II
berubah menjadi kelompok I. Penghitungan penyusutannya sbb :
d. Penyusutan berdasarkan ketentuan lama (penyusutan kelompok II) berlaku sampai bulan
Maret 2002.
e. Penyusutan dengan ketentuan baru (penyusutan kelompok I) berlaku mulai April 2002,
dengan tetap menggunakan sisa manfaat semula yang akan mengalami penyesesuain/
percepatan secara otomatis.
f. Dalam rangka menyesuaikan dengan karakteristik bidang-bidang usaha tertentu, seperti
pertambangan minyak dan gas bumi, perkebunan tanaman keras, perlu diberikan pengaturan
tersendiri untuk penyusutan harta berwujud yang digunakan dalam usaha tersebut, yang
ketentuannya akan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.
g. Apabila terjadi pengalihan atau penarikan aktiva tetap tersebut di atas, maka jumlah nilai sisa
buku fiskal aktiva tersebut dapat dibebankan sebagai biaya dan jumlah harga jual (nilai pasar)
atau penggantian asuransi yang diterima atau diperoleh diakui sebagai penghasilan.
h. Dalam hal penggantian asuransi yang akan diterima jumlahnya baru dapat diketahui dengan
pasti di masa kemudian, maka dengan persetujuan Dirjen Pajak jumlah nilai sisa buku fiskal
aktiva yang bersangkutan dapat dibebankan sebagai biaya masa kemudian tersebut (matching
expense againt revenue).
i. Dalam hal pengalihan aktiva berupa bantuan, sumbangan, atau hibah yang memenuhi syarat
Pasal 4 ayat (3) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000, maka nilai sisa buku
fiskal harta tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya (kerugian) bagi pihak yang
mengalihkan dan bukan penghasilan bagi pihak yang menerima. Sebaliknya, apabila tidak
memenuhi syarat Pasal 4 ayat (3) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000, maka
bagi pihak yang mengalihkan nilai sisa bukunya tidak dapat diakui sebagai biaya, dan bagi
penerimanya merupakan penghasilan.

Hal 15 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Pertemuan 2

HARTA TAK BERWUJUD YANG DAPAT DIAMORTISASI


(Pasal 11A UU No. 17 Tahun 2000)

Pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya (termasuk biaya
perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha, dan hak pakai) yang mempunyai masa manfaat
lebih dari satu tahun, yang digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.
Metode amortisasinya sbb :
Kelompok Masa Manfaat Tarif Penyusutan Tarif Penyusutan
Harta Tak Metode Garis Lurus Metode Saldo
Berwujud Menurun Ganda
I. Kelompok I 4 Tahun 25% 50%
Kelompok II 8 Tahun 12,5% 25%
Kelompok III 16 Tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 20 Tahun 5% 10%
IV

Pengeluaran untuk biaya pendirian dan biaya perluasan modal (dapat dipilih apakah diamortisasi
dengan metode di atas atau langsung dibebankan seluruhnya pada tahun terjadinya).
1. Pengeluaran yang dilakukan sebelum perusahaan beroperasi komersial yang memiliki masa
manfaat lebih dari satu tahun, dikapitalisasi (sebagai biaya pra operasi) kemudian dimortisasi
dengan metode di atas.
2. Yang termasuk pengeluaran pra operasi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum
perusahaan beroperasi komersial, misalnya biaya study kelayakan dan biaya produksi
percobaan, tetapi tidak termasuk biaya-biaya operasional yang sifatnya rutin, seperti gaji
pegawai, rekening listrik dan telepon, dan biaya kantor lainnya. Pengeluaran yang rutin
tersebut harus dibebankan sekaligus pada tahun terjadinya.
3. Pengeluaran untuk memperoleh hak dan pengeluaran lain yang mempunyai masa manfaat
lebih dari 1 tahun di bidang penambangan minyak dan gas bumi dengan menggunakan metode
satuan produksi, yaitu :
= {Produksi tahun ini / Taksiran deposit minyak mentah (gas bumi) yang bisa ditambang} x
100 %
4. Pengeluaran untuk memperoleh hak penambangan selain migas, hak pengusahaan hutan, dan
hak pengusahaan sumber alam/hasil alam lainnya yang memiliki masa manfaat lebih dari satu
tahun, dengan menggunakan metode satuan produksi paling tinggi 20%. Yaitu :
Hak Pengusahaan Hutan (HPH) :
= {Produksi tahun ini / Taksiran produksi dalam konsesi HPH} x 100%, maksimum 20%.

Hak Penambangan selain minyak dan gas bumi :


= {Produksi tahun ini / Taksiran deposit mineral yang bisa ditambang} x 100%, maksimum
20%.

Hal 16 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Catatan : Apabila ternyata jumlah produksi yang sebenarnya lebih kecil dari jumlah taksiran
produksi, sehingga masih terdapat sisa pengeluaran untuk memperoleh hak atau pengeluaran
lain (yang belum diamortisasi), maka sisa pengeluaran yang belum diamortisasi tersebut dapat
dibebankan sekaligus dalam tahun pajak yang bersangkutan.
5. Apabila terjadi pengalihan harta tak berwujud atau hak-hak tersebut di atas, maka nilai sisa
buku fiskalnya dibebankan sebagai biaya, sedangkan jumlah yang diterima atau diperoleh
sebagai penggantiannya merupakan penghasilan.
6. Apabila pengalihan tersebut dalam rangka sumbangan, hibah, bantuan, dan warisan yang
memenuhi syarat dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan b UU Nomor 17 TAHUN 2000, maka
nilai sisa buku fiskalnya tidak dapat diakui sebagai biaya dan bagi penerimanya bukan
penghasilan.

Pertemuan 3
DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL
(LAMPIRAN KHUSUS 1A)

1. Diisi per jenis harta berwujud/tidak berwujud yang dimiliki dan dipergunakan dalam
perusahaan yang dapat disusutkan/diamortisasi.
2. Kolom CATATAN diisi dengan informasi yang relevan (apabila ada) mengenai:
a. tahun-tahun revaluasi yang pernah dilakukan;
b. fasilitas penanaman modal berupa penyusutan/amortisasi dipercepat.
3. Kolom METODE PENYUSUTAN/AMORTISASI diisi dengan kode:
METODE
KODE PENGGUNAAN
PENYUSUTAN/AMORTISASI
Garis Lurus GL Komersial/Fiskal
Jumlah Angka Tahun JAT Komersial
Saldo Menurun SM Komersial/Fiskal
Saldo Menurun Ganda SMG Komersial
Jumlah Jam Jasa JJJ Komersial
Jumlah Satuan Produksi JSP Komersial/Amortisasi Fiskal
Metode Lainnya ML Komersial

Hal 17 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

LAMPIRAN KHUSUS 1A
SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
TAHUN PAJAK 2 0
DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL

NPWP : NAMA WAJIB PAJAK :

BULAN / HARGA NILAI SISA BUKU FISKAL METODE PENYUSUTAN / AMORTISASI


KELOMPOK / JENIS HARTA TAHUN PEROLEHAN AWAL TAHUN PENYUSUTAN / AMORTISASI FISKAL TAHUN INI CATATAN
PEROLEHAN (RUPIAH) (RUPIAH) KOMERSIAL FISKAL (RUPIAH)
HARTA BERWUJUD
Kelompok 1 :
………………………………………………….
Kelompok 2 :
………………………………………………….
Kelompok 3 :
………………………………………………….
Kelompok 4 :
………………………………………………….
KELOMPOK BANGUNAN
Permanen
………………………………………………….
Tidak Permanen :
………………………………………………….
JUMLAH PENYUSUTAN FISKAL ……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………………………………...……………..………………..……………………………..
Ø
JUMLAH PENYUSUTAN KOMERSIAL ……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……..………………………...……..……………..…………………………………..
Ø
SELISIH PENYUSUTAN ( PINDAHKAN KE FORMULIR 1771-I ANGKA 5 HURUF i ATAU ANGKA 6 HURUF a) ……………..……………..……………..……………..……………….………………………..………………………….
Ø
HARTA TAK BERWUJUD
Kelompok 1 :
………………………………………………….
Kelompok 2 :
………………………………………………….
Kelompok 3 :
………………………………………………….
Kelompok 4 :
………………………………………………….
Kelompok Lain-lain
………………………………………………….
JUMLAH AMORTISASI FISKAL ……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..………………...…..………………………....…………………………………………………..
Ø
JUMLAH AMORTISASI KOMERSIAL ……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..……………..………………………………….…..………………….…..……………..……………………………………..
Ø
SELISIH AMORTISASI ( PINDAHKAN KE FORMULIR 1771-I ANGKA 5 HURUF j ATAU ANGKA 6 HURUF b) …….………..………..……..……………..……………..………………………………………………….
Ø

………………………..,

WAJIB PAJAK / KUASA

( ………………………………………………...……… )

Hal 18 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Lampiran 2 Penilaian Non Tes

FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (KELOMPOK)

Nama kelompok :
1.....................................
2.....................................
3.....................................
4.....................................

Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok (komunikasi)
3 Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
4 Pembagian Job
5 Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah Nilai Kelompok

Format Lembar Penilaian Diskusi (Individu Peserta Didik)


Nama Peserta didik :.........................................
Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
5. Jiwa kepemimpinan
6. Bermain peran
Jumlah Nilai Individu

Lembar Keaktifan Dalam Diskusi


Nilai Nilai
No Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Bertanya (cara)
2. Menjawab pertanyaan
3. Kesesuaian dengan topik kajian
4. Cara menyampaikan pendapat
5. Antusiasme mengikuti pembelajaran

Hal 19 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Kriteria Penilaian
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80 - 100 Memuaskan 4
70 - 79 Baik 3
60 - 69 Cukup 2
45 - 59 Kurang cukup 1

Hal 20 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Lampiran 3: Penilaian Pengetahuan

TES TERTULIS

Nama Sekolah : SMK NEGERI…………………..


Kelas / Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran ; 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Post test

Kompetensi No Bentuk
No Materi Indikator Soal
Dasar Soal Soal
1. Memahami 1. Harta berwujud Menyebutkan harta 1 Subyektif
data dalam sesuai dengan berwujud sesuai dengan
lampiran ketentuan ketentuan perpajakan
khusus nomor perpajakan
1a 2. Harta tak berwujud Menyebutkan harta tatk 2 Subyektif
sesuai dengan berwujud sesuai dengan
ketentuan ketentuan perpajakan
perpajakan yang
dapat diamortisasi
2. Mengelompok 1. Perhitungan Menyebutkan tarif 3 Subyektif
kan data dalam Penyusutan sesuai penyusutan sesuai
lampiran dengan ketentuan dengan ketentuan
khusus nomor perpajakan. perpajakan
1a 2. Perhitungan Menyebutkan tarif 4 Subyektif
amortisasi sesuai amortisasi sesuai
dengan ketentuan dengan ketentuan
perpajakan. perpajakan
3. Tata cara pengisian Menjelaskan tata cara 5 Subyektif
lampiran khusus pengisian lampiran
nomor 1a. khusus nomor 1a.

Hal 21 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

SOAL URAIAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI………………


Kelas/Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi
Mata Pelajaran : Administrasi Perpajakan
Penilaian : Post Test
Jenis Soal : Subyektif

No Soal Penyelesaian Skor


1 Sebutkan dan jelaskan a. Mesin yang mengolah produk asal binatang, 20
aset berwujud kelompok unggas dan perikanan, misalnya pabrik susu,
II untuk jenis usaha pengalengan ikan
industri makanan dan b. Mesin yang mengolah produk nabati, misalnya
minuman! mesin minyak kelapa, magarine, penggilingan
kopi, kembang gula, mesin pengolah biji-bijian
seperti penggilingan beras, gandum, tapioka.
c. Mesin yang menghasilkan / memproduksi
minuman dan bahan-bahan minuman segala jenis.
d. Mesin yang menghasilkan / memproduksi bahan-
bahan makanan dan makanan segala jenis.
2 Apa yang dimaksud Pengeluaran pra operasi adalah biaya-biaya yang 20
dengan pengeluaran pra dikeluarkan sebelum perusahaan beroperasi
operasi dalam harta tak komersial, misalnya biaya study kelayakan dan biaya
berwujud? produksi percobaan, tetapi tidak termasuk biaya-
biaya operasional yang sifatnya rutin, seperti gaji
pegawai, rekening listrik dan telepon, dan biaya
kantor lainnya. Pengeluaran yang rutin tersebut harus
dibebankan sekaligus pada tahun terjadinya
3 Bagaimana tarif Masa Tarif penyusutan 20
Kelompok
penyusutan dan golongan Manfaat sesuai metode
Harta
aset berwujud menurut Garis Saldo
Berwujud
UU PPh? Lurus Menurun
I. Bukan Bangunan
Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%

II. Bangunan
Permanen 20 tahun 5%
Tidak 10 tahun 10%
Permanen

Hal 22 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

4 Sebutkan tarif amortisasi Tarif amortisasi sesuai 20


Kelompok
dan golongan aktiva tak Masa metode
Harta Tak
berwujud! ManfaatGaris Saldo
Berwujud
Lurus Menurun
Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%
5 Apakah hal yang harus Kolom CATATAN diisi dengan informasi yang 20
diisi dalam pengisian relevan (apabila ada) mengenai :
lampiran khusus nomor - tahun-tahun revaluasi yang pernah dilakukan
1a pada kolom catatan ? - fasilitas penanaman modal berupa
penyusutan/amortisasi dipercepat.
100

PEDOMAN PENSKORAN

Skor Penilaian
 Skor 20 jika peserta didik mampu menjawab dengan benar (sesuai dengan konsep)
 Skor 15 jika peserta didik mampu menjawab namun sedikit tidak sesuai dengan konsep
 Skor 10 jika peserta didik mampu menjawab tidak sesuai konsep tetapi masih bisa diterima
 Skor 5 jika peserta didik mampu menjawab tetapi tidak sesuai konsep
 Skor 0 jika peserta didik tidak menjawab

Nilai = skor perolehan/skor maksimal x 100

Hal 23 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Lampiran 4 Penilaian Keterampilan

KISI-KISI PENILAIAN KINERJA

Nama Sekolah : SMK NEGERI………………..


Kelas/Semester : XI /2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Adminidtrasi Pajak
Kompetensi Dasar :
3.11 Memahami data dalam lampiran khusus nomor 1a
4.11 Mengelompokkan data dalam lampiran khusus nomor 1a

Teknik
Kompetensi Dasar Materi Indikator
Penilaian
Mengelompokkan Perhitungan Menghitung penyusutan aset berwujud Kinerja
data dalam lampiran penyusutan aset sesua dengan ketentuan perpajakan
khusus nomor 1a berwujud sesua
dengan ketentuan
perpajakan
Perhitungan Menghitung amortisasi aset tak Kinerja
amortisasi aset tak berwujud sesua dengan ketentuan
berwujud sesua perpajakan
dengan ketentuan
perpajakan

Tugas:
1. PT. Vunjunk membeli sebuah aktiva yang termasuk dalam kelompok I harta berwujud seharga
Rp.10.000.000 pada tanggal 8 Juli 2013, bagaimana perhitungan penyusutannya dengan
metode garis lurus sesuai dengan ketentuan perpajakan?

2. Bagaimanakah penghitungan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan


pengeluaran lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun di bidang
penambangan selain minyak dan gas bumi, hak pengusahaan hutan, dan hak pengusahaan
sumber alam ? Jika Pengeluaran untuk memperoleh hak pengusahaan hutan = Rp500.000.000,
Potensi produksi = 10.000.000 ton kayu, Realisasi produksi tahun yang bersangkutan =
3.000.000 ton kayu. Berapa besara amortisasinya?

Hal 24 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

KUNCI JAWABAN

1. pembebanan atas biaya penyusutan aktiva tersebut berdasarkan metode garis lurus adalah
sebagai berikut :
Tahun Harga Perolehan %Penyusutan Biaya Nilai Sisa
Penyusutan Buku
2003 Rp. 10.000.000 25% Rp. 1.250.000 Rp. 8.750.000
2004 25% Rp. 2.500.000 Rp. 6.250.000
2005 25% Rp. 2.500.000 Rp. 3.750.000
2006 25% Rp. 2.500.000 Rp. 1.250.000
2007 25% Rp. 1.250.000 Rp. 0
Keterangan :
Untuk tahun 2003 biaya penyusutan dihitung berdasarkan 6/12 x 25% x biaya perolehan,
karena pembelian dimulai pada bulan Juli 2003 sehingga biaya yang diperkenankan hanya
dari bulan Juli 2003 sampai Desember 2003 yaitu selama 6 bulan.
Untuk tahun 2007 biaya penyusutan dihitung berdasarkan 6/12 x 25% x biaya perolehan,
karena sisa masa manfaat hanya untuk bulan Januari 2007 sampai Juni 2007 yaitu selama 6
bulan.
2. mortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan pengeluaran lain yang mempunyai
masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun di bidang penambangan selain minyak dan gas bumi,
hak pengusahaan hutan, dan hak pengusahaan sumber alam serta hasil alam lainnya dilakukan
dengan menggunakan metode satuan produksi paling tinggi 20% (dua puluh persen) setahun.

Perhitungan:
% amortisasi = 3.000.000/10.000.000 = 30%
Besarnya amortisasi yang diperkenankan untuk dikurangkan dari penghasilan bruto pada
tahun yang bersangkutan adalah 20% x Rp500.000.000 atau Rp100.000.000 meskipun jumlah
produksi pada tahun tersebut mencapai 30%

Hal 25 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

RUBRIK PENSKORAN KINERJA

Nama Sekolah : SMK NEGERI……………….


Kelas/Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak

Petunjuk : Berilah tanda (√) pada kolom skor


No Komponen/Sub Komponen Skor
1 2 3
1 Persiapan
2 Proses Kerja
3 Hasil
4 Sikap Kerja
5 Waktu

Penilaian Proses
Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu Total
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot
Total

Keterangan:
 Bobot total wajib 100
 Cara perhitungan :
Nilai total = ∑ skor perolehan x bobot
Skor maksimal

Hal 26 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

Lampiran 5 : Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

PROGRAM REMIDIAL DAN PENGAYAAN

Sekolah : SMK NEGERI………………………..


Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kompetensi Dasar :
3.11 Memahami data dalam lampiran khusus nomor 1a
4.11 Mengelompokkan data dalam lampiran khusus nomor 1a
Kelas/Semester : XI/ Genap
Tahun Pelajaran : 2018/2019

1. Program Remidial
1.1. Sasaran Remidial : Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah
kegiatan penilaian, yaitu bagi peserta didik yang
belum mencapai KKM 75.
1.2. Bentuk Remidial : Tes perbaikan
1.3. Jenis Remidial : Individual
1.4. Kompetensi Dasar/Materi Pokok :
3.11 Memahami data dalam lampiran khusus nomor 1a
4.11 Mengelompokkan data dalam lampiran khusus nomor 1a
1.5. Proses Remidial : Peserta didik diberikan kesempatan belajar dibawah
bimbingan teman dalam satu kelompok tentang
materi perhitungan kembali penyusutan dan
amortisasi sesuai dengan ketentuan perpajakan

2. Program Pengayaan
2.1. Sasaran Pengayaan : Pembelajaran pengayaan dilakukan segera setelah
kegiatan penilaian, yaitu bagi peserta didik yang
sudah mencapai KKM 75. Pembelajaran ini
diberikan untuk perluasan atau pendalaman materi
atau kompetensi peserta didik.
2.2. Bentuk Pengayaan : Pemberian materi tambahan
2.3. Jenis Pengayaan : Individual

Hal 27 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

PELAKSANAAN REMIDIAL/PENGAYAAN

Mata Pelajaran : Administrasi Pajak


Kompetensi Dasar/Materi Pokok :
3.11 Memahami data dalam lampiran khusus nomor 1a
4.11 Mengelompokkan data dalam lampiran khusus nomor 1a
Kelas : XI
Semester : Genap
Ulangan Harian ke : ……………………………
Tanggal : ……………………………

REMIDIAL
Nomor Nilai
Nama Peserta Tanggal Hasil Bentuk
Sebelum Keterangan
Urut Absen didik Remidial Remidial Remidial
Remidial
1
2
3
4
Dst....

PENGAYAAN
Nomor Nama Nilai
Tanggal Hasil Bentuk
Peserta Sebelum Keterangan
Urut Absen Pengayaan Pengayaan Pengayaan
didik Pengayaan
1
2
3
4
5 Dst...

Hal 28 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

SOAL REMIDIAL

Nama Sekolah : SMK NEGERI…………….


Kelas/Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Remidial
Jenis Soal : Subyektif

1. Sebutkan metode amortisasi aset tak berwujud!


2. Apa yang menjadi dasar amortisasi?
3. Bagaimanakah penghitungan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan
pengeluaran lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun di bidang
penambangan minyak dan gas bumi?
4. Sebutkan metode penyusutan aktiva tetap yang diperkenankan UU Perpajakan dan apakah
dasar penyusutannya?
5. PT. Dwi Ledeng membeli sebuah aktiva yang termasuk dalam kelompok I harta berwujud
seharga Rp.10.000.000 pada tanggal 20 Juli 2003,bagaimana perhitungan penyusutannya
menggunakan metode saldo menurun?

KUNCI JAWABAN

1. Menurut UU PPh pasa 11, metode amortisasi aset tak berwujud yang digunakan dalam
perpajakan adalah:
- Dalam bagian-bagian yang sama setiap tahun selama masa manfaat (metode garis
lurus/straight line method)
- Dalam bagian-bagian yang menurun setiap tahun dengan cara menerapkan tarif
amortisasi atas nilai sisa buku (metode saldo menurun/declining balance method)
2. Yang menjadi dasar amortisasi adalah pengeluaran untuk memperoleh harta tak beruwujud
dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha,
dan hak pakai yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun.
3. % amortisasi = realisasi penambangan minyak & gas tahun yang
bersangkutan taksiran jumlah seluruh kandungan minyak dan gas bumi
4. Metode garis lurus (straight line method), dasar penyusutan adalah harga perolehan dan
Metode saldo menurun (declining balance method), dasar penyusutan adalah nilai sisa
buku fiskal
5. Perhitungannya sebagai berikut:
Tahun Harga Perolehan %Penyusutan Biaya Penyusutan Nilai Sisa Buku
2003 Rp. 10.000.000 50% Rp. 2.500.000 Rp. 7.500.000
2004 50% Rp. 3.250.000 Rp. 3.250.000
2005 50% Rp. 1.625.000 Rp. 1.625.000
2006 50% Rp. 812.500 Rp. 812.500
2007 disusutkan sekaligus 50% Rp. 812.500 Rp. 0

Hal 29 dari 30
KURIKULUM 2013 SPEKTRUM

SOAL PENGAYAAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI………….


Kelas/Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Pengayaan
Jenis Soal : Subyektif

1. Apa yang dimaksud dengan bangunan tidak permanen pada aset berwujud sesuai dengan
peraturan perpajakan?
2. Kapan saat mulai dilakukannya penyusutan?
3. Bagaimana perlakuan nilai sisa buku suatu aktiva tetap pada akhir masa manfaat yang
disusutkan dengan metode saldo menurun?
4. Bagaimana perlakuan perpajakan atas pengeluaran/biaya perolehan dan upgrade perangkat
lunak komputer berupa program aplikasi khusus?
5. Bagaimana perlakukan perpajakan apabila pengeluaran dan upgrade perangkat lunak
tersebut telah diamortisasi dengan menggunakan tarif selain tarif amortisasi kelompok 1?

KUNCI JAWABAN

1. Bangunan tidak permanen yang dimaksud oleh peraturan perpajakan adalah:


- bangunan yang bersifat sementara dan terbuat dari bahan yang tidak tahan lama; atau
- bangunan yang dapat dipindah-pindahkan; yang masa manfaatnya tidak lebih dari 10
(sepuluh) tahun.
Misalnya, barak atau asrama yang terbuat dari kayu untuk karyawan
2. Penyusutan dimulai:
- pada bulan dilakukannya pengeluaran; atau
- pada bulan selesainya pengerjaan suatu harta sehingga penyusutan pada tahun pertama
dihitung secara pro-rata; atau
- dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak, pada bulan harta tersebut digunakan untuk
mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan; atau
- dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak, pada bulan harta tersebut mulai
menghasilkan yakni saat mulai berproduksi dan bukan saat diterima atau diperolehnya
penghasilan
3. Nilai sisa buku suatu aktiva pada akhir masa manfaat yang disusutkan dengan metode
saldo menurun harus disusutkan sekaligus
4. Dimasukan dalam harta tak berwujud kelompok 1 sepanjang program aplikasi khusus yang
dimiliki dan dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.
5. sepanjang pengeluaran tersebut belum dibebankan atau baru dibebankan sebagaian melalui
amortisasi, maka mulai tahun pajak 2002 amortisasi dihitung berdasarkan sisa masa
manfaat untuk Kelompok 1.

Hal 30 dari 30