Anda di halaman 1dari 30

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR

SMK NEGERI………………..
JL. …………………………………………….
TELP. ………….. Kode Pos:…………..
EMAIL : ………………….

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

Nama Sekolah : SMK NEGERI…..


Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : 3.12 Menerapkan pengisian surat pemberitahuan (SPT) PPh
Badan dalam formulir no. 1771
4.12 Melakukan pengisian surat pemberitahuan (SPT) PPh
Badan dalam formulir no. 1771

Alokasi Waktu : 9 JP x 45 menit / 3 pertemuan

A. Kompetensi Inti

KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan


faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.

KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan


prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
stanar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,


kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,


gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan lansgung.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.12 Menerapkan pengisian 3.12.1 Menjelaskan tata cara pengisian formulir
surat pemberitahuan (SPT) no 1771 lampiran I
PPh Badan dalam formulir no. 3.12.2 Menjelaskan tata cara pengisian formulir
1771 no 1771 lampiran II
3.12.3 Menjelaskan tata cara pengisian formulir
no 1771 lampiran III
3.12.4 Menjelaskan tata cara pengisian formulir
no 1771 lampiran IV
3.12.5 Menjelaskan tata cara pengisian formulir
no 1771 lampiran V
3.12.6 Menjelaskan tata cara pengisian formulir
no 1771 lampiran VI

4.12 Melakukan pengisian surat 4.12.1 Melakuan pengisian formulir no 1771


pemberitahuan (SPT) PPh lampiran I
Badan dalam formulir no. 1771 4.12.2 Melakuan pengisian formulir no 1771
lampiran II
4.12.3 Melakuan pengisian formulir no 1771
lampiran III
4.12.4 Melakuan pengisian formulir no 1771
lampiran IV
4.12.5 Melakuan pengisian formulir no 1771
lampiran V
4.12.6 Melakuan pengisian formulir no 1771
lampiran VI

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui proses pemberian stimulus, diskusi,
tanya jawab, presentasi, penugasan, dan analisis, peserta didik dapat menjelaskan tata cara
pengisian surat pemberitahuan (SPT) PPh badan dalam formulir no 1771 lampiran I-VI.
Keterampilan yang diharapkan adalah peserta didikdapat mengisi surat permberitahuan
pajak (SPT) untuk pajak penghasilan badan dalam formulir no 1771 lampiran I-VI, sehingga
peserta didik dapat menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dokumen sumber dan dokumen pendukung yang berkaitan dengan tata cara
pengisian SPT untuk PPh badan.

D. Materi Pembelajaran

1. Faktual
Permasalahan kontekstual yang berkaitan denganprosedur pengisian SPT formulir
no 17771 untuk PPh badan yang sesuai dengan ketentuan direktorat jenderal pajak.
2. Konseptual
PETUNJUK PENGISIAN SPT Tahunan PPh Badan menggunakan format yang
dapat dibaca dengan menggunakan mesin pemindai (scanner), Lampiran 1771 KREDIT
PAJAK DALAM NEGERI diisi dengan rincian bukti pungut PPh Pasal 22 dan bukti
potong PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26 yang telah dibayar melalui
pemungutan/pemotongan pajak oleh pihak lain dan/atau yang pembayarannya
dilakukan sendiri, atas penghasilan yang dikenai PPh tidak bersifat final yang
diterima/diperoleh dan dilaporkan dalam SPT Tahunan Tahun Pajak ini.

3. Prosedural
Melakukan kegiatan yang dimulai dengan menganalisis surat pemberitahuan
(SPT) untuk PPh badan kemudian akan dilanjutkan dengan pengisian SPT pajak yang
sesuai dengan ketentuan direktorat jenderal pajak.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Santific Approach
2. Metode : Diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi, kerja kelompok

F. Media Pembelajaran
1. LCD
2. Laptop
3. Powerpoint / Video Pembelajaran

G. Sumber Belajar
1. Abdul H., Icuk R.B., Amin D.2014. Perpajakan. Jakarta : Salemba Empat
2. Lusita.2017. Modul Administrasi Pajak 1. Surabaya
3. Internet

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan I: 3 JP x 45 menit = 135 menit
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam 20 menit
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Membaca singkat buku perpajakan sebagai kegiatan literasi
 Memberikan pengantar materi surat pemberitahuan pajak
untuk PPh badan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
 Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus
Inti Mengamati 100 menit
Peserta didik mempelajari Buku Teks,modul maupun sumber
laintentang tata cara pengisian SPT formulir no 1771 lampiran
I dan II untuk PPhbadan.
Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasitata
cara pengisian SPT formulir no 1771 lampiran I dan II.
Mencari informasi
Peserta didik mencoba mengisi surat pemberitahuan pajak
(SPT) formulir no 1771 lampiran I dan II sesuai dengan
ketentuan perpajakan.
Menalar
Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan informasi yang
didapat mengenai tata cara pengisian SPT formulir no 1771
lampiran I dan II
Mengkomunikasikan
Peserta didik menyampaikan laporan tentangtata cara
pengisian SPT formulir no 1771 lampiran I dan II yang telah
dipelajari dari buku/modul atau internetdan
mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
Penutup  Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari hari ini. 15 menit
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
hari ini dirumah.
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
depan.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa.

Pertemuan II: 3JP x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam 20 menit
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Membaca singkat buku/modul perpajakan sebagai kegiatan
literasi
 Melakukan reviewsingkat materi minggu kemarin mengenai
tata cara pengisian SPT formulir no 1771 lampiran I dan II
untuk PPh badan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
Inti Mengamati 100 menit
Peserta didik mempelajari Buku Teks, modul maupun sumber
laintentang tata cara pengisian SPT formulir no 1771 lampiran
III dan IV untuk PPh badan .
Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi tata
cara pengisian SPT formulir no 1771 lampiran III dan IV.
Mencoba
Peserta didik mencoba mengisi surat pemberitahuan pajak
(SPT) formulir no 1771 lampiran III dan IV sesuai dengan
ketentuan perpajakan.
Menalar
Peserta didik untuk menganalisis dan menyimpulkan informasi
yang didapat mengenai tata cara pengisian SPT formulir no
1771 lampiran III dan IV
Mengkomunikasikan
Peserta didik menyampaikan laporan tentang tata cara
pengisian SPT formulir no 1771 lampiran III dan IV yang telah
dipelajari dari buku/modul atau internet dan
mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
Penutup  Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari hari ini. 15 menit
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
hari ini dirumah.
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
depan.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa

Pertemuan III : 3 JP x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Deskripsi
Kegiatan Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam 20 menit
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Membaca singkat buku perpajakan sebagai kegiatan literasi
 Melakukan review singkat materi minggu kemarin mengenai
tata cara pengisian SPT formulir no 1771 lampiran V untuk
PPh badan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
 Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus
Inti Mengamati 100 menit
Peserta didik mempelajari Buku Teks, modul maupun sumber
laintentang tata cara pengisian SPT formulir no 1771 lampiran
V untuk PPh badan .
Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi tata
cara pengisian SPT formulir no 1771 lampiran V.
Mencoba
Peserta didik mencoba mengisi surat pemberitahuan pajak
(SPT) formulir no 1771 lampiran V sesuai dengan ketentuan
perpajakan.
Menalar
Peserta didik untuk menganalisis dan menyimpulkan informasi
yang didapat mengenai tata cara pengisian SPT formulir no
1771 lampiran V
Mengkomunikasikan
Peserta didik menyampaikan laporan tentang tata cara
pengisian SPT formulir no 1771 lampiran V yang telah
dipelajari dari buku/modul atau internet dan
mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
Penutup  Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari hari ini. 15 menit
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
hari ini dirumah.
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
depan.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa.

I. Penilaian Proses dan Hasil belajar


1. Teknik Penilaian
a. Pengamatan
b. Tes tertulis
2. Jenis Penilaian
a. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis dan penugasan
b. Penilaian Keterampilan : Kinerja
3. Pembelajaran remidial dan pengayaan

Surabaya, ……………….

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran


Kepala Sekolah
SMK NEGERI……….

(…………………………….) (………………………)
NIP…………………….. NIP. ……………….
Lampiran 1: Materi Pembelajaran

PETUNJUK PENGISIAN SPT


SPT Tahunan PPh Badan menggunakan format yang dapat dibaca dengan menggunakan
mesin pemindai (scanner), untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Jika Wajib Pajak membuat sendiri formulir SPT Tahunan PPh Orang Pribadi,
jangan lupa untuk membuat ■ (segi empat hitam) di keempat sudut sebagai
pembatas dokumen agar dokumen dapat dipindai;

2. Ukuran kertas yang digunakan F4/Folio (8.5 x 13 inchi) dengan berat minimal 70
gram;

3. Kertas tidak boleh dilipat atau kusut;

4. Kolom ldentitas

Bagi Wajib Pajak yang mengisi menggunakan mesin ketik, dalam mengisi isian
yang tidak terstruktur (seperti: Nama Wajib Pajak, Jenis Usaha dan Negara
Domisili Kantor Pusat (khusus BUT)) kotak-kotak dapat diabaikan sepanjang
tidak melewati batas samping kanan. Sedangkan untuk isian yang terstruktur
(seperti: NPWP, Nomor Telepon) isian harus di dalam kotak.

Contoh Pengisian:

Catatan:

Untuk yang menggunakan komputer atau tulis tangan, semua isian harus dalam
kotak.

Bagi Wajib Pajak yang diizinkan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan


menggunakan bahasa lnggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat wajib
menggunakan Formulir 1771/$.

5. Dalam mengisi kolom-kolom yang berisi nilai rupiah atau Dollar Amerika Serikat,
harus tanpa nilai desimal.

Contoh:

a. dalam menuliskan sepuluhjuta rupiah adalah 10.000.000 (BUKAN


10.000.000,00).

b. dalam menuliskan seratus dua puluh lima rupiah lima puluh sen adalah: 125
(BUKAN 125,50).
LAMPIRAN – I
( FORMULIR 1771 – I dan FORMULIR 1771 – I / $ )

PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO FISKAL

Angka 1 : PENGHASILAN NETO KOMERSIAL DALAM NEGERI

Yang dimaksud dengan penghasilan neto komersial dalam negeri adalah penghasilan
neto menurut prinsip akuntansi komersial Indonesia, yakni semua penghasilan yang
diterima dan/atau diperoleh dari kegiatan usaha dan dari luar kegiatan usaha di
Indonesia, termasuk penghasilan yang dikenai PPh final dan yang tidak termasuk Objek
Pajak, dikurangi dengan pengeluaran/biaya-biaya sesuai dengan sistem dan metode
akuntansi komersial Indonesia yang dianut secara taat azas, sebelum dilakukan
penyesuaian-penyesuaian fiskal berdasarkan Undang-Undang PPh dan peraturan
pelaksanaannya.

Huruf a - PEREDARAN USAHA

Diisi dengan jumlah penerimaan/perolehan bruto dari kegiatan usaha di Indonesia,


setelah dikurangi dengan retur dan pengurangan penjualan serta potongan tunai dalam
Tahun Pajak yang bersangkutan bagi perusahaan dagang dan perusahaan industri.

Huruf b - HARGA POKOK PENJUALAN

Diisi dengan biaya-biaya yang merupakan harga pokok penjualan bagi kegiatan usaha
Wajib Pajak. Apabila sesuai dengan sistem dan metode akuntansi komersial yang dianut
Wajib Pajak tertentu (misal: bank, dana pensiun, reksadana, organisasi sosial,
perkumpulan dan sebagainya) tidak terdapat pemisahan atau pengelompokan biaya
untuk harga pokok penjualan, maka seluruh biaya- biaya dilaporkan pada huruf c biaya
usaha lainnya.

Huruf c - BIAYA USAHA LAINNYA

Diisi dengan biaya-biaya usaha yang tidak termasuk ke dalam kelompok harga pokok
penjualan.

Huruf d - PENGHASILAN NETO DARI USAHA (1a-1b-1c)

Penghasilan neto tersebut diperoleh dari Peredaran Usaha dikurangi harga pokok
penjualan dikurangi Biaya Usaha Lainnya.

Huruf e - PENGHASILAN DARI LUAR USAHA

Diisi dengan jumlah Penghasilan Bruto Dari Luar Usaha yang diterima dan/atau
diperoleh dari luar kegiatan usaha tersebut pada huruf a, seperti : penghasilan dari
penyertaan modal di Indonesia, penghasilan dari penjualan/pengalihan/persewaan harta,
serta penghasilan lainnya yang bukan merupakan penghasilan dari kegiatan usaha atau
tidak ada kaitannya dengan kegiatan usaha.

Huruf f - BIAYA DARI LUAR USAHA

Diisi dengan biaya-biaya langsung yang terkait dengan penghasilan dari luar usaha
tersebut pada huruf e.

Huruf g - PENGHASILAN NETO DARI LUAR USAHA (1e-1f)

Diisi dengan hasil pengurangan huruf e dengan huruf f.

Huruf h – Jumlah (1d+1g)

Cukup jelas.

Angka 2 : PENGHASILAN NETO KOMERSIAL LUAR NEGERI

Diisi dengan penghasilan neto yang diterima atau diperoleh di luar negeri, sesuai
dengan lampiran khusus 7A/7B kolom (5) „Jumlah Neto‟.

Angka 3 : JUMLAH PENGHASILAN NETO KOMERSIAL (1h+2)

Diisi dengan jumlah penghasilan neto komersial Dalam Negeri dan Luar Negeri.

Angka 4 : PENGHASILANYANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN YANG


TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK

Untuk menghitung penghasilan neto fiskal yang dikenai PPh berdasarkan ketentuan
umum, penghasilan dari sumber di Indonesia yang dikenai PPh final dan yang tidak
termasuk sebagai Objek Pajak harus dikeluarkan kembali, sehingga dengan
pengurangan penghasilan tersebut pada jumlah penghasilan neto fiskalnya (angka 8)
akan menjadi nihil/netral. Diisi dengan jumlah penghasilan neto komersial atas
penghasilan yang dikenai PPh final dan penghasilan neto komersial atas penghasilan
yang tidak termasuk objek pajak yang telah dimasukkan dalam angka 1 formulir 1771

- I dan dalam hal mengalami kerugian komersial, diisi sesuai dengan jumlah
kerugian komersialnya.

Angka 5 : PENYESUAIAN FISKAL POSITIF

Yang dimaksud dengan penyesuaian fiskal positif adalah penyesuaian terhadap


penghasilan neto komersial (di luar unsur penghasilan yang dikenai PPh final dan yang
tidak termasuk Objek Pajak) dalam rangka menghitung Penghasilan Kena Pajak
berdasarkan Undang-Undang PPh beserta peraturan pelaksanaannya, yang bersifat
menambah penghasilan dan/atau mengurangi biaya-biaya komersial tersebut pada
angka 1.

Huruf a. Penyesuaian berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf b Undang-Undang


PPh,pengeluaran perusahaan untuk pembelian/perbaikan rumah atau kendaraan pribadi,
biaya perjalanan pribadi/keluarga, biaya premi asuransi pribadi/keluarga, dan
pengeluaran lainnya untuk kepentingan pemegang saham, sekutu, atau anggota, tidak
dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan.

Huruf b. Penyesuaian berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf c Undang-Undang


PPh,pembentukan atau pemupukan dana cadangan secara fiskal tidak dapat dibebankan
sebagai biaya perusahaan. Namun untuk jenis- jenis

usaha tertentu yang secara ekonomis memang diperlukan adanya cadangan untuk
menutup beban atau kerugian yang akan terjadi di kemudian hari, secara fiskal
diperkenankan, yang terbatas pada:
1) cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain yang
menyalurkan kredit, sewa guna usaha dengan hak opsi, perusahaan pembiayaan
konsumen, dan perusahaan anjak piutang;

2) cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk
oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial;

3) cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjamin Simpanan;

4) cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan;

5) cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan; dan


6) cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk
usaha pengolahan limbah industri.

Lihat : * Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.03/2009 tentang Pembentukan


atau Pemupukan Dana Cadangan yang Boleh Dikurangkan sebagai Biaya sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 219/PMK.011/2012.

Huruf c. Berdasarkan Pasal 4 ayat (3) huruf d Undang-Undang PPh, penggantianatau


imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura
dan kenikmatan (benefit in-kind) bukan merupakan penghasilan bagi pegawai yang
bersangkutan. Oleh karena itu sesuai dengan prinsip taxability and deductibility,
penyesuaian berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-Undang PPh, bagi Wajib
Pajak pemberi kerja tidak dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan. Namun
pemberian natura berupa penyediaan makanan/minuman di tempat kerja bagi seluruh
pegawai, demikian pula pemberian natura dan kenikmatan di daerah terpencil yang
ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, serta pemberian natura atau
kenikmatan yang merupakan keharusan dalam pelaksanaan pekerjaan sebagai sarana
keselamatan kerja atau karena sifat pekerjaan tersebut mengharuskannya (seperti:
pakaian dan peralatan khusus untuk keselamatan kerja, pakaian seragam petugas
keamanan, antar-jemput pegawai, serta akomodasi untuk awak kapal), dapat
dibebankan sebagai biaya perusahaan.

Lihat : * Peraturan Menteri Keuangan Nomor 83/PMK.03/2009 tentang tentang


Penyediaan Makanan dan Minuman Bagi Seluruh Pegawai serta Penggantian atau
Imbalan dalam Bentuk Natura dan Kenikmatan Di Daerah Tertentu dan yang Berkaitan
Dengan Pelaksanaan Pekerjaan Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto
Pemberi Kerja.

Huruf d. Penyesuaian berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf f Undang-Undang


PPh,pembayaran gaji, honorarium, dan imbalan lain sehubungan dengan pekerjaan atau
jasa yang diberikan kepada pemegang saham atau pihak yang mempunyai hubungan
istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) Undang-Undang PPh, dapat
dibebankan sebagai biaya perusahaan sepanjang jumlahnya tidak melebihi kewajaran.
Kewajaran diukur berdasarkan standar yang berlaku umum untuk pekerjaan dengan
kualifikasi yang sama yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak mempunyai
hubungan istimewa. Atas selisih yang melebihi kewajaran tersebut dapat dikategorikan
sebagai pembagian laba.

Huruf e. Berdasarkan Pasal 4 ayat (3) huruf a Undang-Undang PPh, bantuan


atausumbangan dan harta hibahan yang diterima oleh badan keagamaan, badan
pendidikan, badan sosial, atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh
Menteri Keuangan, bukan merupakan penghasilan sepanjang tidak terdapat hubungan
usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak- pihak yang bersangkutan.
Oleh karena itu sesuai dengan prinsip taxability and deductibility, penyesuaian
berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf g Undang-Undang PPh, bagi Wajib Pajak pemberi
bantuan atau sumbangan dan harta hibahan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai
biaya perusahaan.

Lihat : Peraturan Menteri Keuangan Nomor 245/PMK.03/2008 tentang Badan-badan dan


Orang Pribadi yang Menjalankan Usaha Mikro dan Kecil yang Menerima Harta Hibah,
Bantuan atau Sumbangan yang tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan.

Zakat atas penghasilan yang dibayar oleh Wajib Pajak Badan dalam negeri yang
dimiliki oleh pemeluk agama Islam dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam
menghitung Penghasilan Kena Pajak, dengan syarat:
 Penghasilan yang dikenai zakat merupakan Objek Pajak yang telah dilaporkan
dalam SPT Tahunan;

 Pembayaran zakat dilakukan kepada Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga
Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk atau disahkan pembentukannya oleh
Pemerintah Pusat/Daerah;

Dengan demikian zakat atas harta selain penghasilan dan zakat atas penghasilan yang
tidak memenuhi persyaratan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan
(perlakuan pajaknya sama dengan sumbangan).

Huruf f. Penyesuaian berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf h Undang-Undang PPh,PPh


badan serta kredit pajak bukan merupakan biaya perusahaan.

Huruf g. Berdasarkan Pasal 4 ayat (3) huruf i Undang-Undang PPh, bagian labayang
diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi
atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi bukan merupakan
penghasilan. Oleh karena itu sesuai dengan prinsip taxabilityand deductibility,
penyesuaian berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf j Undang-UndangPPh, bagi perseroan
komanditer tersebut pembayaran gaji kepada para anggotanya tidak dapat dibebankan
sebagai biaya perusahaan.

Huruf h. Penyesuaian berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf k Undang-Undang PPh,sanksi


administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan, serta sanksi pidana berupa denda yang
berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan bukan
merupakan biaya perusahaan.

Huruf i. Diisi dari Lampiran Khusus I A/I B Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal.

Huruf j. Diisi dari Lampiran Khusus I A/I B Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal.

Huruf k. Penyesuaian berdasarkan Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 94


Tahun2010, dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak dapat ditetapkan saat
pengakuan biaya dalam hal-hal tertentu dan bagi Wajib Pajak tertentu sesuai dengan
kebijaksanaan Pemerintah.

Lihat : * Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-184/PJ./2002 tentang


Pengakuan Penghasilan Atas Penghasilan Bank Berupa Bunga Kredit Non Performing;

* Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-08/PJ.42/2002 tentang Pengakuan


Penghasilan Atas Penghasilan Bank Berupa Bunga Kredit Non-Performing.

Huruf l. Penyesuaian berdasarkan ketentuan Pasal 4 dan Pasal 6 Undang-UndangPPh


beserta peraturan pelaksanaannya, dalam hal:

 terdapat penghasilan yang tidak diakui secara komersial akan tetapi termasuk Objek
Pajak yang dikenai PPh tidak bersifat final;
 terdapat biaya-biaya perusahaan lainnya atau kerugian yang diakui secara komersial
akan tetapi tidak dapat diakui secara fiskal;
 terdapat kerugian usaha di luar negeri baik melalui bentuk usaha tetap (BUT)
ataupun bukan BUT, setelah dilakukan penyesuaian fiskal positif dan negatif.

Lihat : * Keputusan Menteri Keuangan Nomor 164/KMK.03/2002 tentang Kredit


Pajak Luar Negeri;

* Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-04/PJ.42/2002


tentangPerlakuan PPh Atas Pemberian Imbalan Bunga Kepada Wajib Pajak;

* Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-01/PJ.33/2005 tentang Pemberian


Imbalan Bunga Kepada Wajib Pajak.

Angka 6 : PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF

Yang dimaksud dengan penyesuaian fiskal negatif adalah penyesuaian terhadap


penghasilan neto komersial (di luar unsur penghasilan yang dikenai PPh final dan yang
tidak termasuk Objek Pajak) dalam rangka menghitung Penghasilan Kena Pajak
berdasarkan Undang-Undang PPh beserta peraturan pelaksanaannya, yang bersifat
mengurangi penghasilan dan/atau menambah biaya-biaya komersial tersebut pada
angka 1.

Huruf a. Diisi dari Lampiran Khusus I A/I B Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal.

Huruf b. Diisi dari Lampiran Khusus I A/I B Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal.

Huruf c. Penyesuaian berdasarkan Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 94Tahun


2010, dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak dapat ditetapkan saat pengakuan
penghasilan dalam hal-hal tertentu dan bagi Wajib Pajak tertentu sesuai dengan
kebijaksanaan Pemerintah.

Lihat : * Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-141/PJ./1999 tentang


Pengakuan Penghasilan Dari Pengalihan Harta/Agunan Berupa Tanah Dan/Atau
Bangunan Bagi Wajib Pajak Tertentu;

* Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-563/PJ./2001 tentang Saat Pengakuan


Penghasilan Berupa Keuntungan Karena Pembebasan Utang Yang Diperoleh Debitur
Tertentu Dari Perjanjian Restrukturisasi Utang Usaha;

* Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-184/PJ./2002 tentang Pengakuan


Penghasilan Atas Penghasilan Bank Berupa Bunga Kredit Non Performing;

* Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-08/PJ.42/2002 tentang Pengakuan


Penghasilan Atas Penghasilan Bank Berupa Bunga Kredit Non Performing.
Huruf d. Penyesuaian berdasarkan ketentuan umum Pasal 6 Undang-Undang
PPhbeserta peraturan pelaksanaannya, dalam hal terdapat biaya-biaya perusahaan
lainnya atau kerugian yang tidak diakui secara komersial akan tetapi dapat diakui secara
fiskal.

Angka 7 : FASILITAS PENANAMAN MODAL BERUPA PENGURANGAN


PENGHASILAN NETO

Angka 7a diisi tahun ke-berapa fasilitas tersebut telah digunakan.

Angka 7b diisi dengan jumlah fasilitas penanaman modal berupa


penguranganpenghasilan neto yang telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
sebagaimana terdapat dalam daftar fasilitas penanaman modal angka 5b (lampiran
khusus 4A/4B).

Angka 8 : PENGHASILAN NETO FISKAL

Diisi dengan hasil perhitungan angka 3 dikurangi angka 4 ditambah angka 5m dikurangi
angka 6e dikurangi angka 7b.
LAMPIRAN - II

( FORMULIR 1771 – II dan FORMULIR 1771 – II / $ )

PERINCIAN HARGA POKOK PENJUALAN, BIAYA USAHA LAINNYA DAN


BIAYADARI LUAR USAHA SECARA KOMERSIAL

Lampiran ini diisi dengan perincian Harga Pokok Penjualan, Biaya Usaha Lainnya dan
Biaya Dari Luar Usaha secara komersial sesuai dengan Lampiran 1771-I angka 1 huruf
b, c dan f.
Kolom (1) : nomor urut
Kolom (2) : perincian
Kolom (3) : diisi dengan biaya yang merupakan Harga Pokok Penjualan
Kolom (4) : diisi dengan Biaya Usaha Lainnya yang bukan merupakan Harga Pokok
Penjualan
Kolom (5) : diisi dengan Biaya-biaya langsung yang terkait dengan penghasilan dari
luar usaha
Kolom (6) : diisi dengan jumlah kolom (3) ditambah dengan kolom (4) ditambah
dengan kolom (5)
LAMPIRAN - III

( FORMULIR 1771 - III dan FORMULIR 1771 – III / $ )

Lampiran ini diisi dengan rincian bukti pungut PPh Pasal 22 dan bukti potong PPh
Pasal 23 dan PPh Pasal 26 yang telah dibayar melalui pemungutan/pemotongan pajak
oleh pihak lain dan/atau yang pembayarannya dilakukan sendiri, atas penghasilan yang
dikenai PPh tidak bersifat final yang diterima/diperoleh dan dilaporkan dalam SPT
Tahunan Tahun Pajak ini.

Pemotongan PPh Pasal 26 yang dapat dikreditkan dengan PPh Terutang untuk Tahun
Pajak yang bersangkutan adalah pemotongan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal
26 ayat (5) Undang-Undang PPh.
Kolom (1) : diisi dengan Nomor Urut untuk masing-masing jenis pajak
Kolom (2) : diisi dengan Nama Pemotong/Pemungut Pajak. Dalam hal PPh Pasal 22
dibayar sendiri kolom ini diisi dengan Nama Bank tempat pembayaran.
Kolom (3) : diisi dengan NPWP Pemotong/Pemungut Pajak. Dalam hal PPh Pasal 22
dibayar sendiri kolom ini diisi dengan Alamat Bank tempat pembayaran.
Kolom (4) : diiisi dengan:
 Untuk PPh Pasal 22 diisi dengan Jenis Transaksi atau Pembayaran
 Untuk PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26 diisi dengan jenis penghasilan yang
dipotong PPh
Kolom (5) : diisi dengan jumlah yang menjadi Dasar Pemotongan/Pemungutan
Kolom (6) : diisi dengan jumlah PPh yang dipotong/dipungut
Kolom (7) : diisi dengan Nomor Bukti Pemotongan/Pemungutan
Untuk pemotongan/pemungutan PPh Pasal 22 yang pembayarannya dilakukan sendiri,
kolom (7) diisi dengan kata “SSP” atau “SSPCP”.
Kolom (8) : diisi dengan Tanggal Bukti Pemotongan/Pemungutan dengan format
penulisan dd/mm/yy

Wajib Pajak wajib memperlihatkan serta menyerahkan bukti-bukti pemungutan/


pemotongan pajak oleh pihak lain apabila diminta untuk keperluan pemeriksaan
kewajiban perpajakan.
LAMPIRAN IV
( FORMULIR 1771 – IV DAN FORMULIR 1771 – IV / $ )
PPh FINAL DAN PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK

Lampiran ini diisi dengan penghasilan-penghasilan tertentu yang dikenai PPh final baik melalui
pemotongan oleh pihak lain atau dengan menyetor sendiri, termasuk penghasilan dari usaha
dengan peredaran bruto tertentu yang dikenai PPh Final berdasarkan Peraturan Pemerintah
Nomor 46 Tahun 2013 beserta penghasilan-penghasilan tertentu yang tidak termasuk sebagai
objek pajak yang diterima atau diperoleh dalam Tahun Pajak ini, sesuai dengan jumlah bruto
atau nilai transaksinya. Wajib Pajak wajib memperlihatkan serta membuat daftar rincian bukti-
bukti pemotongan/pembayaran pajaknya apabila diminta untuk keperluan pemeriksaan
kewajiban pajak.

Bagi Wajib Pajak yang memperoleh penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto tertentu
yang dikenai PPh Final berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, wajib
melampirkan rincian jumlah peredaran dan pembayaran PPh Final per Masa Pajak dari masing-
masing tempat usaha dengan contoh format sebagai berikut:

Penghasilan dari transaksi derivatif berupa kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa
tidak dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final sehubungan dengan telah dicabut dan
dinyatakan tidak berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2009 dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 31 Tahun 2011. Jadi kolom tersebut tidak perlu diisi.
LAMPIRAN - V

( FORMULIR 1771 – V dan FORMULIR 1771 – V / $ )


1. DAFTAR PEMEGANG SAHAM/PEMILIK MODAL DAN JUMLAH
DIVIDEN YANG DIBAGIKAN
2. DAFTAR SUSUNAN PENGURUS DAN KOMISARIS

Bagian A : DAFTAR PEMEGANG SAHAM/PEMILIK MODAL DAN JUMLAH


DIVIDEN YANG DIBAGIKAN
Kolom (1) : diisi dengan Nomor Urut
Kolom (2) : diisi dengan Nama Pemegang Saham atau Pemilik Modal sesuai dengan
kartu identitas
Kolom (3) : diisi dengan Alamat Lengkap Pemegang Saham atau Pemilik Modal sesuai
dengan kartu identitas
Kolom (4) : diisi dengan NPWP Pemegang Saham atau Pemilik Modal. Untuk
pemegang saham/modal yang tidak memiliki NPWP (misalnya WP
Luar Negeri, WP yang penghasilannya di bawah PTKP) diisi
dengan“Tidak Ada”
Kolom (5) : diisi dengan jumlah modal yang disetor
Kolom (6) : diisi dengan persentase kepemilikan
Kolom (7) : diisi dengan jumlah dividen yang dibagikan kepada pemegang saham.

Bagian B : DAFTAR SUSUNAN PENGURUS DAN KOMISARIS


Kolom (1) : diisi dengan Nomor Urut
Kolom (2) : diisi dengan Nama Pengurus dan Komisaris sesuai dengan kartu identitas
Kolom (3) : diisi dengan Alamat Lengkap Pengurus dan Komisaris sesuai dengan kartu
identitas
Kolom (4) : diisi dengan NPWP Pengurus dan Komisaris. Untuk Pengurus dan Komisaris yang
tidak memiliki NPWP (misalnya WP Luar Negeri, WP yang penghasilannya di bawah PTKP)
diisi dengan “Tidak Ada”
Kolom (5) : diisi dengan jabatan pengurus atau komisaris.

Catatan:
 Wajib Pajak yayasan dan badan-badan lain yang tidak dimiliki atas dasar penyertaan
modal, serta KIK Reksa Dana dan KIK–EBA, cukup mengisi Daftar Pemegang
Saham/Pemilik Modal dengan pernyataan : “Tidak Ada”, pada kolom(2)
 Wajib Pajak perusahaan masuk bursa, pemegang saham publik tidak perlu dirinci per
nama (dapat dinyatakan secara kumulatif) kecuali apabila kepemilikan sahamnya
berjumlah 5% atau lebih dari jumlah modal disetor.
 Daftar Susunan Pengurus dan Komisaris diisi lengkap untuk kondisi akhir periode tahun
pajak bersangkutan (tahun pajak pelaporan SPT).
Lihat : Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-02/PJ.42/2003 tentang kewajiban
Mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak dalam SPT Tahunan PPh Wajib Pajak
Badan Bagi Pemegang Saham/Pemilik Modal, Pengurus dan Komisaris.
LAMPIRAN - VI

( FORMULIR 1771 – VI dan FORMULIR 1771 – VI / $ )


1. DAFTAR PENYERTAAN MODAL PADA PERUSAHAAN AFILIASI
2. DAFTAR UTANG DARI PEMEGANG SAHAM DAN/ATAU
PERUSAHAAN AFILIASI
3. DAFTAR PIUTANG KEPADA PEMEGANG SAHAM DAN/ATAU
PERUSAHAAN AFILIASI

Ketiga daftar diisi dengan angka saldo akhir tahun berdasarkan transkrip kutipan
elemen-elemen dari laporan keuangan komersial yang dilampirkan pada SPT Tahunan.
 Penyertaan modal yang dicantumkan adalah penyertaan modal yang memenuhi
kriteria hubungan istimewa baik langsung maupun tidak langsung.
 Utang/Piutang yang dicantumkan adalah utang dari/piutang kepada pihak-pihak
yang mempunyai hubungan istimewa baik langsung maupun tidak langsung.

Wajib Pajak yang tidak mempunyai penyertaan modal atau penyertaan modalnya tidak
memenuhi kriteria hubungan istimewa, serta Wajib Pajak yang tidak mempunyai
utang/piutang pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, cukup mengisi daftar
dengan pernyataan :“Tidak Ada”, pada kolom (2).
Lampiran 2 : Lembar Penilaian Non Tes

FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (KELOMPOK)

Nama kelompok :
1.....................................
2.....................................
3.....................................
4.....................................
5.....................................

Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok (komunikasi)
3 Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
4 Pembagian Job
5 Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah Nilai Kelompok

Format Lembar Penilaian Diskusi (Individu Peserta Didik)


Nama Siswa :.........................................
Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
5. Jiwa kepemimpinan
6. Bermain peran
Jumlah Nilai Individu

Lembar Keaktifan Dalam Diskusi


Nilai Nilai
No Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Bertanya (cara)
2. Menjawab pertanyaan
3. Kesesuaian dengan topik kajian
4. Cara menyampaikan pendapat
5. Antusiasme mengikuti pembelajaran
Kriteria Penilaian
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80 - 100 Memuaskan 4
70 - 79 Baik 3
60 - 69 Cukup 2
45 - 59 Kurang cukup 1
Lampiran 3 : Penilaian Pengetahuan
TES TERTULIS
Nama Sekolah : SMK NEGERI………….
Kelas / Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran :2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Administrasi Perpajakan
Penilaian : Post test
No Bentuk
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Soal Soal
1. Menerapkan 1. Tata cara Menjelaskan 1 Uraian
pengisian surat pengisian lampiran I
pemberitahuan formulir no. Menjelaskan 2 Uraian
(SPT) PPh Badan 1771 lampiran II
dalam formulir no. lampiran I Menjelaskan 3 Uraian
1771 2. Tata cara lampiran III
2. Melakukan pengisian Menjelaskan 4 Uraian
pengisian surat formulir no. lampiran IV
pemberitahuan 1771 Menjelaskan 5 Uraian
(SPT) PPh Badan lampiran II lampiran V
dalam formulir no. 3. Tata cara Menjelaskan 6 Uraian
1771 pengisian lampiran VI
formulir no.
1771
lampiran III
4. Tata cara
pengisian
formulir no.
1771
lampiran IV
5. Tata cara
pengisian
formulir no.
1771
lampiran V
6. Tata cara
pengisian
formulir no.
1771
lampiran VI
SOAL URAIAN

Nama Sekolah : SMK Negeri…………


Kelas/Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Post Test

No. Soal Jawaban Skor


1 Jelaskan yang Penghasilan neto komersial dalam negeri adalah 15
dimaksud penghasilan neto menurut prinsip akuntansi komersial
penghasilan neto Indonesia, yakni semua penghasilan yang diterima dan/atau
komersial dalam diperoleh dari kegiatan usaha dan dari luar kegiatan usaha
negeri! di Indonesia, termasuk penghasilan yang dikenai PPh final
dan yang tidak termasuk Objek Pajak, dikurangi dengan
pengeluaran/biaya-biaya sesuai dengan sistem dan metode
akuntansi komersial Indonesia yang dianut secara taat azas,
sebelum dilakukan penyesuaian-penyesuaian fiskal
berdasarkan Undang-Undang PPh dan peraturan
pelaksanaannya
2 Jelaskan bagaimana Lampiran ini diisi dengan perincian Harga Pokok 15
pengisian lampiran Penjualan, Biaya Usaha Lainnya dan Biaya Dari Luar
no II dalam SPT? Usaha secara komersial sesuai dengan Lampiran 1771-I
angka 1 huruf b, c dan f.
Kolom (1) : nomor urut
Kolom (2) : perincian
Kolom (3) : diisi dengan biaya yang merupakan Harga
Pokok Penjualan
Kolom (4) : diisi dengan Biaya Usaha Lainnya yang
bukan merupakan Harga Pokok Penjualan
Kolom (5) : diisi dengan Biaya-biaya langsung yang
terkait dengan penghasilan dari luar usaha
1. Kolom (6) : diisi dengan jumlah kolom (3) ditambah
dengan kolom (4) ditambah dengan kolom (5)
3 Jelaskan secara Lampiran ini diisi dengan rincian bukti pungut PPh 15
sederhana apa isi Pasal 22 dan bukti potong PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26
dari lampiran III yang telah dibayar melalui pemungutan/pemotongan
formulir 1771? pajak oleh pihak lain dan/atau yang pembayarannya
dilakukan sendiri, atas penghasilan yang dikenai PPh
tidak bersifat final yang diterima/diperoleh dan
dilaporkan dalam SPT Tahunan Tahun Pajak ini.
4 Buatlah contoh 20
pembayaran PPh
final!

5 Jelaskan bagian B Bagian B : DAFTAR SUSUNAN PENGURUS DAN 15


dalam lampiran KOMISARIS
nomer V formulir Kolom (1) : diisi dengan Nomor Urut
1771? Kolom (2) : diisi dengan Nama Pengurus dan Komisaris
sesuai dengan kartu identitas
Kolom (3) : diisi dengan Alamat Lengkap Pengurus dan
Komisaris sesuai dengan kartu identitas
Kolom (4) : diisi dengan NPWP Pengurus dan Komisaris.
Untuk Pengurus dan Komisaris yang tidak memiliki
NPWP (misalnya WP Luar Negeri, WP yang
penghasilannya di bawah PTKP) diisi dengan “Tidak
Ada”
Kolom (5) : diisi dengan jabatan pengurus atau komisaris
6 Jelaskan bagaimana Ketiga daftar diisi dengan angka saldo akhir tahun 20
penyertaan modal berdasarkan transkrip kutipan elemen-elemen dari laporan
dalam lampiran VI keuangan komersial yang dilampirkan pada SPT Tahunan.
formulir 1771? 1. Penyertaan modal yang dicantumkan adalahpenyertaan
modal yang memenuhi kriteria hubungan istimewa
baik langsung maupun tidak langsung.
2. Utang/Piutang yang dicantumkan adalah utang
dari/piutang kepada pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa baik langsung maupun tidak
langsung kegiatan usahanya di Indonesia.
PEDOMAN PENSKORAN

Skor Penilaian
 Skor maksimal jika siswa mampu menjawab dengan benar (sesuai dengan konsep)
 Skor setengah dari skor maksimal jika siswa mampu menjawab namun tidak sesuai dengan
konsep
 Skor 0 jika siswa tidak menjawab

Nilai = skor perolehan/skor maksimal x 100


Lampiran 4 : Penilaian Keterampilan
KISI-KISI PENILAIAN KINERJA

Nama Sekolah : SMK Negeri…………….


Kelas/Semester : XI / 2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kompetensi Dasar : 4.12. Pengisian SPT dalam formulir no. 1771

No Kompetensi Dasar Materi Indikator Penilaian


Melakukan pengisian SPT formulir no. 1. Mampu membuat
surat pemberitahuan 1771 ilustrasi tata cara
(SPT) PPh Badan pengisian SPT
1 Hasil
dalam formulir no. formulir no. 1771
1771 untuk setiap
lampiran
RUBRIK PENSKORAN PRODUK

Nama Sekolah : SMK NEGERI………….


Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Nama Peserta Didik :
Kelas :

Petunjuk: Berilah tanda (√) pada kolom skor

Skor
No Komponen/Sub Komponen
1 2 5
1 Teknis (Skor Maksimal 10)
Kesesuaian ilustrasi tata cara pengisian yang disajikan
dengan lampiran SPT formulir no. 1771.
2 Estetis (Skor Maksimal 4)
Kerapian
Keterbacaaan
3 Waktu (Skor Maksimal 4)
Ketepatan waktu kerja

Penilaian produk
Teknis Estetis Waktu Total
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot 50 25 25 100
Total

Keterangan:
- Bobot total wajib : 100
- Cara penghitungan
Nilai total = ∑ (skor perolehan/skor maksimal x bobot)
Lampiran 5 : Pembelajaran Remidial dan Pengayaan

PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN

Nama Sekolah : SMK Negeri…………..


Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak

1. Program Remidial
1.1.Sasara Remidial : Siswa yang memperoleh nilai kurang dari 75
1.2.Bentuk Remidial : Tes perbaikan
1.3.Jenis Remidial : Individu
1.4.Kompetensi Dasar/Materi Pokok : SPT formulir no 1771
1.5 Proses Remidial : Peserta didik diberi tugas untuk membuat
rangkuman materi.
2. Program Pengayaan
2.1.Sasaran Pengayaan : Siswa yang memperoleh nilai diatas 75
2.2.Bentuk Pengayaan : Peserta didik diberi tugas untuk membuat ilustrasi
setiap lampiran dalam SPT formulir no 1771.
2.3.Jenis Pengayaan : Individu
PELAKSANAAN REMIDIAL DAN PENGAYAAN

Mata Pelajaran : Administrasi Pajak


Kompetensi Dasar/Materi Pokok : SPT formulir no. 1771
Kelas/Semester : XI/2
Tanggal :

REMIDIAL
Nilai
Nama Tanggal Hasil Bentuk
Nomor Sebelum Keterangan
Siswa Remidial Remidial Remidial
Remidial

Dst…

PENGAYAAN
Nilai
Nama Tanggal Hasil Bentuk
Nomor Sebelum Keterangan
Siswa Pengayaan Pengayaan Pengayaan
Pengayaan

Dst…
SOAL REMIDIAL
1. Buatlah rangkuman materi mulai dari lampiran I sampai dengan lampiran VI dalam SPT
formulir no 1771. Waktu pengerjaan selama satu minggu!

SOAL PENGAYAAN
1. Buatlah masing-masing sebuah ilustrasi tata cara pengisian lampiran dalam SPT formulir 1771.
Waktu pengerjaan selama satu minggu!