Anda di halaman 1dari 25

KURIKULUM 2013 SMK

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR


SMK NEGERI
JL. XXX
TELP. XXX-XXXXXXX FAX. XXX-XXXXXXX Kode Pos: XXXXX
EMAIL : XXX Website: XXX

__________________________________________________________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Nama Sekolah : SMKN


Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kelas/Semester : XII / Ganjil
Materi Pokok : 3.13 Menerapkan pajak penghasilan orang pribadi
4.13 Membuat laporan hasil perhitungan pajak penghasilan
(PPh) Orang pribadi
Alokasi Waktu : 12 JP (3 JP x 4 pertemuan)

A. Kompetensi Inti
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Hal 1 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.13Menerapkan pajak penghasilan 3.13.1 Mendeskripsikan pengertian PPh dan subjek
orang pribadi pajak PPh
3.13.2 Menjelaskan objek pajak PPh
3.13.3 Menjelaskan PTKP untuk PPh orang pribadi
3.13.4 Menjelaskan tarif pajak PPh orang pribadi
3.13.5 Menjelaskan tata cara perhitungan PPh orang
pribadi.
4.13Membuat laporan hasil 4.13.1 Menghitung PTKP Wajib Pajak orang pribadi
perhitungan pajak penghasilan 4.13.2 Menghitung tarif pajak PPh orang pribadi
(PPh) Orang pribadi 4.13.3 Menghitung PPh orang pribadi

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui proses pemberian stimulus, diskusi,
tanya jawab, presentasi, penugasan, dan analisis adalah peserta didik mampu menjelaskan
subjek pajak, objek pajak, PTKP dan tarif pajak untuk PPh orang pribadi serta tata cara
perhitungan PPh orang pribadi.
Keterampilan yang diharapkan adalah peserta didik mampu menghitung PTKP wajib
pajak orang pribadi, tarif PPh orang pribadi dan PPh orang pribadi. Melalui dua kemampuan
diatas, peserta didik akan dapat menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan Pajak Penghasilan orang pribadi.

D. Materi Pembelajaran
1. Faktual
Permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan orang pribadi
yang meliputi pengertian, subjek pajak, objek pajak, PTKP, tarif pajak dan tata cara
perhitungan PPh orang pribadi.

2. Konseptual (Lampiran 1)
A. Pengertian Pajak Penghasilan dan Subjek Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan (PPh) dikenakan terhadap orang pribadi dan badan, berkenaan
dengan penghasilan yang diterima atau diperoleh selama satu tahun pajak.
Subjek PPh meliputi:
1) Orang pribadi;
2) Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan, menggantikan yang berhak;
3) Badan
4) Bentuk usaha tetap (BUT)

B. Objek Pajak Penghasilan


1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau
diperoleh;
2. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan;
3. Laba usaha;
4. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta;
5. Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya;
6. Bunga termasuk premium, diskonto dan imbalan karena jaminan pengembalian utang;
Hal 2 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

7. Dividen dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan
asuransi kepada pemegang polis dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
8. Dll.

C. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Keterangan PTKP 2016


Untuk diri Wajib Pajak orang pribadi Rp 54.000.000
Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Rp 4.500.000
Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan
Rp 54.000.000
penghasilan suami
Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga
semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang
Rp 4.500.000
menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak tiga orang untuk
setiap keluarga

D. Tarif Pajak

Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak


Sampai dengan Rp 50.000.000 5%
Di atas Rp 50.000.000 – Rp 250.000.000 15%
Di atas Rp 250.000.000 – Rp 500.000.000 25%
Di atas Rp 500.000.000 30%

3. Prosedural (Lampiran 1)
Melakukan kegiatan yang dimulai dengan mengkomunikasikan pengertian PPh, subjek
dan objek PPh, serta menganalisis PTKP dan tarif pajak PPh orang pribadi sehingga dapat
memahami perhitungan Pajak Penghasilan orang pribadi sesuai dengan ketentuan
Direktorat Jenderal Pajak yang tercantum dalam Undang-undang Perpajakan.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Santific Approach
2. Metode : Diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi, kerja kelompok

F. Media Pembelajaran
1. LCD
2. Laptop
3. Powerpoint / Video Pembelajaran
4. Alat Peraga (bukti transaksi)

G. Sumber Belajar
1. Abdul H., Icuk R.B., Amin D. 2016. Perpajakan: Konsep, Aplikasi, Contoh, da Studi
Kasus Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat
2. Booklet PPh: Ayo Peduli Pajak
3. Buku Perpajakan untuk SMK
4. Internet

Hal 3 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan I: 3 JP x 45 menit = 135 menit
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pembukaan  Memberikan salam
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan
kenyamanan untuk belajar
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik 20 Menit
 Membaca singkat buku/modul perpajakan sebagai kegiatan
literasi
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
Kegiatan Inti Mengamati
Peserta didik mempelajari Buku Teks, modul maupun
sumber lain tentang pengertian PPh, subjek dan objek pajak
PPh.
Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi
masalah pengertian PPh, subjek dan objek pajak PPh.
Mencoba
Peserta didik mengumpulkan data dan informasi tentang
pengertian PPh, subjek dan objek pajak PPh yang dapat 100
diperoleh dari buku/modul dan internet. menit
Menalar
Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan informasi
yang didapat mengenai pengertian PPh, subjek dan objek
pajak PPh.
Menyaji
Peserta didik menyampaikan laporan tentang materi
pengertian PPh, subjek dan objek pajak PPh yang telah
dipelajari dari buku/modul atau internet dan
mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
Penutup  Guru menyimpulkan materi Pajak Penghasilan yang telah
dipelajari hari ini.
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari
materi hari ini dirumah.
15 Menit
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
depan.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa

Pertemuan II: 3 x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pembukaan  Memberikan salam 20 Menit
Hal 4 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan


kenyamanan untuk belajar
 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Membaca singkat buku/modul perpajakan sebagai kegiatan
literasi
 Melakukan review singkat materi pertemuan sebelumnya
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
Kegiatan Inti Mengamati
Peserta didik mempelajari Buku Teks, modul maupun
sumber lain tentang PTKP serta tarif pajak dan perhitungan
PPh orang pribadi.
Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi
masalah PTKP serta tarif pajak dan perhitungan PPh orang
pribadi.
Mencoba
Peserta didik mengumpulkan data dan informasi tentang 100
PTKP serta tarif pajak dan perhitungan PPh orang pribadi. menit
Menalar
Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan informasi
yang didapat mengenai PTKP serta tarif pajak dan
perhitungan PPh orang pribadi.
Menyaji
Peserta didik menyampaikan laporan tentang materi PTKP
serta tarif pajak dan perhitungan PPh orang pribadi yang
telah dipelajari dari buku/modul atau internet dan
mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
Penutup  Guru menyimpulkan materi PPh yang telah dipelajari hari
ini.
 Guru mengingatkan peserta didik untuk mempelajari
materi hari ini dirumah.
 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari minggu
15 Menit
depan serta menginformasikan kepada siswa bahwa
pertemuan selanjutnya akan dilakukan diskusi secara
kelompok.
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa.

Pertemuan III: 3 x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pembukaan  Memberikan salam 20 Menit
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan

Hal 5 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

kenyamanan untuk belajar


 Mempersilakan berdoa bersama
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Membaca singkat buku/modul perpajakan sebagai kegiatan
literasi
 Melakukan review singkat materi pertemuan sebelumnya
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
Kegiatan Inti Guru mengondisikan kelas ke dalam keadaan kondusif dan
membagi peserta didik ke dalam kelompok belajar yang
terdiri dari 2 orang (per bangku).
Mengamati
Peserta didik mengamati video pembelajaran mengenai
Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan perhitungan tarif PPh
orang pribadi serta mencatat hal-hal penting.
Menanya
Peserta didik merumuskan pertanyaan terkait dengan prosedur
perhitungan PTKP, tarif pajak dan PPh orang pribadi.
Mencoba
Peserta didik mengumpulkan data dan informasi tentang
prosedur perhitungan PTKP, tarif pajak dan PPh orang pribadi
yang dapat diperoleh dari buku/modul dan internet.
100
Menalar (Cooperative Learning Type Think Pair Share)
menit
 Peserta didik mengidentifikasi masalah mengenai
prosedur perhitungan PTKP, tarif pajak dan PPh orang
pribadi.
 Peserta didik berdiskusi secara berpasangan dan saling
berbagi jawaban terkait dengan permasalahan yang
diberikan.
 Peserta didik menganalisis dan mengimpulkan informasi
yang didapat mengenai prosedur perhitungan PTKP, tarif
pajak dan PPh orang pribadi dengan pasangannya.
Menyaji
Peserta didik menyampaikan laporan tentang prosedur
perhitungan PTKP, tarif pajak dan PPh orang pribadi yang telah
dipelajari dari buku/modul dan internet lalu
mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan.
Penutup  Peserta didik menyimpulkan materi mengenai PPh yang 15 Menit
telah dipelajari hari ini.
 Guru memberikan tes lisan untuk mengecek pemahaman
peserta didik.
 Peserta didik mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan
portofolio.
 Menginformasikan peserta didik bahwa pertemuan
selanjutnya diadakan ulangan harian terkait Pajak

Hal 6 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Penghasilan Orang Pribadi


 Guru mengingatkan siswa agar belajar dan
mempersiapkan perlatan yang dibutuhkan untuk ulangan
harian seperti penggaris, folio bergaris, kalkulator dan alat
tulis lainnya
 Guru mengevaluasi pembelajaran hari ini dan menutup
dengan doa

Pertemuan IV: 3 x 45 menit = 135 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pembukaan  Memberikan salam
 Menanyakan kepada peserta didik kesiapan dan
kenyamanan untuk belajar
 Mempersilakan berdoa bersama 10 Menit
 Mengabsen kehadiran peserta didik
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pertemuan hari ini
Kegiatan Inti  Peserta didik diberikan kesempatan untuk belajar materi
yang akan diujikan selama 10 menit.
 Peserta didik memasukan semua buku dan catatan ke
dalam tas dan yang diatas meja hanya ada folio, kalkulator
dan alat tulis.
 Guru membagikan soal kepada siswa. 110
 Peserta didik mengerjakan soal ulangan harian secara menit
individu dengan waktu 100 menit.
 Guru mengawasi proses ulangan dengan seksama dan
selalu mengkondisikan siswa dalam keadaan kondusif.
 Ketika waktu mengerjakan habis peserta didik
mengumpulkan lembar jawaban.
Penutup  Guru menyampaikan sub materi yang akan dibahas
pertemuan selanjutnya.
 Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya
15 Menit
di rumah.
 Guru mempersilahkan siswa untuk berdoa dan senantiasa
menjaga kebersihan kelas.

I. Penilaian Proses dan Hasil belajar


1. Penilaian Pembelajaran
a. Penilaian Diskusi
b. Penilaian Pengetahuan
Teknik Tes : Tes tulis dan Penugasan
Bentuk : Essay / Uraian
Instrumen : Terlampir
Rubrik Penilaian : Terlampir
c. Penilaian Ketrerampilan
Hal 7 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Teknik Tes : Penilaian kinerja


Bentuk : Mengerjakan studi kasus perhitungan perpajakan
Instrumen : Terlampir
Rubrik Penilaian : Terlampir
2. Pembelajaran Remidial dan Pengayaan
a. Remidial
Dapat diberikan pendampingan personal/bimbingan individu bagi peserta didik yang
dirasa belum mampu untuk memahami materi ini.
b. Pengayaan
c. Secara individu siswa diminta untuk mengerjakan soal pengayaan yang telah
disiapkan oleh guru
Program pembelajaran remidial dan pengayaan terlampir

Surabaya, April 2018


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
SMK

NAMA LENGKAP ANGGRAENI AISTIASIH


NIP. NIP. 15080304036

Hal 8 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Lampiran 1: Materi Pembelajaran

Pertemuan 1

A. Pengertian Pajak Penghasilan dan Subjek Pajak Penghasilan

Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Direktorat Jenderal


Pajak, 2008), Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan terhadap orang pribadi
dan badan, berkenaan dengan penghasilan yang diterima atau diperoleh selama satu tahun
pajak.
Subjek Pajak Penghasilan
Subjek PPh meliputi:
1. Orang pribadi;
2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan, menggantikan yang berhak;
3. Badan
adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan
usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan
komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik Negara atau daerah dengan nama dan
dalam bentuk apapun, firma kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan,
yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga, dan
bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap; dan
4. Bentuk usaha tetap (BUT)
adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di
Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan
puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan
dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia untuk menjalankan usaha atau melakukan
kegiatan di Indonesia, yang dapat berupa:
a. tempat kedudukan manajemen;
b. cabang perusahaan;
c. kantor perwakilan;
d. gedung kantor;
e. pabrik;
f. bengkel;
g. gudang;
h. ruang untuk promosi dan penjualan;
i. pertambangan dan penggalian sumber alam;
j. wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi;
k. perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan, atau kehutanan;
l. proyek konstruksi, instalasi, atau proyek perakitan;
m. pemberian jasa dalam bentuk apa pun oleh pegawai atau orang lain, sepanjang
dilakukan lebih dari 60 (enam puluh) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan;
n. orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas;
o. agen atau pegawai dari perusahan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat
kedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung risiko di
Indonesia; dan
p. komputer, agen elektronik, atau peralatan otomatis yang dimiliki, disewa, atau
digunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan kegiatan usaha
melalui internet.
Hal 9 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Subjek Pajak Dalam Negeri dan Subjek Pajak Luar Negeri


Berdasarkan Pasal 2 ayat 2 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2008, subjek pajak
dibedakan menjadi subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri.
1. Subjek pajak dalam negeri adalah:
a. Orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia atau yang berada di Indonesia
lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas)
bulan, atau yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat
untuk bertempat tinggal di Indonesia.
b. Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, meliputi Perseroan
Terbatas, Perseroan Komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara
atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana
pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial
politik atau organisasi yang sejenis, lembaga, dan bentuk badan lainnya termasuk
reksadana.
Kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria:
 pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan
 pembiayaannya bersumber dari APBN atau APBD
 penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau
Pemerintah Daerah
 pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara.
c. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan, menggantikan yang berhak.
2. Subjek Pajak Luar Negeri adalah:
a. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia
tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua
belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di
Indonesia yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT di
Indonesia.
b. Orang Pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia
tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, dan badan yang tidak
didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang dapat menerima atau
memperoleh panghasilan dari Indonesia bukan dari menjalankan usaha atau
melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia.
B. Objek Pajak Penghasilan

Adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau
diperoleh Wajib Pajak (WP), baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia,
yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaanWajib pajak yang
bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun termasuk:
1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau
diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang
pensiun atau imbalan dalam bentuk lainnya kecuali ditentukan lain dalam Undang-
Undang Pajak Penghasilan;
2. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan;
3. Laba usaha;
4. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk:
a. Keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya
sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;
Hal 10 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

b. Keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya karena


pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu atau anggota;
c. Keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan atau
pengambilalihan usaha;
d. Keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan atau sumbangan, kecuali
yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan
badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil
termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada
hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak
yang bersangkutan;
e. Keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan,
tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan pertambangan.
5. Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya;
6. Bunga termasuk premium, diskonto dan imbalan karena jaminan pengembalian utang;
7. Dividen dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan
asuransi kepada pemegang polis dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
8. Royalty atau imbalan atas penggunaan hak;
9. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
10. Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala;
11. Keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang
ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
12. Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing;
13. Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva;
14. Premi asuransi;
15. Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari WP
yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
16. Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak;
17. Penghasilan dari usaha berbasis syariah;
18. Imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur
mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan;
19. Surplus Bank Indonesia.

C. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak Wajjib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri,
kepadanya diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berdasarkan
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Undang-Undang Pajak Penghasilan.
Penghasilan Tidak Kena Pajak per tahun diberikan paling sedikit sebesar:
Keterangan PTKP 2016
Untuk diri Wajib Pajak orang pribadi Rp 54.000.000
Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Rp 4.500.000
Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan
Rp 54.000.000
penghasilan suami
Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga
semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang
Rp 4.500.000
menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak tiga orang untuk
setiap keluarga
Hal 11 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak dari Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Negei, penghasilan netonya dikurangi dengan jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak. Di
samping untuk dirinya, kepada Wajib Pajak yang sudah menikah diberikan tambahan
Penghasilan Tidak Kena Pajak.
Bagi Wajib Pajak yang istrinya menerima atau memperoleh penghasilan yang digabung
dengan penghasilannya, Wajib Pajak teersebut mendapat tambahan Penghasilan Tidak Kena
Pajak untuk seorang istri paling sedikit sebesar Rp 54.000.000.
Wajib Pajak yang mempunyai anggota keluarga sedarah dan semenda dalam garis
keturunan lurus yang menjadi tanggungan sepenuhnya, misalnya orang tua, mertua, anak
kandung, atau anak angkat diberikan tambahan Penghasilan Tidak Kena Pajak paling banyak
tiga orang. Anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya adalah anggota keluarga
yang tidak mempunyai penghasilan dan seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh Wajib Pajak.

D. Tarif Pajak

Berdasarkan Pasal 17 ayat 1 Undang-Undang Pajak Penghasilan, besarnya tarif pajak


penghasilan yang diterapkan atas penghasilan kena pajak bagi Wajib Pajak dibagi menjadi dua,
yakni Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri dan Wajib Pajak dalam negeri badan dan Bentuk
Usaha Tetap.
Tarif pajak untuk Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.
Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan Rp 50.000.000 5%
Di atas Rp 50.000.000 – Rp 250.000.000 15%
Di atas Rp 250.000.000 – Rp 500.000.000 25%
Di atas Rp 500.000.000 30%

E. Perhitungan Pajak Penghasilan Orang Pribadi

Perbedaan perhitungan antara pegawai/karyawan yang telah kawin dan yang belum
kawin adalah pada PTKP-nya. PTKP untuk pegawai yang belum kawin adalah Rp 54.000.000
sedangkan untuk pegawai yang telah kawin PTKP-nya menjadi Rp54.000.000 ditambah
Rp4.500.000 sehingga menjadi Rp 58.500.000.

Untuk memperjelas, kami berikan contohnya. Jika pegawai tersebut telah kawin dan
memiliki 2 (dua) anak, PTKP-nya menjadi:

Rp. 54.000.000 + Rp. 4.500.000 + (Rp. 4.500.000 x 2) = Rp 67.500.000


Keterangan PTKP 2016
Untuk diri Wajib Pajak orang pribadi Rp 54.000.000
Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Rp 4.500.000
Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan -
penghasilan suami
Tambahan untuk tanggungan 2 anak (Rp 4.500.000 X 2) Rp 9.000.000
JUMLAH Rp 67.500.000

Hal 12 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Jadi, dari perhitungan yang telah kami uraikan di atas, harus dihitung PTKP-nya
terlebih dahulu kemudian penghasilan bersih dikurangi dengan PTKP tersebut. Hasil
pengurangan tersebut adalah PKP. PKP merupakan dasar penghitungan untuk menentukan
besarnya Pajak Penghasilan yang terutang.

Contoh penghitungan pajak yang terutang untuk Wajib Pajak Orang Pribadi:
Jumlah Penghasilan Kena Pajak Rp 600.000.000
Pajak Penghasilan yang terutang:
5% X Rp 50.000.000 Rp 2.500.000
15% X Rp 200.000.000 Rp 30.000.000
25% X Rp 250.000.000 Rp 62.500.000
30% X Rp 100.000.000 Rp 30.000.000 +
Rp 125.000.000

Hal 13 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Lampiran 2: Penilaian Non Tes

FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (KELOMPOK)

Nama kelompok :
1. ....................................
2. ....................................
3. ....................................
4. ....................................

Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok (komunikasi)
3 Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
4 Pembagian Job
5 Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah Nilai Kelompok

Format Lembar Penilaian Diskusi (Individu Peserta Didik)


Nama Peserta didik :.........................................
Nilai Nilai
No Sikap/Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
5. Jiwa kepemimpinan
6. Bermain peran
Jumlah Nilai Individu

Lembar Keaktifan Dalam Diskusi


Nilai Nilai
No Aspek yang dinilai
Kualitatif Kuantitatif
1. Bertanya (cara)
2. Menjawab pertanyaan
3. Kesesuaian dengan topik kajian
4. Cara menyampaikan pendapat
5. Antusiasme mengikuti pembelajaran

Kriteria Penilaian
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80 - 100 Memuaskan 4
70 - 79 Baik 3
Hal 14 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

60 - 69 Cukup 2
45 - 59 Kurang cukup 1

Hal 15 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Lampiran 3: Penilaian Pengetahuan

TES TERTULIS

Nama Sekolah : SMK


Kelas / Semester : XII/ Ganjil
Tahun Pelajaran ; 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Post test

Kompetensi No Bentuk
No Materi Indikator Soal
Dasar Soal Soal
1. Menerapkan 1. Pengertian PPh Mendeskripsikan 1 Subyektif
pajak dan subjek pajak pengertian PPh dan
penghasilan PPh subjek pajak PPh
orang pribadi 2. Objek pajak PPh Menjelaskan objek 2 Subyektif
3. PTKP untuk PPh pajak PPh
2. Membuat orang pribadi Menjelaskan PTKP 3 Subyektif
laporan hasil 4. Tarif pajak PPh untuk PPh orang pribadi
perhitungan orang pribadi Menjelaskan tarif pajak 4 Subyektif
pajak 5. Perhitungan PPh PPh orang pribadi
penghasilan orang pribadi
(PPh) Orang
pribadi Menjelaskan tata cara 5 Subyektif
perhitungan PPh orang
pribadi

Hal 16 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

SOAL URAIAN

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XII /Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi
Mata Pelajaran : Administrasi Perpajakan
Penilaian : Post Test
Jenis Soal : Subyektif

No Soal Penyelesaian Skor


1 Jelaskan pengertian Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang 20
“pajak penghasilan” dikenakan terhadap orang pribadi dan badan,
dalam UU Pajak berkenaan dengan penghasilan yang diterima atau
penghasilan? diperoleh selama satu tahun pajak.
2 Sebutkan 5 objek pajak  Penggantian atau imbalan 20
pennghasilan!  Hadiah
 Laba usaha
 Keuntungan karena penjualan atau karena
pengalihan harta
 Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah
dibebankan sebagai biaya dan pembayaran
tambahan pengembalian pajak.
3 Terdapat sebuah keluarga PTKP (K/3): 20
yang terdiri dari 4 = untuk diri WP + tanggungan 3 anak
anggota keluarga, yaitu = Rp 54.000.000 + (Rp 4.500.000 X 3)
= Rp 54.000.000 + Rp 13.500.000
Bapak Anang dan 3
= Rp 67.500.000
anaknya. Istrinya sudah
lama meninggal,
sehingga kini Bapak
Anang yang harus
mencukupi kebutuhan
keluarganya. Untuk
menunjang itu, ia bekerja
sebagai Pegawai Bank
dengan upah yang
diterimanya sebesar Rp.
6.500.000,00
perbulannya. Hitung
PTKP Bapak Anang
menggunakan PTKP
2016!
4 Tuan Andriawan Tarif pajak: 20
memiliki penghasilan Rp 50.000.000 X 5% = Rp 2.500.000
kena pajak sebesar Rp 10.000.000 X 15%= Rp 1.500.000
Rp 4.000.000
Hal 17 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Rp.60.000.000,00 berapa
tarif pajak penghasilan
Tuan Andriawan?
5 Hiduplah sebuah Gaji setahun= Rp 11.500.000X12= Rp 138.000.000 20
keluarga disebuah Desa PTKP (K/3):
Hulu. Ia adalah Bapak Untuk diri WP = Rp 54.000.000
WP kawin = Rp 54.000.000
Dendi dan istrinya
3 anak (Rp 4.500.000X3) = Rp 13.500.000
beserta 4 anaknya. Untuk Rp 121.500.000
mencukupi PKP = Rp 138.000.000 – Rp 121.500.000
kebutuhannya ia bekerja = Rp 16.500.000
sebagi Kepala Sekolah Tarif pajak:
dengan gaji sebesar Rp. Rp 16.500.000 X 5% = Rp 825.000
12.000.000,00. Hitunglah
besar pajak
penghasilannya yang
harus dibayarkan
setahun?
100

PEDOMAN PENSKORAN

Skor Penilaian
 Skor 20 jika peserta didik mampu menjawab dengan benar (sesuai dengan konsep)
 Skor 15 jika peserta didik mampu menjawab namun sedikit tidak sesuai dengan konsep
 Skor 10 jika peserta didik mampu menjawab tidak sesuai konsep tetapi masih bisa diterima
 Skor 5 jika peserta didik mampu menjawab tetapi tidak sesuai konsep
 Skor 0 jika peserta didik tidak menjawab

Nilai = skor perolehan/skor maksimal x 100

Hal 18 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Lampiran 4: Penilaian Keterampilan

KISI-KISI PENILAIAN KINERJA

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XII/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kompetensi Dasar : 4.13 Membuat laporan hasil perhitungan pajak penghasilan (PPh)
Orang pribadi

Kompetensi Teknik
No. Materi Indikator
Dasar Penilaian
PTKP untuk 1. Dapat menghitung PTKP
PPh orang untuk PPh orang pribadi Kinerja
Membuat laporan
pribadi
hasil perhitungan
Tarif pajak PPh 2. Dapat menghitung tarif
1 pajak penghasilan Kinerja
orang pribadi pajak PPh orang pribadi
(PPh) Orang
PPh orang 3. Dapat menghitung pajak
pribadi
pribadi terutang PPh orang Kinerja
pribadi

Hal 19 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

RUBRIK PENSKORAN KINERJA

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XII / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak

Petunjuk : Berilah tanda (√) pada kolom skor


No Komponen/Sub Komponen Skor
1 2 3
1 Persiapan
2 Proses Kerja
3 Hasil
4 Sikap Kerja
5 Waktu

Penilaian Proses
Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu Total
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot
Total

Keterangan:
 Bobot total wajib 100
 Cara perhitungan :
Nilai total = ∑ skor perolehan x bobot
Skor maksimal

Hal 20 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

Lampiran 5: Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN

Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Kompetensi Dasar : 3.13 Menerapkan pajak penghasilan orang pribadi
4.13 Membuat laporan hasil perhitungan pajak penghasilan (PPh)
Orang pribadi
Kelas/Semester : XII/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018/2019

1. Program Perbaikan
1.1. Sasaran Perbaikan : Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah
kegiatan penilaian, yaitu bagi peserta didik yang
belum mencapai KKM 75.
1.2. Bentuk perbaikan : Tes perbaikan
1.3. Jenis perbaikan : Individual
1.4. Kompetensi Dasar/Materi Pokok:
3.13 Menerapkan pajak penghasilan orang pribadi
4.13 Membuat laporan hasil perhitungan pajak penghasilan
(PPh) Orang pribadi
1.5. Proses perbaikan : Peserta didik diberikan kesempatan belajar dibawah
bimbingan teman dalam satu kelompok tentang
materi menerapkan pajak penghasilan orang pribadi
dan membuat laporan hasil perhitungan pajak
penghasilan (PPh) Orang pribadi.

2. Program Pengayaan
2.1. Sasaran Pengayaan : Pembelajaran pengayaan dilakukan segera setelah
kegiatan penilaian, yaitu bagi peserta didik yang
sudah mencapai KKM 75. Pembelajaran ini diberikan
untuk perluasan atau pendalaman materi atau
kompetensi peserta didik.
2.2. Bentuk Pengayaan : Pemberian materi tambahan
2.3. Jenis Pengayaan : Individual

Hal 21 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

PELAKSANAAN PERBAIKAN/PENGAYAAN

Mata Pelajaran : Administrasi Pajak


Kompetensi Dasar/Materi Pokok :
3.13 Menerapkan pajak penghasilan orang pribadi
4.13 Membuat laporan hasil perhitungan pajak penghasilan (PPh)
Orang pribadi
Kelas : XII
Semester : Ganjil
Ulangan Harian ke : ……………………………
Tanggal : ……………………………

PERBAIKAN
Nomor Nilai
Nama Peserta Tanggal Hasil Bentuk
Sebelum Keterangan
Urut Absen didik Perbaikan Perbaikan Perbaikan
Perbaikan
1
2
3
4
Dst....

PENGAYAAN
Nomor Nama Nilai
Tanggal Hasil Bentuk
Peserta Sebelum Keterangan
Urut Absen Pengayaan Pengayaan Pengayaan
didik Pengayaan
1
2
3
4
5 Dst...

Hal 22 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

SOAL REMIDIAL

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XII / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Remidial
Jenis Soal : Subyektif

SOAL REMIDIAL

No Soal Penyelesaian
1 Sebutkan subjek pajak 1. Orang pribadi;
menurut Pasal 2 2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan,
Undang-undang No 36 menggantikan yang berhak;
Tahun 2008! 3. Badan;
4. Bentuk usaha tetap (BUT)
2 Jelaskan apa saja yang 1. Keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan,
termasuk dalam objek persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti
pajak keuntungan karena saham atau penyertaan modal;
penjualan atau karena 2. Keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan
pengalihan harta! badan lainnya karena pengalihan harta kepada
pemegang saham, sekutu atau anggota;
3. Keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan,
pemekaran, pemecahan atau pengambilalihan usaha;
4. Keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah,
bantuan atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada
keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu
derajat, dan badan keagamaan atau badan pendidikan
atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk
koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan,
sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan,
kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang
bersangkutan;
5. Keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian
atau seluruh hak penambangan, tanda turut serta dalam
pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan
pertambangan.
3 Lengkapi penghitungan Laki-laki (K/-):
PTKP setahun dalam = Rp 54.0000.000+Rp 54.000.000
beberapa status WP = Rp 108.000.000
Laki-laki (K/2)
berikut ini:
= Rp 54.000.000+Rp 54.000.000+(Rp 4.500.000X3)
a. Laki-laki (K/-)
Hal 23 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

b. Laki-laki (K/2) = Rp 121.500.000


c. Laki-laki (TK/-) Laki-laki (TK/-)
d. Laki-laki (TK/1) = Rp 54.000.000
Laki-laki (TK/1)
= Rp 54.000.000+Rp 4.500.000
= Rp 58.500.000
4 Uraikan tarif pajak
penghasilan yang
diterapkan atas
penghasilan kena pajak
bagi Wajib Pajak orang
pribadi! Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan Rp 50.000.000 5%
Di atas Rp 50.000.000 – Rp 250.000.000 15%
Di atas Rp 250.000.000 – Rp 500.000.000 25%
Di atas Rp 500.000.000 30%
5 Meda adalah seorang Gaji setahun= Rp 5.000.000X12= Rp 60.000.000
karyawan swasta yang PTKP (K/-):
berpenghasilan Rp Untuk diri WP = Rp 54.000.000
Rp 6.000.000
5.000.000. Ia belum
Tarif pajak setahun:
memiliki seorang istri Rp 6.000.000 X 5% = Rp 300.000
dan tidak mempunyai
tanggungan. Hitunglah
besar pajak
penghasilannya yang
harus dibayarkan
setahun?

Hal 24 dari 25
KURIKULUM 2013 SMK

SOAL PENGAYAAN

Nama Sekolah : SMK


Kelas/Semester : XII / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Paket Keahlian : Akuntansi
Mata Pelajaran : Administrasi Pajak
Penilaian : Pengayaan
Jenis Soal : Subyektif

Carilah tarif perhitungan PTKP tahun 2013 dan 2015 kemudian buatlah soal terkait tarif PTKP
tersebut dan jawablah!

KUNCI JAWABAN
Jawaban sesuai dengan hasil pencarian peserta didik kemudian pengisiannya sesuai dengan tata
cara yang telah dijelaskan.

Hal 25 dari 25