Anda di halaman 1dari 1

Posisi Akte Notaris Setelah Merger

Akta notaris merupakan akta otentik (pasal 1 angka 7 UU No. 30 Tahun 2004
tentang Jabatan Notaris dan pasal 1868 KUHPerdata). Adapun nilai kekuatan
pembuktian suatu akta notaris yang merupakan akta otentik adalah sempurna
dan mengikat (pasal 1870 KUHPerdata dan pasal 285 RBG).

Bagi pihak ketiga, akta notaris yang berkaitan dengan merger


(penggabungan) adalah juga sebagai bukti atas perbuatan hukum para pihak
yang melakukan penggabungan. Dengan demikian, pihak ketiga mengakui
adanya perbuatan hukum penggabungan dalam akta notaris dimaksud.

Demikian sejauh yang kami ketahui. Semoga bermanfaat.

Dasar hukum:

1. KUHPerdata (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie atau KUHPerdata,


Staatsblad 1847 No. 23)
2. RBG (Rechtsreglement Buiten Gewesten, Staatsblad 1927 No. 227)
3. Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris