Anda di halaman 1dari 19

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

1 Nama peserta didik / Konseli Mutsanna


2 Kelas XI RPL
3 Hari/Tanggal Selasa, 13 November 2018
4 Jumlah sesi/pertemuan 2 sesi / pertemuan
5 Waktu 13.00 – 13.45 WIB
6 Tempat Ruang Bimbingan Konseling
7 Gejala yang Nampak / 1. Masih belum bisa untuk befikir secara positif terhadap
Keluhan keadaan
2. Sulit untuk berkonsentrasi karena ada beberapa masalah
yang sedang di alami
8 Deskripsi Masalah Konseli merasa akhir-akhir ini sedang banyak masalah dan
masalah tersebut suka mengganggu pikiran nya yang
mengakibatkan konseli tidak dapat berkonsentrasi. Konseli
mengganggap masalah yang kecil menjadi berat buat dirinya.
9 Pendekatan/teknik Konseling realitas
10 Tujuan konseling Mengajak konseli untuk berfikir secara positif dan melihat dengan
realita yang ada
11 Tahap-tahap konseling 1. Tahap awal
a. Guru BK berupaya membangun rapport dengan
cara menerima konseli dengan ramah,
b. menunjukkan kesediaan memberikan bantuan,
c. memberikan perhatian dan empati.
2. Tahap kerja inti
Dalam pendekatan realitas terdapat 4 langkah kegiatan
konselingyang disebut WDEP yang akan dilaksanakan
secara bertahap selama 2 kali sesi konseling, yaitu sebagai
berikut:
a. W yaitu want (keinginan)
Guru BK membantu konseli untuk menemukan
keinginan dan harapannya. Guru BK mengekplorasi
apa yang di harapkan konseli
b. D yaitu Doing (lakukan)
Guru BK mengarahkan konseli untuk menemukan hal
apa saja yang akan dilakukan/dikerjakan untuk meraih
keinginannya/ harapannya tersebut
c. E yaitu Self Evaluation (evaluasi diri)
Guru BK membantu klien dalam menganalisis dirinya
untuk menguji arah tingkah laku, pikiran, perasaan,
keinginan, komponen psikologis lainnya sebagai
keseluruhan perilaku dalam ruang lingkup tanggung
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

jawab konseli.
Melalui pertanyaan guru BK membantu konseli
mengevaluasi apa yang telah dilakukanmya dan
mengarahkan untuk meningkatkan atau mengubahnya.
Tugas utama guru BK adalah memfasilitasi konseli
untuk mengevaluasi keefektifan kegiatan/tingkah laku
yang dipilihnya.
d. P yaitu Planning (perencanaan)
Guru BK membantu konseli merencanakan perubahan-
perubahan berarti untuk memenuhi kebutuhannya yang
lebih efektif. Perencanaan yang efektif memiliki ciri-
ciri sederhana, dapat tercapai, terukur dan dapat
dilakukan dengan segera
3. Tahap Akhir
a. Konseli menyimpulkan hasil konseling
b. Konseli mengungkapkan rencana tindakan
berdasarkan hasil konseling
c. Konselor merangkum kegiatan konseling dari awal
hingga akhir
d. Konselor memberikan penguatan positif terhadap
konseli untuk melakukan rencana tindakan
e. Konselor menyusun rencana tindak lanjut dengan
membuat kesepakatan pertemuan/sesi berikutnya
12 Rencana Evaluasi 1. Evaluasi proses dilakukan observasi saat layanan
berlangsung
2. Evaluasi hasil dilakukan setelah dilakukan layanan

Bandung, 13 November 2018


Mengetahui:
Kepala Sekolah Praktikan BK

Deni Danis Suara, S.T.,M.Kom. Muhammad Fajar A.A,S.Kom.I.


NIP. NIP.
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

1 Nama peserta didik / Konseli Risma


2 Kelas XI AKT
3 Hari/Tanggal Rabu, 14 November 2018
4 Jumlah sesi/pertemuan 2 sesi/pertemuan
5 Waktu 08.30 – 08.45 WIB
6 Tempat Ruang Konseling Individual
7 Gejala yang Nampak / 1. Belum memahami prodi yang ada di universitas
Keluhan 2. Kesulitan dalam memahami pelajaran tertentu
3. Sering sakit
4. Konseli mengalami prestasi yang menurun sedangkan
konseli sebenarnya mampu untuk lebih maksimal
8 Deskripsi Masalah Konseli pada dsarnya adalah anak yang mempunyai potensi yang
sangat bagus, akan tetapi konseli akhir-akhir ini sering izin sakit
yang mengakibatkan prestasi belajarnya menurun dan kurang
memahami beberapa pelajaran tertentu karena konseli sudah
banyak ketinggalan pelajaran. Konselipun akhirnya juga blm
menentukan studi lanjutan nya di karenakan nilainya yang belum
maksimal untuk masuk ke perguruan tinggi. Dan pengetahuan
konseli tentang program studi di perguruan tinggi pun masih
sedikit.
9 Pendekatan yang digunakan Behavior (self management)
10 Tujuan konseling Membangkitkan kembali semangat belajar konseli agar tujuan
bisa tercapai
11 Tahap-tahap konseling 1. Tahap Awal
a. Guru BK berupaya membangun rapport dengan
cara menerima konseli dengan ramah,
b. Menunjukkan kesediaan memberikan bantuan,
c. Memberikan perhatian dan empati.
2. Tahap kegiatan inti
a. Memilih tujuan
dimulai dengan menentukan tentang apa yang ingin
diubah, apa-apa yang ingin di ubah itu dirumuskan
menjadi tujuan-tujuan yang realistic. Tujuan-tujuan itu
harus dapat diukur (measurable), dapat dicapai
(attainable), positif, dan bermanfaat bagi individu yang
di bantu (konseli).
b. Menterjemahkan tujuan-tujuan ke dalam tingkah-
tingkah laku sasaran
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

Yang menjadi pertanyaan kunci disini adalah “tingkah


laku khusus apa yang ingin di kembangkan atau
dihilangkan?”
c. Monitoring pribadi
Disini konseli secara sistematik mengamati tingkah
laku sendiri. Salah satu caranya adalah dengan
membuat behavioral diary
d. Merancang perubahan
Tahap ini konseli diminta untuk memonitoring diri
sendiri dengan standar tingkah laku khusus konseli.
Setelah itu , konseli mengevaluasi tingkat perubahan
tingkah lakunya sendiri.

3. Tahap akhir
a. Konseli menyimpulkan hasil konseling
b. Konseli mengungkapkan rencana tindakan
berdasarkan hasil konseling
c. Konselor merangkum kegiatan konseling
dari awal
hingga akhir
d. Konselor memberikan penguatan positif
terhadap
konseli untuk melakukan rencana tindakan
e. Konselor menyusun rencana tindak lanjut
dengan membuat kesepakatan pertemuan/sesi
berikutnya
12 Rencana Evaluasi 1. Evaluasi proses dilakukan observasi saat layanan
berlangsung
2. Evaluasi hasil dilakukan setelah dilakukan layanan

Bandung, 13 November 2018


Mengetahui:
Kepala Sekolah Praktikan BK

Deni Danis Suara, S.T.,M.Kom. Muhammad Fajar A.A,S.Kom.I.


NIP. NIP
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

1 Nama peserta didik / Konseli AA


2 Kelas XI IPA G
3 Hari/Tanggal Selasa, 14 November 2018
4 Jumlah sesi/pertemuan 2 sesi/pertemuan
5 Waktu 10.35 – 11.20 WIB
6 Tempat Ruang Konseling Individual
7 Gejala yang Nampak / 1. Suka merasa jenuh dan enggan masuk sekolah
Keluhan 2. Terlalu sibuk dan banyak kegiatan di organisasi sekolah
8 Deskripsi Masalah Dari hasil wawancara dengan guru BK konseli banyak mengikuti
kegiatan di sekolah mulai dari ekskul sampai organisasi sekolah.
Dan dari hasil wawancara dengan konseli, konseli memang suka
dengan kegiatan organisasi sehingga untuk belajar dan berada di
dalam kelas membuat konseli merasa bosan dan jenuh di dalam
kelas
9 Pendekatan yang digunakan Konseling Realitas
10 Tujuan Konseling Mengajak konseli untuk menemukan cara agar tidak bosan di
kelas
11 Tahap-tahap Konseling 1. Tahap awal
a. Guru BK berupaya membangun rapport dengan
cara menerima konseli dengan ramah,
b. menunjukkan kesediaan memberikan bantuan,
c. memberikan perhatian dan empati.
d. Tahap kerja inti
Dalam pendekatan realitas terdapat 4 langkah kegiatan
konselingyang disebut WDEP yang akan dilaksanakan
secara bertahap selama 2 kali sesi konseling, yaitu sebagai
berikut:
a. W yaitu want (keinginan)
Guru BK membantu konseli untuk menemukan
keinginan dan harapannya. Guru BK mengekplorasi
apa yang di harapkan konseli
b. D yaitu Doing (lakukan)
Guru BK mengarahkan konseli untuk menemukan hal
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

apa saja yang akan dilakukan/dikerjakan untuk meraih


keinginannya/ harapannya tersebut
c. E yaitu Self Evaluation (evaluasi diri)
Guru BK membantu klien dalam menganalisis dirinya
untuk menguji arah tingkah laku, pikiran, perasaan,
keinginan, komponen psikologis lainnya sebagai
keseluruhan perilaku dalam ruang lingkup tanggung
jawab konseli.
Melalui pertanyaan guru BK membantu konseli
mengevaluasi apa yang telah dilakukanmya dan
mengarahkan untuk meningkatkan atau mengubahnya.
Tugas utama guru BK adalah memfasilitasi konseli
untuk mengevaluasi keefektifan kegiatan/tingkah laku
yang dipilihnya.
d. P yaitu Planning (perencanaan)
Guru BK membantu konseli merencanakan perubahan-
perubahan berarti untuk memenuhi kebutuhannya yang
lebih efektif. Perencanaan yang efektif memiliki ciri-
ciri sederhana, dapat tercapai, terukur dan dapat
dilakukan dengan segera
3. Tahap akhir :
a. Membuat kesimpulan
b. Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan
berdasarkan kesepakatan
c. Mengevaluasi jalannya proses konseling
d. Membuat perjanjian untuk konseling berikutnya
12 Rencana Evaluasi 1. Evaluasi proses dilakukan observasi saat layanan
berlangsung
2. Evaluasi hasil dilakukan setelah dilakukan layanan

Bandung, 14 November 2018


Mengetahui:
Guru Pamong Praktikan BK

Dra. Alfinur Rahayu Sumarlin, S.Psi


NIP.196003201985032006 NUPTK.1138763664230153
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

1 Nama peserta didik / Konseli MH


2 Kelas XI IPA G
3 Hari/Tanggal Rabu, 14 November
4 Jumlah sesi/pertemuan 2 sesi/pertemuan
5 Waktu 12.10 – 12.50 WIB
6 Tempat Ruang Konseling Individual
7 Gejala yang Nampak / 1. Belum memiliki banyak teman
Keluhan 2. Belum paham bagaimana cara bergaul dengan teman satu
kelas
8 Deskripsi Masalah Dari hasil wawancara dengan guru BK, konseli merupakan siswa
pindahan dari sekolah lain. konseli masih berusaha untuk
mendekatkan diri dengan teman-temannya. Akan tetapi konseli
sudah memiliki beberapa teman dekat yang sangat membantu
konseli.
9 Prndekatan yang digunakan SFBC (Solution Focus Brief Counseling) – memberi pujian
10 Tujuan konseling Membangun rasa percaya diri pada konseli bahwa dirinya mampu
untuk bersosialisasi.
11 Tahap-tahap konseling 1. Tahap awal :
a. Membangun hubungan dengan konseli
b. Mendefinisikan masalah
c. Membuat penaksiran kemungkinan masalah dan
merancang bantuan yang akan dilakukan
d. Negosiasi kontrak
2. Tahap inti :
a. Konseli di beri kesempatan untuk menceritakan
masalahnya. Konselor mendengarkan dengan penjh
penghargaan dan hati-hati.
b. Konselor bekerjasama dengan konseli dalam
mengembangkan rumusan tujuan yang tepat sesegera
mungkin. Konselor bisa memberikan pertanyaan kepada
konseli: “apakah akan terjadi perubahan dalam hidup anda
apabila masalah ini terpecahkan?”
c. Konselor bertanya kepada konseli tentang langkah-
langkah apa saja yang akan dilakukan selanjutnya.
d. Pada akhir percakapan, konselor meawarkan
kepada konseli ringksan umpan balik, memberi penguatan,
dan meyarankan tentang apa yang perlu konsli amati atau
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

lakukan sebelum sesi berikutnya, dalam upaya


memecahkan masalah selanjutnya
3. Tahap akhir :
a. Membuat kesimpulan
b. Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan
berdasarkan kesepakatan
c. Mengevaluasi jalannya proses konseling

12 Rencana evaluasi 1. Evaluasi proses dilakukan observasi saat layanan


berlangsung
2. Evaluasi hasil dilakukan setelah dilakukan layanan

Bandung, 14 November 2018


Mengetahui:
Guru Pamong Praktikan BK

Dra. Alfinur Rahayu Sumarlin, S.Psi


NIP.196003201985032006 NUPTK.1138763664230153
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019
1 Nama Konseli : K
2 Kelas/Semester : XI IPA G
3 Hari, Tanggal : Selasa, 13 November 2018
4 Jumlah sesi/pertemuan : 2 sesi / pertemuan
5 Waktu : 13.00 – 13.45 WIB
6 Tempat : Ruang Konseling Individual
7 Pendekatan : Konseling Realitas
8 Tahapan konseling : 1. Tahap awal
a. Guru BK berupaya membangun rapport
dengan cara menerima konseli dengan ramah,
b. Menunjukkan kesediaan memberikan
bantuan,
c. memberikan perhatian dan empati.
2. Tahap kerja inti
Dalam pendekatan realitas terdapat 4 langkah
kegiatan konselingyang disebut WDEP yang
akan dilaksanakan secara bertahap selama 2
kali sesi konseling, yaitu sebagai berikut:
a. W yaitu want (keinginan)
Guru BK membantu konseli untuk
menemukan keinginan dan harapannya.
Guru BK mengekplorasi apa yang di
harapkan konseli
b. D yaitu Doing (lakukan)
Guru BK mengarahkan konseli untuk
menemukan hal apa saja yang akan
dilakukan/dikerjakan untuk meraih
keinginannya/ harapannya tersebut
c. E yaitu Self Evaluation (evaluasi diri)
Guru BK membantu klien dalam
menganalisis dirinya untuk menguji arah
tingkah laku, pikiran, perasaan, keinginan,
komponen psikologis lainnya sebagai
keseluruhan perilaku dalam ruang lingkup
tanggung jawab konseli.
Melalui pertanyaan guru BK membantu
konseli mengevaluasi apa yang telah
dilakukanmya dan mengarahkan untuk
meningkatkan atau mengubahnya. Tugas
utama guru BK adalah memfasilitasi konseli
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

untuk mengevaluasi keefektifan


kegiatan/tingkah laku yang dipilihnya.
d. P yaitu Planning (perencanaan)
Guru BK membantu konseli merencanakan
perubahan-perubahan berarti untuk
memenuhi kebutuhannya yang lebih efektif.
Perencanaan yang efektif memiliki ciri-ciri
sederhana, dapat tercapai, terukur dan dapat
dilakukan dengan segera
3. Tahap Akhir
a. Konseli menyimpulkan hasil konseling
b. Konseli mengungkapkan rencana tindakan
berdasarkan hasil konseling
c. Konselor merangkum kegiatan konseling dari
awal hingga akhir
d. Konselor memberikan penguatan positif
terhadap konseli untuk melakukan rencana
tindakan
e. Konselor menyusun rencana tindak lanjut
dengan membuat kesepakatan pertemuan/sesi
berikutnya
9 Hasil yang dicapai : 1. Konseli merasa permasalahan yang ada di
dalam dirinya terlalu banyak.
2. Masalah yang kecil bisa menjadi masalah
yang besar utnuk dirinya.
3. Konseli hanya punya satu orang teman untuk
bertukar fikiran jika konseli mengalami kesulitan
atau masalah.
4. Komunikasi konseli dengan orangtua konseli
sangat jarang dikarenakan kesibukan orangtua
konseli.
5. Sering berpandangan negative terhadap
masalah-masalah yang datang kepada dirinya.
6. Konseli ingin mempunyai waktu yang lebih
untuk touring dengan sahabatmya. Karena
konseli ingin melepaskan sejenak masalah-
masalah yang sedang di alaminya.
1 Evaluasi : 1. Evaluasi Proses
0 : konseli bersikap kooperatif terbukti dengan
menceritakan dan mendeskripsikan ketika ada
pertanyaan, mata terpusat pada konselor, pada
tahap akhir konseli mengucapkan terimakasih
kepada konselor karena apa yang ingin
diceritakan nya tersampaikan dan konseli merasa
senang karena sudah bisa menyampaikan
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

perasaan yang selama ini hanya di ungkapkan


dengan sahabatnya.
2. Evaluasi hasil
: Konseli menyadari bahwa dirinya merasa perlu
memberikan sugesti yang positif terhadap
keadaan atau masalalah yang sedang di
hadapinya dan mampu berfikir bahwa setiap
masalah pasti akan ada jalan keluarnya
11 Tindak lanjut : Di lakukan konseling lanjutan

Bandung, 13 November 2018


Mengetahui:
Guru Pamong Praktikan BK

Dra. Alfinur Rahayu Sumarlin, S.Psi


NIP.196003201985032006 NUPTK.1138763664230153
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019
1 Nama Konseli : Y
2 Kelas/Semester : XI IPA G
3 Hari, Tanggal : Rabu, 14 November 2018
4 Jumlah sesi/pertemuan : 2 sesi/pertemuan
5 Waktu : 08.30 – 08.45 WIB
6 Tempat : Ruang Konseling Individual
7 Pendekatan : Behavior (self management)
8 Tahapan konseling : 1. Tahap Awal
a. Guru BK berupaya membangun rapport
dengan cara menerima konseli dengan ramah,
b. Menunjukkan kesediaan memberikan
bantuan,
c. Memberikan perhatian dan empati.
2. Tahap kegiatan inti
a. Memilih tujuan
dimulai dengan menentukan tentang apa
yang ingin diubah, apa-apa yang ingin di
ubah itu dirumuskan menjadi tujuan-tujuan
yang realistic. Tujuan-tujuan itu harus dapat
diukur (measurable), dapat dicapai
(attainable), positif, dan bermanfaat bagi
individu yang di bantu (konseli).
b. Menterjemahkan tujuan-tujuan ke dalam
tingkah-tingkah laku sasaran
Yang menjadi pertanyaan kunci disini adalah
“tingkah laku khusus apa yang ingin di
kembangkan atau dihilangkan?”
c. Monitoring pribadi
Disini konseli secara sistematik mengamati
tingkah laku sendiri. Salah satu caranya
adalah dengan membuat behavioral diary
d. Merancang perubahan
Tahap ini konseli diminta untuk
memonitoring diri sendiri dengan standar
tingkah laku khusus konseli. Setelah itu ,
konseli mengevaluasi tingkat perubahan
tingkah lakunya sendiri.
3. Tahap akhir
a. Konseli menyimpulkan hasil konseling
b. Konseli mengungkapkan rencana tindakan
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

berdasarkan hasil konseling


c. Konselor merangkum kegiatan konseling dari
awal hingga akhir
d. Konselor memberikan penguatan positif
terhadap konseli untuk melakukan rencana
tindakan
e. Konselor menyusun rencana tindak lanjut
dengan membuat kesepakatan pertemuan/sesi
berikutnya
9 Hasil yang dicapai : 1. Keinginan konseling untuk jurusan IPA
bukanlah keinginan dari dalam dirinya,tetapi itu
adalah keinginan dari orangtuanya.
2. Karena ada paksaan dari orangtua maka
konseli akhirnya tidak focus dengan jurusan nya
yang sekarang, itulah yang menyebabkan prestasi
konseli semakin menurun
3. Karena ketidaknyamanan konseli dengan
jurusan yang sekarang maka konseli kurang
konsentrasi dalam mengikuti pelajaran.
4. Untuk studi lanjutan konseli tetap ingin
memilih bidang sosial.
1 Evaluasi : 1. Evaluasi Proses
0 : Konseli bersikap kooperatif terbukti dengan
menceritakan dan mendeskripsikan ketika ada
pertanyaan, mata terpusat pada konselor, pada
tahap akhir konseli masih ingin melanjutkan
ceritanya tapi berhubung waktu ulangan olahraga
sudah mau di mulai sesi konseling si akhiri.
2. Evaluasi hasil
: Konseli akan membuat bevioral diary agar
dirinya bisa seimbang dalam melakukan tugas
dan kewajibannya sebagai seorang pelajar dan
sebagai penyemangat untuk lebih rajin dan
berkonsentrasi.
11 Tindak lanjut : Di lakukan konseling lanjutan

Bandung, 14 November 2018


Mengetahui:
Guru Pamong Praktikan BK
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

Dra. Alfinur Rahayu Sumarlin, S.Psi


NIP.196003201985032006 NUPTK.1138763664230153
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019
1 Nama Konseli : AA
2 Kelas/Semester : XI IPA G
3 Hari, Tanggal : Selasa, 14 November 2018
4 Jumlah sesi/pertemuan : 2 sesi/pertemuan
5 Waktu : 10.35 – 11.20 WIB
6 Tempat : Ruang konseling individu
7 Pendekatan : Konseling realitas
8 Tahapan konseling : 1. Tahap awal
a. Guru BK berupaya membangun rapport
dengan cara menerima konseli dengan ramah,
b. menunjukkan kesediaan memberikan
bantuan,
c. memberikan perhatian dan empati.
2. Tahap kerja inti
Dalam pendekatan realitas terdapat 4 langkah
kegiatan konselingyang disebut WDEP yang akan
dilaksanakan secara bertahap selama 2 kali sesi
konseling, yaitu sebagai berikut:
a. W yaitu want (keinginan)
Guru BK membantu konseli untuk
menemukan keinginan dan harapannya.
Guru BK mengekplorasi apa yang di
harapkan konseli
b. D yaitu Doing (lakukan)
Guru BK mengarahkan konseli untuk
menemukan hal apa saja yang akan
dilakukan/dikerjakan untuk meraih
keinginannya/ harapannya tersebut
c. E yaitu Self Evaluation (evaluasi diri)
Guru BK membantu klien dalam
menganalisis dirinya untuk menguji arah
tingkah laku, pikiran, perasaan, keinginan,
komponen psikologis lainnya sebagai
keseluruhan perilaku dalam ruang lingkup
tanggung jawab konseli.
d. Melalui pertanyaan guru BK membantu
konseli mengevaluasi apa yang telah
dilakukanmya dan mengarahkan untuk
meningkatkan atau mengubahnya. Tugas
utama guru BK adalah memfasilitasi konseli
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

untuk mengevaluasi keefektifan


kegiatan/tingkah laku yang dipilihnya.
e. P yaitu Planning (perencanaan)
Guru BK membantu konseli merencanakan
perubahan-perubahan berarti untuk
memenuhi kebutuhannya yang lebih efektif.
Perencanaan yang efektif memiliki ciri-ciri
sederhana, dapat tercapai, terukur dan dapat
dilakukan dengan segera
3. Tahap akhir :
a. Membuat kesimpulan
b. Menyusun rencana tindakan yang akan
dilakukan berdasarkan kesepakatan
c. Mengevaluasi jalannya proses konseling
d. Membuat perjanjian untuk konseling
berikutnya
9 Hasil yang dicapai : 1. Konseli merasa tidak nyaman berada di
rumah, maka dari itu konseli menyibukkan diri di
luar dengan berorganisasi.
2. Karena konseli anak yang aktif, maka ketika
dalam kegiatan belajar dan sifatnya monoton
konseli merasa bosan dan jenuh berada di kelas
3. Konseli lebih merasa nyaman dengan situasi
yang ada di dalam kegiatan ekskul dan
organisasinya
1 Evaluasi : 1. Evaluasi Proses
0 : Konseli bersikap kooperatif terbukti dengan
menceritakan dan mendeskripsikan ketika ada
pertanyaan, mata terpusat pada konselor, pada
tahap akhir konseli ingin melanjutkan ke
konseling berikutnya karena masih ada yang
ingin di ceritakan.
2. Evaluasi hasil
: Konseli bisa memprioritaskan mana yang lebih
dahulukan.
11 Tindak lanjut : Di lakukan konseling lanjutan

Bandung, 14 November 2018


Mengetahui:
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

Guru Pamong Praktikan BK

Dra. Alfinur Rahayu Sumarlin, S.Psi


NIP.196003201985032006 NUPTK.1138763664230153
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019
1 Nama Konseli : MH
2 Kelas/Semester : XI IPA G
3 Hari, Tanggal : Rabu, 14 November
4 Jumlah sesi/pertemuan : 2 sesi/pertemuan
5 Waktu : 12.10 – 12.50 WIB
6 Tempat : Ruang konseling individu
7 Pendekatan : SFBC (Solution focus Brief counseling)
8 Tahapan konseling : 1. Tahap awal :
a. Membangun hubungan dengan konseli
b. Mendefinisikan masalah
c. Membuat penaksiran kemungkinan masalah
dan merancang bantuan yang akan dilakukan
d. Negosiasi kontrak
2. Tahap inti :
a. Konseli di beri kesempatan untuk
menceritakan masalahnya. Konselor
mendengarkan dengan penjh penghargaan
dan hati-hati.
b. Konselor bekerjasama dengan konseli dalam
mengembangkan rumusan tujuan yang tepat
sesegera mungkin. Konselor bisa
memberikan pertanyaan kepada konseli:
“apakah akan terjadi perubahan dalam hidup
anda apabila masalah ini terpecahkan?”
c. Konselor bertanya kepada konseli tentang
langkah-langkah apa saja yang akan
dilakukan selanjutnya.
d. Pada akhir percakapan, konselor meawarkan
kepada konseli ringksan umpan balik,
memberi penguatan, dan meyarankan tentang
apa yang perlu konsli amati atau lakukan
sebelum sesi berikutnya, dalam upaya
memecahkan masalah selanjutnya
3. Tahap akhir :
a. Membuat kesimpulan
b. Menyusun rencana tindakan yang akan
dilakukan berdasarkan kesepakatan
c. Mengevaluasi jalannya proses konseling

9 Hasil yang dicapai : 1. Konseli belum memiliki begitu banyak


PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


BAKTI NUSANTARA 666

teman.
2. Konseli ingin mengikuti ekskul yang favorit
di sekolah tapi sudah tidak bisa.
3. Ketika jam istirahat konseli lebih banyak
diam di kelas bersama teman dekatnya.
4. Konseli baru mengikuti 1 ekskul yaitu futsal.
5. Konseli berkeinginan untuk lebih
mendekatkan diri dengan teman-teman satu
kelasnya.
1 Evaluasi : d. Evaluasi Proses
0 : Konseli bersikap kooperatif terbukti dengan
menceritakan dan mendeskripsikan ketika ada
pertanyaan dari konselor, mata terpusat pada
konselor, konseli juga merasa sangat nyaman
ketika bercerita tentang kehidupan pribadinya.
e. Evaluasi hasil
: Konseli mau mencoba untuk besosialisasi
dengan teman sekelasnya.
11 Tindak lanjut : Di lakukan konseling lanjutan

Bandung, 14 November 2018


Mengetahui:
Guru Pamong Praktikan BK

Dra. Alfinur Rahayu Sumarlin, S.Psi


NIP.196003201985032006 NUPTK.1138763664230153

Anda mungkin juga menyukai