Anda di halaman 1dari 7

Proyek Pembangunan Waduk Jatigede Vol.

I Laporan Ringkasan Eksekutif


Konsultan Supervisi Periode Tahun 2014

BAB 1 UMUM

1.1 Latar Belakang

Bendungan Jatigede yang dibangun di Sungai Cimanuk berlokasi dihulu Bendung Rentang,
akan berfungsi untuk mengatur aliran air agar saat musim penghujan air tersebut bisa ditandon
dan saat musim kemarau dialirkan sesuai dengan kebutuhan irigasi, merupakan salah satu usaha
yang sudah direncanakan sejak lama untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di daerah Rentang
secara kontinyu.
Sebagaimana diketahui bahwa, Bendung Rentang yang berada di Sungai Cimanuk Wilayah
Kabupaten Indramayu Jawa Barat yang saat ini masih berfungsi dengan baik kondisinya sangat
kekurangan air untuk bisa mencukupi daerah irigasinya yang seluas 90.000 ha, terutama
dimusim kemarau. Setiap musim kemarau lahan persawahan tersebut kekurangan air sehingga
ada bagian - bagian dari daerah irigasi yang kering tanpa ada tanaman sama sekali. Lahan
pertanian yang sangat luas ini sangat memerlukan air untuk meningkatkan produksinya
sehingga mencapai produksi optimal.
Karena itu, untuk memenuhi keinginan tersebut, Pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh
Departemen Pekerjaan Umum telah merintis Pembangunan Bendungan Jatigede ini sejak tahun
1963 yang lalu, dengan melaksanakan studi pendahuluan yang dilaksanakan oleh Konsultan
PT. Indah Karya (Persero) yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan pelaksanaan studi Master
Plan yang dilaksanakan pada tahun 1967 oleh Konsultan Coyne et Bellier dari Perancis.
Dilanjutkan dengan review desain oleh PT. Indra Karya (Persero) bekerjasama dengan PT.
Wiratman & Associates pada tahun 2004.
Fungsi Bendungan Jatigede ini disamping untuk memenuhi kebutuhan air irigasi untuk daerah
irigasi Rentang seluas 90.000 ha, juga untuk memenuhi kebutuhan air baku minum domestic
untuk daerah Kabupaten Cirebon dan Indramayu sebesar 3.500 l/det, membangkitkan tenaga
listrik sebesar 2 x 55 MW, dan untuk pengendalian banjir sungai Cimanuk seluas 14.000 Ha.

1.2 Lokasi Bendungan Jatigede

Bendungan Jatigede terletak di Sungai Cimanuk sekitar 25 km hulu Bendung Rentang di Dusun
Jatigede, Desa Cijeunjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat.
Atau Sekitar 75 km dari Kota Cirebon, dan 16 km dari jalan arteri di Desa Tolengas jalan antara
Cirebon – Sumedang.
o o o
Secara geografis Kawasan Jatigede terletak antara 6 49’0” LS – 7 04’0” LS dan 107 60’0” BT –
o
108 15’0” BT, dengan batas-batas administrasi sebagai berikut:
 Sebelah Utara : Kecamatan Paseh dan Kecamatan Tomo
 Sebelah Timur : Kabupaten Majalengka
 Sebelah Selatan : Kecamatan Cibugel dan Kabupaten Garut

1-1
Proyek Pembangunan Waduk Jatigede Vol. I Laporan Ringkasan Eksekutif
Konsultan Supervisi Periode Tahun 2014
 Sebelah Barat : Kecamatan Cisarua, Kecamatan Ganeas dan Kecamatan Sumedang
Selatan
Sebagian genangan Waduk Jatigede masuk kedalam kawasan hutan produksi seluas 1.361 ha
termasuk didalamnya hutan lindung seluas 8,1 ha, sehingga diperlukan ijin penggunaan
wilayah hutan produksi dari Kementerian Kehutanan. Ijin penggunaan kawasan hutan produksi
ini diperoleh Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Kehutanan S.314/MENHUT-VII/2008 tertanggal 5 Juni 2008 tentang
Dispensasi Pemanfaatan Kawasan Hutan untuk Dimulainya Pelaksanaan Pembangunan Waduk
Jatigede di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Sedangkan lahan milik masyarakat yang tergenang seluas 3.603 ha yang meliputi wilayah 5
(lima) Kecamatan dan 22 (dua puluh dua) Desa, yaitu:

Tabel 1-1 Data Kecamatan dan Desa Pembangunan Waduk Jatigede

No. Kecamatan Desa Keterangan


1. Cisitu 1. Cigintung
2. Cisitu
3. Pajagan
2. Darmaraja 1. Cibogo
2. Cikeusi
3. Cipaku
4. Jatibungur
5. Karangpakuan
6. Leuwihideung
7. Pakualam
8. Sukamenak
9. Sukaratu
10. Tarunajaya
3. Jatigede 1. Ciranggem
2. Jemah
3. Mekar Asih
4. Sukakersa
4. Jatinunggal 1. Pawenang
2. Sirnasari
5. Wado 1. Cisurat
2. Padajaya
3. Wado

Untuk jelasnya lokasi proyek Waduk Jatigede ini dapat dilihat pada Gambar 1-1, dan peta
genangan Waduk Jatigede dapat dilihat pada Gambar 1-2.

1-2
Proyek Pembangunan Waduk Jatigede Vol. I Laporan Ringkasan Eksekutif
Konsultan Supervisi Periode Tahun 2014

Gambar 1-1 Lokasi Bendungan Jatigede

Gambar 1-2 Peta Genangan Waduk Jatigede

1-3
Proyek Pembangunan Waduk Jatigede Vol. I Laporan Ringkasan Eksekutif
Konsultan Supervisi Periode Tahun 2014
1.3 Data Teknis

A. Hidrologi Luas Catchment Area : 1.462 km2


Volume run-off tahunan : 2,5 x 109 m3
B. Waduk Muka Air (MA) banjir max : El. + 262 m
MA Operasi max. : El. + 260 m
MA Operasi min. : El. + 230 m
Luas permukaan waduk (El. + 262) : 41,22 km2
Volume gross (El. +260) : 979,5 x 106 m3
Volume Efektif : 796 x 106 m3
(antara El. +230 dan El. +260)
Volume Tampungan Mati (El. +221): 99 x 106 m3
C. Bendungan Tipe : Urugan Batu, inti tegak
Elevasi crest bendungan : El. + 265 m
Panjang bendungan : 1.715 m
Lebar crest bendungan : 12 m
Tinggi bendungan max : 114 m
Volume timbunan total : 6,3 x 106 m3
D. Spillway Lokasi : di tubuh bendungan bagian
tebing kanan
Tipe : Pelimpah Berpintu dengan
Saluran Peluncur
Elevasi mercu (Crest) : Lebar 52 m, El. + 247 m
Ukuran pintu-pintu radial : 4 bh (W=13,00 m x H=14,50 m)
Qinflow (PMF) : 11.000 m3/det
Qoutflow : 4.442 m3/det

E. Outlet Irigasi Lokasi : Tertanam di dalam tubuh


Pelimpah
Apron Pemasukan Air Irigasi : El. + 221 m
Tipe : Konduit Beton Bertulang
Dimensi konduit : L=166 m; inlet (B = 3,9 m x H =
4,1 m), outlet (B = 3,4 m x H =
4,5 m)
Pintu Operasi : tipe radial (ukuran, B = 2,8 m x H
= 2,8 m)
F. Terowongan Lokasi : Dibawah Spillway
Pengelak Inlet level : El. + 164,00 m
Tipe : Lingkaran, beton bertulang
Debit rencana (Q100) : 3,200 m3/det
Dimensi terowongan : D = 10 m; L = 565 m
Tipe Pintu : Pintu Baja 2 unit (B = 4,5 m x H
= 10 m)
G. PLTA Lokasi : Sisi kanan timbunan bendungan
Power inlet appron : El. + 221 M
Headrace canal tunnel : D = 4,5 m; L = 3.095 m
Design head : 170 m
Tipe turbin : Francis

1-4
Proyek Pembangunan Waduk Jatigede Vol. I Laporan Ringkasan Eksekutif
Konsultan Supervisi Periode Tahun 2014
Kapasitas terpasang : 2 x 55 MW = 110 MW
Produksi rata-rata : 580,12 GWh/tahun

1.4 Kronologi Pembangunan Waduk Jatigede

Rencana Pemerintah untuk membangun Waduk Serbaguna Jatigede dengan membuat


bendungan di Sungai Cimanuk di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten
Sumedang sudah dimulai dengan berbagai studi dan kemudian dilanjutkan dengan penyiapan
detail desain oleh Konsultan-Konsultan sejak tahun 1963.
Berikut adalah susunan kronologis studi yang sudah dilaksanakan untuk mewujudkan
pembangunan bendungan Waduk Jatigede :
1) Reconnaissance Study Proyek Waduk Jatigede yang dilakukan oleh Konsultan PT. Indah
Karya (Persero), tahun 1963,
2) Masterplan Study, yang dilakukan oleh Konsultan Coyne et Bellier dari Perancis
tahun1967,
3) Pre Feasibility Study dan Feasibility Study oleh Konsultan NEDECO & SMEC tahun 1973,
4) Detailed Design yang dilakukan oleh Konsultan SMEC dari Australia tahun 1975 – 1978,
5) Review Feasibility Study yang dilaksanakan oleh Konsultan SMEC tahun 1981 – 1983,
6) Detailed Design yang dilakukan oleh Konsultan SMEC dan PT. Indra Karya (Persero)
tahun 1985-1986,
7) Consolidation Study, yang dilaksanakan oleh SMEC dan PT. Indra Karya (Persero) tahun
1991,
8) Studi Optimasi Rencana Pembangunan Waduk Jatigede dan Pre Feasibility Study Waduk
Cilalanang, oleh PT. Indra Karya (Persero) yang bekerjasama dengan PT.Tataguna Patria,
dan PT. Barunadri tahun 2003, dan
9) Review Detail Desain Waduk Jatigede oleh PT. Indra Karya (Persero), bekerjasama dengan
PT. Wiratman & Associates, Desember tahun 2004, yang dipakai sebagai acuan dalam
pelaksanaan.
Sekilas tentang Pembangunan Waduk Jatigede dapat disampaikan sebagai berikut:
1) Gagasan Pembangunan Waduk Jatigede, Tahun 1963
2) Detail Desain Bendungan Jatigede, telah disiapkan sejak Tahun 1986 oleh Konsultan
“Snowy Mountains Engineeering Corporation (SMEC)”, Australia.
3) Pembebasan Lahan:
 PERMENDAGRI No. 15/1975 : Pembebasan Lahan Tahun 1982-1986 (4.065
KK)
 KEPPRES No. 55/1993 : Pembebasan Lahan Tahun 1994-1997 (1.226
KK)
 PERPRES No. 36/2005 : Pembebasan Lahan Tahun 2005-Sekarang
(1.918 KK)
 PERATURAN KEPALA BPN No. 3/2007
4) Penandatanganan Kontrak Pelaksanaan Konstruksi, tanggal 30 April 2007, antara
SINOHYDRO Corporation Limited Join Operation with Consorsium of Indonesian

1-5
Proyek Pembangunan Waduk Jatigede Vol. I Laporan Ringkasan Eksekutif
Konsultan Supervisi Periode Tahun 2014
Contractors (CIC) dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Pembangunan Waduk
Jatigede.
5) Waktu Pelaksanaan Konstruksi 15 Nopember 2007 sampai dengan 30 Desember 2013
(sebelum Amandemen No. 20) dan setelah Amandemen No. 20 waktu pelaksanaan
diperpanjang sampai dengan 1 Oktober 2014
6) Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Waduk Jatigede dalam
pengawasan pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Waduk Jatigede didampingi oleh
Konsultan Supervisi, yaitu PT. Indra Karya (Persero) Kerjasama dengan PT. Indah Karya
(Persero), PT. Mettana Consulting Engineers, PT. Tata Guna Patria dan PT. Wiratman &
Associates serta Konsultan Desain (Detailed Engineering Design) oleh Sichuan Water
Resources & Hydroelectric Investigation and Design Institute of People Republic of China.
7) Tanggal 23 Oktober 2008 : Peledakan perdana Terowongan Pengelak sebagai awal
dimulainya Pembangunan Fisik Bendungan Jatigede termasuk bangunan pelengkapnya,
khususnya konstruksi Terowongan Pengelak.
8) Tanggal 24 Mei 2011: Peledakan perdana Terowongan untuk PLTA (Power Waterway
Tunnel), sebagai awal dimulainya pelaksanaan konstruksi Terowongan PLTA (Power
Waterway Tunnel).
9) Tanggal 3 Agustus 2011: Pengalihan aliran Sungai Cimanuk ke Terowongan Pengelak
sebagai awal dimulainya Penimbunan Tubuh Bendungan Utama Jatigede.
10) Tanggal 12 Oktober 2011: Peletakan Batu Abadi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Bapak Ir.
Djoko Kirmanto, Dipl. HE, sebagai prasasti untuk Pembangunan Waduk Jatigede.

1-6
Proyek Pembangunan Waduk Jatigede Vol. I Laporan Ringkasan Eksekutif
Konsultan Supervisi Periode Tahun 2014

1-7