Anda di halaman 1dari 37

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan
Anti Korupsi)

Oleh :

ULTHA JAKA PRASISWA, ST


NIP. 19870622 201903 1 005
JABATAN : TEKNIK JALAN DAN JEMBATAN AHLI PERTAMA

PESERTA LATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III


ANGKATAN I
2019
LEMBAR PERSETUJUAN
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS ANGKATAN I


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI BARAT
TAHUN 2019

NAMA : Ultha Jaka Prasiswa, ST


NIP : 19870622 201903 1 005
INSTANSI : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
JABATAN : Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Pertama
NDH : 11

JUDUL AKTUALISASI “OPTIMALISASI PROSES ASISTENSI PERENCANAAN


JALAN MENGGUNAKAN FORMAT STANDAR”

Disetujui untuk disampaikan pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan


Dasar Angkatan I tahun 2019.

Mamuju, 26 Juli 2019


Menyetujui

Mentor Coach

Andy Sunra Satriadi Sumaryo, ST Susanty, S.ST,SKM,M.Kes


NIP. 19760913 201101 1 006 NIP. 19811010 200312 2 006

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………………............................ i
LEMBAR PERSETUJUAN ………………………………………………................. ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………............................ iii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ........................................................................................................ v
BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............... 1
………………………………………...................... 2
1.2 Tujuan
2
Aktualisasi ...........................................................................................
3
1.3 Ruang
3
Lingkup .................................................................................................
4
BAB II. PROFIL ORGANISASI DAN PESERTA .................................................
5
2.1 Profil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Prov.
5
SulBar
2.2 Profil 7
Peserta .................................................................................................... 8
BAB III. GAMBARAN MATA PELATIHAN......................................................... 8
3.1 Nilai Dasar PNS ……………………………………………………………... 10
3.2 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ………….........................................
11
BAB IV. RANCANGAN AKTUALISASI ...............................................................
14
4.1 Identifikasi Isu……………………………………………………………….
4.2 Isu yang diangkat………………………………………………………….....
4.3 Kegiatan Aktualisasi ………….......................................................................
BAB IV. PENUTUP ...................................................................................................
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi DPU-PR ..................................................... 3


. .
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Isu Prioritas ............................................................................................ 10


Tabel 2. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar
PNS ....................................................................................................... 11
Tabel 3. Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar PNS ................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan Undang-Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara


(ASN), Pegawai ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Fungsi dari ASN
yaitu sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayanan Publik serta Perekat dan Pemersatu
Bangsa. Pelayan Publik serta Perekat dan Pemersatu Bangsa. Pegawai ASN
melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, memberikan pelayanan
publik yang profesional dan berkualitas agar terciptanya persatuan dan kesatuan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan kunci
keberhasilan penyelenggaraan pemerintah, untuk itu ASN diharapkan untuk bekerja
secara profesional, memiliki akuntabilitas, nasionalisme tinggi, beretika publik,
berkomitmen terhadap mutu dan sikap anti korupsi.
ASN berhubungan langsung untuk memberikan layanan kepada masyarakat.
Dalam pelayanan diperlukan kompetensi, pemahaman, dan kemampuan untuk
melakuakn apa yang menjadi tugasnya, namun masih banyak yang belum memiliki
sehingga dalam realitanya masayarakat masih merasa kurang cukup pada hasil kerja
pemerintah. Hal ini mendorong pemerintah untuk melakukan reformasi birokrasi secara
konsisten dibidang kepegawaian. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-
PR) sebagai salah satu lembaga pemerintahan yang bertugas melakukan perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan Infrastruktur turut berpartisipasi aktif dalam reformasi
birokrasi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebagai salah satu OPD yang
bertugas melakukan fungsi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan di bidang
infrastruktur telah melaksanakan reformasi birokrasi. Dalam reformasi birokasi terdapat
8 area perubahan, salah satunya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, yaitu
terwujudnya SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, kapabel, profesional,
berkinerja tinggi dan sejahtera. Penyelenggaraan diklat prajabatan menggunakan pola
baru merupakan salah satu wujud nyata reformasi birokrasi Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang untuk memperbaiki kualitas ASN.
Menurut Peraturan Lembaga Administrasi Negara RI No. 12 tahun 2018
prajabatan pola baru ini disebut Pelatihan Dasar CPNS, untuk pengembangan kompetensi
CPNS. Pelathan dasar ini dimaksudnkan dapat membentuk kader ASN yang berkualitas
dan professional. Pelatihan Dasar CPNS ini diharapkan dapat membentuk soft skill dari
calon-calon ASN, sehingga dapat terwujud ASN yang mampu memahami dan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
Dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yang meliputi Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). ASN
diharapkan menjadi lebih baik dalam menjalankan fungsinya sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Sehingga dapat
mendukung terwujudnya Pemerintahan yang Baik.
1.2 Tujuan Aktualisasi
Tujuan dari aktualisasi nilai-nilai dasar CPNS ini bertujuan untuk membentuk
PNS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menjadi pelayan masyarakat yang bisa
mempraktekkan prinsip akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan
anti korupsi (nilai-nilai dasar pegawai negeri sipil) baik dalam unit kerja maupun
kehidupan sehari-hari.
1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup rancangan aktualisasi meliputi tugas pokok peserta yang termuat
dalam penugasan langsung atasan, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan inovasi yang
dibuat sehubungan dengan pekerjaan penulis di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Provinsi Sulawesi Barat.
BAB II
PROFIL ORGANISASI DAN PESERTA

2.1 Profil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat bertugas
melakukan pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana
dibidang pekerjaan umum yang meliputi jalan, jembatan, dan pengairan.
Visi:
 Sulawesi Barat Maju dan Malaqbi.
Misi:
 Terpenuhi kebutuhan SDM untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa
konstruksi di Provinsi Sulawesi Barat.
 Terpenuhinya ruang kerja yang memadai dan nyaman bagi segenap aparatur di
lingkup Pemprov. Sulbar.
 Meningkatkan kualitas hasil pelaksanaan pengadaan barang/jasa konstruksi.
 Meningkatkan kapasitas infrastruktur jalan provinsi dalam menunjang
aksebilitas dan perekonomian masyarakat.

KEPALA DINAS

SEKRETARIS

SUB BAGIAN PROGRAM SUB BAGIAN UMUM


& KEUANGAN & KEPEGAWAIAN

BIDANG BINA BIDANG CIPTA BIDANG PSDA BIDANG TATA BIDANG BINA JASA
MARGA KARYA RUANG KONSTRUKSI

SEKSI SEKSI PEMBINAAN


SEKSI BANGUNAN GEDUNG SEKSI IRIGASI DAN RAWA SEKSI PENGENDALIAN KELEMBAGAAN &
PERENCANAAN/PENGAWASAN
KAWASAN JASA KONSTRUKSI

SEKSI PEMBANGUNAN SEKSI AIR BERSIH SEKSI BINA MANFAAT SEKSI PEMANFAATAN TATA SEKSI PENGATURAN
JALAN RUANG & PENGAWASAN

SEKSI PEMBANGUNAN SEKSI PERUMAHAN & SEKSI PEMBINAAN


SEKSI SUNGAI DAN PANTAI SEKSI PERENCANAAN
JEMBATAN PEMUKIMAN DAN KELEMBAGAAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS


DINAS (UPTD)

UPTD WILAYAH SUNGAI UPTD PEMELIHARAAN JALAN UPTD PENGUJIAN DAN


& JEMBATAN STANDARISASI

Gambar 1. Struktur Organisasi DPU-PR


DPU-PR menjunjung tinggi budaya organisasi “PIKKIR” yang memiliki nilai-nilai
luhur yang hidup dan tumbuh kembang menjadi semangat bagi seluruh angggota
organisasi dalam bekerja dan berkarya. Berikut merupakan budaya organisasi DPU-PR
1. Profesional (P)
Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektivitas, ketekunan dan
komitmen yang tinggi.
2. Integritas (I)
Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-
nilai luhur dan keyakinan.
3. Kredibilitas (K)
Dapat dipercaya, dan diakui oleh masyarakat luas, nasional dan internasional.
4. Kerjasama tim(K)
Mengutamakan keterbukaan, saling percaya dan komunikasi yang baik.
5. Inovatif (I)
Mampu melakukan pembaruan dan inovasi-inovasi sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi terkini.
6. Responsif / cepat tanggap (R)
Antisipatif dan responsif dalam mengatasi masalah.

2.2 Profil Peserta


Peserta Latihan Dasar golongan III atas nama Ultha Jaka Prasiswa, ST., lahir di
Ujung Pandang pada tanggal 22 Juni 1987 dengan pendidikan terakhir S1 Teknik Sipil
dari Universitas Kristen Indonesia Paulus (Makassar). Saya merupakan salah satu Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III/a menduduki jabatan sebagai Teknik Jalan
dan Jembatan Ahli Pertama dan masuk dalam bidang Bina Marga. Sebaagi staf teknik
.Saya memiliki tugas untuk memenuhi Sasaran Kinerja Pegawai sebagai berikut :
(1) Melaksanakan fungsi Pengawasan terhadap perencanaan, pelaksanaan dan
pengawasan jalan dan jembatan.
(2) Membuat laporan mingguan dan bulanan
BAB III
GAMBARAN MATA PELATIHAN

3.1 Nilai Dasar PNS


1. AKUNTABILITAS
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas dapat berarti tanggung gugat yang mana dapat tergugat atau diprotes
oleh pimpinan atau masyarakat jika tidak tertanggungjawabkan. Merujuk pada
kewajiban individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang
menjadi amanahnya. Pemberi amanah adalah atasan/otoritas yang lebih tinggi
(akuntabilitas vertikal) atau masyarakat (akuntabilitas horizontal). Nilai dasar
akuntabilitas yang harus ada pada ASN yaitu : Kepemimpinan, Integritas, Keadilan,
Keseimbangan, Konsisten, Transparan, Tanggung Jawab, Kepercayaan dan Kejelasan.
2. NASIONALISME
Nasionalisme merupakan sikap atau cara pandang cinta terhadap tanah air
yang diimplementasikan berdasarkan nilai-nilai pancasila. Nilai-nilai Pancasila pada
pancasila tersebut saling berkesinambungan tergantung dari konteks yang diangkat.
Rasa nasionalisme ini perlu dibentuk pada Aparatur Sipil Negara mengingat fungsi
ASN yang sebagai Pelakasana Kebijakan Publik, Pelayanan Publik, Perekat dan
pemersatu bangsa. Pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat,
memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi pemersatu bangsa
mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia dan menjaga keutuhan
NKRI. Semangat Nasionalisme yang dimiliki ASN dengan nilai pancasila dapat
membangkitkan semangat kerja untuk mengabdikan diri untuk Negara.
3. ETIKA PUBLIK
Etika adalah refleksi atas baik atau buruk, benar/salag yang harus dilakukan
atau bagaimana melakukan yang baik atau benar. Sedangkan moral adalah mengacu
pada kelakuan yang baik. Etika publik merupakan refleksi kritis yang mengarahkan
bagaimana nilai-nilai kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan lain-lain
dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan
masyarakat. Nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam pasal 4 UU ASN
No. 5 tahun 2014.
Perlu ada perubahan mindset dari pejabat publik karena masih mewarisi kultur
kolonial yang memandang birokrasi hanya sebagai sarana untuk melanggengkan
kekuasaan dengan cara memuaskan pimpinan. Perubahan mindset mencakup tiga
aspek penting yaitu berubah dari penguasa menjadi pelayan, berubah dari wewenanng
menjadi peranan dan menyadari bahwa jabatan publik adalah amanah.
4. KOMITMEN MUTU
Komitmen mutu yaitu menjalankan atau meningkatkan kualitas yang
dikembangkan dan dilakukan secara terus menerus. Komitmen mutu memiliki
keterkaitan pada kinerja pegawai dalam pelayanan. Komitmen mutu menekankan
pada beberapa nilai-nilai dasar yang hendaknya diaktualisasikan di unit kerja masing-
masing. Indikator Nilai-nilai dasar pada komitmen mutu yaitu:
1. Efektif : upaya meningkatkan ketercapaian target atau tujuan yang telah
ditetapkan
2. Efisien : upaya meningkatkan ketepatan penggunaan sumber daya dan
bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan dan
penyalahgunaan sumber daya serta penyimpangan prosedur
3. Inovatif : upaya untuk menciptakan atau menawarkan barang atau jasa dengan
cara yang baru atau lebih baik
4. Mutu : upaya untuk kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk jasa,
manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan
pihak pengguna
5. Adaptif : upaya perubahan pola kerja yang lebih baik guna memenuhi tuntutan
perubahan lingkungan kerja
6. Responsif : membantu orang yang dilayani dan menyediakan layanan yang
cepat
7. Perbaikan berkelanjutan : upaya perbaikan atas cara kerja atau pelayanan yang
telah ada sebelumnya.
5. ANTI KORUPSI
Kata korupsi berasal dari bahasa yunani yaitu corruptio yang berarti perbuatan
yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari
kesucian, melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum.
3.2 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
1. Whole of Goverment
Whole Of Goverment (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dan keseluruh
sektor dalam ruang lingkup koordinasi lebih luas guna pencapaian tujuan-tujuan
pembangunan, kebijakan, mengenai program dan pelayanan publik.
2. Manajemen ASN
ASN merupakan profesi PNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja) yang bekerja pada instansi pemerintah. PNS adalah warga negara
indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap
oleh pejabat penina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan, memiliki
nomor induk pegawai secara nasional. Sedangkan PPPK adalah warganegara
indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian berdasarkan Instansi Pemerintah untuk jangka waktu tertentu dalam
rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN
untuk meghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi,
bebas adari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
3. Pelayanan Publik
Berdasarkan UU no.25 tahin 2009 tentang Pelayanan Publik, pengertian
pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaiana kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai denga peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang
disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
4.1 Identifikasi Isu
Tidak maksimalnya proses perencanaan jalan di Bidang Bina Marga Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini menyebabkan
banyak produk fisik jalan yang cenderung tidak dapat bertahan lama (rusak) sebelum
waktunya. Tidak maksimalnya proses perencanaan jalan ini diakibatkan oleh tidak
adanya format standar yang digunakan pada saat melakukan asistensi perencanaan
jalan. Staf yang ditunjuk untuk melakukan proses asistensi cenderung melakukan
proses asistensi sesuai dengan kemampuan atau ilmu masing-masing orang yang
menyebabkan adanya keberagaman dalam proses asistensi. Fungsi Pengawasan yang
tidak berjalan maksimal karena keterbatasan fasilitas.
4.1 Isu yang Diangkat
Kriteria Pemilihan dalam penetuan Isu Prioritas tersaji dalam tabel 1
No Isu-isu Kriteria Jumlah
U S G
1 Belum Adanya format standar dalam proses asistensi 3 4 4 11
perencanaan jalan
2 Produk fisik jalan yang cenderung tidak dapat bertahan 3 4 3 10
lama (umur fisik singkat).
3 Proses Pengawasan Tidak Maksimal karena keterbatasan 3 3 3 9
fasilitas pendukung
Keterangan :
U : Urgency : kategori seberapa mendesak isu yang ada
S : Seriousness : kategori seberapa serius isu untuk dibahas
G : Growth : kategori seberapa kemungkinan untuk dikembangkan atau
msalah terjadi berkelanjutan
Berdasarka hasil dari kriteria pemilihan isu prioritas maka isu yang diangkat
adalah “Belum Adanya format standar dalam proses asistensi perencanaan
jalan”.
Keterangan :
 Angka 5 : sangat gawat/mendesak/cepat
 Angka 4 : gawat/mendesak/cepat
 Angka 3 : cukup gawat/mendesak/cepat
 Angka 2 : kurang gawat/mendesak/cepat
 Angka 1 : tidak gawat/mendesak/cepat
4.2 Kegiatan Aktualisasi
Nama : Ultha Jaka Prasiswa, ST
Unit Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Provinsi Sulawesi Barat
Bidang Bina Marga
Seksi Perencanaan dan Pengawasan
Isu : Belum Adanya format standar dalam proses asistensi perencanaan jalan
Gagasan : Optimalisasi proses asistensi perencanaan jalan menggunakan format standar
Mentor : Andy Sunra Satriadi Sumaryo, ST (Kepala seksi perencanaan dan pengawasan bidang bina marga dinas PU-PR)

Tabel 2. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar PNS

Juli Agustus
No Kegiatan
29 30 31 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
Mengumpulkan √ √ √ √ √ √ √ √
Referensi Standar
1
Perencanaan
Konstruksi Sipil
Membuat Format √ √ √ √ √ √ √ √
2 Standar Asistensi
Perencanaan Jalan
Melakukan Sosialisasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3

Tabel 3. Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar PNS


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Nilai-nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan Terhadap Visi Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi

1 Mengumpulkan 1. Menemui atasan secara  Memperoleh  Akuntabilitas  Meningkatkan  Bekerja


Referensi Standar langsung dan Daftar Diperolehnya daftar aturan Kualitas Efektif
Perencanaan mengutarakan Aturan - yang standar untuk Perencanaan Tata
Konstruksi Jalan rencana/ide yang ingin Aturan Yang menunjang perencanaan Ruang Khususnya
di sampaikan. Akan yang standar Di Kawasan
2. Mempelajari Secara Digunakan  Etika public Strategis Provinsi
Detail Standar Menyusun Melakukan komunikasi
Perencanaan Format Baku efektif dengan atasan dan
Konstruksi Sipil Dalam rekan staf secara sopan dan
3. Menyortir Data-Data Melakukan santun
Pendukung Yang Proses
Berhubungan Dengan Asistensi  Antikorupsi
Konstruksi Jalan Terhadap Tidak ada proses design jalan
4. Membuat List Aturan- Perencanaan yang terkesan di atur oleh
Aturan Yang Akan Jalan Yang konsultan untuk kepentingan
Digunakan Menyusun Dibuat pihak tertentu
Format Konsultan

2 Membuat Format 1. Menemuai atasan  Memperoleh  Etika Public  Meningkatkan  Kegiatan


Standar Asistensi secara langsung dan Format Baku Melakukan komunikasi kualitas ini dapat
Perencanaan Jalan berkonsultasi. Yang Akan efektif dengan atasan dan insfrastruktur jalan
2. Berdiskusi dengan Digunakan memperkuat
rekan staf secara sopan dan provinsi untuk
rekan kerja mengenai Dalam santun mendukung budaya,
format yang akan Melakukan  Nasionalisme konektivitas di yaitu
dibuat.. Proses Mengadakan Rapat untuk wilayah provinsi Profesional,
3. Membuat format yang Asistensi melakukan Musyawarah serta terhubungnya Integritas,
telah disusun bersama. Terhadap dengan anggota tim untuk pusat-pusat
4. Menyerahkan hasil Kredibilitas,
Perencanaan memperoleh format kegiatan dan pusat
diskusi bersama jalan yang produksi Kerjasama
standar.
kepada atasan. dibuat Tim,
konsultan
Inovatif dan
Responsif.

3 Melakukan Sosialisasi 1. Meminta ijin kepada  Diharapkan  Etika Publik  Meningkatkan  profesional,
atasan untuk semua staf Melakukan komunikasi kualitas etika,inovatif
melakukan sosialisasi yang efektif dengan atasan dan perencanaan tata
2. Melakukan sosialisasi ditunjuk rekan staf secara sopan dan ruang khususnya
kepada semua rekan untuk santun Nasionalisme di kawasan
kerja strategis provinsi
melakukan  komitmen mutu
3. Melaporkan hasil  Meningkatkan
asistensi Dengan diadakannya
sosialisasi kepada atasan kualitas hasil
perencanaan sosialisasi maka diharapkan
pelaksanaan
jalan bisa akan ada pemerataan standar pengadaan
menggunaka dalam melakukan asistensi barang/jasa
n format sehingga mutu produk konstruksi
yang telah tercapai
dibuat.
BAB V
PENUTUP

Rancangan aktualisasi yang berisi rancangan kegiatan yang akan dilakukan di unit
kerja dapat digunakan sebagai panduan oleh peserta Latsar dalam mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi. Melalui rancangan aktualisasi ini diharapkan peserta dapat lebih memahami
tentang nilai – nilai dasar PNS dan dapat menerapkannya di dalam pekerjaan sehari –
hari.

14
LEMBAR PERSETUJUAN
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS ANGKATAN I


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI BARAT
TAHUN 2019

NAMA : Ultha Jaka Prasiswa, ST


NIP : 19870622 201903 1 005
INSTANSI : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
JABATAN : Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Pertama
NDH : 11

JUDUL AKTUALISASI “OPTIMALISASI PROSES ASISTENSI PERENCANAAN


JALAN MENGGUNAKAN FORMAT STANDAR”

Disetujui untuk disampaikan pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan


Dasar Angkatan I tahun 2019.

Mamuju, 26 Juli 2019


Menyetujui

Mentor Coach

Andy Sunra Satriadi Sumaryo, ST Susanty, S.ST,SKM,M.Kes


NIP. 19760913 201101 1 006 NIP. 19811010 200312 2 006

xv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………………............................ i
LEMBAR PERSETUJUAN ………………………………………………................. ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………............................ iii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ........................................................................................................ v
BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................... 1
1.4 Latar Belakang ............... 1
………………………………………...................... 2
1.5 Tujuan
2
Aktualisasi ...........................................................................................
3
1.6 Ruang
3
Lingkup .................................................................................................
4
BAB II. PROFIL ORGANISASI DAN PESERTA .................................................
5
2.3 Profil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Prov.
5
SulBar
2.4 Profil 7
Peserta .................................................................................................... 8
BAB III. GAMBARAN MATA PELATIHAN......................................................... 8
3.3 Nilai Dasar PNS ……………………………………………………………... 10
3.4 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ………….........................................
11
BAB IV. RANCANGAN AKTUALISASI ...............................................................
14
4.3 Identifikasi Isu……………………………………………………………….
4.4 Isu yang diangkat………………………………………………………….....
4.3 Kegiatan Aktualisasi ………….......................................................................
BAB IV. PENUTUP ...................................................................................................

xvi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi DPU-PR ..................................................... 3


. .

xvii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Isu Prioritas ............................................................................................ 10


Tabel 2. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar
PNS ....................................................................................................... 11
Tabel 3. Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar PNS ................................... 12

xviii
BAB I
PENDAHULUAN

1.4 Latar Belakang

Berdasarkan Undang-Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara


(ASN), Pegawai ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Fungsi dari ASN
yaitu sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayanan Publik serta Perekat dan Pemersatu
Bangsa. Pelayan Publik serta Perekat dan Pemersatu Bangsa. Pegawai ASN
melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, memberikan pelayanan
publik yang profesional dan berkualitas agar terciptanya persatuan dan kesatuan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan kunci
keberhasilan penyelenggaraan pemerintah, untuk itu ASN diharapkan untuk bekerja
secara profesional, memiliki akuntabilitas, nasionalisme tinggi, beretika publik,
berkomitmen terhadap mutu dan sikap anti korupsi.
ASN berhubungan langsung untuk memberikan layanan kepada masyarakat.
Dalam pelayanan diperlukan kompetensi, pemahaman, dan kemampuan untuk
melakuakn apa yang menjadi tugasnya, namun masih banyak yang belum memiliki
sehingga dalam realitanya masayarakat masih merasa kurang cukup pada hasil kerja
pemerintah. Hal ini mendorong pemerintah untuk melakukan reformasi birokrasi secara
konsisten dibidang kepegawaian. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-
PR) sebagai salah satu lembaga pemerintahan yang bertugas melakukan perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan Infrastruktur turut berpartisipasi aktif dalam reformasi
birokrasi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebagai salah satu OPD yang
bertugas melakukan fungsi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan di bidang
infrastruktur telah melaksanakan reformasi birokrasi. Dalam reformasi birokasi terdapat
8 area perubahan, salah satunya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, yaitu
terwujudnya SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, kapabel, profesional,
berkinerja tinggi dan sejahtera. Penyelenggaraan diklat prajabatan menggunakan pola
baru merupakan salah satu wujud nyata reformasi birokrasi Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang untuk memperbaiki kualitas ASN.

1
Menurut Peraturan Lembaga Administrasi Negara RI No. 12 tahun 2018
prajabatan pola baru ini disebut Pelatihan Dasar CPNS, untuk pengembangan kompetensi
CPNS. Pelathan dasar ini dimaksudnkan dapat membentuk kader ASN yang berkualitas
dan professional. Pelatihan Dasar CPNS ini diharapkan dapat membentuk soft skill dari
calon-calon ASN, sehingga dapat terwujud ASN yang mampu memahami dan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
Dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yang meliputi Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). ASN
diharapkan menjadi lebih baik dalam menjalankan fungsinya sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Sehingga dapat
mendukung terwujudnya Pemerintahan yang Baik.
1.5 Tujuan Aktualisasi
Tujuan dari aktualisasi nilai-nilai dasar CPNS ini bertujuan untuk membentuk
PNS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menjadi pelayan masyarakat dengan
menimplementasikan akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, nasionalisme dan anti
korupsi (nilai-nilai dasar pegawai negeri sipil) baik dalam unit kerja maupun kehidupan
sehari-hari.
1.6 Ruang Lingkup
Ruang lingkup rancangan aktualisasi meliputi tugas pokok peserta yang termuat
dalam penugasan langsung atasan, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan inovasi yang
dibuat sehubungan dengan pekerjaan penulis di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Provinsi Sulawesi Barat.

2
BAB II
PROFIL ORGANISASI DAN PESERTA

2.3 Profil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat bertugas
melakukan pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana
dibidang pekerjaan umum yang meliputi jalan, jembatan, dan pengairan.
Visi:
 Sulawesi Barat Maju dan Malaqbi.
Misi:
 Terpenuhi kebutuhan SDM untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa
konstruksi di Provinsi Sulawesi Barat.
 Terpenuhinya ruang kerja yang memadai dan nyaman bagi segenap aparatur di
lingkup Pemprov. Sulbar.
 Meningkatkan kualitas hasil pelaksanaan pengadaan barang/jasa konstruksi.
 Meningkatkan kapasitas infrastruktur jalan provinsi dalam menunjang
aksebilitas dan perekonomian masyarakat.

KEPALA DINAS

SEKRETARIS

SUB BAGIAN PROGRAM SUB BAGIAN UMUM


& KEUANGAN & KEPEGAWAIAN

BIDANG BINA BIDANG CIPTA BIDANG PSDA BIDANG TATA BIDANG BINA JASA
MARGA KARYA RUANG KONSTRUKSI

SEKSI SEKSI PEMBINAAN


SEKSI BANGUNAN GEDUNG SEKSI IRIGASI DAN RAWA SEKSI PENGENDALIAN KELEMBAGAAN &
PERENCANAAN/PENGAWASAN
KAWASAN JASA KONSTRUKSI

SEKSI PEMBANGUNAN SEKSI AIR BERSIH SEKSI BINA MANFAAT SEKSI PEMANFAATAN TATA SEKSI PENGATURAN
JALAN RUANG & PENGAWASAN

SEKSI PEMBANGUNAN SEKSI PERUMAHAN & SEKSI PEMBINAAN


SEKSI SUNGAI DAN PANTAI SEKSI PERENCANAAN
JEMBATAN PEMUKIMAN DAN KELEMBAGAAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS


DINAS (UPTD)

UPTD WILAYAH SUNGAI UPTD PEMELIHARAAN JALAN UPTD PENGUJIAN DAN


& JEMBATAN STANDARISASI

Gambar 1. Struktur Organisasi DPU-PR

3
DPU-PR menjunjung tinggi budaya organisasi “PIKKIR” yang memiliki nilai-nilai
luhur yang hidup dan tumbuh kembang menjadi semangat bagi seluruh angggota
organisasi dalam bekerja dan berkarya. Berikut merupakan budaya organisasi DPU-PR
7. Profesional (P)
Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektivitas, ketekunan dan
komitmen yang tinggi.
8. Integritas (I)
Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-
nilai luhur dan keyakinan.
9. Kredibilitas (K)
Dapat dipercaya, dan diakui oleh masyarakat luas, nasional dan internasional.
10. Kerjasama tim(K)
Mengutamakan keterbukaan, saling percaya dan komunikasi yang baik.
11. Inovatif (I)
Mampu melakukan pembaruan dan inovasi-inovasi sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi terkini.
12. Responsif / cepat tanggap (R)
Antisipatif dan responsif dalam mengatasi masalah.

2.4 Profil Peserta


Peserta Latihan Dasar golongan III atas nama Ultha Jaka Prasiswa, ST., lahir di
Ujung Pandang pada tanggal 22 Juni 1987 dengan pendidikan terakhir S1 Teknik Sipil
dari Universitas Kristen Indonesia Paulus (Makassar). Saya merupakan salah satu Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III/a menduduki jabatan sebagai Teknik Jalan
dan Jembatan Ahli Pertama dan masuk dalam bidang Bina Marga. Sebaagi staff teknik
saya memiliki tugas untuk memenuhi Sasaran Kinerja Pegawai sebagai berikut :
(1) Melaksanakan fungsi Pengawasan terhadap perencanaan, pelaksanaan dan
pengawasan jalan dan jembatan.
(2) Membuat laporan mingguan dan bulanan

4
BAB III
GAMBARAN MATA PELATIHAN

3.3 Nilai Dasar PNS


6. AKUNTABILITAS
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas dapat berarti tanggung gugat yang mana dapat tergugat atau diprotes
oleh pimpinan atau masyarakat jika tidak tertanggungjawabkan. Merujuk pada
kewajiban individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang
menjadi amanahnya. Pemberi amanah adalah atasan/otoritas yang lebih tinggi
(akuntabilitas vertikal) atau masyarakat (akuntabilitas horizontal). Nilai dasar
akuntabilitas yang harus ada pada ASN yaitu : Kepemimpinan, Integritas, Keadilan,
Keseimbangan, Konsisten, Transparan, Tanggung Jawab, Kepercayaan dan Kejelasan.
7. NASIONALISME
Nasionalisme merupakan sikap atau cara pandang cinta terhadap tanah air
yang diimplementasikan berdasarkan nilai-nilai pancasila. Nilai-nilai Pancasila pada
pancasila tersebut saling berkesinambungan tergantung dari konteks yang diangkat.
Rasa nasionalisme ini perlu dibentuk pada Aparatur Sipil Negara mengingat fungsi
ASN yang sebagai Pelakasana Kebijakan Publik, Pelayanan Publik, Perekat dan
pemersatu bangsa. Pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat,
memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi pemersatu bangsa
mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia dan menjaga keutuhan
NKRI. Semangat Nasionalisme yang dimiliki ASN dengan nilai pancasila dapat
membangkitkan semangat kerja untuk mengabdikan diri untuk Negara.
8. ETIKA PUBLIK
Etika adalah refleksi atas baik atau buruk, benar/salag yang harus dilakukan
atau bagaimana melakukan yang baik atau benar. Sedangkan moral adalah mengacu
pada kelakuan yang baik. Etika publik merupakan refleksi kritis yang mengarahkan
bagaimana nilai-nilai kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan lain-lain
dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan
masyarakat. Nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam pasal 4 UU ASN
No. 5 tahun 2014.
Perlu ada perubahan mindset dari pejabat publik karena masih mewarisi kultur
kolonial yang memandang birokrasi hanya sebagai sarana untuk melanggengkan

5
kekuasaan dengan cara memuaskan pimpinan. Perubahan mindset mencakup tiga
aspek penting yaitu berubah dari penguasa menjadi pelayan, berubah dari wewenanng
menjadi peranan dan menyadari bahwa jabatan publik adalah amanah.
9. KOMITMEN MUTU
Komitmen mutu yaitu menjalankan atau meningkatkan kualitas yang
dikembangkan dan dilakukan secara terus menerus. Komitmen mutu memiliki
keterkaitan pada kinerja pegawai dalam pelayanan. Komitmen mutu menekankan
pada beberapa nilai-nilai dasar yang hendaknya diaktualisasikan di unit kerja masing-
masing. Indikator Nilai-nilai dasar pada komitmen mutu yaitu:
8. Efektif : upaya meningkatkan ketercapaian target atau tujuan yang telah
ditetapkan
9. Efisien : upaya meningkatkan ketepatan penggunaan sumber daya dan
bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan dan
penyalahgunaan sumber daya serta penyimpangan prosedur
10. Inovatif : upaya untuk menciptakan atau menawarkan barang atau jasa dengan
cara yang baru atau lebih baik
11. Mutu : upaya untuk kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk jasa,
manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan
pihak pengguna
12. Adaptif : upaya perubahan pola kerja yang lebih baik guna memenuhi tuntutan
perubahan lingkungan kerja
13. Responsif : membantu orang yang dilayani dan menyediakan layanan yang
cepat
14. Perbaikan berkelanjutan : upaya perbaikan atas cara kerja atau pelayanan yang
telah ada sebelumnya.
10. ANTI KORUPSI
Kata korupsi berasal dari bahasa yunani yaitu corruptio yang berarti perbuatan
yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari
kesucian, melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum.

6
3.4 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
4. Whole of Goverment
Whole Of Goverment (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dan keseluruh
sektor dalam ruang lingkup koordinasi lebih luas guna pencapaian tujuan-tujuan
pembangunan, kebijakan, mengenai program dan pelayanan publik.
5. Manajemen ASN
ASN merupakan profesi PNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja) yang bekerja pada instansi pemerintah. PNS adalah warga negara
indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap
oleh pejabat penina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan, memiliki
nomor induk pegawai secara nasional. Sedangkan PPPK adalah warganegara
indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian berdasarkan Instansi Pemerintah untuk jangka waktu tertentu dalam
rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN
untuk meghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi,
bebas adari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
6. Pelayanan Publik
Berdasarkan UU no.25 tahin 2009 tentang Pelayanan Publik, pengertian
pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaiana kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai denga peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang
disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

7
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
4.2 Identifikasi Isu
Tidak maksimalnya proses perencanaan jalan di Bidang Bina Marga Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini menyebabkan
banyak produk fisik jalan yang cenderung tidak dapat bertahan lama (rusak) sebelum
waktunya. Tidak maksimalnya proses perencanaan jalan ini diakibatkan oleh tidak
adanya format standar yang digunakan pada saat melakukan asistensi perencanaan
jalan. Staf yang ditunjuk untuk melakukan proses asistensi cenderung melakukan
proses asistensi sesuai dengan kemampuan atau ilmu masing-masing orang yang
menyebabkan adanya keberagaman dalam proses asistensi. Fungsi Pengawasan yang
tidak berjalan maksimal karena keterbatasan fasilitas.
4.3 Isu yang Diangkat
Kriteria Pemilihan dalam penetuan Isu Prioritas tersaji dalam tabel 1
No Isu-isu Kriteria Jumlah
U S G
1 Belum Adanya format standar dalam proses asistensi 3 4 4 11
perencanaan jalan
2 Produk fisik jalan yang cenderung tidak dapat bertahan 3 4 3 10
lama (umur fisik singkat).
3 Proses Pengawasan Tidak Maksimal karena keterbatasan 3 3 3 9
fasilitas pendukung
Keterangan :
U : Urgency : kategori seberapa mendesak isu yang ada
S : Seriousness : kategori seberapa serius isu untuk dibahas
G : Growth : kategori seberapa kemungkinan untuk dikembangkan atau
msalah terjadi berkelanjutan
Berdasarka hasil dari kriteria pemilihan isu prioritas maka isu yang diangkat
adalah “Belum Adanya format standar dalam proses asistensi perencanaan
jalan”.
Keterangan :
 Angka 5 : sangat gawat/mendesak/cepat
 Angka 4 : gawat/mendesak/cepat
 Angka 3 : cukup gawat/mendesak/cepat
 Angka 2 : kurang gawat/mendesak/cepat
 Angka 1 : tidak gawat/mendesak/cepat

8
9
4.4 Kegiatan Aktualisasi
Nama : Ultha Jaka Prasiswa, ST
Unit Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Provinsi Sulawesi Barat
Bidang Bina Marga
Seksi Perencanaan dan Pengawasan
Isu : Belum Adanya format standar dalam proses asistensi perencanaan jalan
Gagasan : Optimalisasi proses asistensi perencanaan jalan menggunakan format standar
Mentor : Andy Sunra Satriadi Sumaryo, ST (Kepala seksi perencanaan dan pengawasan bidang bina marga dinas PU-PR)

Tabel 2. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar PNS

Juli Agustus
No Kegiatan
29 30 31 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
Mengumpulkan √ √ √ √ √ √ √ √
Referensi Standar
1
Perencanaan
Konstruksi Sipil
Membuat Format √ √ √ √ √ √ √ √
2 Standar Asistensi
Perencanaan Jalan
Melakukan Sosialisasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3

Tabel 3. Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar PNS

10
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Nilai-nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan Terhadap Visi Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi

1 Mengumpulkan 5. Menemui atasan secara  Memperoleh  Akuntabilitas  Meningkatkan  Bekerja


Referensi Standar langsung dan Daftar Diperolehnya daftar aturan Kualitas Efektif
Perencanaan mengutarakan Aturan - yang standar untuk Perencanaan Tata
Konstruksi Sipil rencana/ide yang ingin Aturan Yang menunjang perencanaan Ruang Khususnya
di sampaikan. Akan yang standar Di Kawasan
6. Mempelajari Secara Digunakan  Etika public Strategis Provinsi
Detail Standar Menyusun Melakukan komunikasi
Perencanaan Format Baku efektif dengan atasan dan
Konstruksi Sipil Dalam rekan staf secara sopan dan
7. Menyortir Data-Data Melakukan santun
Pendukung Yang Proses
Berhubungan Dengan Asistensi  Antikorupsi
Konstruksi Jalan Terhadap Tidak ada proses design jalan
8. Membuat List Aturan- Perencanaan yang terkesan di atur oleh
Aturan Yang Akan Jalan Yang konsultan untuk kepentingan
Digunakan Menyusun Dibuat pihak tertentu
Format Konsultan

2 Membuat Format 5. Menemuai atasan  Memperoleh  Etika Public  Meningkatkan  Kegiatan


Standar Asistensi secara langsung dan Format Baku Melakukan komunikasi kualitas ini dapat
Perencanaan Jalan berkonsultasi. Yang Akan efektif dengan atasan dan insfrastruktur jalan
6. Berdiskusi dengan Digunakan memperkuat
rekan staf secara sopan dan provinsi untuk
rekan kerja mengenai Dalam santun mendukung budaya,
format yang akan Melakukan  Nasionalisme konektivitas di yaitu

11
dibuat.. Proses Mengadakan Rapat untuk wilayah provinsi Profesional,
7. Membuat format yang Asistensi melakukan Musyawarah serta terhubungnya Integritas,
telah disusun bersama. Terhadap dengan anggota tim untuk pusat-pusat
8. Menyerahkan hasil Kredibilitas,
Perencanaan memperoleh format standar kegiatan dan pusat
diskusi bersama jalan yang produksi Kerjasama
kepada atasan. dibuat Tim,
konsultan
Inovatif dan
Responsif.

3 Melakukan Sosialisasi 4. Meminta ijin kepada  Diharapkan  Etika Publik  Meningkatkan  profesional,
atasan untuk semua staf Melakukan komunikasi kualitas etika,inovatif
melakukan sosialisasi yang efektif dengan atasan dan perencanaan tata
5. Melakukan sosialisasi ditunjuk rekan staf secara sopan dan ruang khususnya
kepada semua rekan untuk santun Nasionalisme di kawasan
kerja strategis provinsi
melakukan  komitmen mutu
6. Melaporkan hasil  Meningkatkan
asistensi Dengan diadakannya
sosialisasi kepada atasan kualitas hasil
perencanaan sosialisasi maka diharapkan
pelaksanaan
jalan bisa akan ada pemerataan standar pengadaan
melaksanaka dalam melakukan asistensi barang/jasa
n proses sehingga mutu produk konstruksi
asistensi tercapai
menggunaka
n format
yang telah
dibuat.

12
13
BAB V
PENUTUP

Rancangan aktualisasi yang berisi rancangan kegiatan yang akan dilakukan di unit
kerja dapat digunakan sebagai panduan oleh peserta Latsar dalam mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi. Melalui rancangan aktualisasi ini diharapkan peserta dapat lebih memahami
tentang nilai – nilai dasar PNS dan dapat menerapkannya di dalam pekerjaan sehari –
hari.

14