Anda di halaman 1dari 3

Kotbah : Sengsara II, 5 Maret,2006.

keteraturan penciptaan alam semesta ini, tetapi menunjuk kepada


Introitus: Kej 8: 21. Tuhan sebagai Pencipta, Pemelihara dan Pemberi janji yang setia
Bacaan : Kejadian 9: 8-17, Wahyu 4:3, 10:1. memegang janjiNYa. Pelangi ini diciptakan Tuhan sebagai tanda
Tema : Pelangi sebagai tanda kasih setia Tuhan. yang mengingatkan manusia bahwa Dia Tuhan telah berjanji akan
Allah yang kita kenal dan sembah adalah kasih. Ia memelihara bumi dan isinya dan tidak akan membinasakannya
memang menghukum karena dosa-dosa manusia, tetapi Ia juga dengan air bah lagi. Selain mengingatkan manusia, pelangi ini
memberikan pengampunan. Hal ini nyata dari kisah air bah dan juga mengingatkan Tuhan bahwa Ia pernah berjanji dan tidak
sesudahnya. Sesudah Allah menghukum manusia dengan air bah pernah akan melupakannya. Demikianlah tanda pelangi ini mau
sehingga semua manusia dan semua makluk hidup lainnya binasa, mengingatkan kita kepada Tuhan sebagai Pencipta, Pemelihara
kecuali Nuh dan anak-anak serta binatang pilihan di bahtera, bumi dan isinya, termasuk kita manusia. Bahwa Dia tetap
maka Tuhan memberikan janji kepada manusia dan semua memelihara kita dengan rahmatNya dan kasih setiaNYa. Tidak
makhlik hidup. JanjiNYA seperti kita baca tadi dalam Kej 9: 12- mungkin Dia melupakan hasil ciptaanNya sendiri, yang
17. merupakan bagian dari dirinya. Janji pemeliharaan Tuhan ini,
Isi perjanjian yang Tuhan berikan kepada manusia dan kasih setiaNya berlangsung selama-lamanya. Janji Tuhan ini tidak
semua makhluk hidup yaitu bahwa Ia tidak akan membinasakan dibatalkan oleh kejahatan manusia.
manusia dan semua mahkluk hidup dengan air bah lagi. Dan tanda (Dalam alkitab kata pelangi selain dipakai di ktb kejadian,
dari perjanjian itu adalah : pelangi atau busur. Pelangi atau busur juga ada dalam Yeh 1:28 dan Why 4:3,10:1. Yehezkiel menulis
yang warna-warni dan dilatarbelakangi oleh awan ini mau tentang pelangi sebagai lambang kemuliaan Allah. Yohanes dalam
mengingatkan Allah bahwa Ia pernah mengikat perjanjian dengan Wahyu menulis tentang pelangi dalam pengertian yang sama
manusia, sehingga Ia tidak akan menghukum manusia. seperti dalam kitab Kej, sebagai tanda kesempurnaan perjanjian
Sebagaimana firman yg dalam ayat 14-15. Tuhan, yang berisi rahmat dan kasih setia Tuhan dan khusus
Kata bahasa asli PL yang diterjemahkan dengan pelangi dalam Wahyu 10:1: dilukiskan tentang malaekat perang, yang
atau busur adalah busur yang dipakai untuk memanah. Hal ini ditutupi awan dan pelangi.)
memperluas arti dari penempatan pelangi oleh Tuhan sebagai Peristiwa air bah mau mengatakan kepada kita bahwa
tanda perjanjian. Ketika Tuhan menempatkan busur di langit, itu penyelamatan yang Tuhan berikan kepada kita berupa
berarti Tuhan meletakkan senjatanya, Dia berhenti berperang penghakiman dan juga sekaligus kasih karunia. Dalam
dengan manusia dan sekarang Dia mengumumkan perdamaian perjanjianNya Allah menjanjikan rahmat dan kasih setia yang tak
dengan manusia. Busur yang biasa dipakai untuk memanah, berkesudahan: permusuhanNya dengan kita telah usai. Orang
sekarang dirubah menjadi busur/pelangi yang berwarna-warni benar, yang diselamatkan dalam bahtera, dapat selanjutnya hidup
yang sangat indah dipandang. Pelangi/busur adalah fenomena dengan bebas di bawah pelangi. Tetapi malaekat perang itu, dalam
alam, sebagai hasil dari efek sinar matahari atas gumpalan awan Wahyu 10:1, masih belum berhenti menjalankan tugasnya dari
yang gelap. Pelangi ini tidak sekedar menunjuk kepada Tuhan. Tuhan masih tetap memerlukannya. Tuhan masih
berperang melawan kejahatan. Pelangi itu seolah-olah perselisihan politik, kecurigaan yang timbal balik, atau kesulitan-
membendung awan hitam yang mengancam, yang seandainya kesulitan dalam bidang ekonomi dsb. Sebagai orang yang percaya
dilepas bisa saja menerpa bumi lagi sama seperti air bah waktu kepada janji Tuhan tadi hendaknya kita memberitakan bahwa
lalu yang datang sebagai penghukuman Tuhan. walaupun kadang-kadang nampaknya seperti Tuhan meninggalkan
Pelangi mengingatkan kita bahwa adalah semata-mata kita, tetapi sebenarnya Ia tetap mengingat akan janjiNYA. Dalam
karena janji Allah maka bumi ini masih tetap ada, adalah semata- AnakNya Yesus Kristus, Allah Bapa sudah mewujudkan janji
mata janji Allah maka kita manusia masih hidup di bumi ini. Bumi pemeliharaanNYa atas bumi dan manusia. Melalui Yesus Anak
masih ada karena Tuhan menghendakinya. Janji ini bagi Allah tunggalnya, kesengsaraanNYa karena dosa manusia menjadi
berarti sebuah penderitaan, karena Dia mengetahui bahwa sempurna. Yesus menderita sampai mati di kayu salib, supaya kita
manusia masih saja terus berbuat dosa, hidup dikuasai dosa dan diberikan jaminan keselamatan. Di dalam Yesus kita manusia
kejahatan. “ Sekalipun yang ditimbulkan hati manusia adalah jahat diberikan kesempatan untuk memulai suatu hidup baru, hidup
dari sejak kecilnya, Aku tidak akan membinasanakan segala yang dalam ketaatan dan kesetiaan pada Tuhan dan kehendaknya,
hidup.. “ (Kej8:21b). Bagaikan seorang bapa yang menderita karena Ia sudah sedemikian setia memelihara janjiNya.
sementara menanti kembalinya anaknya yang sesat, demikianlah Kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita melalui Yesus dan
penderitaan Tuhan. Itulah penderitaan yang tulus dari seorang pengorbananNya itu janganlah kita sia-siakan.
Bapa yang mengasihi anak-anakNYA. Walaupun Tuhan menderita Tugas untuk memberitakan tentang kasih setia Tuhan Allah
tetapi Ia sudah mengikatkan diriNYa dengan manusia dan bumi ini yang telah diwujudkan dalam Yesus kepada dunia ini, hendaknya
sehingga Ia tidak mungkin mengingkarinya. Pada minggu- itu juga menjadi tugas kita secara perorangan. Masing-masing kita
minggu sengsara ini kita ingat kembali bahwa pastilah Tuhan terlibat dalam tugas ini sebagai individu. Sebab pelangi, tanda
sangat menderita ketika melihat dari surga ada banyak anakNYA perjanjian itu, diberikan kepada orang pribadi yaitu NUH. “ Allah
yang berbuat curang, tidak jujur, menipu, memeras sesama. Dia berfirman kepada Nuh… “ Pelangi itu bukan hanya mengingatkan
pastilah berupaya supaya anak-anakNYa bertobat. Maka ketika Nuh akan janji Allah terhadap bumi yang diciptakanNYA,
kita mau berencana buat jahat terhadap sesama, ingatlah Yesus melainkan juga menguatkan iman Nuh akan kepastian janji Allah
sudah menderita sampai mati karena dosa dan salah kita. itu. Hal ini sama dengan tanda-tanda perjanjian lainnya. Misalnya
Berhentilah berbuat dosa,… supaya Tuhan tidak murka terhadap tanda sunat, yang memeteraikan perjanjian Allah dengan Abraham
kita. dan keturunannya, diberikan kepada individu, kepada Abraham
Perjanjian Tuhan ini, bagi kita berarti sebuah jaminan, kendati sebagai suatu tanda untuk menguatkan imannya. Dalam PB kita
semua akan berubah dan berganti, tetapi Allah tidak pernah kenal tanda baptisan juga diberikan kepada kita pribadi sebagai
berubah dalam janjiNya, Dia tetap memegang dunia ini dalam suatu tanda untuk mengingatkan kita pada perjanjian keselamatan
tanganNYA. Sering kita menjadi berserah kepada nasib, atau putus yang Tuhan berikan kepada kita. Fungsi tanda baptisan ini juga
asa, ketika mendengar berbagai kesulitan dan tantangan yang untuk menguatkan iman kita bahwa janji keselamatan itu juga
dihadapi oleh negara kita: ancaman boom, perselisihan-
diberikan kepada kita, maka kita tidak perlu ragu-ragu akan
kepastian keselamatan kita.
Tugas untuk bersaksi tentang Tuhan kita sebagai pencipta,
Pemelihara, Pembuat Janji dan yang berjanji akan tetap setia pada
janjiNYA adalah tugas kita sebagai sebuah persekutuan orang
percaya, gereja, dan juga tugas kita masing-masing sebagai
individu. Dalam iman kepada Tuhan yang setia kepada janjiNYA,
sdr dan saya dipanggil untuk terus membangun masyarakat kita
melalui tugas dan panggilan kita masing-masing, agar keadilan,
cinta-kasih dan kebenaran terus ditegakkan. Bagi kita sebagai
tokoh-tokoh masyarakat, sebagai wakil rakyat dipanggil untuk
menyusun tatanan sosial dan sistim keadilan, sedemikian rupa,
sehingga dalamnya juga hadir bayangan kekudusan, kebaikan,
kasih ilahi. Selamat bersaksi tentang Tuhan sebagai Pencipta,
pemelihara, Pemberi janji dan yang berjanji setia pada janjiNYA.
Tuhan memberkati sdr semua. Amin.