Anda di halaman 1dari 2

TATA LAKSANA REAKSI & SYOK ANAFILAKSIS

Pasien dengan tanda & gejala reaksi anafilaksis (minimal 2 gejala)


 Kulit (Urtikaria, angioedema)
 Saluran pernapasan (batuk, sesak, bronkospasme)
 Saluran cerna (mual, muntah, nyeri perut)
Pasien dengan tanda & gejala syok anafilaksis
 Kardiovaskuler (takikardia, hipotensi, aritmia, renjatan)

Lakukan penilaian jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi

- Lanjutkan monitor pernapasan, sirkulasi, tanda vital (tekanan darah),


- Berikan O2
- Letakkan pasien pada posisi supine dan evelasikan tungkai atau posisi
Tredenberg jika hipotensi

- Berikan epinefrin IM 1:1000, dosis 0,01mg/kgBB


o Usia <6 bulan 0,2 ml /kali pemberian
o Usia >6 bulan 0,3 ml /kali pemberian
- Ulangi tiap 3-15 menit jika dibutuhkan

Nilai kembali jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi

- Pasang IV line
- Beri cairan NaCl 0,9% atau RL 20 ml/kgBB bolus cepat, ulangi maksimal
60ml/kgBB jika diperlukan (hipotensi)

- Jika hipotensi menetap setelah pemberian epinefrin IM dan cairan IV, dilanjutkan
dengan pemberian infus + epinefrin/ vasopresor
- Jika pasien stabil, lanjutkan pemberian obat-obatan seperti antihistamin, dan
kortikosteroid

Rawat inap untuk observasi

NB: Onset terpapar dengan alergen terjadi dalam beberapa menit hingga 2 jam
SOAP REAKSI & SYOK ANAFILAKSIS

 DEFINISI

o REAKSI ANAFILAKSIS
Merupakan reaksi alergi yang terjadi karena paparan alergen,
menyebabkan reaksi pada kulit (urtikaria dan angioedema), saluran
pernapasan (batuk, sesak, dan bronkospasme), dan saluran pencernaan (mual,
muntah, dan nyeri perut) yang terjadi dalam waktu beberapa menit hingga 2
jam setelah terpapar alergen.

o SYOK ANAFILAKSIS
Merupakan salah satu manifestasi klinis dari anafilaksis dan merupakan
bagian dari syok distributif yang ditandai oleh adanya takikardia, hipotensi
yang nyata akibat vasodilatasi mendadak pada pembuluh darah dan disertai
kolaps pada sirkulasi darah yang menyebabkan terjadinya sinkop dan
kematian.

 ALERGEN
Alergen yang sering menyebabkan reaksi dan syok anafilaksis adalah susu
sapi, telur, seafood, soya, kacang-kacangan, gandum, dan obat-obatan.